LITERA: Jurnal Literasi Akuntansi Vol. 4 No. 4 Desember 2024 PENGARUH PENGETAHUAN PERPAJAKAN TERHADAP PEMILIHAN KARIR SEBAGAI KONSULTAN PAJAK DENGAN PELUANG KERJA SEBAGAI MODERASI Atikah Nur AoAini Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Ainiatikah3@gmail. ABSTRACT Purpose: The main objective of this study is to determine how the tax profession influences career choice as a tax consultant and also to consider the influence of job opportunities as a moderating Method: This study involved Accounting students from various universities in Indonesia, the snowball sampling method was used to collect data from 371 respondents in 54 universities in Indonesia. IBM SPSS Statistics 25 was used to perform linear regression analysis for data processing and Microsoft Excel was used for data tabulation. Finding: The findings show that tax knowledge significantly influences career choice as a tax This study reveals that job opportunities can significantly moderate the relationship between tax knowledge and career choice as a tax consultant. Novelty: This research is motivated by the phenomenon of the low tax knowledge of accounting students towards choosing a career as a tax consultant. So this research is interesting to study and retest the differences in the results of previous studies. The novelty of this research is that previous researchers used independent and dependent variables while in this study the author added job opportunities as a moderating variable. Keywords: Choosing a Career as a Tax Consultant. Job Opportunities. Tax Knowledge PENDAHULUAN Konsultan pajak merupakan suatu badan yang telah memberikan jasa konsultasi dalam bidang perpajakan kepada wajib pajak disertai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang telah berlaku untuk melaksanakan hak dan kewajiban wajib pajak dalam dunia perpajakan (Agas, 2. Kehadiran konsultan pajak memiliki fungsi memberikan jasa konsultasi, jasa pengurusan, jasa perwakilan, jasa pendamping, dan membela klien dalam rangka penyelidikan pajak, dan jasa lainnya di bidang perpajakan (Kementrian Keuangan Direktorat Jenderal Pajak, 2. Konsultan pajak dalam menjalankan tugasnya mengenai perpajakan dan profesi sebagai konsultan pajak merupakan hal yang sangat penting karena semakin berkualitas konsultan pajak maka akan semakin berkompeten untuk menawarkan jasa konsultannya, kualitas pada sesorang individu juga tidak terlepas dari rangkaian pengetahuan perpajakan yang diperoleh melalui lembaga pendidikan (Dwi Rahmawati et , 2. Fenomena penurunan jumlah pegawai pajak di Indonesia terjadi pada tahun 2020 sampai dengan tahun 2023. Jumlah pegawai pajak tahun 2020 terdapat 45. 910 orang, mengalami penurunan kembali pada tahun 2021 menjadi 45. 382 orang. Memasuki tahun 2022 jumlah pegawai pajak di Indonesia mengalami penurunan menjadi 45. 315 orang, hingga saat ini pada tahun 2023 pegawai pajak di Indonesia hanya memiliki 45. 000 orang. Dapat disimpulkan jumlah pegawai pajak di Indonesia dari tahun 2020-2023 mengalami penurunan yang terus menerus (DDTC, 2. Jumlah konsultan pajak yang tergabung dalam Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) hingga tahun 2022 masih sedikit, hanya 5. 589 konsultan pajak di Indonesia saat ini. jumlah tersebut berada dibawah jepang yang saat ini mencapai 78. 795 konsultan pajak, sementara di Italia sebanyak 116. konsultan pajak (IKPI, 2. DOI: 10. 