Muaddyl Akhyar, dkk GAGASAN PEMBAHARUAN PENDIDIKAN ISLAM BERKEMAJUAN PERSPEKTIF K. AHMAD DAHLAN Muaddyl Akhyar1. Zulmuqim2. Muhammad Kosim3 1,2,3Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang muaddylakhyar@gmail. Abstract This research aims to analyse how the idea of Islamic education reform progresses from the perspective of K. Ahmad Dahlan and the role of Muhammadiyah in inheriting K. H Ahmad Dahlan's thoughts. The method in this research uses character research with a literature study approach (Library Researc. The results showed that K. Ahmad Dahlan was a reform thinker in Indonesia who was engaged in the field of education through the organisation he formed, namely Muhammadiyah. There are so many thoughts of renewal of Islamic education, such as in the aspects of the education system, educational goals, educational materials to teaching Ahmad Dahlan as a figure of renewal in Indonesia came up with his thoughts to respond to the condition of the people, especially in the field of Islamic education which was very bad in Indonesia during the Dutch colonial government. The presence of the Islamic organisation formed by K. Ahmad Dahlan. Muhammadiyah, also inherited K. Ahmad Dahlan's understanding of progressive Islamic education, which is needed to be implemented in Indonesia. The results of this study can also be used as a reference in other studies related to Islamic education in Indonesia. Keywords: Islamic Education. Muhammadiyah. Ahmad Dahlan Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana gagasan pembaharuan pendidikan islam berkemajuan perspektif K. Ahmad Dahlan dan peran Muhammadiyah dalam mewarisi pemikiran K. H Ahmad Dahlan. Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian tokoh dengan pendekatan studi pustaka (Library Researc. Hasil penelitian menunjukan bahwa K. Ahmad Dahlan merupakan sosok pemikir pembaharuan di Indonesia yang bergerak pada bidang pendidikan melalui organisasi yang Muhammadiyah. Sangat pembaharuannya terhadap pendidikan islam, seperti pada aspek sistem pendidikan, tujuan pendidikan, materi pendidikan hingga metode Ahmad Dahlan sebagai sosok tokoh pembaharuan di Indonesia hadir dengan pemikirannya untuk merespon kondisi umat terutama dalam bidang pendidikan Islam yang sangat buruk di Indonesia pada masa pemerintah kolonial Belanda. Kehadiran organisasi Islam yang dibentuk oleh K. H Ahmad Dahlan yaitu Muhammadiyah juga mewarisi pemahaman K. Ahmad Dahlan terkait pendidikan Islam berkemajuan sangat diperlukan untuk senantiasa diterapkan di Indonesia. Hasil penelitian Kariman. Vol. 12 No. | 1 Muaddyl Akhyar, dkk ini juga bisa digunakan sebagai rujukan dalam penelitian lainnya yang berkaitan dengan pendidikan islam di Indonesia. Kata Kunci: Pendidikan Islam. Muhammadiyah. Ahmad Dahlan Pendahuluan Penyingkiran dan peminggiran kaum pribumi dari arus kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan pendidikan membuat pemerintah kolonial Belanda menguasai mereka sepenuhnya pada perguliran awal abad ke-20. Kolonial Belanda pada masa itu menggunakan politik etis untuk menggunakan pendidikan Barat sebagai alat penjajahan baru. Sementara itu, para santri terus mendirikan pondok pesantren dan menentang dan mengharamkan pendidikan Barat. Oleh karena itu, ada dualisme yang tidak dapat dihindari di antara sistem pendidikan yaitu pendidikan sekuler berhadapan dengan pendidikan religius. Sekolah BaratBelanda juga berhadapan dengan pondok pesantren-pendidikan kaum pribumi secara sosiologis. Ahmad Dahlan adalah salah satu pahlawan nasional dan intelektual muslim yang berusaha memperbarui pendidikan Islam agar dapat menjadi penawar dan solusi masalah pendidikan. Ahmad Dahlan menciptakan sekolah modern dengan ajaran pendidikan Islam. Menurutnya, membenahi sistem pendidikan pribumi adalah cara terbaik untuk membangun suatu bangsa. Tujuan pendidikan yang benar-benar sempurna menurut K. H Ahmad Dahlan ini adalah untuk membuat orang yang tidak hanya mengerti atau paham tentang materi, ilmu umum, dan ilmu dunia, tetapi juga mengerti dan paham tentang spiritual, ilmu agama, dan ilmu akhirat. Apalagi pada masa itu, ia menggabungkan dua sistem pendidikan yaitu menggabungkan sistem pendidikan Belanda dengan sistem pendidikan konvensional yang merupakan sesuatu hal yang belum pernah dilakukan oleh institusi pendidikan Islam pada waktu itu. Dihadapkan pada situasi sosio-kultural yang dikotomis ini dan dualisme pendidikan yang demikian kritis. Ahmad Dahlan mencari jalan keluar dengan bereksperimen merintis sistem pendidikan Islam baru, yaitu dengan mendirikan AuSekolah Agama ModernAy bernama Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Islamiyah (MIDI), pada 1 Desember 1911, dengan cara mencangkok sistem persekolahan BaratBelanda untuk mendinamisir lembaga pendidikan Islam. Sekolah inilah yang 1 Diyah Mayarisa. AuKonsep Integrasi Pendidikan Islam Dalam Perspektif Pemikiran Kh. Ahmad Dahlan,Ay Fitra 2, no. 2 Husin Husin. AuPEMIKIRAN PEMBAHARUAN PENDIDIKAN ISLAM KH. AHMAD DAHLAN PERSPEKTIF INTELEKTUAL MUSLIM DI INDONESIA,Ay JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION 4, no. : 662Ae84. Kariman. Vol. 12 No. | 2 Muaddyl Akhyar, dkk menjadi cikal bakal lahirnya perjuangan pembaharuan yang dilakukan oleh K. Ahmad Dahlan dengan mendirikan salah satu organisasi Islam yang bernama Muhammadiyah. Kemudian pada tahun 1918 K. H Ahmad Dahlan merintis sekolah menengah bernama Al-Qismul Arqo, dan tahun 1920 berubah nama