ISSN 2548-9623 (Onlin. Available online at : http://jurnal. id/index. php/acehmedika ISSN 2548-9623 (Onlin. Universitas Abulyatama Jurnal Aceh Medika STUDI KASUS: DIAGNOSTIK HOLISTIK DAN PENATALAKSANAAN PASIEN PEREMPUAN USIA 50 TAHUN DENGAN HIPERTENSI URGENSI MELALUI PENDEKATAN KEDOKTERAN KELUARGA Fuadi1. Yuni Rahmayanti2. Hady Maulanza3,Valensia Refni Affuan4 1,2,3,4 Program Studi Kedokteran Umum. Fakultas Kedokteran. Universitas Abulyatama. Jl. Blangbintang Lama. Aceh Besar. Indonesia * Email korespondensi: fuadi_fk@abulyatama. Diterima 21 Agustus 2024. Disetujui 16 September 2024. Dipublikasi 7 Oktober 2024 Abstract: Hypertension or high blood pressure is an increase in systolic blood pressure of more than 140 mmHg and diastolic blood pressure of more than 90 mmHg in two measurements with an interval of five minutes in a state of sufficient rest/calm. Based on the cause, hypertension is divided into primary . hypertension and secondary hypertension. 2015 World Health Organization (WHO) data shows that the prevalence of hypertension in the world has reached around 13 billion individuals, meaning that 1 in 3 people in the world are diagnosed with hypertension. The number of hypertension sufferers is predicted to continue to increase to reach 1. 5 billion individuals in 2025, with deaths reaching 9. million individuals. The purpose of this case report is to implement holistic and comprehensive family doctor services by identifying risk factors, clinical problems, and patient management based on Evidence Based Medicine with a patient centered and family focused approach. This study is a case report. Primary data were obtained through autoanamnesis, physical examination, and home visits. Secondary data were obtained from the patient's medical record. Mrs. M, 50 years old, has a main complaint of difficulty feeling dizzy like throbbing since last night. Internal risk factors in the patient are age 59 years old, a mother with a history of hypertension, a curative treatment pattern, rarely exercising, likes to eat salty food and the patient's lack of knowledge about: hypertension classification where the patient does not know he is included in hypertension urgency. risk factors that cause the disease. complications that may occur. how to control the disease. External risk factors in the patient are: lack of family knowledge about the patient's disease, risk factors, complications, and prevention and control of the disease in the family. Diagnosis and management of patients have been carried out holistically, patient centered, family focused, and community oriented. Changes in the clinical, knowledge, and behavior of patients and their families occurred after the intervention was given. Keywords: Family Medicine Service. Hypertensive crisis. Hypertensive Urgency Abstrak: Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat/tenang. Berdasarkan penyebabnya hipertensi menjadi hipertensi primer . dan hipertensi sekunder. Data World Health Organization (WHO) 2015 menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi di dunia mencapai sekitar 1,13 miliar individu, artinya1 dari 3 orang di dunia terdiagnosis hipertensi. Jumlah penderita hipertensi di perkirakan akan terus meningkat mencapai 1,5 miliar individu pada tahun 2025, dengan kematian mencapai 9,4 juta individu. Tujuan penelitian ini untuk menerapkan pelayanan dokter keluarga secara holistik dan komprehensif dengan mengidentifikasi faktor risiko, masalah klinis, dan penatalaksnaan pasien berbasis Evidence Based Medicine dengan pendekatan patient centered