ARTIKEL Mencegah Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD): Edukasi Kesehatan Reproduksi pada Remaja Ema Arum Rukmasari Universitas Padjadjaran. Bandung. Indonesia Email: arum@unpad. Abstrak Kehamilan yang tidak diinginkan pada remaja merupakan salah satu dampak dari perilaku seks Kehamilan remaja merupakan salah satu fenomena sosial yang belakangan ini semakin meningkat terjadi di lingkungan masyarakat. Faktor utama yang menyebabkan KTD adalah gaya hidup remaja yang semakin bebas. Gaya hidup remaja yang bebas ini menimbulkan banyak remaja terlibat dalam hubungan seks pranikah. Kehamilan yang tidak diinginkan pada usia remaja bukan hanya merupakan masalah biologis, tetapi juga merupakan isu sosial, ekonomi, dan kesehatan yang kompleks. Kondisi ini dapat berdampak negatif terhadap kesejahteraan fisik, mental, dan sosial remaja serta dapat memengaruhi masa depan mereka secara keseluruhan. Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya kehamilan tidak diinginkan pada remaja antara lain kurangnya pengetahuan tentang Kesehatan reproduksi. Pendidikan Kesehatan dalam bentuk webinar ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja tentang kehamilan tidak diinginkan. Peserta webinar adalah para remaja di seluruh wilayah Indonesia. Setelah diberikan Pendidikan Kesehatan, terdapat peningkatan pengetahuan remaja tentang kehamilan tidak diharapkan. Kata Kunci: Kehamilan Tidak Dinginkan. Remaja. Abstract Unwanted pregnancy in teenagers is one of the impacts of free sexual behavior. Teenage pregnancy is a social phenomenon that has recently been increasingly occurring in society. The main factor that causes untimely pregnancies is the increasingly free lifestyle of teenagers. This free teenage lifestyle causes many teenagers to engage in premarital sex. Unwanted pregnancy in adolescence is not only a biological problem but also a complex social, economic, and health issue. This condition can have a negative impact on teenagers' physical, mental, and social well-being and can affect their overall future. Several factors that cause unwanted pregnancies in teenagers include a lack of knowledge about reproductive health. Health education in the form of webinars aims to increase teenagers' knowledge about unwanted Webinar participants are teenagers throughout Indonesia. After being given health education, there was an increase in teenagers' knowledge about unexpected pregnancy. Keywords: Unwanted Pregnancy. Teenagers. PENDAHULUAN Kehamilan tidak diinginkan (KTD) adalah sebuah isu yang kompleks dengan berbagai dampak negatif bagi individu, keluarga, dan masyarakat. Kehamilan yang tidak diinginkan pada remaja merupakan salah satu dampak dari perilaku seks bebas. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa dari 200 juta kehamilan per tahun, 38 persen diantaranya merupakan kehamilan yang tidak diinginkan. World health statistic tahun 2014 menunjukkan bahwa angka kejadian kehamilan tidak diinginkan di kalangan remaja wanita usia 15 sampai 19 tahun adalah 49 per 1000 perempuan, angka kejadian kehamilan remaja di Indonesia adalah Jurnal Abdimas Peradaban: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 Tahun 2024 ARTIKEL 48 per 1000 perempuan. Angka ini tergolong tinggi dibandingkan malaysia yaitu 6 per 1000 perempuan dan Thailand 41 per 1000 perempuan (Girsang, 2. Kehamilan tidak diinginkan pada remaja merupakan fenomena yang sering kali menimbulkan dampak yang serius dan kompleks baik pada individu maupun masyarakat secara luas. Kehamilan yang tidak diinginkan pada usia remaja bukan hanya merupakan masalah biologis, tetapi juga merupakan isu sosial, ekonomi, dan kesehatan yang kompleks. Kondisi