55587/jla. 143 | e-ISSN: 2810-0921 . LITERA: Jurnal Literasi Akuntansi Vol. 4 No. 4 Desember 2024 Jumlah Pegawai Pajak di Indonesia 46,000 45,500 45,000 45,000 44,500 Berdasarkan tabel di atas rasio ini menunjukkan bahwa pada kenyataannya pemerintah Indonesia masih membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi mendasar di bidang perpajakan untuk membantu memaksimalkan pajak dan mengisi kas negara (Anjani et al. , 2. Permintaan konsultan pajak masih tinggi di Indonesia, terdapat banyak peluang kerja pada bidang perpajakan bagi mahasiswa akuntansi namun masih banyak mahasiswa yang beranggapan bahwa pemilihan karir sebagai konsultan pajak kurang menarik dan mahasiswa akuntansi belum tertarik untuk berkarir sebagai konsultan pajak (Kantohe et al. , 2. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi mahasiswa akuntansi terhadap pemilihan karir sebagai konsultan pajak. Faktor pertama yang mempengaruhi mahasiswa akuntansi terhadap pemilihan karir sebagai konsultan pajak adalah pengetahuan perpajakan. Menurut Meilani . pengetahuan perpajakan berpengaruh terhadap pemilihan karir di bidang perpajakan. Pengetahuan pajak membuat mahasiswa mudah menerapkan wawasan dengan keadaan nyata di lapangan (Andayani, 2. Terdapat variabel moderasi dalam penelitian ini yaitu peluang kerja (Salah et al. Peluang kerja merupakan kondisi dimana menggambarkannya ketersediaan tempat kerja yang memberi peluang kepada pencari kerja dengan permintaan tenaga kerja . emand for labou. (Vranciska, 2. Peluang kerja menjadi salah satu faktor meningkatkan pengetahuan agar bisa menitih karir lebih tinggi dan mencari peluang kerja yang lebih sepadan dengan pendidikan yang dimiliki (Kesumawati & Widanaputra, 2. Berdasarkan fenomena yang telah dipaparkan masih rendahnya keinginan mahasiswa akuntansi terhadap pemilihan karir sebagai konsultan pajak. Sehingga penelitian ini menarik untuk diteliti dan menguji kembali dan menemukan jawaban atas perbedaan hasil penelitian sebelumnya. Perbedaan peneliti sebelumnya dengan penelitian ini ini adalah peneliti sebelumnya menggunakan variabel independen dan dependen sedangkan pada penelitian ini penulis menambahkan peluang kerja sebagai variabel moderasi. LANDASAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Teori Perilaku Terencana dikembangkan oleh Ajzen pada tahun 1991. Teori Perilaku Terencana merupakan teori yang dikembangkan dari Teori Alasan Beraksi . easoned actio. (Ajzen, 2. Teori Perilaku Terencana menjelaskan bahwa sikap terhadap perilaku suatu pokok penting yang sanggup memperkirakan suatu perbuatan perlu untuk dipertimbangkan sikap seseorang dalam menguji norma subjektif serta mengukur kontrol perilaku persepsian orang tersebut (Dirmanto. Teori Perilaku Terencana mencangkup tiga ciri utama yaitu sikap perilaku, norma subjektif, dan kontrol perilaku (Anggraini et al. , 2. Berdasarkan Teori Perilaku Terencana, pengetahuan perpajakan dapat dipahami sebagai kontrol perilaku . erceived behavior contro. karena pengetahuan yang dimiliki seseorang mempengaruhi sejauh mana individu merasa memiliki kemampuan dan sumber daya untuk melakukan suatu perilaku dalam hal ini berkarir dalam bidang perpajakan. Kontrol perilaku yang dirasakan merujuk pada persepsi individu terhadap kemampuannya untuk melaksanakan suatu tindakan, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman. Pada mahasiswa akuntansi pengetahuan perpajakan berperan sebagai komponen utama dari kontrol perilaku yang disarankan. Pengetahuan ini memberikan mereka pemahaman yang lebih mendalam mengenai peraturan perpajakan yang berlaku, prosedur 206 | e-ISSN: 2810-0921 | DOI: 10. 