Mutiara Pendidikan dan Olahraga Volume 2. Nomor 6. November 2025 e-ISSN: 3089-1302. Hal. DOI: https://doi. org/10. 61132/mupeno. Tersedia: https://ejournal. id/index. php/mupeno Peran Sarjana Pendamping Penggerak Pembangunan Olahraga (SP3OR) dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat pada Kegiatan Olahraga di Kabupaten Subang Sopyan Rizky Haryadi1*. Arif Fajar Prasetiyo2 Universitas Subang. Indonesia *Penulis Korespondensi: sopyanrizki6@gmail. Abstract. This study aims to analyze the role of the Sports Development Facilitator (SP3OR) in increasing community participation in sports activities in Subang Regency. This research uses a descriptive qualitative approach with data collected through interviews, observations, and documentation. The research informants consisted of SP3OR, village officials, sports community administrators, and community members participating in sports activities. The results show that the presence of SP3OR significantly increased community participation from 42% to 71%. SP3OR acts as a motivator, facilitator, and community empowerment agent capable of organizing sports activities and establishing and strengthening sports communities. The facilitation program was considered effective by the community with an average score of 4. 18 on a scale of 1Ae5. This study concludes that SP3OR plays a strategic role in developing a community-based sports culture and recommends continuous collaboration among the regional government. SP3OR, and the community to ensure the sustainability of sports activities in Subang Regency. Keywords: Community Empowerment. Community Participation. SP3OR. Sports. Subang Regency. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Sarjana Pendamping Penggerak Pembangunan Olahraga (SP3OR) dalam meningkatkan partisipasi masyarakat pada kegiatan olahraga di Kabupaten Subang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari SP3OR, perangkat desa, pengurus komunitas olahraga, dan masyarakat peserta kegiatan olahraga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran SP3OR secara signifikan meningkatkan partisipasi masyarakat dari 42% menjadi 71%. SP3OR berperan sebagai motivator, fasilitator, dan agen pemberdayaan masyarakat yang mampu mengorganisasi kegiatan olahraga serta membentuk dan memperkuat komunitas olahraga. Program pendampingan ini dinilai efektif oleh masyarakat dengan skor rata-rata 4,18 dari skala 1Ae5. Penelitian ini menyimpulkan bahwa SP3OR memiliki peran strategis dalam membangun budaya olahraga berbasis masyarakat, serta menyarankan agar pemerintah daerah. SP3OR, dan masyarakat terus berkolaborasi untuk meningkatkan keberlanjutan kegiatan olahraga di Kabupaten Subang. Kata kunci: Kabupaten Subang. Olahraga. Partisipasi Masyarakat. Pemberdayaan Komunitas. SP3OR. LATAR BELAKANG Pembangunan olahraga di Indonesia memiliki dua orientasi utama, yaitu peningkatan prestasi olahraga dan pengembangan olahraga masyarakat. Keduanya dipandang sebagai satu kesatuan yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat karakter bangsa (Kemenpora RI, 2. Pada level pembangunan daerah, perluasan partisipasi masyarakat dalam kegiatan olahraga menjadi prioritas penting mengingat olahraga memiliki kontribusi signifikan terhadap peningkatan kebugaran, produktivitas kerja, dan pembentukan interaksi sosial yang positif. Namun demikian, pemerataan akses dan partisipasi olahraga di berbagai daerah masih menghadapi kendala struktural maupun kultural. Kabupaten Subang sebagai salah satu wilayah di Jawa Barat memiliki potensi besar dalam pengembangan olahraga karena ditunjang oleh jumlah penduduk yang tinggi, keberagaman komunitas, serta ketersediaan ruang publik yang dapat dimanfaatkan untuk Naskah Masuk: 23 September 2025. Revisi: 21 Oktober 2025. Diterima: 28 November 2025. Tebit: 30 November 2025 Peran Sarjana Pendamping Penggerak Pembangunan Olahraga (SP3OR) dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat pada Kegiatan Olahraga di Kabupaten Subang aktivitas fisik. Akan tetapi, tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan olahraga rutin masih belum optimal. Sejumlah faktor menjadi penyebab rendahnya partisipasi tersebut, seperti keterbatasan sarana dan prasarana olahraga yang merata, minimnya program pembinaan yang berorientasi pada masyarakat, serta rendahnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya gaya hidup aktif (Rahmat & Suryana, 2. Ketidakteraturan koordinasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam perencanaan serta implementasi program olahraga juga menjadi faktor pendukung lainnya. Sebagai upaya mengatasi berbagai tantangan tersebut, pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga meluncurkan program Sarjana Pendamping Penggerak Pembangunan Olahraga (SP3OR). Program ini ditujukan untuk menghadirkan tenaga pendamping profesional di daerah, khususnya lulusan sarjana kepelatihan, olahraga, atau bidang terkait, yang berfungsi sebagai fasilitator, edukator, dan penggerak masyarakat dalam pembangunan olahraga. SP3OR memiliki peran strategis dalam merancang kegiatan olahraga berbasis kebutuhan lokal, mendampingi kelompok masyarakat atau komunitas olahraga, serta mengadvokasi pentingnya peningkatan partisipasi olahraga kepada berbagai pemangku kepentingan (Kemenpora RI. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pendampingan berbasis komunitas merupakan salah satu pendekatan efektif dalam meningkatkan partisipasi olahraga masyarakat. Melalui pola pendampingan yang terencana dan berkelanjutan, masyarakat lebih mudah mengakses program olahraga, memiliki motivasi yang lebih kuat, dan mendapatkan pengalaman olahraga yang aman dan menyenangkan (Siregar, 2. Selain itu, kehadiran pendamping juga dapat membantu mengidentifikasi hambatan-hambatan lokal yang selama ini tidak terdeteksi melalui pendekatan birokratis. Dengan demikian. SP3OR tidak hanya berfungsi sebagai pelaksana teknis program pemerintah, tetapi juga sebagai jembatan antara kebijakan pembangunan olahraga dan kebutuhan riil masyarakat di lapangan. Dalam konteks Kabupaten Subang, keberadaan SP3OR diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan dalam menggerakkan masyarakat untuk lebih aktif Hal ini menjadi penting mengingat pembangunan olahraga di Kabupaten Subang masih menghadapi tantangan seperti kurangnya partisipasi masyarakat pada kegiatan olahraga massal, minimnya pembinaan olahraga berbasis desa, serta rendahnya peran komunitas dalam memanfaatkan fasilitas olahraga yang telah tersedia (Pratama & Wijayanti, 2. Dengan adanya pendamping yang bekerja secara langsung di tengah masyarakat, diharapkan terjadi peningkatan motivasi, partisipasi, serta terciptanya budaya olahraga yang lebih kuat. Mutiara Pendidikan dan Olahraga Ae Volume 2. Nomor 6. November 2025 e-ISSN: 3089-1302. Hal. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian mengenai Peran Sarjana Pendamping Penggerak Pembangunan Olahraga (SP3OR) dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat pada Kegiatan Olahraga di Kabupaten Subang menjadi sangat penting dilakukan. Penelitian ini tidak hanya memberikan gambaran mengenai implementasi program SP3OR, tetapi juga mengevaluasi efektivitasnya dalam menjawab berbagai persoalan pembangunan olahraga masyarakat di daerah. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi rekomendasi bagi pemerintah daerah, para pendamping, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mengembangkan strategi pembangunan olahraga yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan. KAJIAN TEORITIS Pembangunan olahraga merupakan bagian penting dari pembangunan nasional karena berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup, kesehatan masyarakat, serta pembentukan karakter dan kohesi sosial. Menurut Kemenpora RI . , pembangunan olahraga tidak hanya berfokus pada upaya meningkatkan prestasi, tetapi juga pada perluasan partisipasi masyarakat dalam aktivitas olahraga sebagai bentuk pembangunan sumber daya manusia yang Dalam perspektif akademik. Green . menegaskan bahwa pembangunan olahraga mencakup dua dimensi utama, yaitu pengembangan sistem olahraga itu sendiri dan pemanfaatan olahraga untuk pembangunan sosial. Dalam konteks daerah, pembangunan olahraga memerlukan strategi khusus yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung, sehingga pendampingan dan pemberdayaan menjadi komponen penting dalam prosesnya. Partisipasi pembangunan olahraga berbasis komunitas. Coalter . menjelaskan bahwa partisipasi masyarakat dipengaruhi oleh faktor motivasi internal, dukungan sosial, akses fasilitas, hingga kehadiran fasilitator atau pendamping yang mendorong keterlibatan masyarakat. Sayangnya, dalam banyak daerah, rendahnya partisipasi dipengaruhi oleh minimnya edukasi, kurangnya pengorganisasian komunitas olahraga, serta tidak adanya tenaga pendamping yang mampu menjembatani program pemerintah dengan kebutuhan masyarakat (Rahmat & Suryana, 2. Oleh karena itu, untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, diperlukan pendekatan yang mampu memberdayakan komunitas dan memfasilitasi kegiatan olahraga secara berkelanjutan. Konsep pemberdayaan masyarakat sangat relevan dalam konteks ini. Zimmerman . menegaskan bahwa pemberdayaan mencakup pengembangan kapasitas individu, penguatan organisasi komunitas, serta peningkatan kemampuan masyarakat untuk mengelola program pembangunan. Melalui pendekatan pemberdayaan, masyarakat tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek yang berperan dalam perencanaan dan pelaksanaan Peran Sarjana Pendamping Penggerak Pembangunan Olahraga (SP3OR) dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat pada Kegiatan Olahraga di Kabupaten Subang program olahraga. Dalam konteks olahraga, pemberdayaan dilakukan melalui pelatihan, pendampingan, pengorganisasian kelompok olahraga, serta penciptaan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi lokal (Siregar, 2. Pendamping yang efektif tidak hanya berfokus pada aspek teknis olahraga, tetapi juga pada peningkatan kapasitas sosial masyarakat. Dalam kerangka pembangunan olahraga di Indonesia, kebutuhan akan pendamping profesional melahirkan program Sarjana Pendamping Penggerak Pembangunan Olahraga (SP3OR) yang dirancang oleh Kemenpora. SP3OR dihadirkan untuk menjembatani kebijakan pembangunan olahraga dengan pelaksanaannya di tingkat daerah melalui pendampingan, edukasi, advokasi, dan pengorganisasian komunitas olahraga (Kemenpora RI, 2. SP3OR berperan sebagai fasilitator yang membantu masyarakat mengenali manfaat olahraga, mengorganisasikan kegiatan olahraga rutin, membentuk kelompok olahraga, memanfaatkan fasilitas publik, hingga memfasilitasi kolaborasi antara pemerintah dan komunitas. Dalam fungsi tersebut. SP3OR bertindak sebagai agen perubahan yang memperkuat budaya olahraga Penelitian mengenai pendamping pembangunan menunjukkan bahwa pendamping memiliki peran strategis sebagai motivator, mediator, fasilitator, dan katalisator program pembangunan (Suharto, 2. Keberadaan pendamping memungkinkan masyarakat memperoleh bimbingan teknis, motivasi, serta akses terhadap sumber daya. Dalam konteks olahraga, pendamping berperan dalam menjembatani faktor-faktor determinan partisipasi masyarakat sebagaimana dipaparkan Coalter . , seperti peningkatan motivasi, penyediaan kegiatan olahraga yang menarik, dan pembentukan jejaring komunitas yang solid. Melalui pendekatan partisipatif, pendamping mampu mendorong masyarakat untuk lebih aktif dan terlibat secara berkelanjutan. Dalam konteks Kabupaten Subang, keberadaan SP3OR sangat strategis mengingat tantangan pembangunan olahraga yang meliputi rendahnya partisipasi masyarakat, kurangnya kegiatan olahraga berbasis komunitas, serta belum optimalnya pemanfaatan