AL-ATHFAL STAI MUHAMMADIYAH PROBOLINGGO p-ISSN 2723-245X e-ISSN 2723-0813 Vol. No. , p. Available online at https://jurnal. staim-probolinggo. id/Al-Athfal PENGARUH MEDIA SENSORY GEOMETRY CARD TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA 5-6 TAHUN *Nurhaningtyas Agustin. Kholifaturrohmah. Akhmad Aji Pradana. IrfaAoI Alfian Mubaidilla Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban *e-mail: nurhaningtyas@iainutuban. https://jurnal. staim-probolinggo. id/Al-Athfal/article/view/960 Abstract: This study aims to determine the effect of Sensory Geometry Card media on the cognitive abilities of children aged 5-6 years at Bina Wiyata Kepohagung Plumpang Kindergarten. The problem raised is the lack of interesting and interactive media to introduce basic geometry concepts, so that some children have difficulty distinguishing shapes such as circles, triangles, and squares. The study used a quantitative approach of one-group pretest-posttest design with a sample of 27 Data collection techniques used observation, written tests, and documentation. The results of the study from the average pretest value of 18. 18, and after being given treatment through the application of sensory geometry card media, the average posttest value increased to 26. 74 so that there was an increase of 8. 56 points. The results of the t-test showed t count = 13. 250> t table = 2. 056 and a significance value of 0. 000 <0. 05, so HCA was rejected. This means that there is a significant influence of the use of Sensory Geometry Card media on the cognitive abilities of children aged 5-6 years at Bina Wiyata Kepohagung Plumpang Kindergarten. Keywords: sensory geometry card media. cognitive abilities. children aged 5-6 years ARTICLE HISTORY Received 01 July 2025 Revised 15 July 2025 Accepted 15 July 2025 Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana penggunaan media Sensory Geometry Card dapat memengaruhi perkembangan kemampuan kognitif anakanak berusia 5Ae6 tahun yang bersekolah di TK Bina Wiyata Kepohagung Plumpang. Permasalahan yang diangkat yaitu kurangnya media yang menarik dan interaktif untuk mengenalkan konsep dasar geometri, sehingga beberapa anak kesulitan membedakan bentuk seperti lingkaran, segitiga, dan persegi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif jenis one-group pretest-posttest design dengan sampel 27 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes tulis, dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian dari nilai rata-rata pretest sebesar 18,18, dan setelah diberikan perlakuan melalui penerapan media sensory geometry card, nilai rata-rata posttest meningkat menjadi 26,74 sehingga ada peningkatan sebesar 8,56 poin. Hasil uji-t menunjukkan thitung = 13,250 > ttabel = 2,056 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga HCA ditolak. Artinya. Al-athfal. Vol. 06 No. : 390 Kholifaturrohmah, etc. Pengaruh Media Sensory Geometry Card terhadap Kemampuan Kognitif Anak Usia 5-6 tahun terdapat pengaruh signifikan penggunaan media Sensory Geometry Card terhadap kemampuan kognitif anak usia 5-6 tahun di TK Bina Wiyata Kepohagung Plumpang. Kata kunci: media sensory geometry card. anak usia 5-6 tahun INTRODUCTION Pendidikan memegang peran penting dalam mewariskan pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap kepada anak. Sebagaimana dinyatakan dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Indonesia bahwa Pendidikan sangat penting bagi kehidupan setiap anak. Pendidikan dapat memberi mereka pengetahuan dan pemahaman yang mereka butuhkan untuk tumbuh dan berkembang, baik secara mental maupun fisik. Menurut UU No. 14 tahun 2003 pasal 1 ayat 14 mendefinisikan Pendidikan anak usia dini sebagai perawatan dan pengembangan anak sejak lahir hingga usia enam tahun. Ini melibatkan pemberian pengalaman belajar positif yang