LITERA: Jurnal Literasi Akuntansi Vol. 4 No. 4 Desember 2024 DAMPAK LITERASI KEUANGAN TERHADAP KINERJA UMKM DENGAN INOVASI SEBAGAI VARIABEL MODERASI: PERSPEKTIF KEBERLANJUTAN UMKM Pulkeria Destrin Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa. Yogyakarta email: estinjahan@gmail. ABSTRACT Purpose: This study aims to prove the positive effect of financial literacy and innovation on MSME performance, as well as moderate the role of innovation in the relationship between financial literacy and MSME performance Method: This research is quantitative research and the verification analysis approach is the method applied, the primary data is obtained through distributing questionnaires to MSME actors. The sampling technique in this study used purposive sampling, the criteria used were Micro. Small and Medium Enterprises (MSME. in Yogyakarta City. Finding: The results of the analysis obtained that partially, financial literacy and innovation have a positive and significant effect on MSME performance in the perspective of MSME sustainability. while innovation is unable to moderate financial literacy on MSME performance. Novelty: In previous research, innovation is used as an independent variable while in the current study innovation is used as a moderating variable. Keywords:financial literacy, innovation. MSME performance. PENDAHULUAN Kegiatan Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu bidang usaha yang dapat berkembang dan konsisten dalam perekonomian nasional. UMKM menjadi wadah yang baik bagi penciptaan lapangan pekerjaan yang produktif (Masithah et al. , 2. UMKM merupakan usaha yang bersifat padat karya, tidak membutuhkan persyaratan tertentu seperti tingkat pendidikan, keahlian . pekerja, dan penggunaan modal usaha relatif sedikit serta teknologi yang digunakan cenderung sederhana (Ananda & Susilowati, 2. Pertumbuhan UMKM yang semakin meningkat perlu diimbangi dengan pengetahuan serta kemampuan yang baik dalam mengelola keuangan yang disebut dengan literasi keuangan (Masitoh et al. , 2. Literasi keuangan merupakan salah satu faktor yang harus dimiliki pelaku UMKM untuk pengelolaan dan pengembangan usahanya (Bahiu et al. , 2. Literasi keuangan merupakan kemampuan yang harus dimiliki seseorang dalam hal mengatur keuangan guna untuk mengelola dana agar dana yang dimilikinya dapat terus berkembang (OJK, 2. Penelitian (Nuraini et al. , 2. (Masithah et al. , 2. dan (Sriani et al. , 2. menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM. Berbanding terbalik dengan penelitian (Lubis & Nurhayati, 2. dan (Bahiu et al. , 2. menunjukkan bahwa secara parsial literasi keuangan berpengaruh negatif dan secara signifikan berpengaruh terhadap kinerja UMKM, dan (Hamzah et al. yang mengemukakan bahwa literasi keuangan tidak berpengaruh positif terhadap Kinerja UMKM. Selain literasi keuangan ada yang tidak kalah penting saat mengembangkan UMKM yaitu inovasi dari pemilik UMKM itu sendiri. Inovasi dianggap sebagai metode penting untuk menjadi lebih kompetitif dan untuk bertahan hidup di dunia bisnis (Purwantinii et al. , 2. UMKM mampu menerapkan strategi inovasi dan literasi keuangan, diharapkan pelaku UMKM mampu menyusun strategi bisnis agar nantinya dapat digunakan sebagai alat untuk menghadapi persaingan (Masithah et , 2. Penelitian (Masithah et al. , 2. (Ogochukwu, 2. dan (Xieming & Puspitowati, 2. membuktikan bahwa inovasi positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Resource Based View Theory mengemukakan bahwa perusahaan maupun organisasi dapat mendorong suatu perusahaan maupun organisasi dalam menyusun strategi guna mewujudkan keunggulan bersaing (Hilmawati & Kusumaningtias. Penelitian ini memberikan kontribusi literatur dengan menguji pengaruh literasi keuangan 184 | e-ISSN: 2810-0921 | DOI: 10. 