Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal Batik Pamiluto Ceplokan Gresik Nabillah Mahdiana. Warto. Leo Agung Sutimin. Hieronymus Purwanta Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal Batik Pamiluto Ceplokan Gresik Sebagai Pilar Pembangunan Karakter Bangsa Local Wisdom Based Education of Batik Pamiluto Ceplokan Gresik as a Pillar of National Character Building Nabillah Mahdiana 1. Warto2. Leo Agung Sutimin3. Hieronymus Purwanta 4 1,2,3,4 Universitas Sebelas Maret Surakarta. Indonesia nabillahmahdiana9@gmail. Article history: Submitted: 29 January 2026 Accepted: 26 April 2026 Published: 03 Mei 2026 Abstrak: Di tengah arus globalisasi yang memicu degradasi moral dan krisis identitas, pendidikan karakter berbasis kearifan lokal menjadi kebutuhan mendesak untuk membangun jati diri peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis makna simbolik dan filosofis yang terkandung dalam motif Batik Pamiluto Ceplokan Gresik sebagai sebagai strategi pedagogis penguatan karakter. Dengan metode studi pustaka, kajian ini menganalisis simbolisme batik melalui ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Batik Pamiluto merupakan instrumen pendidikan holistik. Secara kognitif, struktur matematis motif Ceplokan melatih keteraturan berpikir dan penalaran logis. Secara afektif, makna "Pamiluto" . membangun ikatan emosional dan identitas sosiokultural yang religius. Secara psikomotorik, proses apresiasi dan praktik motif ini menginternalisasi nilai integritas, ketelitian, dan etos kerja. Penelitian ini juga merumuskan lima langkah strategis implementasi di sekolah yang di mulai dari integrasi kurikulum hingga evaluasi berbasis habituasi nilai. Temuan ini menegaskan bahwa Batik Pamiluto Ceplokan Gresik memiliki landasan yuridis dan filosofis yang kuat untuk dijadikan media penguatan nilai budaya dalam pendidikan karakter, sekaligus panduan praktis bagi pendidik dalam merespons tantangan moral kontemporer. Kata Kunci: Batik Pamiluto. Ceplokan Gresik. Kearifan Lokal. Pendidikan Karakter. Pembangunan Bangsa Abstract: Amidst the currents of globalization that are triggering moral degradation and an identity crisis, character education based on local wisdom is an urgent need to build students' identity. This study aims to analyze the symbolic and philosophical meanings contained in the Pamiluto Ceplokan Gresik batik motif as a pedagogical strategy for strengthening character. Using a literature review method, this study analyzes batik symbolism through the cognitive, affective, and psychomotor domains. The results indicate that Pamiluto batik is a holistic educational instrument. Cognitively, the mathematical structure of the Ceplokan motif trains orderly thinking and logical reasoning. Affectively, the meaning of "Pamiluto" . builds emotional bonds and a religious sociocultural identity. Psychomotorically, the process of appreciating and practicing this motif internalizes the values of integrity, precision, and work ethic. This study also formulates five strategic steps for implementation in schools, starting from curriculum integration to evaluation based on value habituation. This finding confirms that Batik Pamiluto Ceplokan Gresik has a strong legal and philosophical basis to be used as a medium for strengthening cultural values in character education, as well as a practical guide for educators in responding to contemporary moral challenges. Keywords: Batik Pamiluto. Ceplokan Gresik. Local Wisdom. Character Education. National Character Building . P-ISSN 2798-186X E-ISSN 2798-3110 A 2026 author. Published by FAB UIN Surakarta, this is an open-access article under the CC-BY-SA license. DOI: 10. 22515/isnad. Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 07 No. 01 Juni 2026 | 17-35 PENDAHULUAN Di tengah derasnya arus globalisasi dan modernisasi, bangsa Indonesia menghadapi tantangan terhadap nilai - nilai jati diri bangsa. Bangsa Indonesia saat ini dihadapkan pada krisis karakter yang bersifat struktural dan memprihatikan. Fenomena ini ditandai oleh degradasi karakter bangsa yang mencakup pelemahan nilai - nilai moral, etika, dan perilaku kolektif yang seharusnya merepresentasikan identitas nasional berasaskan Pancasila sebagai ideologi negara. 1 Berbagai fenomena empiris mencerminkan krisis karakter bangsa Indonesia saat ini, yang terindikasi melalui tingginya angka korupsi, degradasi moral, kriminalitas, serta pola hidup konsumtif yang menjadi persoalan sistemik di tengah masyarakat. Berdasarkan data survei PERC (Political and Economic Risk Consultanc. pada tahun 2005 menetapkan Indonesia sebagai negara paling korup di Asia. Korupsi yang terjadi belakangan ini melibatkan pejabat tinggi, termasuk ketua Komisi Pemberantasan Korupsi pada tahun 2023. Kondisi ini mendapat sorotan publik karena memalukan, lembaga yang seharusnya menjadi contoh keteladanan dalam penegakan etika dan integritas justru memperlihatkan pelanggaran terhadap prinsip - prinsip moral dan profesionalisme yang seharusnya dijunjung tinggi. Degradasi moral masih sering terjadi di lingkungan sekolah mencakup berbagai penyimpangan perilaku seperti perpecahan antar pelajar, intimidasi, penyalahgunaan narkoba, dan kejahatan seksual. 3 Degradasi moral sering kali terjadi akibat dari kegagalan sistem pendidikan dalam menjalankan fungsi utamanya yaitu transfer ilmu pengetahuan dan pengembangan aspek kognitif, tetapi juga membentuk karakter dan moral peserta didik. Kegagalan sistem Pendidikan di Indonesia dapat dilihat dari data penurunan indeks integritas pendidikan Indonesia yang dirilis oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Indeks integritas Pendidikan Indonesia pada tahun 2003 tercatat 73,7 dan pada tahun 2024 menurun menjadi 69,5. Data ini menunjukkan bahwa rata - rata tingkat kecurangan, plagiarisme, keterlambatan, dan ketidakhadiran di antara siswa, guru, dan dosen masih di atas 50 persen. Tidak hanya itu, perilaku korup seperti penyelewengan dana pendidikan BOS masih sering di temukan. Data SPI tahun 2024, menunjukkan terdapat 17% pungutan liar, 40 % terindikasi melakukan kolusi dan nepotisme dalam pengadaan barang/jasa, dan 47% diduga Maria Dominika Niron and Pujriyanto Budiningsih. AuIntegrative References in the Implementation of Character Education in the Elementary School,Ay Jurnal Kependidikan Vol. No. : hlm. 19Ae31. 