dan family Studi ini merupakan sebuah laporan kasus. Data primer diperoleh melalui autoanamnesis, pemeriksaan fisik, dan kunjungan ke rumah. Data sekunder didapat dari rekam medis pasien. Ny. M berusia 50 tahun memiliki keluhan utama sulit pusing seperti berdenyut sejak tadi malam. Faktor risiko internal pada pasien adalah usia 50 tahun, ibu dengan riwayat hipertensi, pola pengobatan kuratif, jarang berolahraga, suka mengkonsumsi makanan asin, serta kurangnya pengetahuan pasien tentang: klasifikasi hipertensi dimana pasien tidak mengetahui dirinya sudah termasuk dalam hipertensi urgensi. faktor risiko yang menyebabkan penyakitnya. komplikasi yang mungkin terjadi. cara pengendalian penyakitnya. Faktor risiko eksternal pada pasien adalah: kurangnya pengetahuan keluarga tentang penyakit pasien, faktor risiko, komplikasi, serta pencegahan dan pengendalian penyakit pada keluarga. Penegakan diagnosis dan penatalaksanaan pada pasien telah dilakukan secara holistik, patient centered, family focused, dan community oriented. Perubahan pada klinis, pengetahuan, serta perilaku pasien dan keluarganya terjadi setelah diberikan intervensi. Kata Kunci: Hipertensi. Krisis Hipertensi. Pelayanan Kedokteran Keluarga Diagnostik Holistik dan Penatalaksanaana. (Fuadi et al, 2. -114- Jurnal Aceh Medika. Vol. 8 No. Oktober 2024 : 114-124 http://jurnal. id/index. php/acehmedika pendekatan ini, penatalaksanaan akan lebih PENDAHULUAN Penyakit degeneratif adalah penyakit tubuh yang terjadi pada usia tua. Penyakit ini Ada menyebabkan terjadinya hipertensi, ada yang memengaruhi kualitas hidup dan produktivitas bisa dikendalikan dan ada yang tidak bisa Penyebab meningkatkan kualitas hidup pasien. yang disebabkan oleh proses penurunan fungsi Faktor diawali oleh faktor genetik ditambah dengan dikendalikan yaitu umur, jenis kelamin, riwayat pola gaya hidup dan diet yang tidak baik. Salah keluarga dan faktor genetik. Sedangkan faktor satu penyakit degeneratif yang paling banyak yang bisa diubah atau dikendalikan seperti gaya dialami adalah hipertensi. hidup, faktor stress, kehamilan dan penggunaan Hipertensi didefinisikan sebagai kondisi 6 Faktor gizi sangat berhubungan tekanan darah sistolik Ou 140 mmHg atau dengan terjadinya hipertensi. Masalah gizi klinis mmHg. merupakan faktor risiko terjadinya penyakit Ou Sekitar 80-95% merupakan hipertensi esensial yang berarti tidak kardiovaskuler, perlu dicegah dan diobati ada penyebab spersifik. Kondisi ini umumnya pola makan jarang menimbulkan gejala dan sering tidak makanan sehat yang berpedoman pada aneka disadari, sehingga dapat menimbulkan morbiditas ragam makanan yang memenuhi gizi seimbang. lain, seperti gagal jantung kongestif, hipertrofi Pengubahan pola hidup yang lain dapat berupa ventrikel kiri, stroke, gagal ginjal stadium akhir atau bahkan kematian. Hipertensi adalah salah satu penyebab terbesar morbiditas di dunia, sering disebut sebagai pembunuh diam-diam. Data World magnesium yang cukup, dan berhenti merokok. Health Organization (WHO) 2019 menunjukkan Selain prevalensi hipertensi di dunia mencapai sekitar mempunyai pengetahuan dan sikap kepatuhan 1,13 miliar individu, artinya 1 dari 3 orang di untuk dapat menyesuaikan penatalaksanaan dunia terdiagnosis hipertensi. Jumlah pendertita hipertensi dalamkehidupan sehari- hari. hipertensi diperkirakan akan terus meningkat itu penderita hipertensi juga harus Berdasarkan uraian di atas, pemeriksa mencapai 1,5 miliar individu pada tahun 2025, dengan kematian mencapai 9,4 juta individu. WHO menyebutkan bahwa salah satu target kedokteran keluarga. Tujuan