Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin KETERAMPILAN DAN KENDALA GURU AL-QUR'AN DALAM IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN DIGITAL DI MINU WARU II SIDOARJO Nadlir. Aisyah Beauty Sabilla I. Nurul Vita Sari Email: aisyahnurjannah225@gmail. com, nurulvita37@gmail. (Universitas Sunan Ampel Surabay. Abstrak : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keterampilan/kemampuan dan kendala guru Al-Quran Hadis guru dalam menggunakan media pembelajaran berbasis digital serta mendeskripsikan tantangan dan peluang guru Al-Quran Hadis dalam mengatasi kendala dalam penggunaan media pembelajaran berbasis digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, yang dilakukan secara bertahap selama penelitian. Keabsahan data diperiksa dengan uji kredibilitas melalui peningkatan ketekunan dalam pengumpulan data, triangulasi, analisis kasus temuan, dan objektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan guru Al-Quran Hadis di MINU WARU II dalam menggunakan media pembelajaran digital masih belum optimal. Terdapat banyak guru kesulitan dalam teknologi dan keterbatasan peralatan menghambat Perbedaan jumlah guru dan peralatan, serta ketidakmampuan beberapa guru yang mengakibatkan bergantung pada media non-digital. Kendala utama adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan teknologi serta manajemen waktu. Upaya mengatasi kendala meliputi belajar mandiri, pelatihan IT, meningkatkan motivasi, dan manajemen waktu Kata Kunci: Al-Quran Hadist. Pembelajaran Digital Pendahuluan Media pembelajaran dipercaya dapat membantu pendidik dalam proses belajar mengajar agar kegiatan pembelajaran menjadi lebih sempurna. Penerapan media pembelajaran pada proses pembelajaran diharuskan untuk mengarahkan siswa untuk lebih fokus dan meningkatkan hasil belajar siswa. Media pembelajaran sendiri merupakan alat bagi pendidik untuk menyampaikan materi pembelajaran sehingga siswa dapat menerima pembelajaran dengan benar dan efektif. Dengan demikian, media adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada dirinya. Penggunaan media secara kreatif dapat memungkinkan siswa untuk belajar lebih banyak, mencamkan apa yang dipelajarinya lebih baik, dan meningkatkan performa mereka sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. 1 Intan Raudhatun Nisa. Nani Endri Santi, and Dedek Nursiti. AuPengembangan Media Pembelajaran Al-Quran Berbasis Game Untuk Siswa Madrasah IbtidaiyahAy 9 . : 109Ae25, https://doi. org/10. 32505/azkiya. 2 Siti Nur Azizah. AuMedia Pembelajaran Dalam Perspektif Al-QurAoan Dan Al-Hadits,Ay Jurnal Literasiologi 6, no. https://doi. org/10. 47783/literasiologi. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Media pembelajaran mmerupakan komponen penting yang harus dimiliki oleh setiap guru dalam proses pembelajaran. Penggunaan media pada proses pembelajaran sudah menjadi sebuah kewajiban bagi setiap guru. Pentingnya penggunaan media dalam proses pembelaajaran juga susdah banyak dikaji oleh para ahli. Meurut Suherman media dapat meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa, karena media pembelajaran dianggap mampu menyajikan konten pembelajaran yang menarik dan menggugah semangat siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Media pendidikan sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran, berupa media yang dapat dilihat, didengar dan dirasakan, maksudnya media yang dapat membangkitkan perasaan dan Hal ini karena pembentukan kepribadian manusia tergantung atau bersumber dari apa yang dilihat, didengar dan dirasakan, sebagaimana firman Allah dalam Q. S As-Sajdah ayat 9 yang aOeEa eA aiAa a aaCa aEO eUEa acIaa eEa eOIA ca AaOIa eONaaIa eIA a a acIA a a a AaOeEa eA a AA a AaO a aEaaEaEIaE eacI aA a Aa eOa nNA a A cOONA Artinya: Kemudian. Dia menyempurnakannya dan meniupkan roh . -Nya ke dalam . -nya. Dia menjadikan pendengaran, penglihatan, dan hati nurani untukmu. Sedikit sekali kamu bersyukur. (Terjemah Kemenag 2. Adapun urgensi penggunaan media pembelajaran berbasis digital sangat penting dalam konidisi perkembangan teknologi pada zaman ini yang semakin cepat dan terus berlanjut. Sehingga siswa memerlukan keterampilan digital seperti penggunaan media pembelajaran digital karena mampu memberikan pengaruh dalam pembelajaran karena dirancang untuk menyajikan materi secara menarik. Media pembelajaran berbasis digital sendiri mampu menuangkan pembelajaran dengan cara kontekstual, audio, maupun visual yang interaktif seperti penggunaan powerpoint. Visual Auditory Kineshtetic (VAK) atau video interaktif dan lain-lain. Guru sendiri merupakan pelaksana dan developer program pendidikan. Pada aktivitas pendidikan Al-Quran Hadist, pendidik merupakan aspek yang berpengaruh sebab laksana pelaksanaan metode edukasi yang secara langsung maupun tidak langsung sangat berpengaruh pada hasil yang dijangkau oleh siswa. Guru juga berperan penting dalam keberhasilan sisiwa dalam 3 Anggi Suherman. Rahmani and Alpiani. AuPengembangan Media Pembelajaran Berbasis Video Animasi Untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Pada Materi Panas,Ay Jurnal Pendidikan Dasar Setia Budhi 6, no. : 2022, https://stkipsetiabudhi. e-journal. id/jpd. 4 Sri Wulan Anggraeni et al. AuPengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif Berbasis Video Untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Sekolah Dasar,Ay Jurnal Basicedu 5, no. : 5313Ae27, https://doi. org/10. 31004/basicedu. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin proses pembelajaran. Keberhasilan guru dalam menyampaikan materi sangat bergantung bagaimana guru dapat berkomukasi dan berinterkasi kepada sisiwa. Ketidaklancaran guru dalam komuikasi kepada siswa dapat mengakibatkan pesan atau materi yang guru berikan tidak akan sampai kepada siswa dengan baik. Karena keberhasilan pembelajaran juga dilihat dari metode dan media yang digunakan oleh guru. Mata pelajaran Al-Quran Hadis merupakan bagian dari mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang dimaksudkan untuk memberikan motivasi, bimbingan, pemahaman, kemampuan dan penghayatan terhadap isi yang terkandung dalam Al-Quran dan Hadis sehingga dapat diwujudkan dalam perilaku sehari-hari sehingga perwujudan iman dan takwa kepada Allah. Al-Quran Hadis merupakan salah satu mata pelajaran wajib di Madrasah Nahdlatul Ulama Waru II Sidoarjo. Tugas pendidik tidak hanya memberikan sejumlah informasi ke dalam benak siswa, tetapi mengusahakan bagaimana agar teori dari materi yang diterima siswa mampu diterapkan dalam kehidupan seharihari. Madrasah Nahdlatul Ulama Waru II merupakan salah satu madrasah yang terdapat di Sidoarjo desa Waru kecamatan Waru Kota Sidoarjo, sama dengan sekolah Madrasah lainnya, mata pelajaran Al-Quran Hadis merupakan salah satu mata pelajaran wajib di sekolah ini. Dalam proses pembelajaran guru PAI di MINU WARU II telah menggunakan beragam media, seperti foto, gambar. LCD, penggunaan powerpoint, video interaktif dan lain-lain. Dalam penggunaan media pembelajaran sangat penting bagi pengajar untuk mengembangakan alat bantu mengajar yang Namun kenyataan yang terjadi di dalam dunia pendidikan, khususnya pada sekolah MINU WARU II ini, terdapat beberapa kendala yang sering terjadi seperti pendekatan pengajaran yang digunakan guru masih terbatas, sumber belajar siswa dengan menggunakan buku, dan metode pembelajaran yang monoton. Namun, meskipun telah menggunakan beragam media berbasis digital, guru Al-Quran Hadis MINU WARU II ini mengaku masih mengalami banyak kesulitan dalam menggunakan media