KURVATEK Vol. No. November 2024, pp. e-ISSN: 2477-7870 p-ISSN: 2528-2670 ANALISIS INDEKS KERENTANAN SEISMIK BERDASARKAN NILAI vs30 PADA ZONA TERDAMPAK GEMPA BUMI (Studi Kasus: Gempa Cianjur 21 November 2. ANALYSIS OF SEISMIC VULNERABILITY INDEX BASED ON VS30 VALUES IN EARTHQUAKE-AFFECTED ZONES (Case Study: Cianjur Earthquake. November 21, 2. Dea Mutiara Jannah1,*. Salma Khoirunnisa1. Hana Rosyida1. Fathunajah Elsha Christalianingsih1. Icha Khaerunnisa1. Indar Mery Sulya Aryani1. Nugroho Budi Wibowo1. Program Studi Fisika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Jl. Laksda Adisucipto Sleman. Gedung Student Center Lt. i No. BMKG Stasiun Geofisika Sleman. DIY *Email corresponding: 21106020036@student. uin-suka. Cara Sitasi: D. Jannah. Khoirunnisa. Rosyida. Christalianingsih. Khaerunnisa. Aryani, and N. Wibowo, "Analisis Indeks Kerentanan Seismik Berdasarkan Nilai Vs30 Pada Zona Terdampak Gempa Bumi (Studi Kasus: Gempa Cianjur 21 November 2. ," Kurvatek, vol. 9, no. 2, pp. xx-xx, 2024. doi: 10. 33579/krvtk. 4972 [Onlin. AbstrakAi Gempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia. Gempa bumi Cianjur 21 November 2022 berdampak pada kerusakan bangunan yang memiliki kesesuaian pola dengan jalur sesar lokal yang baru teridentifikasi. Dampak kerusakan yang terjadi akibat perambatan gelombang seismik dipermukaan dapat dianalisis berdasarkan nilai indeks kerentanan seismik (K. Kg dapat diperoleh menggunakan pendekatan empiris dengan parameter utama nilai vs30. Data vs30 pada penelitian ini menggunakan data vs30 yang bersumber dari Atlas vs30 Badan Geologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui parameter seismik berupa nilai faktor amplifikasi (A. , frekuensi dominan . , dan indeks kerentanan seismic (K. pada zona kerusakan yang terjadi akibat gempa bumi Cianjur. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode studi literatur, dimana data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh dari laman Badan Geologi. Hasil penelitian menunjukkan nilai A0 pada Kabupaten Cianjur bervariasi antara 100-750, f0 bervariasi antara 0. 4 Hz, dan Kg bervariasi antara 0. Pada zona terdampak gempa Cianjur nilai A0 bervariasi antara 0. 8, nilai f0 antara 1. 6 Hz, serta nilai Kg antara 0. Zona terdampak gempa Cianjur memiliki nilai Kg yang relatif rendah dibandingkan dengan nilai Kg se-Kabupaten Cianjur. Kondisi ini menunjukkan bahwa kawasan dengan nilai Kg yang lebih tinggi dapat berpotensi menyebabkan terjadinya kerusakan yang lebih parah, terutama pada wilayah endapan, alur sungai, dan pesisir di Kabupaten Cianjur. Kata kunci: Gempa bumi. Indeks kerentanan seismik. Kecepatan gelombang geser AbstractAi Earthquakes are one of the natural disasters that often occur in Indonesia. The Cianjur earthquake on November 21 2022 resulted in damage to buildings that matched the pattern of the newly identified local fault line. The impact of damage that occurs due to the propagation of seismic waves on the surface can be analyzed based on the seismic vulnerability index value (K. Kg can be obtained using an empirical approach with the main parameter value vs30. The vs30 data in this study uses vs30 data sourced from the Geological Agency's vs30 Atlas. This research aims to determine seismic parameters in the form of amplification factor (A. , dominant frequency . , and seismic vulnerability index (K. in the damage zone that occurred as a result of the Cianjur earthquake. This research was carried out using the literature study method, where the data used was secondary data obtained from the Geological Agency's website. The research results show that the A0 value in Cianjur Regency varies between 100-750, f0 varies between 0. 