JOCE IP Vol. 19 No. September 2025 ISSN: 1978-6875 PENGARUH RISIKO PASAR . RISIKO FINANSIAL. DAN RISIKO BISNIS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN Metha Dwi Apriyanti1*. Yatimin2. Sisca Debyola Widuhung3 1,2,3 Dosen Universitas Muhammadiyah Tangerang 24030600010@student. DOI: https://doi. org/10. 58217/joceip. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh risiko pasar, risiko finansial, dan risiko bisnis terhadap nilai perusahaan pada perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Indeks Kompas 100 Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2017-2024. Dalam konteks teoretis, nilai perusahaan merupakan indikator penting yang mencerminkan prospek masa depan dan stabilitas finansial sebuah perusahaan, yang sangat dipengaruhi oleh berbagai jenis risiko. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini mengaplikasikan metode analisis regresi Data Panel yang diolah dengan perangkat lunak EViews Sampel penelitian terdiri dari 9 perusahaan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dengan data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan antara tahun 2017 Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, risiko pasar, risiko finansial, dan risiko bisnis berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Secara parsial, ditemukan bahwa risiko pasar berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan, sedangkan risiko finansial dan risiko bisnis tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Kontribusi praktis dari penelitian ini adalah memberikan wawasan kepada investor dalam menilai dan memilih perusahaan berdasarkan kemampuan perusahaan dalam mengelola risiko-risiko yang ada. Selain itu, temuan ini memberikan arahan bagi manajemen perusahaan untuk lebih fokus dalam strategi mitigasi risiko guna meningkatkan nilai perusahaan di pasar saham. Kata kunci: Risiko Pasar. Risiko Finansial. Risiko Bisnis. Nilai Perusahaan Pasar Modal Indonesia PENDAHULUAN Dalam era globalisasi dan pertumbuhan ekonomi yang cepat, pasar saham menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kinerja perusahaan di suatu negara. Di Indonesia, peran ini dijalankan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), yang menyediakan platform bagi perdagangan saham perusahaan-perusahaan yang telah memenuhi kriteria pencatatan. Salah satu indeks acuan utama di BEI adalah Indeks Kompas 100, yang terdiri dari 100 perusahaan terpilih dengan perdagangan, kapitalisasi pasar, serta kekuatan Perusahaanperusahaan dalam indeks ini mencerminkan berbagai sektor penting dalam perekonomian nasional, seperti perbankan, manufaktur, barang konsumsi, dan energi. Dengan cakupan sektor yang luas dan karakteristik perusahaan yang kuat, nilai perusahaan-perusahaan dalam Indeks Kompas 100 sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari lingkungan eksternal seperti kondisi ekonomi dan pasar global, maupun dari faktor internal seperti risiko bisnis, keuangan, dan pasar. Nilai perusahaan menjadi salah satu aspek yang krusial dalam menentukan keberhasilan sebuah perusahaan dalam jangka Nilai perusahaan tidak hanya mencerminkan kemampuan perusahaan untuk mencerminkan persepsi investor terhadap prospek masa depan perusahaan. Oleh karena itu, penting untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan. Saat ini. JOCE IP Vol. 19 No. September 2025 ISSN: 1978-6875 kesadaran masyarakat akan perencanaan keuangan merupakan hal yang positif. Hal ini tercermin dari besarnya kontribusi masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia yang berkembang pesat. Pesatnya pertumbuhan investor dari 