dari penulisan ini sebagai penerapan pelayanan dokter keluarga menurunkan prevalensi hipertensi hingga 25% pada tahun 2025. mengidentifikasi faktor risiko, masalah klinis. Adanya hipertensi dapat menurunkan dan penatalaksnaan pasien berbasis evidence produktivitas dan kualitas individu. Pendekatan based medicine dengan pendekatan patient keluarga dalam penatalaksanaan dapat membantu centered dan family focused. faktor-faktor Dengan KASUS Ny. M, 50 tahun, datang ke Puskesmas Lampseh -115- keluhan keluhan pusing ISSN 2548-9623 (Onlin. seperti berdenyut, pusing sudah dirasakan Pasien mengonsumsi kopi setiap pasien sejak tadi malam, kemudian memberat pagi, dan pasien jarang berolahraga. ketika pagi hari. Pasien juga mengeluhkan nyeri Pasien adalah seorang ibu rumah tangga. pada daerah tengkuk yang dirasakan pasien Pasien tinggal bersama dengan mertua dan anak Keluhan lainnya seperti mual, muntah Pasien hanya memiliki dua anak dari pernikahannya. Anak pasien sekarang menkonsumsi ikan asin dan kuah lemak Pasien sudah bekerja sebagai satpam toko. Kebutuhan juga sering mengkonsumsi kopi setiap pagi sehari- hari dari anak pasien sudah dipenuhi yang dilakukan pasien secara rutin dan pasien menggunakan uang penghasilan dari anak pasien sendiri. Pasien Sebelumnya pasien melakukan senam rutin Hubungan pasien dengan mertua dan pada pagi hari yang diadakan puskesmas. anaknya baik serta harmonis. Begitu pula Ketika hubungan dengan lingkungan tetangga baik dan semakin memberat dan tiba-tiba pasien terjatuh. Di lingkungan rumahnya pasien Kemudian pasien dibawa ke ruang tindakan untuk dilakukan observasi. keluarga untuk memotivasi pasien agar selalu Dukungan Pasien memiliki riwayat hipertensi sejak 3 memeriksakan kesehatannya dan menjaga pola tahun yang lalu pasien mengalami keluhan sakit makannya masih kurang dan kesadaran untuk Sakit kepala terasa sangat mengganggu memeriksakan kesehatan terhadap diri sendiri masih kurang. puskesmas untuk mendapatkan tatalaksana dan Data Klinis Pemeriksaan Fisik : diberikan obat antihipertensi. Namun, setelah Keadan umum: tampak sakit sedang. obat tersebut habis dan keluhan berkurang, tekanan darah: TD 1 pasien terkadang tidak kontrol lagi untuk :209/112 mmHg (Jam 08:. TD 2 :177/106 mmHg (Jam 08. Pasien mengaku sudah mengetahui sedikit mengenai 85x/menit. 22x/menit. suhu: 36,7 C. berat badan: 80 kg. hipertensi dan selama ini ia hanya datang tinggi badan: 173 cm. IMT: 26,72 kg/m2 berobat apabila ada keluhan dan saat diperiksa (Obesitas . didapatkan tekanan darah yang tinggi. Pasien Status Generalis : belum mengontrol pola makan ataupun aktivitas Kepala, mata, telinga, hidung, kesan dalam sehari-hari. batas normal. Paru, gerak dada dan fremitus Pasien mengatakan bahwa dikeluarganya taktil simetris, tidak didapatkan rhonki dan tidak ada yang menderita keluhan berupa wheezing, kesan dalam batas normal. Batas bengkak dan nyeri sendi yang serupa seperti jantung tidak terdapat pelebaran, kesan batas Namun, terdapat riwayat keluarga jantung normal. Abdomen, datar dan supel, tidak dengan penyakit yang sama yaitu hipertensi didapatkan organomegali ataupun ascites, kesan yang dialami oleh ibu pasien. Pasien biasanya dalam batas normal. Ekstremitas kesan dalam makan 2-3 kali sehari. Makanan yang dimakan Namum batas normal mengkonsumsi ikan asin, dan makanan yang Diagnostik Holistik dan Penatalaksanaana. (Fuadi et al, 2. -116- Jurnal Aceh Medika. Vol. 8 No. Oktober 2024 : 114-124 http://jurnal. id/index. php/acehmedika Status Lokalis : Genogram Ekstremitas Superior dan Inferior L : Deformitas (-/-), tidak kemerahan F :Warm (-/-), bony tenderness (-/-), nyeri tekan (-/-), edema (-/-) M :Krepitasi (-/-) Pemeriksaan Penunjang Laboratorium . Mei 2. GDS: 94 mg/dl Data Keluarga Pasien adalah anak ketujuh dari delapan Memiliki 4 saudara perempuan dan 3 saudara laki-laki. Pasien memiliki 2 orang Gambar1. Genogram Keluarga Ny. anak yang berjenis kelamin laki-laki dan Anak Family Map menikah dan memiliki satu anak dan sudah bercerai, anak pertama pasien masih tinggal bersama pasien. Anak kedua pasien sudah menikah dan tinggal sendiri bersama suaminya. Bentuk keluarga pasien adalah keluarga inti yaitu terdiri dari pasien, mertua dan anaknya. Pasien seorang perempuan berusia 50 tahun. Pasien merupakan ibu rumah tangga. Seluruh dimusyawarahkan bersama dan diputuskan oleh Gambar 2. Hubungan antar pasien sebagai kepala keluarga. Keluarga anggota keluarga Ny. berobat jika terdapat anggota keluarga yang Family Apgar Score: Adaptation Partnership Growth Affection Resolve Perilaku memeriksakan diri ke layanan kesehatan bila keluhan sudah terasa mengganggu kegiatan sehari-hari. Keluarga Jarak rumah ke puskesmas A 4 Total Family Apgar score 10 . ilai 8-10, fungsi keluarga bai. -117- ISSN 2548-9623 (Onlin. Selama ini, keluarga berobat ke layanan Data Lingkungan Rumah kesehatan jika keluhan sudah benar-benar Dalam menetapkan masalah serta faktor yang mempengaruhi, digunakan konsep Mandala of Health. Diagnostik Holistik Aspek Personal - Alasan berdenyut dan juga mengeluhkan nyeri pada daerah tengkuk yang dirasakan Gambar3. Denah Rumah Ny. pasien sesekali Pasien tinggal di rumah dengan jumlah - Kekhawatiran: tidak terkontrolnya tekanan orang yang tinggal 3 orang. Rumah berdinding darah dan khawatir terjadinya komplikasi tembok untuk rumah di bagian luar dan - Harapan: berharap tetap sehat, dapat dalam,lantai rumah dari semen dengan jumlah kamar 3, 1 WC, 1 dapur, 1 ruang keluarga dan 1 penyakitnya tidak bertambah parah serta ruang tamu. Kamar pertama saat ditempati terkontrolnya tekanan darah pasien, kamar kedua ditempati oleh anak pasien - Persepsi: minum obat teratur dan control dan kamar ketiga ditempati oleh mertua pasien. Sinar matahari dapat masuk ke dalam rumah, menerapkan pola hidup bersih dan sehat penerangan dibantu lampu, ventilasi cukup, dan menghindari faktor pencetus dan rumah tidak lembab, ventilasi dan jendela ada makanan yang memperburuk gejala. pada setiap kamar, sehingga sinar matahari dan Aspek Klinik udara dapat masuk dengan cukup. Selain itu. Hipertensi Urgensi (ICD10-I16. dilakukan juga penilaian terhadap kebersihan Aspek Risiko Internal rumah pasien. Riwayat keluarga (Geneti. Pada kunjungan didapatkan kebersihan Kegemukan (Obesita. rumah baik dan lantai cukup bersih. Di kamar Kurang aktivitas fisik terdapat tempat tidur dengan kasur yang Konsumsi garam dan lemak berlebih dipasang sprei serta kelambu dengan rapi dan Pengetahuan Kamar mandi dengan wc jongkok. penyakit yang diderita Fasilitas dapur menggunakan kompor gas. Air Pengetahuan kurang tentang gizi seimbang minum, masak, cuci, didapat dari sumber air bor Aspek Psikososial Keluarga dengan pompa listrik di samping rumah dan air Tidak ada PDAM. Air untuk mandi dari sumber air Derajat Fungsional Saluran air dialirkan ke pembuangan Derajat 2 . yaitu mampu melakukan di belakang rumah. Septic tank ada di belakang pekerjaan ringan sehari- hari di dalam dan rumah sekitar 10m dari wc. Tempat sampah luar rumah berada di belakang rumah, keadaan rumah cukup bersih. Diagnostik Holistik dan Penatalaksanaana. (Fuadi et al, 2. -118- Jurnal Aceh Medika. Vol. 8 