menjadi Pondok Muhammadiyah yang merupakan cikal bakal pendidikan kader Muhammadiyah Mualimin dan Mualimat. Berani meminjam sistem klasikal dan piranti atau unsurunsur pendidikan Belanda, termasuk mengintegrasikan ilmu-ilmu sekuler dan ilmu-ilmu agama sekaligus. Eksperimen pendidikan Islam baru ini awalnya mendapat reaksi keras dari kaum santri, karena dianggap Aukebelanda-belandaanAy dan dapat merusak struktur pendidikan Islam. Namun karena kesabaran dan kegigihan K. Ahmad Dahlan dalam memperjuangkan pendidikan Islam dan membuat masyarakat pribumi Indonesia bangkit dari kebodohan, akhirnya gagasan dari K. H Ahmad Dahlan ini dapat diterima oleh masyarakat. Berdasarkan pemaparan diatas, maka dalam artikel ini membahas bagaimana gagasan dari K. Ahmad Dahlan terhadap pembaharuan pendidikan Islam berkemajuan dan menganalisis peran Muhammadiyah sebagai pewaris pemikiran K. H Ahmad Dahlan. Penelitian ini juga merujuk kepada beberapa literature sebelumnya, yaitu : penelitian yang ditulis oleh Al Aydrus et al. yang berjudul AuPeran Muhammadiyah dalam Upaya Pengembangan Pendidikan Islam di IndonesiaAy menyimpulkan bahwa menurut Muhammadiyah pendidikan adalah suatu keniscayaan . arus ad. dan Muhammadiyah juga beranggapan bahwa pendidikan yang harus dilaksanakan adalah pendidikan yang holistic yakni memadukan atau menyeimbangkan antara pengetahuan keislaman dengan pengetahuan umum sehingga menghasilkan manusia yang cerdas dalam keilmuan dan memiliki karakter . arakhlak manusi. maka dari itu Muhammadiyah menyelenggarakan pendidikan yang lebih modern yang sesuai dengan tuntutan zaman. Tinjauan Pustaka. Pendidikan Islam merujuk pada proses pendidikan yang berdasarkan prinsip-prinsip dan nilai-nilai Islam. Lingkup pendidikan Islam ini melibatkan aspek-aspek agama, moral, sosial, dan akademis. Dasar utama pendidikan Islam terletak pada ajaran agama Islam yang terdapat dalam Al-Quran dan Hadis. Tujuan utama dari pendidikan Islam adalah membentuk individu yang patuh terhadap ajaran agama Islam dan memiliki pemahaman yang mendalam tentang prinsip3 Erjati Abbas. AuPembaharuan Pendidikan Perspektif Ahmad Dahlan,Ay RiAoayah: Jurnal Sosial Dan Keagamaan 5, no. : 214Ae27. 4 Nurlaila Al Aydrus. Adhriansyah A Lasawali, and Abdul Rahman. AuPeran Muhammadiyah Dalam Upaya Pengembangan Pendidikan Islam Di Indonesia,Ay Iqra: Jurnal Ilmu Kependidikan Dan Keislaman 17, no. : 17Ae25. Kariman. Vol. 12 No. | 3 Muaddyl Akhyar, dkk prinsip Islam. 5 Salah satu fokus utama pendidikan Islam adalah pengembangan akhlak dan moralitas yang positif pada individu, termasuk pembangunan sikapsikap seperti kejujuran, keadilan, kesabaran, dan kepedulian terhadap sesama. Lebih dari sekadar mengedepankan pengetahuan agama, pendidikan Islam menitikberatkan pada pembentukan karakter yang kokoh. Peran penting guru dan orang tua dalam membimbing serta memberikan teladan positif untuk membentuk karakter siswa menjadi bagian integral dari proses pendidikan ini. Pendidikan Islam tidak memisahkan antara ilmu pengetahuan dan ajaran agama. upayanya adalah mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai Islam, memungkinkan siswa memiliki pemahaman yang menyeluruh tentang dunia dan Islam Berkemajuan dapat diartikan sebagai konsep Islam yang menitikberatkan pada kemajuan atau perkembangan positif dalam berbagai aspek kehidupan, baik secara individu maupun dalam masyarakat. Konsep ini menyoroti bahwa ajaran Islam mendorong umatnya untuk aktif terlibat dalam proses pembangunan dan kemajuan, sejalan dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip Islam. Islam mendorong pencarian ilmu pengetahuan sebagai bentuk ibadah, dan pendidikan serta penelitian dianggap sebagai sarana untuk memahami ciptaan Allah serta mengembangkan potensi manusia. Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tokoh, untuk mengkaji ketokohan K. Ahmad Dahlan dengan tahapan orientasi, eksplorasi, dan penelitian 8 Penelitian ini juga menggunakan pendekatan studi pustaka (Library Researc. , untuk mengumpulkan data dan informasi terkait biografi dan gagasan K. H Ahmad Dahlan yang terdapat dalam kepustakaan. Penelitian ini juga difokuskan untuk mengkaji secara ilmiah literatur-literatur kepustakaan yang relevan dengan tema penelitian. 9 Penulis melaksanakan analisis dari berbagai literatur yang ada yang berkaitan dengan pendidikan islam perspektif dan K. H Ahmad Dahlan. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan 5 Imam SyafeAoi. AuTujuan Pendidikan Islam,Ay Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam 6, no. 151Ae66. 6 Muhammad Haris. AuPendidikan Islam Dalam Perspektif Prof. HM Arifin,Ay Ummul Qura 6, no. : 1Ae19. 7 Sarno Hanipudin. AuPendidikan Islam Berkemajuan Dalam Pemikiran Haedar Nashir,Ay INSANIA: Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan 25, no. : 305Ae20. 8 Muhammad Kosim. AuGagasan Syekh Sulaiman Al-Rasuli Tentang Pendidikan Islam Dan Penerapannya Pada Madrasah Tarbiyah Islamiyah Di Sumatera Barat,Ay Disertasi. IAIN Imam Bonjol Padang, 2013. 