Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 2. April 2025. Page, 94-103 Email: nurasjournal@gmail. PENGOLAHAN LIMBAH PLASTIK MENJADI HIASAN KREATIF: UPAYA EDUKASI PENGURANGAN SAMPAH DAN PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT DI DESA PERAMPUAN. LOMBOK BARAT Irna Il Sanuriza1. Irfan Jayadi2. Khaerul Ihwan3. Pahmi Husain4*. Dwi Kartika Risfianty5. Baiq Naili Dewi Atika6. Ishmah Humaidatul Aminah Zaim Alyaminy7. Irma Risvana Dewi8. Vera Junita Amanda9. Tilawatul Atqia10, & Anita11 1,3,4,5,6,7,&11 Program Studi Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Nahdlatul Wathan Mataram. Jalan Kaktus Nomor 1-3. Mataram. Nusa Tenggara Barat 83125. Indonesia Program Studi Agroteknologi. Fakultas Pertanian. Universitas Nahdlatul Wathan Mataram. Jalan Kaktus Nomor 1-3. Mataram. Nusa Tenggara Barat 83125. Indonesia Program Studi Matematika. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Nahdlatul Wathan Mataram. Jalan Kaktus Nomor 1-3. Mataram. Nusa Tenggara Barat 83125. Indonesia Program Studi Pendidikan Agama Islam. Fakultas Agama Islam. Universitas Nahdlatul Wathan Mataram. Jalan Kaktus Nomor 1-3. Mataram. Nusa Tenggara Barat 83125. Indonesia Program Studi Administrasi Publik. Fakultas Ilmu Administrasi. Universitas Nahdlatul Wathan Mataram. Jalan Kaktus Nomor 1-3. Mataram. Nusa Tenggara Barat 83125. Indonesia *Email: pahmihusain96@gmail. Submit: 19-04-2025. Revised: 26-04-2025. Accepted: 29-04-2025. Published: 30-04-2025 ABSTRAK: Limbah plastik rumah tangga menjadi permasalahan lingkungan yang kian serius apabila tidak dikelola secara tepat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah plastik melalui pelatihan pembuatan hiasan kreatif berbasis daur ulang. Peserta kegiatan adalah ibu rumah tangga dan pemuda di Desa Perampuan. Kecamatan Labuapi. Kabupaten Lombok Barat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan experiential learning melalui tahapan sosialisasi, edukasi lingkungan, pengenalan inovasi produk daur ulang, pelatihan praktik pembuatan hiasan, serta evaluasi dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta, dimana seluruh peserta berhasil memproduksi minimal satu jenis hiasan secara mandiri. Sebanyak 90% peserta menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap dampak limbah plastik dan prinsip pengelolaan 3R. Selain penguasaan keterampilan teknis, kegiatan ini juga memunculkan ide wirausaha berbasis ekonomi kreatif dari sebagian peserta. Kegiatan pengabdian ini memberikan kontribusi positif dalam membangun kesadaran lingkungan, memberdayakan masyarakat secara ekonomi, serta mendukung upaya pengelolaan limbah plastik berbasis komunitas. Kata Kunci: Daur Ulang. Experiential Learning. Hiasan Kreatif. Limbah Plastik. ABSTRACT: Household plastic waste becomes an increasingly serious environmental problem if not managed properly. This community service activity aims to improve public knowledge, skills, and awareness in managing plastic waste through training in making creative decorations based on Participants in the activity were housewives and youth in Perampuan Village. Labuapi District. West Lombok Regency. The implementation method uses an experiential learning approach through stages of socialization, environmental education, introduction to recycled product innovations, training in making decorations, and evaluation and reflection. The results of the activity showed high enthusiasm from the participants, where all participants succeeded in producing at least one type of decoration independently. As many as 90% of participants showed an increase in understanding of the impact of plastic waste and the principles of 3R management. In addition to Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 