2 Kasinyo Harto. AuReligion Based-Anti-Corruption Education (An Effort to Strengthen NationAos Characte. ,Ay Al-Ulum Vol. No. 3 Agung Prihatmojo and Badawi Badawi. AuPendidikan Karakter Di Sekolah Dasar Mencegah Degradasi Moral Di Era 4. 0,Ay Dwija Cendekia: Jurnal Riset Pedagogik Vol. No. 1 (August 31, 2. : hlm. https://doi. org/10. 20961/jdc. Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal Batik Pamiluto Ceplokan Gresik Nabillah Mahdiana. Warto. Leo Agung Sutimin. Hieronymus Purwanta melakukan penggelembungan biaya. Bahkan, pelanggaran seperti laporan fiktif dan manipulasi dokumen masih ditemukan di 42% sekolah. Maraknya praktik korupsi dan degradasi moral mengindikasikan adanya tantangan yang serius dalam efektivitas sistem pendidikan karakter saat ini. Fenomena ini tidak hanya menghambat pembangunan nasional, tetapi juga mempertegas urgensi revitalisasi nilai - nilai karakter melalui Sejauh ini, pendidikan di Indonesia dinilai belum mampu membangun kecerdasan secara seimbang. Sistem pendidikan yang ada sekarang ini lebih banyak menekankan pada pengembangan otak kiri . dan kurang memperhatikan pengembangan otak kanan . fektif, empati, dan ras. Proses pendidikan selama ini lebih berorientasi kepada hasil yang ditandai dengan nilai ujian seakan harga mati, dan selalu tidak berbanding lurus dengan pengembangan kapasitas emosi siswa. Akibatnya, anak - anak memiliki bias pikir dan bias rasa yang tidak 5 Dengan kondisi tersebut, maka tidak mengherankan jika demoralisasi merambah ke dunia pendidikan seperti pelanggaran etika sosial dan moral serta kekerasan dalam berbagai bentuk kerap terjadi, seperti: perkelahian dan tawuran antar pelajar, pergaulan dan seks bebas, penyalahgunaan narkoba, kriminalitas, perilaku tidak etis terhadap guru, berbagai bentuk pelanggaran tata tertib sekolah, minimnya prestasi siswa, hingga permasalahan komersialisasi Permasalahan tersebut, menimbulkan kekhawatiran dan keprihatinan yang mendalam akan kualitas generasi muda di masa depan, kekhawatiran akan citra dan daya saing bangsa kita yang semakin terpuruk dan direndahkan oleh bangsa lain. Berbagai alternatif solusi terhadap permasalahan karakter bangsa telah diusulkan, seperti regulasi, legislasi, serta peningkatan upaya untuk menegakkan dan menerapkan hukum. Alternatif lain yang sering diajukan untuk mengatasi permasalahan karakter bangsa adalah pendidikan berbasis kearifan lokal. Pendidikan berbasis kearifan lokal merupakan pendekatan pedagogis yang mengintegrasikan nilai - nilai budaya, tradisi, dan pengetahuan masyarakat setempat ke dalam proses pembelajaran untuk membentuk karakter individu yang selaras dengan identitas nasional. Kearifan lokal berfungsi sebagai modal pembentukan karakter luhur dan landasan jati diri bangsa secara nasional, sekaligus sebagai filter dalam menyeleksi pengaruh budaya lain. 7 Integrasi 4 Komisi Pemberantasan Korupsi. AuHasil Survei Penilaian Integritas Pendidikan Nasional Tahun 2024,Ay 2024, https://aclc. id/pendidikan/spipendidikan/hasil/2024. 5 Ni Putu Suwardani. AuQuo VadisAy Pendidikan Karakter: Dalam Merajut Harapan Bangsa Yang Bermartabat. Vol. 2 (Denpasar. Bali: UNHI Press, 2. 6 Abdul Rahim Saidek. Raisul Islami, and Abdoludin. AuCharacter Issues: Reality Character Problems and Solutions through Education in Indonesia,Ay Journal of Education and Practice Vol. No. : hlm. 158Ae 65, w. 7 Nasir et al. AuIntegrasi Nilai - Nilai Kearifan Lokal Dalam Pendidikan Karakter Di Sekolah: Tinjauan Literature Review,Ay Didaktika:Jurnal Kependidikan Vol. No. : hlm. 51Ae68, https://doi. org/10. 58230/27454312. Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 07 No. 01 Juni 2026 | 17-35 kearifan lokal dalam pembelajaran dapat memperkuat identitas budaya di tengah arus globalisasi. Dengan menjadikan kearifan lokal sebagai fondasi, pendidikan dapat membentuk generasi yang memiliki kesadaran sosial tinggi, menjunjung etika, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas budayanya. Pendidikan berbasis kearifan lokal dipilih sebagai alternatif preventif karena relevan di era globalisasi, di mana tantangan seperti erosi nilai budaya dan krisis moral menjadi ancaman bagi pembangunan bangsa. Di Indonesia, pendidikan berbasis kearifan lokal dipandang sebagai pilar utama dalam pembangunan karakter bangsa. Urgensi penguatan karakter melalui kearifan lokal merupakan bagian dari tuntutan sosiologis untuk membentengi generasi muda dari dampak globalisasi, sekaligus amanat konstitusi yang bersifat imperatif. Secara yuridis, kebijakan pendidikan berbasis kearifan lokal telah diatur dalam berbagai regulasi nasional. Hal ini termuat dalam Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 50 ayat 5, yang memberikan kewenangan penuh bagi pemerintah Kabupaten / Kota untuk mengelola pendidikan dasar dan menengah yang berbasis keunggulan lokal. Landasan ini diperkuat oleh Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 Pasal 34 dan 35 yang menegaskan bahwa pendidikan berbasis keunggulan lokal merupakan upaya strategis untuk memperkaya Standar Nasional Pendidikan dengan keunggulan kompetitif daerah. Sedangkan. Permendikbud Nomor 79 Tahun 2014 mewajibkan integrasi budaya dan kearifan lokal ke dalam kurikulum guna menumbuhkan pemahaman multikultural peserta didik. Hal ini selaras dengan Rencana Strategis Kemendiknas Tahun 2010 - 2014 bahwa pendidikan berbasis kearifan lokal diarahkan untuk membangun dan menjaga keseimbangan ekosistem dan harmoni alam, karena manusia menjadi bagian dari alam dan budayanya. Berdasarkan landasan yuridis tersebut, maka pendidikan berbasis kearifan lokal memiliki dasar hukum yang mapan dan strategis dalam sistem pendidikan nasional. Implementasi pendidikan berbasis kearifan lokal bagian dari pelestarian budaya daerah, sekaligus langkah formal untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dalam membentuk warga negara yang berkarakter, berjati diri, dan memiliki integritas yang berakar pada kearifan lokal daerah. Pendidikan berbasis kearifan lokal sebagai alternatif preventif diharapkan dapat memperkuat identitas kultural tetapi 8 Rida Jubaedah. Dini Anggraeni Dewi, and Tuti Istianti. AuPenguatan Karakter Siswa Sekolah Dasar Melalui Integrasi Kearifan Lokal Dalam Proses Pembelajaran,Ay Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. No. 2 (April 11, 2. : hlm. 86Ae91, https://doi. org/10. 