55587/jla. LITERA: Jurnal Literasi Akuntansi Vol. 4 No. 4 Desember 2024 perpajakan, dan cara-cara menyelesaikan masalah pajak yang mungkin dihadapi oleh klien atau Pengetahuan pajak merupakan hasil proses mencari tahu, metode, dan konsep yang berbeda melalui pendidikan dan pengalaman (Wulandari & Suyanto, 2. Berdasarkan Teori Perilaku Terencana, pengetahuan perpajakan dapat dipahami sebagai kontrol perilaku . erceived behavior contro. karena pengetahuan yang dimiliki seseorang mempengaruhi sejauh mana individu merasa memiliki kemampuan dan sumber daya untuk melakukan suatu perilaku dalam hal ini berkarir dalam bidang perpajakan. Kontrol perilaku yang dirasakan merujuk pada persepsi individu terhadap kemampuannya untuk melaksanakan suatu tindakan, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman. Pada mahasiswa akuntansi pengetahuan perpajakan berperan sebagai komponen utama dari kontrol perilaku yang disarankan. Pengetahuan ini memberikan mereka pemahaman yang lebih mendalam mengenai peraturan perpajakan yang berlaku, prosedur perpajakan, dan cara-cara menyelesaikan masalah pajak yang mungkin dihadapi oleh klien atau perusahaan. Pengetahuan Perpajakan Terhadap Pemilihan Karir Sebagai Konsultan Pajak Pengetahuan perpajakan merupakan kemampuan seseorang wajib pajak dalam mengetahui peraturan perpajakan baik itu mengenai tarif pajak berdasarkan undang-undang yang akan mereka bayar maupun manfaat pajak yang akan berguna bagi kehidupan mereka (Rahayu, 2. Dengan adanya pengetahuan mengenai sistem perpajakan dan cara-cara menghitung pajak dapat mendorong mahasiswa memiliki suatu gambaran mengenai hal-hal apabila bekerja di bidang perpajakan khususnya sebagai konsultan pajak (Naradiasari & Wahyudi, 2. Pengetahuan perpajakan memberikan dampak yang menguntungkan terhadap keputusan seseorang untuk menjadi konsultan pajak (Angelita & Darmawati, 2. Pengetahuan perpajakan jika dikaitkan Perilaku Teori Terencana seseorang bersedia atau berupaya karena memiliki niat dari dirinya sendiri. Dalam teori ini menyatakan bahwa sikap mahasiswa akuntansi terhadap pekerjaan sebagai konsultan pajak dipengaruhi oleh pengetahuan perpajakan yang mereka miliki. Ketika mahasiswa memiliki pengetahuan perpajakan yang komperhensif semakin paham pengetahuan pajak yang mereka miliki untuk memilih karir di bidang perpajakan akan semakin tinggi atau diminati. Penelitian Agas . & Novianingdyah . menyatakan bahwa pengetahuan perpajakan berpengaruh positif terhadap pemilihan karir sebagai konsultan pajak. Mahasiswa yang memiliki pengetahuan yang baik mengenai perpajakan akan cenderung memiliki sikap positif karena mereka merasa lebih kompoten dan percaya bahwa perkerjaan tersebut sesuai dengan kemampuan mereka. Jika pengetahuan pajak telah dimiliki mahasiswa maka akan berperilaku untuk menumbuhkan perilaku patuh dan membantu meningkatkan mahasiswa dalam pemilihan karir sebagai konsultan H1 : Pengrtahuan Perpajakan Berpengaruh Positif Terhadap Pemilihan Karir Sebagai Konsultan Pajak Peluang Kerja Memoderasi Pengetahuan Perpajakan Terhadap Pemilihan Karir Sebagai Konsultan Pajak Pengetahuan perpajakan dapat digunakan wajib pajak sebagai dasar untuk bertindak, mengambil keputusan, dan untuk menempuh arah atau strategi tertentu sehubungan dengan pelaksanaan hak dan kewajibannya di bidang perpajakan (Hertati, 2. Jika dikaitkan dengan Teori Perilaku Terencana pengetahuan perpajakan dapat menjadi sikap perilaku di mana sikap ini merujuk pada evaluasi individu terhadap sesuatu yang seseorang lakukan dengan mempunyai niat untuk Pengetahuan perpajakan menumbuhkan sikap yang dapat memotivasi mahasiswa untuk berkarir dalam bidang perpajakan dan peluang kerja dapat meningkatkan pengaruh pengetahuan perpajakan terhadap pemilihan karir mahasiswa akuntansi sebagai konsultan pajak (Kantohe et al. , 2. Pekerjaan konsultan pajak di Indonesia masih terbilang sedikit sehingga menawarkan peluang kerja yang besar bagi mahasiswa akuntansi terhadap pemilihan karir sebagai konsultan pajak (Nuswantoro et al. , 2. Peluang kerja yang luas sebagai konsultan pajak di Indonesia sangat DOI: 10. 