No. Oktober 2024 : 114-124 http://jurnal. id/index. php/acehmedika Penatalaksanaan pernah merasakan keluhan seperti saat sekarang Non-medikamentosa : ini, sehingga pasien tidak pernah mencari Edukasi pasien dan keluarga mengenai pengobatan sebelumnya. Selain itu, pembinaan ini tidak hanya berfokus pada pasien, namun juga penyakit hipertensi terkait dengan keluarga. Hal tersebut karena Edukasi pasien bahwa penyakit hipertensi dipengaruhi oleh pasien dan tenaga kesehatan dilakukan seumur hidup Edukasi saja, akan tetapi dukungan dan pengetahuan keluarga juga sangat berpengaruh agar penyakit memeriksakan tekanan darah pada pasien dapat terkontrol dengan baik. Edukasi pasien dan keluarga yang tinggal Pembinaan bersamanya tentang pentingnya memberi keluarga pada pasien ini dilakukan dalam beberapa kunjungan. pengobatan seperti diet pasien dan kapan Kunjungan pertama dilakukan pada tanggal 27 harus kontrol kembali Oktober Pada Edukasi pasien mengenai olahraga yang dilakukan kegiatan berupa perkenalan dengan minimal dilakukan 3x/minggu selama 30 pasien dan keluarganya yang tinggal serumah. menit dan makanan yang rendah garam. Kegiatan selanjutnya adalah menjelaskan terkait rendah purin, rendah lemak dan rendah maksud dan tentang pasien terkait keadaan keluarga, serta Edukasi pemeriksaan fisik untuk menentukan diagnosis. Berdasarkan pentingnya prinsip preventif daripada kuratif hasil anamnesis, pasien sudah mengetahui bahwa dirinya memiliki tekanan penjelasan penyakit hipertensi, menjelaskan darah tinggi, namun pasien mengonsumsi obat pola makan sesuai dengan gizi seimbang antihipertensi hanya jika ada keluhan saja. yang dianjurkan bagi pasien dan keluarga di Keluhan pusing bedenyut ini baru dirasakan pertama kali oleh pasien. Pada anamnesis Pemberian diperoleh beberapa faktor risiko. Medikamentosa : Dilihat dari aspek risiko internal, terdapat ISDN 5 mg (Single dos. beberapa hal yang berperan dalam hipertensi Ny. Amlodipine 1 x 10 mg (JNC V. M, seperti usia > 40 tahun. Laki-laki terkadang PEMBAHASAN Pembinaan mengalami hipertensi di usia akhir 30 tahunan, sedangkan perempuan di usia menopause. Kasus pelayanan kedokteran keluarga terhadap Ny. hipertensi pada perempuan dihubungkan dengan berusia 50 tahun dengan hipertensi urgensi. faktor hormonal yang mengakibatkan hipertensi Pembinaan ini dilakukan dengan alasan penyakit yang diderita oleh perempuan lebih besar jika tersebut merupakan penyakit menahun yang dipengaruhi oleh berbagai faktor resiko dan muncul, seperti obesitas, pola makan tidak dapat menimbulkan berbagai komplikasi bila laki-laki faktor lain tidak dikontrol dan ditangani dengan benar. Proporsi hipertensi meningkat seiring Alasan lain adalah karena selama pasien dengan bertambahnya usia. Secara fisiologis, mengetahui tekanan darahnya tinggi, pasien tidak -119- ISSN 2548-9623 (Onlin. berkembangnya hipertensi. Pada usia antara 35- Selain jenis kelamin, usia, obesitas, 65 tahun, tekanan darah sistolik secara normal mengkonsumsi makanan asin, aktifitas fisik meningkat 20 mmHg dan terus meningkat yang kurang juga dapat menjadi faktor risiko setelah usia 70 tahun. Dengan demikian dapat Pasien sangat jarang melakukan dikatakan bahwa semakin tua, semakin tinggi aktifitas fisik. Kesulitan untuk berolahraga terjadi karena obesitas dan berkurangnya masa menurunnya fungsi organ. otot yang berkaitan erat dengan faktor usia. Obesitas juga menjadi salah satu faktor Tekanan darah dapat turun jika melakukan risiko terjadinya hipertensi. Pasien memiliki BB olahraga secara teratur selama 10-15 menit jika 80 kg. TB 173 cm