4 Hz, and Kg varies between In the zone affected by the Cianjur earthquake, the A0 value varied between 0. 8, the f0 value 6 Hz, and the Kg value between 0. The zone affected by the Cianjur earthquake has a relatively low Kg value compared to the Kg value throughout Cianjur Regency. This condition shows that areas with higher Kg values have the potential to cause more severe damage, especially in sediment areas, river channels and coastal areas in Cianjur Regency. Received June 13, 2024. Revised November 6, 2024. Accepted November 15, 2024 DOI :https://doi. org/10. 33579/krvtk. Keywords: Earthquake. Seismic vulnerability index. Shear wave velocity PENDAHULUAN Indonesia merupakan salah satu negara yang terletak di antara 3 lempeng yaitu Lempeng Eurasia. Australia, dan Pasifik sehingga memberikan pengaruh terhadap tatanan tektonik di Indonesia . Dampak tersebut menjadikan indonesia memiliki frekuensi aktivitas gempa bumi yang tinggi . Gempa bumi sendiri merupakan salah satu peristiwa geologi yang terjadi di kerak bumi, menghasilkan gelombang seismik yang dapat menyebabkan guncangan dan retakan pada tanah . Bencana alam yang dipicu oleh adanya aktivitas seismik . empa bum. mampu mengakibatkan perubahan lingkungan yang luar biasa dalam waktu singkat. Bencana ini dapat menghancurkan topografi lahan, produksi pertanian, tempat tinggal, infrastruktur, serta kawasan industri. Dampak lain yang dapat timbul akibat bencana alam tersebut adalah adanya korban jiwa meninggal dunia. Diantara beberapa kategori bencana besar, bencana gempa bumi merupakan salah satu bencana yang paling mengancam kehidupan manusia. Berdasarkan Laporan Kerugian Ekonomi. Kemiskinan, dan Bencana dari tahun 1998-2007 peristiwa gempa bumi ini merupakan bencana alam dengan rasio kematian berdasarkan kejadian tertinggi di dunia . Peristiwa gempa bumi ini menimbulkan banyak kerugian terutama di wilayah pemukiman yang memiliki kepadatan penduduk cukup tinggi, salah satunya yaitu Kabupaten Cianjur . Cianjur merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang sering terdampak bencana Gempa Bumi. Faktor-faktor yang mendukung terjadinya gempa bumi dintaranya karakteristik seismik, zona patahan, dan faktor geologi . Berdasarkan katalog gempa signifikan dan merusak pada tahun 1821-2017 (Tabel . , wilayah Cianjur mengalami gempa bumi dengan skala Intensitas i-IX MMI. Jika dilihat pada peta sebaran dampak kerusakan gempa bumi yang pernah terjadi di Jawa Barat (Gambar . Kabupaten Cianjur merupakan salah satu kabupaten dengan tingkat kerusakan tertinggi. Tabel 1. Data GempaBumi Signifikan dan Merusak . Tanggal Kejadian Wilayah Terdampak Kekuatan Gempa (MMI) 10 Oktober 1834 Sekitar Bogor & Cianjur Vi - IX 15 Februari 1844 Cianjur VII - Vi 18 Desember 1910 Sekitar Rajamandala-Cianjur VII 17 Juli 2006 Cianjur i 2 September 2009 Cinanjur & Sukabumi VII 10 Januari 2010 Cianjur i Gambar 1. Peta Sebaran Dampak Kerusakan Gempa Bumi Cianjur . Wilayah Cianjur terdampak bencana gempa bumi signifikan dan merusak dengan kekuatan 5. 