51169/ideguru. 9 Marthen Rummar. AuKearifan Lokal Dan Penerapannya Di Sekolah,Ay Jurnal Syntax Transformation Vol. No. 12 (December 13, 2. : hlm. 80Ae88, https://doi. org/10. 46799/jst. Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal Batik Pamiluto Ceplokan Gresik Nabillah Mahdiana. Warto. Leo Agung Sutimin. Hieronymus Purwanta juga membangun sikap toleransi, gotong royong, dan kepedulian lingkungan, yang esensial untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045. Gresik di kenal dengan sebutan kota santri dan kota industri. Gresik dulunya juga terkenal sebagai kota batik pada era Kerajaan Paku Buwono ke X. 11 Meskipun citra kota batik di Gresik saat ini sudah sedikit pudar, kota ini masih memiliki batik dengan ciri khas dan motifnya sendiri. Salah satunya adalah batik dengan motif Pamiluto Ceplokan Gresik yang bukan sekadar produk estetika tetapi memiliki makna filosofis mendalam yang mampu direpresentasikan sebagai sarana internalisasi nilai karakter bangsa secara nyata melalui pembelajaran, baik dalam proyek kolaboratif, penanaman nilai kebhinekaan, maupun penciptaan karya nyata yang relevan dengan kehidupan sehari - hari. Kajian mengenai Batik Pamiluto Ceplokan Gresik telah di lakukan dari berbagai perspektif Secara filosofis. Latifah & Muhajir membahas makna simbolis dan nilai - nilai yang terkandung dalam motif Batik Pamiluto Gresik. 12 Dalam bidang etnomatematika, dan literasi matematis, di teliti oleh Masrukha & Budiarto13, dan Nisa14 yang mengintegrasikan konsep matematika dasar . dan literasi matematis dalam pola Batik Pamiluto Gresik. Sementara. Muyassarah mengkaji level kemampuan koneksi matematis peserta didik, serta efektivitas motif Batik Pamiluto Gresik sebagai media pembelajaran kontekstual di sekolah. Selain itu, terdapat penelitian dari Auliya berfokus pada eksplorasi bangun datar dan transformasi geometri pada motif Batik Pamiluto Ceplokan Gresik, yang secara spesifik mengidentifikasi penerapan prinsip matematis seperti translasi, refleksi, dan rotasi dalam struktur pola visualnya. Selanjutnya, dalam bidang inovasi dan pengembangan desain di teliti oleh Christianna & Renaningtyas yang melakukan inovasi dan pengembangan motif Batik Pamiluto Gresik melalui adaptasi ikon budaya lokal Gresik lainnya, seperti Damar Kurung. 10 Dini Annisha. AuIntegrasi Penggunaan Kearifan Lokal (Local Wisdo. Dalam Proses Pembelajaran Pada Konsep Kurikulum Merdeka Belajar,Ay Jurnal Basicedu Vol. No. 3 (June 13, 2. : hlm. 08Ae15, https://doi. org/10. 31004/basicedu. 11 Yuni Latifah and Muhajir. AuKajian Motif Dan Makna Batik Pamiluto Ceplokan,Ay Seni Rupa Vol. No. : hlm. 12 Yuni Latifah and Muhajir. AuKajian Motif Dan Makna Batik Pamiluto Ceplokan,Ay Seni Rupa Vol. No. : hlm. 13 Dwi Nikmatul Masrukha and Mega Teguh Budiarto. AuEtnomatika Batik Pamiluto Ceplokan Di Gresik Ditinjau Dari Aspek Literasi Matematis,Ay Jurnal Pendidikan Matematika Vol. No. : hlm. https://doi. org/10. 36709/jpm. 14 NisaAo Roisatun. AuEksplorasi Etnomatematika Pada Batik Pamiluto Gresik,Ay Briliant: Jurnal Riset Dan Konseptual Vol. No. : hlm. 442, https://doi. org/https://doi. org/10. 28926/briliant. 15 Muyassarah. AuLevel Kemampuan Koneksi Matematis Pada Eksplorasi Motif Batik Pamiluto Ceplokan Gresik Siswa Kelas XI Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi'iyah TebuirengAy . Skripsi, 2023. 16 Aisyi Nilna Auliya. AuEksplorasi Bangun Datar Dan Transformasi Geometri Pada Motif Batik Pamiluto Ceplokan GresikAy . Skripsi, 2021. 17 Aniendya Christianna and Luri Renaningtyas. AuThe Role Of Damar Kurung Lantern As A Time Signal Of Gresik Society,Ay 2017, https://doi. org/https://doi. org/10. 5614/SOSTEK. ITBJ. Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 07 No. 01 Juni 2026 | 17-35 Penelitian terdahulu mengenai Batik Pamiluto Ceplokan Gresik telah banyak di lakukan oleh banyak peneliti di berbagai bidang, namun kajian yang tersedia masih memiliki keterbatasan dalam ruang lingkup. Penelitian Latifah & Muhajir terbatas pada kajian semiotika dan filosofis Batik Pamiluto Ceplokan Gresik secara umum18. Sementara Masrukha & Budiarto19. Muyassarah20, dan Nisa21Ao lebih menitikberatkan pada aspek etnomatematika, dan aspek literasi matematis serta kognitif peserta didik di sekolah. Penelitian Auliya terbatas pada identifikasi struktur simetri dan pola repetitif secara teknis - matematis. 22 Sedangkan Christianna & Renaningtyas terbatas pada pengembangan motif baru salah satu ikon budaya Gresik seperti Damar Kurung. 23 Ke-enam penelitian tersebut melihat Batik Pamiluto Ceplokan Gresik sebagai objek logika spasial namun belum menyentuh keteraturan pola yang mencerminkan kedisiplinan atau nilai moral yang dapat membangun karakter bangsa. Penelitian tersebut cenderung bersifat deskriptif terhadap bentuk visual atau fungsional sebagai media hitung, sehingga terjadi kekosongan literatur penelitian yang membahas mengenai peran strategis Batik Pamiluto Ceplokan Gresik sebagai media pendidikan yang berfokus pada penanaman nilai dan pembentukan karakter atau sikap. Penelitian ini menjadi penting karena belum ada penelitian yang mengaitkan kearifan lokal Batik Pamiluto Ceplokan Gresik dengan solusi atas degradasi moral di era modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna simbolik dan filosofis yang terkandung dalam motif Batik Pamiluto Ceplokan Gresik sebagai representasi kearifan lokal masyarakat Penelitian ini berfokus pada analisis nilai - nilai kearifan lokal Batik Pamiluto Ceplokan Gresik dalam pendidikan karakter, serta merumuskan strategi implementasi pendidikan berbasis kearifan lokal Batik Pamiluto Ceplokan Gresik dalam proses pembelajaran sebagai upaya konkret untuk membangun karakter bangsa dan menjawab tantangan degradasi moral di era modern. Penelitian ini menawarkan pandangan dan kontribusi baru dalam dunia pendidikan dengan mengintegrasikan nilai - nilai lokal serta filosofi motif batik Pamiluto Gresik ke dalam proses pendidikan karakter, sehingga mengembangkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta 18 Yuni Latifah and Muhajir. AuKajian Motif Dan Makna Batik Pamiluto Ceplokan,Ay Seni Rupa Vol. No. : hlm. 19 Dwi Nikmatul Masrukha and Mega Teguh Budiarto. AuEtnomatika Batik Pamiluto Ceplokan Di Gresik Ditinjau Dari Aspek Literasi Matematis,Ay Jurnal Pendidikan Matematika Vol. No. : hlm. https://doi. org/10. 