ini dapat berdampak negatif terhadap kesejahteraan fisik, mental, dan sosial remaja serta dapat memengaruhi masa depan mereka secara keseluruhan. Kehamilan tidak diinginkan (KTD) diawali dari kehamilan remaja merupakan salah satu fenomena sosial yang belakangan ini semakin meningkat terjadi di lingkungan Kehamilan tidak diinginkan merupakan suatu keadaan yang dialami oleh seorang perempuan yang mengalami kehamilan namun tidak menginginkan kehadiran bayi dari kandungannya tersebut. Remaja yang mengalami KTD umumnya adalah korban pemerkosaan, dan pasangan di luar nikah. Faktor utama yang menyebabkan KTD adalah gaya hidup remaja yang semakin bebas. Gaya hidup remaja yang bebas ini menimbulkan banyak remaja terlibat dalam hubungan seks pranikah (Mufti, 2. Hubungan seksual di luar nikah yang secara normati dan etika moral disebabkan karena cara bergaul yang tidak terkendali akan berakibat fatal jika tidak di dampingi oleh keluarga yang mendukung (Desmita 2. Hasil penelitian World Health Organization (WHO) menyebutkan terdapat 19% dari 16 juta remaja berusia 15-19 tahun di seluruh dunia mengalamikehamilan tidak diinginkan pada tahun 2011. Di Indonesia angka KTD juga cukup tinggi, hal ini dapat dilihat dari Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada tahun 2013 diketahui bahwa dari jumlah penduduk remaja terdapat 34 juta atau 19,6% mengalami KTD dan angka seks bebas di seluruh kota besar di Indonesia melampaui angka 50%. Berdasarkan hasil studi yang melibatkan 9 kota besar di Indonesia, dari 37. 000 kasus KTD yang ditemukan terdapat 27% diantaranya belum menikah, dan dari 27% terdapat 12,5% masih berstatus pelajar atau mahasiswa (BKKBN, 2. Dampak dari kehamilan tidak diinginkan pada remaja sangat beragam. Secara fisik, remaja yang mengalami kehamilan pada usia muda memiliki risiko kesehatan yang lebih tinggi baik untuk dirinya sendiri maupun untuk bayi yang dikandungnya. KTD pada remaja berisiko terhadap komplikasi kehamilan dan persalinan seperti eklampsi dan puerperal endometritis dan pengguguran yang tidak aman yang memberikan kontribusi terhadap kematian ibu (Purnamawati, 2. Selain itu, kehamilan pada usia remaja sering kali menghambat kemajuan pendidikan remaja, membatasi peluang karier di masa depan, dan meningkatkan risiko kemiskinan. Dampak psikologisnya juga tidak bisa diabaikan, dengan adanya tekanan emosional, stigmatisasi, dan perasaan tidak siap menghadapi tanggung jawab sebagai orang Faktor penyebab KTD pada remaja sering disebabkan oleh pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan seks yang masih kurang. Untuk mencegah kehamilan tidak diinginkan pada remaja, pendekatan yang holistik dan terpadu diperlukan. Pencegahan dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk pendidikan seksual yang komprehensif, akses yang mudah terhadap layanan kesehatan reproduksi, promosi penggunaan kontrasepsi yang efektif, serta dukungan sosial dan emosional bagi remaja. Edukasi menjadi salah satu pilar utama dalam upaya pencegahan ini. Remaja perlu diberikan pengetahuan yang akurat dan komprehensif tentang seksualitas, reproduksi, kontrasepsi, dan dampak dari keputusan seksual yang tidak bertanggung jawab. Manfaat dari edukasi tentang mencegah kehamilan tidak diinginkan pada remaja sangatlah besar. Selain dapat mengurangi angka kehamilan remaja, edukasi ini juga memberikan remaja pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk membuat keputusan yang cerdas dan bertanggung jawab terkait kesehatan reproduksi mereka. Selain itu, dengan Jurnal Abdimas Peradaban: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 Tahun 2024 ARTIKEL meningkatkan kesadaran dan pemahaman remaja tentang risiko