55587/jla. 143 | e-ISSN: 2810-0921 . LITERA: Jurnal Literasi Akuntansi Vol. 4 No. 4 Desember 2024 terkait dengan tingginya permintaan akan keahlian di bidang perpajakan, hal tersebut dipengaruhi oleh kompleksitas sistem perpajakan dan perubahan regulasi yang terus menurus (Ratnaningsih. Penelitian ini sejalan dengan Agas . bahwa peluang kerja berpengaruh positif terhadap pengetahuan perpajakan yang dimiliki mahasiswa akuntansi untuk memilih karir sebagai konsultan Hal ini diperkuat dengan apabila didalam suatu negara peluang kerja yang dibutuhkan sebagai konsultan pajak juga tinggi maka mahasiswa akan semakin tertarik dan termotivasi untuk memilih karir sebagai konsultan pajak. H2 : Peluang Kerja Dapat Memperkuat Pengetahuan Perpajakan Terhadap Pemilihan Karir Sebagai Konsultan Pajak METODOLOGI PENELITIAN Penelitian dilakukan untuk mengumpulkan data dan menggunakan metode ilmiah untuk melakukan pengamatan secara kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa akuntansi di seluruh Indonesia. Teknik pengambilan sampel snowball sampling dengan tujuan menghemat waktu dan biaya. Metode ini cara yang dapat membantu mencari responden sebagai sasaran penelitian melalui hubungan timbal balik dalam suatu jaringan kerja sehingga mencapai jumlah sampel yang Jumlah sampel diperoleh dalam penelitian ini 371 responden yang terdiri dari 54 Universitas di Indonesia. Penelitian menggunakan satu variabel dependen, satu variabel independen, satu variabel intervening. Variabel dependen pemilihan karir sebagai konsultan pajak (Y) yaitu suatu proses yang berlangsung dan dipengaruhi oleh beberapa faktor bagi seseorang dalam membuat keputusan karir. Variabel independen pengetahuan perpajakan. Sedangkan variabel intervening adalah peluang kerja. Data primer digunakan dalam strategi pengumpulan data ini dan menggunakan sumber data primer yang diperoleh dari responden dengan menyebarkan kuesioner online melalui google. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala likert, setiap item jawaban dari instrumen yang menggunakan skala likert ini mempunyai nilai positif sampai negatif untuk metode kuantitatif, sehingga jawaban yang direspon dapat mempunyai skor. Teknik analisis data yang digunakan untuk mengkaji data adalah statistik deskriptif. Statistik deskriptif menggambarkan data yang telah dikumpulkan untuk menarik kesimpulkan. Analisis regresi berganda dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh masing-masing variabel. Pengujian ini dilakukan dengan model analisis regresi linier berganda dengan Uji F dan Uji T. Pengujian ini memiliki ketentuan Ha:probabilitas . <0,05 sehingga variabel independen secara silmutan memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel Operasional Indikator Variabel Variabel Indikator Nomer Butir Pengetahuan Perpajakan (Putri & Agustin, 2. 1,2,3,4,5 Jumlah Pertanyaan 5 Pertanyaan 1,2,3,4,5 5 pertanyaan Pemilihan Karir Sebagai Konsultan Pajak (Yulianti Vista. , et al Saya mengetahui ketentuan terkait kewajiban perpajakan yang berlaku Saya mengetahui seluruh peraturan mengenai batas waktu pelaporan pajak Saya memahami sistem perpajakan saat ini, mulai dari menghitung, memperhitungkan, melapor, hingga menyetorkan pajak secara mandiri Saya mengetahui bahwa NPWP berfungsi sebagai identitas Wajib Pajak dan harus dimiliki oleh setiap wajib pajak Saya memahami bahwa pajak yang disetor digunakan untuk pembiayaan oleh Pemerintah Berkarir sebagai konsultan pajak memberikan kenyamanan dalam bekerja Menjadi konsultan pajak memungkinkan saya bersosialiasi dengan rekan kerja dan klien Menjadi konsultan pajak dapat memperluas wawasan dan kemampuan di bidang Akuntansi Profesi konsultan pajak memudahkan dalam mendapatkan informasi mengenai isu-isu publik 208 | e-ISSN: 2810-0921 | DOI: 10. 