Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna ISSN 2829-5536 Vol. 4 No. 2 Mei 2025 Studi Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan: Literatur Review Dewi Agustina1. Dea Rizka Ananda Pulungan2. Dewi Syahfitri3. Dhea Salsabila Br. Sitepu4. Difa Adelia5. Fika Ayu Cahaya Hsb6. Mutia Friska7. Mewani sinaga8. Nur Cahaya Hasibuan9. Rizka fauziah salsabila10. Vira Zul Fahny11 1,2,3,4,5,6,7 Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Indonesia Email korespondensi: mutiafriska9@gmail. Info Artikel: Diterima: 30 Apr 2025 Disetujui: 14 Mei 2025 Dipublikasi: Mei 2025 Kata Kunci: Kesehatan. Kualitas. Pelayanan, fasilitas Keywords: Health. Quality. Services, health facilities Abstrak Latar Belakang: Kualitas pelayanan kesehatan merupakan aspek penting dalam sistem kesehatan yang berdampak langsung pada kepuasan pasien dan efisiensi layanan. Meskipun telah dilakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, masih terdapat tantangan dalam pencapaian standar kualitas yang optimal. Oleh karena itu, penting untuk mengeksplorasi berbagai pendekatan dan faktor yang mempengaruhi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis literatur yang ada terkait upaya dan strategi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, serta faktor-faktor yang berperan dalam pencapaian hasil yang lebih baik dalam pelayanan kesehatan. Metode: enelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan mengumpulkan dan menganalisis artikel ilmiah, jurnal, dan laporan terkait peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Artikel yang dipilih dipublikasikan dalam lima tahun terakhir dan mencakup berbagai aspek seperti kebijakan, teknologi, pelatihan tenaga kesehatan, dan faktor lingkungan yang mempengaruhi kualitas pelayanan. Hasil: Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan juga sangat dipengaruhi oleh integrasi antara aspek teknis dan non-teknis dalam pelayanan. Tidak cukup hanya memperbaiki fasilitas atau mempercepat proses administratif, tetapi perlu dibarengi dengan sikap empatik, komunikasi yang baik, dan keterlibatan aktif pasien dalam proses pelayanan. Kesimpulan: Kualitas pelayanan kesehatan memainkan peranan yang sangat krusial dalam menentukan kepuasan pasien dan memengaruhi kesehatan masyarakat secara keseluruhan, namun demikian, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan memerlukan pendekatan holistik yang melibatkan berbagai pihak dan faktor. Intervensi yang berbasis pada pelatihan, teknologi, dan kebijakan yang mendukung dapat menghasilkan peningkatan yang signifikan dalam kualitas pelayanan. Abstract Background: The quality of health services is an important aspect of the health system that directly impacts patient satisfaction and service efficiency. Despite various efforts to improve the quality of health services, there are still challenges in achieving optimal quality standards. Therefore, it is important to explore various approaches and factors that influence the improvement of health service quality. Objective: This study aims to analyze existing literature related to efforts and strategies in improving health service quality, as well as factors that play a role in achieving better results in health services. Method: This study uses a literature study method by collecting and analyzing scientific articles, journals, and reports related to improving health service quality. The selected articles were published in the last five years and cover various aspects such as policy, technology, health worker training, and environmental factors that affect service quality. Results: Improvements in health service quality are also greatly influenced by the integration of technical and non-technical aspects of service delivery. It is not enough to simply improve facilities or speed up administrative processes. these improvements must be accompanied by empathy, good communication, and active