9 Muaddyl Akhyar et al. AuStudi Analisis Pendidikan Budaya Alam Minangkabau Terhadap Pembentukan Karakter Anak Di Sekolah Dasar,Ay Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education 4, no. : 193Ae206. Kariman. Vol. 12 No. | 4 Muaddyl Akhyar, dkk data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian dan Pembahasan Biografi Singkat K. H Ahmad Dahlan Ahmad Dahlan lahir sebagai Muhammad Darwis di tengah keluarga yang dikenal sebagai keluarga yang berilmu dalam bidang agama pada tanggal 1 Agustus 1868 di Kampung Kauman. Yogyakarta. Ia adalah anak keempat dari tujuh bersaudara, lahir dari ayah yang bernama K. Abu Bakar, seorang imam dan khatib di Masjid Besar Kraton Yogyakarta, dan ibu yang bernama Siti Aminah, putri K. Ibrahim, seorang penghulu di Kraton Yogyakarta. Dalam garis keturunannya. Ahmad Dahlan adalah generasi kedua belas dari Maulana Malik Ibrahim, seorang wali songo yang menjadi pelopor dalam penyebaran dan pengembangan dakwah Islam di Tanah Jawa. Sejak kecil. Muhammad Darwis diasuh oleh ayahnya. Abubakar. Karena budi pekerti yang baik, kepribadian yang halus, hati yang lembut, dan kecerdasan yang melekat padanya sejak kecil, orangtuanya sangat menyayanginya. Bahkan, pada usia 8 tahun. Muhammad Darwis sudah mampu membaca Alquran dengan lancar. Kecerdasan fikirannya memungkinkannya mempengaruhi teman-teman sebayanya dan mengatasi berbagai permasalahan di antara mereka. 11 Tidak hanya itu, sejak masa kecil. Muhammad Darwis telah terbiasa memerahkan kitab-kitab klasik yang ditulis oleh ulama Nusantara. Kakak-kakak iparnya, yaitu Kiyai Haji Lurah Muhammad Noor. Kiyai Haji Muhsin, dan Kiyai Haji Muhammad Saleh, memiliki peran penting dalam membentuk pengetahuannya. Dari Kiyai Noor, dia mendalami ilmu fiqih, ilmu tata bahasa Arab . dipelajarinya dari Kiyai Muhsin, sementara bahasa Arab dia pelajari dari Kiyai Saleh. Selain menimba ilmu agama dari ketiga kakak iparnya. Muhammad Darwis juga menjadi murid Kiyai Haji Abdul Hamid, yang mengajarkannya tentang cara memperlakukan anak yatim-piatu. Ayahnya sendiri. Kiyai Abu Bakar, sering memberikan wejangan dan bimbingan, sehingga Muhammad Darwis tumbuh menjadi individu yang mencintai ilmu dan memiliki akhlak mulia di bawah pengaruhnya. Setelah memperoleh pengetahuan dari para guru di Tanah Air, pada tahun 1883 M hingga 1888 M. Muhammad Darwis berangkat ke Mekkah untuk mengejar ilmu agama dan bahasa Arab. Di sana, ia terlibat dalam diskusi dengan pemikir-pemikir terkemuka dalam dunia Islam seperti Syekh Muhammad bin Abdil Wahhab. Syekh Jamalaluddin Al-Afghani. Syekh Muhammad Abduh. Syekh Muhammad Rasyid Ridha, dan Shaykh al-IslAm Ibnu Taimiyah. Pada saat pulang dari pelaksanaan ibadah haji yang pertama. Ahmad Dahlan memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai makna dan cita-cita Meskipun sulit untuk dipastikan apakah K. Ahmad Dahlan mencapai pemikiran pembaruan tersebut secara individual atau terpengaruh oleh orang lain, namun 10 Abbas. AuPembaharuan Pendidikan Perspektif Ahmad Dahlan. Ay 11 Mayarisa. AuKonsep Integrasi Pendidikan Islam Dalam Perspektif Pemikiran Kh. Ahmad Dahlan. Ay 12 Indah Kurnia. AuKonsep Pendidikan Karakter Menurut KH AHmad DahlanAy (IAIN BENGKULU. Kariman. Vol. 12 No. | 5 Muaddyl Akhyar, dkk dia mulai mewujudkan cita-citanya dengan mengubah arah kiblat dalam ibadah shalat. H Ahmad Dahlan kembali menunaikan ibadah haji pada tahun 1902 M, untuk memperdalam ilmu agamanya dengan berinteraksi dengan beberapa ulama Indonesia yang tinggal di sana, termasuk Syekh Muhammad Khatib al-Minangkabawi. Kyai Nawawi al-Bantani. Kyai Mas Abdullah, dan Kyai Fakih Kembang. Pada tahun 1904 M, setelah memperdalam ilmu agamanya di Mekkah untuk yang kedua kalinya, ia kembali ke tanah Di Indonesia K. H Ahmad Dahlan begitu prihatin melihat kondisi masyarakat Indonesia pada masa itu yang sedang berada dalam kondisi krisis, baik dari segi pendidikan maupun dari segi keagamaan. Maka pada bulan Dzulhijjah . Dzulhijjah 1330 H) atau November . November 1912 M), merupakan momen penting dalam sejarah lahirnya Muhammadiyah. Pada waktu tersebut, muncul sebuah gerakan Islam modernis yang menjadi yang terbesar di Indonesia, menginisiasi pemurnian dan pembaruan Islam di negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Gerakan ini didirikan oleh seorang kyai yang alim, cerdas, dan memiliki semangat inovatif, yakni Kyai Haji Ahmad Dahlan atau Muhammad Darwis dari kota santri Kauman Yogyakarta. Nama "Muhammadiyah" secara etimologi berarti "pengikut Nabi Muhammad. " Penggunaan kata "Muhammadiyah" dipilih dengan tujuan untuk mengaitkannya dengan ajaran dan perjuangan Nabi Muhammad. Menurut H. Djarnawi Hadikusuma, penggunaan nama tersebut memiliki makna sebagai berikut: "Dengan nama ini, dia bermaksud menjelaskan bahwa pendukung organisasi tersebut adalah umat Muhammad, dan prinsip dasarnya adalah ajaran Nabi Muhammad saw, yaitu Islam. Tujuan organisasi ini adalah memahami dan menerapkan ajaran agama Islam sesuai dengan yang diajarkan dan dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw, sehingga umat dapat menjalani kehidupan dunia sesuai dengan tuntunan agama Islam. Dengan demikian, ajaran Islam yang suci dan benar diharapkan dapat memberikan arah bagi kemajuan umat Islam dan bangsa Indonesia secara umum". Jika dilihat dari sosok kepribadiannya. Ahmad Dahlan merupakan individu yang tak kenal lelah. Rutinitasnya yang begitu padat mencakup tanggung jawab sebagai suami, ayah dari beberapa anak, ulama yang dihormati masyarakat, hingga menjadi pejuang bangsa dan negara untuk meraih kemerdekaan yang Semua ini menjadi bagian sehari-hari dalam kehidupannya. Bahkan, dedikasinya yang tinggi membuatnya hampir melupakan bahwa dirinya adalah 13 Azaz Akbar. A Muh Ali, and Syarifuddin Ondeng. AuMuhammadiyah Dalam Perkembangan Pendidikan Islam Di Indonesia,Ay Edumaspul: Jurnal Pendidikan 5, no. : 898Ae902. 