6 Mw pada tanggal 21 November 2022. Hingga 28 November 2022, terjadi 297 kali gempa bumi susulan dengan 2 Mw . Gempa tersebut mengakibatkan 334 orang meninggal dan 593 luka berat. Selain KURVATEK Vol. No. November 2024: 107 Ae 116 KURVATEK e-ISSN: 2477-7870 p-ISSN: 2528-2670 itu, beberapa fasilitas umum dan pemukiman seperti yang ditunjukkan pada gambar 3 mengalami kerusakan yang cukup parah . Kondisi tersebut menjadi latar belakang perlu dilakukannya upaya untuk mengurangi resiko dari bencana gempa bumi yang ditimbulkan. Salah satu langkah tersebut dapat dilakukan dengan pembuatan peta kerentanan bahaya . Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis indeks kerentanan seismik berdasarkan nilai vs30 pada zona terdampak Gempa Bumi Cianjur tahun 2021. II. METODE PENELITIAN Lokasi penelitian ini terletak di daerah Cianjur Provinsi Jawa Barat. Secara geografis, daerah penelitian terletak pada koordinat -6. 491908A sampai -7. 600175A LS dan 106. 695270A sampai 107. BT dengan luas 100. 65 x 122. 67 km2. Kondisi geologi Kabupaten Cianjur tersusun dari banyak formasi serta dilewati oleh jalur sesar seperti yang ditunjukkan Gambar 2. Gambar 2. Peta Geologi Wilayah Cianjur Penelitian didukung dengan penggunaan data sekunder berupa data Kecepatan gelombang geser vs30 yang diperoleh dari website Badan Geologi . Data vs30 yang diperoleh kemudian diolah menggunakan software excel sehingga diperoleh nilai frekuensi dominan . , faktor amplifikasi (A. , dan indeks kerentanan seismik (K. Proses penelitian digambarkan pada diagram alir dibawah ini: Gambar 3. Diagram Alir Penelitian Kecepatan Gelombang Geser . Kecepatan gelombang geser . merupakan nilai kecepatan gelombang geser atau shear wave pada kedalaman 30 meter yang dapat dimanfaatkan untuk menggambarkan litologi bawah permukaan bumi . vs30 juga digunakan dalam menganalisis bahaya gempa bumi, hal ini dikarenakan vs30 dapat membantu dalam memperkirakan besarnya amplitudo gelombang seismik yang mencapai permukaan tanah . Analisis Indeks Kerentanan Seismik Berdasarkan Nilai Vs30 Pada Zona Terdampak Gempa Bumi (Dea Mutiara Jannah. Salma Khoirunnisa. Hana Rosyida. Fathunajah Elsha Christalianingsih. Icha Khaerunnisa. Indar Mery Sulya Aryani. Nugroho Budi Wibow. DOI :https://doi. org/10. 33579/krvtk. Faktor Amplifikasi (A. Faktor amplifikasi (A. adalah penguatan suatu gelombang ketika melewati suatu media yang berbeda . Faktor amplifikasi tersebut dipengaruhi oleh kontras impedansi antara lapisan lunak . dengan batuan dasar . Faktor amplifikasi gerakan tanah akibat kondisi geologi lokal . ondisi topografi dan resonansi gerakan tana. berperan penting dalam memperluas kerusakan akibat Faktor amplifikasi tanah dipengaruhi oleh nilai vs30, semakin kecil nilai vs30 maka nilai faktor amplifikasi akan semakin tinggi . Fujimoto dan Midorikawa dalam Wibowo dan Huda . menyajikan persamaan yang dapat digunakan untuk menentukan nilai faktor amplifikasi tanah, yaitu: = 2,367 Oe 0,852 log. cOyc. Frekuensi Dominan . Frekuensi dominan adalah nilai frekuensi yang sering muncul sehingga diakui sebagai nilai frekuensi