55587/jla. LITERA: Jurnal Literasi Akuntansi Vol. 4 No. 4 Desember 2024 Peluang Kerja (Prihartini & Rachmawati. Menjadi konsultan pajak dapat menjanjikan lebih profesionalisme dan kebanggan di bidang Akuntansi. Saya mengetahui bidang perpajakan dapat memberikan peluang bagi mahasiswa Akuntansi Peluang pekerjaan di bidang perpajakan mudah Saya memiliki peluang di bidang perpajakan untuk memperluas akses ke dunia bisnis. Saya mengetahui adanya kemudahan akses dalam 1,2,3,4 4 Pertanyaan HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini menggunakan data primer untuk memperoleh data dari responden dengan menyebarkan kuesioner yang sebelumnya telah dibagikan menggunakan google form. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode snowball sampling yang merupakan salah satu cara yang dapat membantu dalam menemukan responden sebagai sasaran penelitian melalui keterkaitan hubungan dalam suatu jaringan sehingga tercapai jumlah sampel yang dibutuhkan (Nurdiani, 2. Sampel dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Akuntansi diseluruh Indonesia. Penyebaran kuesioner ini dilakukan dengan bentuk google form yang dikirimkan langsung kepada responden melalui whatsapp dengan link google form. Kuesioner disebar ke 54 perguruan tinggi di Indonesia, dengan jumlah mahasiswa S1 Akuntansi sebanyak 371 orang dari berbagai institusi antara lain Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa. Politeknik YKPN Yogyakarta. Universitas Teknologi Yogyakarta. Universitas Sumatera Utara. STIE Solusi Bisnis Indonesia. Universitas Haluoleo. Universitas Asahan. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Universitas Terbuka. Universitas Sriwijaya. Universitas Bina Darma. Universitas Riau. Universitas Jambi. Universitas Brawijaya. Universitas Atma Jaya. Universitas HKBP Nommensen. Ahmad Universitas Dahlan. Universitas Islam Indonesia. Universitas Negeri Yogyakarta. UPN Veteran Yogyakarta. Universitas Amikom Yogyakarta. Universitas Gajah Mada. Universitas Mercu Buana Yogyakarta. Universitas Tanjungpura. Universitas Sanata Dharma. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Universitas Bengkulu. Universitas Lampung. Universitas PGRI Yogyakarta. Universitas Negeri Surabaya. Universitas Erlangga. UPN Veteran Jatim. Universitas Padjajaran. Universitas Negeri Jakarta. Universitas Indonesia. Universitas Andalas. Universitas Udayana. Universitas Trisakti. Institut Teknologi Bandung. Universitas Bina Nasional. Gunadarma Universitas. UIN Jambi. Negeri Semarang Universitas. Universitas Sebelas Maret. Universitas Katolik Musi Charitas. STIE Nganjuk. Universitas PGRI MPU Sindok Nganjuk. Universitas Syiah Kuala. STEKOM. Universitas Ibrahim. Universitas Jember. Universitas Trunojo Madura. Universitas Widya Mataram, dan Universitas Tinggi Yogyakarta. Tabel 2. Hasil Uji Reabilitas Variable Pemilihan Karir Sebagai Konsultan Pajak Pengetahuan Perpajakan Peluang Kerja CroanbachAos Alpha 0,696 Description Reliabel 0,740 0,754 Reliabel Reliabel Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa pada variabel dependen yaitu pemeilihan karir sebagai konsultan pajak , variabel independent yaitu pengetahuan perpajakan, dan terdapat variabel moderasi yaitu peluang kerja. Pada hasil uji reabilitas semuanya dinyatakan reliabel diukur dengan nilai croanbach alpha >0,5 DOI: 10. 