patient involvement in the service process. Conclusion: The quality of healthcare services plays a crucial role in determining patient satisfaction and influencing overall public However, improving healthcare service quality requires a holistic approach involving various parties and factors. Interventions based on training, technology, and supportive policies can result in significant improvements in service quality. PENDAHULUAN Dalam mencapai tujuan nasional seperti yang tercantum dalam dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 diseleggarakan upaya pembangunan yang berkesinambungan dalam rangkaian program Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna ISSN 2829-5536 Vol. 4 No. 2 Mei 2025 pembangunan yang menyeluruh terarah dan Upaya pembangunan ini diharapkan dapat mewujudkan suatu tingkat kehidupan masyarakat secara optimal, termasuk peningkatan kesehatan. Kesehatan, menurut Undang-Undang No. 36 Tahun 2009, didefinisikan sebagai kondisi sejahtera yang meliputi aspek fisik, mental, spiritual, serta Definisi ini mencerminkan bahwa setiap individu memiliki potensi untuk hidup secara produktif, baik dalam aspek ekonomi maupun sosial. Selanjutnya, kesehatan juga diakui sebagai hak dasar setiap warga negara. Hal ini tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945, tepatnya pada Pasal 28 H ayat . , yang menyatakan bahwa setiap orang berhak untuk hidup sejahtera, baik secara lahiriah maupun batiniah, memiliki tempat tinggal, mendapatkan lingkungan yang sehat, dan berhak atas pelayanan kesehatan (Kalingga et al. , 2. Sayangnya, kualitas kesehatan masyarakat di Indonesia masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain kurangnya akses terhadap pelayanan kesehatan akibat biaya yang tinggi, distribusi tenaga kesehatan yang tidak merata, keterbatasan kemampuan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan, serta rendahnya kesadaran akan (Kusumastuti, 2. Dalam Undang-Undang Dasar 1945, pasal 34 ayat . menetapkan bahwa negara bertanggung jawab untuk menyediakan fasilitas pelayanan umum yang layak bagi Hal ini menjadi landasan bahwa pemerintah memiliki kewajiban untuk memelihara dan menyediakan layanan kesehatan yang layak bagi setiap anggota masyarakat, yang merupakan hak asasi Negara memiliki tanggung jawab untuk menjamin dan melindungi kesehatan warga, antara lain dengan melakukan tindakan-tindakan penurunan status kesehatan masyarakat dan memastikan akses yang setara terhadap pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, rumah sakit dan Puskesmas sebagai penyedia layanan kesehatan diharapkan terus meningkatkan kualitas pelayanan dengan cara yang lebih baik dan efektif. Dengan demikian, mereka dapat memberikan kepuasan kepada masyarakat sebagai berkontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara keseluruhan (Hasrillah et al. , 2. Dalam UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, terdapat kewajiban bagi negara untuk memenuhi kebutuhan hidup warganya melalui pelayanan publik. Pemerintah bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat sebagai wujud pemenuhan kebutuhan tersebut, sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam undang-undang (Fajriah. Penyediaan berkualitas tinggi adalah prasyarat utama bagi keberhasilan penyedia layanan. Hal ini karena kualitas layanan sangat mempengaruhi nilai yang dirasakan pasien, serta tingkat kepuasan dan kesetiaan mereka. Kualitas dalam pelayanan kesehatan mencakup dua aspek: mutu teknis . yang berfokus pada keterampilan, akurasi prosedur, dan diagnosis serta mutu fungsional . on-klini. yang lebih menitikberatkan pada cara layanan kesehatan diberikan. Untuk membangun sistem kesehatan yang berkualitas tinggi, terdapat empat nilai penting yang harus ketahanan, dan efisiensi. Demi mencapai mutu pelayanan kesehatan yang optimal, perhatian harus difokuskan pada semua aspek layanan tersebut. Di Indonesia, tantangan yang