14 Muhammad Hamsah. Nurchamidah Nurchamidah, and Rasimin Rasimin. AuPemikiran Pendidikan Kh Ahmad Dahlan Dan Relevansinya Dengan Dunia Pendidikan Modern,Ay Risylah. Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam 7, no. : 378Ae90. 15 Pimpisan Pusat Muhammadiyah. AuSejarah Singkat Muhammadiyah,Ay 2022, https://muhammadiyah. id/sejarah-singkat-muhammadiyah/. Kariman. Vol. 12 No. | 6 Muaddyl Akhyar, dkk manusia biasa yang memerlukan istirahat. Cinta yang mendalam terhadap agama, bangsa, dan negara menjadi fokus utama dalam hidupnya, sehingga pada awal tahun 1923, kesehatan KH. Ahmad Dahlan mulai sering terganggu karena pengabdian yang luar biasa. Pemikiran K. Ahmad Dahlan dalam pembaharuan pendidikan Islam Ahmad Dahlan dihormati sebagai seorang tokoh pembaharuan dan pergerakan Islam di Indonesia, terutama karena ia membantu membangun pendidikan Islam dengan metode yang lebih canggih. Bisa melakukannya karena pengalaman pendidikannya, mulai dari pesantren hingga studi di mekkah. Menurutnya, banyak tindakan keislaman di masyarakat yang tidak sesuai dengan ajaran al-quran dan al-hadist, sehingga dia tertarik untuk membangun pendidikan Islam. Selain itu, pergaulannya yang luas dengan berbagai jenis orang telah mendorongnya untuk melakukan perubahan dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan. Tidak semua pemikiran pembaharuan KH Ahmad Dahlan, terutama tentang pembaharuan Islam dalam pendidikan, didokumentasikan dalam buku-buku karyanya sendiri. Karena KH. Ahmad Dahlan lebih dikenal sebagai seorang amaliyah dalam pergerakan daripada seorang penulis. Melihat buku-buku yang menceritakan kehidupan K. H Ahmad Dahlan dari generasi berikutnya dan orangorang terdekatnya membantu kita memahami pemikirannya. Beberapa ide K. Ahmad Dahlan yang penting untuk dipahami terutama dalam bidang pendidikan adalah tentang mengubah pendidikan Islam, yang mencakup perubahan tujuan, teknik penyelenggaraan, dan proses pembelajaran. Hal tersebut dapat di pahami sebagai berikut: Sistem pendidikan Pada masa penjajahan kolonial Belanda, pendidikan di Indonesia berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Di sana, lembaga pendidikan melawan lembaga yang didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda. Pemerintah kolonial Belanda tahu betapa pentingnya pendidikan untuk membangun peradaban, jadi mereka ingin orang-orangnya bodoh dan tidak berpendidikan, sehingga pemerintah dapat melakukan kolonialisme dan kristenisasi dengan lancar tanpa mengalami penentangan dari penduduk pribumi Indonesia. 16 Umar Syarif. AuGerakan Pembaruan Pendidikan Islam: Studi Komparasi Pergerakan Islam Indonesia Antara Syekh Ahmad Surkatiy Dan Kh Ahmad Dahlan,Ay Reflektika 12, no. : 74Ae95. 17 Mayarisa. AuKonsep Integrasi Pendidikan Islam Dalam Perspektif Pemikiran Kh. Ahmad Dahlan. Ay 18 Iwan Setiawan. AuIslam Dan Nasionalisme: Pandangan Pembaharu Pendidikan Islam Ahmad Dahlan Dan Abdulwahab Khasbullah,Ay Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Kariman. Vol. 12 No. | 7 Muaddyl Akhyar, dkk Pendidikan yang didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda lebih diprioritaskan dibandingkan dengan pendidikan yang dibangun oleh masyarakat Indonesia. Tujuannya adalah untuk kepentingan kolonial Belanda sendiri. Kristenisasi, dan tenaga kerja administrasi yang murah. Di mana pendidikan Indonesia masih sangat sederhana dilakukan di pondok pesantren dan surau-surau, yang hanya mengajarkan tentang hal-hal keagamaan tanpa mempelajari hal-hal tentang pengetauan umum. Persyarikatan Muhammadiyah mengatasi masalah sistem pendidikan ini dengan mendirikan sekolah yang sebanding tetapi tidak memiliki kurikulum yang sama. Kurikulum sekolah yang diterapkan oleh pemerintah kolonial Belanda tidak sama dengan kurikulum yang diterapkan oleh persyarikatan Muhammadiyah. Perbedaannya adalah bahwa sekolah persyrikatan Muhmmadiyah menawarkan mata pelajaran tentang al-quran. Pada saat itu, sekolah didirikan sesuai dengan sistem sekolah yang didirikan oleh pemerintah Kolonial Belanda. Selain Sekolah Desa. Sekolah Rendah Angka Dua . weede klass. , dan Sekolah Bumiputra (Inlandsche Schoo. Sekolah Rendah Kelas Satu juga didirikan pada tahun 1914 M. Tujuan pendidikan Rumusan tujuan pendidikan tersebut merupakan pembaharuan dari tujuan Pendidikan yang saling bertentangan pada saat itu yaitu pendidikan pesantren dan pendidikan sekolah model Belanda. Pendidikan Islam yang dirancang oleh. H Ahmad Dahlan adalah untuk mengembalikan pemikiran masyarakat Indonesia kepada pemahaman syariAoat Islam yang lurus dan menjauhkannya dari segala pengaruh ajaran kristenisasi dan liberalisasi yang merusak serta bidAoah Ae bidAoah yang sudah sangat merajalela ketika itu. Tidak hanya itu, tujuan pendidikan yang dirancang oleh K. Ahmad Dahlan juga bertujuan agar membebaskan masyarakat dari kebodohan dan kemiskinan akal pikiran, sehingga mampu membangkkitkan kembali semangat juang untuk melawan penjajahan. Dalam nasehat K. Ahmad Dahlan mengungkapkan akan pentingnya Pendidikan untuk kemajuan Organisasi Muhammadiyah khususnya dan Umat Islam pada umumnya. Maka teruslah kamu bersekolah, menuntut ilmu pengetahuan dimana saja. Jadilah guru, kembalilah ke Muhammadiyah. Jadilah dokter, kembalilah ke Muhammadiyah. Jadilah master. Insinyur dan lain-lain kembalilah kepada Muhammadiyah. Sangat jelas dari nasehat KH Ahmad Dahlan bahwa mendapatkan ilmu 2, no. : 1Ae16. 19 Setiawan. 