dapat merangsang pikiran dan tubuh mereka, dan mempersiapkan mereka untuk sekolah dasar (Ariyanti, 2. Periode ini sering disebut zaman keemasan Augolden ageAy dimana merupakan fase dimana kecerdasan anak dapat mencapai potensi penuhnya, dan mereka lebih mudah menyerap Selain itu, pada masa ini juga merupakan masa pertumbuhan fisik yang cepat (Pangarti dan Yaswinda, 2. , (Wulandari dan Ambara, 2. Salah satu perkembangan utama yang harus dikembangkan pada anak usia dini adalah kemampuan kognitif. Istilah "kognitif" diambil dari kata cognition yang terkait dengan tindakan mengetahui atau memahami. Secara umum, kognitif mencakup proses perolehan, pengorganisasian, dan pemanfaatan pengetahuan. Kemampuan kognitif dalam hal ini, dipahami konsep-konsep baru, sebagai kemampuan untuk belajar, berpikir, serta menunjukkan kecerdasan. Ini termasuk dalam memahami berbagai peristiwa di sekitarnya, menguasai konsep-konsep baru, mengingat informasi, serta menyelesaikan permasalahan yang sederhana (Juniarti, 2. Menurut Jean Piaget anak usia 5-6 tahun berada pada tahap perkembangan kognitif praoperasional dan hal ini memberikan pengaruh pada cara mereka berpikir yang masih simbolis (Hanifa et al. , 2. Hal ini dapat dilihat pada kemampuan anak-anak dalam membayangkan serta merepresentasikan bendabenda. Pembelajaran yang berbasis permainan, terutama dalam mengenalkan bentuk-bentuk menggambarkan, dan mendeskripsikan objek-objek yang berbeda yang mereka Dalam pembelajaran geometri ini, anak dikenalkan pada berbagai bentuk dasar, seperti segitiga, persegi, dan lingkaran (Rahmah et al. , 2. , (Solihah et al. Al-athfal. Vol. 06 No. : 391 Kholifaturrohmah, etc. Pengaruh Media Sensory Geometry Card terhadap Kemampuan Kognitif Anak Usia 5-6 tahun 2. , (Windasari dan Dheasari, 2. Geometri adalah cabang pembelajaran yang berhubungan dengan ruang dan bentuk serta dalam pendidikan anak usia dini, geometri berkaitan pada pengenalan berbagai objek dan hubungan diantara objek seperti mengukur bentuk dan pola (Pangastuti, 2. Anak diharapkan sudah dapat mengenali, mengelompokkan, serta menyebutkan nama-nama geometri, baik datar maupun benda berdimensi tiga, berukuran dan karakteristik bervariasi. Berdasarkan pemahaman tersebut, pengenalan konsep geometri idealnya dihadapkan pada pengumpulan benda yang berada di sekitar anak, sehingga proses pembelajaran memang memerlukan media yang bersifat perantara. Media yang dipilih sebaiknya bersifat menarik, tetapi mampu mendorong perkembangan kognitif anak melalui pengenalan bentuk geometri (Fatimatus Zahroh et al. , 2. Berdasarkan pengamatan awal di TK Bina Wiyata Kepohagung Plumpang, diketahui bahwa sejumlah anak berusia 5Ae6 tahun belum dapat membedakan bentuk-bentuk geometri dasar seperti persegi, segitiga, dan lingkaran, serta mengalami kesulitan dalam memahami konsep ukuran dan pola. Temuan ini diperkuat oleh hasil pretest yang menunjukkan bahwa sebagian besar anak masih berada pada tahapan perkembangan Mulai Berkembang. Hal ini bertentangan dengan Standar Tumbuh Kembang Pendidikan Anak Usia Dini (STTPA), yang menyatakan bahwa pada rentang usia tersebut, anak-anak seharusnya telah memiliki kemampuan untuk mengenali dan membedakan bentuk-bentuk geometri dasar sebagai bagian dari tahapan perkembangan kognitif yang semestinya dicapai (Khadijah, 2. Dari hasil observasi diketahui bahwa salah satu faktor penyebanya adalah penggunaan media pembelajaran yang kurang menarik dan interaktif. Media yang tersedia di sekolah, seperti balok kayu dan kartu bergambar, cenderung monoton sehingga anak mudah merasa jenuh dan kurang terdorong untuk terlibat aktif dalam proses belajar. Oleh karena itu, penelitian ini dianggap penting untuk menguji efektivitas media pembelajaran yang menarik dan interaktif dalam meningkatkan pemahaman anak terhadap konsep dasar geometri, yang