Whayan Christiana. Teguh Gumilar TOMUBA Sajian Karya Seni Toleat dan Musik Bambu Whayan Christiana. Teguh Gumilar Prodi Angklung dan Musik Bambu. Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Budaya Indonesia Bandung Jalan Buah Batu 212 Tlp. 08562943651 Email: whayanchristiana212@gmail. ABSTRACT The title of the creation of the artwork is Tomuba which stands for Toleat and Music Bamboo. This work is a form of bamboo music art by carrying the toleat instrument as the main medium. The timbre of Toleat will be used as a source of creative ideas. This work presents nuances that tell about the change in the function of toleat in the Subang community from being originally kalangenan to pintonan. The structure of the work consists of 2 parts, including part A and part B. The method of creating this artwork includes the process of observation, exploration and experimentation. It is hoped that TOMUBAAos work will provide findings and solutions in the form of works of art as a means to introduce SubangAos signature instrument, the toleat, and as a means of promotion for Angklung and Bamboo Music study programs. As an offer of bamboo music art form to serve as a model for the creation of bamboo music artwork. The conclusion of this work is to present the packaging of a new work, namely a toleat ensemble with other bamboo musical instruments. This work uses a chromatic scale with changes in tonality. ABSTRAK Judul penciptaan karya seni adalah Tomuba yaitu singkatan dari Toleat dan Musik Bambu. Karya ini merupakaan bentuk karya seni musik bambu dengan mengusung instrumen toleat sebagai media utamanya. Kekuatan timbre dari alat musik Toleat akan dijadikan sebagai sumber ide penciptaan. Karya ini menyajikan nuansa yang menceritakan tentang perubahan fungsi toleat pada masyarakat Subang dari yang awalnya sebagai kalangenan menjadi pintonan. Struktur karya terdiri dari 2 bagian, meliputi bagian A dan bagian B. Metode penciptaan karya seni ini meliputi proses observasi, eksplorasi dan eksperimentasi. Karya TOMUBA ini diharapkan dapat memberikan temuan dan solusi dalam bentuk karya seni sebagai sarana untuk bisa memperkenalkan instrumen khas Subang yaitu toleat dan menjadikan sarana promosi untuk prodi Angklung dan Musik Bambu. Sebagai tawaran bentuk karya seni musik bambu untuk dijadikan sebagai model penciptaan karya seni musik bambu. Kesimpulan karya ini adalah menyajikan kemasan karya baru yaitu ansambel toleat dengan instrumen musik bambu lainnya. Kata kunci: Tomuba, musik bambu, toleat, penciptaan, kalangenan, pintonan PENDAHULUAN atau komposisi musik, yang mengungkapkan Musik merupakan salah satu cabang pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur-unsur musik, yaitu irama, melodi, harmoni, bentuk/struktur lagu dan ekspresi Jamalus menyatakan: AuMusik adalah suatu hasil karya seni bunyi dalam bentuk lagu Senada dengan Jamalus, menurut Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 kesatuanAy (Jamalus. TOMUBA Sajian Karya Seni Toleat dan Musik Bambu Soeharto menyatakan: Auseni musik adalah pengungkapan gagasan melalui bunyi yang adalah kemampuan memulai ide, melihat unsur dasarnya berupa melodi, irama, dan hubungan baru atau tak terduga sebelumnya, harmoni dengan unsur pendukung berupa bentuk, sifat, dan warna bunyiAy (Soeharto, yang tak sekedar menghafal, menciptakan 1992, hlm. jawaban baru untuk soal-soal yang ada dan Salah satu bentuk musik ataupun karya musik juga bisa menggambarkan suatu tempat Imam Musbikin AuKreativitas mendapatkan pertanyaan baru yang perlu dijawabAy (Imam Musbikin, 2006, hlm. tertentu atau ciri khas daerah tersebut, salah Bambu merupakan salah satu hasil bumi satunya adalah Kabupaten Subang merupakan yang tumbuh subur di Indonesia dan mudah daerah yang terletak di Provinsi Jawa Barat Dalam kehidupan masyarakat yang memiliki ciri khas instrumen tradisional pedesaan, bambu memegang peranan sangat yaitu toleat. Adanya perubahan dari kalangenan penting, karena