55587/jla. 143 | e-ISSN: 2810-0921 . LITERA: Jurnal Literasi Akuntansi Vol. 4 No. 4 Desember 2024 Tabel 3. Hasil Uji Validitas Variable/ Correlation Pemilihan Karir Sebagai Konsultan Pajak Item 1. Item 1. Item 1. Item 1. Item 1. Pengetahuan Pajak Item 2. Item 2. Item 2. Item 2. Item 2. Peluang Kerja Item 3. Item 3. Item 3. Item 3. Pearson Correlation R table Sig Description 0,686 0,676 0,613 0,666 0,716 0,0853 0,0853 0,0853 0,0853 0,0853 Valid Valid Valid Valid Valid 0,792 0,777 0,752 0,552 0,604 0,0853 0,0853 0,0853 0,0853 0,0853 Valid Valid Valid Valid Valid 0,662 0,814 0,774 0,777 0,0853 0,0853 0,0853 0,0853 Valid Valid Valid Valid Berdasarkan tabel di atas diketahui penelitian ini terdapat 5 pertanyaan dari variabel pemilihan karir sebagai konsultan pajak, 5 pertanyaan dari variabel pengetahuan perpajakan, dan 4 pertanyaan dari variabel peluang kerja. Sehingga total pertanyaan dari penelitian ini adalah 14 pertanyaan dari 371 responden. Dari 14 pertanyaan tersebut telah dilakukan uji validitas dan dapat dinyatakan valid dengan menunjukkan nilai pearson correlation > r-tabel. Pada tabel hasil uji validitas dinyatakan valid karena signifikan ditas alpha yaitu 0,0853. Tabel 4 Hasil Uji Deskriptif Statistik Minimum Maximum Pemilihan Karir Sebagai Konsultan Pajak Pengetahuan Perpajakan Peluang Kerja Valid N . Mean Std. Deviation Berdasarkan tabel 4. 5 di atas jumlah data (N) berjumlah 371 responden. Variabel independen pengetahuan perpajakan dalam penelitian ini memiliki nominal 1 artinya responden yang memberikan penilaian paling rendah terhadap jawaban pengetahuan perpajakan adalah 1. Nilai maksimum sebesar 5 artinya responden yang memberikan penilaian paling tinggi terhadap jawaban pengetahuan perpajakan adalah 5. Nilai rata-rata penilaian sebesar 20. 9542 artinya responden memberikan jawaban terhadap pengetahuan perpajakan dengan rata-rata penilaian sebesar 20. Sedangkan standar deviasi sebesar 2. 30524 yang berarti ukuran penyebaran distribusi variabel pengetahuan perpajakan dipersepsikan sebesar 2. 30524 dari 371 responden. Variabel dependen pemilihan karir sebagai konsultan pajak dalam penelitian ini memiliki nominal 1 artinya responden yang memberikan penilaian paling rendah terhadap jawaban pemilihan karir sebagai konsultan pajak adalah 1. Nilai maksimum sebesar 5 artinya responden yang memberikan penilaian paling tinggi terhadap jawaban pemilihan karir sebagai konsultan pajak adalah Nilai rata-rata penilaian sebesar 20. 5013 artinya responden memberikan jawaban terhadap pemilihan karir sebagai konsultan pajak dengan rata-rata penilaian sebesar 20. Sedangkan 210 | e-ISSN: 2810-0921 | DOI: 10. 55587/jla. LITERA: Jurnal Literasi Akuntansi Vol. 4 No. 4 Desember 2024 standar deviasi sebesar 2. 63282 yang berarti ukuran penyebaran distribusi variabel pemilihan karir sebagai konsultan pajak dipersepsikan sebesar 2. 63282 dari 371 responden. Variabel moderasi peluang kerja dalam penelitian ini memiliki nominal 1 artinya responden yang memberikan penilaian paling rendah terhadap jawaban peluang kerja adalah 1. Nilai maksimum sebesar 5 artinya responden yang memberikan penilaian paling tinggi terhadap jawaban peluang kerja Nilai rata-rata penilaian sebesar 16. 3827 artinya responden memberikan jawaban terhadap peluang kerja dengan rata-rata penilaian sebesar 16. Sedangkan standar deviasi sebesar 2. yang berarti ukuran penyebaran distribusi variabel peluang kerja dipersepsikan sebesar 2. 