JVoTE (Jurnal Pendidikan Vokasional Teknik Elektronik. e-ISSN: 2622-7029 Volume 4 No 2 Desember 2021 Analisis Perubahan Jaringan Telekomunikasi Central Toka LIM4 Wilayah Jatinegara Dari Saluran Tembaga Menjadi Fiber Optik Rio Ramadhan1 dan Efri Sandi2 Pendidikan Teknik Elektronika. Universitas Negeri Jakarta Abstrak. Makalah Komprehensif Analisis Perubahan Jaringan Telekomunikasi Central Toka LIM 4 Wilayah Jatinegara Dari Saluran Tembaga Menjadi Fiber Optik bertujuan untuk menganalisis perubahan jaringan telekomunikasi dari saluran tembaga menjadi fiber optik. Untuk perubahan jaringan telekomunikasi dari saluran tembaga menjadi fiber optik di wilayah jatinegara menggunakan parameter seperti latency, packet loss dan troughput. Dalam perhitungan parameter yang membandingkan antara tembaga dengan fiber optik mendapatkan hasil bahwa untuk tembaga memiliki nilai yang lebih besar dibanding dengan nilai pada fiber optik. Kesimpulannya Fiber optik menjadi pilihan yang bagus untuk melakukan transfer data dan informasi yang akurat dibanding dengan menggunakan saluran tembaga. Nilai pada paramaternya menunjukkan untuk pengukuran latency pada fiber optik lebih kecil dari 3,7 ms sampai 5 ms dibanding dengan tembaga yang memiliki nilai 3,42 ms sampai 15,42 ms. Untuk nilai parameter pada pengukuran packet loss pada fiber optik memiliki nilai 0,64 % sampai 0,82 % dibanding dengan tembaga yang memiliki nilai 0,807 % hingga 0,88 %. Sedangkan untuk pengukuran throughput nilai fiber optik lebih besar dibanding dengan tembaga dikarenakan kecepatan dan keakuratan dalam melakukan transfer data setiap detik. Kata kata Kunci: central toka lim4, latency, packet loss, troughput, fiber optik, tembaga Abstract. Comprehensive Paper Analysis of Changes in Telecommunication Network Central Toka LIM 4 in Jatinegara Region from Copper to Optical Fiber aims to analyze changes in telecommunication networks from copper lines to optical fiber. To change the telecommunication network from copper lines to optical fiber in the Jatinegara area using parameters such as latency, packet loss and throughput. In the calculation of parameters that compare copper with optical fiber, the results show that copper has a value that is greater than the value for optical fiber. In conclusion Optical fiber is a good choice for transferring data and accurate information compared to copper lines. The value on the parameter shows that the latency measurement on optical fiber is smaller than 3. 7 ms to 5 ms compared to copper which has a value of 3. 42 ms to 15. 42 ms. For the parameter value of packet loss measurement on optical fiber, it has a value of 0. 64% to 0. compared to copper which has a value of 0. 