Kalistra: Kajian Linguistik dan Sastra Volume 1. No. September 2022 P-ISSN x-x https://online-journal. id/kal E-ISSN x-x Kesantunan Berbahasa Melayu Pada Kalangan Remaja Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi Malay language politeness among teenagers kecamatan Tungkal Ilir kabupaten Tanjung Jabung Barat provinsi Jambi Dinda Deldiana Mughni1. Ade Kusmana2, dan Julisah izar3 1,2,3 Sastra Indonesia. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Jambi dinda14agustus@gmail. com, ade. kusmana@unja. id, julisahizar@unja. INFORMASI ARTIKEL ABSTRAK Abstract Riwayat Diterima: 23Juni 2022 Direvisi: 18 Juli 2011 Disetujui: 15 Agustus 2022 Kata Kunci Bahasa melayu Kalangan remaja Keywords malay language This study aims to describe the form of adherence to the principle of politeness in language and the form of violation of the principle of politeness in Malay in Tungkal Ilir sub-district. Tanjung Jabung Barat district. Jambi province. This research is a qualitative descriptive study. Malays among adolescents in Tungkal Ilir sub-district. Tanjung Jabung Barat district. Jambi Researchers collected data using the record and note The data analysis technique in this study used the agih method while the technical data analysis was compiling and classifying forms of compliance and violations of politeness principles and pragmatic parameters. , then analyze the form of compliance and violations of politeness principles and pragmatic parameters. The results of the study are that there are 60 data that are included in compliance and violations of politeness principles. In compliance with the politeness principle there are 21 data based on the maxim of wisdom 1 data, the maxim of generosity 1 data, the maxim of praise 1 data, the maxim of humility 1 data, the maxim of agreement 16 data, while the violation of the principle of politeness contains 39 data based on the maxim of wisdom 3 data, the maxim of praise 15, maxim of agreement 18 data, and maxim of sympathy 3 data. The second finding is the use of pragmatic parameters in adolescents in Tungkal Ilir sub-district based on the level of social distance there are 30 data. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud pematuhan prinsip kesantunan berbahasa dan wujud pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa melayu di kecamatan Tungkal Ilir kabupaten Tanjung Jabung Barat provinsi Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah tuturan pematuhan prinsip kesantunan berbahasa dan pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa melayu pada kalangan remaja kecamatan Tungkal Ilir kabupaten Tanjung Jabung Barat provinsi Jambi. Peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan metode rekam dan Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan Dinda Deldiana Mughni. Ade Kusmana, dan Julisah izar: Kesantunan Berbahasa Melayu Pada A. Kalistra: Kajian Linguistik dan Sastra Volume 1. No. September 2022 P-ISSN x-x https://online-journal. id/kal E-ISSN x-x metode agih adapun teknis analisis data yaitu menyusun dan mengelompokkan wujud pematuhan dan pelanggaran prinsip kesantunan serta parameter pragmatik, kemudian menganalisis wujud pematuhan dan pelanggaran prinsip kesantunan serta parameter pragmatik. Hasil penelitian yaitu terdapat 60 data yang termasuk ke dalam pematuhan dan pelanggaran prinsip Pada pematuhan prinsip kesantunan terdapat 21 data berdasarkan maksim kebijaksanaan 1 data, maksim kedermawanan 1 data, maksim pujian 1 data, maksim kerendahan hati 1 data, maksim kesepakatan 16 data, sedangkan pelanggaran prinsip kesantunan terdapat 39 data berdasarkan maksim kebijaksaan 3 data, maksim pujian 15, maksim kesepakatan 18 data, dan maksim simpati 3 data. Hasil temuan yang kedua adalah penggunaan parameter pragmatik