Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Februari 2026 Hal 619-632 ISSN 2528-4967 . dan ISSN 2548-219X . Upaya Peningkatan Kesadaran Energi Terbarukan Melalui Pelatihan Media Edukasi Panel Surya Mini di SMAN 19 Bekasi Fostering Renewable Energy Awareness through Mini Solar Panel Educational Media Training at SMAN 19 Bekasi Ngia Masta*. Manogari Sianturi. Septina Severina Lumbantobing. Faradiba. Nya Daniaty Malau. Aldiman Firdaus. Timothy. Alwan Yohanis Lolo. Yolanda Zebua. Novanto Nomleni Program Studi Pendidikan Fisika. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Kristen Indonesia. Jakarta masta@uki. id, manogari. sianturi@uki. id, septina. lumbantobing@uki. faradiba@uki. id, nyadaniaty. malau@uki. id, 2314150013@ms. 2414150013@ms. id, 2414150011@ms. id, 2314150002@ms. 2414150010@ms. *Corresponding author: ngia. masta@uki. ABSTRAK Indonesia sebagai salah satu negara dengan penduduk terpadat di dunia, menghadapi tantangan permintaan pasokan energi yang terus meningkat. Hal ini mendorong urgensi transisi energi fosil ke energi terbarukan, dimulai dengan penumbuhan kesadaran terhadap yang berkelanjutan. Sejalan dengan itu, program pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran energi terbarukan pada siswa SMA. Keterbatasan alat peraga menjadi salah satu penyebab hambatan dalam penumbuhan kesadaran akan energi terbarukan, yang dikonfirmasi oleh hasil observasi awal di SMAN 19 Bekasi. Sebagai bentuk solusi dari permasalahan yang dialami, pada tanggal 21 Agustus 2025 Prodi Pendidikan Fisika FKIP UKI menyelenggarakan PKM berupa pelatihan perakitan dan pengoperasian kit panel surya mini di SMAN 19, yang terdiri dari kit aplikasi panel surya dan kereta panel surya. Peserta dalam PKM ini adalah 43 orang siswa kelas XII konsentrasi teknik. Evaluasi kegiatan dilakukan untuk mengetahui keberhasilan kegiatan, yang dilakukan melalui observasi keberhasilan peserta dalam merakit dan mengoperasikan kit panel surya, serta survei kepuasan peserta. Instrumen evaluasi berupa kuisioner dengan skala likert 1-5. Indikator yang digunakan untuk mengukur tumbuhnya kesadaran terhadap energi terbarukan yaitu: kesesuaian kegiatan PKM untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan, ada dorongan minat terhadap teknologi energi terbarukan, serta tumbuh inspirasi secara pribadi untuk merakit teknologi terkait energi terbarukan. Hasil observasi menunjukkan bahwa seluruh kelompok . %) berhasil merakit dan mengoperasikan kit panel surya. Sementara hasil survei menunjukkan masing-masing 78,33% siswa setuju bahwa kegiatan pelatihan mendorong minat dan memberi inspirasi merakit peralatan terkait energi terbarukan,serta 76,68% pelatihan menambah wawasan dan keterampilan. Lebih lanjut, program ini berpotensi berkelanjutan karena guru berkomitmen untuk menggunakannya dalam pembelajaran sains di masa mendatang. Model program ini berpotensi direplikasi di sekolah lain guna mendukung agenda nasional dalam meningkatkan literasi energi terbarukan. Kata Kunci: energi terbarukan. kit edukasi. panel surya. ABSTRACT Indonesia, as one of the most populous countries in the world, faces the challenge of increasing demand for energy supply. This has driven the energy transition from fossil fuels to renewable energy, so its realization needs to be supported, starting from increasing awareness of renewable energy among the younger generation. This community service program (PKM) aims to raise awareness of renewable energy among high school students. The growth of awareness of renewable energy is often hampered by the lack of available role-playing