memiliki peran penting dalam pembelajaran matematika pada jenjang usia dini. Menjawab tantangan tersebut, peneliti berupaya menggunakan media Sensory geometry card adalah alat peraga yang digunakan untuk melatih pengenalan bentuk geometri pada anak dengan cara yang kongkret yang terbuat dari karton dengan ketebalan 1cm dengan bentuk geometri yang berasal dari kertas ampelas dengan tingkat kekasaran rendah sehingga tidak melukai Al-athfal. Vol. 06 No. : 392 Kholifaturrohmah, etc. Pengaruh Media Sensory Geometry Card terhadap Kemampuan Kognitif Anak Usia 5-6 tahun tangan jika digunakan. Sensory geometry card adalah alat bantu pembelajaran yang Montessori perkembangan kognitif anak, khususnya dalam mengenal bentuk gometri. Kartu ini juga melatih motorik halus anak sebagai latihan awal dalam membangun koordinasi otot-otot tangan anak sebelum menulis karena anak dapat meraba bagian permukaan yang bertekstur. Ketika anak berinteraksi dan meraba dengan bentuk geometri tersebut, mereka tidak hanya melatih persepsi sentuhan saja, tetapi juga memperkuat pemahaman visual mereka terhadap berbagai bentuk Penelitian mengenai media pembelajaran berbasis sensory, seperti sensory geometry card, masih terbatas khususnya pada anak usia dini. Sebagian besar pembelajaran visual seperti flashcard atau balok kayu untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak dalam mengenal bentuk-bentuk geometri. Sebagai contoh, penelitian oleh Ayu Rohma Yanti . menunjukkan bahwa media balok berpengaruh terhadap kemampuan mengenal bentuk geometri pada anak usia 4-5 tahun di TK MaAoarif Taman Fajar. Sementara penelitian lainnya oleh Mahmudah . membuktikan bahwa media bentuk geometri berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan kognitif anak. Namun, media Sensory Geometry Card, yang mengombinasikan elemen visual dan taktil belum banyak yang meneliti. Padahal, media ini diyakini dapat memberikan stimulasi multisensori yang lebih optimal untuk perkembangan kognitif anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kekosongan tersebut dengan meneliti pengaruh Sensory Geometry Card terhadap kemampuan kognitif anak, khususnya dalam mengenali dan membedakan bentuk geometri. Penelitian penggunaan media pembelajaran berbasis multisensori memiliki potensi yang besar dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini. Penelitian Rahmah (Rahmah et al. , 2. meneliti penggunaan media puzzle anak lebih cepat memahami bentuk geometri melalui sentuhan langsung dibandingkan hanya dengan media visual. Selanjutnya, penelitian Lestari (Lestari et al. , 2. menunjukkan bahwa menggabungkan unsur motorik halus dan visual dapat secara signifikan meningkatkan kemampuan klasifikasi bentuk dan pola pada anak usia 4Ae6 tahun. Penelitian lainnya oleh (Pahenra, 2. juga mendemonstrasikan bahwa media berbasis sensorik mampu meningkatkan daya konsentrasi dan atensi anak terhadap tugas kognitif sederhana. Namun demikian, mayoritas studi tersebut masih berfokus pada Al-athfal. Vol. 06 No. : 393 Kholifaturrohmah, etc. Pengaruh Media Sensory Geometry Card terhadap Kemampuan Kognitif Anak Usia 5-6 tahun penggunaan media konkret atau visual secara terpisah, seperti balok geometri atau multisensori berbasis sentuhan dan visual dalam satu media. Selain itu, penelitian sebelumnya lebih banyak dilakukan pada anak usia 4Ae5 tahun, belum secara khusus menargetkan anak usia 5Ae6 tahun yang merupakan tahap akhir praoperasional menurut Piaget. Dengan latar belakang tersebut, penelitian ini berangkat dari belum ditemukannya kajian empiris yang secara khusus meneliti dampak media Sensory Geometry Card yang menggabungkan elemen sentuhan dan visual terhadap perkembangan kognitif anak usia 5Ae6 tahun dalam memahami bentuk-bentuk dasar geometri. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat mengisi kekosongan tersebut sekaligus memberikan kontribusi dalam bidang pendidikan anak usia dini dalam pengembangan media pembelajaran multisensori yang lebih efektif pada fase sensitif perkembangan anak dengan judul AuPengaruh Media Sensory Geometry Card terhadap Kemampuan Kognitif Anak Usia 5-6 TahunAy. RESEARCH METHODS Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan preeksperimental. Model yang diterapkan adalah one-group pretest-posttest design, di mana satu kelompok subjek diuji dua kali sebelum intervensi diberikan . dan setelah intervensi selesai dilakukan . untuk melihat perubahan pada variabel yang diteliti (Sugiyono, 2. Subjek penelitian adalah 27 anak usia 5Ae6 tahun di kelompok B TK Bina Wiyata Kepohagung. Instrumen tes tulis yang digunakan dalam penelitian ini dirancang berdasarkan indikator kemampuan kognitif yang relevan dengan tujuan pembelajaran geometri pada anak usia dini. Tabel 1. Kisi-kisi Instrumen Penelitian Lembar Tes Tertulis Indikator Mengenal bentuk Mengelompokkan bentuk geometri Butir Pertanyaan Memberi warna merah pada bentuk lingkaran Kriteria penilaian BB:Tidak mewarnai atau salah warna . MB: Mewarnai sebagian tapi salah warna . BSH: Sebagian besar warna sesuai . BSB: Semua lingkaran diwarnai merah dengan rapi . Memberi warna biru pada Sama seperti kriteria soal 1, disesuaikan bentuk segitiga warnanya . iru untuk segitig. Memberi warna kuning Sama seperti kriteria soal 1, disesuaikan pada bentuk persegi warnanya . uning untuk perseg. Menghubungkan benda 1. BB: Tidak menghubungkan atau dengan bentuk geometri salah semua . yang sesuai. MB: menghubungkan tetapi terdapat Al-athfal. Vol. 06 No. : 394 Kholifaturrohmah, etc. Pengaruh Media Sensory Geometry Card terhadap Kemampuan Kognitif Anak Usia 5-6 tahun Melingkari benda berbentuk lingkaran Menyelesaikan bentuk geometri Melingkari benda yang berbentuk segitiga Melengkapi pola sederhana dari bentuk geometri. Menyusun pola sederhana bentuk geometri sesuai Menggambar sederhana dari bentuk Indikator 2 kesalahan . BSH: menghubungkan tetapi terdapat 1 kesalahan . BSB: menghubungkan dengan benar semua dan rapi . BB: Tidak melingkari atau salah semua . MB: melingkari tetapi terdapat 2 kesalahan . BSH: melingkari tetapi terdapat 1 kesalahan . BSB: melingkari dengan benar semua dan rapi . Sama seperti kriteria soal 5, disesuaikan bentuknya . entuk segitig. BB: Tidak melanjutkan pola atau salah . MB: Melanjutkan sebagian pola tapi . BSH: Sebagian besar pola benar . kor BSB: Pola dilanjutkan dengan benar dan rapi. Sama seperti soal 7, fokus pada ketepatan dan urutan bentuk. Sama seperti soal 7 dan 8, tambahan penilaian kerapihan menggambar. Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA) pada aspek perkembangan kognitif, terutama dalam ranah berpikir logis dan simbolik. Setiap butir soal dirancang untuk mencerminkan kemampuan dasar anak dalam mengenali, membedakan, dan mengklasifikasikan bentuk geometri secara sederhana, sehingga validitas konten tetap terjaga. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi, tes tertulis, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan paired sample t-test dengan bantuan software SPSS versi 21. 0 for Windows, guna mengetahui sejauh mana pengaruh media Sensory Geometry Card terhadap kemampuan kognitif anak usia 5Ae6 tahun di TK Bina Wiyata Kepohagung Plumpang. RESULTS AND DISCUSSION Implementasi media Sensory Geometry Card dalam pembelajaran di TK Bina Wiyata Kepohagung telah dilaksanakan dengan mengikuti tiga tahapan pembelajaran yang sistematis. Kegiatan pembelajaran terdiri dari tiga tahapan utama: pendahuluan, inti, dan penutup. Pada tahap pendahuluan, guru memulai Al-athfal. Vol. 06 No. : 395 Kholifaturrohmah, etc. Pengaruh Media Sensory Geometry Card terhadap Kemampuan Kognitif Anak Usia 5-6 tahun proses belajar dengan menyapa