pada remaja di kecamatan Tungkal Ilir berdasarkan tingkat jarak sosial terdapat 30 data. Pendahuluan Bahasa merupakan salah satu alat komunikasi yang dibutuhkan manusia untuk saling bekerjasama dengan sesama manusia dalam kehidupan seharihari dan setiap hari manusia tidak akan lepas dari kegiatan berkomunikasi. Menurut Masinambouw . alam Abdul Chaer, 2010:. mengatakan bahwa sistem bahasa mempunyai fungsi sebagai sarana berlangsungnya suatu interaksi manusia dalam masyarakat. Secara umum dapat dikatakan bahasa adalah alat untuk menyampaikan informasi, ide, konsep atau perasaan. Kajian bahasa ini disebut sebagai ilmu linguistik dan cabang bahasa yaitu pragmatik. Linguistik secara umum merupakan ilmu bahasa atau ilmu yang mengambil bahasa sebagai objek kajiannya, terdiri atas beberapa cabang yaitu: fonologi, morfologi, sintaksis, semantik dan pragmatik (Wijana dan Rohmadi, 2011:. Linguistik adalah ilmu yang objek kajiannya adalah bahasa. Di mana bahasa itu sendiri merupakan fenomena yang hadir dalam segala aktivitas manusia. Kita dapat mengerti benar sifat bahasa itu sendiri ketika kita mengerti pragmatik, yaitu bagaimana bahasa digunakan dalam komunikasi (Leech, 1993:. Pragmatik adalah cabang ilmu bahasa yang mempelajari struktur bahasa secara eksternal, yaitu bagaimana satuan kebahasaan itu digunakan di dalam komunikasi (Wijana dan Rohmadi, 2011:. Yule . mengemukakan bahwa pragmatik merupakan ilmu yang mempelajari tentang makna yang dapat disampaikan oleh penutur kepada mitra tutur. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pragmatik merupakan tuturan yang mempelajari mengenai makna dalam sebuah tuturan. Bahasa daerah merupakan bahasa yang dipakai untuk berkomunikasi di dalam lingkungan suku. Bahasa daerah di kecamatan Tungkal Ilir sama dengan fungsi bahasa daerah lain yaitu sebagai alat komunikasi dalam keluarga maupun masyarakat. Bahasa melayu di kecamatan Tungkal llir digunakan setiap hari oleh masyarakat untuk saling berkomunikasi satu sama lainnya. Setiap Dinda Deldiana Mughni. Ade Kusmana, dan Julisah izar: Kesantunan Berbahasa Melayu Pada A. Kalistra: Kajian Linguistik dan Sastra Volume 1. No. September 2022 P-ISSN x-x https://online-journal. id/kal E-ISSN x-x bahasa daerah pasti mempunyai kesantunan berbahasa dan ketidak santunan Oleh sebab itu dalam berbahasa ada hal-hal yang harus diperhatikan diantaranya adalah prinsip kesopanan. Prinsip kesopanan merupakan salah satu etika kesopanan dalam berkomunikasi untuk memperhatikan kata-kata serta bahasa yang disampaikan kepada mitra tutur agar tuturan yang disampaikan tidak menyinggung mitra Selain memahami prinisp kesopanan dalam berkomunikasi, kita dapat memperhatikan makna tuturan sopan santun tersebut. Makna tuturan ini akan diketahui dari maksim kesopanan, dalam berkomunikasi akan diperhatikan makna tuturannya. Makna tersebut selain diketahui dari maksim kesopanan yang dimana Leech membagi maksim kesopanan menjadi 6 macam, yaitu maksim kebijaksaan, maksim kedermawanan, maksim pujian, maksim kerendahan hati, maksim kesepakatan dan maksim simpati. Metode Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dimana dalam penelitian ini peneliti mengumpulkan data berupa prinsip pematuhan dan pelanggaran kesantunan berbahasa dan parameter pragmatik yang terdapat pada tuturan remaja di kecamatan Tungkal Ilir kabupaten Tanjung Jabung Barat provinsi Jambi. Mahsun . , bahwa penelitian kualitatif merupakan penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata- kata dengan tujuan untuk memahami fenomena sosial yang termasuk fenomena Fenomena sosial tentunya berkaitan dengan fenomena kebahasaan yang dapat ditemukan dalam segala komunikasi, interaksi, dan kegiatan aktifitas kehidupan bermasyarakat. Data yang di dapat dalam penelitian ini adalah