dalam pembelajaran Al-Quran Hadis. Kesulitan-kesulitan tersebut misalnya seperti merancang media pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran, mengoperasikan media pembelajaran. kesulitan dalam pembuatan media, membutuhkan cukup waktu dalam mempersiapkannya, media LCD Projector belum permanen di setiap kelas sehingga harus membawa dari ruang guru menuju kelas, ketersediaan sarana prasarana di MINU WARU II 5 Sulistyani Puteri Ramadhani and Tanti Maudy Rahayu. AuPengembangan Media Pembelajaran Berbasis Video Animasi Materi Sifat-Sifat Cahaya Kelas IV Sekolah Dasar,Ay Tarbiyah Wa TaAolim: Jurnal Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran 9, 3 . : 181Ae91, https://doi. org/10. 21093/twt. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin untuk pelaksanaan pembelajaran menggunakan media pembelajaran digital masih kurang memadai seperti genset, hanya memiliki 2 LCD Projector. Adapun fokus penelitian yang diambil merupakan tantangan dan peluang guru dalam penggunaan media pembelajaran berbasis digital di MINU WARU II. Tujuan utama dari penelitian ini yaitu dapat mendeskripsikan pemanfaatan media pembelajaran digital di MINU WARU II dan menganalisis masalah yang dihadapi guru saat mengoperasikan media pembelajaran digital di MINU WARU II. Dalam penelitian ini, hasil yang diperoleh dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif terkait dengan permasalahan guru pada penggunaan media pembelajaran berbasis digital. Berdasarkan uraikan di atas, maka penulis tertarik melakukan studi penelitian terhadap fenomena permasalah tersebut dan mengangkatnya sebagai judul penelitian. Dengan demikian adapun judul penelitian ini yaitu terkait tentang AuTantangan Dan Peluang Guru AlQur'an Hadis Dalam Implementasi Pembelajaran Digital Di Minu Waru II SidoarjoAy. Pembahasan Keterampilan/kemampuan guru Al-Quran Hadis dalam menggunakan media pembelajaran berbasis digital di MINU WARU II Keterampilan guru Al-Quran Hadis dalam menggunakan media pembelajaran berbasis digital di MINU WARU II merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Memahami dan mengatasi tantangan yang dihadapi dalam penggunaan media digital sangat penting untuk memastikan proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan ini akan berdampak positif pada pencapaian tujuan pendidikan di sekolah. Keberadaan media dalam pembelajaran sangat penting karena membantu guru menyampaikan materi dengan lebih terampil, sehingga proses pembelajaran menjadi efektif dan efisien. Guru diharapkan profesional dan dapat menyesuaikan diri dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang. Berdasarkan observasi, wawancara, dan dokumentasi di MINU WARU II, keterampilan guru Al-Quran Hadis dalam menggunakan media pembelajaran berbasis digital belum optimal. Kesulitan dalam mengoperasikan media dan keterbatasan jumlah peralatan di sekolah menghambat proses pembelajaran. Ada ketidaksesuaian antara jumlah guru dan ketersediaan peralatan, dengan beberapa guru, terutama yang lanjut usia, hanya mampu menggunakan media non-digital. Dari lima guru yang diobservasi, hanya tiga yang dapat mengoperasikan media digital seperti laptop, infokus, dan LCD, sehingga pelaksanaan pembelajaran masih dianggap tidak efektif. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Hal ini dikarenakan kemampuan guru terhadap digital masih sangat rendah. Faktor penyebab guru kesulitan mengoperasikan media berbasis IT yaitu kurangnya pengetahuan guru tentang IT . aptop/komputer, infokus, printer, dan interne. disebabkan oleh faktor usia dan kesulitan dalam mencari file Sebelum mengajar, guru di MINU WARU II mempersiapkan bahan ajar dengan metode dan media seperti PowerPoint, buku, komputer, dan infokus, mengikuti pedoman modul ajar. Penguasaan media ini penting untuk meningkatkan kinerja dalam pembelajaran, karena kemampuan guru dalam menggunakan media berpengaruh pada keberhasilan dalam menyampaikan dan memahami materi pelajaran. Hal di atas sesuai dengan teori dalam buku AuManajemen Mutu PendidikanAy pengarang Abdul Hadis dan Nurhayati. Keterampilan dasar mengajar mutlak harus dimiliki dan dikuasai oleh tenaga pengajar, karena dengan keterampilan dasar mengajar memberikanpengertian lebih dalam mengajar. Mengajar bukan hanya sekedar proses menyampaikan materi saja, tetapi menyangkut aspek yang lebih luas seperti pembinaan sikap, emosional, karakter, kebiasaan dan nilai-nilai6 Kendala guru Al-Quran Hadis dalam menggunakan media pembelajaran berbasisi Media pembelajaran tidak hanya memudahkan pembelajaran, tetapi juga dapat memberikan pengalaman yang abstrak menjadi kongkret. Guru dalam mengajarkan suatu materi pembelajaran pada siswa umumnya selalu bersifat abstrak. Agar pesan pembelajaran yang diterima siswa itu tidak abstrak lagi yaitu dengan cara menggunakan media agar pembelajaran yang disampaikan menjadi kongkret dan sesuai dengan realita seperti yang dilihatnya dalam kehidupan sehari-hari. 7 Dalam era digital saat ini, penggunaan media pembelajaran berbasis digital menjadi semakin penting dalam proses pendidikan, termasuk dalam pengajaran Al-Quran Hadis. Namun, guru Al-Quran Hadis di MINU WARU II menghadapi berbagai kendala dalam memanfaatkan teknologi ini secara optimal. Berdasarkan hasil observasi, wawancara dan dokumentasi, kendala yang dialami pada penggunaan media pembelajaran berbasis digital yang digunakan guru Al-Quran Hadis di MINU WARU II sebagai berikut: Pertama. Kurangnya pengetahuan guru. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, kemampuan guru mata pelajaran Al Qur'an Hadits di MINU WARU II dalam menggunakan media pembelajaran masih sangat kurang, karena sebagian guru sering menggunakan metode 6 Saharia. Razak Mashur, and Oktaviani Andi Ririn. AuPengaruh Kompetensi. Keterampilan Dasar Mengajar. Dan Sikap Kerja Terhadap Kinerja Guru SMP Negeri 4 Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar,Ay Cash Flow Jurnal Manajemen 2, no. : 145Ae54, https://e-jurnal. id/index. php/jcf/article/view/3749. 7 Widyaiswara Badan et al. AuPeran Media Pembelajaran Dalam Proses Belajar MengajarAy 3, no. : 12. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin ceramah ketika menjelaskan materi dan hanya menggunakan buku paket, papan tulis. Hasil penelitian yang dijelaskan di atas sejalan dengan penjelasan yang disampaikan oleh bahwa pemilihan media pembelajaran harus memperhatikan beberapa faktor antara lain sebagai berikut: yakni . Dana atau material . Materi pembelajaran . pemahaman peserta didik . jenis-jenis media yang digunakan. Kedua. Kurangnya waktu, tuntutan program sertifikasi yang mengharuskan jam mengajar dalam setiap minggunya sebanyak 24 jam. Penggunaan media pembelajaran memang harus dirancang dengan baik dan dipersiapkan dengan matang. 9 Guru harus merancang media pembelajaran dengan baik untuk hasil yang maksimal, yang memerlukan waktu untuk mencari bahan ajar sesuai materi. Durasi waktu pembelajaran Al-Quran Hadis adalah 40 menit, tetapi video pembelajaran seringkali berdurasi lama, menyulitkan guru dalam mengatur waktu. Hambatan yang dihadapi termasuk durasi waktu saat proses belajar mengajar dan saat membuat media pembelajaran di luar sekolah, pemilihan pada video pembelajaran juga tidak sesuai dengan waktu pembelajaran. Ketiga. Merasa nyaman dengan metodelain, beberapa guru Al-Quran Hadis di MINU WARU II yang sudah saya wawancarai mengungkapkan bahwa mereka telah nyaman dengan metode yang biasanya mereka gunakan. Ketergantungan guru dengan metode ceramah berakibat juga guru tidak mau direpotkan