tools in schools. Initial observations indicate that SMAN 19 Bekasi still experiences limited learning media on the topic of renewable energy. As a form of solution to the problems experienced, on August 21, 2025, the Physics Education study program. FKIP UKI, held a PKM program in the form of training on assembling and operating mini solar panel kits at SMAN 19, consisting of a solar panel application kit and a solar panel train kit. Participants in this PKM were 43 grade XII students concentrating on engineering at SMAN 19 Bekasi. Evaluation activities were carried out to determine the success of the activity, which was carried out through observations of the success of participants in assembling and operating solar panel kits, as well as a participant satisfaction survey. The evaluation instrument was a questionnaire with a Likert scale of 1-5. Indicators used to measure the growth of awareness of renewable energy were: the suitability of PKM activities to increase insight and skills, there Copyright A 2026. Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. http://journal. um-surabaya. id/index. php/Axiologiya/index DOI: http://dx. org/10. 30651/aks. Masta, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 619-632 was an increase in interest in renewable energy technology, and personal inspiration to collect technology related to renewable energy. Observation results showed that all groups . %) successfully assembled and operated the solar panel kit. Meanwhile, survey results showed that 78. 33% of students agreed that the activity encouraged interest in training and inspired them to assemble equipment related to renewable energy, and 76. 68% of the training increased insight and skills. Furthermore, this program has the potential to be sustainable because teachers are committed to enjoying learning science and engineering in the future. This model program has the potential to be replicated in other schools to support the national agenda in increasing renewable energy literacy. Keywords: community service. educational kit. renewable energy. solar panel. PENDAHULUAN siswi sadar tentang pentingnya prinsip Indonesia sebagai salah satu negara padat keberlanjutan secara teori, namun tidak penduduk, menghadapi pertumbuhan kebutuhan diperlengkapi dengan keterampilan yang untuk energi. Padahal sebagian besar kebutuhan bisa diaplikasikan dalam kehidupan nyata akan energi masih sebagian besar dipenuhi oleh (Warastuti et al. , 2. Lebih jauh lagi, bahan bakar fosil (Setyono & Kiono, 2. daerah penyangga kota seperti Bekasi. Sekitar 85% konsumsi energi berasal dari sumber dimana kebutuhan akan energi listrik masih terus meningkat, memicu kesadaran untuk non-terbarukan, berkontribusi kurang dari (Pradnyana, 2. Keadaan ini menunjukkan urgensi untuk mempromosikan literasi energi semakin penting (Azis et al. , 2. Permasalahan terbarukan pada generasi muda, terutama siswa diidentifikasikan dari sekolah mitra dalah Sekolah Menengah Atas (SMA), yang akan terbatasnya akses untuk berinteraksi dengan menjadi agen pembaharu dalam pembentukan media pembelajaran pada topik energi baru pola konsumsi energi di masa depan (Sianturi et terbarukan, khususnya Energi Surya. Guru , 2. menjelaskan bahwa ketika siswa telah Di SMAN 19 Bekasi, sebagai sekolah mitra Kepada tersedianya demonstrasi, praktik dan kit alat Masyarakat (PKM), observasi awal menunjukkan peraga untuk pembelajaran menghalangi bahwa siswa masih terbatas dalam pemaparan pengetahuan praktis tentang energi terbarukan. Beberapa upaya telah dilakukan Meskipun dalam kurikulum sekolah