JIGE 6 . JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION id/index. php/jige DOI: https://doi. org/10. 55681/jige. Implementasi Kurikulum Merdeka Berbasis Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. Tema Gaya Hidup Berkelanjutan pada Kelas IV di Sekolah Dasar Syifa Fauziah1*. Arum Fatayan1 Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA. Indonesia *Corresponding author email: syifauziah1622@gmail. Article Info Article history: Received July 15, 2025 Approved August 01, 2025 Keywords: Independent Curriculum. Pancasila Student Profile Strengthening Project (P. Sustainable Lifestyle ABSTRACT The implementation of the Independent Curriculum is based on the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P. with the theme Sustainable Lifestyle in grade IV of Elementary School. This research was carried out with a qualitative approach through case studies. Data collection methods include observation, interviews, and This study provides a comprehensive analysis of the planning, implementation, and evaluation of P5 activities in elementary schools. The results of the study showed that P5 activities included making handicrafts from plastic waste, such as pencil holders and flower decorations, as well as planting kale in locations that were previously landfills. This activity aims not only to reduce plastic waste, but also to foster students' character, such as responsibility and concern for the environment. ABSTRAK Implementasi Kurikulum Merdeka berbasis pada Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. dengan tema Gaya Hidup Berkelanjutan di kelas IV Sekolah Dasar. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui studi kasus. Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini memberikan analisis menyeluruh mengenai perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan P5 di Sekolah Dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan P5 meliputi pembuatan kerajinan tangan dari sampah plastik, seperti tempat pensil dan hiasan bunga, serta penanaman kangkung di lokasi yang sebelumnya merupakan tempat pembuangan sampah. Kegiatan ini bertujuan tidak hanya untuk mengurangi sampah plastik, tetapi juga untuk menumbuhkan karakter peserta didik, seperti tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan. Copyright A 2025. The Author. This is an open access article under the CCAeBY-SA license How to cite: Fauziah. , & Fatayan. Implementasi Kurikulum Merdeka Berbasis Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. Tema Gaya Hidup Berkelanjutan pada Kelas IV di Sekolah Dasar. Jurnal Ilmiah Global Education, 6. , 1288Ae1297. https://doi. org/10. 55681/jige. Implementasi Kurikulum Merdeka Berbasis Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. - 1288 Fauziah & Fatayan / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . PENDAHULUAN Kurikulum berfungsi sebagai tujuan dan konten pembelajaran, menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, karena berfungsi sebagai sarana untuk mencapai tujuan akademik. Pembelajaran didasarkan pada kurikulum, tujuan pembelajaran tidak dapat dicapai jika terpisahkan dari kurikulum. Tanpa kurikulum, pendidikan tidak akan berhasil. Pendidikan adalah upaya untuk memberdayakan secara optimal dan terintegrasi seluruh potensi manusia untuk membantu meningkatkan kehidupan (Sari et al. Keberhasilan atau kegagalan pendidikan ditunjukkan dari cara program sekolah Pada tahun 2022. Kemendikbud Ristek meluncurkan Program Pembelajaran Merdeka disebut Kurikulum Merdeka (Sari et al. , 2. Kurikulum merdeka dirancang untuk mengatasi kesulitan akademik dan meningkatkan kemampuan peserta didik dalam berpikir kritis, komunikasi, pemecahan masalah dan kerja sama (Firdausya & Fatayan, 2. Kemendikbud memberikan pengimplementasian Kurikulum Merdeka yaitu mandiri belajar (Rendrapuri et al. Maksud mandiri belajar memberi kepala sekolah dan guru kebebasan untuk merancang, melaksanakan dan mengembangkan kurikulum dengan mempertimbangkan kebutuhan dan potensi peserta didik (Alimuddin, 2. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan adalah penerapan Kurikulum Merdeka di Indonesia. Kurikulum Merdeka memiliki program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. bertujuan untuk meningkatkan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kerja sama tim peserta didik. Namun, keberhasilan sebagian besar ditentukan oleh kapasitas guru untuk mendukung pembelajaran. (Febrianningsih & Ramadan, 2. Guru dan lembaga pendidikan harus berkolaborasi secara efektif untuk mencapai pembelajaran inovatif. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dirancang untuk mewujudkan pembentukan karakter (Rendrapuri et al. , 2. Kemendikbudristek menciptakan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila menjadi sebuah paradigma baru yang digunakan di sekolah dasar untuk mencapai Kurikulum Merdeka. (Kemendikbud Ristek, 2. tema projek di satuan pendidikan dapat berubah setiap tahunnya. Sebagai fokus utama, tujuh tema dikembangkan: 1. Gaya Hidup Berkelanjutan 2. Kearifan lokal 3. Bhinneka Tunggal Ika 4. Bangunlah Jiwa dan Raganya 5. Suara Demokrasi 6. Berekayasa dan Berteknologi untuk Membangun NKRI 7. Kewirausahaan. Tema yang ditetapkan tergantung pada lembaga pendidikan mungkin mengubah tema menjadi mata pelajaran yang lebih terfokus. Tema penelitian ini adalah Gaya Hidup Berkelanjutan yang memanfaatkan sampah plastik diolah menjadi tempat pensil dan hiasan bunga, serta pengelolaan lahan tempat pembuangan sampah plastik diolah menjadi tempat penanaman kangkung. Sebagian besar orang memilih gaya hidup berkelanjutan. Mereka senang menanam dan hidup dengan hasil yang baik, bersih, bebas limbah, dan sederhana. Perilaku sadar ekologi ini tidak diciptakan oleh seseorang. (Hidayah & zumrotun, 2. Kegiatan P5 tema Gaya Hidup Berkelanjutan bertujuan peningkatan dalam aspek karakter seperti tanggung jawab, kepedulian dan kedisiplinan. Pemanfaatan lahan dan pengelolaan sampah plastik merupakan topik yang dibahas dalam penelitian ini. Sampah plastik merupakan masalah besar. Kunci mengatasinya adalah memiliki gaya hidup yang berkelanjutan. Ada cara untuk mengurangi jumlah sampah plastik yang mencemari lingkungan. (Kustanti et al. , 2. Salah satunya menerapkan gaya hidup berkelanjutan. Peserta didik belajar cara menghindari kerusakan lingkungan dan mengubah sampah plastik menjadi sesuatu yang bermanfaat. Pernyataan ini diperkuat oleh penelitian (Zaelani et al. , 2. Karena kebiasaan baik dimulai sejak kecil, kegiatan ini diharapkan dapat mengubah pemikiran dan kebiasaan di lingkungan tersebut. Implementasi Kurikulum Merdeka Berbasis Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila . - 1289 Fauziah & Fatayan / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Berdasarkan hasil observasi di Sekolah Dasar, tema Gaya Hidup Berkelanjutan ini diambil karena menyesuaikan kondisi lingkungan sekolah yang membutuhkan perhatian terhadap pengelolaan sampah dan pemanfaatan lahan, sehingga kegiatan P5 diarahkan untuk menumbuhkan kepedulian dan tindakan nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan sekitar. Menurut informasi dari wawancara guru. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila melaksanakan kegiatan berupa pembuatan kerajinan tangan dari sampah plastik seperti tempat pensil dan hiasan bunga. Serta penanaman kangkung di lahan sekolah yang sebelumnya dijadikan tempat pembuangan sampah kemudian diubah dan dimanfaatkan menjadi lahan penanaman kangkung yang melibatkan peserta didik guna menumbuhkan kepedulian dan tindakan nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan sekolah. Tema Gaya Hidup Berkelanjutan, merupakan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Dasar, telah menjadi subjek penelitian sebelumnya. Beberapa penelitian termasuk (Sitanggang Romatua & Triyani, 2. , (Hidayah & zumrotun, 2. , (Putri & Ramadan, 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mengurangi sampah plastik dan mengubahnya menjadi produk berguna adalah bagian dari gaya hidup berkelanjutan. Salah satu pemanfaatannya adalah pembuatan kerajinan tangan dari plastik bekas. Berdasarkan penelitian sebelumnya, peneliti ingin mengetahui seberapa efektif penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila tema gaya hidup berkelanjutan kelas IV sekolah dasar. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan P5 di kelas IV. Oleh karena itu, peneliti dapat mengetahui seberapa efektif implementasi Kurikulum Merdeka dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Dasar. METODE Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif untuk menjelaskan fakta dan kejadian terkini menggunakan data kualitatif. (Elvera & Astarina Yesita, 2. Penelitian yang menggunakan perspektif partisipan untuk memahami fenomena sosial. Partisipan yang terlibat diminta untuk memberikan data, pendapat, pemikiran dan persepsi setelah diwawancarai dan diamati. Sedangkan jenis penelitiannya berupa studi kasus. Menurut Yunus . dalam artikel (Assyakurrohim et al. , 2. dalam penelitian studi kasus, objek yang diteliti menyajikan isu-isu secara menyeluruh, terperinci, dan komprehensif untuk memberikan gambaran utuh tentang sesuatu dalam arti bahwa data penelitian dianalisis secara menyeluruh dan terpadu. Oleh karena itu, penelitian studi kasus bersifat eksploratif. Fokus utama studi kasus ini adalah masalah yang diangkat sebagai kasus yang diteliti secara cermat untuk mengungkap kesimpulan yang mendasari penelitian tersebut. Pengumpulan data melalui teknik wawancara terstruktur yang terlibat dua Peserta Didik. Guru Kelas IV dan Wakil Kepala Bidang Kurikulum. Didukung observasi untuk mengetahui bagaimana projek dilaksanakan. Fakta yang tersimpan dalam bentuk arsip foto, video, dan modul projek digunakan untuk mengumpulkan informasi. Menggunakan model analisis Miles and Huberman . dalam (Fadjarajani Siti et al. menunjukkan hasil penelitian dengan dilakukan prosedur: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Analisis ini diterapkan pada data dalam bentuk teks, gambar, atau audio. Adapun langkah-langkah pengodean (Codin. : Mengidentifikasi tema atau kategori dalam data. Kategorisasi: Mengelompokkan data yang memiliki kesamaan tema. Interpretasi: Memberikan penafsiran atau makna pada kategori yang telah dibentuk. Penyajian Temuan: Menggunakan narasi untuk menyajikan hasil analisis. Implementasi Kurikulum Merdeka Berbasis Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila . - 1290 Fauziah & Fatayan / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan temuan analisis data yang dilakukan melalui observasi, wawancara, dan Peneliti menarik pembahasan tentang Implementasi Kurikulum Merdeka pada Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. di kelas IV Sekolah Dasar, mencakup hal-hal Perencanaan Implementasi Kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. Sebelum P5 dilaksanakan, guru membuat rencana projek P5 melalui profil pelajar Pancasila untuk pengembangan karakter peserta didik (Pramesti et al. , 2. Hasil wawancara oleh waka kurikulum dan guru sudah dilakukan rapat yang menghasilkan pada kelas IV di SD mengambil tema gaya hidup berkelanjutan. Salah satu projek yang diselesaikan adalah kegiatan P5 tema gaya hidup berkelanjutan, yang berfokus pemanfaatan sampah plastik untuk membuat karya kreatif dan bermanfaat serta pemanfaatan lahan dijadikan kebun sayur untuk penanaman Salah satu yang menyatakan pentingnya bersosial dan juga berlatih (Melania Pasamba et , 2. menyatakan pemanfaatan barang bekas untuk berlatih dan bersosialisasi merupakan pendekatan untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan. Perencanaan menjadi aspek yang sangat krusial. Hasil wawancara dengan waka kurikulum menunjukkan bahwa perencanaan ini dimulai dengan pengenalan kurikulum merdeka melalui pelatihan in house training untuk memberikan guru pemahaman yang lebih baik tentang kurikulum. Hal ini menunjukkan bahwa sekolah berkomitmen untuk memastikan setiap guru memiliki pengetahuan yang cukup sebelum melaksanakan kegiatan P5. Sebagaimana yang ditunjukkan (Kemendikbud Ristek, 2. perencanaan kegiatan P5 di SD ini masih dalam tahap awal. Kriteria tahap awal perencanaan P5 adalah sebagai berikut: Sistem pembelajaran