memiliki sifat-sifat yang baik ke pintonan, ini merupakan suatu hal yang untuk dimanfaatkan, antara lain batangnya perlu dilestarikan dengan penciptaan karya kuat, ulet, lurus, keras, rata, mudah dibelah. Karya ini akan menyajikan nuansa yang mudah dibentuk, dan ringan sehingga mudah menceritakan tentang perubahan fungsi toleat Bambu relatif murah dibandingkan pada masyarakat Subang dari yang awalnya dengan bahan bangunan lainnya, bambu sebagai kalangenan menjadi pintonan. menjadi tumbuhan serbaguna bagi masyarakat Judul penciptaan karya seni adalah Bambu dalam bentuk bulat dipakai TOMUBA yaitu singkatan dari Toleat dan untuk berbagai macam kontruksi bangunan. Musik Bambu. Karya ini merupakaan bentuk dalam bentuk belahan dapat dibuat bilik, karya seni musik bambu dengan mengusung dinding atau lantai, pagar rumah, kerajinan instrumen toleat sebagai media utamanya. dan sebagainya, salah satunya menjadi media Kekuatan timbre dari Toleat akan dijadikan atau bahan untuk alat musik. sebagai sumber ide penciptaan. Penciptaan Karya seni erat kaitannya dengan kreativitas yang dimiliki oleh pengkarya dalam kemampuan bertahan sebagai kesenian khas Kabupaten Utami Subang. Dengan adanya karya seni Tomuba ini Munandar menyatakan: AuKreativitas adalah diharapkan bisa menambah kekuatan untuk suatu kemampuan umum untuk menciptakan menjaga kelestarian dan memperkenalkan Toleat untuk memberikan gagasan-gagasan baru Musik Bambu yang dapat diterapkan dalam pemecahan Berharap dengan adanya karya musik ini masalah atau sebagai kemampuan untuk bisa lebih menunjang untuk memperkenalkan melihat hubungan-hubungan baru antara toleat sebagai instrument tradisional khas unsur-unsur yang sudah ada sebelumnyaAy Kabupaten Subang lebih luas lagi. Selain itu, (Utami Munandar, 1995, hlm. Selaras berharap dengan karya seni ini bisa dijadikan Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 Whayan Christiana. Teguh Gumilar penunjang media promosi Program Studi Angklung dan Musik Bambu di Institut METODE Metode Bandung. meliputi proses observasi, eksplorasi dan Selanjutnya sebagai tawaran bentuk karya Berkaitan dengan metode seni musik bambu untuk dijadikan sebagai yang digunakan. Iyus Rusliana, . 4, hlm. model penciptaan karya seni musik bambu. menyatakan: AuSecara empirikal, metode Seni Budaya Indonesia (ISBI) Konsep karya seni yang akan disajikan yang dipergunakan dalam proses penciptaan ini kurang lebih berdurasi 15 menit dengan karya seni tertumpu pada tiga kegiatan, di menggunakan alat musik dari bambu dengan antaranya: . Observasi, . Eksplorasi dan . format ansambel yang akan dimainkan oleh EksperimentasiAy. siswa dan alumni dari SMK Kesenian Subang. Musik yang disajikan secara ansambel akan memberikan kesan kuat dan menyeluruh dalam karakter dari media bambu dari toleat dan musik bambu lainnya. Pandemi Covid-19 sampai saat ini, merubah rencana dan Kondisi dan situasi mengajak untuk berfikir tentang formula khusus yang dapat dilakukan untuk tetap melakukan proses berkarya yang Dengan upaya yang dilakukan adalah mengadakan tatap muka dan memperhatikan protokoler peserta pada setiap kali pelaksanaan. Pada perkembangan selanjutnya, ternyata bukan saja tatap muka yang diperlukan. Situasi pandemi ini berdampak pada konsep awal karya ini yang akan dipentaskan secara masal atau kolosal. Namun karena situasi yang tidak memungkinkan karya ini dibuat dalam konsep yang lebih sederhana dan tidak terlalu banyak pemain musik yang terlibat yang berjumlah 13 AuObservasi atau pengamatan merupakan langkah yang paling awal sebelum melakukan kegiatan secara praktis. Dalam kegiatan observasi yang perlu dilakukan menyangkut beberapa hal, yaitu: . sumber yang dijadikan sebagai rujukan, . strategi pencapaian hasil yang diharapkan, serta . rancangbangun keseluruhan gagasan karya yang diinginkan. Metode eksplorasi mengambil suatu peristilah dari ilmu geologi yang artinya penggalian. Sifat penggalian dapat dilakukan dengan berbagai