anak-anak terlebih dahulu, melakukan pengondisian, serta memperkenalkan media kartu bentuk secara menarik. Dalam kegiatan inti, guru melaksanakan tiga tahapan inti penggunaan media, yakni tahap pengenalan bentuk . elalui kegiatan meraba dan mencocokka. , tahap klasifikasi . engelompokkan kartu berdasarkan bentu. , dan tahap penyusunan pola . elengkapi dan membuat pola sederhan. Kegiatan ditutup dengan refleksi pembelajaran dan pemberian apresiasi kepada anak. Semua tahapan dilakukan secara runtut dan terpantau dengan baik. Dari hasil penilaian observasi, implementasi media sensory geometry card sudah berjalan dengan sangat baik, terlihat bahwa guru telah menggunakan media sensory geometry card secara optimal dalam mendukung tujuan pembelajaran bentuk geometri. Anak-anak tampak aktif dan antusias mengikuti seluruh aktivitas, baik saat mengenali bentuk, mengelompokkan, hingga menyusun pola. Guru menunjukkan keterampilan dalam memfasilitasi interaksi anak dengan media secara menyenangkan dan edukatif, serta memberikan bimbingan yang sesuai saat anak mengalami kesulitan. Penggunaan media ini tidak hanya memudahkan anak memahami konsep bentuk, tetapi juga melatih kemampuan sensorik, berpikir logis, dan keterampilan klasifikasi anak secara konkret. Setelah memberikan perlakuan menggunakam media sensory geometry card, guru mengambil nilai post-test seperti pada kegiatan pre-test. Pengambilan data ini dilakukan sebagai pembanding untuk mengetahui perbedaan tingkat perkembangan kognitif anak sebelum dana sesudah diberikan perlakuan. Adapun data pre-test dan post-test dapat dilihat pada grafik berikut: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 TOTAL SKOR PRETEST TOTAL SKOR POSTTEST Gambar 1. Grafik Perbandingan Nilai Pretest dan Posttest Berdasarkan grafik yang disajikan, tampak bahwa seluruh peserta didik mengalami peningkatan skor setelah mengikuti pembelajaran menggunakan media Sensory Geometry Card. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan Al-athfal. Vol. 06 No. : 396 Kholifaturrohmah, etc. Pengaruh Media Sensory Geometry Card terhadap Kemampuan Kognitif Anak Usia 5-6 tahun positif dalam aspek kognitif anak, yang sekaligus mengisyaratkan bahwa media ini efektif dalam membantu anak memahami konsep bentuk geometri dasar secara konkret dan menyenangkan. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan melakukan uji normalitas dan uji hipotesis. Uji normalitas dalam penelitian ini menggunakan metode Shapiro-Wilk, dengan hasil yang disajikan dalam tabel Tabel 1. Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnova Statistic Sig. Pretest Posttest Statistic Shapiro-Wilk Sig. Berdasarkan Tabel 1, dapat disimpulkan bahwa data memiliki distribusi normal, ditunjukkan oleh nilai signifikansi pada uji Shapiro-Wilk yaitu 0,358 untuk pretest dan 0,142 untuk posttest, yang keduanya lebih besar dari 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa asumsi normalitas terpenuhi. Selanjutnya, untuk menguji hipotesis penelitian, digunakan teknik Paired Sample t-Test. Analisis terhadap nilai pretest dan posttest dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 21. 0 for Windows, sebagaimana ditampilkan dalam tabel berikut:: Tabel 2. Hasil Analisi Uji-t Pretest Posttest Pair 1 Pretest Mean Posttest Std. Deviation Std. Error Mean Berdasarkan Tabel 2, terlihat bahwa terdapat peningkatan rata-rata skor antara pretest dan posttest. Rata-rata nilai pretest tercatat sebesar 18,18, sedangkan nilai rata-rata posttest meningkat menjadi 26,74. Dengan demikian, terjadi peningkatan sebesar 8,56 poin setelah diberikan perlakuan. Untuk mengetahui signifikansi dari peningkatan tersebut, hasil analisis uji-t disajikan pada Tabel 3 berikut: Tabel 3. Hasil Uji Paired Samples T-Test Paired Differences Mean Pair Pretest 1 Posttest Std. Deviation Std. Error Mean Sig. 