3,88 juta pada akhir tahun 2020 meningkat sebesar 92,7% menjadi 7,48 juta investor pada akhir tahun 2021. Pertumbuhan investasi yang lebih luas juga dapat meningkatkan nilai perusahaan melalui pasar Namun, nilai perusahaan tidak hanya ditentukan oleh kinerja keuangan saja, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai risiko yang dihadapi perusahaan seperti risiko bisnis, risiko finansial, dan risiko pasar. Pada periode 2017 hingga 2024. Indeks Kompas 100 telah dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal dan internal seperti kondisi ekonomi makro, kebijakan pemerintah, perubahan suku bunga, serta kinerja operasional perusahaan itu sendiri. Oleh karena itu, penelitian mengenai nilai perusahaan yang terdaftar di Indeks Kompas 100 selama periode tersebut menjadi penting untuk memberikan pemahaman mengenai dinamika kinerja perusahaan di pasar modal Indonesia. Risiko bisnis, risiko finansial, dan risiko pasar adalah faktor-faktor utama yang memengaruhi kinerja dan nilai perusahaan. Ketiga jenis risiko ini dapat berdampak signifikan terhadap keputusan investasi dan pertumbuhan perusahaan yang pada akhirnya berdampak pada harga saham dan rasio valuasi perusahaan seperti PBV. Dari gambar diatas menunjukkan pergerakan volatilitas pasar yang dibandingkan dengan rata-rata PBV perusahaan dalam Indeks Kompas 100 selama periode 2017 hingga 2024. Sumbu kiri . menunjukkan indeks volatilitas pasar yang merepresentasikan tingkat risiko pasar. Semakin tinggi angka, semakin mengindikasikan ketidakpastian pasar. Sumbu kanan . menunjukkan perubahan Price-toBook Value (PBV) perusahaan yang terpengaruh oleh risiko pasar. Penurunan PBV dapat mengindikasikan penurunan nilai perusahaan karena ketidakpastian pasar. Grafik ini menunjukkan korelasi antara fluktuasi pasar yang lebih besar . isalnya pada tahun 2020 karena pandemi COVID-. dan dampaknya terhadap PBV perusahaan-perusahaan yang terdaftar di BEI. Tidak hanya itu, perbandingan antara perusahaan-perusahaan dalam indeks juga menunjukkan hasil yang beragam. Perusahaan dengan fundamental yang kuat dan strategi manajemen risiko yang baik cenderung mampu mempertahankan nilai perusahaannya meskipun berada dalam tekanan pasar. Banyaknya faktor-faktor mempengaruhi nilai perusahaan salah satunya yaitu risiko Pasar. Risiko pasar merupakan kondisi yang dialami perusahaan yang disebabkan oleh perubahan kondisi dan situasi pasar, dimana perubahan tersebut merupakan diluar kendali perusahaan (Hasanah, 2. Resiko Pasar memiliki dampak yang sangat besar terhadap nilai perusahaan. Dalam periode 2017 hingga 2024, faktor eksternal seperti ketegangan geopolitik, pandemi, dan kebijakan moneter global memainkan peran besar dalam menggerakkan nilai perusahaan dalam Indeks Kompas 100. Perusahaan dengan fundamental yang lebih kuat dan kemampuan untuk mengelola risiko pasar dengan lebih baik cenderung mampu bertahan dan pulih lebih cepat, sementara perusahaan yang terpapar lebih ketidakpastian lebih rentan terhadap penurunan Dengan pemahaman yang lebih baik tentang risiko pasar, investor dan perusahaan Gambar 1. Market Risk vs PBV Impact on Kompas 100 Companies . (Sumber: w. JOCE IP Vol. 19 No. September 2025 ISSN: 1978-6875 dapat memitigasi dampak negatif terhadap kinerja dan nilai pasar mereka. Risiko keuangan . inancial ris. menyatakan bahwa risiko keuangan merupakan situasi di mana perusahaan tidak dapat memulihkan biaya keuangannya. Leverage digunakan sebagai alat untuk melihat sejauh mana aset perusahaan dibiayai oleh utang dibandingkan dengan modal sendiri. Leverage yang tinggi memiliki efek negatif pada