dengan IMT 26,77 kg/m2 hal ini sudah termasuk kedalam kategori obesitas penyakit kardiovaskular akan menurun jika Hipertensi dapat disebabkan oleh mengikuti senam, berlari kecil, dan jalan di pagi kegemukan karena jantung harus bekerja lebih Jalan pagi merupakan olahraga yang keras untuk memenuhi aliran darah dampak dari disukai oleh banyak lansia. Perilaku gaya hidup timbunan lemak yang mempersempit pembuluh dapat menyebabkan hipertensi, seperti individu yang tidak pernah melakukan olahraga atau Hipertensi dalam seminggu. Risiko olahraga secara tidak teratur. kegemukan, namun penderita obesitas memiliki prevalensi hipertensi tinggi. Mengkonsumsi Faktor lain yang menjadi faktor risiko terjadinya hipertensi pada pasien adalah riwayat merupakan faktor risiko hipertensi. Pasien suka keluarga . dengan penyakit yang sama. mengkonsumsi makanan yang asin-asin setiap Orang Tekanan dan volume darah akan meningkat hipertensi lebih berisiko dibandingkan dengan akibat tidak keluarnya cairan di luar sel akibat keluarga yang tidak memiliki hipertensi. Faktor genetik yang berperan dalam kejadian hipertensi konumsi garam yang berlebih. Asupan garam yang berkurang dapat menurunkan tekan darah sekitar 60 persen kasus hipertensi esensial. Menurut hukum Mendel, jika Rata-rata tekanan darah lebih tinggi jika salah satu orang tua menderita hipertensi, maka mengonsumsi sekitar 7-8 gram dan tekanan kemungkinan anaknya untuk tidak menderita darah rendah akan ditemukan pada individu hipertensi adalah 50%. Hipertensi cenderung yang mengonsumsi garam < 3 gram. merupakan penyakit keturunan. Apabila seorang Tekanan . olygenic dari orang tua menderita hipertensi, maka sepanjang hidup keturunannya mempunyai 25% Kurang dari 6 gram perhari adalah Kemungkinan menderita hipertensi setinggi anjuran untuk mengonsumsi garam. Tekanan 60% apabila seorang dari kedua orang tua yang darah meningkat dampat dari mengonsumsi menderita hipertensi. garam yang berlebihan. Prevalensi terjadinya Pada pemeriksaan fisik, tekanan darah tekanan darah tinggi terjadi karena tingkat pasien adalah 210/110 mmHg dengan tanda- konsumsi garam yang terlalu tinggi. Diagnostik Holistik dan Penatalaksanaana. (Fuadi et al, 2. tanda vital dan pemeriksaan fisik lainnya dalam -120- Jurnal Aceh Medika. Vol. 8 No. Oktober 2024 : 114-124 http://jurnal. id/index. php/acehmedika batas normal. Klasifikasi hipertensi menurut dapat didiagnosis sebagai hipertensi urgensi. American Heart Association (AHA) adalah Setelah didapatkan permasalahan dan sebagai berikut. dalam 2 bentuk, yaitu medikamentosa dan nonmedikamentosa. Intervensi secara medikamentosa adalah 90 atau dengan pemberian obat antihipertensi. Hipertensi urgensi memerlukan intervensi segera, namun >120 harus diterapkan dengan hati- hati. Penurunan hipertensi didefinisikan sebagai peningkatan Pada pasien dengan agen oral yang sesuai untuk menurunkan tekanan organ, inisiasi terapi dengan menggunakan 2 besar serta ada tidaknya kerusakan organ target. hipertensi urgensi tanpa gejala gangguan target tekanan darah >180/120 mmHg, tergantung dari menimbulkan bahaya yang lebih besar daripada masuk ke dalam kategori krisis hipertensi. Krisis pada 28 Oktober 2023. Intervensi diberikan TDD <80 <80 Berdasarkan klasifikasi tersebut, pasien Krisis mempengaruhi masalah pasien, kegiatan selanjutnya adalah intervensi Tabel 3. Klasifikasi hipertensi menurut AHA Kategori TDS Normal <120 Meningkat 120-129 Hipertensi 130-139 Hipertensi Krisis >180 dan/atau Hipertensi darah hingga target selama 24-72 jam. Pasien ISDN 5 mg (Single dos. dan amlodipin 10 Hipertensi . mg/hari. dengan peningkatan tekanan darah (<180/120 Amlodipin merupakan salah satu agen mmH. , disertai dengan kerusakan berat dari terapi yang andal untuk menurunkan tekanan organ target. Contoh dari kerusakan organ darah dengan cepat. 