dihadapi adalah masih kurangnya ketersediaan tenaga dan fasilitas kesehatan, yang berdampak pada kualitas layanan yang diterima oleh masyarakat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna ISSN 2829-5536 Vol. 4 No. 2 Mei 2025 mencatat bahwa Indonesia termasuk dalam daftar negara yang sedang menghadapi krisis tenaga kesehatan. Kekurangan jumlah tenaga kesehatan ini mengakibatkan distribusi yang tidak merata di seluruh wilayah Indonesia (Lette, 2. Oleh karena itu, pemerintah diharapkan segera melakukan perbaikan dalam fasilitas kesehatan, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Menciptakan pelayanan berkualitas tinggi tentu akan berujung pada kepuasan pasien rawat jalan. Kualitas layanan yang baik ini tidak hanya memberikan manfaat dalam menciptakan hubungan harmonis antara penyedia layanan dan pasien, tetapi juga menciptakan landasan yang kuat untuk retensi pasien rawat jalan serta generasi rujukan yang efisien dalam segi biaya (Irianto et al. , 2. Hanya satu studi yang dilakukan oleh Rensiner et al. yang berhasil mengonfirmasi adanya hubungan signifikan antara kualitas layanan yang meliputi kehandalan, daya tanggap, kepercayaan, empati, dan bukti fisik dengan tingkat kepuasan pasien. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa faktor penyebab masalah terletak pada kualitas pelayanan medis, proses pendaftaran yang memakan waktu lama, keterlambatan dokter setelah tiba di poliklinik, serta kenyamanan di ruang tunggu (Rensiner et al. , 2. Kepuasan AuoutcomeAy layanan kesehatan. Tentang peningkatan mutu layanan kesehatan. Peningkatan kualitas pelayanan sangat diperlukan untuk keahlian sesuai bidang keilmuan masing-masing pada seluruh tenaga pemberi pelayanan kesehatan. Kemampuan, keterampilan dan profesionalisme perawat serta akuntabilitas administrasi publik kesehatan perlu ditingkatkan dalam aspek Strategi kapasitas perawat dalam pelayanan kesehatan dapat diwujudkan dengan pendidikan dan pelatihan berbasis aspek spiritual dan aspek Keselamatan pasien merupakan indikator kualitas pelayanan kesehatan yang menjadi isu penting meskipun data kejadian keselamatan pasien pada pelayanan kesehatan primer tidak selalu akurat di Indonesia (Soumokil et al. , 2. METODE Studi ini menyelidiki peningkatan kualitas layanan kesehatan menggunakan metodologi tinjauan pustaka. Dalam metode ini, berbagai sumber ilmiah, seperti jurnal penelitian, artikel, dan buku yang membahas kualitas pelayanan kesehatan, dikumpulkan dan ditinjau secara mendalam. Metode ini dipilih karena memungkinkan pengumpulan dan analisis data sekunder dari artikel penelitian sebelumnya, dari jurnal nasional. Sebanyak 13 artikel yang diterbitkan antara 2021 hingga 2025, yang diperoleh dari database Google Scholar. Fokus utama kajian ini adalah menganalisis secara sistematis hasil-hasil penelitian terdahulu terkait peningkatan kualitas pelayanan kesehatan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kepuasan pasien di fasilitas layanan kesehatan. Proses peninjauan literatur dilakukan secara sistematis dengan menetapkan kriteria inklusi, yaitu sumber yang berkualitas dan relevan dengan topik. Setiap hasil dari literatur yang dikaji dianalisis untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang peningkatan kualitas pelayanan kesehatan berdasarkan bukti data penelitian yang sudah Literature review ini diharapkan dapat membantu upaya pembangunan tingkat kehidupan masyarakat secara optimal, termasuk peningkatan kualitas layanan Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna ISSN 2829-5536 Vol. 4 No. 2 Mei 2025 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelusuran Tabel 1. Hasil Penelusuran Literatur Penulis Judul Artikel Kosasih. Vip Peningkatan Kualitas Pelayanan Paramarta Kesehatan dan Pengaruhnya . Terhadap Peningkatan Kepuasan Pasien di Puskesmas Marlita Sari. Kualitas Pelayanan Kesehatan Wahyu Subandi Dilihat Dari Aspek Tangible . dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan pada puskesmas hikun kabupaten Vanesha Sondakh. Florence Kualitas Pelayanan Kesehatan Rawat Jalan Di Rumah Sakit J Umum Daerah Noongan Hasil Penelitian Hasil penelitian dari jurnal tersebut menunjukkan bahwa kualitas pelayanan kesehatan yang diukur melalui dimensi Tangible. Empathy. Reliability. Responsiveness, dan Assurance berpengaruh secara simultan terhadap peningkatan kepuasan pasien di Puskesmas Cicangkanggirang di Kecamatan Sindangkerta. Kabupaten Bandung Barat. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Hikun dapat dicapai melalui beberapa langkah strategis yang fokus pada aspek tangible. Pertama, penyediaan dan pemeliharaan fasilitas fisik yang memadai, seperti ruang tunggu yang luas dan peralatan kesehatan yang lengkap, sangat penting untuk menciptakan kenyamanan bagi pasien dan meningkatkan persepsi mereka terhadap Kebersihan merupakan faktor fundamental dalam pelayanan kesehatan. oleh karena itu. Puskesmas harus memastikan bahwa semua area, termasuk ruangan tunggu dan ruang perawatan, tetap bersih dan terawat untuk mencegah Di samping itu, pelatihan berkala bagi tenaga medis dan staf pelayanan untuk meningkatkan kualitas interaksi dengan pasien perlu dilakukan, mengingat penampilan yang rapi dan sopan dari petugas juga berkontribusi pada persepsi positif pasien. Menyediakan tempat untuk kritik dan saran akan membantu Puskesmas memahami kebutuhan serta harapan masyarakat, sekaligus memberi peluang untuk perbaikan. Terakhir, melakukan evaluasi rutin terkait pelayanan yang ditingkatkan dan memastikan bahwa standar kualitas pelayanan tetap terjaga. Dengan menerapkan langkah-langkah ini. Puskesmas Hikun dapat meningkatkan kepuasan pasien dan mencapai kualitas pelayanan yang lebih baik, sehingga berkontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Hasil Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kualitas pelayanan kesehatan rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna ISSN 2829-5536 Vol. 4 No. 2 Mei 2025 Lengkong. Novie Palar . Fita Rusdian Efektivitas Penggunaan Rekam Ikawati . Medis Elektronik Terhadap Peningkatan Kualitas Pelayanan Pasien di Rumah Sakit Ilma Nur Khamidah. Slamet Muchsin. Retno Wulan Sekarsari . Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan Di Rsud Kota Malang (Studi Kasus Tentang Pelayanan Kesehatan Dan Kepuasan Pasien Dalam Menggunakan Program BPJS) Kartono. Purnomo Wirawan . Strategi Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan Melalui Implementasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 Noongan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan kesehatan rawat jalan di rumah sakit tersebut belum sepenuhnya baik jika dinilai dari aspek assurance, dan emphaty. Penelitian ini menyimpulkan perlunya perbaikan dalam di RSUD Noongan. Hasil penelitian ini mengidentifikasi manfaat RME dalam mempercepat akses informasi pasien, meningkatkan koordinasi antara tim medis, dan mengurangi risiko kesalahan dalam pencatatan data medis. Namun, tantangan seperti keamanan data dan pelatihan staf juga dihadapi dalam RME. Kesimpulannya, penerapan RME di rumah sakit Indonesia menjanjikan manfaat yang baik dan tepat. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam konteks pelaksanaan mutu pelayanan kesehatan di RSUD Kota Malang terdapat berbagai faktor yang berkontribusi terhadap upaya peningkatan kepuasan Dimensi mutu pelayanan seperti tangibles, reliabilitas, daya tanggap, assurance, dan empathy menjadi fokus mendapatkan pelayanan yang terbaik. Dalam upaya meningkatkan kepuasan pasien BPJS. RSUD Kota Malang telah menerapkan berbagai strategi, antara lain pelayanan yang ramah dan profesional, peningkatan fasilitas, peran aktif pasien, peningkatan mutu pelayanan, pendekatan perawatan yang holistik, kerja sama yang baik antara pihak rumah sakit dengan BPJS, serta dukungan pemerintah. RSUD Kota Malang