SIMPATI: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Bahasa Vol. No. 4 Oktober 2023 e-ISSN :2962-1143- p-ISSN :2962-0864. Hal 43-49 DOI: https://doi. org/10. 59024/simpati. Penerapan Model Pembelajaran Modelling The Way Untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa Kelas V SD Negeri 1001 Batang Bulu Sutan Botung Hasibuan STAI Barumun Raya Sibuhuan Era Mutiah STAI Barumun Raya Sibuhuan Ali Sadikin Harahap STAI Barumun Raya Sibuhuan Jl. KH. Dewantara No. 66 Sibuhuan Kabupten Padang Lawas Korespondensi penulis: Sutanbotung94@gmail. Abstract: This research aims to determine the application of the modeling the way learning model to increase student activity in Islamic Religious Education subjects regarding ablution and prayer in class V of SD Negeri 1001 Batang Bulu. The research used is classroom action research (PTK). Based on the research results, it can be concluded that: . Student activity before implementing the modeling the way learning model is still low. This can be seen from the results of observations that have been made. If we look at the level of activity, there are 5 students or 19% who have activity in the "Good" category and there are 21 students or 81% who have activity in the "Not Good" category. Student activity after implementing the modeling the way model began to increase. In cycle I, if we look at the level of activity, there were 12 students or 46% who were active in the "Good" category and there were 14 students or 54% who were active in the "Not Good" category. In cycle II, if seen from the level of activity, there were 2 students or 8% who had activity in the "Very Good" category, there were 20 students or 77% who had activity in the "Good" category and there were 4 students or 15% who had activity in the "Good" "Not good. Keywords: Student Activeness. Modeling The Way Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran modelling the way untuk meningkatkan keaktifan siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam materi wudu dan salat di kelas V SD Negeri 1001 Batang Bulu. Penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa : . Keaktifan siswa sebelum menerapkan model pembelajaran modelling the way masih rendah. Hal ini terlihat dari hasil observasi yang telah dilakukan. Jika dilihat dari tingkat keaktifannya ada 5 siswa atau 19% yang memiliki keaktifan dengan kategori AuBaikAy dan ada 21 siswa atau 81% yang memiliki keaktifan dengan kategori AuKurang BaikAy. Keaktifan siswa sesudah menerapkan model modelling the way mulai meningkat. Pada siklus I jika dilihat dari tingkat keaktifannya ada 12 siswa atau 46% yang memiliki keaktifan dengan kategori AuBaikAy dan ada 14 siswa atau 54% yang memiliki keaktifan dengan kategori AuKurang BaikAy. Pada siklus II jika dilihat dari tingkat keaktifannya ada 2 siswa atau 8% yang memiliki keaktifan dengan kategori AuSangat BaikAy, ada 20 siswa atau 77% yang memiliki keaktifan dengan kategori AuBaikAy dan ada 4 siswa atau 15% yang memiliki keaktifan dengan kategori AuKurang Baik. Kata Kunci: Keaktifan Siswa. Modelling The Way LATAR BELAKANG Trianto . menyatakan dalam bukunya bahwa antara sintaks yang satu dengan sintaks yang lain mempunyai perbedaan. Perbedaan-perbedaan ini berlangsung diantara pembukaan dan penutup yang harus dipahami oleh guru supaya model-model pembelajaran dapat dilaksanakan dengan berhasil dan mencapai tujuan yang diinginkan. Penerapan model pembelajaran menjadi salah satu faktor utama dalam proses pembelajaran, karena ketika menerapkan model pembelajaran yang sesuai dengan mata pelajaran dan kondisi siswa maka Received Agustus 30, 2023. Revised September 23, 2023. Accepted Oktober 13, 2023 * Sutan Botung Hasibuan. Sutanbotung94@gmail. Penerapan Model Pembelajaran Modelling The Way Untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa Kelas V SD Negeri 1001 Batang Bulu proses pembelajaran dan hasil belajarnya pun akan sesuai dengan yang diharapkan. Banyak model pembelajaran yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran. Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti di SD Negeri 1001 Batang Bulu pada hari Kamis, 24 November 2022. Sebagian besar siswa kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran. Dari 26 siswa hanya 7 siswa yang aktif dan 19 lainnya kurang aktif. Aktivitas yang dilakukan siswa hanya mendengar dan mencatat. Siswa jarang mengemukakan pendapat, diskusi antar kelompok juga jarang dilakukan sehingga interaksi dan komunikasi antara siswa dengan siswa lainnya maupun dengan guru masih belum terjalin selama proses pembelajaran. Berdasarkan masalah tersebut peneliti berpendapat perlunya dilakukan perbaikan proses pembelajaran pada Hal ini dilakukan dengan tujuan agar siswa dapat ikut berperan aktif selama proses pembelajaran berlangsung sehingga siswa saling bertukar pendapat dengan siswa lainnya maupun guru. Selain keaktifan belajar siswa yang masih kurang, hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam juga masih rendah. Nilai rata-rata yang diperoleh siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam hanya 57,28, dari 26 siswa hanya 7 orang yang tuntas dan 19 lainnya belum tuntas. Diduga rendahnya hasil belajar dan keaktifan siswa karena metode yang digunakan guru kurang menyenangkan bagi siswa sehingga siswa tidak sepenuhnya memperhatikan penjelasan guru. Dapat disimpulkan bahwa kualitas pembelajaran Agama Islam perlu dioptimalkan dalam hal meningkatkan kemampuan belajar Agama Islam siswa. Untuk itu diperlukan model pembelajaran yang tepat dalam pembelajaran di kelas agar pelajaran Pendidikan Agama Islam menjadi lebih maksimal. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengefektifkan proses pembelajaran agar lebih optimal adalah model pembelajaran Modelling The Way. Model pembelajaran Modelling The Way merupakan salah satu metode mengajar yang dikembangkan oleh Mel Silbermam, seorang yang memang berkompeten dibidang psikologi Model pembelajaran Modelling The Way merupakan metamorfosa dari metode Yakni sebuah metode dengan cara mendramatisasikan suatu tindakan atau tingkah laku dalam hubungan sosial. Dengan kata lain guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan kegiatan atau peran tertentu sebagaimana yang ada dalam kehidupan masyarakat . Hendaknya siswa diberi kesempatan untuk berinisiatif serta diberi bimbingan atau lainnya agar lebih berhasil. Model pembelajaran Modelling The Way akan sangat baik digunakan untuk mengajarkan pelajaran yang menuntut keterampilan wudu atau Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis ingin mengadakan penelitian yang SIMPATI - VOLUME. 1 NO. 4 OKTOBER 2023 e-ISSN :2962-1143- p-ISSN :2962-0864. Hal 43-49 berjudul AuPenerapan Model Pembelajaran Modelling The Way Untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa Kelas V SD Negeri 1001 Batang BuluAy. KAJIAN TEORITIS Menurut Istarani . model pembelajaran Modelling The Way adalah model pembelajaran yang memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mempraktikkan keterampilan spesifik yang dipelajari di kelas untuk demonstrasi. Peserta didik diberi waktu untuk menciptakan skenario sendiri dan menentukan begaimana mereka mengilustrasikan keterampilan dan teknik yang baru saja dijelaskan. Model ini sangat baik jika digunakan untuk mengajarkan pelajaran yang menuntut keterampilan tertentu. Model pembelajaran ini merupakan sekumpulan dari strategi pengajaran di kelas. Sebuah model pembelajaran yang menitikberatkan pada kemampuan seorang siswa untuk mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya karena siswa dituntut untuk bermain peran sesuai dengan materi yang diajarkan. Modelling The Way merupakan metamorfosa dari metode sosiodrama. Yakni sebuah metode dengan cara mendramatisasikan suatu tindakan atau tingkah laku dalam hubungan sosial. Dengan kata lain guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan kegiatan atau peran tertentu sebagaimana yang ada dalam kehidupan masyarakat . Hendaknya siswa diberi kesempatan untuk berinisiatif serta diberi bimbingan atau lainnya agar lebih berhasil. Menurut Sinar . keaktifan belajar merupakan hasil yang diperoleh siswa selama belajar di sekolah yang merupakan perpaduan dari tiga ranah yang menyangkut ranah kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotor. Dari perpaduan ketiga ranah tersebut, akan membentuk suatu aktivitas dalam mengikut pelajaran khusunya materi perawatan jenazah, dengan tujuan agar siswa memperoleh hasil sesuai dengan yang diharapkan, yaitu menjadikan insan yang memiliki kepribadian luhur, memiliki pemahaman dan pengetahuan perawatan jenazah yang cukup dan dapat dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi bekal hidup untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Menurut Oemar Hamalik . keaktifan adalah segala sesuatu atau aktifitas yang dilakukan atau kegiatan-kegiatan yang terjadi baik fisik maupun non fisik. Belajar yang aktif adalah sistem belajar mengajar yang menekankan keaktifan peserta didik, baik secara fisik, mental intelektual, maupun emosional untuk memperoleh hasil belajar yang berupa perpaduan antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Belajar merupakan sebagai suatu proses adaptasi atau penyesuaian tingkah laku yang berlangsung secara progresif. Jadi, belajar yang aktif merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dengan rajin dan sungguh-sungguh. Penerapan Model Pembelajaran Modelling The Way Untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa Kelas V SD Negeri 1001 Batang Bulu Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa keaktifan belajar merupakan segala kegiatan yang bersifat fisik maupun non fisik siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar yang optimal sehingga dapat menciptakan suasana kelas menjadi kondusif. Karakteristik keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dikelas adalah adanya keterlibatan siswa dalam proses belajar tersebut. Siswa tidak hanya menerima materi yang disampaikan oleh guru, tetapi siswa beraktivitas secara langsung dalam kehidupan nyata. METODOLOGI PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Menurut Zainal Aqib . AuPenelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelas . tempat ia mengajardengan tekananan pada penyempurnaan atau peningkatan proses dan praksis pembelajaran. Kegunaan PTK yaitu sangat kondusif untuk membuat guru menjadi peka dan tanggap terhadap dinamika pembelajaran dikelasnya dan PTK dapat meningkatkan kinerja guruAy. Sedangkan menurrut Agus Wasito . 1 :. AuPTK adalah penelitian tindakan yang dilaksanakan di dalam kelas ketika pembelajaran berlangsungAy. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Observasi Observasi yaitu kegiatan pengamatan yang dilakukan oleh pengamat . aik oleh orang lain maupun guru sendiri. Dalam hal ini penulis menggunakan observasi partisipatif, dimana peneliti ikut turut serta mengamati siswa selama proses pembelajaran berlangsung melalui lembar pengamatan keaktifan siswa. Dokumentasi Dokumentasi berasal dari kata dokumen yang artinya barang-barang tertulis. Adapun dokumen yang digunakan peneliti adalah hasil nilai siswa kelas V SD Negeri 1001 Batang Bulu sebelum dan sesudah palaksanaan pembelajaran dengan menggunakan Model Pembelajaran Modelling The Way yang. Dokumentasi penilaian berupa foto-foto yang diambil dari awal pembelajaran hingga kegiatan akhir pembelajaran di dalam kelas. HASIL PEMBAHASAN Pada tahap perencanaan penelitian siklus I dan siklus II hal yang disiapkan guru adalah sebagai berikut: penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), menyiapkan materi ajar, menyusun alat evaluasi berupa lembar observasi. Selanjutnya pada tahap action dalam setiap siklus dilaksanakan pengajaran mengenai topik-topik yang sudah disediakan. SIMPATI - VOLUME. 1 NO. 4 OKTOBER 2023 e-ISSN :2962-1143- p-ISSN :2962-0864. Hal 43-49 Pada siklus I, diketahui bahwa siswa mulai antusias untuk belajar. Guru telah membantu siswa dalam melakukan proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran modelling the way supaya pembelajaran mudah dipahami oleh siswa. Tetapi keaktifan siswa masih rendah. Kemudian pada pertemuan selanjutnya, semangat mereka dalam belajar semakin tinggi karena guru lebih fokus dengan sesekali berkeliling menghampiri siswa untuk membimbing dan memotivasi dalam melakukan pembelajaran dan melakukan pembelajaran dengan model pembelajaran modelling the way. Disamping itu, guru semakin menguasai cara menyampaikan materi belajar. Jadi semangat siswa semakin meningkat, bahkan keberanian untuk bertanya juga semakin meningkat. Selain itu tampak bahwa guru mampu melibatkan siswa untuk terlibat aktif dalam proses belajar mengajar. Pada siklus II, aktivitas siswa terlihat lebih menonjol, keberanian untuk bertanya dan meluahkan isi pikirannya mulai muncul. Peningkatan keaktifam belajar siswa sesuai dengan teori yang disampaikan oleh Istarani . yang menyampaikan Au model pembelajaran Modelling The Way adalah model pembelajaran yang memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mempraktikkan keterampilan spesifik yang dipelajari di kelas untuk demonstrasi. Peserta didik diberi waktu untuk menciptakan skenario sendiri dan menentukan begaimana mereka mengilustrasikan keterampilan dan teknik yang baru saja dijelaskan. Model ini sangat baik jika digunakan untuk mengajarkan pelajaran yang menuntut keterampilan tertentuAy. Dari teori yang disampaikan oleh Istarani dapat diambil kesimpulkan bahwa model pembelajaran Modelling The Way dapat meningkatkan keaktifan siswa terutama dalam keterampilan dalam mempraktikkan pembelajaran. Adapun perbandingan keaktifan siswa setiap siklusnya dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4. 