dari lapisan di wilayah tersebut . Kondisi tanah atau geologi setempat mempengaruhi karakteristik perambatan gelombang seismik. Tanah lunak atau sedimen cenderung memperkuat gerakan tanah berfrekuensi rendah, sedangkan batuan keras cenderung tidak memperkuat gerakan tanah berfrekuensi tinggi. Jika terjadi gempa bumi atau gangguan berupa getaran yang frekuensinya sama dengan frekuensi dominan, maka akan terjadi resonansi yang mengakibatkan faktor amplifikasi gelombang seismik di daerah tersebut . Nilai frekuensi dominan suatu wilayah didukung oleh beberapa faktor yaitu ketebalan lapisan pelapukan dan kecepatan rata-rata bawah permukaan . , yang dapat dituliskan sebagai ycyc yceycu = 4ya Dengan fo adalah frekuensi dominan tanah, vs adalah kecepatan gelombang geser pada kedalaman 30 m, dan H adalah ketebalan atau kedalaman sedimen . Indeks Kerentanan Seismik (K. Indeks kerentanan seismik merupakan suatu nilai yang menunjukkan tingkat kerentanan terhadap gempa bumi berdasarkan kondisi batuan pada daerah tertentu . Salah satu faktor yang mempengaruhi indeks kerentanan seismik adalah rendahnya kepadatan sedimen. Nilai indeks kerentanan seismik diperoleh dari perbandingan nilai faktor amplifikasi dengan frekuensi dominan yang dirumuskan sebagai berikut: ya20 yayci = yce0 Berikut nerupakan klasifikasi kelas situs berdasarkan nilai dari kecepatan gelobang geser pada kedalaman 30meter dibawah permukaan tanah menurut Badan Standarisasi Nasional: Tabel 1. Klasifikasi Kelas Situs Kecepatan Gelombang Geser Kedalaman 30 Meter . (Sumber: Badan Standardisasi Nasional, 2. i Kelas Situs I yaoyayaoya ycA IycaEa ea/yeIyeIyeiyeOyeU) SIyc . eUycyeC) ycA SA . atuan Kera. >1500 N/A N/A SB . 750 sampai 1500 N/A N/A SC . anah keras, sangat 350 sampai 750 >50 Ou100 padat dan batuan SD . anah sedan. 175 sampai 350 15 sampai 50 50 sampai 100 SE . anah luna. <175 <15 <50 Atau setiap profil tanah yang mengandung lebih dari 3 m tanah dengan karakteristik sebagai berikut: Indeks plastisitas. PI > 20 Kadar air, w Ou 40% Kuat geser niralir ycIycI < 25 kPa SF . anah khusus yag investigasi geoteknik spesifik dan analisissitus yang mengikuti . Setiap profil lapisan tanah yang memiliki salah satu atau lebih dari karakteristik berikut: - Rawan dan berpotensi gagal atau runtuh akibat beban gempa seperti mudah likuifaksi, empung sangat sensitif, tanah tersementasi lemah - Lempung sangat organik dan/atau gambut . etebalan H > 3. KURVATEK Vol. No. November 2024: 107 Ae 116 KURVATEK e-ISSN: 2477-7870 p-ISSN: 2528-2670 HASIL DAN DISKUSI Studi kerentanan seismik merupakan studi yang penting dilakukan untuk mengetahui respon tanah jika terjadi guncangan. Studi didasari pada parameter nilai Indeks kerentanan seismik (K. , dimana nilai tersebut dapat dihasilkan dari persamaan empiris yang dapat diakses pada laman Badan Geologi dalam bentuk nilai kecepatan gelombang geser pada kedalaman 30 meter . Data ini didapatkan tanpa perlu melakukan kegiatan akuisisi data langsung pada wilayah penelitian. Dalam hal ini wilayah penelitian yang dilakukan berada pada Kabupaten Cianjur. Provinsi Jawa Barat. Proses pengolahan data vs30 berdasarkan persamaan empiris yang ada menghasilkan nilai faktor amplifikasi (A. , frekuensi dominan . , serta nilai indeks kerentanan seismik (K. Kecepatan Gelombang Geser di Kedalaman 30 meter . Kecepatan gelombang geser . merupakan salah satu parameter yang dapat digunakan untuk mengetahui karakteristik lapisan tanah dibawah permukaan. Dalam studi efek tapak lokal, parameter ini merupakan parameter penting untuk menentukan nilai vs30. Dimana nilai vs30 atau nilai kecepatan gelombang geser pada kedalaman 30 meter dibawah permukaan ini merupakan indikator untuk mengetahui respon tanah akibat adanya guncangan atau juga dapat dimanfaatkan sebagai studi perencanaan bangunan tahan gempa. Berdasarkan data dari Badan Geologi Indonesia, didapatkan distribusi nilai kecepatan gelombang geser pada kedalaman 30 meter . di wilayah Kabupaten Cianjur memiliki rentang nilai antara 100 m/s sampai dengan 750 m/s. Dari data tersebut serta mengacu pada klasifikasi kelas situs menurut Badan Standarisasi Nasional . , dapat diketahui bahwa wilayah Kabupaten Cianjur didominasi oleh rentang nilai vs30 antara 350 m/s hingga 750 m/s yang masuk dalam kategori tanah keras sampai batuan . Wilayah dengan rentang nilai tersebut berada pada kawasan dataran tinggi. Selain itu, terdapat daerah yang memiliki nilai vs30 yang relatif rendah, nilai tersebut berkisar antara 100 m/s hingga 300 m/s yang terdapat di kawasan pesisir selatan dan kawasan Waduk Cirata. Nilai tersebut masuk kedalam klasifikasi tanah lunak hingga tanah sedang, dan berkorelasi dengan wilayah yang berada pada kawasan dataran rendah. Distribusi data vs30 berdasarkan survei Badan Geologi dapat dilihat pada Gambar 4 berikut ini: Gambar 4. Peta Persebaran Nilai vs30 Data Badan Geologi Kab. Cianjur Faktor Amplifikasi (A. Faktor amplifikasi menunjukkan perbesaran gelombang seismik karena perbedaan antar lapisan Nilai faktor amplifikasi akan meningkat apabila medium yang telah dilewati lebih lunak dibandingkan dengan medium awal. Peningkatan nilai faktor amplifikasi memiliki keterkaitan terhadap aktivitas batuan dimana nilai faktor amplifikasi akan meningkat apabila melewati batuan yang mengalami pelapukan, pergeseran, maupun pelipatan. Nilai faktor amplifikasi yang ditunjukkan pada peta kontur hasil data Badan Geologi yang tersaji pada Gambar 5. memiliki rentang nilai antara 0. 8 hingga 4. Wilayah terdampak gempa yang cukup signifikan memiliki variasi nilai faktor amplifikasi sekitar 0. 8 hingga 1. Data faktor amplifikasi Analisis Indeks Kerentanan Seismik Berdasarkan Nilai Vs30 Pada Zona Terdampak Gempa Bumi (Dea Mutiara Jannah. Salma Khoirunnisa. Hana Rosyida. Fathunajah Elsha Christalianingsih. Icha Khaerunnisa. Indar Mery Sulya Aryani. Nugroho Budi Wibow. DOI :https://doi. org/10. 33579/krvtk. tertinggi didominasi pada wilayah selatan Kabupaten Cianjur. Wilayah ini merupakan wilayah dekat dengan pesisir selatan. Akan tetapi, nilai tersebut tidak didapati pada wilayah endapan bagian utara Kabupaten Cianjur meskipun wilayah tersebut dekat dengan aliran sungai dan Waduk Cirata. Gambar 5. Peta Persebaran Nilai Faktor Amplifikasi (A. Data Badan Geologi Kab. Cianjur Frekuensi Dominan . Nilai frekuensi dominan saling berkaitan dengan besar kecilnya nilai kecepatan gelombang geser pada kedalaman 30 meter . dan juga nilai ke dalam sedimen . , sehingga nilai frekuensi dominan juga dipengaruhi oleh keras lunaknya lapisan bawah permukaan. Berdasarkan data dari Badan Geologi Indonesia, didapatkan sebaran data nilai frekuensi dominan yang berkisar pada rentang 0. 