tuturan yang berupa kata, kalimat yang dituturkan oleh remaja di kecamatan Tungkal Ilir kecamatan Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi yang mengandung prinsip pematuhan dan pelanggaran kesantunan berbahasa yang mencakup maksim kesantunan serta prameter pragmatik yang mencakup tingkat jarak sosial, dan tingkat status Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan teknik rekam dan metode catat. Peneliti melakukan rekaman pada tuturan remaja di kecamatan Tungkal Ilir menggunakan alat rekam yaitu handphone. Kemudian mentranskrip tuturan tuturan tersebut ke dalam bentuk tulisan dan mencatat hasil temuan yang terdapat pada tuturan remaja di kecamatan Tungkal Ilir. Terakhir, peneliti menganalisis data berdasarkan prinsip kesopanan dan parameter pragmatik yang ditemukan berdasarkan pertanyaan penelitian (Afria, 2. Teknik analisis data yaitu menyusun dan mengelompokkan wujud pematuhan dan pelanggaran prinsip kesantunan serta parameter pragmatik yang terdapat pada tuturan remaja. Kemudian menganalisis wujud pematuhan dan pelanggaran prinsip kesantunan dan parameter pragmatik yang ditemukan pada tuturan remaja di kecamatan Tungkal Ilir kabupaten Tanjung Jabung Barat provinsi Jambi berdasarkan maksim kesantunan dan tingkat parameter pragmatik yang Dinda Deldiana Mughni. Ade Kusmana, dan Julisah izar: Kesantunan Berbahasa Melayu Pada A. Kalistra: Kajian Linguistik dan Sastra Volume 1. No. September 2022 P-ISSN x-x https://online-journal. id/kal E-ISSN x-x Setelah data dianalisis kemudian diverifikasi bersama dosen pembimbing sesuai rumusan masalah penelitian. Hasil dan Pembahasan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan ditemukan Hasil penelitian yaitu terdapat 60 data yang termasuk ke dalam pematuhan dan pelanggaran prinsip kesantunan. Pada pematuhan prinsip kesantunan terdapat 21 data berdasarkan maksim kebijaksanaan 1 data, maksim kedermawanan 1 data, maksim pujian 1 data, maksim kerendahan hati 1 data, maksim kesepakatan 16 data, sedangkan pelanggaran prinsip kesantunan terdapat 39 data berdasarkan maksim kebijaksaan 3 data, maksim pujian 15, maksim kesepakatan 18 data, dan maksim simpati 3 data. Namun data yang dianalisis terdapat 30 data. Hasil temuan yang kedua adalah penggunaan parameter pragmatik pada remaja di kecamatan Tungkal Ilir berdasarkan tingkat jarak sosial terdapat 30 data. Berikut penjelasan analisis pada prinsip kesantunan berbahasa yang mencakup pematuhan prinsip kesantunan berbahasa melayu pada kalangan remaja kecamatan Tungkal Ilir kabupaten Tanjung Jabung Barat provinsi Jambi. Maksim kebijaksanaan KONTEKS Setting, pada percakapan ini terjadi di cafe pada malam hari. Scene, mengacu pada saat situasi peristiwa tutur terjadi, yaitu dalamkeadaan serius. Participant, penutur dalam percakapan ini adalah Rido dan Kiki. Ends, dalam percakapan ini bermaksud untuk memberi suatu perintah dengan menyuruh Kiki pindah tempat duduk, jadi Rido tidak duduk bersempitan. Act Sequence, dalam percakapan diawali oleh Rido yang menanyakan tentang ada apa pada dirinya sendiri. Key, merupakan nada suara dalam percakapan ini rendah, sikap atau cara pada peristiwa tutur ini diucapkan dengan santai dan disertai dengan senyuman. Instrumentalities, uturan diucapkan dengan lisan. Norm, pernyataan dijawab sesuai dengan pernyataan yang ada dalam situasi Genre, dalam tuturan ini berbentuk ungkapan memerintah. DATA 1 TUTURAN Rido : Ngape? (Kenapa?). Kiki : Takde, duduklah sini. Ape kite pindah?