55587/jla. LITERA: Jurnal Literasi Akuntansi Vol. 4 No. 4 Desember 2024 terhadap kinerja UMKM, dengan mempertimbangkan peran moderasi inovasi dalam konteks keberlanjutan usaha. Pendekatan kuantitatif yang digunakan memungkinkan untuk mengidentifikasi mekanisme yang mendasari hubungan tersebut LANDASAN TEORI dan PENGEMBANGAN HIPOTESIS Theory (RBV) dapat digunakan sebagai teori yang menjelaskan pengaruh literasi keuangan terhadap kinerja UMKM. Teori RBV menjelaskan bahwa kinerja UMKM dapat ditingkatkan dengan mengelola aset secara efektif, baik aset berwujud maupun tidak berwujud. Literasi keuangan dapat dianggap sebagai aset tidak berwujud yang penting bagi UMKM. Dengan memiliki literasi keuangan yang baik, pelaku UMKM dapat membuat keputusan keuangan yang lebih baik, mengelola risiko keuangan, dan meningkatkan kinerja keuangan. Literasi keuangan juga dapat membantu pelaku UMKM untuk membuat keputusan yang lebih baik dalam mengembangkan inovasi. Dengan memiliki pengetahuan keuangan yang baik, pelaku UMKM dapat mengidentifikasi peluang inovasi yang menguntungkan, mengelola biaya inovasi, dan meningkatkan pengembalian investasi inovasi. Inovasi dapat membantu UMKM untuk meningkatkan kinerja dengan mengembangkan produk baru, meningkatkan efisiensi proses, dan meningkatkan kualitas layanan. Dengan memiliki kemampuan inovasi yang tinggi. UMKM dapat meningkatkan daya saing dan kinerja keuangan. Hubungan antara Literasi Keuangan. Inovasi, dan Kinerja UMKM menggunakan teori RBV, dapat dijelaskan bahwa literasi keuangan dapat meningkatkan kemampuan inovasi UMKM, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja UMKM. Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap kinerja UMKM UMKM yang memiliki literasi keuangan yang baik akan dapat mencapai tujuan perusahaannya, memiliki orientasi pengembangan usaha dan mampu survive dalam kondisi ekonomi yang sulit (Aribawa, 2. Hubungan yang bermakna antara literasi keuangan dan kinerja yang dialami pengusaha (Dahmen & Rodryguez, 2. Secara logis diterapkan di perusahaan yang memiliki literasi keuangan baik dan mampu secara strategis mengidentifikasi dan merespon perubahan iklim bisnis, ekonomi dan keuangan sehingga keputusan yang diambil akan menciptakan solusi inovatif dan terarah dengan baik untuk peningkatan kinerja dan keberlanjutan usaha (Aribawa, 2. H1: Literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM Pengaruh Inovasi Terhadap kinerja UMKM Lingkungan bisnis yang semakin ketat. UMKM perlu terus-menerus membedakan diri dari Inovasi memungkinkan pelaku UMKM untuk mengembangkan barang atau jasa yang lebih unik dan relevan dengan kebutuhan pelanggan yang meningkatkan daya tarik dan kesuksesan di pasar (Xieming & Puspitowati, 2. H2:Inovasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Kinerja UMKM melalui Inovasi Literasi keuangan berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan pelaku UMKM dalam berinovasi, artinya pelaku UMKM mengetahui tentang keuangan dan sikap untuk menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan (Mamduh et al. , 2. Literasi keuangan merupakan sikap . dan perilaku . yang dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan . , keyakinan . masyarakat dalam rangka mencapai kesejahteraan dan juga meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan yang tidak hanya mengetahui dan memahami lembaga keuangan, melainkan perilaku masyarakat yang dapat diubah dan diperbaiki terkait produk dan jasa keuangan (OJK, 2. H3:Literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM melalui DOI: 10. 