berbasis projek belum ada di satuan pendidikan. Pembelajaran projek baru diketahui oleh guru. Menjalankan projek secara internal, tidak melibatkan pihak luar. Tahap perencanaan kegiatan P5 di SD ini dilakukan dengan pemilihan tema, tujuan, sasaran kegiatan, metode dan alur kegiatan yang terbentuk menjadi modul projek. Pernyataan tersebut diperkuat oleh penelitian (Pravitasari & Mahfud, 2. modul projek digunakan sebagai acuan untuk menjalankan P5 yang mencakup tujuan, prosedur, media belajar dan asesmen. Perencanaan tersebut dilakukan melalui forum diskusi bersama waka kurikulum dan guru. Sehingga menunjukkan adanya upaya kolaboratif dan sistematis dalam memastikan keberlangsungan dan efektivitas pelaksanaan P5 di sekolah. (Fitri Anggelia et al. , 2. manfaat P5 memberikan kesempatan guru untuk mengembangkan keterampilan atau potensi melalui kolaborasi, yang akan meningkatkan pembelajarannya. Hal ini mencerminkan perencanaan yang matang dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Pemilihan tema ini ditetapkan oleh pemerintah sesuai dengan topik yang dikembangkan di sekolah dasar hingga menengah. Implementasi Kurikulum Merdeka Berbasis Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila . - 1291 Fauziah & Fatayan / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . atas usulan (Kemendikbud Ristek, 2. Berkaitan pemilihan tema, tema yang diambil di tahun pelajaran 2024/2025 ini yaitu AoGaya Hidup BerkelanjutanAo sangat relevan dengan isu lingkungan yang dihadapi saat ini. Pemilihan tema ini tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi mengajak peserta didik untuk berpartisipasi dalam menjaga lingkungan. Kegiatan yang dirancang, seperti pembuatan kerajinan dari sampah plastik dan penanaman kangkung, mencerminkan pendekatan praktis yang mengintegrasikan teori dengan praktik nyata. Selain meningkatkan keterampilan peserta didik, hal ini menanamkan rasa tanggung jawab mereka terhadap lingkungan. Perencanaan implementasi kegiatan P5 di kelas IV menunjukkan pendekatan yang kolaboratif dan partisipatif. Hasil wawancara dengan guru, proses perencanaan dilakukan dengan survei lingkungan untuk mengidentifikasi masalah nyata yang dihadapi, seperti penggunaan Kegiatan yang dirancang, seperti pembuatan kerajinan dari sampah plastik memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk berkreasi sekaligus memahami pentingnya daur ulang. Selain itu, penanaman kangkung di lahan sekolah yang sebelumnya tidak dimanfaatkan menjadi langkah nyata dalam mengajarkan peserta didik tentang berkebun sayur. Melalui kegiatan ini, peserta didik belajar bekerja sama dalam kelompok untuk memperkuat keterampilan sosial dan kolaboratif mereka. Dari perencanaan kegiatan P5 tersebut diarahkan untuk menumbuhkan kepedulian dan tindakan nyata peserta didik dalam menjaga kelestarian lingkungan dalam mewujudkan gaya hidup yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Pelaksanaan Implementasi Kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. Tahap pelaksanaan dalam Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. di kelas IV Sekolah Dasar dilaksanakan dalam kerangka kebijakan yang bersifat menyeluruh di tingkat sekolah. Berdasarkan hasil wawancara dengan waka kurikulum, diketahui bahwa kegiatan P5 tidak dilaksanakan secara terpisah di setiap kelas, melainkan diterapkan secara serempak dari kelas I hingga kelas VI. Kebijakan seperti mewajibkan seluruh peserta didik untuk membawa bekal dan tempat minum dari rumah merupakan bentuk awal dari internalisasi nilai kepedulian terhadap lingkungan, yang merupakan bagian dari dimensi Aubergotong royongAy dan Auberkebhinekaan globalAy dalam Profil Pelajar Pancasila. Pelaksanaan P5 di kelas IV tidak ditentukan format jadwal yang ketat. Dari hasil wawancara guru kelas IV, terungkap bahwa P5 dapat dilakukan secara fleksibel dan disisipkan dalam pembelajaran lain, terutama pada mata pelajaran praktik seperti seni budaya. IPA dan Pendekatan ini menandakan bahwa pelaksanaan P5 tidak harus dalam bentuk kegiatan terpisah, tetapi dapat diintegrasikan ke dalam mata