macam cara serta pendekatan. Eksperimentasi. Kegiatan eksperimentasi dan atau percobaan dapat dilakukan bilamana hasil eksplorasi berdasarkan apresiasi, kontemplasi, serta fantasi terkonsepkanAy (Iyus Rusliana dkk,) Berkaitan dengan observasi. Nyoman menyatakan: AuObservasi hanya merupakan tahap awal, langkah yang lebih penting adalah daya analisis untuk mengetahui makna tersembunyi yang ada di balik penglihatan, pendengaran, dan penciuman tersebutAy (Nyoman, 2010, hlm. Observasi yang dilakukan adalah menganalisis yang berkaitan tentang Kabupaten Subang untuk dijadikan ide garapan gagasan isi karya seni seperti instrument tradisional khas yaitu toleat, serta ciri identitas dari Kabupaten Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 TOMUBA Sajian Karya Seni Toleat dan Musik Bambu Subang. Selanjutnya melakukan observasi Eksplorasi sumber suara untuk memperoleh warna dan/atau kualitas suara, 2. Eksplorasi dalam teknik tabuhan sehingga menghasilkan teknik-teknik baru yang jarang atau belum digunakan dalam sajian gending-gending tradisi. Eksplorasi bunyi sehingga dapat menghasilkan berbagai ragam bentuk. Eksplorasi penataan bagian-bagian komposisi dengan pertimbangan ragam suasana dari masing-masing bagian. Eksplorasi dinamika dengan cara mencoba satu bagian komposisi digarap dengan berbagai jenis volume maupun tempo, 6. Eksplorasi bentuk sajian sehingga karya yang disajikan akan lebih menarikAy (Pande, 2011, hlm. terhadap karya-karya seni orang lain seperti: TraAoAgraris karya dari Hendra Sopian. Tuap Tiup Dina Toleat karya Yayat Supriatna. Dalam karya lagu tersebut bisa diobservasi mengenai isi lagu yang menggambarkan tentang toleat. Observasi yang dilakukan juga termasuk melakukan penelitian dengan mengumpulkan beragam jenis data dan memanfaatkan waktu seefektif mungkin untuk mengumpulkan informasi di lokasi penelitian. John W. Creswell menyatakan: AuObservasi observai yang di dalamnya peneliti langsung turun ke lapangan untuk mengamati perilaku dan aktivitas individu-individu di lokasi penelitian. Dalam merekam/mencatat baik dengan cara . isalnya sejumlah pertanyaan yang memang ingin diketahui oleh penelit. aktivitasaktivitas dalam lokasi penelitianAy (John Creswell, 2013:. Observasi ini dilakukan secara kompleks yang disesuaikan dalam recana karya yang akan dibuat. Selaras dengan Sutrisno Hadi . alam Minawati, 2016, hlm. observasi adalah suatu proses kompleks yang tersusun dengan pelbagai proses, baik biologis dan Selanjutnya eksplorasi bukan sekedar membuat konsep, melainkan merupakan tindakan untuk merealisasikan sesuatu yang Adapun objek untuk mengadakan eksplorasi. Pande menyatakan: Berkaitan dengan pernyataan di atas, eksplorasi yang dilakukan adalah penggalian sumber suara dari toleat Mencoba beberapa jenis teknik bermain sekaligus mencoba memainkan volume, tempo dan dinamika yang dianggap sesuai dengan karya lagu. Selanjutnya, mengeksplorasi bentuk sajian hingga karya bisa lebih menarik di dalam Selanjutnya adalah tahapan eksprementasi dengan melakukan pembentukan karya lagu dimulai dari bagian awal sampai Tahapan ini akan dilakukan dengan dengan terus mencoba bereksperimen untuk bagian-bagian dengan tema yang sudah ditentukan. Untuk melengkapi observasi dilakukan dokumentasi. Menurut Sugiyono . Teknik dokumentasi merupaka pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif. Melalui teknik ini, peneliti dapat mengetahui seluruh kondisi gudang dari lingkungan kerja, kondisi meja Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 Whayan Christiana. Teguh Gumilar HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1. Eksplorasi Materi -Telaah Kabupaten Subang -Instrumen Toleat dan Musik Bambu lainnya Metode -Tinjauan -Tinjauan media - Wawancara -Telaah terhadap karya - Apresiasi karya -Menyusun bagian - Apresiasi karya lagu dengan tema - Studi pustaka yang sudah ditentukan Jenis dan Tema Karya Karya AuDokumen peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seorang. Dokumen