(Enggak ada, duduklah sini. Apa kita pindah?). Rido : Pindah je. (Pindah saj. Alif : Iye kesian die. (Iya kasihan di. Prinsip kesantunan berbahasa pada tuturan di atas termasuk dalam pematuhan maksim kebijaksanaan untuk mengurangi kerugian pada orang lain Dinda Deldiana Mughni. Ade Kusmana, dan Julisah izar: Kesantunan Berbahasa Melayu Pada A. Kalistra: Kajian Linguistik dan Sastra Volume 1. No. September 2022 P-ISSN x-x https://online-journal. id/kal E-ISSN x-x dan menambah keuntungan pada orang lain. Terbukti pada tuturan Kiki yaitu AuTakde, duduklah sini. Ape kite pindah? (Enggak ada, duduklah sini. Apa kita pindah?)". yang bertujuan agar Rido yang baru saja datang tidak duduk Oleh karena itu, dalam dialog diatas. Kiki telah menaati maksim kebijaksanaan dalam prinsip kesantunan berbahasa. Maksim Kedermawanan KONTEKS Setting, pada peristiwa tutur ini terjadi di cafy pada malam hari. Scene, mengacu pada saat situasi peristiwa tutur terjadi yaitu, dalam keadaan serius. Participant, penutur dalam percakapan ini adalah Tama dan Rani. Ends, percakapan ini bermaksud untuk memberi bantuan kepada Tama. Act Squence, percakapan ini diucapkan oleh Tama yang masih kenyang supaya tidak mau makan lagi namun Rani memaksa agar tetap makan. Key, merupakan nada, nadasuara dalam percakapan ini rendah, sikap atau cara peristiwa tuturan ini terjadi dengan serius. Instumentalities, dalam tuturan ini diucapkan dengan lisan. Norm, pernyataan dijawab sesuai dengan pernyataan yang ada dalam situasi percakapan. Genre, dalam percakapan ini adalah penyampaian. DATA 2 TUTURAN Tama : Daklah kenyang masih. (Tidaklah kenyang masi. Rani : Makan dikit je, biak aku ambekan makanan kau sekalian aku nak (Makan sedikit saja, biar aku ambilkan makanan kamu sekalian akumau makan jug. Tama : Dak payahlah, kagek aku ambek dewek je kalau pengen. (Tidak nanti aku ambil sendiri kalau ma. Pada data di atas termasuk pada pematuhan maksim kedermawanan. Hal ini terbukti dari tuturan Rani yaitu"Makan dikit je, biak aku ambekan makanan kau sekalian aku nak makan juge. (Makan sedikit saja, biar aku ambilkan makanan kamu sekalian aku mau makan jug. Dari tuturan tersebut, dapat dilihat jelas bahwa Rani berusaha memaksimalkan keuntungan pihak lain dengan cara menambah kerugian pada diri sendiri. hal itu dilakukan dengan cara menawarkan bantuan untuk mengambilkan makanan untuk Tama. Maksim Pujian KONTEKS Setting, pada peristiwa percakapan ini terjadi di jembatan WFC pada malam hari. Scene, mengacu pada situasi peristiwa tutur terjadi, yaitu dalam keadaan santai. Participant, penutur dalam percakapan ini adalah Dijah. Siti dan Tina. Ends, dalam percakapan ini bermaksud untuk memuji wajah orang lain karena cantik. Act Squence, percakapan ini diucapkan oleh Siti, dia Dinda Deldiana Mughni. Ade Kusmana, dan Julisah izar: Kesantunan Berbahasa Melayu Pada A. Kalistra: Kajian Linguistik dan Sastra Volume 1. No. September 2022 P-ISSN x-x https://online-journal. id/kal E-ISSN x-x mengatakan bahwa wajah orang lain itu cantik pada saat berfoto. Key, merupakan nada, nada suara dalam percakapan ini rendah, sikap atau cara pada peristiwa tutur ini terjadi dengan santai. Instrumentalities, dalam uturan ini diucapkan dengan lisan. Norm, pernyataan dijawab sesuai dengan pernyataan yang ada dalam situasi percakapan. Genre dalam percakapan ini adalah ungkapan pujian. DATA 3 TUTURAN Siti : Aku bilang ke Putri ade acare ulang tahun. (Aku bilang ke Putri ada acara ulang tahu. Dijah : Padahal bukber ye? (Padahal bukber ya?). Siti : Iye. Pantes lah cantek. (Iya. Pantes lah canti. Tina : Ape kate sepupu nye "kalah saing lah aku". (Apa kata sepupu nya "kalah saing lah aku"). Siti : Sekali bepoto die yang paling cantek. (Sekali berfoto dia yang paling Dari tuturan di atas, termasuk kedalam pematuhan maksim pujian karena maksim pujian adalah mengurangi cacian pada orang lain dan menambah pujian bagi orang lain. Berarti penutur dapat dikatakan sebagai seorang yang santun dan selalu berupaya untuk memberikan penghargaan dan penghormatan pada pihak lain secara optimal tanpa harus