PENGARUH SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PERPUSTAKAAN DI MADRASAH ALIYAH MAMBA'UL ULUM JURIT TA. 2024/2025 Heniwati. Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdatul Ulama (STITNU) Al- Mahsuni. Lombok Timur e-mail Correspondent: watiheni55@gmail. Irhas. Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdatul Ulama (STITNU) Al- Mahsuni. Lombok Timur Mariawati. Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdatul Ulama (STITNU) Al- Mahsuni. Lombok Timur Abstract This study aims to determine the influence of Management Information Systems (MIS) on the quality of library services at MA MambaAoul Ulum Jurit. The research employed a quantitative approach with an associative research Data were collected through questionnaires distributed to 85 students as respondents, supported by observation and documentation. The research instruments were tested for validity and reliability using Pearson Product Moment correlation and CronbachAos Alpha. The data were analyzed using simple linear regression. The results showed that MIS had a positive and significant effect on library services, with a regression coefficient value of 978 and a significance value of 0. 000 < 0. The coefficient of determination (RA) was 0. 832, indicating that MIS contributed 83. 2% to the improvement of library service quality, while the remaining 16. 8% was influenced by factors outside the model. Keywords: Management Information System. Library Services Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Sistem Informasi Manajemen (SIM) terhadap kualitas layanan perpustakaan di MA MambaAoul Ulum Jurit. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Data dikumpulkan melalui angket yang dibagikan kepada 85 siswa sebagai responden, serta dilengkapi dengan observasi dan Instrumen penelitian diuji validitas dan reliabilitasnya menggunakan korelasi Pearson Product Moment dan CronbachAos Alpha. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SIM berpengaruh positif dan signifikan terhadap layanan perpustakaan, dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,978 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Adapun nilai koefisien determinasi (RA) sebesar 0,832 yang berarti MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Volume 12. Nomor 3. September 2025. p-ISSN: 2442-3661. e-ISSN: 2477-667X, 224-238 Heniwati. Irhas. Mariawati bahwa kontribusi SIM terhadap peningkatan kualitas layanan perpustakaan sebesar 83,2% sedangkan 16,8% dipengaruhi oleh di luar model. Kata Kunci: Sistem Informasi Manajemen. Kualitas Layanan Perpustakaan PENDAHULUAN Perkembangan ilmu pengetahuan (IPTEK) eksponensial telah mengantarkan umat manusia ke dalam abad informasi. Indonesia merupakan salah satu contoh nyata dampak positif dari era ini, terutama dalam hal peningkatan efisiensi dan kualitas hidup melalui penerapan teknologi informasi. Bidang pendidikan merupakan salah satu sektor yang sangat terpengaruh oleh perkembangan teknologi informasi. Sekolah, sebagai institusi pendidikan formal, bertanggung jawab untuk menyediakan layanan pendidikan berkualitas bagi siswa. Teknologi informasi memiliki peran penting pembelajaran yang efektif, memperluas akses terhadap sumber belajar, serta meningkatkan interaksi antara guru dan peserta didik. Pemanfaatan teknologi informasi dalam pendidikan juga mendorong inovasi pembelajaran dan membentuk lingkungan belajar yang lebih adaptif serta responsif terhadap kebutuhan siswa. Pada abad 21 ini, semua aspek bertransformasi ke digital, oleh sebab itu sekolah harus bisa memanfaatkan teknologi untuk mengelola informasi agar bisa meningkatkan kualitas pelayanan bagi peserta didik. Sistem Informasi Manajemen merupakan suatu sistem yang menyatukan manusia dan teknologi untuk mencapai efisiensi dan produktifitas optimal. Hal ini mengandung makna bahwa teknologi dan manusia memiliki hubungan simbiosis untuk mencapai tujuan yang keputusan di organisasi. Sistem kerja yang produktif manusia merupakan komponen yang spesifik, yaitu memiliki kemampuan yang ideal. Manusia merupakan komponen kunci dalam sistem kerja, namun memerlukan dukungan teknologi untuk mencapai efisiensi optimal. 