merupakan salah satu contoh rumah meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan memenuhi harapan pasien, khususnya pasien BPJS. Dengan pendekatan holistik dan upaya peningkatan pelayanan yang Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip manajemen mutu seperti fokus pada pelanggan dan pendekatan berbasis risiko mampu meningkatkan kepuasan pasien dan Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna ISSN 2829-5536 Vol. 4 No. 2 Mei 2025 Hanifah Hanifah. Fitriani Surayya Lubis. Harpito Harpito. Misra Hartati. Nofirza Nofirza Khoiri . Usulan Peningkatan Kualitas Pelayanan Pasien Menggunakan Metode Importance Performance Analysis (IPA) dan Potensial Gain In Customer Value (PGCV) di Puskesmas XYZ Najib Pengaruh Kualitas Pelayanan Kesehatan terhadap Kepuasan Pasien Rawat Jalan RSUD Saptosari Gunungkidul Yogyakarta mengurangi jumlah keluhan. Selain itu, keterlibatan staf dalam proses manajemen mutu melalui pelatihan dan sesi umpan balik secara signifikan meningkatkan motivasi dan komitmen terhadap standar kualitas. Rumah sakit juga menggunakan indikator kinerja yang jelas untuk mengevaluasi kekuatan dan kelemahan layanan, serta secara rutin mengumpulkan dan menganalisis umpan balik pasien sebagai dasar perbaikan layanan. Dengan menerapkan siklus PDCA (Plan-DoCheck-Ac. , rumah sakit memastikan bahwa seluruh proses dan prosedur yang dijalankan selalu relevan dan diperbarui secara Temuan ini menunjukkan bahwa implementasi ISO 9001:2015 dapat berkontribusi positif terhadap kualitas layanan kesehatan secara menyeluruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa aspek pelayanan masih belum memenuhi harapan pasien, terutama terkait waktu tunggu yang lama, ketidaktepatan waktu pelayanan oleh perawat dan dokter, kurangnya keramahan petugas, serta waktu pelayanan yang dirasa kurang memadai. Berdasarkan analisis IPA dan PGCV, peneliti memberikan usulan perbaikan berupa penambahan tenaga dokter, sinkronisasi jadwal pelayanan, pemberian penghargaan dan sanksi kepada petugas berdasarkan sikap mereka, serta upaya mengurangi keterlambatan pelayanan. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan mutu layanan berbasis kebutuhan dan kepuasan pasien untuk mencapai pelayanan kesehatan yang optimal di puskesmas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan kesehatan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan pasien rawat jalan di RSUD Saptosari Gunungkidul. Semakin baik kualitas pelayanan yang diberikan, maka semakin tinggi pula tingkat kepuasan yang dirasakan oleh pasien. Penelitian ini juga mengungkap bahwa meskipun kualitas pelayanan berpengaruh, masih terdapat faktor-faktor lain di luar kualitas pelayanan yang turut memengaruhi kepuasan pasien secara Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna ISSN 2829-5536 Vol. 4 No. 2 Mei 2025 Agung Saputra. Siti Hajar. Mila Trisna Sari Analisis Kebijakan Kesehatan Dalam Meningkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Puskesmas di Kota Medan Ani Setianingsih. Pengaruh Kualitas Pelayanan Ai Susi Susanti Kesehatan Terhadap Kepuasan . Pasien di Rumah Sakit AuSAy Widaningsih Efektivitas Dan Efisiensi Wida. Ida Jalilah Pelayanan Kesehatan Pada Fitria Ida . Puskesmas DTP Gunung Halu Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas Kota Medan dinilai sangat baik berdasarkan kepuasan masyarakat. Aspek-aspek yang dinilai meliputi keandalan, ketanggapan, jaminan, empati, dan bukti fisik. Dari kelima aspek tersebut, sebagian besar responden merasa sangat puas terhadap layanan yang Penelitian ini juga menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kualitas pelayanan dengan tingkat kepuasan masyarakat. Artinya, semakin baik kualitas pelayanan yang diberikan oleh Puskesmas, maka semakin tinggi pula tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan tersebut. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa indikator reliability, responsiveness dan emphaty sangat berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien rawat inap Rumah Sakit AuSAy, sedangkan assurance dan tangible masih belum berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien rawat inap Rumah Sakit AuSAy. Untuk mempertahankan kelebihan-kelebihan meningkatkan kualitas pelayanan pada indikator-indikator yang menurut pasien masih belum sesuai dengan yang diharapkan, rumah sakit dapat mengamati secara rutin pelayanannya dengan peningkatan sarana dan prasarana, meningkatkan jaminan rasa aman, nyaman, dan lebih memperhatikan terhadap kebutuhan dan keinginan pasien. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan di Puskesmas DTP Gunung halu dapat dikatakan efektif dan efisien. Prosedur pelayanan yang dilakukan di puskesmas tersebut telah optimal, sebagaimana tercermin dari tingkat kepuasan pasien yang mayoritas merasa puas. Waktu penyelesaian pelayanan tergolong efisien, biaya pelayanan kesehatan terjangkau, dan produk pelayanan kesehatan yang disediakan sudah cukup Sarana dan prasarana yang tersedia juga memadai, serta kompetensi petugas pelayanan sesuai dengan bidangnya masingmasing. Sebagai rekomendasi. Puskesmas DTP Gunung meningkatkan kualitas pelayanan dan memberikan pengalaman yang lebih baik Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna ISSN 2829-5536 Vol. 4 No. 2 Mei 2025 Eka Trina Saputri. Ali Ridlo. Udin Solehudin . Optimalisasi Pelayanan Rawat Inap Bedah Rumkital Dr. Mintohardjo Guna Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan dalam Rangka Mendukung Tugas TNI Ramalia Noratama Putri. Debi Setiawan. Deinike Wanita Marwan. Yenny Desnelita. Gustientiedina. Irwan . Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan dengan Sosialisasi Pelaksanaan Posyandu pada Masa Pandemi COVID-19 dan Penerapan Aplikasi Mobile Posyandu-Q Kualitas Pelayanan Kualitas layanan sangat ditentukan oleh kinerja petugas sebagai pihak yang memberikan pelayanan. Oleh karena itu, setiap Sumber Daya Manusia (SDM) di rumah sakit perlu memahami bagaimana cara memberikan pelayanan terbaik kepada Kepuasan pasien memiliki dampak positif terhadap rumah sakit, salah satunya dalam bentuk peningkatan keuntungan. Hal ini karena pasien yang merasa puas biasanya akan menunjukkan loyalitas dan secara sukarela merekomendasikan layanan rumah bagi pasien yang datang untuk mendapatkan perawatan kesehatan. Penelitian ini menemukan bahwa pelayanan rawat inap bedah di Rumkital Dr. Mintohardjo belum optimal karena metode keperawatan yang digunakan masih bersifat tim, keterbatasan jumlah perawat, dan fasilitas yang tidak memadai. Dengan mengusulkan penerapan metode Model Praktik Keperawatan Profesional (MPKP), peningkatan keterampilan dan jumlah tenaga keperawatan, serta perbaikan sarana prasarana sesuai standar Kemenkes, maka pelayanan keperawatan dapat lebih efektif, efisien, dan profesional. Strategi ini dinilai mampu meningkatkan kepuasan pasien, efektivitas penyembuhan, serta mendukung kesiapan tugas prajurit TNI AL secara Penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan kepada kader posyandu dan sosialisasi digital menggunakan media seperti WhatsApp, blog. YouTube, dan TikTok berhasil meningkatkan pemahaman kader terhadap pelaksanaan posyandu di masa pandemi. Selain itu, penerapan aplikasi Posyandu-Q terbukti efektif membantu kader dalam mendistribusikan informasi kesehatan serta memudahkan penyuluhan secara daring. Setelah kegiatan dilaksanakan, posyandu di RW 18 Kelurahan Sialang Munggu dapat kembali berjalan dengan mengikuti protokol kesehatan, dan keterlibatan ibu muda pun meningkat karena informasi disampaikan secara lebih luas dan cepat. sakit kepada orang lain. Loyalitas pasien tersebut berkontribusi pada peningkatan pendapatan rumah sakit. Dengan demikian, kepuasan pasien menjadi aset yang sangat bernilai bagi institusi pelayanan kesehatan. Pelayanan yang berkualitas mampu meningkatkan kepuasan pasien, yang memiliki hubungan yang kuat dan signifikan Kepuasan ini juga memengaruhi frekuensi kunjungan pasien ke fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit. Menurut pandangan pasien, pelayanan yang baik Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna ISSN 2829-5536 Vol. 4 No. 2 Mei 2025 bukan hanya membantu dalam proses penyembuhan fisik, tetapi juga meningkatkan kualitas kesehatan secara menyeluruh. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kepuasan pasien mencakup sikap ramah tenaga kesehatan, penyampaian informasi yang jelas, waktu tunggu yang singkat, fasilitas yang memadai, serta hasil pengobatan yang efektif. Sebaliknya, pengalaman negatif seperti waktu tunggu yang lama, sikap petugas yang kurang bersahabat, atau keterampilan medis yang diragukan, dapat menimbulkan kekecewaan. Tingkat kepuasan pasien ini pada akhirnya membentuk persepsi masyarakat terhadap citra layanan kesehatan yang diberikan. Pengaruh Secara Parsial Bahwa bukti fisik . berpengaruh terhadap peningkatan kepuasan pasien secara positif dan signifikan. Artinya bahwa bukti fisik . dapat diberlakukan secara umum berpengaruh terhadap peningkatan kepuasan pasien Bahwa empati . berpengaruh terhadap peningkatan kepuasan pasien secara positif dan signifikan. Artinya . diberlakukan secara umum berpengaruh terhadap peningkatan kepuasan pasien. Bahwa kehandalan . tidak berpengaruh terhadap peningkatan kepuasan pasien secara positif dan Artinya bahwa kehandalan . tidak dapat diberlakukan secara peningkatan kepuasan pasien. Bahwa daya tanggap . berpengaruh terhadap peningkatan kepuasan pasien secara positif dan Artinya bahwa daya tanggap . dapat diberlakukan secara peningkatan kepuasan pasien. Bahwa . berpengaruh terhadap kepuasan pasien secara positif dan signifikan. Artinya bahwa jaminan . tidak dapat diberlakukan secara umum berpengaruh terhadap peningkatan kepuasan pasien. Peningkatan Kesehatan Kualitas pelayanan adalah tingkat kualitas pelayanan yang dapat diberikan berdasarkan ekspektasi pelanggan. Kualitas pelayanan ini telah meningkat secara signifikan, yang menunjukkan bahwa pelayanan tersebut sangat baik. Salah satu cara bagi tenaga medis untuk menunjukkan peran dan fungsi mereka secara profesional adalah melalui komunikasi. Kemampuan berkomunikasi secara efektif dan mudah dipahami adalah keterampilan yang sangat penting bagi tenaga medis, termasuk dokter, perawat, bidan, dan tenaga medis lainnya (Has'ad Rahman Attamimi et al. , 2. Petugas medis yang profesional akan berdampak positif pada pelayanan dan kepuasan pasien, selain waktu tunggu, komunikasi dan profesionalisme tenaga medis sangat memengaruhi kepuasan pasien. Jika waktu tunggu, komunikasi, dan profesionalisme tenaga medis tidak sesuai dengan harapan pasien, maka pasien dapat menjadi tidak puas (Ren et al. , 2. Jika waktu tunggu pasien yang tidak puas semakin lama, kualitas layanan dan kepuasan pasien akan menurun (Elvina, 2. Komunikasi petugas medis dengan kepuasan pasien yang diberikan oleh tenaga medis kepada pasien rawat jalan akan lebih baik, yang pada gilirannya akan berdampak pada kepuasan pasien rawat jalan (Tamara et al. , 2. Ketidakpuasan masih menjadi faktor yang cukup signifikan dalam pertimbangan kepuasan bagi beberapa orang. "Biaya medis terlalu mahal" adalah penyebab utama ketidakpuasan pasien rawat jalan. Temuan ini Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna ISSN 2829-5536 Vol. 4 No. 2 Mei 2025 menunjukkan bahwa biaya layanan medis ketidakpuasan pasie. Keterjangkauan biaya pengobatan medis ditunjukkan oleh biaya yang dianggap signifikan bagi pasien (Nadillah Nurahma et al. , 2. Digitalisasi dan Inovasi Pelayanan Kesehatan Seiring perkembangan teknologi informasi, transformasi digital dalam pelayanan kesehatan menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan mutu layanan. Penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) di rumah sakit, sebagaimana disebutkan dalam penelitian oleh (Ikawati, 2. , terbukti mempercepat proses pelayanan, meningkatkan efisiensi kerja tenaga medis, serta meminimalisir kesalahan dalam pencatatan data. Namun, implementasi RME juga menuntut kesiapan SDM dan sistem keamanan data yang mumpuni. Oleh karena itu, pelatihan berkala dan penguatan kebijakan perlindungan data menjadi hal penting yang harus dilakukan. Ketimpangan Pelayanan antara Fasilitas Kesehatan Berdasarkan Tabel. 