20 Roybah Roybah and Abdul Munib. AuKonsep Pendidikan Islam Perspektif KH. Ahmad Dahlan Dan Relevansinya Dengan Era Global Pendidikan Di Indonesia,Ay AHSANA MEDIA: Jurnal Pemikiran. Pendidikan Dan Penelitian Ke-Islaman 8, no. : 86Ae99. Kariman. Vol. 12 No. | 8 Muaddyl Akhyar, dkk sangat penting untuk membimbing kehidupan seseorang dengan baik. Seorang kader Muhammadiyah harus dimotivasi untuk mencari pengetahuan yang tinggi, tidak peduli di mana mereka berada. Beliau juga mengimbau kadernya untuk kembali ke rumah dan berjuang untuk Muhammadiyah setelah mereka bekerja sebagai guru, dokter, insinyur, atau profesi lainnya. untuk memastikan bahwa perjuangan Muhammadiyah terus membawa manfaat bagi umat Islam dan bangsa. Materi pembelajaran Salah satu tujuan Muhammadiyah adalah untuk mengembalikan ajaran Islam pada al-quran dan as-sunnah. Institusi pendidikan yang didirikan oleh Ahmad Dahlan tidak memiliki kurikulum yang komprehensif, sehingga materi dakwah disampaikan berdasarkan keadaan dan kemampuan pemahaman masyarakat Indonesia. Meskipun demikian, materi pelajaran yang dia berikan termasuk beberapa pembahasan, antara lain : Aqidah Tauhid adalah subjek utama yang diajarkan kepada masyarakat. Dengan kata lain, menyembah Allah dan mengikuti ajaran Rasulullah SAW, yang dianggap sebagai nabi terakhir yang diutus Allah kepada umat manusia. Ahmad Dahlan mendorong masyarakat untuk meninggalkan kesyirikan dan penyakit yang disebutnya TBC . ahayul, bidah, dan khurafa. , yang banyak dipraktikkan pada masa itu. karena jika kegiatan tersebut dibiarkan tanpa pengawasan, itu akan sangat merugikan ajaran Islam di Indonesia. Oleh karena itu. KH Ahmad Dahlan mengajarkan orang-orang untuk tetap teguh dan memperjuangkan ajaran Islam yang benar. Ibadah Karena ibadah merupakan kewajiban dan kebutuhan manusia, manusia harus melakukan ibadah kepada tuhan yang menciptakan segala sesuatu agar hidup mereka menjadi lebih berarti dan lebih tenang batin sebagaimana dijelaskan dalam Q. Adz-Dzariyat ayat 56 A acaeE aEOa ea eaO aIA a AaO aI aEa eCa eE a acI aOA a AeE eIA Artinya : AuTidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKuAy Menurut ayat di atas, beribadah kepada tuhan semesta alam adalah tujuan 21 Roybah and Munib. 22 Dhian Wahana Putra. AuKonsep Pendidikan Islam Dalam Perspektif KH Ahmad Dahlan,Ay Tarlim: Jurnal Pendidikan Agama Islam 1, no. : 99Ae107. Kariman. Vol. 12 No. | 9 Muaddyl Akhyar, dkk penciptaan manusia. Oleh karena itu, sebagai seorang pendakwah. Ahmad Dahlan memiliki tanggung jawab untuk mengajarkan masyarakat tentang masalah ibadah. Tata cara ibadahnya, seperti sholat, puasa, zakat, dan peribadatan lainnya, selalu didasarkan pada petunjuk Al-Quran dan AsSunnah. Akhlak Ahmad Dahlan sangat memperhatikan masalah akhlak. Perilaku seorang muslim harus mencerminkan akhlaknya, baik di rumah maupun di depan karena malaikat-malaikat Allah selalu berada di sekitar manusia. Dengan demikian, manusia akan mengembangkan sifat ihsan, sehingga mereka merasa seolah-olah mereka melihat Allah, meskipun mereka tidak menyadari bahwa Allah selalu melihat mereka. Pengajaran akhlak mencakup beberapa hal : akhlak kepada diri sendiri. Allah, kedua orang tua, orang lain atau masyarakat, dan alam. Materi yang sangat terkenal dalam Pendidikan Ahmad Dahlan dalam membina masyarakatnya ialah teologi al-Maun, yakni pemahaman mengenai Q. Al-Maun ayat 1-7 : ca a ca Aac e a a a ac e a a ac e a e a oa a a a a ac OA A aE a a aIA A a a eO a E a eO aOE a aEOI A aEE E aO O EO aOI OaE OA ao a ca ao a a ca ao ae e ca a a e ca U e a a a e e e e AO E a eO aI N eI a eI aE a aN eI aN eOI E a eO aI N eI aO a a eOIA AE aI aEO AOOE EEIAEA a a ae a e aaeaa n A eOIA AOOIIOI EIA Artinya : )Tahukah kamu . yang mendustakan agama?, . )Itulah orang yang menghardik anak yatim, . )dan tidak menganjurkan untuk memberi makan orang miskin. )Celakalah orang-orang yang melaksanakan salat, . yang lalai terhadap salatnya, . )yang berbuat riya, . )dan enggan . Surah Al-Maun, ayat 1Ae7 memberikan pemahaman yang lebih baik tentang kewajiban setiap orang muslim untuk membantu anak yatim dan berusaha melakukan amal sosial. Situasi yang menyedihkan ini tidak dapat dibiarkan. Ahmad Dahlan membacakan surah Al-Quran surah 107:1-7 untuk memupuk rasa solidaritas kaum muslimin terhadap saudara sesama muslim yang menderita karena tanam paksa, penolakan pajak, dan penindasan lainnya dari pemerintah kolonial belanda. 23 Putra. 24 Kementrian Agama RI. AuQuran Kemenag,Ay quran. id, 2022, https://quran. 25 Putra. AuKonsep Pendidikan Islam Dalam Perspektif KH Ahmad Dahlan. Ay Kariman. Vol. 12 No. | 10 Muaddyl Akhyar, dkk Muamalah Selain mengajarkan tentang masalah akhirat. KH Ahmad Dahlan juga mengajarkan tentang masalah duniawi, seperti muamalah. Tujuannya adalah untuk mewujudkan negeri yang sejahtera bagi manusia di dunia, yaitu baldatun toyyibatun wa robbun ghafur, yang berarti negeri yang subur dan makmur, adil, dan aman. Oleh karena itu, penting bagi umat Islam di Indonesia untuk mempelajari ilmu muamalah. Muhammadiyah memberikan izin untuk bertransaksi dengan orang yang tidak beragama Muslim, baik dalam bentuk jual beli maupun sewa menyewa. Namun, tidak boleh memisahkan urusan duniawi dengan iman seorang muslim. Seseorang harus terus memperhatikan aturan sebagaimana diatur dalam syariat Islam. Ilmu pengetahuan umum Ahmad Dahlan adalah seorang guru yang sangat menghargai pendidikan akal dan menekankan gagasan pembaharuannya. Akal dianggap sebagai sumber pengetahuan. Namun, seperti biji yang