yang berbentuk tulisan kehidupan . ife historie. , ceritera, biografi, peraturan, kebijakan. Dokumen yang berbentuk gambar misalnya foto, gambar hidup, sketsa dan lainlain. Dokumen yang berbentuk karya misalnya karya seni, yang dapat berupa gambar, patung, film dan lain-lain. Studi dokumen merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatifAy (Menurut Sugiyono, 2013, hlm. komposisi musik yang terdiri dari potongan musik yang sudah mengalami eksplorasi dan Seperti yang dikemukakan oleh Fitriadi. A . alam Ferry, 2022, hlm. menjelaskan komposisi adalah potongan musik . omposisi berarti Aumenaruh bersamaAy, sehingga komposisi ialah sesuatu dimana catatan musik ditaruh bersama. berawal dari perubahan fungsi alat musik toleat dari kalangenan menjadi pintonan. Karya ini memiliki durasi 14 menit 27 detik. Instrumen yang Digunakan digunakan dalam karya ini terdiri dari: kerja, dan kebersihan ruang kerja. Tomuba dengan format ansambel. Tema karya ini Instrumen Karya 4 toleat, 3 gambang, 1 angklung toel, 1 set bass gantung, 3 karinding dan 1 pasang buyung. 5 empet-empetan Penataan Pentas Pementasan karya ini dilaksanakan di ruang pertunjukan yang berlokasi di SMK Kesenian Subang. Penggunaan kain hitam sebagai backdrop dan pemasangan lighting sebagai pencahayaan di ruangan. Alur Musikal Alur musikal dalam karya ini terdiri dari 2 bagian yaitu: Bagian A . Bagian B . Pendukung Jajang . Robby . Agung . Esza . Lutfi . oleat dan empet-empeta. Hendra . oleat dan dan empet-empeta. Ilham . oleat dan empet- Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 TOMUBA Sajian Karya Seni Toleat dan Musik Bambu Gambar 5. Buyung (Sumber: Whayan, 2. Gambar 1. Toleat (Sumber: Whayan, 2. Gambar 6. Empet-empetan (Sumber: Whayan, 2. Gambar 2. Gambang (Sumber: Whayan, 2. Gambar 7. Karinding (Sumber: Whayan, 2. Gambar 3. Angklung Toel (Sumber: Whayan, 2. Gambar 4. Bas Gantung (Sumber: Whayan, 2. Gambar 8. Seker (Sumber: Whayan, 2. Gambar 9. Ketug (Sumber: Whayan, 2. Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 Whayan Christiana. Teguh Gumilar Gambar 12. Salah satu bagian A (Sumber: Whayan, 2. Gambar 10. Proses Berkarya (Sumber: Whayan, 2. Gambar 11. Penataan Pentas (Sumber: Whayan, 2. Deara . oleat dan empet-empeta. Rizky (Angklung toe. Gian . arinding dan empet-empeta. Ahmad . Deden . Sihab (Bas Gantun. Lokasi Lokasi pertunjukan karya dilaksanakan di SMK Kesenian Subang yang beralamat di Jalan Bagus Yabin No. 7 Kelurahan Cigadung. Kecamatan Subang. Kabupaten Subang. Jurnal Panggung V32/N2/06/2022 Gambar 13. Salah satu bagian B (Sumber: Whayan, 2. TOMUBA Sajian Karya Seni Toleat dan Musik Bambu Subang yaitu toleat dan menjadikan sarana promosi untuk prodi Angklung dan Musik Bambu. Sebagai tawaran bentuk karya seni musik bambu untuk dijadikan sebagai model penciptaan karya seni musik bambu. Kesimpulan karya ini adalah menyajikan Gambar 14. Pendukung (Sumber: Whayan, 2. kemasan karya baru yaitu ansambel toleat dengan instrumen musik bambu lainnya. Karya ini menggunakan kromatis scale dengan perubahan-perubahan tonalitas. *** Gambar 15. Lokasi SMK Kesenian Subang (Sumber: w. id, 2. SIMPULAN Situasi pandemi saat ini merupakan salah satu hambatan dalam proses berkarya dalam karya Tomuba ini. Karena pada awalna karya ini ini akan dibuat dengan konsep kolosal atau menampilkan jumlah orang yang banyak untuk memainkan karya. Namun mengingan situasi pandemi ini, pengkarya menimbang dan memutuskan untuk merubah kelompok lebih sedikit dalam memainkan karya Tomuba ini menjadi 13 orang. Meskipun dilaksanakan secara ansambel, karya Tomuba ini tetap mengedepankan esensi dan khualitas penciptaan karya seni ini. Karya TOMUBA ini menggambarkan perubahan fungsi alat musik toleat dari kalangenan menjadi pintonan yang dikonsep dalam karya musik bambu. Karya TOMUBA ini diharapkan dapat memberikan temuan dan solusi dalam bentuk karya seni sebagai sarana untuk bisa memperkenalkan instrumen khas DAFTAR PUSTAKA