16 Selain itu, terapi yang target adalah iskemia koroner, gangguan digunakan dalam hipertensi urgensi adalah fungsi serebral, edema paru, dan gagal ginjal. pemberian ISDN sublingual. Pada Pengobatan awal hipertensi pada pasien penurunan tekanan darah sampai level yang dengan amlodipin 10 mg/hari dan dikonsumsi aman dalam waktu beberapa menit sampai pada malam hari, salah satu obat antihipertensi golongan calcium channel blockers (CCB). Hipertensi (<180/120 calcium channel blockers (CCB) pertama kali mmH. , tanpa disertai dengan kerusakan pengobatan awal penyakit jantung koroner berat dari organ target. Pada kondisi ini (PJK), kemudian diteliti efikasinya terhadap diperlukan normalisasi tekanan darah secara bertahap dalam waktu 24-72 jam sampai lipofilik, dan merupakan CCB dihidropiridin beberapa hari dengan pemberian obat oral generasi ketiga yang bekerja dengan cara dengan tujuan untuk menurunkan tekanan menghambat masuknya kalsium ke dalam sel long-acting. Oleh otot polos pembuluh darah dan sel miokardium, darah diastol sampai 100 mmHg. Amlodipin pemeriksaan fisik yang dilakukan, pasien -121- ISSN 2548-9623 (Onlin. pembuluh darah perifer. Amlodipin biasanya diberikan sekali sehari karena waktu paruhnya Selain itu dilakukan edukasi untuk mengonsumsi obat antihipertensi setiap kepatuhan pasien. Dosis awal 5 mg, biasanya hari, berhenti merokok, melakukan aktivitas fisik, dan mengelola stres, dengan media maksimum 10 mg. kalender hipertensi. Keluarga juga diminta Tekanan darah secara normal meningkat untuk ikut serta membantu pasien untuk di malam hari dalam 24 jam, dengan puncak mengingatkan mengonsumsi obat dan rutin sejak pukul 06. 00 dan 16. 00, dan mengecek tekanan darah ke puskemas sekaligus kemudian menurun pada tekanan darah terendah pengambilan obat antihipertensi bulanan. sejak pukul 02. Tujuan dari obat Faktor pendukung dalam penyelesaian antihipertensi adalah menurunkan tekanan darah masalah pasien dan keluarga adalah pelaku rawat yang serumah dengan pasien sehingga pasien mendapatkan dukungan dan bantuan Pemberian amlodipin pada yang cukup baik dalam melakukan pola hidup malam hari lebih efektif menurunkan nighttime Sedangkan faktor penghambatnya adalah blood pressure, memulihkan ritme tekanan darah belum terbiasanya pasien dalam menerapkan pada malam, dan memiliki efikasi yang lebih pola hidup yang sehat seperti masih malas baik sebagai antihipertensi, terutama untuk Melihat tingkat kepatuhan pasien tekanan darah sistolik malam dan rerata tekanan cukup baik dan hasil pemeriksaan tekanan darah darah sistolik dalam 24 jam. yang mendekati stabil maka prognosis pada Selain amlodipin, pasien juga diberikan pasien ini dalam hal quo ad vitam: dubia ad ISDN 5 mg (Single dos. Isosorbide dinitrate bonam dilihat dari kesehatan dan tanda-tanda merupakan golongan nitrat yang merupakan vitalnya yang sudah mulai baik. quo ad efek anti platelet dan anti trombotik intrinsik, functionam: dubia ad bonam karena pasien baik in vitro dan in vivo. Isosorbide dinitrate masih bisa (ISDN) adalah nitrat yang paling umum dan quo ad sanationam: dubia ad bonam karena pasien masih bisa melakukan KESIMPULAN 10 mg diberikan untuk satu kali. Konsentrasi Pasien Ny. M usia 50 tahun dengan puncak serum dicapai dalam enam menit, diagnosis hipertensi urgensi, memiliki faktor dengan waktu