2 Sistem Informasi Manajemen menyediakan informasi strategis untuk Irfan Swanto Yusni, dkk AuPeran Teknologi Dalam Meningkatkan Perkembangan Peserta Didik,Ay Jurnal Pendidikan dan Teknologi Informasi. Vol. Nomor. 1, 2023, hlm. Aceng Muhtaraam. Suryadi. Manajemen Pendidikan (Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia, 2. , hlm. MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 | 225 Pengaruh Sistem Informasi Manajemen dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Perpustakaan di Madrasah Aliyah Mamba'ul Ulum Jurit TA. 2024/2025 Dalam mencakup proses pengelolaan data penyimpanan, serta pengambilan dan penyebaran informasi hasil pengolahan data dengan menggunakan peralatan Sistem manajemen bertujuan agar para pelaksana dapat melaksanaakan tugas pengambilan data yang efektif. Perkembangan informasi saat ini memiliki dampak yang signifikan terhadap kompleksitas manajemen pada umumnya, khususnya pada sektor Peran pendidikan sebagai pengolah informasi strategis menjadi kunci keberhasilan institusi pendidikan. 3 Pengumpulan data informasi yang telah diolah sangat penting untuk mendukung proses pengambilan keputusan yang tepat. Oleh karena itu sistem manajemen yang efektif diharapkan dapat menjadi solusi alternatif untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan dan administrasi yang dapat menunjang keterbatasan di sebuah lembaga, khususnya bagi petugas dalam proses komunikasi kepada sekolah atau siswa. Kegiatan pengadministrasian pasti ada pada setiap lembaga perkantoran maupun lembaga pendidikan, karena kegiatan ini erat kaitannya dengan kegiatan seperti menyalin, mengetik, dan mengingat karena kegiatan tersebut merupakan langkah awal dalam pengolahan data dan identifikasi elemen masukan. Pengadministrasian memainkan peran penting sebagai titik awal interaksi antara manusia dan sistem pengolah data, termasuk sistem informasi perpustakaan. Indikator kinerja sistem informasi tersebut yaitu mengenai sistem sistem informasi layanan perpustakaan sendiri yaitu mencakup reliability . , responsiveness . aya kemudahan akses dan efektivitas layanan informasi. Menurut Agus Rifai. Perpustakaan Islam. Pemberian layanan merupakan salah satu tugas Perpustakaan bertugas memberikan penggunaan sumber informasi secara tanggung jawab strategis dalam memaksimalkan pemanfaatan sumbersumber informasi. 4 Akan tetapi masih banyak lembaga pendidikan yang belum memiliki sistem informasi manajemen perpustakaan termasuk di Madrasah Aliyah MambaAoul Ulum Jurit. 3 Ibid. , 166 4 Agus Rifai. Perpustakaan Islam, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2. , hlm. 226 | MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 Heniwati. Irhas. Mariawati Berdasarkan hasil observasi awal peneliti pada tanggal 2 Desember 2024 di Madrasah Aliyah MambaAoul Ulum Jurit, bahwa sekolah tersebut sudah menerapkan digitalisasi akan tetapi belum sepenuhnya, contoh digitalisasi yang diterapkan adalah pendaftaran online peserta didik baru melalui google e-ujian, pendataan siswa, tenaga pendidik dan kependidikan melalui aplikasi EMIS. Sedangkan pembayaran SPP belum menerapkan digitalisasi. Akan tetapi pada penelitian ini peneliti hanya terfokus dengan layanan perpustakaan online, berdasarkan hasil wawancara dengan kepala madrasah, bapak Rohadi Saputra Jaya mengungkapkan bahwa: AuTerkait dengan perpustakaan online kami disini belum berjalan maksimal dikarenakan sumber daya manusia yang menangani hal tersebut masih belum mumpuni, layanan perpustakaan online masih membutuhkan pengembangan aplikasi karena fitur yang ada di dalam aplikasi tersebut masih banyak yang kurang seperti menu daftar buku yang tersedia, peminjaman buku dan pengembalian buku belum tersedia, peminjaman buku, memakai tatap muka atau offline, dan pengimputan data Sehingga proses tersebut membutuhkan waktu dalam mengerjakannya, dan banyak buku yang tidak terdeteksi keberadaannyaAy. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Adhe Walfadylah menemukan bahwa SIM meningkatkan kinerja pegawai secara signifikan, 6 Dian Rahmawati menunjukkan bahwa SIM berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan meskipun dengan korelasi yang lemah. Penelitian Otanius Laia. SIM memberikan kontribusi signifikan sebesar 27,98% terhadap peningkatan pelayanan publik. 8 Perbedaan fokus variabel Y pada setiap penelitian menggambarkan bahwa SIM memiliki dampak luas dan fleksibel dalam berbagai konteks pelayanan dan Dari hasil wawancara di atas peneliti dapat menyimpulkan Rohadi Saputra Jaya. Wawancara. Jurit, 2 Desember 2024 6 Adhe Walfadylah. Pengaruh Penerapan Sistem Informasi Manajemen Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kabupaten Tangerang, (Skripsi. Universitas Muhammadiyah Makassar, 7 Dian Rahmawati. AuPengaruh Penerapan Sistem Informasi Terhadap Kepuasan Pelanggan di Dayah Modern Darul AoUlum Banda AcehAy, (Skripsi. Banda Aceh: UIN Ar-Raniriy Darussalam, 2. 8 Otanius Laia, dkk. AuPengaruh Sistem Informasi Manajemen Terhadap Pelayanan PublikAy. Jurnal Akuntansi. Manajemen dan Ekonomi (Jaman. Vol. Nomor. Mei 2022, hlm. MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 | 227 Pengaruh Sistem Informasi Manajemen dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Perpustakaan di Madrasah Aliyah Mamba'ul Ulum Jurit TA. 2024/2025 bahwa layanan perpustakaan online belum berjalan secara maksimal kependidikan dalam mengembangkan aplikasi belum ada. Selain itu juga permasalahan yang terjadi yaitu, ketika pegawai perpustakaan tidak masuk sekolah, peserta didik yang berniat mengembalikan buku pada saat itu tidak bisa dilakukan karena pegawai perpustakaan tidak masuk sekolah. Berdasarkan uraian permasalahan di atas menjadi inspirasi peneliti untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang AuPengaruh Sistem Informasi Manajemen Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Perpustakaan di MA MambaAoul Ulum JuritAy. METODE PENELITIAN Penelitian kuantitatif merupakan metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau Penelitian menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner atau tes untuk mengumpulkan data, yang kemudian dianalisis secara statistik guna menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Penelitian metode kuantitatif dengan pendekatan Metode kuantitatif dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh 9 Ibid. , hlm. Azmi dan Mariawati. AuPengaruh Perkembangan Digitalisasi terhadap Karakter variabel X terhadap variabel Y secara 10 Penelitian ini mengkaji hubungan antara Sistem Informasi Manajemen (SIM) sebagai variable bebas . yang meliputi brainware, hardware, software, data dan jaringan, terhadap kualitas layanan dependen yang terdiri dari reliability, accessibility, efektif. Penelitian ini akan dilakukan pada bulan mei 2025 sampai dengan juni 2025 dengan jumlah sampel 85 Penelitian ini menggunakan menggunakan angket. Angket yang digunakan berjumlah 40 item butir pernyataan. Dimana telah di uji validitas dan reliabilitasnya. Uji validasi bertujuan untuk menentukan sejauh mana suatu alat ukur mampu menjalankan fungsinya dengan tepat Sebuah dikatakan memiliki validitas tinggi pengukuran yang selaras dengan tujuan Validitas internal diuji melalui validitas butir, yang dilakukan Uji validitas butir dilakukan menggunakan Program SPSS 26, dengan menguji kevalidan instrumen observasi melalui analisis correlation. Proses ini melibatkan perbandingan antara nilai r hitung dan r tabel. Jika r Anak Usia Dini di PAUD Al-Amin,Ay Banteng AlMahsuni: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Studi Islam. Vol. Nomor. 