pelajaran dengan pendekatan tematik dan kontekstual. Sebagai contoh, ketika guru melihat adanya waktu luang dalam pembelajaran seni, maka waktu tersebut dapat dimanfaatkan untuk kegiatan P5 seperti membuat kerajinan atau praktik lingkungan hidup. Pernyataan ini diperkuat oleh penelitian (Damayanti Dwi Putri et al. , 2. Kegiatan P5 dapat dilaksanakan kapan saja, sehingga memberikan fleksibilitas bagi guru dan sekolah untuk beradaptasi sesuai kebutuhan masing-masing. Guru dan peserta didik dapat mengubah cara pelaksanaan kegiatan P5 tanpa mengganggu proses pembelajaran utama. Kegiatan P5 di kelas IV juga melibatkan peserta didik secara aktif melalui kerja Guru membentuk kelompok terdiri dari beberapa peserta didik tergantung pada jenis kegiatan projek yang dilaksanakan. Kegiatan yang dilakukan secara berkelompok ini termasuk dimensi profil pelajar Pancasila bergotong-royong untuk mencapai hasil yang menguntungkan tanpa mengutamakan individu, tetapi untuk kebahagiaan bersama dan kesejahteraan secara keseluruhan (Clorasanas Tyaputri & Diah Utami, 2. Dalam kegiatan menanam kangkung. Implementasi Kurikulum Merdeka Berbasis Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila . - 1292 Fauziah & Fatayan / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . kelompok terdiri dari 5 peserta didik bertugas mengamati pertumbuhan tanaman secara berkala. Begitu pula dalam pembuatan kerajinan tempat pensil dari botol bekas, peserta didik bekerja dalam kelompok kecil yang hanya beranggotakan dua peserta didik. Strategi pembelajaran berbasis kelompok terbukti efektif dalam membangun keterampilan kolaborasi, kerja sama, serta tanggung jawab sosial di antara peserta didik. Di samping itu, strategi pengelompokan yang fleksibel menyesuaikan kebutuhan projek menjadikan kegiatan lebih adaptif terhadap kondisi (Fitri Anggelia et al. , 2. pengembangan karakter, keterampilan, sikap dan pengetahuan menjadi penilaian capaian pembelajaran pada projek P5. Projek P5 yang dilaksanakan di kelas IV mengambil tema AuGaya Hidup BerkelanjutanAy diwujudkan melalui berbagai aktivitas kreatif dan edukatif. Kegiatan-kegiatan tersebut mencakup penanaman tanaman kangkung, pembuatan tempat pensil dari botol bekas, dan pembuatan kerajinan bunga dari limbah rumah tangga seperti tutup botol, kardus, stik es krim dan sedotan. Pengumpulan bahan dilakukan oleh peserta didik dari lingkungan rumah dan sekolah. Ini menunjukkan bahwa peserta didik aktif dalam mengamati dan memanfaatkan sumber limbah yang mungkin ada di sekitar mereka. (Kemendikbud Ristek, 2. Menurut Ki Hajar Dewantara, pembelajaran di luar kelas itu penting. Pernyataan tersebut diperkuat oleh penelitian (Maruti et , 2. Di seluruh dunia, guru dan praktisi pendidikan menemukan belajar di luar kelas membantu peserta didik memahami bagaimana pembelajaran di kelas berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. P5 menekankan pengalaman langsung peserta didik, tidak hanya perolehan informasi akademis. Melalui kegiatan ini, peserta didik tidak hanya dilatih untuk berpikir kreatif, tetapi juga ditanamkan kesadaran lingkungan serta keterampilan berpikir kritis dalam mengelola sampah menjadi barang yang lebih bernilai. Praktik ini secara langsung mencerminkan penerapan prinsip reuse dan recycle yang menjadi bagian dari gaya hidup Dari hasil wawancara dengan peserta didik antusiasme terhadap pelaksanaan kegiatan P5 cukup tinggi, seperti anggapan peserta didik yang menyebut kegiatan ini menyenangkan. (Fitri Anggelia et al. , 2. Hal ini membangkitkan antusiasme peserta didik saat pengerjaan tugas sambil belajar. Pengalaman di kelas inilah yang memotivasi peserta didik dalam pembelajaran berbasis projek. Meskipun demikian, terdapat pula dinamika dalam pelaksanaan kegiatan, seperti peserta didik yang kesulitan mengerjakan projek kelompok. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun pendekatan ini sangat partisipatif, dukungan lebih lanjut tetap diperlukan untuk menjamin bahwa setiap peserta didik terlibat dalam kegiatan secara optimal. Kesulitan seperti ini penting menjadi evaluasi pelaksanaan P5 agar ke depannya dapat lebih inklusif dan mendukung keterlibatan seluruh peserta didik tanpa terkecuali. Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di kelas IV berjalan dengan pendekatan yang fleksibel, aplikatif dan berbasis pengalaman nyata peserta didik. Kegiatan ini tidak mengajarkan nilai-nilai Pancasila secara teoritis saja, tetapi memberikan pengalaman praktis yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Sesuai pendapat (Rifqi Hamzah & PGRI Wiranegara Yuniar Mujiwati, 2. kegiatan P5 wadah untuk meningkatkan kemampuan belajar, pengamatan, dan pemecahan masalah. Keterlibatan peserta didik, fleksibilitas waktu, dan integrasi dengan pembelajaran lainnya adalah faktor penting untuk keberhasilan kegiatan ini. Namun demikian, keberlanjutan pelaksanaan kegiatan P5 memerlukan dukungan berkelanjutan semua pihak, baik guru, peserta didik, maupun pihak sekolah secara keseluruhan. Implementasi Kurikulum Merdeka Berbasis Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila . - 1293 Fauziah & Fatayan / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Evaluasi Implementasi Kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. Evaluasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila kelas IV, khususnya tema Gaya Hidup Berkelanjutan, menunjukkan adanya hasil positif, meskipun belum sepenuhnya optimal semua aspek. Dari sisi perubahan perilaku peserta didik, sudah mulai tampak kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. Pernyataan ini diperkuat oleh penelitian (Widianingsih Ai et , 2. Inisiatif penjangkauan ini telah berhasil mencapai tujuannya, yang meliputi pengajaran peserta didik cara mengolah sampah dan meningkatkan pemahaman serta kepedulian mereka terhadap lingkungan. Salah satu indikator konkret yang terlihat adalah pembiasaan peserta didik membawa botol minum dari rumah. Pembiasaan ini secara langsung mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan pada saat yang sama, membentuk karakter disiplin dan peduli Meskipun belum konsisten di semua kelas, hal ini menjadi sinyal awal yang baik terhadap internalisasi nilai-nilai Pancasila melalui tindakan nyata. Pernyataan tersebut diperkuat oleh penelitian (Fitriani Henni et al. , 2. Kegiatan P5 mendorong peserta didik menerapkan gaya hidup berkelanjutan di kehidupan sehari-hari. Sesuai dengan tujuan P5 membentuk profil pelajar Pancasila, terutama dengan memperhatikan aspek kemandirian dan kepedulian terhadap Evaluasi juga dilakukan guru melalui kegiatan pemantauan perawatan tanaman kangkung yang dilakukan selama satu minggu. Berdasarkan wawancara dengan guru, hasil yang berbeda-beda dari tiap kelompok menjadi gambaran langsung dari tanggung jawab, kepedulian dan ketekunan peserta didik. Guru menggunakan hasil observasi ini untuk menilai keberhasilan peserta didik, bukan semata-mata dari hasil akhir tanaman, melainkan dari proses keterlibatan aktif peserta didik. Lebih lanjut, hasil wawancara respons peserta didik terhadap kegiatan P5 cukup positif. Mereka menganggap kegiatan projek lebih menyenangkan dibandingkan pembelajaran di kelas yang cenderung monoton. Kegiatan di luar kelas dianggap lebih menarik dan memotivasi peserta didik untuk terlibat aktif. Hal ini sependapat (Novitasari et al. , 2. Kegiatan P5 dilaksanakan di dalam atau luar kelas agar peserta didik tidak bosan dan jenuh. Namun demikian, hasil wawancara guru mengungkapkan bahwa tidak semua peserta didik menunjukkan keterlibatan yang sama. Terdapat peserta didik yang kurang serius dalam menjalankan tugasnya, sehingga hasil kegiatan kurang maksimal. Hal ini menandakan bahwa pembinaan lanjutan masih dibutuhkan, khususnya dalam menumbuhkan sikap konsisten dan tanggung jawab. Pihak sekolah menyatakan komitmennya untuk menjadikan P5 sebagai program yang berkelanjutan dari sudut pandang waka kurikulum. Meski strategi pemilahan sampah projek tersebut belum sepenuhnya terlaksana, masih ada harapan bahwa kegiatan tersebut akan terlaksana pada tahun ajaran mendatang. Evaluasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila tema