807% to 0. Whereas for the measurement of throughput, the value of optical fiber is greater than that of copper due to the speed and accuracy of transferring data every second. Keyword: central toka lim4, latency, packet loss, throughput, optical fiber, *Corresponding author: rio_ramadhan98@gmail. JVoTE (Jurnal Pendidikan Vokasional Teknik Elektronik. e-ISSN: 2622-7029 Volume 4 No 2 Desember 2021 1 Pendahuluan Dalam era globalisasi transportasi kereta api semakin menjadi pilihan utama masyarakat, khususnya dengan pesatnya pengembangan yang dilakukan oleh PT. Kereta Api Indonesia. Fokus penelitian ini tertuju pada wilayah Jatinegara, yang menjadi bagian integral dari operasional PT. Kereta Api Indonesia dengan keberadaan Daop 1 Jakarta. Kantor pusat PT. Kereta Api Indonesia berada di wilayah Daop II Bandung. Namun, pesatnya pertumbuhan ini tidak lepas dari tantangan dalam sistem telekomunikasi yang digunakan. Dalam konteks ini, penelitian ini menyoroti perubahan signifikan dalam jaringan telekomunikasi kereta api di wilayah Jatinegara, khususnya dalam transisi dari penggunaan saluran tembaga menjadi saluran fiber optic. Identifikasi masalah dalam penelitian ini mencakup beberapa aspek utama. Pertama, penelitian mengeksplorasi perubahan jaringan telekomunikasi dari saluran tembaga menjadi fiber optic. Kedua, fokus pada parameter-parameter yang memicu perubahan media dalam jaringan telekomunikasi di wilayah Jatinegara. Ketiga, penelitian mencoba menganalisis kinerja masing-masing jaringan tembaga dan fiber optic dari Jatinegara hingga Pasar Senen. Pembatasan masalah ditetapkan untuk memastikan penelitian berfokus pada wilayah yang relevan, yaitu stasiun Jatinegara hingga stasiun Pasar Senen. Pembatasan lainnya melibatkan penggantian jaringan hanya di wilayah Jatinegara dan fokus pada parameter kinerja utama dalam analisis. Dalam konteks perumusan masalah, penelitian bertujuan untuk menganalisis perbandingan jaringan telekomunikasi menggunakan saluran tembaga dan fiber optic di wilayah Jatinegara. Sementara itu, tujuan penelitian adalah menghasilkan sistem jaringan telekomunikasi yang mempermudah dan memperlancar komunikasi antara Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) dengan Pusat Kendali atau Masinis di Kereta Api. Penelitian ini diarahkan untuk merespons tantangan dalam meningkatkan kualitas layanan jaringan telekomunikasi kereta api di era globalisasi. Dengan transisi yang diusung dari saluran tembaga ke fiber optic, diharapkan penelitian ini dapat memberikan pandangan mendalam serta solusi untuk perbaikan sistem jaringan telekomunikasi kereta api di wilayah Jatinegara. 2 Metodologi Metodologi penelitian ini dimulai dengan pengumpulan data kinerja jaringan telekomunikasi di wilayah Jatinegara, yang melibatkan dua jenis saluran, yaitu tembaga dan fiber optik. Pengukuran kinerja dilakukan dengan fokus pada parameter kunci, termasuk latency, packet loss, dan throughput. Pertama-tama, dilakukan pengukuran latency dengan metode pengiriman sinyal dan perekaman waktu respons. Selanjutnya, analisis packet loss dilakukan dengan mengirim sejumlah paket dan merekam jumlah yang berhasil sampai ke tujuan. Selain itu, pengukuran throughput melibatkan pengiriman data dalam jumlah besar untuk mengevaluasi kecepatan transfer. Setelah data terkumpul, dilakukan perhitungan nilai-nilai kinerja untuk kedua jenis saluran. Analisis statistik dapat diterapkan untuk memvalidasi perbedaan yang ditemukan dan menentukan signifikansinya. Kesimpulan metodologi ini ditarik setelah membandingkan hasil perhitungan antara jaringan tembaga dan fiber optik. Metode ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang perubahan jaringan telekomunikasi dari saluran tembaga menjadi fiber optik, dengan fokus pada peningkatan kinerja yang dapat diukur melalui parameter-parameter yang telah disebutkan. 