2, 2023, hlm. 228 | MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 Heniwati. Irhas. Mariawati hitung lebih besar dari r tabel, maka Sebaliknya, jika r hitung lebih kecil dari r tabel, item dinyatakan tidak valid, yang menunjukkan bahwa item tersebut tidak sesuai atau tidak relevan dengan tujuan pengukuran. Sedangkan Sugiyono menjelaskan instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila terdapat kesamaan data dalam waktu yang berbeda. kalau dalam obyek kemarin berwarna merah, maka sekarang dan besok tetap berwarna 11 Uji reliabilitas dilakukan Croanbach Alpha terhadap batas minimum yang diterapkan, dengan ketentuan nilai Croanbach Alpha minimal adalah 0,6. Jika nilai Croanbach Alpha yang didapatkan dari hasil perhitungan SPSS 26 menunjukkan lebih besar dari 0,6 maka kuisioner tersebut dianggap reliable, sebaliknya jika Croanbach Alpha lebih kecil dari 0,6 maka dinyatakan tidak reliabel. Penelitian Sebelum uji analisis, terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat analisis yaitu, uji normalitas, uji homogentitas, dan uji linieritas. Uji normalitas data adalah langkah penting yang harus melakukan pengujian hipotesis untuk memastikan bahwa data yang telah dikumpulkan berdistribusi normal. Data berdistribusi normal apabila nilai rata-rata, median, dan modus dari variable sama atau hampir sama. Uji statistika yang dapat digunakan untuk uji normalitas meliputi Chi-Squere. Kolmogorov Smirnov. Lilliefors. Shapiro Wilk. Jaque Bera. Menurut Dwi Priyanto, menentukan apakah beberapa varian dalam populasi memiliki kesamaan atau tidak. Sebagai acuan dalam pengujian, jika nilai sig. > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa varian dari dua atau lebih kelompok adalah sama. Begitu pula sebaliknya, jika nilai signifikasi O 0,05, varian dianggap 13 Uji linieritas bertujuan untuk mengevaluasi apakah terdapat hubungan linier antara masing-masing variabel terikat. Kriteria pengujian yang didasarkan pada uji F dengan tingkat signifikansi 5%. Jika nilai sig F tersebut kurang dari 0,05 maka hubungannya Sebaliknya, jika nilai sig F lebih dari atau sama dengan 0,05 maka hubungannya tersebut dianggap linear. Uji menentukan apakah data yang digunakan memiliki hubungan linear atau tidak. Proses analisis dilakukan dengan metode test for linearity, dibantu oleh aplikasi statistik SPSS (Statistical Package for Social Science. 11 Ibid, hlm. 13 Dwi 12 Ibid, hlm. Priyanto. AuMandiri Belajar SPPS. Untuk Analisis dan Uji StatistikAy, (Yogyakarta: Media Kom, 2. , hlm. MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 | 229 Pengaruh Sistem Informasi Manajemen dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Perpustakaan di Madrasah Aliyah Mamba'ul Ulum Jurit TA. 2024/2025 Uji hipotesis bertujuan untuk menentukan hipotesis mana yang dapat diterima atau didukung oleh data dalam Dalam penelitian kuantitatif, hipotesis biasanya dibagi menjadi dua jenis utama: Hipotesis nol (H. dan Hipotesis alternatif (H. Hipotesis nol (H. menyatakan bahwa tidak ada hubungan atau perbedaan yang signifikan antara variabel yang diuji, sedangkan hipotesis alternatif (H. menyatakan adanya hubungan atau perbedaan yang signifikan. 14 Proses pengujian hipotesis melibatkan analisis statistik untuk membandingkan data yang diperoleh dengan kriteria pengujian tertentu, sehingga dapat memberikan kesimpulan yang objektif dan valid terkait temuan penelitian. Uji hipotesis yang dilakukan sederhana dengan bantuan aplikasi SPSS versi 26. Pengambilan keputusan dalam uji regresi sederhana dapat dilakukan melalui dua pendekatan: pendekatan nilai t hitung dengan t tabel, atau membandingkan nilai signifikan dengan tingkat probabilitas sebesar 0,05. Pendekatan pertama, yaitu dengan membandingkan nilai t hitung dengan t tabel pada taraf signifikansi 5% ( = 0,. Jika nilai t hitung > t tabel, maka H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel dependen. Pendekatan membandingkan nilai signifikansi yang dihasilkan dari output SPSS. Jika nilai signifikansi < 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya, pengaruh yang signifikan. Sugiyono. AuMetode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif, dan R&DAy, (Bandung: Alfabeta, 2. 