33287 dari 371 responden. Tabel 5 Hasil Uji Normalitas Unstandardized Residual Normal Parameters Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Berdasarkan tabel di atas nilai Asymp. Sig. -taile. adalah 0,190. Nilai tersebut lebih besar dari hasil uji normalitas yaitu sebesar 0,05. Sehingga residual dikatakan normal dan dapat memperkuat asumsi normalitas dalam model. Tabel 6 Hasil Uji Heteroskedastisitas Ajusted Std. Error of Modal R Square R Square the Estimate ,236 ,056 ,051 Berdasarkan tabel di atas bahwa nilai probabilitas lebih besar dari 0,05 sehingga dapat dinyatakan pada penelitian ini tidak terjadi heteroskedastisitas. Tabel 7 Hasil Uji Multikolinearitas Model Pengetahuan Perpajakan Collinearity Statistics Tolerance VIF Results No Multicollinearity Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan nilai tolerance value >0,10 atau dapat disimpulkan nilai VIF <10. Jadi pada tabel di atas hasil uji multikolinieritas tidak terjadi multikolinearitas. Tabel 8 Hasil Uji MRA Unstandardized Coefficients Std. Error (Constan. Pengetahuan Perpajakan Pengetahuan Perpajakan*Pemilihan -020 Karir sebagai Konsultan Pajak Standard Coefficints Beta Sig. Dependent Variable : Pemilihan Karir Sebagai Konsultan Pajak DOI: 10. 55587/jla. 143 | e-ISSN: 2810-0921 . LITERA: Jurnal Literasi Akuntansi Vol. 4 No. 4 Desember 2024 Berdasarkan tabel di atas hasil Uji Moderate Regression menunjukkan bahwa diketahui nilai signifikansi variabel pengetahuan perpajakan sebesar 0,000. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel peluang kerja mampu memoderasi pengaruh variabel pengetahuan perpajakan. KESIMPULAN dan SARAN Kesimpulan Penelitian ini menyelidiki secara mendalam bagaimana pengetahuan perpajakan mempengaruhi Keputusan individu untuk memilih karir sebagai konsultan pajak dan juga peran penting peluang kerja sebagai variable moderasi yang dapat memperkuat atau memperlemah hubungan antara kedua variable utama tersebut. Berdasarkan analisis data secara silmutan, pengetahuan perpajakan dan peluang kerja bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pemilihan karir sebagai konsultan pajak. Secara parsial, temuan penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan perpajakan saja tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pemilihan karir sebagai konsultan pajak. Artinya Tingkat pemahaman seseorang mengenai perpajakan secara langsung tidak serta merta menentukan apakah mereka akan memilih karir di bidang konsultasi pajak. Sehingga secara keseluruhan penelitian ini memberikan wawasan yang berharga mengenai dinamika factor-faktor yang mempengaruhi pemilihan karir di bidang konsultasi pajak. Temuan ini menggaris bawahi pentingnya mempertimbangkan konteks peluang kerja dalam memahami bagaimana pengetahuan perpajakan dapat mendorong individu untuk berkarir sebagai konsultan pajak. Saran Mahasiswa program studi akuntansi diharapkan meningkatkan kepercayaan diri agar dapat mengambil keputusan Ae keputusan sesuai dengan keyakinan yang diminati dan dapat mengembangkan pengetahuan perpajakan yang telah diajarkan pada Universitas. Pada penelitian ini penulis menggunakan kuesioner sebagai sumber pengumpulan data, maka peneliti selanjutnya dapat menambah sumber data yang lebih kuat yaitu dengan wawancara secara langsung. Penelitian ini menggunakan satu variable independent yaitu pengetahuan perpajakan dan satu variabel moderasi yaitu peluang kerja, bagi peneliti selanjutnya diharapkan bisa menambah variabel independent agar dapat memperkuat penelitian sebagai contoh adalah variabel motivasi. REFERENSI