perusahaan, hal ini menunjukkan bahwa perusahaan ragu-ragu, yang berarti risiko yang tinggi yang akan dibebankan kepada pemegang saham dan membuat return sahamnya turun. Namun, leverage yang tinggi juga dapat mengurangi beban pajak yang ditanggung oleh Risiko bisnis dapat dijelaskan sebagai ketidakpastian dalam estimasi laba rugi operasi di masa depan perusahaan. Risiko bisnis dapat mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan, dimana perusahaan memiliki kemampuan untuk membayar hutangnya. Perusahaan yang memiliki risiko bisnis yang lebih tinggi seringkali kurang mampu mengunakan utang dalam jumlah yang besar dalam pendanaan perusahaan karena untuk menghindari tidak terbayarnya hutang di masa depan (Oktafiani dkk, 2. Penelitian ini menemukan risiko bisnis tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan yang menunjukkan semakin tinggi risiko bisnis, maka akan semakin tinggi pula risiko kebangkrutan pada perusahaan tersebut begitu pula sebaliknya. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penelitian ini sejalan dengan fenomena yang terjadi. Dimana penggunaan hutang yang tinggi, maka perusahaan akan memiliki risiko yang tinggi. Menurut catatan Bursa Efek Indonesia pada peningkatan dengan penggunaan hutang yang tinggi sedangkan pendapatan laba yang rendah Berdasarkan hasil dari penelitian banyaknya varian hasil penelitian pada penelitian terdahulu, membuat peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh risiko bisnis risiko financial risiko pasar terhadap nilai perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh risiko bisnis, risiko finansial, dan risiko pasar terhadap nilai perusahaan pada perusahaan yang tergabung dalam indeks Kompas 100 dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2017Ae2024, baik secara parsial maupun METODOLOGI PENELITIAN Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Adapun jenis data yang digunakan merupakan Data sekunder berupa laporan keuangan pada perusahaan Indeks Kompas 100 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2017Ae2024. Dengan variabel independen yaitu Risiko Bisnis . Risiko Financial. Risiko Pasar dan variabel dependen adalah Nilai Perusahaan (PBV). Populasi penelitian ini menggunakan indeks Kompas 100 yang terdaftar di pasar modal Indonesia yang menampilkan laporan tahunan 100 perusahaan dari tahun 2017 hingga 2024. Objek dan sumber data penelitian ini adalah laporan keuangan perusahaan indeks Kompas 100 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk tahun 2017 sampai dengan 2024, yang dapat diperoleh dari w. id atau situs resmi perseroan. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Besarnya sampel yang digunakan sebanyak 9 perusahaan, dimana perusahaan tersebut sudah memenuhi kriteria yang telah ditetapkan oleh peneliti. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa metode dokumentasi yaitu pengumpulan data yang diperoleh dengan melihat, mencatat dan menganalisis data sekunder yang didapatkan dari perusahaan Indeks Kompas 100 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Data pada penelitian ini diambil berdasarkan publikasi laporan keuangan yang Penelitian ini menggunakan metode analisis data berupa analisis regresi Data Panel dengan program EViews 12. JOCE IP Vol. 19 No. September 2025 ISSN: 1978-6875 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Uji Statistik Deskriptif yang memperhitungkan pengaruh waktu. Menurut Basuki . metode estimasi model regresi yang menggunakan data panel ada tiga teknik yang dapat dilakukan yaitu Common Effect Model (CEM). Fixed Effect Model (FEM), dan Random Effect Model (REM). Common Effect Model Persamaan statistiknya sebagai berikut: Tabel 1. Hasil Uji Statistik Deskriptif Mean Median Maximum Minimum Std. Dev. Skewness Kurtosis Jarque-Bera Probability Sum Sum Sq. Dev. Observations Tabel 2. Persamaan Common Effect Model Dependent Variable: Y Method: Panel Least Squares Date: 07/09/23 Time: 22:17 Sample: 2017 2021 Periods included: 5 Cross-sections included: 9 Total panel . observations: 45 Berdasarkan uji statistik deskriptif diatas maka dapat diketahui bahwa data observasi penelitian sebanyak 45 data laporan Berikut ini keterangan dari data analisis statistik deskriptif yang telah diolah yaitu sebagai berikut: Variabel PBV (Y) memiliki nilai rata-rata sebesar1,692349 satuan, dan standar deviasi sebesar 1,849068 satuan. Nilai maximum sebesar 6,033213 satuan, dan nilai minimum sebesar 0,003712 satuan yang dimiliki oleh index compass 100. Variabel Risiko Pasar (X. memiliki nilai rata-rata sebesar 0,199795 satuan, dan standar deviasi sebesar 0,481233 satuan. Nilai maximum sebesar 2,396015 satuan, dan nilai minimum sebesar 0,000124 satuan yang dimiliki oleh index compass 100. Variabel Risiko Finansial (X. memiliki nilai rata-rata sebesar 0,790067 satuan, dan standar deviasi sebesar 0,747120 satuan. Nilai maximum sebesar 4,486552 satuan, dan nilai minimum sebesar 0,114611 satuan yang dimiliki oleh index compass 100. Variabel Risiko Binis (X. memiliki nilai rata-rata sebesar 0,167897 satuan, dan standar deviasi sebesar 0,312708 satuan. Nilai maximum sebesar 2,149247 satuan, dan nilai minimum sebesar 0,006148 satuan yang dimiliki oleh index compass 100. Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. Mean dependent var dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion Hannan-Quinn criter. Durbin-Watson stat R-squared Adjusted R-squared of regression Sum squared resid Log likelihood F-statistic Prob(F-statisti. Fixed Effect Model Persamaan statistiknya sebagai berikut: Tabel 3. Persamaan Fixed Effect Model Dependent Variable: Y Method: Panel Least Squares Date: 07/09/23 Time: 22:22 Sample: 2017 2021 Periods included: 5 Cross-sections included: 9 Total panel . observations: 45 Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. Effects Specification Cross-section fixed . ummy variable. R-squared Adjusted R-squared of regression Sum squared resid Log likelihood F-statistic Prob(F-statisti. Estimasi Regresi Data Panel Model yang digunakan untuk regresi data panel adalah Two Way Model yaitu model Mean dependent var dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion Hannan-Quinn criter. Durbin-Watson stat JOCE IP Vol. 19 No. September 2025 ISSN: 1978-6875 Random Effect Model Persamaan statistiknya sebagai berikut: , maka dapat disimpulkan bahwa Fixed Effect Model (FEM) lebih baik digunakan dalam mengestimasi regresi data panel dibandingkan Common Effect Model (CEM). Uji Hausman Tabel 4. Persamaan Random Effect Model Dependent Variable: Y Method: Panel EGLS (Cross-section random effect. Date: 07/09/23 Time: 22:25 Sample: 2017 2021 Periods included: 5 Cross-sections included: 9 Total panel . observations: 45 Swamy and Arora estimator of component variances Tabel 6. Hasil Uji Hausman Correlated Random Effects - Hausman Test Equation: Untitled Test cross-section random effects Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. Test Summary Cross-section random Idiosyncratic random Variable R-squared Sum squared resid Mean dependent var dependent var Sum squared resid Durbin-Watson stat Statistic Prob. R-squared Adjusted R-squared of regression Sum squared resid Log likelihood F-statistic Prob(F-statisti. Std. Error Prob. Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. R-squared Adjusted R-squared of regression Sum squared resid Log likelihood F-statistic Prob(F-statisti. Mean dependent var dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion Hannan-Quinn criter. Durbin-Watson stat Hasil Probabilitas (Pro. Cross-section random sebesar 0,4764 maka dapat disimpulkan bahwa Fixed Effect Model (FEM) lebih baik digunakan dalam mengestimasi regresi data panel dibandingkan Random Effect Model (REM). Uji Lagrange Multiplier Tabel 7. Hasil Uji Lagrange Multiplier Cross-section fixed effects test equation: Dependent Variable: Y Method: Panel Least Squares Date: 07/09/23 Time: 18:47 Sample: 2017 2021 Periods included: 5 Cross-sections included: 9 Total panel . observations: 45 Coefficient Var(Diff. Effects Specification Tabel 5. Hasil Uji Chow Variable Random Cross-section fixed . ummy variable. Redundant Fixed Effects Tests Equation: Untitled Test cross-section fixed effects Cross-section F Cross-section Chi-square Fixed Variable Pemilihan Teknik Model Estimasi Data Panel Dalam menentukan model regresi data panel yang tepat yang digunakan untuk analisis regresi data panel. Uji Chow Effects Test Cross-section random effects test equation: Dependent Variable: Y Method: Panel Least Squares Date: 07/09/23 Time: 18:47 Sample: 2017 2021 Periods included: 5 Cross-sections included: 9 Total panel . observations: 45 Unweighted Statistics Mean dependent var Durbin-Watson stat Prob. Rho Weighted Statistics R-squared Adjusted R-squared of regression F-statistic Prob(F-statisti. Chi-Sq. Cross-section random effects test comparisons: Effects Specification Chi-Sq. Statistic Cross-section random Lagrange Multiplier Tests for Random Effects Null hypotheses: No effects Alternative hypotheses: Two-sided (Breusch-Paga. and one-sided . ll other. alternatives t-Statistic Mean dependent var dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion Hannan-Quinn criter. Durbin-Watson stat Cross-section Test Hypothesis Time Both Breusch-Pagan . Honda . King-Wu . Standardized Honda . Standardized King-Wu . Prob. Hasil Probabilitas (Pro. Cross-section F sebesar 0,0000 dan Cross-section chi-square 0,0000 < Gourieroux, et al. JOCE IP Vol. 19 No. September 2025 ISSN: 1978-6875 Hasil probabilitas cross section Breush-pagan sebesar 0,0000 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Random Effect Model (REM) lebih baik digunakan dalam mengestimasi regresi data panel dibandingkan Common Effect Model (CEM). Simpulan Model Berdasarkan pengujian terhadap tiga model regresi data panel yang sudah dilakukan, diperoleh hasil dengan rangkuman pada tabel sebagai berikut: Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas dilakukan untuk ketidaksamaan varian dari residual model regresi data panel dibawah ini. Tabel 10. Hasil Uji Heteroskedastisitas Panel Period Heteroskedasticity LR Test Equation: UNTITLED Specification: Y C X1 X2 X3 Null hypothesis: Residuals are homoskedastic Likelihood ratio Metode Uji Chow Uji Hausman Uji Lagrange Multiplie Pengujian CEM vs FEM REM vs FEM CEM vs REM Restricted LogL Unrestricted LogL Hasil FEM FEM REM Value Probability H0 = jika nilai Prob signifikan > 0,05 Ha = jika nilai Prob signifikan < 0,05 Tabel di atas bahwa profitabilitas memiliki nilai > 0,05 sehingga keputusan yang diambil yaitu H0 diterima yaitu tidak terjadi gejala Heteroskedastisitas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi data panel yang layak digunakan dalam penelitian ini ialah model Fixed Effect Model (FEM). Analisis Model Regresi Data Panel Linier