fasilitas olahraga yang tersedia (Pratama & Wijayanti, 2. Kehadiran SP3OR diharapkan mampu memperkuat fondasi pembangunan olahraga melalui pendampingan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, sekaligus menciptakan ekosistem olahraga yang inklusif dan Dengan memadukan teori pembangunan olahraga, teori partisipasi masyarakat, konsep pemberdayaan komunitas, dan peran pendamping pembangunan, penelitian ini memandang bahwa SP3OR memiliki potensi besar untuk meningkatkan partisipasi olahraga masyarakat Kabupaten Subang apabila perannya dijalankan secara optimal Mutiara Pendidikan dan Olahraga Ae Volume 2. Nomor 6. November 2025 e-ISSN: 3089-1302. Hal. METODE PENELITIAN Penelitian mengenai Peran Sarjana Pendamping Penggerak Pembangunan Olahraga (SP3OR) dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat pada Kegiatan Olahraga di Kabupaten Subang menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Pendekatan ini dipilih karena penelitian berupaya memahami secara mendalam proses pendampingan yang dilakukan SP3OR serta dinamika partisipasi masyarakat dalam konteks nyata. Pendekatan kualitatif memungkinkan peneliti mengeksplorasi pengalaman, pandangan, dan praktik sosial informan secara lebih natural (Creswell, 2. Penelitian dilakukan di Kabupaten Subang dengan pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu memilih individu yang dianggap paling mengetahui pelaksanaan program SP3OR. Informan terdiri dari SP3OR, pejabat dinas olahraga, tokoh masyarakat, serta anggota komunitas olahraga. Pemilihan ini mengikuti prinsip Miles. Huberman, dan Saldaya . yang menekankan seleksi informan berdasarkan relevansi dan kedalaman informasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Wawancara digunakan untuk menggali peran SP3OR dan respon observasi dilakukan untuk melihat praktik pendampingan secara langsung. sedangkan dokumentasi mencakup laporan kegiatan, foto, dan arsip program pemerintah. Untuk menjaga keabsahan data, digunakan triangulasi sumber dan teknik serta member checking dengan mengonfirmasi kembali temuan kepada informan (Lincoln & Guba, 1. Analisis data mengikuti model Miles. Huberman, dan Saldaya . yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Proses analisis dilakukan secara simultan sejak awal pengumpulan data hingga seluruh informasi dianggap memadai. Melalui prosedur ini, penelitian diharapkan mampu memberikan gambaran yang akurat dan komprehensif mengenai bagaimana SP3OR berperan dalam meningkatkan partisipasi masyarakat pada kegiatan olahraga di Kabupaten Subang. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini melibatkan 120 responden, terdiri dari anggota masyarakat . , pengurus komunitas olahraga . , dan perangkat desa . Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan SP3OR memberikan pengaruh signifikan terhadap tingkat partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan olahraga di Kabupaten Subang. Peran Sarjana Pendamping Penggerak Pembangunan Olahraga (SP3OR) dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat pada Kegiatan Olahraga di Kabupaten Subang Tingkat Partisipasi Masyarakat Sebelum dan Sesudah Kehadiran SP3OR Berdasarkan hasil survei, terjadi peningkatan partisipasi masyarakat sebagai berikut: Tabel 1. peningkatan partisipasi masyarakat. Keterangan Sebelum SP3OR Sesudah SP3OR Peningkatan 29% 380 orang 645 orang 265 orang Rata-rata tingkat partisipasi (%) Jumlah warga aktif Efektivitas Program Pendampingan SP3OR Responden menilai efektivitas SP3OR dalam skala 1Ae5 . = sangat tidak efektif, 5 = sangat efekti. Tabel 2. efektivitas SP3OR. Indikator Rata-rata Skor Kemampuan memotivasi masyarakat Kemampuan mengorganisasi kegiatan olahraga Penyuluhan dan edukasi kesehatan olahraga Pendampingan komunitas olahraga Kerja sama dengan aparat desa Penguatan Komunitas Olahraga Setelah program SP3OR berjalan selama satu tahun, jumlah komunitas olahraga meningkat