merendahkan orang lain diantaranya ada pada tuturan Siti yaitu "Sekali bepoto die yang paling (Sekali berfoto dia yang paling canti. Dari tuturan tersebut memberikan pujian terhadap orang lain. Oleh karena itu. Siti telah melakukan pematuhan maksim pujian karena telah memberi pujian kepada Putri. Maksim Kerendahan Hati KONTEKS Setting, pada peristiwa tutur ini terjadi di cafe pada malam hari. Scene, mengacu pada saat situasi perstiwa tutur terjadi, yaitu dalam keadaan Participant, penutur dalam percakapan ini adalah Alif dan Kiki. Ends, dalam percakapan ini bermaksud untuk bersikap rendah hati yang dilakukan oleh Kiki . Act Squence, percakapan ini diawali oleh Alif yang bertanya apakah Kiki mau nyanyi atau tidak mau nyanyi. Key, merupakan nada, nada suara dalam percakapan ini rendah,sikap atau cara pada peristiwa tuturan ini terjadi dengan santai. Instrumentalities, dalam tuturan ini diucapkan dengan lisan. Norm, pernyataan dijawab sesuai dengan pernyataan yang ada dalam situasi Genre, dalam percakapan ini adalah ungkapan sikap rendah hati. DATA 4 TUTURAN Alif : Kau dak nyanyi ye? . au tidak nyanyi ya?). Kiki : Bise ye nyanyi?(Bisa ya nyanyi?). Dinda Deldiana Mughni. Ade Kusmana, dan Julisah izar: Kesantunan Berbahasa Melayu Pada A. Kalistra: Kajian Linguistik dan Sastra Volume 1. No. September 2022 Alif Kiki P-ISSN x-x https://online-journal. id/kal E-ISSN x-x : Bise tu, nyanyi lah. (Bisa itu, nyanyi la. : Dak lah, burok suare aku. (Tidak lah, buruk suara ak. Tuturan di atas termasuk ke dalam pematuhan maksim kerendahan maksim kerendahan hati adalah pujilah diri sendiri sedikit mungkin dan kecamlah diri sendiri sebanyak mungkin. Terbukti pada tuturan Kiki yaitu "Dak lah, burok suare aku. (Tidak lah, buruk suara ak. Dari tuturan tersebut Kiki telah melakukan pematuhan maksim kerendahan hati padahal suara Kiki bagus namun dia mengatakan suaranya buruk sebagai bentuk merendahkan dirinya serta tidak membanggakan dirinya sendiri. Hal ini dikarenakan agar Kiki tidak dianggap sombong dalam bertutur, maka dia merendahkan dirinya dengan kata-kata yang tidak menyombongkan dirinya. Maksim kesepakatan KONTEKS Setting, pada peristiwa tutur ini terjadi di cafy pada malam hari. Scene, mengacu pada saat situasi peristiwa tutur terjadi, yaitu dalam keadaan santai. Participant, penutur dalam percakapan ini adalah Cakra. Dela dan Manda. Ends, dalam percakapan ini bermaksud untuk menyetujui percakapan yang dikatakan oleh Cakra bahwa Dela sedang berbohong. Act Squence, percakapan ini diawali oleh Cakra yang memberikan suatu penjelasan pada Dela dan Manda tentang rencana mereka yang akan pergi ke pesta Dela. Key, merupakan nada, nada suara dalam percakapan ini rendah, sikap atau cara pada peristiwa tutur ini terjadi dengan serius. Instrumentalities, dalam tuturan ini diucapkan dengan lisan. Norm, pernyataan dijawab sesuai dengan pernyataan yang ada dalam situasi percakapan. Genre, dalam percakapan ini berbentuk ungkapan. DATA 6 TUTURAN Cakra : Kite pegi pengantenan Dela. Kagek penganten kite die tak datang, die diBajubang. (Kita pergi pengantinan Dela. Nanti pengantin kita dia datang, dia di Bajuban. Dela : Datang aku. Cakra : Bohong. Iye dak? (Bohong, iya tidak?). Manda : Iye. (Iy. Tuturan di atas termasuk ke dalam pematuhan maksim kesepakatan. Maksim kesepakatan merupakan maksim yang dapat memaksimalkan kesepakatan antara diri sendiri dan orang lain, dan mengurangi ketidaksepakatan antara diri sendiri dan orang lain. Terbukti pada tuturan Manda yaitu "Iye. (Iy. Tuturan tersebut merupakan kesepakatan antara Manda dan Cakra yang sama-sama menyetujui prihal Dela akan berbohong untuk tetap pergi jika temannya yang lain menikah. Oleh karena itu. Cakra dan Dinda Deldiana Mughni. Ade Kusmana, dan Julisah izar: Kesantunan Berbahasa