2. April 2025. Page, 94-103 Email: nurasjournal@gmail. mastering technical skills, this activity also gave rise to creative economy-based entrepreneurial ideas from some participants. This community service activity provides a positive contribution in building environmental awareness, empowering the community economically, and supporting community-based plastic waste management efforts. Keywords: Recycling. Experiential Learning. Creative Decorations. Plastic Waste. How to Cite: Sanuriza. Jayadi. Ihwan. Husain. Risfianty. Atika. Alyaminy. Dewi. Amanda. Atqia. , & Anita. Pengolahan Limbah Plastik Menjadi Hiasan Kreatif: Upaya Edukasi Pengurangan Sampah dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat di Desa Perampuan. Lombok Barat. Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5. , 94-103. https://doi. org/10. 36312/nuras. Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is Licensed Under a CC BY-SA Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. PENDAHULUAN Permasalahan limbah plastik merupakan isu lingkungan global yang hingga saat ini terus mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya konsumsi plastik dalam kehidupan sehari-hari. Data dari United Nations Environment Programme (UNEP, 2. menunjukkan bahwa lebih dari 300 juta ton plastik diproduksi setiap tahunnya, dan sebagian besar di antaranya berakhir sebagai limbah yang mencemari daratan, sungai, hingga lautan. Di Indonesia, sebagai salah satu negara penyumbang sampah plastik terbesar di dunia, pengelolaan limbah plastik masih menjadi tantangan serius, baik di tingkat perkotaan maupun pedesaan (Jambeck et al. , 2015. Kahfi, 2. Limbah plastik yang sulit terurai membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terdegradasi secara alami. Akumulasi limbah ini tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga menimbulkan ancaman bagi kesehatan manusia dan ekosistem (Sofiana et al. , 2023. Surya & Noor, 2. Oleh karena itu, diperlukan upaya inovatif dalam pengelolaan limbah plastik yang tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Desa Perampuan merupakan salah satu desa di Kecamatan Labuapi. Kabupaten Lombok Barat. Provinsi Nusa Tenggara Barat. Lokasi desa ini berada di kawasan pinggiran Kota Mataram, sehingga mengalami dinamika perkembangan ekonomi, sosial, dan kepadatan penduduk yang cukup signifikan. Dengan tingkat aktivitas rumah tangga, usaha kecil, dan perdagangan lokal yang terus berkembang, volume sampah rumah tangga, termasuk sampah plastik juga meningkat dari waktu ke waktu. Salah satu alternatif solusi yang dapat dikembangkan adalah pengolahan limbah plastik menjadi produk-produk kreatif berupa hiasan rumah tangga, aksesoris, maupun produk dekoratif bernilai seni. Kegiatan daur ulang kreatif . reative recyclin. tidak hanya mampu mengurangi jumlah limbah, tetapi juga mendorong munculnya wirausaha baru berbasis ekonomi sirkular (Circular Econom. di masyarakat (Geissdoerfer et al. , 2017. Rahman & Tuharea, 2. Dengan pendekatan edukatif, pengolahan limbah plastik menjadi hiasan kreatif juga dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengurangan sampah sejak dari sumbernya. Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 2. April 2025. Page, 94-103 Email: nurasjournal@gmail. Selain berdampak pada lingkungan, pengembangan keterampilan pengolahan limbah plastik menjadi produk hiasan juga berpotensi memberdayakan masyarakat secara ekonomi, terutama kelompok ibu rumah tangga, pemuda, maupun komunitas lokal yang selama ini kurang memiliki akses pada peluang kewirausahaan (Sulistiyani, 2. Kegiatan ini sekaligus memberikan edukasi nilai keberlanjutan . ustainability value. , kreativitas, dan tanggung jawab sosial terhadap