sebagai berikut: Tabel 3. Penguatan Komunitas Olahraga. Jenis Komunitas Sebelum Sesudah Pertumbuhan Senam Jogging/Running Club Bola voli/bulu tangkis 75% Permainan tradisional 125% Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada partisipasi masyarakat setelah kehadiran SP3OR, yang meningkat dari 42% menjadi 71%. Peningkatan sebesar 29% ini mencerminkan efektivitas intervensi SP3OR dalam menggerakkan masyarakat untuk lebih aktif berolahraga. Temuan ini sejalan dengan pandangan Hasanah dan Putra . yang menegaskan bahwa keberadaan pendamping profesional dapat meningkatkan minat dan keterlibatan masyarakat melalui pendekatan edukatif dan motivasional. Kehadiran SP3OR yang secara konsisten melakukan sosialisasi, pendampingan kegiatan, serta mengorganisasi Mutiara Pendidikan dan Olahraga Ae Volume 2. Nomor 6. November 2025 e-ISSN: 3089-1302. Hal. program olahraga terbukti menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi masyarakat untuk Efektivitas pendampingan SP3OR yang memperoleh skor rata-rata 4. 18 juga menunjukkan bahwa masyarakat menilai program ini sangat bermanfaat dan berperan dalam meningkatkan keterlibatan mereka. Tingginya skor pada indikator motivasi . dan pendampingan komunitas . menunjukkan bahwa aspek interpersonal dan kemampuan fasilitasi SP3OR berkontribusi besar terhadap peningkatan partisipasi. Hasil ini mendukung temuan Lestari . yang menyatakan bahwa fasilitator olahraga yang memiliki kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan pengorganisasian yang baik mampu menciptakan kegiatan olahraga yang menarik dan berkelanjutan. Selain itu, efektivitas SP3OR terlihat dari meningkatnya jumlah kegiatan olahraga bulanan dari 14 menjadi 32 kegiatan, yang memberikan lebih banyak ruang partisipasi bagi masyarakat. Dari aspek penguatan komunitas olahraga, penelitian menemukan bahwa jumlah komunitas meningkat hampir dua kali lipat, dari 29 menjadi 55 komunitas. Hal ini menunjukkan bahwa kehadiran SP3OR bukan hanya meningkatkan partisipasi individu, tetapi juga memperkuat struktur sosial melalui pembentukan kelompok-kelompok olahraga baru. Menurut Widodo dan Pramudya . , pembentukan komunitas olahraga merupakan indikator penting dalam pembangunan olahraga berbasis masyarakat, karena komunitas berfungsi menjaga keberlanjutan aktivitas fisik melalui dukungan sosial, rasa memiliki, dan kedisiplinan kelompok. SP3OR berperan dalam memfasilitasi pembentukan komunitas ini melalui pelatihan dasar, pendampingan administrasi, serta pendampingan perencanaan kegiatan, yang membuat komunitas mampu berjalan secara mandiri. Peningkatan komunitas olahraga juga memperlihatkan adanya proses pemberdayaan masyarakat sebagaimana dijelaskan oleh Sari dan Mulyana . , yang menyatakan bahwa pemberdayaan dalam konteks olahraga terjadi ketika masyarakat memiliki kapasitas untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan olahraga sendiri. Kenaikan jumlah komunitas jogging, senam, dan permainan tradisional menunjukkan bahwa masyarakat telah bergerak dari ketergantungan pada program pemerintah menuju kemandirian dalam memfasilitasi kegiatan olahraga. Proses ini merupakan indikator keberhasilan pendekatan SP3OR yang tidak hanya berfokus pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga pada pembangunan kapasitas masyarakat. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa SP3OR memainkan peran strategis sebagai penggerak utama dalam peningkatan partisipasi olahraga masyarakat di Kabupaten Subang. Peningkatan partisipasi, efektivitas program, dan penguatan komunitas Peran Sarjana Pendamping Penggerak Pembangunan Olahraga (SP3OR) dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat pada Kegiatan Olahraga di Kabupaten Subang olahraga merupakan satu kesatuan proses yang saling berkaitan. Peningkatan partisipasi terjadi karena efektivitas pendampingan. efektivitas ini kemudian memperkuat komunitas olahraga. dan komunitas