15 Hartono. AuSPSS 16. 0 Analisis Data Statistika HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Hasil Analisis Deskriptif Statistik Dari mendeskripsikan hasil penelitian pada tabel dibawah ini: Tabel 4. Hasil Analisis Deskriptif Statistik Descriptive Statistics SIM Layana Perpust Valid N . istwis Mini Maxi Std. Devi Berdasarkan statistik deskriptif terhadap 85 responden, diperoleh bahwa variabel Sistem Informasi Manajemen (SIM) dan PenelitianAy, (Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2. , hlm. 230 | MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 Heniwati. Irhas. Mariawati memiliki nilai minimum sebesar 31 dan maksimum sebesar 69 dengan rata-rata . 92 dan standar deviasi sebesar 8. Sementara itu. Layanan Perpustakaan memiliki nilai minimum sebesar 26 dan maksimum sebesar 71, dengan ratarata sebesar 57. 15 dan standar deviasi Hal ini menunjukkan bahwa nilai Layanan Perpustakaan lebih luas daripada sebaran data SIM. Tabel 4. Model Summary Model Summary Adjusted RStd. Error of ModelR Square Square the Estimate Predictors: (Constan. SIM Berdasarkan diperoleh nilai koefisien determinasi (R. 0,832. Hal menunjukkan bahwa pengaruh variabel SIM terhadap variabel Layanan Perpustakaan adalah 83. 2%, sedangkan sisanya sebesar 16. 8% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Tabel 4. Tabel Coefficient Coefficientsa Standardiz Unstandardi ed Coefficient Coefficients s Std. Model Error Beta Sig. (Consta 1. SIM Dependent PERPUSTAKAAN LAYANAN Variable: Berdasarkan data di atas, diketahui nilai signifikan sebesar 0,000, hal ini menunjukkan bahwa nilai signifikan lebih kecil dari 0,05 (Sig. 0,000 < 0,. Nilai t hitung sebesar 20,292 juga lebih besar dari 1,663. Selain itu, diketahui nilia konstanta 1,492 dan nilai SIM sebesar 0,978. Hasil Penelitian Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data dari masing-masing berdistribusi normal. Uji yang digunakan adalah KolmogorovSmirnov dalam program SPSS versi 26 diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 4. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Mean Std. Deviation Absolute Most Extreme Positive Differences Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Sumber Proses pengelolaan data 2025 Normal Parametersa,b MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 | 231 Pengaruh Sistem Informasi Manajemen dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Perpustakaan di Madrasah Aliyah Mamba'ul Ulum Jurit TA. 2024/2025 Berdasarkan uji normalitas pada SPSS versi 26 diketahui nilai signifikansi 0,093 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa nilai residual berdistribusi normal. Uji Homogenitas Uji homogenitas dihitung menggunakan One Way ANOVA dengan bantuan program SPSS versi 26, diperoleh hasil uji sebagai Tabel 4. Hasil Uji Homogenitas Test of Homogeneity of Variances Levene Statistic Sig. Based Mean Based Media 22 Based Varia on Media X&Y n and ed df Based Sumber: Proses diketahui pada levene statistik diperoleh nilai signifikan sebesar 0,531 > 0,05, artinya data variabel Sistem Informasi Manajemen Layanan Perpustakaan mempunyai varian yang sama. Uji Linearitas Uji dengan menggunakan Test for Linearity pada program SPSS versi Dasar pengambilan keputusan yaitu jika nilai signifikan lebih besar dari 0,05 maka terdapat hubungan yang linear antara variabel bebas dan variabel terikat. Hasil uji dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4. Hasil Uji Linearitas ANOVA Table Sum of Squares Bet Berdasarkan homogenitas pada tabel di atas, 232 | MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 (Co Line Devi Line Heniwati. Irhas. Mariawati Within Groups Total Tabel 4. Hasil Uji Hipotesis Coefficientsa Sumber : Proses pengelolaan Hasil uji menunjukkan