telah secara oleh sekolah, diantaranya melaksanakan Pengabdian diskusi kelas dengan topik konservasi langsung dengan teknologi- teknologi energi Meskipun demikian, aktivitas ini terbarukan seperti solar panel masih sangat masih terbatas sebagai teori dan tidak rendah (Estuhono et al. , 2. Kesenjangan ini didukung oleh peralatan yang memadai menghasilkan tantangan yang signifikan, siswa- untuk mentransformasikan konsep abstrak Masta, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 619-632 ke dalam bentuk pengalaman langsung (Taat Guswantoro et al. , 2. Kegiatan Beberapa penelitian menekankan bahwa Masyarakat Pengabdian (PKM) Kepada mengatasi masalah yang dihadapi oleh seperti Project-Based Learning (PjBL) secara SMAN 19 Bekasi, khususnya keterbatasan media pembelajaran energi terbarukan. terhadap konsep saintifik. (Lase, n. ) . Pada Metode yang digunakan dalam PKM ini konteks energi terbarukan, penggunaan Kit solar adalah pelatihan dan lokakarya, berfokus panel mini sebagai media edukasi telah terbukti pada perakitan Kit edukasi solar panel mini. Metode ini dipilih karena merupakan salah METODE PELAKSANAAN satu metode yang paling efektif dalam memperkuat komitmen siswa untuk bertindak memfasilitasi sharing keterampilan dan sesuai dengan prinsip keberlanjutan (Azzam et pengetahuan dari narasumber ke peserta. , 2. Berdasarkan uraian narasi ini, maka Praktik langsung yang dikerjakan pelaksanaan pelatihan perakitan Kit solar panel peserta merupakan proses belajar yang lebih efektif, dibandingkan hanya dnegan sebagai solusi kesenjangan terhadap media pembelajaran energi terbarukan di SMAN 19 Bekasi. keterbatasan praktikum yang disebabkan Solusi Sejalan dengan uraian diatas, pelaksanaan oleh kurangnya kit praktikum, yang dapat Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini digunakan untuk pemahaman konsep dan praktik keterampilan di kesadaran tentang energi terbarukan pada siswa- siswi SMAN 19 Bekasi. Program peningkatan Pelaksanaan Pengabdian Kepada kesadaran tentang energi terbarukan dilakukan Masyarakat melalui pelatihan praktik merakit media edukasi Kegiatan Pengabdian Kepada solar panel mini. Pelatihan ini dirancang untuk Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan pada memfasilitasi pelatihan teknis untuk merakit Kit tanggal 21 Agustus 2025 di SMAN 19 panel surya dan penanaman cara berpikir tentang Bekasi. Jawa Barat. Total 43 siswa kelas keberlanjutan serta tanggung jawan siswa dalam XII peminatan Teknik dipilih sebagai penggunaan energi di masa depan. Pelatihan dilaksanakan berbasis pendekatan partisipatori dan pemecahan masalah, agar siswa dapat belajar langsung Masta, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 619-632 dari aktivitas yang dilakukan. Pelatihan dilakukan memecahkan masalah, bekerja dalam tim, dengan tahap berikut: dan mempraktikan teori secara langsung. Pembangunan Kesadaran dan Pengetahuan Awal Aktivitas dimulai dengan seminar pengantar langsung (Asmara et al. , n. tentang konsep energi terbarukan, pentingnya Mentoring dan Asistensi transisi energi di Indonesia, dan peranan energi Selama proses perakitan, tim PKM Surya yang dicanangkan oleh Kementerian energi berperan sebagai mentor yang membimbing dan Sumber Daya Mineral terkait energi fosil (PEIBuletinVol9Nomor22023_AhmadKharisNov aAlHuda- TransisiEnergidiIndonesiaOverviewChallenges, menyelesaikan perakitan dan memastikan )). Tahap ini bertujuan untuk membangkitkan media edukasi panel surya mini berfungsi motivasi siswa sebelum mengerjakan proyek. dengan baik. Pada tahap ini, dilakukan edukasi kepada peserta Refleksi dan