3 Hasil dan Pembahasan 1 Analis pengukuran latency Perbandingan antara kabel tembaga dengan kabel fiber optik pada pengukuran nilai latency yang sudah didapat dengan menggunakan rumus : =ycEycaycuycycaycuyci ycEycaycoyceyc/yaycnycuyco yaAycaycuyccycycnycEa. Dimana : Panjang Paket : Satuannya . JVoTE (Jurnal Pendidikan Vokasional Teknik Elektronik. e-ISSN: 2622-7029 Volume 4 No 2 Desember 2021 Link Bandwith : Satuannya . Berikut pengukuran nilai latency yang tertera pada tabel di bawah ini : Tabel 1 Pengukuran nilai latency pada tembaga dan fiber optic yayceycoycayc = Tembaga 552 ycaycnyc 40 ycaycnyc/yc = 13,8 second yayceycoycayc = 663,06 ycaycnyc Fiber Optik 156,4 ycaycnyc yayceycoycayc = 40 ycaycnyc/yc = 3,91 second yayceycoycayc = 43 ycaycnyc/yc = 15,42 second yayceycoycayc = 694,33 ycaycnyc 49 ycaycnyc/yc = 3,88 second yayceycoycayc = 49 ycaycnyc/yc = 14,17 second yayceycoycayc = 781,55 ycaycnyc 675 ycaycnyc yayceycoycayc = 174,42 ycaycnyc yayceycoycayc = 427,98 ycaycnyc yayceycoycayc = 512,07 ycaycnyc yayceycoycayc = 595,76 ycaycnyc yayceycoycayc = 609 ycaycnt 43,5 ycaycnyc/yc = 14 second 223,2 ycaycnyc 45 ycaycnyc/yc = 4,96 second yayceycoycayc = 44 ycaycnyc/yc = 13,54 second yayceycoycayc = 170,2 ycaycnyc 46 ycaycnyc/yc = 3,7 second 39 ycaycnyc/yc = 13,13 second yayceycoycayc = 231,24 ycaycnyc 47 ycaycnyc/yc = 4,92 second 42 ycaycnyc/yc = 10,19 second yayceycoycayc = 190,80 ycaycnyc 48,8 ycaycnyc/yc = 3,91 second 51 ycaycnyc/yc = 3,42 second yayceycoycayc = 244,29 ycaycnyc 51 ycaycnyc/yc = 4,79 second 50 ycaycnyc/yc = 13,5 second yayceycoycayc = 250 ycaycnyc 50 ycaycnyc/yc = 5,0 second 55 ycaycnyc/yc = 14,21 second yayceycoycayc = 190,12 ycaycnyc 204 ycaycnyc 48 ycaycnyc/yc = 4,25 second yayceycoycayc = 208,36 ycaycnyc 43,5 ycaycnyc/yc = 4,79 second 2 Analisis Pengukuran PacketLoss Perbandingan perhitungan nilai packet loss pada kabel tembaga dengan kabel fiber optik Volume 4 No 2 Desember 2021 JVoTE (Jurnal Pendidikan Vokasional Teknik Elektronik. e-ISSN: 2622-7029 dengan menggunakan rumus dibawah ini : Packet loss = . t-p. /pt ycU 100% Dimana : Pt = Paket yang dikirim . Pr = Paket yang diterima . Berikut perbandingan nilai pengukuran packet loss pada kabel tembaga dan kabel fiber optik dibawah ini : Tabel 2 Perbandingan pengukuran nilai packet loss pada tembaga dan fiber optik Tembag . 86,8 Oe 2. ycEycaycaycoyceyc ycoycuycyc = ycEycaycaycoyceyc ycoycuycyc = ycU 100086,8 ycU 100% = 0,807 % . 83,4 Oe 1. Fiber Optik . 9,6 Oe 2. ycEycaycaycoyceyc ycoycuycyc = ycEycaycaycoyceyc ycoycuycyc = ycU 100`39,6 ycU 100% = 0,64 % . 4,3 Oe 1. ycU 100583,4 ycU 100% = 0. ycU 100T34,3 ycU 100% = 0,67 % . 3,2 Oe 1. ycEycaycaycoyceyc ycoycuycyc = . 4 Oe 1. ycEycaycaycoyceyc ycoycuycyc = ycU 100E83,2 ycU 100% = 0,82 % . 8 Oe . ycEycaycaycoyceyc ycoycuycyc = ycU 100% = 0,83 % . 