Berganda Uji Asumsi Klasik Uji Multikolinearitas Model yang baik adalah model yang tidak terjadi kolerasi antar setiap variabel bebas, untuk mengetahui terdapat multikolerinearitas dengan melihat nilai koefisien kolerasi. Jika nilai koefisien kolerasi variabel bebas > 0,90 jika nilai koefisien korelasi < 0,90 maka model bebas dari masalah Tabel 11. Data Panel Linier Berganda PBV= 1,694534 Ae 0,389907 RB 0,084391 Risk 0,053850 Nim Konstanta PBV sebesar 1,694534 Risiko Pasar memberikan pengaruh negative sebesar -0,389907 Risiko Finansial memberikan pengaruh positif sebesar 0,084391 Risiko Bisnis memberikan pengaruh positif sebesar 0,053850 Tabel 9. Hasil Uji Multikolinearitas LR test summary: Tabel 8. Simpulan Model No. Value Koefisien Determinan (R. Koefisien korelasi determinasi (R. menggambarkan seberapa besar variabel independen dalam model mempengaruhi pengaruhnya dijelaskan oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam model, kesalahan dalam merumuskan model, dan ketidakakuratan dalam Berikut adalah tabel hasil Uji Koefisien Korelasi Determinasi (R. Berdasarkan Tabel diatas hasil koefisien korelasi yang diperoleh dan disajikan tidak ada koefisien korelasi yang besar, artinya koefisien korelasi semua variabel bebas < . Maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah multikolineritas. JOCE IP Vol. 19 No. September 2025 ISSN: 1978-6875 Tabel 12. Hasil Uji Koefisien Determinasi Uji t Parsial Uji t . -tes. melakukan pengujian terhadp koefisien regresi secara parsial, pengujian ini dilakukan untuk mengethui signifikan peran secara parsial antara variabel independen terhadap varaibel dependen dengan mengamsumsikan bahwa variabel independen dianggap konstan. Berdasarkan tabel yang diberikan, model FEM dipilih dan menunjukkan bahwa nilai adjusted R-squared sebesar 0. 103883 atau 10,3% mengindikasikan bahwa variasi Y dapat dijelaskan oleh X1 yaitu risiko Pasar . X2 yaitu risiko Financial dan X3 yaitu risiko Bisnis, sebesar 10,3% sisanya 89,7% . %-10,3%) dijelaskan oleh variabel lain yang tidak ada dalam penelitian ini. Tabel 14. Hasil Uji t Dependent Variable: Y Method: Panel Least Squares Date: 07/09/23 Time: 22:22 Sample: 2017 2021 Periods included: 5 Cross-sections included: 9 Total panel . observations: 45 Std. Error t-Statistic Prob. Effects Specification Mean dependent var dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion Hannan-Quinn criter. Durbin-Watson stat Prob. Mean dependent var dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion Hannan-Quinn criter. Durbin-Watson stat Risiko Pasar (X. Nilai t statistic -2,157918 sementara t tabel dengan tingkat signifikansi 0,05 ialah df . = df . = 41. Diperoleh nilai t tabel sebesar 2,01954097 yang artinya t statistic risiko bisnis sebesar (-2,157. > t tabel sebesar . ,01954. dan nilai signifikansi 0,0383 < 0,05 maka artinya dalam penelitian ini variabel risiko bisnis berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Dengan demikian. H1 dalam variabel risiko bisnis diterima. Risiko Finansial (X. Nilai t statistic 0,783958 sementara t tabel dengan tingkat signifikansi 0,05 ialah df . = df . = 41. Diperoleh nilai t tabel sebesar 2,01954097 yang artinya t statistic risiko finansial sebesar . ,783. > t tabel sebesar . ,01954. dan nilai 0,4387 < 0,05 maka artinya dalam penelitian ini variabel risiko financial tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai Dengan demikian. H2 dalam variabel risiko financial ditolak. Risiko Bisnis (X. Nilai t statistic 0,232905 sementara t tabel dengan tingkat signifikansi 0,05 ialah Cross-section fixed . ummy variable. R-squared