PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENGEKSPRESIKAN DIALOG TOKOH YANG TERSINKRON KOMPETENSI JURUSAN DALAM PEMENTASAN DRAMA BERMETODE SOSIODRAMA Taswirul Afkar Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Islam Majapahit Taswirulafkar26@gmail. ABSTRAK Pelajaran Bahasa Indonesia di tingkat SMK tergolong pada kompetensi mata pelajaran normatif. Sinkronisasi kurikulum ditingkat sekolah SMK telah mengubah paradigma yang selama ini dicetak untuk sukses ujian nasional menjadi sukses ujian nasional dan mempunyai keahlian (Skil. SMK Raden Patah Kota Mojokerto dijadikan objek karena sekolah tersebut memiliki keunikan tersendiri dan satu-satunya sekolah di wilayah Kota Mojokerto yang memiliki kelas jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) dengan infrastruktur yang memenuhi standar. Namun, materi bersastra kurang mendapat perhatian dari para guru mata pelajaran Bahasa Indonesia sehingga selama ini proses pembelajaran yang dilakukan guru masih sebatas penyampaian secara teori dan sedikit praktik. Rumusan masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah mengenai perencanaan sinkronisasi pembelajaran mengekspresikan dialog tokoh dalam pementasan drama dengan metode sosiodrama di kelas XI TITL SMK Raden Patah Kota Mojokerto tahun pembelajaran 2012/2013. Penelitian ini berjenis penelitian terapan dengan metode deskriptif pada penyajiannya. Pengumpulan data menggunakan observasi dan tes hasil belajar kemudian dianalisis menggunakan deskriptif yang meliputi data hasil catatan perencanaan pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa . RPP, . lembar penilaian, . materi pembelajaran, dan . LKS dan LPS yang disusun peneliti dan guru Bahasa Indonesia sudah baik diterapkan pada materi pembelajaran mengekspresikan dialog tokoh dalam pementasan drama di kelas IX TITL. Hal itu dapat dibuktikan dengan hasil catatan yang diberikan oleh pengamat 1 dan 2, yaitu Waka Kurikulum dan Guru Bahasa Indonesia kelas XII. Kata Kunci: pembelajaran, ekspresi, sosiodrama PENDAHULUAN Pelajaran Bahasa Indonesia di tingkat SMK tergolong pada kompetensi mata pelajaran normatif, termasuk pula mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Pendidikan Kewarganegaraan. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Seni Budaya. Sinkronisasi kurikulum ditingkat sekolah SMK telah mengubah paradigma yang selama ini dicetak untuk sukses ujian nasional sekarang menjadi sukses ujian nasional dan mempunyai keahlian (Skil. ISSN 1978 Ae 8800 STILISTIKA Vol. 8 No. 2 Juli - Desember 2015 | Materi pelajaran Bahasa Indonesia telah mengalami sinkronisasi di tingkat SMK sebagai bentuk mewujudkan dalam memudahkan mencetak siswa atau siswi memperoleh skill yang relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan, yakni dengan merubah materi bacaannya sesuai dengan Kompetensi/Jurusan. Pembelajaran sastra di sekolah tidak hanya mempelajari karya sastra tetapi juga menikmati karya sastra. Siswa tidak hanya memperoleh dan menambah pengetahuan mengenai sastra yang diberikan guru. Namun, kemampuan dan pengetahuannya tentang sastra untuk mencerminkan kepribadian dan sarana ekspresi Pembelajaran sastra salah satunya adalah pembelajaran drama. Pembelajaran drama antara lain menulis, mengapresiasi, memerankan, dan mengekspresikan dialog Berdasarkan hasil wawancara dengan guru bahasa Indonesia kelas XI, permasalahan di SMK Raden Patah Kota Mojokerto khususnya kelas XI TITL adalah kurang diminatinya pembelajaran drama oleh sebagian siswa. Hal itu terbukti dari hasil belajar siswa yang masih kurang memuaskan dalam pembelajaran drama, khususnya pada materi mengekspresikan