Presentasi Konsultasi berupa penumbuhan kesadaran dan penjelasan Pada akhir kegiatan, setiap kelompok pengetahuan tentang energi terbarukan pada mempresentasikan panel surya yang telah Tumbuhnya kesadaran akan tampak pada mereka rakit dan membagikan pengalaman keberadaan minat siswa mengunakan energi belajar mereka. Kemudian sesi dilanjutkan dengan refleksi terbimbing yang juga Workshop Media Edukasi Solar Panel Mini Tim PKM berperan sebagai fasilitator. Ae mengaplikasikan keterampilan yang baru komponen Kit panel surya, termasuk sel mereka dapatkan selama workshop. fotovoltaik, kabel, konektor, bola lampu dan kipas Prosedur Pelaksanaan dan Solusi bagi Siswa diperkenalkan dengan teknik Ae Permasalahan Sekolah Mitra teknik praktis jika mengalami eror saat perakitan. Training Hands-on dan Kerja Kelompok Siswa terkait keterbatasan media pembelajaran beranggotakan 4Ae5 orang. Setiap kelompok energi terbarukan (Masta et al. , n. diberikan sebuah Kit Panel Surya dan ditugaskan Dengan mengintegrasikan sesi penyadaran, untuk merakit dengan didampingi Tim PKM. demonstrasi teknis, dan praktik merakit kit menyelesaikan permasalahan sekolah mitra Pada Prosedur pelaksanaan PKM agar dapat Masta, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 619-632 panel surya, kegiatan PKM menyediakan solusi 25 siswa laki-laki. Kuisioner dibagikan yang komprehensif, yaitu: dalam bentuk google form yang mana siswa Aspek edukasi: Meningkatkan pemahaman dapat mengisikan respon secara daring. siswa terhadap konsep energi terbarukan. Aspek Indikator Mengembangkan pemahaman terhadap energi terbarukan, keterampilan siswa dalam merakit Kit panel kemampuan perakitan kit solar panel, dan surya mini. Teknik Evaluasi Kegiatan PKM Pengukuran terbarukan (Malau et al. , 2. menggunakan kuisioner yang direspon oleh 43 orang siswa, yang terdiri 18 siswa perempuan dan Tabel 1 Hasil Respon Peserta Pelatihan Panel Surya Mini Terhadap Konten Pernyataan Respon (%) Materi pelatihan sesuai dengan tema kegiatan Baik Materi mendukung pengembangan keterampilan praktik sains dan teknologi Baik Baik Baik Rata-rata 75,33 Baik Contoh aplikasi panel surya Kategori STS Nilai Respon (%) Materi pelatihan relevan dengan pelajaran di sekolah Tabel 2 Hasil Respon Peserta Terhadap Metode dan Pelaksanaan Kegiatan Respon (%) Metode pelatihan . eori prakti. disampaikan dengan Kegiatan praktik langsung membantu saya memahami Pernyataan STS Nilai Respon (%) Kategori Baik Baik Masta, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 619-632 Respon (%) Waktu yang disediakan untuk praktik cukup memadai Baik Saya dapat mengikuti instruksi praktik dengan baik Baik Kegiatan pelatihan berlangsung sesuai jadwal yang Baik Baik Pernyataan STS Nilai Respon (%) Kategori Rata-rata HASIL siswa terhadap kegiatan PKM rata-rata sebesar Aktivitas PKM Pelatihan Alat Peraga 75,33 dengan kategori baik. Energi Terbarukan meliputi demonstrasi. Tabel 2 menunjukkan metode pelatihan workshop perakitan dan mentoring. Semua yang mengombinasikan teori dan praktik siswa kelas XII peminatan Teknik hadir pada dianggap efektif serta membantu pemahaman setiap sesi dan aktif mengikuti kegiatan, baik peserta terhadap kegiatan PKM penggunaan pada penjelasan teoretis maupun praktik. energi terbarukan dengan menggunakan panel Selama workshop, siswa dibagi dalam 8 surya dalam alat peraga. Kegiatan praktik kelompok . asing- masing 4 Ae 5 oran. Hasil langsung . ands-o. menjadi kekuatan utama respon peserta PKM diberikan pada Tabel 1 Namun, aspek waktu praktik dan jadwal Tabel 1 menunjukkan bahwa penilaian peserta terhadap kegiatan memperoleh nilai sedikit lebih rendah konten pelatihan sangat . 