1 : Perbandingan Keaktifan Siswa Kelas V SD Negeri 1001 Batang Bulu Mulai Dari Pra Siklus. Siklus I dan Siklus II Kategori Kurang Baik Baik Sangat Baik Jumlah Pra Siklus Siklus I Siklus II Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui pada pra siklus kategori Baik yaitu 5 siswa dengan persentase 19%. Pada siklus I mengalami peningkatan kategori Baik yaitu 12 siswa dengan persentase 46%. Kemudian pada siklus II mengalami peningkatan yang cukup signifikan kategori Baik yaitu 20 siswa dengan persentase 77% dan kategori Sangat Baik yaitu 2 siswa dengan persentase 8%. Hal ini menunjukkan pembelajaran menggunakan model pembelajaran modelling the way di V SD Negeri 1001 Batang Bulu telah menunjukkan adanya kenaikan keaktifan siswa pada setiap siklusnya. Penerapan Model Pembelajaran Modelling The Way Untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa Kelas V SD Negeri 1001 Batang Bulu KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian tentang penerapan model pembelajaran modelling the way di V SD Negeri 1001 Batang Bulu dapat disimpulkan sebagai berikut: . Keaktifan siswa sebelum menerapkan model pembelajaran modelling the way di V SD Negeri 1001 Batang Bulu masih rendah. Hal ini terlihat dari hasil observasi yang telah dilakukan. Nilai rata-rata yang diperoleh siswa pada pra siklus yaitu 62,5 jika dilihat dari tingkat keaktifannya ada 5 siswa atau 19% yang memiliki keaktifan dengan kategori AuBaikAy dan ada 21 siswa atau 81% yang memiliki keaktifan dengan kategori AuKurang BaikAy. Keaktifan siswa sesudah menerapkan model modelling the way di V SD Negeri 1001 Batang Bulu mulai meningkat. Hal ini terlihat dari hasil observasi yang telah dilakukan. Pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh siswa yaitu siswa 67,47 jika dilihat dari tingkat keaktifannya ada 12 siswa atau 46% yang memiliki keaktifan dengan kategori AuBaikAy dan ada 14 siswa atau 54% yang memiliki keaktifan dengan kategori AuKurang BaikAy. Pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh siswa yaitu 76,62, jika dilihat dari tingkat keaktifannya ada 2 siswa atau 8% yang memiliki keaktifan dengan kategori AuSangat BaikAy, ada 20 siswa atau 77% yang memiliki keaktifan dengan kategori AuBaikAy dan ada 4 siswa atau 15% yang memiliki keaktifan dengan kategori AuKurang BaikAy. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka peneliti ingin menyampaikan saran-saran sebagai berikut: . Bagi siswa yang terlibat dalam pembelajaran agar menanamkan sikap positif dalam pembelajaran PAI, yaitu aktif dan berani dalam memberikan pendapat, menghargai pendapat orang lain serta bersemangat dalam belajar. Bagi sekolah SD Negeri 1001 Batang Bulu, agar penelitian ini menjadi masukan dalam usaha perbaikan ke arah peningkatan mutu pendidikan dan pengajaran. Bagi guru, agar dapat memperkaya model, metode, pendekatan maupun strategi pembelajaran dan menerapkannya sehingga guru mengajar tidak hanya monoton dengan model yang ada tetapi ada variasi yang dapat menyegarkan guru maupun siswa dalam proses pembelajaran. Bagi peneliti selanjutnya agar penelitian ini dapat dijadikan sebagai studi perbandingan dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan. DAFTAR REFERENSI Aqib. Zainal. Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta : CV Budi Utama. Hamalik. Oemar. Kurikulum Dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara. Istarani. 58 Model Pembelajaran Inovatif. Medan : Media Persada. Sinar. Metode Active Learning. Yogyakarta : CV Budi Utama. SIMPATI - VOLUME. 1 NO. 4 OKTOBER 2023 e-ISSN :2962-1143- p-ISSN :2962-0864. Hal 43-49 Trianto. Model Pembelajaran Terpadu : Konsep. Strategi dan Implementasinya dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta : PT. Bumi Aksara. Wasito. Agus. Mengenal Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta : CV Budi Utama