paruh 45 menit, dan durasi ISDN risiko internal, seperti jenis kelamin perempuan, usia 50 tahun, obesitas, mengkonsumsi makanan menunjukan kemanjuran dan keamanan yang asin, aktifitas fisik yang kurang, ibu dengan Intervensi sehari-hari secara fungsi sosial dan dihargai oleh lingkungannya. pemberian sublingual. Dosis sublingual awal 5- riwayat hipertensi, pola pengobatan kuratif, serta non-medikamentosa adalah dengan memberikan edukasi dengan media poster kepada pasien dan keluarganya mengetahui dirinya sudah termasuk dalam tentang hipertensi yang berisi faktor risiko. Diagnostik Holistik dan Penatalaksanaana. (Fuadi et al, 2. -122- Jurnal Aceh Medika. Vol. 8 No. Oktober 2024 : 114-124 http://jurnal. id/index. php/acehmedika menyebabkan penyakitnya. komplikasi yang Transition From mungkin terjadi. cara pengendalian penyakitnya. Hypertension to Heart Faktor risiko eksternal pada pasien adalah Failure: Contemporary Update. penyakit pasien, faktor risiko, komplikasi, serta JACC Heart Fail. :543- 551. pencegahan dan pengendalian penyakit pada Departemen Kesehatan republic Indonesia. keluarga dan stres ekonomi akibat kerugian Laporan hasil riset Kesehatan dasar gagal panen. (Riskesda. Pada pasien telah dilakukan intervensi dan 130/80 Indonesia. Departemen mmHg. Jakarta Kesehatan Indonesia. Tekanan darah tersebut sudah turun apabila Departemen Kesehatan Republik Indonesia. dibandingkan dengan awal pasien pasien datang Laporan hasil riset Kesehatan dasar ke puskesmas, yaitu 209/112 mmHg, walaupun (Riskesda. sudah mencapai target yang sesuai dengan JNC Departemen Vi yaitu dengan tekanan diastolik <90 mmHg. Indonesia. Pasien dianjurkan untuk tetap memeriksakan diri Hipertensi. untuk mengontrol tekanan darah terlihat setelah Kesehatan dan Obesitas Sentral dengan Kejadian Proses perubahan perilaku pada Ny. Jakarta Amanda D. Martini S. Hubungan Karakteristik dan kontrol kadar tekanan darah. Indonesia. Berkala Epidemiologi. :43. Khasanah DN. The Risk Factors of Hypertension mengubah gaya hidupnya dengan mengurangi in Indonesia (Data Study of Indonesian Family Life Survey . JPH Recode. Jurnal makanan berlemak. Dukungan 5. :80-89. diperlukan untuk Imelda. Sjaaf F. Puspita PAF T. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Puskesmas Air Dingin Lubuk Minturun. Health Medical DAFTAR PUSTAKA Journal. :72Ae4. Suyono S. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid Masyudi. Faktor yang Berhubungan dengan i. Edisi ke-4. Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Perilaku Lansia dalam Mengendalikan Universitas Hipertensi. Journal Action Aceh Nutrition Indonesia. Journal. :57Ae64. PERHI. Konsensus Penatalaksanaan Hipertensi. Harnani Y. Alhidayati. Witri R. Faktor-faktor Jakarta: Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia. Berhubungan Kejadian Hipertensi pada Lansia di Puskesmas Longo DL. Hypertension Treatment. HarrisonAos Harapan Raya Kota Pekanbaru. 1Ae Principle of Internal Medicine. 19th ed. McGraw-Hill Co. Inc. 2015: 1622-7. Ina SHJ. Selly JB. Feoh FT. Analisis Hubungan WHO. Hypertension. Geneva: World Health Faktor Organization. Genetik Kejadian Hipertensi pada Usia Dewasa Muda . - Messerli FH. Rimoldi SF. Bangalore S. The 49 Tahu. di Puskesmas Bakunase Kota -123- ISSN 2548-9623 (Onlin. Kupang Tahun 2020. CHMK Health Journal. :217-221. Whelton PK. Carey RM. Mancia G. Kreutz R. Bundy JD. Williams B. Harmonizatio of The American College Cardiology/American Heart Association and European Society of Hypertension Blood Pressure/Hypertension Guideline: Comparisons. Reflections. Recommendations.