dialog tokoh dalam pementasan drama. Metode pembelajaran yang digunakan dalam kelas tersebut adalah metode tradisional, yaitu metode yang mencoba menghadirkan suatu kejadian sosial yang dikaitkan dengan kehidupan siswa. Hal ini kontradiktif dengan tujuan sinkronisasi kurikulum yang dirarapkan oleh karena itu dibutuhkan suatu metode pembelajaran yang efektif sehingga tujuan tersebut dapat dicapai. Pembelajaran kreatif dengan mengadopsi kegiatan drama yang mengutamakan kekompakan kolektif dalam mencapai tujuan, memiliki masing-masing unsur penting yang saling menunjang. Keberhasilan drama tidak hanya disebabkan oleh para aktor, sutradara, dan penata pentas sebagai eksekutor, selain action AynyawaAy drama juga terdapat pada text play atau teks dramanya (Dewojati, 2010:. Kata AydramaAy berasal dari kata kerja dran yang berarti berbuat . o d. atau bertindak . o ac. Secara etimologis, kata AydramaAy berasal dari kata Yunani draomai yang AoberbuatAo. AoberlakuAo. AobertindakAo. AobereaksiAo, dan drama berarti perbuatan, tindakan (Harymawan, 1993:. Selain itu, drama selalu dikaitkan dengan istilah play, naskah, lakon, cerita, tonil, sandiwara, hingga teater (Abdillah, 2008:. Drama juga terkait dengan disiplin ilmu lainnya yang masih sejenis . seperti tari, musik, seni rupa, dan ilmu sosial STILISTIKA Vol. 8 No. 2 Juli - Desember 2015 ISSN 1978 Ae 8800 Drama adalah karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog dengan maksud dipertunjukkan oleh aktor (Indarti, 2006:. Menurut Utami . , drama adalah suatu kejadian atau peristiwa dalam kehidupan manusia yang mengandung konflik kejiwaan, pergolakan, clash atau benturan antara dua orang atau lebih. Lebih lanjut,Harymawan . menyatakan bahwa drama adalah cerita konflik manusia dalam bentuk dialog yang diproyeksikan pada pentas dengan menggunakan percakapan dan action di hadapan penonton. Pendapat lain mendefinisikan bahwa drama adalah lakon serius yang menggarap satu masalah yang mempunyai arti penting meskipun mungkin berakhir bahagia atau tidak bahagia tetapi tidak bertujuan mengagungkan tragika (Dewojati, 2008:. Dalam pementasan drama, seorang pemain atau lakon drama bermain secara serius untuk menyelesaikan permasalahan. Drama sebagai suatu karya sastra dapat dibedakan menjadi dua, yaitu drama sebagai sastra panggung dan drama sebagai teks tulis. Metode adalah cara yang di dalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai suatu tujuan (Surakhmad, 1994:. Menurut Tim Didaktik Metodik Kurikulum IKIP Surabaya . sosiodrama adalah mendramatisasikan cara tingkah laku dalam hubungan sosial. Sejalan dengan pendapat tersebut. Roestiyah . mengatakan bahwa sosiodrama adalah mendramatisasikan tingkah laku, gerak-gerik wajah seseorang dalam hubungan sosial antarmanusia. Dalam pelaksanaan sosiodrama, guru memberikan contoh menentukan masalah sosial berdasar fenomena yang ada dikehidupan bermasyarakat saat ini atau masalah yang hangat diperbincangkan. Masalah sosial yang muncul seperti masalah narkoba, pergaulan seks bebas, tawuran, dan sebagainya. Selanjutnya, menuliskan cerita drama berdasarkan masalah sosial yang dipilih, kemudian didramatisasikan dengan cara mengekspresikan dialog tokoh dalam pementasan drama sesuai peran yang dimainkan. Selain mengekspresikan dialog tokoh dalam pementasan drama, siswa dituntut untuk memecahkan masalah sosial tersebut. Dalam mengekspresikan dialog tokoh dalam pementasan drama, siswa tidak boleh membawa teks, hal ini berguna untuk mengetahui sejauh mana penguasaan siswa terhadap masalah yang sedang dihadapi. Kelompok lain dapat menyampaikan pendapat, sesuai dengan masalah yang dihadapi. Dengan