terbenam di tanah, akal seringkali tidak mendapat perhatian yang diperlukan. Akibatnya, pendidikan harus memberikan bimbingan dan siraman sehingga akal manusia dapat berkembang dengan baik. Hal ini penting, menurutnya, karena akal merupakan alat penting untuk memahami dan mendalami agama. Dia menganjurkan pelajaran ilmu mantiq di sekolah untuk menumbuhkan akal. Wahyu dan ilmu pengetahuan tidak dapat dipisahkan. Kedua berasal dari satu sumber. Allah SWT. Sama seperti peran manusia di Bumi sebagai khalifah, mereka memerlukan pengetahuan untuk mengatur alam semesta. H Ahmad Dahlah percaya bahwa penting untuk meningkatkan pengetahuan dalam bidang umum seperti kedokteran, matematika, fisika, ekonomi, dan Hal ini menjadi tanggung jawab setiap Muslim untuk memaksimalkan potensi mereka untuk mencapai keridhaan Allah dan kelangsungan hidup manusia. Setelah dia dididik tentang ilmu pengetahuan di lembaga pendidikan agama ini, dia akan menjadi seorang agamawan yang berpikiran luas, logis, dan ilmiah yang dapat membantu mengarah pada kehidupan modern. Metode pengajaran Dalam menyampaikan ajarannya. Ahmad Dahlan tidak hanya menyampaikan pelajaran melalui teks, tetapi juga memberikan pelajaran yang relevan untuk jamaah dan masyarakat saat itu. Seperti halnya pengajaran 26 Putra. 27 Abdul Wali Kusno. AHMAD DAHLAN Nasionalisme Dan Kepemimpinan Pembaharu Islam Tanah Air Yang Menginspirasi (Yogyakarta: C-Klik Media, 2. Kariman. Vol. 12 No. | 11 Muaddyl Akhyar, dkk teologi al maun yang diberikan berulang kali hingga murid-muridnya bosan dan bertanya kepada KH Ahmad Dahlan apa artinya. Setelah itu, dia menyuruh para uridnya mencari anak yatim, yang kemudian ditemukan oleh para Dari peristiwa-peristiwa yang disebutkan di atas. Ahmad Dahlan mengajarkan bahwa ajaran agama tidak hanya harus diingat, tetapi juga harus dipelajari dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ahmad Dahlan menekankan pada penyadaran Umat dalam pengajarannya, sehingga Umat Islam bukan hanya mampu menghafal berbagai surat-surat alquran dan ilmu-ilmu keagamaan, namun lebih dari itu dapat menghayati lebih dalam akan substansi pengajaran yang diperoleh melalui perwujudan aksi pengamalan keagamaan. Sehingga umat Islam bukan hanya mampu memberikan kebaikan pada dirinya sendiri namun mampu memberikan kebaikan kepada Umat Islam secara keseluruhan dan bangsa Indonesia. Muhammadiyah Sebagai Pewaris Pemikiran Pembaharuan Pendidikan Islam Perspektif K. H Ahmad Dahlan Pendiri Muhammadiyah. Ahmad Dahlan, sejak awal pergerakannya selalu mengusung orientasi sikap dan gagasan yang progresif. Hal ini karena Muhammadiyah meyakini sepenuhnya bahwa Islam membawa nilai-nilai Islam adalah agama kemajuan . in alhadlara. yang diturunkan untuk meujudkan kehidupan umat manusia yang tercerahkan dan membawa rahmat bagi semesta alam. Menurut Muhammadiyah. Islam adalah agama yang menggabungkan nilainilai kemajuan untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi manusia. Menurut Islam, kemajuan adalah kebaikan yang serba utama yang menghasilkan keuntungan dalam kehidupan lahiriah dan ruhaniah. Muhammadiyah menganggap Islam sebagai agama yang berkembang . in al hadlara. , yang membawa rahmat bagi semesta kehidupan. Islam modern ini mencakup semua aspek kehidupan, salah satunya adalah pendidikan. Sejak awal, pendidikan Islam bergantung pada dua sumber utama: Al Qur'an dan Hadits. Ayat-ayat Mubayyinat dan Ayat Mufasshalaat dalam kitab suci mendorong orang untuk belajar membaca dan menulis, memikirkan, merenungkan, dan menganalisis ciptaan langit dan bumi. Oleh karena itu, tujuan da'wah Islamiyah adalah untuk meningkatkan kemampuan umat Islam dalam 28 Z U L FADHLI AL ALIM and Mohamad Ali. AuPembaharuan Pendidikan Islam Dalam Pandangan KH. Ahmad DahlanAy (Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2. 29 Putra. AuKonsep Pendidikan Islam Dalam Perspektif KH Ahmad Dahlan. Ay 30 Ahmad Isa Mubaroq et al. AuKonsep Pendidikan Islam Dalam Perspektif Kiai Haji Ahmad Dahlan,Ay Tamaddun 20, no. : 91Ae102. Kariman. Vol. 12 No. | 12 Muaddyl Akhyar, dkk melakukan proses pengajaran dan pendidikan serta memberi cahaya kepada hati nurani dan pikiran mereka. Karena Rasulullah SAW sendiri diutus pertama-tama untuk menjadi pendidik dan beliau adalah guru yang pertama dalam Islam. Sampai saat ini, keberadaan pendidikan Islam masih menjadi perdebatan yang menarik. Pendidikan Islam adalah proses menciptakan orang yang beriman, bertakwa, dan khalifah di bumi. Dalam pendidikan Islam, kata "Islam" mengacu pada jenis pendidikan tertentu, yaitu jenis pendidikan khusus yang mencakup hal-hal yang berkaitan dengan Islam. Pendidikan adalah masalah yang tidak akan pernah berakhir. Khususnya di bidang pendidikan, masyarakat Islam semakin memerlukan lembaga pendidikan Islam yang inovatif dan berkualitas tinggi. Dengan meningkatnya populasi kelas menengah Muslim, masyarakat mengharapkan pendidikan Islam yang lebih kreatif, berkualitas tinggi, sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dan mengikuti perkembangan zaman yang semakin kompetitif. Meskipun kemajuan dalam pendidikan tidak dapat dicapai secara instan, kemajuan dapat dicapai secara Selain itu, pelaksanaan pendidikan Islam tidak bergantung pada landasan yang solid dan kuat. Oleh karena itu, sebagai upaya untuk mengubah manusia, pendidikan Islam harus memiliki landasan yang jelas di mana semua kegiatan dan tujuan pendidikan dihubungkan. Menurut UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pendidikan Nasional didirikan berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Setelah UU No. Tahun 1989, yang menyatakan bahwa pendidikan agama termasuk dalam Sisdiknas (Pasal 11 dan . , lembaga pendidikan Islam menjadi lebih stabil secara Perubahan ini diperkuat oleh Pasal 15, 17, 18, 30, dan 37 dari UU No. Dengan terbentuknya Muhammadiyah pada tahun 1912 maka sistem pendidikan di Indonesia mulai menjadi lebih fleksibel dengan pendidikan yang berbasis pada agama yang diajarkan di pesantren dan pendidikan non agama yang diselenggarakan oleh sekolah yang didirikan bangsa Belanda. Hal ini bisa dibuktikan dengan tulisan yang terdapat didalam website resmi DikdasmenPPMuhammadiyah. org yang menjelaskan bahwa sejarah perkembangan pendidikan Muhammadiyah dapat dipahami sebagai rekonstruksi peristiwa masa lalu tentang pemikiran maupun gerakan pendidikan Muhammadiyah yang 31 Rajiah Rusydi. AuPeran Muhammadiyah (Konsep Pendidikan. Usaha-Usaha Di Bidang Pendidikan. Dan Toko. ,Ay TARBAWI: Jurnal Pendidikan Agama Islam 1, no. : 139Ae48. 32 Ema Siti Rohyani. AuPemikiran Pendidikan Agama Islam Dalam Perspektif Prof. Achmadi,Ay MUDARRISA: Jurnal Kajian Pendidikan Islam 7, no. : 173Ae200. Kariman. Vol. 12 No. | 13 Muaddyl Akhyar, dkk terentang sejak berdirinya sekolah Muhammadiyah yang pertama dan berlangsung sampai saat ini yaitu pada awal berdirinya AuSekolah Agama ModernAy yang mulai dirintis oleh K. Ahmad Dahlan bernama Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Islamiyah (MIDI), 1 Desember 1911. Dihadapkan pada kondisi sosio-kultural yang dikotomis ini dan dualisme pendidikan yang sangat penting. Ahmad Dahlan mencoba membangun sistem pendidikan Islam baru. Pada 1 Desember 1911, dia mendirikan "Sekolah Agama Modern" yang dikenal sebagai Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Islamiyah (MIDI). Dengan memanfaatkan sistem persekolahan Barat-Belanda. MIDI meningkatkan lembaga pendidikan Islam. Sekolah menengah pertama kali didirikan pada tahun 1918 dengan nama Al-Qismul Arqo. Pada tahun 1920, namanya berubah menjadi Pondok Muhammadiyah, dan di sanalah pendidikan kader Muhammadiyah Mualimin dan Mualimat dimulai. berani mengambil model klasik dan komponen pendidikan Belanda, termasuk menggabungkan ilmu sekuler dan agama. Reaksi awal kaum santri terhadap eksperimen pendidikan Islam baru ini sangat keras karena dianggap "kebelanda-belandaan" dan berpotensi merusak struktur pendidikan Islam. Penolakan keras dari sebagian internal umat Islam atas eksperimen pendidikan baru ini tidak membuat K. Ahmad Dahlan bergeming, apalagi menyurutkan langkah. Akan tetapi, justru menjadi energi tambahan untuk menggerakkan dan memperluas kancah dakwahnya. Dalam pandangan K. Ahmad Dahlan, eksperimen AuSekolah Agama ModernAy yang dirintisnya merupakan senjata pamungkas untuk mengemansipasi dan memajukan kaum pribumi agar dapat keluar dari pusaran kebodohan, kemelaratan, dan keterbelakangan. Saat beliau wafat, 1923 eksperimen sistem pendidikan baru yang dirintisnya telah tumbuh di luar Yogyakarta, bahkan telah merambah ke daerah-daerah di luar pulau Jawa. Peluasan wilayah dakwah Muhammadiyah identik dengan peluasan sekolah Muhammadiyah. Sebagaimana dinyatakan dalam buku "Indonesia Berkemajuan". Muhammadiyah sebagai kekuatan nasional sejak berdirinya pada tahun 1912 telah berjuang dalam pergerakan kemerdekaan dan, melalui para tokohnya, terlibat aktif dalam pembentukan Negara Republik Indonesia, yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. Muhammadiyah memiliki komitmen dan tanggung jawab yang 33 Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah. AuSEJARAH AWAL BERDIRI,Ay Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah, 2020, https://dikdasmenppmuhammadiyah. org/sejarah/. 34 Syamsul Huda and Dahani Kusumawati. AuMuhammadiyah Sebagai Gerakan Pendidikan,Ay Tarlim: Jurnal Pendidikan Agama Islam 2, no. : 163Ae73. 35 Muhammadiyah. AuSejarah Singkat Muhammadiyah. Ay Kariman. Vol. 12 No. | 14 Muaddyl Akhyar, dkk kuat untuk memajukan kehidupan bangsa dan negara sebagaimana dicita-citakan para pendiri bangsa. Pada Muktamar Muhammadiyah ke-46 tahun 2010 di Yogyakarta. Muhammadiyah menyatakan komitmen kuat untuk melakukan gerakan pencerahan, yang mendorong munculnya gerakan Islam berkemajuan. Praktik Islam yang berkembang yang bertujuan untuk membebaskan, memberdayakan, dan meningkatkan kehidupan dikenal sebagai gerakan pencerahan. Tujuan gerakan Islam berkemajuan adalah untuk menjawab masalah struktural dan kultural seperti kemiskinan, kebodohan, dan ketertinggalan. Konsep kemajuan muncul di berbagai bidang, termasuk pendidikan Islam. Perspektif Muhammadiyah tentang pembaharuan pendidikan Islam didasarkan pada sejarah berdirinya pada tahun 1912, yang menunjukkan bahwa mereka adalah organisasi Islam yang berjuang untuk menyebarluaskan dan memajukan ajaran Islam di Indonesia, diilhami oleh firman Allah SWT dalam surat Al-Imran ayat 104. Gerakan dakwah dan tajdid adalah tujuan Muhammadiyah. Dalam Pasal 1 Anggaran Dasar Muhammadiyah, ayat 1 menyatakan bahwa Muhammadiyah adalah gerakan Islam dan dakwah amar ma'ruf nahi munkar, beraqaidah Islam, dan bersumber dari Al Qur'an dan As Sunnah. Organisasi yang didirikan oleh K. H Ahmad Dahlan pada tanggal 18 November 1912 ini semakin berkembang, semangat K. H Dahlan ini membuat generasi penerus dibawahnya Usaha yang dilakukan pun telah membuktikan pelaksanaan misi dakwah dan tajdid