36709/jpm. 20 Muyassarah. AuLevel Kemampuan Koneksi Matematis Pada Eksplorasi Motif Batik Pamiluto Ceplokan Gresik Siswa Kelas XI Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi'iyah Tebuireng. Ay. Skripsi,2023. 21 NisaAo Roisatun. AuEksplorasi Etnomatematika Pada Batik Pamiluto Gresik,Ay Briliant: Jurnal Riset Dan Konseptual Vol. No. : hlm. 442, https://doi. org/https://doi. org/10. 28926/briliant. 22 Aisyi Nilna Auliya. AuEksplorasi Bangun Datar Dan Transformasi Geometri Pada Motif Batik Pamiluto Ceplokan GresikAy . Skripsi, 2021 23 Aniendya Christianna and Luri Renaningtyas. AuThe Role Of Damar Kurung Lantern As A Time Signal Of Gresik Society,Ay 2017, https://doi. org/https://doi. org/10. 5614/SOSTEK. ITBJ. Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal Batik Pamiluto Ceplokan Gresik Nabillah Mahdiana. Warto. Leo Agung Sutimin. Hieronymus Purwanta Penelitian ini berbeda dengan penelitian lainnya yang membahas pendidikan karakter secara konvensional, penelitian ini berfokus pada pentingnya pengalaman belajar yang kontekstual melalui motif batik Pamiluto Gresik, sehingga peserta didik memperoleh pengetahuan tentang seni, sejarah lokal, serta memahami nilai moral seperti kerja keras, kreativitas, kolaborasi, bekerja sama, gotong royong, tanggung jawab, pelestarian budaya, dan cinta tanah air dari akar budaya mereka sendiri yang sejaran dengan Profil Pelajar Pancasila. Penelitian ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat identitas budaya, dan mendukung pengembangan kompetensi peserta didik dalam konteks global yang terus berubah. Penelitian ini menawarkan landasan konseptual bahwa pendidikan karakter dapat bersumber dari lokal, baik material . , maupun non material . ilai dan filosof. sebagai cara membangun identitas dan karakter bangsa yang kuat di era globalisasi serta membuka peluang integrasi tema kearifan lokal dalam kurikulum nasional, dengan menekankan bahwa muatan lokal dapat di rubah menjadi pembelajaran kontekstual dan bermakna serta efektif membentuk karakter bangsa. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian studi pustaka . ibrary researc. Penelitian ini berfokus pada analisis konseptual dan interpretatif terhadap nilai - nilai kearifan lokal dalam Batik Pamiluto Gresik serta relevansinya dalam pendidikan karakter. Sumber data dalam penelitian ini berupa data sekunder yang di dapat dari berbagai literatur ilmiah yang meliputi artikel jurnal nasional dan internasional, prosiding, laporan penelitian, dokumen resmi, dan buku akademik yang relevan dengan topik kearifan lokal, pendidikan karakter, dan budaya batik. Kriteria inklusi sumber dalam penelitian ini adalah . publikasi jurnal 10 tahun terakhir, jurnal dan buku berasal dari sumber yang kredibel, . memiliki kejelasan penulis dan rujukan ilmiah, . jurnal dan buku di terbitkan oleh lembaga resmi penerbit jurnal dan buku akademik, . jurnal dan buku memiliki relevansi langsung dengan tema penelitian. Teknik pengumpulan data di lakukan melalui studi dokumentasi. Teknik studi dokumentasi oleh Yin disebut sebagai content analysis. Content analysis merupakan cara untuk menemukan beragam hal yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan penelitian. 24 Content analysis dilakukan dengan menelusuri dan mengidentifikasi literatur ilmiah yang sesuai dengan fokus penelitian. Proses ini di lakukan dengan sistematis dengan memanfaatkan basis data akademik seperti Google Scholar, dan sumber digital lainnya yang relevan. Validitas data penelitian ini menggunakan teknik Triangulasi merupakan penggunaan berbagai sumber data untuk melihat hasil temuan 24 Robert K Yin. Applications of Case Study Research (Thousand Oaks. Calif. : SAGE, 2. Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 07 No. 01 Juni 2026 | 17-35 secara konsisten. Triangulasi data bertujuan untuk meningkatkan kredibilitas dan memverifikasi bahwa suatu temuan tidak berasal dari satu sumber atau bias. 25 Triangulasi sumber dilakukan dengan membandingkan informasi yang berasal dari berbagai sumber referensi yang berbeda untuk di cari kesamaan topik, peneliti juga melakukan cross - check antar literatur. Analisis data penelitian ini bersifat interaktif. Model analisis data interaktif yang di pakai dalam penelitian ini adalah Miles. Huberman, dan Saldina karena mampu memberikan kerangka analisis yang sistematis. 26 Analisis data dalam penelitian ini dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu: kondensasi data merupakan proses seleksi dan penyederhanaan informasi dari berbagai sumber. Peneliti menyeleksi informasi yang relevan dengan fokus penelitian, serta mengidentifikasi konsep dan nilai yang terkandung dalam Batik Pamiluto Gresik, . sajian data merupakan proses penyajian data dalam bentuk narasi deskriptif, tabel, dan matriks tematik untuk memudahkan pemahaman hubungan antar kategori. Sajian data penelitian ini bertujuan untuk menampilkan pola, dan makna nilai Ae nilai kearifan lokal yang terkandung dalam Batik Pamiluto Gresik, serta hubungannya dengan pendidikan karakter. Penarikan kesimpulan dan verifikasi merupakan proses penafsiran makna dan data secara mendalam untuk menghasilkan temuan penelitian. Penarikan kesimpulan dalam penelitian ini di barengi dengan verifikasi melalui penelusuran ulang sumber data, perbandingan antar literatur, serta pengujian konsistensi temuan untuk mendapatkan hasil penelitian yang valid dan kredibel sehingga dapat di pertanggungjawabkan kebenarannya. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Makna Simbolik dan Filosofis Batik Pamiluto Ceplokan Gresik Batik Pamiluto Ceplokan Gresik secara resmi di patenkan pada tahun 2017. Batik ini merupakan artefak budaya yang di dalamnya mengandung memori kolektif, identitas ekonomi, dan visi sosiologis masyarakat Gresik. Secara etimologis, kata Ay PamilutoAy berasal dari bahasa Jawa yaitu AyPulutAy yang artinya adalah perekat atau daya tarik yang menyatukan. Batik Pamiluto merepresentasikan fungsi sosial sebagai simbol keharmonisan dan persaudaraan masyarakat Gresik yang multietnis. Sedangkan, kata Ay CeplokanAy merujuk pada struktur geometris berulang yang melambangkan ketertiban kosmis, keajegan, dan kesinambunagn hidup. Pola simetris pada batik ini mengandung makna spiritual mendalam mengenai keterhubungan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta dalam sebuah keseimbangan yang utuh. 27 Batik Pamiluto Ceplokan Gresik, terdiri 25 John W Creswell. Research Design Pendekatan Metode Kualitatif. Kuantitatif. Dan Campuran Edisi Keempat, 4th ed. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2. 26 Matthew B Miles. Michael Huberman, and Johnny Saldana. Qualitative Data Analysis A Methods Sourcebook. Third Edit (Arizona State University: SAGE Publications Inc. , 2. 27 Yuni Latifah and Muhajir. AuKajian Motif Dan Makna Batik Pamiluto Ceplokan,Ay Seni Rupa Vol. No. : hlm. Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal Batik Pamiluto Ceplokan Gresik Nabillah Mahdiana. Warto. Leo Agung Sutimin. Hieronymus Purwanta dari sepuluh motif utama yang merepresentasikan empat pilar kehidupan masyarakat Gresik, meliputi spiritualitas, sejarah, ekonomi, dan ekologi. Pertama, pilar spiritualitas dan sejarah di wakili oleh motif Gapura Sunan Giri. Gapura Pemda Gresik, dan Damar Kurung. Gapura Sunan Giri berbentuk paduraksa seperti bentuk bangunan kori agung pada kedathon di komplek Kerajaan Hindu. 28 Gapura ini mencerminkan akulturasi budaya antara Hindu. Jawa, dan Islam, serta menjadi pengingat atas peran Sunan Giri sebagai wali penyebar Islam dan pendidik moral bangsa. Sedangkan Gapura Pemda Gresik sering disebut dengan gapura abu - abu memiliki tujuh belas lapis batu yang melambangkan pintu gerbang pembatas sekaligus penghubung antar wilayah atau daerah. Gapura ini memiliki fungsi sebagai penanda identitas daerah Gresik. 29 Senada dengan itu. Damar Kurung merupakan lampion kertas berbingkai bambu tradisional Gresik, yang berfungsi sebagai pelengkap identitas kota Gresik, sekaligus metafora visual dan penanda waktu yang mencatat peradaban dan kehidupan sehari - hari masyarakat Gresik sejak era Hindu - Budha hingga masa kini. Kedua, pilar jati diri, ekonomi dan industri dimanifestasikan melalui motif Gedung Industri. Burung Wallet, dan Pudak. Identitas Gresik sebagai kota industri terbesar di Jawa Timur, siluet gedung pabrik, cerobong asap pada batik ini menegaskan posisi Gresik sebagai kota industri yang Di sisi lain, potensi ekonomi lokal tercermin pada motif burung walet merepresentasikan kejayaan perdagangan sarang burung wallet yang menjadi produk unggulan Kabupaten Gresik. Sedangkan, pudak mencerminkan kemandirian ekonomi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) tradisional yang diwariskan masyarakat Gresik secara turun temurun hingga kini. Ketiga, pilar ekologi dan kemaritiman tercermin dalam motif Rusa Bawean. Ikan Bandeng. Udang. Kepiting, dan Kapal Rakyat. Penggunaan motif Rusa Bawean sebagai hewan endemik langka Gresik yang hampir punah, memberikan pesan penting mengenai tanggung jawab manusia dalam menjaga keseimbangan ekologis. Sedangkan motif Ikan Bandeng. Udang, dan Kepiting melambangkan kelimpahan sumber daya laut dan keberlanjutan ekonomi pesisir. Senada dengan itu. Kapal Rakyat mencerminkan etos kerja masyarakat pesisir Gresik seperti semangat 28 Novita Siswayanti. AuAkulturasi Budaya Pada Arsitektur Masjid Sunan Giri,Ay Jurnal Lektur Keagamaan Vol. No. : hlm. 299Ae326, https://doi. org/https://doi. org/10. 31291/jlk. 29 AuProfil Daerah Gresik,Ay 2024, https://gresikkab. id/profile/gresik. 30 Christianna and Renaningtyas. AuThe Role Of Damar Kurung Lantern As A Time Signal Of Gresik SocietyAy. Yeni Rahmawati et al. AuEksplorasi Damar Kurung Sebagai Kearifan Lokal Kabupaten Gresik,Ay Jurnal Perseda (Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasa. , 2025, https://doi. org/https://doi. org/10. 37150/perseda. 31 Yuni Latifah and Muhajir. AuKajian Motif Dan Makna Batik Pamiluto Ceplokan,Ay Seni Rupa Vol. No. : hlm. 32 Narto Narto and Gatot Basuki HM. AuPenguatan Strategi Pemasaran Pudak Di Tengah Pandemi Covid-19 Untuk Meningkatkan Keunggulan Usaha Mikro Kecil Menengah Kota Gresik,Ay Jurnal Intech Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol. No. , https://doi. org/https://doi. org/10. 30656/intech. Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 07 No. 01 Juni 2026 | 17-35 kebersamaan, gotong royong, dan perjuangan hidup nelayan Gresik dalam menghadapi tantangan zaman dan geografis. Ke-empat, pilar pengembangan kepribadian diwakili oleh motif Tambal, yang merupakan bagian paling filosofis dalam Batik Pamiluto Ceplokan Gresik. Kata Ay TambalAy mengandung makna mendalam tentang proses self - improvement atau perbaikan diri secara lahir dan batin. Motif ini merupakan gabungan dari tujuh ornamen klasik yang masing - masing membawa pesan spesifik. Pertama, motif Kawung melambangkan keseimbangan hidup dan kesadaran spiritual. Kedua, motif Parang baris melambangkan keteguhan dan kecerdasan dalam menghadapi tantangan hidup. Ketiga, motif Truntum melambangkan cinta kasih dan bimbingan moral. Ke-empat. Semen melambangkan dinamika pertumbuhan. Kelima, motif Grompol melambangkan kebersamaan dan keberlimpahan. Ke-enam, motif Dana Tirta melambangkan keikhlasan dan kemurahan hati. Ketujuh. Ornamen Sisik melambangkan kemakmuran dalam hidup. 34 Sinergi dari sepuluh motif yang mewakili empat pilar ini menjadikan Batik Pamiluto Ceplokan Gresik sebagai media pendidikan karakter yang kuat, karena mampu menyatukan aspek modernitas industri dengan keluhuran nilai dan tradisi dalam satu harmoni visual yang indah. Analisis Nilai-Nilai Kearifan Lokal Batik Pamiluto Ceplokan Gresik dalam Pendidikan Karakter Nilai Religiusitas Motif bergambarkan gapura Sunan Giri yang dimuat dalam batik Pamiluto Ceplokan Gresik menyimbolkan kuatnya warisan keagamaan dan spiritualitas masyarakat Gresik. 