pelaksanaannya, diharapkan dapat memberikan perubahan bagi siswa dalam ISSN 1978 Ae 8800 STILISTIKA Vol. 8 No. 2 Juli - Desember 2015 pembelajaran mengekspresikan dialog tokoh drama. Penerapan metode sangat menentukan berhasil atau tidaknya kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan guru dalam menyampaikan tujuan kepada siswanya. Metode sosiodrama adalah suatu jenis simulasi yang umumnya untuk pendidikan sosial dan hubungan antarinsani. Metode tersebut melibatkan individu manusia dan tingkah laku mereka atau interaksi antarindividu tersebut dalam bentuk dramatisasi. Metode sosiodrama membuat pembelajaran lebih mengarah kepada siswa sebagai subjek sehingga mendorong kemampuan siswa untuk berekspresi sesuai kemampuannya, dapat memberikan gagasan secara langsung mengenai apa yang dialami saat situasi yang berbeda terutama masalah-masalah sosial, memupuk keberanian, dan melatih siswa untuk menganalisis dan mengambil kesimpulan dalam waktu yang singkat. Hal itu akan membuat siswa aktif dalam pembelajaran, baik pemeran drama itu sendiri maupun penonton drama. Pemilihan SMK Raden Patah Kota Mojokerto karena sekolah tersebut memiliki keunikan tersendiri dan satu-satunya sekolah di wilayah Kota Mojokerto yang memiliki kelas jurusan TITL. Berdasarkan latar belakang tersebut, diambillah judul penelitian AyPerencanaan Pembelajaran Mengekspresikan Dialog Dengan Kompetensi Digunakannya Tokoh Yang Telah Disinkronisasikan Jurusan dalam Pementasan Drama Bermetode SosiodramAy. pembelajaran sebelumnya yang telah dilakukan guru pada materi mengekspresikan dialog tokoh dalam pementasan drama. Rumusan masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah bagaimanakah perencanaan sinkronisasi pembelajaran mengekspresikan dialog tokoh dalam pementasan drama dengan metode sosiodrama di kelas XI TITL (Teknik Instalasi Tenaga Listri. SMK Raden Patah Kota Mojokerto tahun pembelajaran 2012/2013? METODE Penelitian ini merupakan penelitian terapan. Menurut Sukmadinata . penelitian terapan . pplied researc. berkenaan dengan kenyataan-kenyataan praktis, penerapan dan pengembangan pengetahuan yang dihasilkan oleh penelitian dasar dalam kehidupan nyata. Penyajian data penelitian ini menggunakan metode STILISTIKA Vol. 8 No. 2 Juli - Desember 2015 ISSN 1978 Ae 8800 Pengumpulan data menggunakan observasi dan tes hasil belajar kemudian dianalisis menggunakan deskriptif yang meliputi data hasil catatan perencanaan PEMBAHASAN Perencanaan Pembelajaran Mengekspresikan Dialog Tokoh yang Telah Disinkronisasikan dengan Kompetensi/Jurusan dalam Pementasan Drama Bermetode Sosiodrama. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Penyusunan RPP dilakukan peneliti bersama guru bahasa Indonesia. Penyusunan RPP berdasarkan silabus yang sudah direvisi ulang. Hasil penyusunan RPP sebelum diterapkan pada pembelajaran terlebih dahulu diberikan pada waka kurikulum dan guru bahasa Indonesia kelas XII untuk Data hasil catatan Waka Kurikulum tentang RPP ditunjukkan pada tabel 1 berikut. Tabel 4. Catatan Waka Kurikulum tentang RPP No. Aspek Penilaian pada RPP Kejelasan dan kesesuaian perumusan indikator dan tujuan pembelajaran dengan KD Kesesuaian pemilihan materi pembelajaran . esuai dengan tujuan pembelajara. Pengorganisasian materi ajar . eruntutan dan kesesuaian sistematika materi pembelajara. Ketepatan penerapan metode pembelajaran dengan tujuan pembelajaran Skenario pembelajaran . angkah-langkah kegiatan Pemilihan sumber/metode pembelajaran . esuai dengan tujuan dan materi pembelajara. Kelengkapan instrumen . oal, pedoman jawaban, dan pedoman penskoran atau penilaia. ISSN 1978 Ae 8800 Saran,