1 dapat dilihat dari hasil pembahasan yang lebih dalam juga perlu menyoroti adanya ketimpangan kualitas pelayanan antara fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti Puskesmas dan rumah sakit Studi di Puskesmas Hikun (Sari & Subandi, 2. menunjukkan bahwa fokus pada aspek tangible, seperti fasilitas dan memengaruhi persepsi masyarakat terhadap mutu layanan. Sebaliknya, pelayanan di RSUD Noongan masih belum optimal pada hampir semua dimensi (Sondakh et al. , 2. Ini mencerminkan bahwa perbaikan kualitas tidak bisa disamaratakan, namun harus mempertimbangkan konteks masing-masing Komitmen terhadap Pasien BPJS dan Kepuasan yang Inklusif Pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS menjadi kelompok utama yang perlu diperhatikan dalam peningkatan mutu layanan. RSUD Kota Malang, misalnya, menunjukkan meningkatkan kepuasan pasien BPJS (Khamidah et al. , 2. Pelibatan pasien dalam evaluasi mutu serta komunikasi terbuka antara rumah sakit dan BPJS menjadi bentuk komitmen terhadap pelayanan yang inklusif dan berkeadilan. Kesiapan SDM Manajemen Organisasi Keberhasilan peningkatan mutu layanan tidak lepas dari peran manajemen yang baik dan kesiapan sumber daya manusia. Studi dari (Saputra, 2. menekankan mendukung efisiensi layanan di Puskesmas Medan. Kompetensi tenaga kesehatan, budaya kerja yang berorientasi pada pasien, serta kemampuan adaptasi terhadap perubahan teknologi dan regulasi menjadi komponen krusial dalam mewujudkan pelayanan yang unggul dan berkelanjutan. Peningkatan kesehatan juga sangat dipengaruhi oleh integrasi antara aspek teknis dan non-teknis dalam pelayanan. Tidak cukup hanya memperbaiki fasilitas atau mempercepat proses administratif, tetapi perlu dibarengi dengan sikap empatik, komunikasi yang baik, dan keterlibatan aktif pasien dalam proses Pelayanan yang berfokus pada pasien . atient-centered car. terbukti mampu meningkatkan tingkat kepuasan dan kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas Oleh karena itu, strategi peningkatan mutu harus dirancang secara menyeluruh, mencakup penguatan sistem. SDM, pemanfaatan teknologi secara bijak Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna ISSN 2829-5536 Vol. 4 No. 2 Mei 2025 KESIMPULAN DAN SARAN Kualitas memainkan peranan yang sangat krusial dalam menentukan kepuasan pasien dan memengaruhi kesehatan masyarakat secara Dua aspek utama yang harus diprioritaskan adalah mutu teknis . yang berfokus pada keterampilan medis dan . on-klini. menekankan pada cara layanan diberikan tantangan signifikan masih dihadapi dalam sektor kesehatan di Indonesia, seperti distribusi tenaga kesehatan yang tidak merata, ketersediaan sarana prasarana yang rendah, serta kesadaran masyarakat yang kurang mengenai perilaku hidup sehat. Ketiga, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menjamin bahwa setiap warga negara dapat menikmati akses terhadap pelayanan diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Pemerintah perlu mendorong investasi dalam pengembangan dan perbaikan infrastruktur fasilitas kesehatan, terutama di daerah-daerah terpencil, untuk memastikan akses pelayanan yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat. Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan pendekatan longitudinal untuk mengidentifikasi faktorfaktor yang pelayanan kesehatan dalam jangka panjang, serta bagaimana perubahan kebijakan dan teknologi mempengaruhi hasil kesehatan. DAFTAR PUSTAKA