12,8 Oe 1. ycEycaycaycoyceyc ycoycuycyc = ycEycaycaycoyceyc ycoycuycyc = ycU 100a38 ycEycaycaycoyceyc ycoycuycyc = ycU 100812,8 ycU 100% = 0,88 % ycU 100H24 ycU 100% = 0,77 % . 7,9 Oe . ycU 100!87,9 ycU 100% = 0,69 % . 7 Oe 1. ycU 100857 ycU 100% = 0,71 % Volume 4 No 2 Desember 2021 JVoTE (Jurnal Pendidikan Vokasional Teknik Elektronik. e-ISSN: 2622-7029 . 1,6 Oe . ycEycaycaycoyceyc ycoycuycyc = ycEycaycaycoyceyc ycoycuycyc = ycU 100g11,6 ycU 100% = 0,85 % . 4 Oe 1. ycEycaycaycoyceyc ycoycuycyc = ycU 100B77,2 ycU 100% = 0,86 % . 1 Oe . ycEycaycaycoyceyc ycoycuycyc = ycEycaycaycoyceyc ycoycuycyc = ycEycaycaycoyceyc ycoycuycyc = ycU 100 46,1 ycU 100% = 0,72 % . 8,2 Oe . ycU 100568,2 ycU 100% = 0,73 % . 5,8 Oe . ycU 10085,8 ycU 100% = 0,78 % . 4 Oe . ycU 100871 ycU 100% = 0,87 % . 4 Oe . ycEycaycaycoyceyc ycoycuycyc = ycU 100n84 ycU 100% = 0,86 % . 7,2 Oe . ycEycaycaycoyceyc ycoycuycyc = . 6,1 Oe . ycEycaycaycoyceyc ycoycuycyc = ycEycaycaycoyceyc ycoycuycyc = ycU 10004 ycU 100% = 0,79 % . 9,3 Oe . ycU 10089,3 ycU 100% = 0,82 % ycU 100564 ycU 100% = 0,87 % 3 Analisis Pengukuran Throughput Perbandingan perhitungan nilai pengukuran throughput pada kabel tembaga dan kabel fiber optik dengan menggunakan rumus dibawah ini : Throughput : Pr/Lp Dimana : : Paket yang diterima (Pake. Lp : Lama pengiriman paket melalui kanal . Berikut perbandingan nilai pengukuran throughput pada kabel tembaga dengan kabel fiber Tabel 3 Perbandingan pengukuran nilai packet loss pada tembaga dan fiber optik Tembaga ycNEaycycuycyciEaycyyc yc= 18944,05 yc = 0,143 bps Fiber Optik ycNEaycycuycyciEaycyyc yc= 2219,14 yc = 0,972 bps Volume 4 No 2 Desember 2021 JVoTE (Jurnal Pendidikan Vokasional Teknik Elektronik. e-ISSN: 2622-7029 ycNEaycycuycyciEaycyyc yc= ycNEaycycuycyciEaycyyc yc= ycNEaycycuycyciEaycyyc yc= ycNEaycycuycyciEaycyyc yc= ycNEaycycuycyciEaycyyc yc= ycNEaycycuycyciEaycyyc yc= ycNEaycycuycyciEaycyyc yc= 17681,42 yc = 0,113 bps 14821,78 yc = 0,101 bps 11000 yc = 0,09 bps 20800 yc = 0,07 bps 39480 yc = 0,025 bps 42031,25 yc = 0,032 bps ycNEaycycuycyciEaycyyc yc= ycNEaycycuycyciEaycyyc yc= ycNEaycycuycyciEaycyyc yc= ycNEaycycuycyciEaycyyc yc= ycNEaycycuycyciEaycyyc yc= ycNEaycycuycyciEaycyyc yc= ycNEaycycuycyciEaycyyc yc= 1805,36 yc = 0,971 bps 1218,19 yc = 0,88 bps 808,54 yc = 0,82 bps 1001,82 yc = 1,1 bps 572,46 yc = 0,966 bps 976,09 yc = 0,962 bps 336, 46 yc 14820,51 yc 4 Pembahasan Berdasarkan hasil pengujian secara keseluruhan yang telah dilakukan, diketahui alat sistem Latency Latency merupakan waktu yang dibutuhkan data untuk menempuh jarak dari asal ke tujuan. Dalam proses pengukuran biasanya latency diukur dengan menggunakan waktu bolak-balik . ound trip time/RTT). Agar nilai latency yang dihasilkan pada saat proses pengukuran bisa dikategorikan, maka digunakan standar pembanding. Pada analisis ini digunakan standar acuan yang dikeluarkan oleh ITU-T seperti pada Tabel 4. Kategori Tabel 4 Standarisasi Nilai Latency Versi ITU-T Latency. Baik <150 Cukup Kurang >150 JVoTE (Jurnal Pendidikan Vokasional Teknik Elektronik. e-ISSN: 2622-7029 Volume 4 No 2 Desember 2021 Berdasarkan keterangan tabel 3. 