Gaya Hidup Berkelanjutan kelas IV SD menunjukkan adanya keberhasilan sekaligus tantangan yang perlu diperhatikan. Dari aspek perubahan perilaku, program ini berhasil meningkatkan kesadaran peserta didik akan perlunya mengurangi sampah plastik. Sebagai langkah kecil namun penting untuk membantu menjaga lingkungan sekolah tetap bersih, peserta didik mulai terbiasa membawa tempat minum sendiri. Sayangnya, karena pengawasan yang tidak memadai dan pelaksanaan yang tidak konsisten, program ini belum dilaksanakan secara berkelanjutan. Indikator keberhasilan peserta didik dalam projek P5 dinilai melalui pengamatan langsung terhadap kegiatan seperti menanam kangkung. Guru menerima setiap laporan harian peserta didik terkait pertumbuhan tanaman sebagai bentuk penilaian. Dari situlah dapat dilihat bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari hasil akhir. Implementasi Kurikulum Merdeka Berbasis Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila . - 1294 Fauziah & Fatayan / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . tetapi dari proses perawatan dan tanggung jawab peserta didik dalam menjalankan tugas tersebut. Dampak kegiatan P5 terhadap karakter peserta didik terlihat pada peningkatan kepedulian, kedisiplinan, serta semangat belajar. Kegiatan berbasis projek mendorong peserta didik untuk berpartisipasi aktif memperhatikan masalah lingkungan, terutama berkaitan dengan pengelolaan sampah dan pemanfaatan barang bekas. Namun, masih ditemukan tantangan seperti rendahnya partisipasi sebagian peserta didik dalam menyelesaikan projek dengan sungguh-sungguh. Ada hasil karya yang dibuat asal-asalan, yang mencerminkan belum meratanya pemahaman peserta didik tentang makna tanggung jawab. Untuk terus menumbuhkan motivasi peserta didik, guru harus memikul tanggung jawab itu. (Febriyanti Effendi & Dhania Hasnin, 2. karena tidak semua peserta didik bersemangat saat mengikuti kegiatan projek, tugas guru memberi perhatian khusus untuk memotivasi peserta didik berkolaborasi dalam kegiatan projek. Rencana tindak lanjut berupa pengadaan tempat pemilahan sampah dari galon bekas belum berjalan. Meskipun projek ini sudah sempat dirancang, pelaksanaannya tertunda dan menunggu keberlanjutan penerapan Kurikulum Merdeka. Artinya, keberlanjutan kegiatan P5 sangat bergantung pada dukungan sistem sekolah dan komitmen pelaksanaannya. Hal ini sependapat (Damayanti Dwi Putri et al. , 2. Kegiatan P5 mencakup keberhasilan dan tindak lanjut projek, dan kegiatan tersebut tidak berhenti saat projek selesai. Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman peserta didik terkait kegiatan P5 dan memberikan pengalaman belajar yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. KESIMPULAN Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. tema Gaya Hidup Berkelanjutan kelas IV Sekolah Dasar menunjukkan hasil yang cukup memuaskan. Pada tahap perencanaan, kegiatan P5 dilakukan secara kolaboratif dan terstruktur, dimulai dari pemilihan tema yang relevan dengan isu lingkungan di sekitar sekolah, hingga perancangan kegiatan yang aplikatif seperti daur ulang sampah plastik dan penanaman kangkung di lahan sekolah. Tahap pelaksanaan, kegiatan P5 diintegrasikan ke dalam mata pelajaran lain secara fleksibel, yang memungkinkan peserta didik belajar secara tematik dan kontekstual tanpa meninggalkan pelajaran utama. Hasil evaluasi, menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan sikap peduli lingkungan, tanggung jawab, dan disiplin peserta didik. Kegiatan P5 tema gaya hidup berkelanjutan telah membantu peserta didik menjadi lebih sadar terhadap lingkungan. Namun, keberlangsungan program ini sangat bergantung pada komitmen dan dukungan dari sekolah. Untuk kedepan nya, tindak lanjut dan perbaikan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar implementasi Kurikulum Merdeka melalui kegiatan P5 lebih efisien dan merata. Implementasi Kurikulum Merdeka Berbasis Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila . - 1295 Fauziah & Fatayan / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . DAFTAR PUSTAKA