PEMBERANTASAN JENTIK NYAMUK DALAM PENCEGAHAN DBD DI DESA PENDOWO. KRANGGAN. TEMANGGUNG Wiwik Dewi S1. Retno Lusmiati A2. Rahmi Yunita3 Akademi Keperawatan Alkautsar Temanggung ABSTRAK Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan warga tentang pencegahan DBD dengan penyuluhan dan program pemberantasan sarang dan jentik nyamuk. Pencegahan DBD dan pemberantasan jentik nyamuk merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat untuk mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya, serta mewujudkan lingkungan sehat. Kegiatan pengabdian ini di laksanakan di Desa Pendowo. Kranggan. Temanggung. Metode dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian yang dilakukan guna menyelesaikan permasalahan yang ada pada desa mitra berupa . penyuluhan tentang DBD dan penanggulangannya, . program pemberantasan jentik nyamuk. Hasil dari kegiatan pengabdian ini berupa pengetahuan warga tentang DBD dan pencegahannya meningkat menjadi 85% baik. Peserta antusias saat kegiatan, dan berterima kasih kepada tim. Lingkungan desa terlihat bersih dan rapi, tidak ada jentik naymuk yang ada di sampah dan genangan air. Kata Kunci: Pemberantasan Jentik Nyamuk. Pencegahan DBD. ABSTRACT The purpose of this community service activity is to increase people's knowledge about dengue prevention through counseling and programs to eradicate mosquito nests and Prevention of DHF and eradication of mosquito larvae is the responsibility of the whole community to prevent disease, improve their health, and create a healthy This service activity was carried out in Pendowo Village. Kranggan. Temanggung. The method in implementing the service activities carried out to solve the problems that existed in the partner villages were . counseling about dengue and its control, . mosquito larvae eradication programs. The results of this service activity in the form of citizen knowledge about dengue and its prevention increased to 85% good. Participants were enthusiastic during the activity, and thanked the team. The village environment looks clean and tidy, there are no mosquito larvae in the garbage and Keywords: Eradication of Mosquito Larvae. Prevention of DHF. PENDAHULUAN Demam dengue/DF dan demam dengue/DBD . engue fever/DHF) penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dengan manifestasi klinis demam, nyeri otot atau nyeri sendi yang limfadenopati, trombositopenia dan ditesis hemoragik. Pada DBD terjadi perembesan plasma yang ditandai dengan hemokonsentrasi . eningkatan hematokri. atau penumpukan cairan dirongga tubuh. Sindrome renjatan dengue . engue shock syndrom. adal demam berdarah dengue yang ditandai oleh renjatan/syok (Nurarif & Hardhi. Demam berdarah dengue banyak ditemukan di daerah tropis maupun daerah subtropis. Data yang dihimpun dari seluruh dunia menunjukkan bahwa Asia menempati urutan pertama dalam jumlah penderita demam berdarah dengue setiap tahunnya. Sementara itu. World Health Organization (WHO) mencatat sejak tahun 1968 hingga 2009, bahwa negara Indonesia merupakan negara dengan kasus demam berdarah dengue tertinggi di Asia Tenggara. Penyakit demam berdarah dengue masyarakat yang utama di Indonesia. Seiring kepadatan penduduk di Indonesia, jumlah penderita dan luas daerah penyebaran penyakit DBD semakin Demam berdarah dengue disebabkan oleh virus Dengue dari genus flavivirus, famili flaviviridae, ditularkan manusia melalui gigitan nyamuk aedes yang terinfeksi oleh virus (Depkes RI, 2. Jumlah kasus DBD yang semakin meningkat di berbagai daerah memunculkan berbagai usaha dalam upaya pencegahan yang dilakukan bertujuan untuk memutuskan rantai penularannya, yaitu pengendalian yang dilakukan terhadap vektor nyamuk (Aedes aegypti dewas. Upaya ini dilakukan karena upaya pencegahan melalui pemberian vaksin tidak menghasilkan hasil yang memuaskan. (Soemarmo, 2. Pencegahan berdarah dengue terletak pada upaya mengurangi maupun menghapuskan vektor nyamuk demam berdarah yaitu Aedes aegypti. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk mencegah timbulnya DBD adalah dengan menggerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Untuk terlaksananya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dimasyarakat, maka diperlukan sosialisasi secara terus menerus oleh pihak-pihak yang terkait, terutama oleh petugaspetugas kesehatan yang terlibat dalam wilayah tersebut. Berdasarkan permasalahan yang ada di desa mitra, maka dilakukan pengabdian kepada masyarakat dengan pemberantasan jentik nyamuk dalam pencegahan DBD di Desa Pendowo. Kranggan. Temanggung. METODE PELAKSANAAN Dalam pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat (PPM) penerapan pedoman PHBS di Taman Kanak-kanak Candi Sidoarjo. Berikut metode pendekatan yang dilakukan dalam program ini Penyuluhan tentang DBD dan Memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk bertanya dan memberikan jawaban. Program pemberantasan jentik nyamuk, dengan menggerakkan seluruh aspek masyarakat, dari mulai kepala desa, kepala dusun, ketua RT, serta tokoh masyarakat, kader Posyandu, dan ibu-ibu PKK. Program pemberantasan jentik nyamuk dilakukan di 5 dusun di desa Pendowo. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Pendowo. Kranggan. Temanggung pada tanggal 1 dan 2 Juni 2018. Jumlah peserta adalah 38 orang. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan Pemberantasan Jentik Nyamuk dalam Pencegahan DBD Di Desa Pendowo. Kranggan. Temanggung Desa Pendowo. Kranggan. Temanggung Kegiatan PPM ini dilakukan pada tanggal 1 dan 2 Juni Jumlah peserta adalah 38 orang. Kegiatan ini berupa penyuluhan tentang DBD dilanjutkan program pemberantasan jentik nyamuk, dengan menggerakkan seluruh aspek masyarakat, dari mulai kepala desa, kepala dusun, ketua RT. Posyandu, dan ibu-ibu PKK. Bahan dan peralatan yang dipakai adalah sikat, ember, bubuk abate, ikan cupang. Peralatan yang dipakai semua berfungsi dengan baik, sehingga pelaksanaan bisa berjalan dengan lancar. Bubuk abate dan ikan cupang juga cukup untuk dibagi ke 5 dusun. Kegiatan PPM ini menunjukkan hasil bahwa pengetahuan warga tentang DBD dan pencegahannya meningkat menjadi 85% baik. Peserta antusias saat kegiatan, dan berterima kasih kepada Lingkungan desa terlihat bersih dan rapi, tidak ada jentik naymuk yang ada di sampah dan genangan air. Warga kebersihan lingkungan agar wabah DBD tidak terulang lagi, dan demi kepentingan bersama. Sehingga angka DBD bisa menurun. Faktor pelaksanaan kegiatan ini adalah peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan pengabdian ini. Pihak Desa juga berterimakasih atas dilaksanakan kegiatan PPM ini. Desa sangat mendukung kegiatan ini, dibuktikan dengan pemberian ijin dan fasilitas yang cukup saat kegiatan. Pihak Desa kerjasama ini bisa dilanjutkan tahun Kegiatan PPM ini hanya dilakukan selama 2 hari dalam 1 bulan yang sama (Juni 2. karena keterbatasan tenaga dan waktu. Ada beberapa warga yang tidak ikut kegiatan karena urusan yang tidak bisa SIMPULAN Hasil PPM warga tentang DBD dan pencegahannya Lingkungan desa terlihat bersih dan rapi, tidak ada jentik naymuk yang ada di sampah dan genangan air. Warga kebersihan lingkungan kepentingan bersamam, sehingga angka DBD bisa menurun. DAFTAR PUSTAKA