1, nilai latency dikatakan baik apabila hasil pengukuran nilai latency dari dua buah perangkat yang terhubung kurang dari 150 ms. Adapun persamaan rumus untuk mengetahui nilai dari latency . yayceycoycayc = ycEycaycaycoyceyc yayceycuyciycEa/ yaycnycuyco yaAycaycuyccycycnycEa Dimana : Packet Length = Panjang Paket. LinkBandwith=Link Bandwith . Packet Loss Packet loss merupakan sejumlah paket data pada jaringan komputer yang hilang selama proses transmisi. Parameter packet loss dalam proses analisis akan digunakan sebagai acuan dalam menentukan jenis kabel yang direkomendasikan sesuai standar, dimana acuan yang digunakan adalah standar dari TiPhone TR 101 seperti pada Tabel 5. Tabel 5 Standarisasi Packet Loss versi TiPhone TR 101 Kategori Packet loss (%) Sangat baik 0 O pl < 3 Baik 3 O pl < 15 Cukup Buruk Ou 25 Packet loss terjadi saat paket rusak dan dibuang, atau bila kapasitas komponen jaringan melebihi batas, yang mengakibatkan paket dibuang. Paket dapat rusak saat melintasi jaringan area luas, atau saat mereka melintasi komponen jaringan seperti router dan switch. Untuk mengetahui persamaan rumus dari packet loss adalah : cyyc Oe ycyy. /ycyyc ycU 100% Dimana : Pt = Paket yang dikirim . Pr = Paket yang diterima . Throughput Throughput merupakan ukuran keberhasilan secara aktual dalam pengiriman paket data pada jaringan komputer oleh suatu perangkat, dilihat dari berapa banyak paket data yang berhasil dikirimkan dalam kurun waktu satu detik. Berikut persamaan untuk menghitung nilai ycNEaycycuycyciEaycyycyc =Pr/Lp Dimana : Pr = Paket yang diterima . Lp = Lama pengiriman packet melalui kanal Meski throughput memiliki unit rumus dan bandwidth yang sama, namun throughput-nya adalah pada penggambaran bandwidth sebenarnya pada waktu tertentu dan pada kondisi JVoTE (Jurnal Pendidikan Vokasional Teknik Elektronik. e-ISSN: 2622-7029 Volume 4 No 2 Desember 2021 tertentu dan jaringan internet yang digunakan untuk download file dengan ukuran tertentu. Kesimpulan Dari pembahasan yang sudah dijelaskan atau dipaparkan penulis, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut. Kinerja kabel fiber optik lebih diunggulkan dibandingkan dengan kabel tembaga, baik dari penilaian latency, packet loss dan throughput. Dari analisis diatas didapatkan bahwa pengukuran nilai latency dan jumlah packet loss pada kabel serat optik lebih stabil dibandingkan dengan kabel tembaga. Sedangkan untuk nilai throughput untuk fiber optik nilainya lebih besar dibandingkan dengan tembaga dikarenakan kemampuan untuk mentransfer data tiap detiknya jauh lebih besar. Dari grafik delay pembahasan diatas yang terjadi pada kabel tembaga nilainya tinggi dari 13,8 second hingga 15,42 second dibanding dengan kabel fiber optik yang memiliki nilai rendah 3,7 second hingga 5,0 second. Maka dari itulah kabel fiber optik lebih diunggulkan untuk melakukan transfer kecepatan Dari analisis perhitungan packet loss pada kabel tembaga nilainya tinggi dengan nilai 0,807 % sampai 0,88 % dibanding dengan kabel fiber optik yang nilainya rendah dengan nilai 0,64 % hingga 0,82 %. Dari perbedaan nilai tersebut maka kabel fiber optik yang lebih diunggulkan karena kemungkinal hilangnya paket data sangat kecil. Referensi