yang kuat pada akhirnya mempertahankan partisipasi masyarakat secara Temuan ini mendukung kebijakan Kemenpora . yang menekankan pentingnya pendampingan berbasis masyarakat sebagai strategi utama pembangunan olahraga di tingkat daerah. Dengan demikian. SP3OR berperan tidak hanya sebagai pendamping teknis, tetapi juga sebagai agen pemberdayaan, fasilitator sosial, dan katalisator peningkatan budaya olahraga masyarakat Subang. KESIMPULAN DAN SARAN Penelitian ini menunjukkan bahwa kehadiran Sarjana Pendamping Penggerak Pembangunan Olahraga (SP3OR) di Kabupaten Subang secara signifikan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan olahraga. SP3OR terbukti efektif dalam memberikan motivasi, edukasi, dan pendampingan komunitas olahraga sehingga kegiatan menjadi lebih terorganisasi dan berkelanjutan, serta jumlah komunitas olahraga meningkat hampir dua kali Hal ini menegaskan peran SP3OR sebagai agen perubahan sosial dan penggerak budaya olahraga berbasis masyarakat. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar pemerintah daerah terus meningkatkan dukungan fasilitas dan pelatihan bagi SP3OR. SP3OR memperluas cakupan pendampingan dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat, serta masyarakat aktif menjaga keberlanjutan kegiatan olahraga. Penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan pendekatan kuantitatif atau studi longitudinal untuk mengukur dampak jangka panjang SP3OR terhadap partisipasi dan penguatan komunitas DAFTAR REFERENSI Coalter. Sport for development: What game are we playing? Routledge. https://doi. org/10. 4324/9780203861257 Creswell. Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches . th ed. SAGE Publications. Green. Building sport programs to optimize athlete recruitment, retention, and transition: Toward a normative theory of sport development. Journal of Sport Management, 19. , 233Ae253. https://doi. org/10. 1123/jsm. Hasanah. , & Putra. Peran pendamping olahraga dalam meningkatkan partisipasi masyarakat melalui pendekatan edukatif. Jurnal Pembangunan Olahraga Nusantara, 4. , 115Ae129. Mutiara Pendidikan dan Olahraga Ae Volume 2. Nomor 6. November 2025 e-ISSN: 3089-1302. Hal. Kemenpora RI. Rencana Strategis Kementerian Pemuda dan Olahraga 2020Ae2024. Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Kemenpora RI. Pedoman Pelaksanaan Program Sarjana Pendamping Penggerak Pembangunan Olahraga (SP3OR). Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Kemenpora RI. Pedoman Program Sarjana Pendamping Penggerak Pembangunan Olahraga (SP3OR). Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Lestari. Kompetensi fasilitator olahraga dan pengaruhnya terhadap keterlibatan Jurnal Aktivitas Fisik dan Masyarakat, 6. , 45Ae58. Lincoln. , & Guba. Naturalistic inquiry. SAGE Publications. https://doi. org/10. 1016/0147-1767. Miles. Huberman. , & Saldaya. Qualitative data analysis: A methods sourcebook . rd ed. SAGE Publications. Pratama. , & Wijayanti. Analisis pembangunan olahraga berbasis masyarakat di Jawa Barat. Jurnal Sosial dan Humaniora, 14. , 55Ae67. Rahmat. , & Suryana. Partisipasi masyarakat dalam pembangunan olahraga daerah: Tantangan dan peluang. Jurnal Olahraga Nusantara, 8. , 112Ae124. Sari. , & Mulyana. Model pemberdayaan masyarakat melalui pembentukan komunitas olahraga desa. Jurnal Ilmu Keolahragaan Indonesia, 10. , 87Ae99. Siregar. Penguatan komunitas olahraga melalui pendampingan berbasis Jurnal Pembangunan Olahraga Indonesia, 5. , 45Ae58. Suharto. Membangun masyarakat memberdayakan rakyat: Kajian strategis pembangunan kesejahteraan sosial dan pekerjaan sosial. Refika Aditama. Widodo. , & Pramudya. Peran komunitas olahraga dalam meningkatkan aktivitas fisik masyarakat Indonesia. Jurnal Sosial dan Pendidikan Olahraga, 7. , 33Ae47. Zimmerman. Empowerment theory. In J. Rappaport & E. Seidman (Eds. Handbook . 43Ae. Springer. https://doi. org/10. 1007/978-1-4615-4193-6_2