55587/jla. 142 | e-ISSN: 2810-0921 . LITERA: Jurnal Literasi Akuntansi Vol. 4 No. 4 Desember 2024 Kerangka berpikir METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data primer yang dikumpulkan melalui survei online menggunakan Google Form. Data yang digunakan bersifat kuantitatif dan dianalisis menggunakan model regresi linear sederhana. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh literasi keuangan terhadap kinerja UMKM dengan inovasi sebagai variabel moderasi. Populasi dalam penelitian ini mencakup pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Yogyakarta. Sampel adalah bagian dari keseluruhan populasi dan karakteristik unik yang dimiliki oleh suatu Ukuran sampel merupakan suatu cara untuk menentukan besar kecilnya sampel yang akan diambil guna menyelesaikan suatu proyek penelitian (Ghozali, 2. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling, yang mana teknik penentuan sampel dilakukan dengan pertimbangan serta kriteria tertentu. Kriteria yang digunakan sesuai dengan batasan dan rumusan masalah yang sudah ditetapkan sebelumnya yaitu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Yogyakarta. Sumber pengumpulan data pada penelitian ini adalah data primer. Data primer diperoleh dengan cara menyebarkan kuesioner . pada pelaku UMKM di Yogyakarta. HASIL Table 1 normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. ,0000000 1,54667931 ,065 ,051 -,065 ,065 ,200c,d Sumber : Diolah Peneliti,2025 Berdasarkan tabel 1 terlihat bahwa terlihat nilai Asymp Sig lebih dari 0. 05, atau 0,200>0,05 sehingga data yang digunakan dalam penelitian ini berdistribusi normal. Berdasarkan hasil uji regresi linear berganda diatas maka dapat dijabarkan seperti: Tabel 2 hasil uji t Model (Constan. Literasi keuangan Inovasi Dependent Variable: Kinerja Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta 10,538 2,374 ,186 ,065 ,201 ,526 ,058 ,631 Sumber:data primer,diolah SPSS 25 186 | e-ISSN: 2810-0921 | DOI: 10. 55587/jla. 4,438 2,860 9,004 Sig. ,000 ,005 ,000 LITERA: Jurnal Literasi Akuntansi Vol. 4 No. 4 Desember 2024 Y = 10,538 0, 186X 0,526Z C Berdasarkan persamaan tabel 2 maka: Variabel literasi keuangan memiliki nilai beta 0,186 menunjukan arah positif dan signifikansinya lebih kecil dari 0,05 atau 0,005<0,05, sehingga literasi keuangan berpengaruh positif terhadap kinerja UMKM Variabel inovasi memiliki nilai beta 0,526 menunjukan arah positif dan nilai signifikansinya yaitu 0,000<0,05 sehingga inovasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM Tabel 3 hasil uji t MRA Coefficientsa Model (Constan. Literasi keuangan Inovasi X*Z Dependent Variable: Kinerja Unstandardized Coefficients Std. Error 5,776 14,333 ,371 ,553 ,665 ,418 -,005 ,016 Standardized Coefficients Beta ,401 ,799 -,292 Sig. ,403 ,688 ,670 ,504 1,591 ,115 -,337 ,737 Sumber:data primer,diolah SPSS 25 Diketahui nilai signifikansi variabel literasi keuangan dengan inovasi sebesar 0,737 > 0,05 maka berkesimpulan bahwa variabel inovasi tidak mampu memoderasi pengaruh variabel literasi keuangan terhadap kinerja UMKM Pembahasan Literasi Keuangan Terhadap Kinerja UMKM Berdasarkan hasil uji regresi linear berganda terlihat bahwa variabel literasi keuangan memiliki nilai beta 0,186 menunjukan arah positif dan signifikansinya lebih kecil dari 0,05 atau 0,005<0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM. UMKM yang memiliki literasi keuangan yang baik akan dapat mencapai tujuan perusahaannya, memiliki orientasi pengembangan usaha dan mampu survive dalam kondisi ekonomi yang sulit (Aribawa, 2. Maka semakin baik pemahaman pelaku UMKM tentang konsep-konsep keuangan seperti perencanaan keuangan, manajemen keuangan, dan produk keuangan, maka semakin baik pula kemampuan pelaku UMKM dalam mengelola usahanya. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Masitoh et al. , 2023. Nuraeni et al. , 2024. Sriani et al. , 2. yang membuktikan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM. Sejalan dengan the Resource Based View Theory (RBV) yang mana dapat digunakan sebagai teori yang menjelaskan pengaruh literasi keuangan terhadap kinerja UMKM. Teori ini menjelaskan bahwa kinerja akan baik jika pelaku UMKM mampu mengelola aset secara efektif baik itu aset berwujud maupun yang tidak berwujud (Candraningsih et al. , 2. Inovasi Terhadap Kinerja UMKM Berdasarkan hasil uji regresi linear berganda variabel inovasi memiliki nilai beta 0,526 menunjukan arah positif dan nilai signifikansinya yaitu 0,000<0,05 sehingga inovasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM. Inovasi memungkinkan pelaku UMKM. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Masithah et al. , 2. (Ogochukwu, 2. dan (Xie Ming & Puspitowati, 2. yang membuktikan bahwa inovasi positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM Sejalan dengan teori resource-based view yang memandang bahwa sumber daya dan kemampuan perusahaan untuk berinovasi penting bagi perusahaan, karena merupakan pokok atau dasar dari kemampuan daya saing serta kinerja UMKM. Teori RBV mengemukakan mengenai bagaimana pelaku UMKM mampu bersaing dengan UMKM lain, dengan adanya campur tangan kepemimpinan yang berinovasi tinggi sehingga akan mencapai keunggulan kompetitif UMKM dan berdampak pada kinerja UMKM DOI: 10. 55587/jla. 142 | e-ISSN: 2810-0921 . LITERA: Jurnal Literasi Akuntansi Vol. 4 No. 4 Desember 2024 Inovasi Memoderasi Literasi Keuangan Terhadap Kinerja UMKM Berdasarkan hasil uji t pada Moderated regression Analysis variabel literasi keuangan dengan inovasi sebesar 0,737 > 0,05 dengan nilai beta -0,005 maka berkesimpulan bahwa variabel inovasi tidak mampu memoderasi pengaruh variabel literasi keuangan terhadap kinerja UMKM. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan (Widianita & Furqani, 2. yang menyatakan bahwa inovasi tidak memoderasi hubungan antara literasi keuangan dan kinerja UMKM Hal ini tidak sejalan dengan teori RBV yang menjelaskan bahwa sumber daya dari dalam UMKM memiliki peran penting karena daya saing ditentukan dari kemampuan dasar perusahaan yang melandasi pengambilan keputusan. Sumber daya di dalam teori RBV yang dimaksud merupakan sebuah konsep yang meliputi berbagai bentuk asset, kemampuan, prosedur, dan karakteristik seperti pengetahuan dan informasi yang digunakan untuk mencapai tujuan sebuah organisasi. KESIMPULAN dan SARAN Hasil temuan dari analisa data mengatakan bahwasanya hipotesis pertama literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM pada perspektif keberlanjutan UMKM. Literasi keuangan yang baik tentunya akan mampu untuk memanfaatkan pengetahuan di bidang keuangan dalam pengambilan keputusan yang tepat, perencanaan keuangan yang baik, serta melakukan pembukuan sehingga pelaku UMKM memiliki peluang untuk meminimalisir resiko dan Hipotesis dua yaitu inovasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM pada perspektif keberlanjutan UMKM. Maka, semakin tinggi tingkat inovasi yang diterapkan oleh UMKM, semakin baik pula kinerja UMKM dalam jangka panjang, baik dari segi finansial maupun non-finansial. Namun hipotesis tiga yaitu variabel inovasi tidak mampu memoderasi literasi keuangan terhadap kinerja UMKM. Maka, seberapa tinggi pun tingkat inovasi suatu UMKM, tidak akan mengubah seberapa besar pengaruh literasi keuangan terhadap kinerja UMKM tersebut. Adapun saran-saran yang diberikan yaitu: Peneliti selanjutnya diharapkan dapat memperluas penyebaran kuesioner tidak hanya pada UMKM di kota Yogyakarta saja tetapi bisa juga pada seluruh UMKM di Jawa maupun se indonesia dan juga peneliti selanjutnya diharapkan menambahkan variabel lain seperti Pengelolaan risiko keuangan, perencanaan keuangan, pendidikan keuangan dan pendapatan. REFERENSI