Melayu Pada A. Kalistra: Kajian Linguistik dan Sastra Volume 1. No. September 2022 P-ISSN x-x https://online-journal. id/kal E-ISSN x-x Manda telah melakukan pematuhan maksim kesepakatan yakni terdapat suatu kesepakatan atau kecocokan dari apa yang dituturkan oleh penutur maupun mitra tutur. Berikut penjelasan analisis pada prinsip kesantunan berbahasa yang mencakup pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa melayu pada kalangan remaja kecamatan Tungkal Ilir kabupaten Tanjung Jabung Barat provinsi Jambi. Maksim kebijaksanaan KONTEKS Setting, pada peristiwa tutur ini terjadi di cafe pada malam hari. Scene, mengacu pada saat situasi peristiwa tutur terjadi, yaitu dalam keadaan santai. Participant, penutur dalam percakapan ini adalah Ali dan Rani. Ends, dalam percakapan ini bermaksud untuk menyuruh Rani menulis pesanan. Act Squence, percakapan ini yang dituturkan Ali untuk menyuruh Rani menulis pesanan namun Rani merasa keberatan. Key, merupakan nada, nada suara dalam percakapan ini rendah, sikap atau cara pada peristiwa tutur ini terjadi dengan serius. Instrumentalities, dalam uturan ini diucapkan dengan lisan. Norm, pernyataan dijawab sesuai dengan pernyataan yang ada dalam situasi Genre, dalam percakapan ini adalah ungkapan. DATA 1 TUTURAN Ali : Vanila je enak. (Vanila saja ena. Rani : Panas ape dingin? (Panas apa dingin?). Ali : Dingin, tulislah. Rani : Setiap ape, aku teros yang nulis. (Setiap apa, aku terus yang nuli. Menurut Teori Leech . maksim kebijaksanaan ialah untuk mengurangi kerugian pada orang lain dan menambah keuntungan pada orang Prinsip kesantunan berbahasa pada tuturan di atas termasuk dalam pelanggaran maksim kebijaksanaan karena menambah kerugian pada orang lain dan mengurangi keuntungan pada orang lain terbukti pada tuturan Rani yaituAuSetiap ape, aku teros yang nulis. (Setiap apa, aku terus yang nuli. Ay. Tuturan tersebut menambah kerugian Rani dan juga mengurangi keuntungan Rani. Oleh karena itu, dalam tuturan ini Ali telah melakukan pelanggaran maksim kebijaksanaan karena telah memberi kerugian terhadap Rani dengan tidak membantunya menulis. Maksim Pujian KONTEKS Setting, pada peristiwa tutur ini terjadi di warkop pada malam hari. Scene, mengacu pada saat situasi peristiwa tutur terjadi, yaitu dalam keadaan Participant, penutur dalam percakapan ini adalah Rika dan Hasbi. Ends, dalam percakapan ini Rika bermaksud untuk menanyakan kepada Hasbi. Dinda Deldiana Mughni. Ade Kusmana, dan Julisah izar: Kesantunan Berbahasa Melayu Pada A. Kalistra: Kajian Linguistik dan Sastra Volume 1. No. September 2022 P-ISSN x-x https://online-journal. id/kal E-ISSN x-x Act Squence, percakapan ini yang dituturkan Rika untuk menanyakan kepada Hasbi alasan dan tujuan kenapa handphone ini ngerekam. Key, merupakan nada, nada suara dalam percakapan ini tinggi, sikap atau cara pada peristiwa tutur ini terjadi dengan serius. Instrumentalities, dalam uturan ini diucapkan dengan lisan. Norm, pernyataan dijawab sesuai dengan pernyataan yang ada dalam situasi percakapan. Genre, dalam percakapan ini adalah penyampaian. DATA 3 TUTURAN Rika : Ini hp ngerakam ye? (Ini handphone ngerekan ya?). Hasbi : Iye, ngomong makek bahasa Tungkal terus di rekam. (Iya, ngomong pakai bahasa Tungkal lalu di reka. Rika : Jadi biak ape? (Jadi biar apa?). Hasbi : Di recordnye lolo. (Di recordnya lol. Dari tuturan di atas, termasuk kedalam pelanggaran maksim pujian karena pada tuturan di atas menambah cacian pada orang lain dan mengurangi pujian bagi orang lain. Berarti penutur dapat dikatakan sebagai seorang yang tidak santun dan merendahkan orang lain. Terbukti pada tuturan Hasbi yaitu "Di recordnye lolo. (Di recordnya lol. " Dari tuturan tersebut memberikan cacian terhadap orang lain. Oleh karena itu. Hasbi telah