35 Motif gapura Sunan Giri menunjukkan keterkaitan antara aspek sejarah keagamaan dengan identitas lokal. Dalam konteks pendidikan karakter, nilai ini di rekonstruksi menjadi karakter Peserta didik di ajak memahami bahwa setiap tindakan harus memiliki landasan moral dan spiritual. Ketearturan dalam pola batik mencerminkan kedisiplinan dalam beribadah dan kepatuhan terhadap norma hukum yang merupakan manifestasi dari rasa takut kepada Tuhan. Nando Rifky. AuMengenal Batik Daerah Gresik Motif Dan Keunikan Khasnya,Ay 2025, https://batikkhasdaerah. com/batik-daerah-gresik/. 34 Yuni Latifah and Muhajir. AuKajian Motif Dan Makna Batik Pamiluto Ceplokan,Ay Seni Rupa Vol. No. : hlm. 35 Yuni Latifah and Muhajir. AuKajian Motif Dan Makna Batik Pamiluto Ceplokan,Ay Seni Rupa Vol. No. : hlm. Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal Batik Pamiluto Ceplokan Gresik Nabillah Mahdiana. Warto. Leo Agung Sutimin. Hieronymus Purwanta Nilai Kemandirian dan Etos Kerja Motif bergambarkan pabrik atau gedung industri yang dimuat dalam batik Pamiluto Gresik menunjukkan bahwa motif ini menjadi salah satu ikon kota Gresik yang tidak hanya memuat unsur tradisional, tapi juga memuat aspek modern dan menyimbolkan ekonomi industri. Dalam konteks pendidikan karakter, hal ini merepresentasikan etos kerja masyarakat Gresik yang produktif dan adaptif terhadap modernitas, serta sikap disiplin dalam belajar dan berinovasi untuk menghadapi perubahanzaman tanpa meninggalkan identitas diri. Nilai Integritas dan Persatuan Sesuai dengan asal katanya. AyPulutAy yang memiliki arti perekat atau pemersatu, nilai utama dari batik ini adalah integritas dan harmoni sosial. Batik ini memuat motif ikon Gresik seperti kapal rakyat, perahu nelayan, dan hewan khas seperti rusa Bawean atau ikan bandeng menunjuk ke aspek maritim dan kerjasama masyarakat pesisir. Dalam pendidikan karakter, nilai ini direkonstruksi sebagai sikap gotong royong, toleransi terhadap pluralitas multietnis, dan penguat persatuan bangsa. Nilai Nasionalisme dan Kebanggaan Identitas Motif batik yang bergambar makanan tradisional seperti pudak dan fauna endemik Gresik seperti rusa Bawean, menegaskan posisi batik pamiluto sebagai ikon identitas daerah. Penetapan batik ini sebagai warisan yang dipatenkan pada tahun 2017 dan menjadi seragam wajib bagi PNS Kabupaten Gresik memperkuat nilai nasionalisme. Dalam konteks pendidikan karakter. Batik ini berhasil menjadi alat dan media untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan kebanggaan terhadap produk budaya sendiri, sehingga peserta didik memiliki kepercayaan diri atau jati diri yang kuat di tengah arus budaya global. Nilai Ekologi dan Keharmonisan Alam Motif bertema laut dan pesisir, disertai dengan ikon Gresik seperti ikan bandeng, kepiting, kapal rakyat mencerminkan hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya. Nilai karakter yang terkandung dalam batik ini adalah nilai tanggung jawab. Implementasi nilai dalam pendidikan karakter yaitu peserta didik diajak untuk memiliki sikap hormat terhadap alam, menjaga kelestarian ekosistem, dan memahami keharmonisan hidup manusia yang sangat bergantung pada kelestarian lingkungan sekitarnya. Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 07 No. 01 Juni 2026 | 17-35 Nilai Estetika. Kreativitas, dan Pendidikan Motif batik Pamiluto Ceplokan Gresik memiliki struktur motif yang kompleks dan presisi menuntut keahlian tinggi. Nilai karakter batik ini adalah ketelitian, kesabaran, dan kerja Proses apresiasi terhadap inovasi motif ini mengajarkan peserta didik untuk menghargai proses, berorientasi pada kualitas, dan berani melakukan terobosan yang kreatif dalam pemecahan masalah. Nilai Kebhinekaan Global dan Multikulturalisme Perpaduan unsur lokal yang berbeda dalam batik seperti budaya pesisir, industri, sejarah keagamaan dan fauna endemik Gresik dalam satu helai kain batik adalah cerminan dari Hal ini menarik karena menunjukkan bahwa unsur - unsur lokal dapat bersatu membentuk keindahan yang utuh. Implementasi dalam pendidikan karakter adalah mengajarkan peserta didik untuk memiliki sikap menghargai keberagaman atau inklusivitas, dan kesadaran terhadap kekayaan bangsa terletak pada kemampuannya menyatukan berbagai kebudayaan secara harmonis. Penggunaan Batik Pamiluto Ceplokan Gresik sebagai media pendidikan karakter merupakan bagian dari upaya pelestarian budaya, sekaligus strategi pedagogis yang menyentuh tiga ranah perkembangan peserta didik yang meliputi: kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pertama. Batik Pamiluto Ceplokan Gresik merupakan manifestasi nilai pada ranah kognitif. Batik Pamiluto Ceplokan Gresik berfungsi sebagai media pengembangan intelektual seperti pemahaman, penalaran peserta didik dalam menangkap makna dan simbol di balik bentuk visual motif batik. Proses peserta didik dalam memahami asal kata, dan motif Batik Pamiluto Ceplokan Gresik menjadi fondasi pemikiran bahwa eksistensi manusia harus harus memiliki kemelakatan pada nilai - nilai kebaikan. Struktur motif ceplokan pada Batik Pamiluto Gresik yang sangat matematis, dan teratur secara kognitif melatih kemampuan berpikir kritis, logis, dan sistematis peserta didik. Pola yang simetris pada batik mencerminkan konsep keseimbangan, sehingga peserta didik belajar bahwa masyarakat yang stabil dan harmonis dihasilkan dari individu - individu yang memiliki kedisiplinan dan keteraturan dalam berpikir. Kedua. Batik Pamiluto Ceplokan Gresik pada ranah afektif. Batik Pamiluto Ceplokan Gresik sebagai manifestasi nilai melalui simbolisme visual yang menyentuh nurani. Batik menjadi media komunikasi simbolik yang kuat dalam menyampaikan identitas dan nilai - nilai budaya melalui motif dan ornamennya. Motif batik mengandung makna simbolik yang berfungsi sebagai alat Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal Batik Pamiluto Ceplokan Gresik Nabillah Mahdiana. Warto. Leo Agung Sutimin. Hieronymus Purwanta komunikasi non - verbal dalam masyarakat. 