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Al-athfal. Vol. 06 No. : 397 Kholifaturrohmah, etc. Pengaruh Media Sensory Geometry Card terhadap Kemampuan Kognitif Anak Usia 5-6 tahun Berdasarkan data pada Tabel 3, diketahui bahwa nilai t hitung sebesar 13,250 dengan derajat kebebasan . Adapun nilai t tabel pada tingkat signifikansi = 0,05 adalah 2,056. Karena t hitung jauh melebihi t tabel, serta nilai signifikansi (Sig. 2-taile. sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa HCA ditolak dan HCa diterima. Artinya, penggunaan media Sensory Geometry Card memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan kognitif anak usia 5Ae6 tahun di TK Bina Wiyata Kepohagung Plumpang pada tahun ajaran 2024/2025. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada skor kognitif anak setelah penerapan media Sensory Geometry Card. Hal ini menunjukkan bahwa media yang menggabungkan stimulus visual dan taktil dapat secara efektif membantu anak mengembangkan pemahaman konsep geometri Dalam perspektif teori perkembangan kognitif Piaget, anak usia 5Ae6 tahun berada pada tahap praoperasional, di mana mereka mulai mengembangkan kemampuan representasi simbolik, namun masih membutuhkan pengalaman konkret untuk memahami konsep abstrak. Melalui aktivitas meraba dan mencocokkan bentuk dalam media Sensory Geometry Card, anak memperoleh pengalaman multisensori yang mengaktifkan baik persepsi visual maupun Aktivitas ini memperkuat koneksi antara indera dan pemrosesan kognitif internal, sebagaimana ditegaskan dalam prinsip-prinsip Montessori (Fortinasari dan Malasari, 2. , (Novita, 2. , (Sutrisno dan Asruddin, 2. Temuan ini juga konsisten dengan hasil penelitian (Azizah, 2. , (Fitriyani, 2. yang menyatakan bahwa stimulasi sensorik yang menyatu dalam kegiatan pembelajaran mampu meningkatkan pemahaman dan retensi informasi anak. Lebih dari sekadar mengenali bentuk, anak belajar menyusun, membedakan, dan mengaitkan bentuk dengan objek nyata di sekitarnya merupakan sebuah proses berpikir yang mendukung perkembangan logika dan kategorisasi. Dengan demikian, penggunaan media sensory geometry card tidak hanya efektif dalam menyampaikan konsep geometri secara konkret, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan perkembangan kognitif anak usia dini menurut pendekatan konstruktivistik dan perkembangan neurologis anak. CONCLUSION Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dijelaskan, dapat disimpulkan bahwa penerapan media Sensory Geometry Card memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan kognitif anak usia 5Ae 6 tahun di TK Bina Wiyata Kepohagung Plumpang. Sebelum penggunaan media ini, rata-rata skor pretest anak berada di angka 18,18. Setelah mendapatkan perlakuan Al-athfal. Vol. 06 No. : 398 Kholifaturrohmah, etc. Pengaruh Media Sensory Geometry Card terhadap Kemampuan Kognitif Anak Usia 5-6 tahun melalui pembelajaran berbasis Sensory Geometry Card, skor rata-rata posttest meningkat menjadi 26,74. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa nilai t hitung sebesar 13,250 lebih tinggi dibandingkan dengan t tabel sebesar 2,056, dengan tingkat signifikansi 0,000 . ebih kecil dari 0,. Hal ini menunjukkan bahwa HCA ditolak dan HCa diterima, yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan media Sensory Geometry Card terhadap kemampuan kognitif anak pada tahun ajaran 2024/2025 di TK Bina Wiyata Kepohagung Plumpang. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat meneliti lebih dalam tentang efektivitas media pembelajaran multisensori terhadap aspek kognitif lainnya, seperti kemampuan berpikir logis atau kemampuan menyelesaikan masalah pada anak usia dini. Selain itu, juga dapat membandingkan efektivitas media Sensory Geometry Card dengan media konkret lainnya yang digunakan dalam pembelajaran anak usia dini. REFERENCES