melakukan pelanggaran maksim pujian karena telah memberi cacian kepada Rika dengan sebutan kata "lolo". Maksim kesepakatan KONTEKS Setting, pada peristiwa tutur ini terjadi di cafe pada malam hari. Scene, mengacu pada saat situasi peristiwa tutur terjadi, yaitu dalam keadaan santai. Participant, penutur dalam percakapan ini adalah Tama dan Rani. Ends, dalam percakapan ini bermaksud untuk memberitahu bahwa Tama tidak mau makan lagi. Act Squence, percakapan ini yang dituturkan Tama bahwa dia sudah makan dan tidak mau makan lagi, namun Rani masih menyarankan agar tetap makan. Key, merupakan nada, nada suara dalam percakapan ini rendah, sikap atau cara pada peristiwa tutur ini terjadi dengan serius. Instrumentalities, dalam uturan ini diucapkan dengan lisan. Norm, pernyataan dijawab sesuai dengan pernyataan yang ada dalam situasi Genre, dalam percakapan ini adalah ungkapan. DATA 10 TUTURAN Tama : Ay aku tak makan ye,udah makan tadi. (Aku tidak makan ya, sudah makan tad. Rani : Cemilan je, ini ade cemilan kan dak makanan berat. (Cemilan saja, ini ada cemilan kan bukan makanan bera. Tama : Dak lah, kenyang masih. Kagek je. (Tidak lah, kenyang masih. Nanti Dinda Deldiana Mughni. Ade Kusmana, dan Julisah izar: Kesantunan Berbahasa Melayu Pada A. Kalistra: Kajian Linguistik dan Sastra Volume 1. No. September 2022 P-ISSN x-x https://online-journal. id/kal E-ISSN x-x Tuturan di atas termasuk ke dalam pelanggaran maksim kesepakatan karena tidak dapat memaksimalkan kesepakatan antara diri sendiri dan orang Terbukti pada tuturan Tama yaitu "Dak lah, kenyang masih. Kagek (Tidak lah, kenyang masih. Nanti saj. Tuturan tersebut merupakan ketidaksepakatan antara Tama dan Rani. Oleh karena ini. Tama telah melanggar maksim kesepakatan karena telah menolak saran Rani untuk makan makanan ringan yang sudah di tawarkan. Maksim Simpati KONTEKS Setting, pada peristiwa tutur ini terjadi di alun-alun pada malam hari. Scene, mengacu pada saat situasi peristiwa tutur terjadi, yaitu dalam keadaan Participant, penutur dalam percakapan ini adalah Ais. Siska dan Salsa. Ends, dalam percakapan ini bermaksud untuk memberitahukan adanya orang Act Squence, percakapan ini yang dituturkan Ais untuk memberitahukan pak polisi bahwa ada balapan tetapi Salsa tidak simpati terhadap orang lain justu mengejek orang lain jika ada yang terjatuh. Key, merupakan nada, nada suara dalam percakapan ini tinggi, sikap atau cara pada peristiwa tutur ini terjadi dengan mengecam. Instrumentalities, dalam uturan ini diucapkan dengan lisan. Norm, pernyataan dijawab tidak sesuai dengan peryataan yang ada dalam situasi percakapan. Genre, dalam percakapan ini adalah penyampaian. DATA 16 TUTURAN Salsa : Pak polisi ade yang balapan. (Pak polisi ada yang balapa. Ais : Sape ntah tu. (Siapa it. Siska : Biaklah kalau jatuh kite bantu sorak je. (Biarlah kalau jatuh kita bantu sorak saj. Tuturan di atas merupakan tuturan pelanggaran maksim simpati karena tidak ada rasa simpati dan menambah rasa antipati kepada mitra tutur. Terbukti pada tuturan Siska yaitu "Biaklah kalau jatuh kite bantu sorak je. (Biarlah kalau jatuh kita bantu sorak saj. Oleh karena itu. Siska telah melakukan pelangaran maksim simpati terhadap orang sekitar yang sedang melakukan balapan. Tuturan Siska di atas menunjukan tidak adanya rasa simpati terhadap orang lain ketika orang lain mengalami kecelakan dia hanya menyorakin orang tersebut dan tidak mau membantu orang lain yang sedang mengalami musibah. Dinda Deldiana Mughni. Ade Kusmana, dan Julisah izar: Kesantunan Berbahasa Melayu Pada A. Kalistra: Kajian Linguistik dan Sastra Volume 1. No. September 2022 P-ISSN x-x https://online-journal. id/kal E-ISSN x-x Tingkat Parameter Pragmatika Tingkat parameter pragmatika yang ditemukan dalam kesantunan berbahasa melayu