36 Motif Ceplokan yang rapi dan repetitif pada Batik Pamiluto Gresik secara visual menyampaikan pesan tentang keteraturan dan keseimbangan. Secara afektif, peserta didik yang memahami dan mengapresiasi motif ini diajak untuk merasakan ketenangan dan pentingnya harmoni dalam kehidupan bermasyarakat. Implementasi pendidikan berbasis kearifan lokal Batik Pamiluto Ceplokan Gresik di ruang kelas menciptakan ikatan emosional antar peserta didik dengan asal Ae usul dan akar budayanya. Peserta didik yang mempelajari Batik Pamiluto Ceplokan Gresik akan memiliki kedekatan identitas, serta muncul sikap rasa bangga karena simbol visual batik tersebut merepresentasikan jati diri mereka sebagai masyarakat pesisir yang religius dan pekerja keras. Ketiga. Batik Pamiluto Ceplokan Gresik pada ranah psikomotorik, di mana nilai Ae nilai luhur di wujudkan melalui habituasi tindakan yang nyata. Pendidikan berbasis kearifan lokal batik Pamiluto Ceplokan Gresik dalam implementasinya melatih peserta didik memiliki sikap ketelitian, kesabaran, dan keteguhan hati yang merupakan tiga pilar utama dalam pembangunan karakter. Proses menggambar pola geometris ceplokan menuntut presisi dan stabilitas tangan yang tinggi. Secara psikomotorik, setiap gerakan tangan peserta didik dalam mencanting dan menggambar pola merupakan bentuk latihan kedisiplinan dan pengendalian diri. Psikomotorik dalam membatik merupakan bentuk keselarasan mengenai apa yang dipikiran . dengan apa yang di lakukan . Keselarasan ini membutuhkan kesabaran dan ketekunan karena mencerminkan etos kerja masyarakat pesisir Gresik yang tangguh. Proses peserta didik dalam memahami filosofi batik melatih intelektualitas, sementara proses mengapresiasi atau mempelajarinya melatih hati nurani. Dalam konteks Batik Pamiluto Ceplokan Gresik, nilai pengikat atau integritas direkonstruksi sebagai kemampuan peserta didik untuk mengikat diri pada janji, kejujuran, dan tanggung jawab Strategi Implementasi Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal Batik Pamiluto Ceplokan Gresik dalam Pembelajaran Pendidikan kearifan lokal berkontribusi pada pengembangan kompetensi budaya peserta didik, sekaligus mempromosikan pendidikan yang lebih inklusif dan relevan secara lokal melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan peserta didik, pendidik, dan kolaborasi masyarakat. 36 Gabriela Lordy Darmaputri. AuRepresentsi Identitas Budaya Dalam Simbol - Simbol Pada Batik Tradisional Da Kontemporer: Studi Semiotika Fashion Pada BatikAy . Skripsi, 2015. 37 Ghufronudin. Ahmad Zuber, and Argyo Demartoto. AuRepresentasi Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal Melalui Pembelajaran Membatik,Ay Jurnal Analisa Sosiologi Vol. No. https://doi. org/10. 20961/jas. 38 Suryadi Suryadi and Jasiah Jasiah. AuTransformasi Pendidikan Dasar Melalui Kearifan Lokal : Pendekatan Kualitatif Terhadap Pengembangan Kurikulum,Ay Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian Dan Evaluasi Pendidikan Vol. No. : hlm. 163Ae70, https://doi. org/https://doi. org/10. 30738/wd. Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 07 No. 01 Juni 2026 | 17-35 Implementasi pendidikan berbasis kearifan lokal Batik Pamiluto Ceplokan Gresik terdiri dari lima tahap yang berfokus pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik. Pertama, tahap integrasi ke kurikulum satuan pendidikan. Proses integrasi kearifan lokal Batik Pamiluto Ceplokan Gresik penting dilakukan untuk memastikan bahwa penggunaan kearifan lokal memiliki legalitas dan struktur yang jelas dalam proses pembelajaran. Pendidik perlu melakukan analisis terhadap Capaian Pembelajaran (CP) untuk menemukan titik temu pada materi Pendidik bisa mengintegrasikan kearifan lokal dalam kegiatan Ko-kulikuler yang umumnya lintas disiplin ilmu meliputi (IPS. Sejarah, dan Seni Buday. Nilai - nilai filosofis yang terkandung dalam Batik Pamiluto Ceplokan Gresik dapat di integrasikan melalui Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. dalam kegiatan Ko-kulikuler. Nilai AuPamilutoAy yang memiliki arti sebagai perekat dapat dijadikan tema utama untuk membangun kohesi sosial di lingkungan sekolah. Penempatan kearifan lokal sebagai fondasi kurikulum mentransformasikan sekolah menjadi benteng budaya yang kokoh bagi peserta didik, guna menjaga jati diri mereka di tengah arus globalisasi. Selain itu, integrasi kearifan lokal dalam kurikulum di sekolah memiliki potensi yang positif untuk memperkuat karakter peserta didik dan meningkatkan pemahaman mereka tentang budaya lokal. Kedua, tahap perencanaan RPP dan ruang kelas. Perencanaan pembelajaran dalam bentuk RPP atau modul ajar harus mampu mentransformasikan nilai abstrak menjadi langkah - langkah operasional yang nyata. Dalam rencana ini, pendidik menentapkan indikator keberhasilan yang berorientasi pada kognitif, afektif, dan psikomotorik termasuk pada perubahan sikap atau karakter peserta didik. Setiap langkah pembelajaran di susun mulai dari pendahuluan hingga penutup, didesain menarik serta di dalamnya menyisipkan pesan moral yang bersumber dari sepuluh motif utama Batik Pamiluto Ceplokan Gresik secara sistematis. Selanjutmya, penataan ruang kelas yang bersih dan nyaman menciptakan ekosistem pembelajaran yang kondusif. Ruang kelas yang di hiasi dengan dekorasi budaya, menjadikan ruang kelas sebagai laboratorium budaya serta memberikan rangsangan visual secara kontinu bagi peserta didik. Pemasangan poster simbolik yang menjelaskan korelasi antar motif, seperti poster fauna endemik Rusa Bawean dengan tanggung jawab ekologis berfungsi sebagai pengingat visual yang membantu internalisasi nilai pada ranah afektif peserta didik tanpa perlu instruksi verbal yang berulang. Ketiga, tahap pengembangan media dan bahan ajar berbasis digital. Pengembangan bahan ajar berbasis digital bertujuan untuk menjembatani jarak antara filosofi batik yang tradisional 39 Marselinus Hane and Mustiningsih. AuPengembangan Kurikulum Di Sekolah Dasar: Integrasi Kearifan Lokal Dalam Kebijakan Pendidikan Nasional Melalui Pendekatan Systematic Literature Review,Ay Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. No. : hlm. 121Ae38, https://doi. org/https://doi. org/10. 58230/27454312. Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal Batik Pamiluto Ceplokan Gresik Nabillah Mahdiana. Warto. Leo Agung Sutimin. Hieronymus Purwanta dengan pola pikir generasi digital. Penggunaan bahan ajar digital yang mengintegrasikan kearifan lokal akan memperkaya materi pembelajaran sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal, peningkatan kesadaran peserta didik tentang warisan budaya mereka, dan mempromosikan inklusivitas dalam pendidikan. 