itu, seperti pembaharuan pemahaman agama, pendirian lembaga pendidikan Islam modern, reformasi system pendidikan Islam, pengembangan pranata pelayanan-pelayanan sosial, dan lain sebagainya. Istilah Islam berkemajuan yang kini menjadi slogan Muhammadiyah kerap digunakan diberbagai momen tertentu yang dilaksanakan oleh Muhammadiyah. Angkatan Muda Muhammadiyah. Amal Usaha Muhammadiyah dan lain sebagainya. Pembaharuan pendidikan islam bila dilihat secara ideologis, merupakan bentuk transformasi untuk menghadirkan dakwah dan tajdid secara aktual dalam pergulatan hidup, kebangsaan dan kemanusiaan secara universal. Pendidikan Islam berkemajuan harus mampu menyeimbangkan dan memaksimalkan peran manusia untuk dunia dan akhirat. Dalam hal ini pendidikan Islam berkemajuan di gambarkan sebagai pendidikan Islam yang modern yang mengintegrasikan agama 36 Pimpinan Pusat Muhammadiyah. AuTanfidz Keputusan Muktamar Satu Abad Muhammadiyah,Ay Yogyakarta: Pimpinan Pusat Muhammadiyah, 2010. 37 Aan Ardianto. AuPenyatuan Sistem Pendidikan Islam Dengan Barat Merupakan Cara Kiai Dahlan Menyiapkan Kader Menyambut Masa Depan,Ay Muhammadiyah Cahaya Islam Berkemajuan, 2023, https://muhammadiyah. id/penyatuan-sistem-pendidikan-islam-dengan-barat-merupakan-carakiai-dahlan-menyiapkan-kader-menyambut-masa-depan/. Kariman. Vol. 12 No. | 15 Muaddyl Akhyar, dkk dengan kehidupan dan antara iman dan kemajuan yang holistik. Dari pendidikan Islam inilah akan lahir generasi muslim terpelajar yang kuat iman dan kepribadiannya, sekaligus mampu menghadapi dan menjawab tantangan zaman. Konsep pembaharuan pendidikan islam juga termotivasi oleh misi Muhammadiyah untuk kehidupan umat dan bangsa yaitu: menegakkan tauhid yang murni. Menyebarkan ajaran Islam yang bersumber kepada Al QurAoan sebagai kitab Allah yang terakhir untuk manusia dan As Sunnah, mewujudkan amalanamalan Isslam dalam kehidupan perseorangan, keluarga dan masyarakat dan pemahaman agama dengan menggunakan akal pikiran. Pendidikan Islam berkemajuan menjadikan misi Muhammadiyah tersebut sebagai landasan pelaksanaan pendidikan Islam. Selain itu pendidikan Islam perspektif Islam berkemajuan juga termotivasi oleh pandangan bahwa manusia akan mampu mencapai derajat keimanan dan ketaqwaan yang sempurna, apabila mereka memiliki kedalaman ilmu pengetahuan dan ketaqwaan sejati hanya akan diraih mereka yang berilmu pengetahuan. Hal tersebut yang menjadi landasasn atau dasar dari pendidikan Islam perspektif Islam berkemajuan serta perlunya menyebarkan ajaran Islam melalui pendidikan Islam. Komponen pembaharuan pendidikan Islam menurut Muhammadiyah memiliki tujuan secara normative diarahkan untuk mencapai maksud dan tujuan persyarikatan. Dalam Anggaran Dasar Muhammadiyah pasal 4 ayat 1 dan pasal 6, maksud dan tujuan Muhammadiyah adalah menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Karena setiap apa yang dilakukan sejatinya ada tujuan yang ingin dicapai, begitu juga dengan pendidikan. Tujuan pendidikan dan pengajaran Islam disekolah Muhammadiyah yaitu untuk membentuk manusia muslim yang cakap, berakhlak mulia, percaya pada diri sendiri dan berguna bagi masyarakat. Namun tidak hanya membentuk manusia yang memiliki intelktual belaka, melainkan juga manusia muslim, manusia moralis, manusia kolektivis dan manusia yang berkarakter. Simpulan dan Saran Ahmad Dahlan merupakan salah satu tokoh pembaharuan di Indonesia yang bergerak pada bidang pendidikan melalui organisasi yang dibentuknya yakni Muhammadiyah. Gagasan pemikiran pembaharuannya terhadap pendidikan islam jika merujuk kepada pembahasan diatas yaitu terdapat pada aspek sistem pendidikan dengan mendirikan sekolah yang sebanding tetapi tidak memiliki kurikulum yang sama dengan Kolonial Belanda, tujuan pendidikan yang mengembalikan pemikiran masyarakat Indonesia kepada pemahaman syariAoat Islam yang lurus dan menjauhkannya dari segala pengaruh ajaran kristenisasi dan 38 Muhammadiyah. AuTanfidz Keputusan Muktamar Satu Abad Muhammadiyah. Ay 39 Huda and Kusumawati. AuMuhammadiyah Sebagai Gerakan Pendidikan. Ay Kariman. Vol. 12 No. | 16 Muaddyl Akhyar, dkk liberalisasi yang merusak serta bidAoah Ae bidAoah yang sudah sangat merajalela ketika itu, materi pembelajaran yang berkaitan dengan materi keagamaan seperti aqidah, ibadah, akhlak, dan muamalah. Ahmad Dahlan sebagai sosok tokoh pembaharuan di Indonesia hadir dengan pemikirannya untuk merespon kondisi umat terutama dalam bidang pendidikan Islam yang sangat buruk di Indonesia pada masa pemerintah kolonial Belanda. Kehadiran organisasi Islam yang dibentuk oleh K. H Ahmad Dahlan yaitu Muhammadiyah juga mewarisi pemahaman K. Ahmad Dahlan terkait pendidikan Islam berkemajuan sangat diperlukan untuk senantiasa diterapkan di Indonesia. Gagasan pembaharuan pendidikan islam berkemajuan merupakan transformasi untuk menghadirkan dakwah dan tajdid secara aktual dalam pergulatan hidup, kebangsaan dan kemanusiaan secara universal serta harus mampu menyeimbangkan dan memaksimalkan peran manusia untuk dunia dan akhirat. Pendidikan Islam berkemajuan adalah refleksi nilai-nilai humanisasi, liberasi dan transendensi dari kandungan Q. S Ali Imran ayat 104 dan 110 yang secara historis merupakan bagian dari latarbelakang berdirinya Muhammadiyah. Dari pendidikan Islam inilah akan lahir generasi muslim terpelajar yang kuat iman dan kepribadiannya, sekaligus mampu menghadapi dan menjawab tantangan zaman. Kariman. Vol. 12 No. | 17 Muaddyl Akhyar, dkk DAFTAR PUSTAKA