33%), menunjukkan perlunya relevan dengan kebutuhan mereka sebagai penyesuaian waktu dan manajemen jadwal siswa di sekolah. Secara keseluruhan respon agar proses pembelajaran lebih optimal Tabel 3 Hasil Respon Peserta Terhadap Kompetensi dan Penyampaian Materi Pernyataan Pemateri memiliki penguasaan materi yang sangat baik Respon (%) STS Nilai Respon (%) Kategori Baik Masta, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 619-632 Respon (%) Pemateri menjelaskan dengan jelas dan terstruktur Pemateri menjawab pertanyaan peserta dengan baik dan sabar Pemateri mendorong partisipasi aktif dari peserta Pernyataan STS Nilai Respon (%) Kategori Sangat Baik Sangat Baik Baik Rata-rata Baik Tabel 4 Hasil Respon Peserta Terhadap Sarana,Prasarana dan Penunjang Respon (%) Ruangan pelatihan nyaman dan mendukung proses belajar Baik Peralatan praktik panel surya tersedia dan berfungsi dengan Baik Modul/bahan ajar yang diberikan mudah dipahami Baik Koneksi listrik/internet selama pelatihan mendukung proses Baik Pernyataan STS Nilai Respon (%) Kategori Rata-rata 74,99 Baik Berdasarkan Tabel 3, para peserta menilai Sementara pada Tabel 4, fasilitas kegiatan pemateri memiliki penguasaan materi yang dinilai memadai dan mendukung proses sangat baik serta mampu menyampaikan Perangkat teknologi . LCD, dan jaringan interne. berfungsi dengan baik. Komunikasi yang digunakan mudah dipahami serta panitia responsif terhadap kendala teknis. dan interaktif. Kemampuan pemateri dalam Modul pelatihan juga dinilai mudah dipahami. menjawab pertanyaan peserta juga sangat Kemudian pada Tabel 5, peserta merasa sangat puas dengan pelatihan ini. Kegiatan Masta, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 619-632 keterampilan dalam menggunakan alat peraga, belajar energi terbarukan. Aspek kepuasan peserta memperoleh nilai tertinggi . ,0%) serta memberi motivasi bagi siswa untuk Tabel 5 Hasil Respon Kepuasan Peserta Terhadap Pelatihan Pernyataan Saya merasa puas mengikuti pelatihan ini Respon (%) STS Rata-rata Nilai Respon (%) Kategori Baik Baik Gambar 1: Aktivitas Siswa Saat Merakit Kit Aplikasi Panel Surya Mini Gambar 2: Aktivitas Siswa Saat Merakit Kit Kereta Panel Surya Gambar 1 dan 2 menunjukkan siswa aktivitas ini, siswa. Ae siswi merakit dan mengerjakan proyek dengan antusias dan aktif. menguji apakah rangkaian yang mereka Siswa berinteraksi langsung dengan Kit Panel Surya dan dengan teman sejawatnya. Selama sederhana, kipas, atau menjalankan kereta Masta, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 619-632 Kegiatan praktik langsung memberikan diminta untuk meletakkan keretanya, dan mereka kesempatan untuk dapat mengamati menguji kerata manakah yang paling jauh secara langsung bagaimana energi surya Melalui kegiatan ini, siswa dapat dikonversi menjadi energi listrik, kemudian mempelajari konversi energi surya menjadi energi listrik dikonversi menjadi bentuk energi energi listrik. Energi listrik disimpan ke dalam yang lain, yaitu energi cahaya dan energi gerak Kemudian energi listrik dari baterai . ada kipas dan kereta min. dikonversi menjadi energi gerak oleh dinamo. Gambar 3 mempresentasikan aktivitas Tampak bahwa pada aktivitas luar kelas ini, siswa setelah Kit Panel Surya selesai dirakit. siswa antusias dan saling berinteraksi dengan Siswa menguji kereta panel surya diluar kelas, positif dengan sejawatnya. yaitu di lapangan sekolah. Kemudian siswa Gambar 3: Aktivitas Hands-On Siswa dalam Pengoperasian Kereta Panel Surya di Lapangan Hasil dari PKM ini berupa dua produk edukasi. Kit