dan konsekuensi dari kehamilan pada usia muda, kita juga dapat membantu mereka untuk mengambil kontrol atas kehidupan seksual dan reproduksi mereka sendiri. Oleh karena itu, pendekatan edukasi merupakan strategi yang penting dalam upaya pencegahan kehamilan tidak diinginkan pada Selain pentingnya upaya pencegahan, hal tersebut dapat ditunjang dengan peran-peran dari orang tua, guru dan juga teman sebaya. Jika di satu sisi kecenderungan remaja untuk melakukan berbagai tindakan yang membahayakan kesehatan mereka sendiri semakin meningkat, namun disisi lain ternyata pengetahuan para remaja itu sendiri mengenai aspek kesehatan reproduksi yang harus mereka miliki sangatlah rendah, sehingga remaja perlu untuk diberikan pendidikan mengenai kesehatan reproduksi. Pendidikan reproduksi yang dimaksud adalah memberikan informasi kepada remaja sehingga para remaja tahu bagaimana cara menghindari terjadinya hubungan seksual sebelum waktunya dan membentuk remaja yang mempunyai sikap dan perilaku seksual yang sehat dan bertanggung jawab. Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada para remaja tentang pencegahan Kehamilan Tidak Diinginkan akibat kenakalan remaja dengan sasaran remaja awal dan juga remaja akhir. METODA PELAKSANAAN Kegiatan pendidikan kesehatan ini akan dilakukan dalam sekali waktu . yang dikemas dalam bentuk mini webinar. Pada kegiatan ini akan dilakukan kegiatan pre test berupa pengisian angket soal oleh para peserta untuk mengukur kesiapan anak menghadapi sekolah tatap muka. Selanjutnya, dilakukan kegiatan akan dipimpin oleh seorang moderator dan dilanjutkan dengan pematerian yang disampaikan oleh penyuluh mengenai pencegahan kehamilan tidak diinginkan (KTD). Setelah itu dilakukan sesi tanya jawab dengan narasumber, dan diakhiri dengan post test untuk mengetahui adanyapeningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah pematerian serta pengisian link evaluasikegiatan tersebut. Target sasaran peserta yang hadir di targetkan sebanyak 30 peserta, yang terdiri dari siswa dan siswi SMP dan SMA/sederajat dan mahasiswa. Kegiatan pendidikan kesehatan ini dikemas dalam bentuk diskusi terbuka dan talkshow, dimana peserta dan pemateri dapat saling bertukar pengetahuan terkait pencegahan kehamilan tidak diinginkan (KTD) dan dampak yang dapat ditimbulkan. Sebelum dilakukannya pematerian, dilakukan terlebih dahulu pre-test guna mengetahui tingkat pengetahuan audiens mengenai ruang lingkup kehamilan tidak diinginkan (KTD). Kemudian dilanjutkan dengan sesi pematerian sesuai dengan topik dan diakhir dengan sesi tanya jawab dan pengisian post-test yang digunakan untuk mengukur indikator capaian keberhasilan dari pendidikan kesehatan Pencegahan Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) akibat Kenakalan Remaja. Metoda pelaksanaan kegiatan pendidikan kesehatan Pencegahan Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) akibat Kenakalan Remaja ini diselenggarakan secara daring melalui platform virtual meeting Zoom Meeting. Edukasi melalui Zoom Meeting dapat menjadi pilihan yang efektif, terutama dalam konteks kehamilan tidak diinginkan pada remaja di mana akses terhadap informasi dan pertemuan tatap muka mungkin terbatas. Berikut adalah langkahlangkah yang dapat dilakukan untuk melakukan edukasi melalui Zoom Meeting: Mempersiapkan Teknis dan Logistik: Sebelum pelaksanaan kegiatan, terlebih dahulu memastikan bahwa semua fasilitas teknis seperti koneksi internet yang stabil, perangkat yang memadai, dan akun Zoom yang aktif telah tersedia dan siap digunakan. Selain itu, kami juga mempersiapkan materi presentasi, bahan-bahan edukatif, dan alat bantu visual yang diperlukan. Pengaturan Jadwal dan