nilai signifikansi pada kolom Deviation from Linearity yaitu 0,089 > 0,05. Dapat hubungan antara Sistem Informasi Manajemen dan Kualitas Pelayanan Perpustakaan adalah linear. Hasil Uji Hipotesis Uji sederhana yang digunakan untuk mengukur besarnya pengaruh variable bebas terhadap variable terikat. Pengambilan keputusan dalam uji regresi sederhana dilakukan melalui membandingkan nilai t hitung dengan t tabel, atau dengan melihat nilai signifikansi . -valu. pada hasil output Jika t hitung > t tabel, atau nilai signifikansi < 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Hasil uji dapat dilihat pada tabel berikut: Standardiz Unstandardi ed Coefficient Model Coefficients s Std. Error Beta Sig. (Consta 1. SIM Dependent Variable: LAYANAN PERPUSTAKAAN Sumber : Proses pengelolaan Berdasarkan data di atas, diperoleh nilai t hitung sebesar 20,292 sedangkan nilai t tabel sebesar 1,663. Karena t hitung lebih besar dari t tabel dan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Selain itu, diketahui nilai konstanta sebesar 1,492 dan koefisien variabel SIM sebesar 0,978, sehingga persamaan regresi yang diperoleh Y = a bX Y = 1,492 0,978X Diperoleh nilai konstanta sebesar 1,492, yang berarti bahwa jika tidak terdapat penerapan sistem informasi manajemen (SIM), maka nilai dasar Kualitas Layanan Perpustakaan adalah sebesar 1,492. Sementara itu, setiap peningkatan satu satuan dalam Sistem 16 Ibid. , hlm. MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 | 233 Pengaruh Sistem Informasi Manajemen dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Perpustakaan di Madrasah Aliyah Mamba'ul Ulum Jurit TA. 2024/2025 Informasi Manajemen Kualitas Layanan Perpustakaan sebesar 0,978 satuan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Sistem Informasi Manajemen terhadap Kualitas Layanan Perpustakaan. PEMBAHASAN Sistem Informasi Manajemen (SIM) merupakan komponen penting dalam mendukung efektivitas kinerja dan pengambilan keputusan di suatu Gordon B. Davis dalam bukunya Management Information Systems mendefinisikan SIM sebagai Ausebuah sistem manusia dan mesin yang digabungkan untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi manajemen dan pengambilan keputusan dalam suatu organisasi. Ay Pada dasarnya, sistem informasi manajemen merupakan elemen penting yang perlu diperhatikan dalam SIM memiliki peran dalam menunjang kualitas lembaga. SIM tidak hanya administratif, tetapi juga sebagai sistem strategis yang mendukung kualitas layanan informasi. karena semakin banyak fitur atau sistem yang mempermudah akses dan pelayanan informasi, maka semakin tinggi pula tingkat kepuasan pengguna terhadap layanan perpustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem Informasi Manajemen berpengaruh dalam meningkatkan kualitas pelayanan perpustakaan. Berdasarkan instrumen/ angket yang telah dibagikan kepada responden sebanyak 85 siswa di MA MambaAoul Ulum Jurit, setelah diuji hasilnya menggunakan SPSS versi 26 bahwa besarnya pengaruh sistem informasi kualitas pelayanan perpustakaan di MA MambaAoul Ulum Jurit berdasarkan tabel 5 Model Summary, diperoleh nilai koefisien determinasi (R. sebesar 0,832. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh variabel SIM terhadap variabel layanan perpustakaan adalah 2%, sedangkan sisanya sebesar 8% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Tentunya dari persentase tersebut SIM memiliki pengaruh yang sangat tinggi terhadap kualitas layanan Lebih lanjut, dari hasil uji regresi sederhana pada tabel 4. 