Aplikasi Panel Surya (Gambar . Ae Kit ini berisi panel surya mini yang dihubungkan Kit Kereta Panel Surya Ae berupa kereta dengan baterai, bola lampu DC dan kipas. Kit mini yang digerakkan oleh energi surya (Gambar . Kit ini mendemonstrasikan konversi energi listrik menjadi energi cahaya konversi energi surya menjadi energi dan energi mekanik, serta penyimpanan listrik, proses penyimpanan energi dalam energi listrik dalam baterai. menjadi energi gerak. Masta, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 619-632 Gambar 4: Kit Panel Surya Gambar 5: Kit Aplikasi Panel Surya PEMBAHASAN Output utama dari kegiatan ini adalah Peningkatan pemahaman dan motivasi belajar sejalan dengan penelitian bahwa kesadaran akan energi terbarukan. Tabel 6 project-based hands-on berkontribusi pada peningkatan keterampilan lokakarya Kit panel surya mini efektif untuk abad 21, yaitu pemecahan masalah, kolaborasi, menyelesaikan masalah sekolah mitra, yaitu dan kreativitas (Effendi & Yoto, 2. Serupa pembelajaran untuk praktikum untuk energi (Syahputra. Kit Tabel Menunjukkan keberhasilan semua kelompok dalam merakit keterampilan teknis tapi juga kesadaran akan Kit prinsip keberlanjutan (Harditya et al. , 2. Tabel 6 Hasil Respon Peserta Pada Indikator Penumbuhan Kesadaran Energi Terbarukan Respon (%) Pelatihan mendorong minat saya terhadap teknologi dan energi terbarukan Pelatihan ini menambah wawasan dan keterampilan Pernyataan STS Nilai Respon (%) Kategori Baik Baik Masta, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 619-632 Respon (%) Pernyataan Kegiatan ini memberi inspirasi untuk membuat proyek teknologi sederhana secara STS Nilai Respon (%) Kategori Baik Rata-rata 77,78 Baik Tabel 7 Hasil Observasi Keberhasilan Pelatihan Panel Surya Mini Indikator Persentase Siswa Kemampuan merakit Kit Panel Surya Mini Potensi Keberlanjutan Program Bekasi untuk jenjang kelas lainnya atau untuk kegiatan ekstrakurikuler. Pada sudut pandang lebih luas, inisiatif ini menggunakan Kit Panel Surya Mini ke dalam juga berkontribusi pada transisi energi di pembelajaran fisika pada periode berikutnya Indonesia, dengan menanamkan kesadaran dan sebagai bagian dari modul energi baru literasi, serta keterampilan pada generasi muda (Kementerian Gambar panel Surya Mini digunakan bisa direplikasi atau diadaptasi keberlanjutan yang kuat. Guru Fisika di SMAN Semua kelompok berhasil merakit Kit seremoni penutupan kegiatan PKM. Kit yang Program PKM dengan topik alat peraga Keterangan ESDM. Dengan terjalinnya kolaborasi antara Prodi Pendidikan dukungan yang memadai, program ini dapat Fisika dengan SMAN 19 Bekasi pada diperluas ke sekolah lain di wilayah Bekasi Gambar 6: Penutupan dan Kerjasama antara Prodi Pendidikan Fisika FKIP UKI dengan SMAN 19 Bekasi. Masta, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 619-632 KESIMPULAN Pada sudut pandang yang lebih luas. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat inisiatif ini berkontribusi dalam peningkatan (PKM) oleh Prodi Pendidikan Fisika FKIP UKi di literasi energi pada generasi muda dan SMAN 19 Bekasi telah berhasil dilaksanakan. Para peserta mengalami peningkatan pengetahuan dan kesadaran tentang energi terbarukan melalui pelatihan praktik kit panel surya mini. Ada dua berpotensi untuk diperluas dan direplikasi jenis media pembelajaran yang dipraktekkan, pada sekolah lainnya, khususnya sekolah yaitu Kit aplikasi panel surya dan Kit kereta panel sekolah lain disekitar SMAN 19 Bekasi. Indonesia. Dengan PKM surya, keduanya memfasilitasi siswa untuk menerapkan konsep fisika, khususnya konversi DAFTAR PUSTAKA