8 Hz hingga 4 Hz. Peta sebaran nilai frekuensi dominan tersebut dapat diamati pada Gambar 6. Nilai frekuensi yang tinggi cenderung berada pada wilayah dataran tinggi serta berada pada kawasan yang dilewati jalur sesar, dengan nilai frekuensi dominan sekitar 3. 2 Hz hingga 6. 4 Hz. Sementara daerah dataran rendah dan daerah pesisir selatan memiliki nilai frekuensi dominan sekitar 0. 8 Hz hingga 2. 8 Hz. Kawasan di Kabupaten Cianjur yang terdampak gempa tahun 2022 memiliki nilai frekuensi dominan 6 Hz hingga 3. 6 Hz. Gambar 6. Peta Persebaran Nilai Frekuensi Dominan . Data Badan Geologi Kab. Cianjur Indeks Kerentanan Seismik (K. Indeks kerentanan seismik (K. menunjukkan tingkat kerentanan lapisan tanah terhadap guncangan gempa bumi. Semakin besar Kg pada suatu wilayah, maka wilayah tersebut akan semakin rentan terhadap adanya gelombang gempa. Nilai indeks kerentanan seismik diperoleh dari perbandingan antara kuadrat faktor amplifikasi (A. dengan nilai frekuensi dominan . KURVATEK Vol. No. November 2024: 107 Ae 116 KURVATEK e-ISSN: 2477-7870 p-ISSN: 2528-2670 Gambar 7. Peta Persebaran Nilai Indeks Kerentanan Seismik Data Badan Geologi Kab. Cianjur Dari peta persebaran nilai Kg pada Gambar 7, diperoleh nilai Kg data Badan Geologi di daerah penelitian dengan nilai antara 0. 11 hingga 22. Dimana nilai Kg tertinggi terletak di pesisir selatan dan juga dekat dengan Waduk Cirata yang memiliki distribusi nilai berkisar 12 hingga 22. Akan tetapi wilayah yang secara signifikan terdampak gempa Cianjur memiliki nilai Kg sekitar 0. 1 hingga 2. Mengacu pada Gambar 5. daerah yang paling rentan merupakan daerah yang berada di sekitar Waduk Cirata, dimana wilayah tersebut merupakan wilayah endapan. Pada peta persebaran nilai faktor amplifikasi (A. data Badan Geologi (Gambar . dan peta nilai indeks kerentanan seismik (K. data Badan Geologi (Gambar . , terlihat bahwa kedua faktor tersebut saling berbanding lurus serta memiliki pola sebaran nilai yang hampir sama. Wilayah Kabupaten Cianjur didominasi dengan nilai Kg yang relatif rendah yakni berkisar pada 0. 11 hingga 7. Studi Kasus Gempa Cianjur . November 2. Gempa bumi Cianjur pada tanggal 21 November 2022. Menurut ShakeMap BMKG, gempa bumi dengan Mw 5. 6 ini memiliki tingkat guncangan antara II hingga V MMI yang menyebar di sekitar pusat gempa . Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan oleh Mulyana, dkk pada tahun 2023, wilayah yang memiliki kerusakan paling besar berada pada Kecamatan Warungkondang. Gekbrong, dan Cianjur, serta Kecamatan Cugenang . Selain itu, beberapa wilayah di Kecamatan Cugenang terjadi fenomena gerakan tanah pasca gempa. Kerusakan akibat gempa juga dapat dilihat pada dokumentasi udara yang berada di Kampung Selakawung Tengah yang mengalami banyak kerusakan Studi mengenai respon permukaan tanah terhadap kejadian gempa bumi dapat diketahui melalui nilai indeks kerentanan seismik (K. yang sering disebut juga sebagai indeks kerentanan gempa. Berikut merupakan gambar 3D peta Kg serta dokumentasi kerusakan akibat gempa di Kabupaten Cianjur dapat memberikan informasi lebih lanjut mengenai studi tersebut. Analisis Indeks Kerentanan Seismik Berdasarkan Nilai Vs30 Pada Zona Terdampak Gempa Bumi (Dea Mutiara Jannah. Salma Khoirunnisa. Hana Rosyida. Fathunajah Elsha Christalianingsih. Icha Khaerunnisa. Indar Mery Sulya Aryani. Nugroho Budi Wibow. DOI :https://doi. org/10. 