pada kalangan remaja kecamatan Tungkal Ilir kabupaten Tanjung Jabung Barat provinsi Jambi ialah sebagai berikut. Tingkat Jarak Sosial Tingkat jarak sosial ini berkenaan dengan parameter perbedaan umur, jenis kelamin, dan latar belakang sosialkultural. Perbedaan umur yang dimaksut ialah antara penutur dan mitra. Hal ini dijelaskan bahwa semakin tua umur seseorang tingkat kesopanannya dalam bertutur akan semakin tinggi. Begitu pula sebaliknya, apabila orang yang berjenis kelamin wanita, maka ia juga memiliki peringkat kesopanan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan lakilaki. Sedangkan latar belakang sosialkultural ini memiliki peran yang sangat besar dalam menentukan sebauh peringkat kesopanannya. Karena orang yang memiliki jabatan tertentu di dalam masyarakat akan memiliki peringkat kesopanan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kebanyakan orang. Maka, di dalam sebuah komunikasi jika terdapat penggunaan kata AukamuAy yang diucapkan seorang anak atau mahasiswa untuk menyapa orang tua atau dosen dinilai tidak sopan. Oleh sebab itu, sebagai seorang yang memiliki kedudukan yang rendah, kita dapat mengutamakan tuturan-tuturan yang sopan. DATA 1 TUTURAN Rido : Ngape? (Kenapa?). Kiki : Takde, duduklah sini. Ape kite pindah? (Enggak ada, duduklah sini. Apa kita pindah?). Rido : Pindah je. (Pindah saj. Alif : Iye kesian die. (Iya kasihan di. Pada data tuturan di atas tuturan yang diucapkan Kiki pada kalimat berikut "Takde, duduklah sini. Ape kite pindah? (Enggak ada, duduklah sini. Apa kita pindah?) dan ditanggapi oleh Rido seperti pada kalimat berikut "Pindah je. (Pindah saj. " dan ditanggapi kembali oleh Alif "Iye kesian die. (Iya kasihan Tuturan yang di ucapkan Kiki. Rido dan Alif termasuk dalam strategi 2 yaitu strategi sedikit sopan yang digunakan kepada teman yang tidak atau belum akrab. Sedangkan, tuturan antara Kiki. Rido dan Alif merupakan teman yang sudah akrab. Tuturan pada data di atas termasuk dalam strategi kesantunan pada parameter tingkat jarak sosial yang simetris, karena percakapan di atas tingkat jarak sosial umurnya sama. Simpulan Berdasarkan hasil analisis data mengenai prinsip kesopanan teori Leech, terdapat tuturan yang mengandung pematuhan dan pelanggaran prinsip kesopanan Leech dan parameter pragmatik yang digunakan pada kalangan Dinda Deldiana Mughni. Ade Kusmana, dan Julisah izar: Kesantunan Berbahasa Melayu Pada A. Kalistra: Kajian Linguistik dan Sastra Volume 1. No. September 2022 P-ISSN x-x https://online-journal. id/kal E-ISSN x-x remaja kecamatan Tungkal Ilir kabupaten Tanjung Jabung Barat provinsi Jambi. Prinsip kesopanan Leech yang digunakan pada kalangan remaja ini terdiri atas maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim pujian, maksim kerendahan hati, maksim kesepakatan, maksim simpati dan parameter pragmatik terdiri atas tingkat jarak sosial. Setiap tuturan remaja ini akan dianalisis dengan cara melihat apakah tuturan yang diucapkan tersebut sesuai dengan indikator maksim kesopanan atau tidak, dan sesuai dengan indikator parameter pragmatik atau tidak. Hasil penelitian yaitu terdapat 60 data yang termasuk ke dalam pematuhan dan pelanggaran prinsip kesantunan. Pada pematuhan prinsip kesantunan terdapat 21 data berdasarkan maksim kebijaksanaan 1 data, maksim kedermawanan 1 data, maksim pujian 1 data, maksim kerendahan hati 1 data, maksim kesepakatan 16 data, sedangkan pelanggaran prinsip kesantunan terdapat 39 data berdasarkan maksim kebijaksaan 3 data, maksim pujian 15, maksim kesepakatan 18 data, dan maksim simpati 3 data. Namun data yang dianalisis terdapat 30 data. Hasil temuan yang kedua adalah penggunaan parameter pragmatik pada remaja di kecamatan Tungkal Ilir berdasarkan tingkat jarak sosial terdapat 30 data. Daftar Pustaka