Undangan: Mengatur jadwal sesuai dengan ketersediaan peserta dan mengirim undangan melalui email atau media sosial kepada remaja yang ingin Jurnal Abdimas Peradaban: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 Tahun 2024 ARTIKEL berpartisipasi dalam kegiatan pengabdian. Undangan juga mencantumkan informasi tentang waktu, tema, dan tujuan kegiatan. Sesi Presentasi dan Diskusi: Pada saat pelaksanaan kegiatan, diawali dengan sesi presentasi yang memuat informasi dasar tentang kesehatan reproduksi, risiko kehamilan tidak diinginkan, metode kontrasepsi, dan strategi pencegahan. Presentasi dilengkapi dengan alat bantu visual seperti slide Power Point serta video pendek untuk memperjelas materi yang disampaikan. Setelah presentasi, kemudian dibuka sesi diskusi interaktif di mana peserta dapat bertanya, berbagi pengalaman, dan mengajukan pendapat mereka. Pembagian Tugas dan Aktivitas Kelompok: Kami membagi peserta menjadi kelompokkelompok kecil untuk mengerjakan tugas atau aktivitas yang mendukung pemahaman mereka tentang topik yang dibahas. Penggunaan fitur breakout room di Zoom memudahkan kami untuk membagi peserta menjadi kelompok-kelompok kecil yang dapat berdiskusi secara lebih intensif. Sosialisasi dan Penyebaran Materi Edukatif: Selain sesi diskusi dan presentasi, juga disediakan waktu untuk sosialisasi dan penyebaran materi edukatif melalui fitur chat di Zoom, sertra membagikan tautan-tautan yang mengarah ke sumber-sumber informasi yang relevan, seperti artikel, video, atau brosur, yang dapat diakses oleh peserta setelah kegiatan selesai. Evaluasi dan Umpan Balik: Setelah kegiatan selesai, dilanjutkan dengan sesi evaluasi singkat untuk mengumpulkan umpan balik dari peserta mengenai kegiatan tersebut. Hal ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kegiatan, mendapatkan saran perbaikan, dan menilai pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Pelaksanaan Pendidikan kesehatan ini dilaksanakan secara daring melalui aplikasi zoom meeting pada dengan jumlah peserta sebanyak 35 orang. Kegiatan ini dilakukan secara daring karena mengingat adanya aturan menjaga jarak, bekerja dan belajar dari rumah sehingga tidak memungkinkan untuk dilaksanakan secara luring. Kegiatan berlangsung dengan baik, tidak ada kendala berarti baik dari panitia, peserta, pembicara, maupun media yang digunakan. Hanya saja jumlah peserta pendaftar tercatat 81 peserta, namun peserta yang hadir hanya 36 peserta tetapi hanya 35 peserta yang mengisis form presensi, pre test, dan juga post test. Hal ini terjadi karena peserta kami mengalami berbagai hambatan, seperti jaringan tidak stabil, sedang bekerja, sakit, maupun ujian sehingga tidak dapat menghadiri secara penuh kegiatan ini. Karakteristik Responden Berdasarkan Data Demografi Berdasarkan data yang tercantums pada tabel 1 menunjukan bahwa audiens berada dalam rentang 14-46 tahun . %). Tabel 1. Distribusi Frekwensi Karakteristik Responden Berdasarkan Usia . Karakteristik Usia Frekuensi . Presentase (%) 16 Tahun 18 Tahun 19 Tahun 20 Tahun 21 Tahun 22 Tahun 25 Tahun Jurnal Abdimas Peradaban: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 Tahun 2024 ARTIKEL Tingkat Pengetahuan Di bawah ini merupakan data distribusi frekuensi peserta mengenai pencegahan KTD pada remaja yang diperoleh berdasarkan pengisian kuesioner, sehingga didapatkan perbedaan pengetahuan peserta mengenai pencegahan KTD sebelum diberikan intervensi dan setelah diberikan intervensi berupa pendidikan kesehatan yang tercantum pada tabel 2: Tabel 2. Perbedaan Rata-rata Pengetahuan Peserta Sebelum dan Setelah Pendidikan Kesehatan . Pengetahuan Mean Sebelum Pendidikan Kesehatan Setelah Pendidikan Kesehatan Evaluasi Kegiatan Berdasarkan data yang tercantum pada tabel 3 pelaksanaan kegiatan terhitung baik yang didasarkan pada penilaian ketepatan waktu, kesesuaian durasi, keefektifan metode, kesesuaian materi, kualitas pemateri, kemudahan memahami materi, dan kualitas alat bantu. Penilaian ini dikumpulkan melalui kuesioner online . oogle for. dengan memberikan nilai rentang 1-5. Tabel 3. Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Pendidikan Kesehatan Evaluasi Frekuensi . Persentase (%) Ketepatan Waktu Nilai 1 (Sangat Tidaksetuj. Nilai 2 (Tidak Setuj. Nilai 3 (Tidak Tah. Nilai 4 (Setuj. Nilai 5 (Sangat Setuj. Kesesuaian Durasi Nilai 1 (Sangat Tidaksetuj. Nilai 2 (Tidak Setuj. Nilai 3 (Tidak Tah. Nilai 4 (Setuj. Nilai 5 (Sangat Setuj. Keefektifan Metode Nilai 1 (Sangat Tidaksetuj. Nilai 2 (Tidak Setuj. Nilai 3 (Tidak Tah. Nilai 4 (Setuj. Nilai 5 (Sangat Setuj. Kesesuaian Materi Nilai 1 (Sangat Tidaksetuj. Nilai 2 (Tidak Setuj. Nilai 3 (Tidak Tah. Nilai 4 (Setuj. Nilai 5 (Sangat Setuj. Kualitas Pemateri Nilai 1 (Sangat Tidaksetuj. Nilai 2 (Tidak Setuj. Nilai 3 (Tidak Tah. Nilai 4 (Setuj. Nilai 5 (Sangat Setuj. Jurnal Abdimas Peradaban: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 Tahun 2024 ARTIKEL Materi Mudah Dipahami Nilai 1 (Sangat Tidak Setuj. Nilai 2 (Tidak Setuj. Nilai 3 (Tidak Tah. Nilai 4 (Setuj. Nilai 5 (Sangat Setuj. Kualitas Alat Bantu Dan Platform Nilai 1 (Sangat Tidaksetuj. Nilai 2 (Tidak Setuj. Nilai 3 (Tidak Tah. Nilai 4 (Setuj. Nilai 5 (Sangat Setuj. Edukasi Kesehatan tentang kehamilan tidak diinginkan penting untuk memberikan informasi yang akurat, objektif, dan mendukung kepada individu agar mereka dapat membuat keputusan yang tepat terkait dengan seksualitas dan reproduksi mereka. Edukasi dan peningkatan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan seksual (KRS) merupakan salah satu kunci utama untuk mencegah KTD. Edukasi kesehatan tentang kehamilan tidak diinginkan tidak hanya tentang memberikan informasi, tetapi juga tentang memberdayakan individu untuk membuat keputusan yang sadar dan bertanggung jawab tentang kesehatan seksual dan reproduksi mereka. Edukasi Kesehatan dilaksanakan dengan metoda webinar, melalui Zoom Meeting. Zoom meeting memiliki beberapa kelebihan yang dapat menjadi nilai tambah dalam proses pembelajaran, terutama dalam konteks pembelajaran jarak jauh. Aksesibilitas Zoom Meeting memungkinkan akses mudah dari mana saja, asalkan terhubung dengan internet dan hal ini memungkinkan peserta untuk mengikuti sesi edukasi tanpa perlu berada di lokasi fisik. Zoom Meeting memberikan fleksibilitas dalam mengatur jadwal pembelajaran yang cocok dengan kebutuhan individu. Zoom menyediakan fitur-fitur interaktif seperti obrolan langsung, polling, dan berbagi layar yang memungkinkan guru atau pembicara untuk berinteraksi secara langsung dengan peserta. Ini meningkatkan keterlibatan peserta dan memfasilitasi diskusi dan pertanyaan. Edukasi kesehatan akan berjalan optimal apabila dilaksanakan dengan metode yang mudah diterima oleh audiens, seperti penggunaan media power point yang digunakan dalam webinar kali ini yang dikemas dengan visual yang menarik dan juga poin-poin inti dari materi yang ditampilkan sehingga memudahkan audiens dalam menerima informasi yang disampaikan. Dalam power point yang kami buat terdapat penjelasan dan poin-poin tentang definisi dari KTD, prevalensi, penyebab, contoh kasus, dampak yang ditimbulkan dari KTD dan cara Edukasi kesehatan tentang reproduksi pada remaja erupakan salah satu solusi agar remaja lebih bijak dalam bertindak dan berhati-hati dalam menanggapi perilaku seksual berisiko sehingga mereka dapat terhindar dari berbagai penyakit menular