40 Bahan ajar dikembangkan dalam bentuk modul atau buku digital yang interaktif yang didalamnya memuat gambar, dan narasi mendalam mengenai rekonstruksi nilai - nilai Batik Pamiluto Ceplokan Gresik. Bahan ajar menjelaskan motif gedung industri di rekonstruksi menjadi nilai etos kerja modern dan kemandirian ekonomi, sehingga peserta didik dapat melihat relevansi budaya lama dengan kehidupan masa depan mereka. Sedangkan media pembelajaran dibuat untuk melatih kognitif peserta didik melalui pemanfaatan struktur matematis motif Ceplokan. Pendidik dapat mengembangkan alat peraga atau game digital desain sederhana yang memungkinkan peserta didik mengeksplorasi konsep simetri dan keseimbangan sehingga peserta didik belajar makna motif Ceplokan pada Batik Pamiluto adalah manifestasi dari keteraturan berpikir dan kedisiplinan diri, yang merupakan pilar penting dalam pembentukan Ke-empat, tahap pelaksanaan di kelas (Implementas. Pada tahap pelaksanaan, interaksi dan dialog interaktif menjadi muara dari seluruh perencanaan yang telah dibuat. Pendidik memulai pembelajaran dengan teknik apersepsi untuk memotivasi dan menghubungkan pengetahuan lama peserta didik dengan materi baru. Membuka pelajaran dengan diskusi makna Ay PamilutoAo sebagai perekat hubungan antar manusia untuk meminimalisir perundungan . di kelas. Dialog interaktif sangat penting untuk membangun pemahaman bersama, dan mengaktifkan ranah afektif peserta didik sebelum mereka masuk ke materi yang lebih teknis. Selanjutnya, peserta didik terlibat dalam kegiatan eksplorasi untuk melatih keterampilan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Peserta didik mengikuti simulasi pembuatan sketsa pola geometris untuk melatih ketelitian, kesabaran, dan keteguhan hati. Proses ini mengajarkan peserta didik akan makna karya yang indah, dan karakter yang baik tidak dapat terbentuk secara instan, melainkan membutuhkan proses, konsistensi, dan kontrol diri yang kuat dalam setiap gerakannya. Kelima, tahap evaluasi dan tindak lanjut. Evaluasi dalam pendidikan berbasis kearifan lokal Batik Pamiluto Ceplokan Gresik dilakukan pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Evaluasi pada ranah kognitif mengukur sejauh mana peserta didik memahami filosofi, sejarah, dan teknik Sedangkan evaluasi pada ranah afektif dan psikomotorik dilakukan untuk mengukur mengukur sikap, apresiasi, motivasi, serta keterampilan fisik dalam membuat sketsa pola geometris batik oleh peserta didik. Pendidik menggunakan penilaian otentik yang mencakup observasi 40 Suci Siti Lathifah et al. AuPendampingan Integrasi Kearifan Lokal Kampung Urug Ke Dalam Bahan Ajar,Ay ABDI: Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat https://doi. org/https://doi. org/10. 24036/abdi. Vol. No. 868Ae75. Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 07 No. 01 Juni 2026 | 17-35 perilaku harian, jurnal refleksi siswa, rubrik penilaian produk akhir, dan portofolio hasil karya peserta didik. Penilaian ini di terapkan oleh pendidik dengan meminta peserta didik untuk melakukan refleksi terhadap nilai motif Tambal yang memiliki makna memperbaiki diri telah mereka praktikkan dalam kehidupan sehari - hari, sehingga evaluasi berfungsi sebagai cermin bagi perkembangan moral peserta didik. Sedangakan tahap tindak lanjut dilakukan untuk memastikan nilai yang dipelajari di kelas dapat berlanjut menjadi budaya masyarakat. Sekolah dapat menyelenggarakan pameran karya atau festival budaya yang melibatkan orangtua dan masyarakat sekitar sebagai bentuk akuntabilitas publik atas penguatan karakter peserta didik. Melalui sinergi antara evaluasi yang jujur dan tindak lanjut yang berkelanjutan, kearifan lokal Batik Pamiluto Ceplokan Gresik bertranformasi menjadi strategi pedagogis yang hidup dan berdampak nyata bagi masa depan bangsa Indonesia. KESIMPULAN Batik Pamiluto Ceplokan Gresik merupakan karya seni yang bernilai ekonomi, sekaligus representasi nilai yang merefleksikan dinamika kehidupan masyarakat Gresik. Keteraturan pada motif geometrisnya mengandung simbolisme yang memuat pesan moral yang relevan dalam merespons tantangan degradasi karakter di era modern. Kearifan Lokal Batik Pamiluto Ceplokan Gresik tidak dapat dipandang sebagai warisan budaya yang statis tetapi sebagai pedoman dinamis yang mampu membimbing ke arah perkembangan masa depan bangsa. Secara teoritis, penelitian ini berkontribusi pada penguatan konsep place based education, memanfaatkan keraifan lokal sebagai sumber belajar yang kontekstual, bermakna, dan berakar pada realitas sosial budaya peserta Melalui eksplorasi motif, filosofiAoAoPamilutoAoAo, serta praktik pembuatan sketsa motif geometris pada batik khas Gresik membantu pengembangan kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik serta membantu keterhubungan antara sekolah, lingkungan, dan komunitas sehingga peserta didik mampu membangun identitas, kesadaran budaya, serta tanggung jawab sosial. Batik Pamiluto Ceplokan menghadirkan perspektif bahwa budaya lokal dapat difungsikan sebagai medium pedagosis yang mengintegrasikan pendidikan karakter dengan pengalman belajar berbasis konteks lokal. Secara praktis, penelitian ini menawarkan implikasi aplikatif bagi dunia pendidikan, khususnya di Kabupaten Gresik. Batik Pamiluto Ceplokan Gresik dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran berbasis budaya mellaui integrasi dalam kurikulum, penguatan pengalaman belajar kontekstual, serta evaluasi berbasis internalisasi nilai sehingga peserta didik secara kognitif memahami identitas lokal, juga menghayati dan mengimplementasikan nilai - nilai seperti etos kerja, integritas, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari - hari. Dalam konteks masa depan. Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal Batik Pamiluto Ceplokan Gresik Nabillah Mahdiana. Warto. Leo Agung Sutimin. Hieronymus Purwanta penelitian ini menegaskan pentingnya revitalisasi kearifan lokal sebagai respons terhadap tantangan globalisasi. Filosofi AoAoPamilutoAoAo sebagai simbol keterikatan pada nilai kebaikan menjadi relevan dalam membangun karakter bangsa yang berakar kuat pada budaya sendiri. Batik Pamiluto Ceplokan Gresik sebagai medium strategis dalam menjaga kesinambungan antara kemajuan modern dan keluhuran nilai moral, sehingga mampu melahirkan generasi yang unggul secara intelektual, serta tangguh secara spiritual dan kultural. REFERENSI