Adjusted R-squared of regression Sum squared resid Log likelihood F-statistic Prob(F-statisti. t-Statistic R-squared Adjusted R-squared of regression Sum squared resid Log likelihood F-statistic Prob(F-statisti. Tabel 13. Hasil Uji F Coefficient Std. Error Cross-section fixed . ummy variable. Dependent Variable: Y Method: Panel Least Squares Date: 07/09/23 Time: 22:22 Sample: 2017 2021 Periods included: 5 Cross-sections included: 9 Total panel . observations: 45 Coefficient Effects Specification Uji Hipotesis Uji Simultan F Dalam penelitian ini untuk mengetahui variabel-variabel independent secara simultan tanda variabel dependent di lakukan dengan uji Ftes yaitu menggunakan angka signifikansi. Variable Variable Dapat dilihat bahwa nilai F-Statistic 19198, sementara F-Tabel dengan tingkat = 0,05 df . = df . = 41 didapat hasil F-Tabel sebesar 2,838745398. Dengan demikian F-Statistic . > F-Tabel . ,86. dan nilai signifikansi (F-statisti. sebesar 0,000000 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima yang artinya variabel independen dalam penelitian ini yang yang terdapat risiko bisnis, risiko financial dan risiko pasar bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. JOCE IP Vol. 19 No. September 2025 ISSN: 1978-6875 = df . = 41. Diperoleh nilai t tabel sebesar 2,01954097 yang artinya t statistic risiko pasar sebesar . ,232. > t tabel sebesar . ,01954. dan nilai 0,8173 < 0,05 maka artinya dalam penelitian ini variabel risiko pasar tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai Dengan demikian. H3 dalam variabel risiko pasar ditolak. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Penelitian mengetahui pengaruh variabel independen yaitu risiko bisnis, risiko financial, dan riisko pasar terhadap variabel dependen yaitu nilai perusah aan pada perusahaan indeks Kompas 100 yang terdaftar di BEI Tahun 2017-2024. Dari analisis yang telah diuraikan dalam penelitian ini, dapat disimpulkan hasil pengujian hipotesis sebagai Risiko Pasar, risiko financial dan risiko bersama-sama terhadap nilai perusahaan. Dilihat dari hasi perhitungan uji parsial didapat nilai T hitung > t tabel sebesar . ,01954. dan nilai signifikansi 0,0383 < 0,05 Hubungan yang negative ini berarti semakin tinggi tingkat utang, semakin besar risiko kebangkrutan yang ditanggung perusahaan, sehingga menurunkan nilai perusahaan. Karena semakin tinggi tingkat bunga tetap yang harus dibayar. Maka Berpengaruh Risiko Bisnis terhadap nilai perusahaan. Risiko Financial tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan Dilihat dari hasi perhitungan uji parsial didapat nilai T hitung > t tabel sebesar sebesar . ,01954. dan nilai signifikansi. 0,4387 0,05 pembiayaan utang atau saham preferen. Leverage digunakan sebagai alat untuk melihat sejauh mana aset perusahaan dibiayai oleh utang dibandingkan dengan modal sendiri. Risiko Bisnis tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan T hitung > t tabel sebesar sebesar . ,01954. dan nilai 0,8173 < 0,05 perusahaan disebabkan tinggi atau rendahnya harga saham diyakini tidak mempengaruhi asset yang dimiliki perusahaan. Risiko Pasar, risiko financial, dan risiko Bisnis secara bersama-sama . berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, dilihat dari hasil perhitungan uji F didapatkan nilai F F-Tabel . ,86. dan nilai signifikansi (F-statisti. sebesar 0,000000 < 0,05, dengan nilai adjustes R- Pembahasan Pengaruh Risiko Pasar terhadap Nilai Perusahaan Pengujian hipotesis yang telah dilakukan penelitian ini untuk menguji apakah risiko bisnis berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan hasil yang telah didapat bahwa variabel risiko bisnis memiliki t statistic risiko bisnis sebesar . ,157. > t tabel sebesar . ,01954. dan nilai Prob. 0,0383 < 0,05 maka artinya dalam penelitian ini variabel risiko bisnis berpengaruh negative dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Pengaruh Risiko Finanial terhadap Nilai Perusahaan Pengujian hipotesis yang telah dilakukan penelitian ini untuk menguji apakah risiko finansial berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan hasil yang telah didapat bahwa variabel risiko finansial memiliki t statistic risiko finansial sebesar . ,783. > t tabel sebesar . ,01954. dan nilai Prob. 0,4387 < 0,05 maka artinya dalam penelitian ini variabel risiko finansial tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Pengaruh Risiko Bisnis terhadap Nilai Perusahaan Pengujian hipotesis yang telah dilakukan penelitian ini untuk menguji apakah risiko pasar berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan hasil yang telah didapat bahwa variabel risiko finansial memiliki artinya t statistic risiko pasar sebesar . ,232. > t tabel sebesar . ,01954. dan nilai Prob. 0,8173 < 0,05 maka artinya dalam penelitian ini variabel risiko pasar tidak berpengaruh terhadap nilai JOCE IP Vol. 19 No. September 2025 ISSN: 1978-6875 squared sebesar 0,960102 atau 9,60% mengindikasikan bahwa variasi Y dapat di jelaskan oleh H1 yaitu Risiko Bisnis. H2 Risiko Financial, dan H3 yaitu Risiko Pasar sebesar 10,3% dan 89,7% . %-10,3%) dijelaskan oleh variabel lain yang tidak ada dalam penelitian ini. LQ45 yang terdaftar di bursa efek Universitas sriwijaya. Jurnal ekonomi. Ginting geovannie,ivonne Saerang2, dkk. Pengaruh risiko bisnis, risiko finansial dan perusahaan pada bank bumn . eriode 2011-2. Universitas sam ratulangi manado. Jurnal emba vol. 8 no. Issn 23031174. Saran Berdasarkan interprestasi hasil, maka saran bagi pembaca dan penelitian yang akan datang, adalah sebagai berikut: Bagi investor, sebelum berinvestasi sebaiknya meneliti informasi perusahaan yang telah di publikasikan oleh perusahaan yang akan disajikan sebagai pedoman dalam mengambil keputusan investasi. Bagi perusahaan, untuk meyakinkan para calon investor sebaiknya menyediakan informasi lengkap mengenai kinerja perusahaan yang dibutuhkan oleh para calon investor yang akan menanamkan modalnya. Perusahaan meningkatkan kesejahteraan para pemegang sahanya dengan terus meningkatkan kinerja ke arah yang lebih baik agar calon investor tertarik untuk menanamkan modalnya di Bagi penelitian, yang akan datang, pada penelitian ini masing Ae masing variable hanya diukur dengan menggunakan satu Penulis menyarankan untuk penelitian yang akan datang sebaiknya menggunakan labih banyak proksi yang dapat digunakan. Dapat menambah jumlah sampel atau yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Junjunan. Mochammad llyas, dan Ajeng Tita Nawangsari. Pengolahan Data Statistik Dengan Menggunakan Eviews Dalam Penelitian Bisnis. Nagari Kota Baru: CV. Insan Cendekia Mandiri. 54 hlm. ISBN: 978-623-348-339-1. https://books. id/books/abo ut/Pengolahan_Data_Statistik_denga n_Menggun. html?hl=id&id=RmJVE aQBAJ&redir_esc=y. Diakes pada 25 Januari 2023. Karimah ghina nur, azib. Pengaruh profitabilitas dan risiko bisnis Universitas islam bandung. Volume 7, no. Issn 2460-6545. Kusumaningtyas. Eviatiwi, dkk. Konsep Dan Praktik Ekonometrika Menggunakan Eviews. Lamongan: Academia Publication. ISBN: 978-623-5369-05-1. https://books. id/books/ab out/Konsep_dan_Praktik_Ekonome trika_Mengguna. html?hl=id&id=d Bp1EaQBAJ&redir_esc=y. Diakses pada 28 Januari 2023. DAFTAR PUSTAKA