seksual dan dapat menerapkan perilaku hidup yang sehat (Salfadila. Sutrisminah, & Susilowati, 2. Kegiatan webinar AuCegah Kehamilan Tidak DiinginkanAy merupakan kegiatan pendidikan kesehatan kepada para remaja dan usia dewasa awal atau mahasiswa terkait pentingnya mengetahui dan mencegah kehamilan yang tidak diinginkan terutama pada remaja. Kegiatan webinar ini dilakukan secara virtual menggunakan platform zoom meeting yang dihadiri 55 peserta, namun yang mengisi presensi hanya 35 peserta. Para peserta terlihat sangat antusias dan interaktif pada saat webinar berlangsung yang dilihat dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan ke pemateri saat sesi tanya jawab. Webinar ini memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan peserta yang ditunjukkan melalui nilai pre test dan post test. Berdasarkan hasil evaluasi terhadap pengetahuan yang telah diberikan melalui edukasi Kesehatan tentang reproduksi, didapatkan bahwa ada peningkatan pengetahuan tenang Jurnal Abdimas Peradaban: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 Tahun 2024 ARTIKEL kesehatan reproduksi dan pencegahan kehamilan tidak diinginkan sebelum dan sesudah dukasi. Hal ini menunjukan bahwa edukasi tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga memainkan peran penting dalam meningkatkan pengetahuan seseorang dalam berbagai aspek Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Vita Yuniastusi yang menyebutkan bahwa tingkat pengetahuan tentang kehamilan tidak diinginkan pada remaja terjadi peningkatan rata-rata tingkat pengetahuan setelah diberikan penyuluhan (Yuniastuti, 2. Peningkatan pengetahuan ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh reproduksi yang ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan dengan metode penyuluhan cukup efektif digunakan untuk menyampaikan informasi kesehatan (Notoatmodjo, 2. Pelaksanaan webinar AuCegah Kehamilan Yang Tidak DiinginkanAy secara keseluruhan sudah dimulai dalam waktu yang sesuai dengan rundown. Pada proses pematerian, berlangsung secara kondusif dan para peserta menyimak materi dengan baik. Hal tersebut dibuktikan pada saat sesi tanya jawab, para peserta sangat aktif bertanya terkait materi yang sudah disampaikan. Pertanyaan yang diajukan sangat banyak dan relevan dengan materi yang kami sampaikan. Kemudian pada sesi ice breaking terlihat para peserta sangat antusias berpartisipasi mengikuti game yang dipimpin oleh MC sehingga keberlangsungan acara terasa semakin semangat. Secara umum tidak ada kendala yang berarti pada pelaksanaan webinar kali ini dan secara keseluruhan acara berjalan dengan lancar. Secara umum tidak ada kendala yang berarti pada pelaksanaan webinar kali ini dan secara keseluruhan acara berjalan dengan lancer. KESIMPULAN Pendekatan edukasi yang komprehensif dapat memberikan dampak positif dalam mencegah kehamilan tidak diinginkan pada remaja. Melalui penyediaan informasi yang akurat, dukungan emosional, dan promosi tanggung jawab dalam hubungan seksual, kita dapat membantu remaja untuk membuat keputusan yang lebih cerdas dan bertanggung jawab terkait kesehatan reproduksinya. Diharapkan upaya-upaya ini dapat terus dilanjutkan dan diperluas untuk menciptakan generasi muda yang lebih sehat dan lebih berpengetahuan tentang kesehatan reproduksi. Remaja harus dapat mempertimbangkan dalam memilih pertemanan yang baik agar dapat menjaga diri dalam bergaul, lebih terbuka atau bercerita mengenai permasalahan atau kehidupan sehari- harinya kepada orang terdekat yang dipercayainya, dan mengenal dampak dari pergaulan bebas sehingga dapat menghindari kehamilan tidak diinginkan yang nantinya akan merusak diri maupun masa depan. DAFTAR PUSTAKA