10 juga diperoleh nilai konstanta . sebesar 1,492 dan koefisien regresi . sebesar 0,978, dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan dalam penerapan SIM akan meningkatkan kualitas layanan perpustakaan sebesar 0,978 satuan. Karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05, maka hipotesis alternatif (H. diterima, dan hipotesis nol (H. Dengan demikian, bentuk persamaan regresi yang diperoleh adalah: 234 | MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 Heniwati. Irhas. Mariawati Y = a bX Ie Y = 1,492 0,978X Berdasarkan hasil persamaan regresi, diperoleh nilai konstanta sebesar 1,492 menunjukkan bahwa jika tidak ada penerapan sistem informasi manajemen (SIM), maka nilai dasar kualitas layanan perpustakaan berada pada angka 1,492. Sementara itu, nilai koefisien regresi sebesar 0,978 peningkatan satu satuan dalam penerapan SIM akan meningkatkan Kualitas Layanan Perpustakaan sebesar 0,978 satuan. Dengan demikian, semakin tinggi penerapan SIM, maka semakin tinggi pula nilai layanan perpustakaan yang dirasakan oleh Penelitian ini memperkuat bahwa SIM tidak hanya penting dalam dunia industri dan pemerintahan, tetapi juga relevan untuk diterapkan di lembaga Hal ini sejalan dengan temuan Sukma Rahim yang menunjukkan bahwa sistem informasi terpadu signifikan terhadap kualitas layanan sebesar 55,7% terhadap peningkatan kunjungan siswa. Temuan tersebut menegaskan bahwa kualitas layanan yang didukung oleh sistem informasi yang baik dapat mendorong partisipasi pengguna perpustakaan secara lebih Kehadiran SIM membantu pustakawan menyusun layanan secara terstruktur dan efisien, baik melalui interaksi langsung maupun penyediaan fasilitas yang mendukung. Oleh karena itu, keberadaan SIM bukan hanya sebagai alat bantu administratif. Selain itu, hasil penelitian ini juga diperkuat oleh pandangan Agus Rifai dalam bukunya Perpustakaan Islam halaman 27, yang menyatakan bahwa: AuPemberian layanan merupakan salah satu tugas utama suatu perpustakaan. Perpustakaan bertugas memberikan penggunaan sumber informasi secara Perpustakaan tanggung jawab strategis dalam memaksimalkan pemanfaatan sumbersumber informasi. Ay18 Sejalan dengan teori tersebut, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Sistem Informasi Manajemen (SIM) signifikan terhadap kualitas layanan Berdasarkan analisis regresi linier sederhana, diperoleh nilai koefisien determinasi sebesar 0,832. Sukma Rahim. Pengaruh Sistem Informasi Terpadu Terhadap Layanan Perpustakaan di SMP Dharma Loka Pekanbaru. Pekanbaru: Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, 2022, hlm. 18 Agus Rifai. Perpustakaan Islam, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2. , hlm. MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 | 235 Pengaruh Sistem Informasi Manajemen dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Perpustakaan di Madrasah Aliyah Mamba'ul Ulum Jurit TA. 2024/2025 yang berarti bahwa 83,2% perubahan pada kualitas layanan perpustakaan dipengaruhi oleh penerapan SIM, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Selain itu, nilai koefisien regresi sebesar 0,978 menunjukkan bahwa setiap peningkatan dalam SIM memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas layanan. Temuan ini menguatkan bahwa SIM memiliki kontribusi dalam membentuk layanan perpustakaan yang efektif, efisien, dan terstruktur. Penerapan SIM memungkinkan pustakawan untuk menyajikan informasi secara cepat, mempermudah pencatatan transaksi peminjaman, dan memberikan akses data koleksi secara akurat dan realtime. Dengan demikian, peningkatan penggunaan SIM yang teintegrasi dan ditangani oleh tenaga profesional akan sangat membantu dalam peningkatan perpustakaan sekolah. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di MA MambaAoul Ulum Jurit disimpulkan bahwa penerapan Sistem Informasi Manajemen pengaruh yang positif dan signifikan Dengan Sistem Informasi Manajemen Kualitas Layanan Perpustakaan. Semakin manajemen di perpustakaan, maka semakin baik pula kualitas layanan yang dirasakan oleh pengguna. Pihak sekolah disarankan untuk terus mengembangkan dan memperbarui sistem informasi perpustakaan agar semakin responsif terhadap kebutuhan Bagi peneliti selanjutnya, variabel-variabel lain yang juga Selain itu, penggunaan metode penelitian yang lebih beragam juga dapat memperkaya hasil dan sudut pandang penelitian. DAFTAR PUSTAKA