33579/krvtk. Gambar 8. Peta Kg 3 Dimensi dan Dokumentasi Kerusakan Akibat Gempa Cianjur . Nilai Kg yang diolah berdasarkan nilai vs30 pada Gambar 7, wilayah-wilayah dengan historis kejadian gempa bumi berada pada rentang nilai Kg antara 0. 1 hingga 3. 0 yang ditandai dengan warna biru dan hijau. Pengolahan data juga dapat diketahui bahwa nilai indeks kerentanan gempa sangat dipengaruhi oleh faktor amplifikasi dan frekuensi dominan. Hal ini dikarenakan pada kawasan dengan nilai faktor amplifikasi yang tinggi dan nilai frekuensi dominan yang relatif rendah, maka indeks kerentanan gempa akan semakin besar. Sebaliknya, apabila faktor amplifikasi bernilai rendah dan nilai frekuensi dominan yang dihasilkan tinggi, maka indeks kerentanan gempa akan semakin kecil. Hasil yang dapat diamati pada Gambar 8, distribusi kerusakan akibat gempa bumi berada pada Formasi Endapan Breksi dan Lahar Gunung Gede (Qy. Menurut Peta Geologi Lembar Cianjur, formasi tersebut diduga tersusun atas Batupasir Tufan. Serpih Tufan. Breksi Tufan, dan Aglomerat Tufan dan sebagian besar berada pada wilayah endapan . Apabila ditinjau dari kejadian gempa bumi Kabupaten Cianjur pada tahun 2022, beberapa wilayah dengan indeks kerentanan seismik yang relatif rendah memberikan respon kerusakan yang cukup signifikan. Jika terjadi gempa dengan kekuatan yang sama (Mw 5. di wilayah Kabupaten Cianjur dengan nilai indeks kerentanan seismik yang lebih tinggi (Kg > . seperti yang ditunjukkan pada Gambar 7, diduga akan memiliki potensi kerusakan yang sama atau bahkan lebih parah. IV. KESIMPULAN Hasil dari nilai kecepatan gelombang geser pada kedalaman 30 meter . yang diperoleh dari Badan Geologi, wilayah Kabupaten Cianjur memiliki data faktor amplifikasi (A. dengan rentang nilai antara 0. 4, frekuensi dominan . dengan rentang nilai antara 0. 4 Hz, dan indeks kerentanan seismik (K. dengan rentang antara 1. Kawasan yang terdampak gempa Cianjur memiliki nilai faktor amplifikasi (A. 8, frekuensi dominan . dengan nilai antara 1. 6 Hz, serta nilai indeks kerentanan seismik (K. Besar kecilnya indeks kerentanan seismik dipengaruhi oleh besar kecilnya nilai faktor amplifikasi dan frekuensi dominan. Nilai Kg yang tinggi berada di kawasan pesisir selatan dan juga di kawasan Waduk Cirata yang merupakan daerah endapan. Kerusakan yang signifikan akibat Gempa Cianjur tahun 2022 ini berada pada rentang nilai Kg yang relatif rendah dibandingkan dengan wilayah di Kabupaten Cianjur yang lain. Apabila terjadi gempa yang sama pada kawasan yang memiliki nilai Kg tinggi, maka wilayah tersebut akan berpotensi mengalami kerusakan yang sama atau lebih signifikan. Hal ini dapat didukung dengan kondisi geologi seperti berada pada wilayah endapan, alur sungai, dan daerah UCAPAN TERIMA KASIH Tim penulis menyampaikan terima kasih kepada Badan Geologi atas ketersediaan data kecepatan gelombang geser pada kedalaman 30 meter . yang kami gunakan dalam penelitian ini. KURVATEK Vol. No. November 2024: 107 Ae 116 KURVATEK e-ISSN: 2477-7870 p-ISSN: 2528-2670 DAFTAR PUSTAKA