dengan penggunaan media pembelajaran. Setiap guru mempunyai metode pembelajaran berbeda tergantung materi yang akan disampaikan. beberapa guru lebih baik menyesuaikan materi dan karakter dari siswa untuk menggunakan media pembelajaran berbasis digital. Pada guru di MINU WARU II masih tergolong guru yang hanya tahu bagaimana cara mengoperasikan pembelajaran berbasis digital secara umum saja, seperti Whatshaap, google meet, zoom dan lain-lain. Namun untuk berbasis digital lainnya seperti e-book maupun VR masih belum mendapatkan bekal dalam penerapannya. Keempat. Sarana prasarana di MINU WARU II untuk penggunaan media pembelajaran digital masih kurang memadai. Terdapat hanya 3 LCD Projector yang harus bergantian digunakan, dan media yang belum terpasang permanen di setiap kelas. Kekurangan peralatan menyebabkan guru harus menunggu giliran, sehingga mengurangi efektivitas pembelajaran dan waktu jam pelajaran. Berdasarkan temuan hasil penelitian yang berjudul AuAnalisis 8 Feriska Achlikul Zahwa and Imam SyafiAoi. AuPemilihan Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi,Ay Equilibrium: Jurnal Penelitian Pendidikan Dan Ekonomi 19, no. : 61Ae78, https://doi. org/10. 25134/equi. 9 M. Miftah. AuFungsi. Dan Peran Media Pembelajaran Sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Belajar Siswa,Ay Jurnal Kwangsan 1, no. : 95, https://doi. org/10. 31800/jtpk. p95--105. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Hambatan Guru Dalam Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Audio Visual Pada Mata Pelajaran Ekonomi Di SMAN 7 Empat lawangAy Karya Yusti Anggun Tiara dkk yaitu hambatan yang terjadi oleh guru ketika menggunakan media audio visual terdapat beberapa sebab yaitu. Kurangnya pengetahuan guru terhadap teknologi. Kurangnya keterampilan guru dalam mengatur waktu dan membuat media pembelajaran, ataupun guru memiliki metode yang lebih efektif untuk digunakan dalam proses belajar mengajar sesuai dengan materi yang akan disampaikan, dan guru belum fasih dalam penggunaan IT. Upaya guru Al-Quran Hadis dalam mengatasi tantangan penggunaan media pembelajaran berbasis digital Dalam kegiatan mengajar, guru harus mampu menjelaskan pertanyaan siswa yang berada di luar pelajaran, menggunakan pengalaman dan pengetahuan untuk memberikan penjelasan yang lebih mendalam. Penjelasan tambahan dapat membuat pelajaran lebih menarik dan merangsang minat belajar siswa. Guru juga bertugas memastikan murid memahami pelajaran dan berusaha mempengaruhi perubahan sikap, keterampilan, kebiasaan, hubungan sosial, dan apresiasi melalui pengajaran. Untuk mencapai tujuan pembelajaran maka guru perlu untuk memahami sedalam dalamnya pengetahuan yang akan menjadi tanggung jawabnya dan menguasai dengan baik metode dan teknik mengajar. Upaya yang dapat dilakukan oleh guru Al-Quran Hadis di MI MINU WARU II untuk mengatasi kendala dalam menggunakan media pembelajaran berbasis digital agar pembelajaran lebih efektif meliputi: Pertama, guru dapat belajar secara mandiri ketika mengalami hambatan terhadap penggunaan media berbasis digital. Menurut guru Al-Quran Hadis di MINU WARU II. Penguasaan guru terhadap ilmu teknologi sangatlah penting untuk menunjang kelancaran proses pembelajaran saat menggunakan media digital, seperti guru mampu untuk mengoperasikan LCD dengan baik agar waktu tidak terpotong untuk hanya mengoperasikan LCD. Guru juga dapat belajar untuk meningkatkan kreativitas dalam membuat media pembelajaran berbasis digital, dengan banyak komukasi dengan para guru yang lebih tau akan media digital, guru juga dapat mencari referensi bahan media digital dari internet maupun dari artikel-artikel. Dalam pengajaran, pendidik merupakan objek kreativitas bagi peserta didiknya, dan begitupun sebaliknya. Kedua, guru dapat mengikuti pelatihan IT, untuk mengatasi tantangan atupun kendalakendala dengan diadakan Workshop atau pelatihan-pelatihan yang dapat diikuti untuk 10 Yusti Anggun Tiara and Ade Irma Suryani. AuAnalisis Hambatan Guru Dalam Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Audio Visual Pada Mata Pelajaran Ekonomi Di SMAN 7 Empat LawangAy 2, no. : 231Ae36. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin menambah pengetahuan dan pemahaman guru terhadap media pembelajaran yang baik. 11 Hal tersebut dapat bermanfaat bagi guru untuk bisa memanajemen waktu mengajar serta membuka pemahaman guru akan media pembelajaran. Tidak hanya guru saja yang berusaha untuk belajar namun sekolah juga harus memberikan fasilitas kepada guru untuk meningkatkan skill para pendidik di sekolah tersebut, dengan mengadakan Workshop dan mengikutkan para guru untuk mengikuti pelatihan-pelatihan bagaimana cara membuat media pembelajaran yang baik dan menarik. Sekolah juga dapat menambahkan fasilitas teknologi untuk meningkatkan pembelajaran bagi siswa dan memudahkan guru untuk menggunakan alat dalam proses pembelajaran berupa media digital Ketiga. Menambah motivasi guru, motivasi memiliki peranan yang sangat penting dalam proses pembelajaran serta dapat menjadi pendorong dalam setiap proses pembelajaran. Seorang guru dalam menyampaikan materi pelajaran harus memberikan beberapa motivasi. Adanya motivasi yang baik dalam proses pembelajaran akan menunjukkan proses dan hasil yang baik. Keempat. Memanajemen waktu yang baik, solusi terakhir dalam mengatasi kendala dalam mengembangkan media pembelajaran adalah memanajemen waktu. Guru harus bisa mengatur waktu untuk perencanaan, pengontrolan waktu dalam kehidupan. Guru juga harus bisa memanajemen waktu sebaik mungkin, sehingga guru dapat membuat media pembelajaran yang dapat diterapkan dan dikembangkan dalam proses pembelajaran. Berdasarkan temuan hasil penelitian yang berjudul AuMengintegrasikan Teknologi Digital Dalam Pembelajaran Di Mi/Sd Pada Era Revolusi Industri 5. 0Ay Karya Siti Fatimah dkk yaitu solusi untuk mengatasi hambatan yang dialami guru dalam menggunakan media digital meliputi pembinaan khusus untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan digital para guru di MI seperti workshop, seminar, dll. Membentuk dan mengikuti komunitas guru baik MI/SD sehingga dapat saling berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang penggunaan teknologi digital dalam pembelajaran12 Kesimpulan 11 Hakeu et al. AuWorkshop Media Pembelajaran Digital Bagi Guru Dengan Teknologi AI (Artificial Intelligenc. ,Ay Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2, no. : 1Ae14. 12 Dkk Siti Fatimah. Shinta April Lailia. AuMENGINTEGRASIKAN TEKNOLOGI DIGITAL DALAM,Ay IGNIFICANT: Journal Of Research AndMultidisciplinary 2, no. : 10Ae19. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam E-ISSN: 2686-0465 Vol. 07 No. 01 Juni 2026 http://e-journal. stai-iu. id/index. php/tabyin Keterampilan pada guru Al-Quran Hadis di MINU WARU II dalam memanfaatkan media pembelajaran digital masih perlu ditingkatkan. Kendala utama terletak pada kurangnya penguasaan teknologi, keterbatasan sarana, dan ketidaksesuaian antara jumlah guru dengan ketersediaan Akibatnya, proses pembelajaran kurang efektif. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan upaya peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan, serta penyediaan sarana yang memadai. Selain itu, guru perlu meningkatkan motivasi diri dan manajemen waktu. Siswa juga perlu dibekali keterampilan merawat fasilitas sekolah. Kepala sekolah berperan penting dalam memfasilitasi pelatihan dan menyediakan peralatan yang dibutuhkan, serta memotivasi guru untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Daftar Pustaka