lingkungan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan edukasi pengurangan sampah plastik melalui pengolahan limbah plastik menjadi hiasan kreatif, serta mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan keterampilan berbasis daur ulang. METODE Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk workshop pelatihan pengolahan limbah plastik menjadi produk hiasan kreatif dengan pendekatan pembelajaran partisipatif berbasis praktik . xperiential Metode ini dipilih untuk mengoptimalkan pembelajaran aktif, dimana peserta secara langsung mengalami proses pengolahan limbah plastik, sehingga tidak hanya memahami konsep secara teoretis, tetapi juga menguasai keterampilan secara aplikatif (Kolb, 2014. Mukharomah et al. , 2. Lokasi dan Sasaran Kegiatan Kegiatan dilaksanakan di Desa Perampuan. Kecamatan Labuapi. Kabupaten Lombok Barat. Peserta terdiri dari ibu rumah tangga dan pemuda setempat yang belum memiliki pengalaman khusus dalam pengolahan limbah plastik. Pemilihan sasaran ini didasarkan pada pertimbangan potensi masyarakat sebagai agen perubahan dalam pengelolaan limbah rumah tangga berbasis ekonomi kreatif lokal (Linda, 2. Desain Pelaksanaan Kegiatan Tahapan kegiatan disusun secara sistematis dengan mengadaptasi model experiential learning cycle (Kolb, 2. , dan pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis partisipasi aktif (Pahlawan & Dafina, 2. yang terdiri atas beberapa tahap berikut: Sosialisasi dan Edukasi Lingkungan Kegiatan diawali dengan pemberian materi tentang dampak limbah plastik terhadap lingkungan, pentingnya pengelolaan sampah berbasis rumah tangga, serta pengenalan prinsip Reduce. Reuse, dan Recycle . R) (Ihwan et al. , 2. Materi disampaikan secara interaktif menggunakan media visual, studi kasus lokal, dan diskusi kelompok untuk meningkatkan pemahaman peserta terhadap urgensi pengelolaan sampah (Wanti et al. , 2. Pengenalan Inovasi Daur Ulang Limbah Plastik Peserta diperkenalkan pada berbagai jenis limbah plastik yang dapat didaur ulang, contoh produk hiasan kreatif, serta potensi ekonomi kreatif berbasis daur ulang plastik. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai proses daur ulang plastik, mulai dari pemilahan jenis plastik, pembersihan, hingga teknik dasar Sesi ini bertujuan menumbuhkan inspirasi dan motivasi peserta untuk menciptakan produk inovatif berbasis potensi lokal (Rustiarini et al. , 2. Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 2. April 2025. Page, 94-103 Email: nurasjournal@gmail. Pelatihan Praktik Pembuatan Produk Hiasan Peserta melakukan praktik langsung mulai dari proses pemilahan limbah plastik, pemotongan, pembentukan, pewarnaan, hingga tahap akhir finishing. Produk yang dihasilkan antara lain bunga plastik, hiasan dinding, pot tanaman mini, bingkai foto, dan lampion. Seluruh proses praktik didampingi oleh tim pelatih untuk memastikan keterampilan teknis peserta berkembang optimal (Pratomo et al. Evaluasi dan Refleksi Evaluasi dilakukan secara formatif dan sumatif melalui observasi keaktifan, penilaian kualitas hasil karya, serta wawancara singkat guna mengetahui perubahan pengetahuan, keterampilan, dan minat kewirausahaan peserta setelah mengikuti Refleksi individu dilakukan untuk mendorong internalisasi nilai peduli lingkungan dan potensi pengembangan usaha berbasis daur ulang (Hargreaves. Yunitasari, 2. Evaluasi keberhasilan kegiatan menggunakan lembar observasi keterlibatan peserta, angket pre-test dan post-test sederhana untuk mengukur peningkatan pemahaman, serta formulir feedback guna menilai kepuasan dan masukan peserta terhadap keseluruhan kegiatan. Format evaluasi program ditunjukkan pada Tabel 1. Aspek yang Diukur Pengetahuan Keterampilan Kesadaran/ Sikap Indikator Capaian Pemahaman tentang dampak limbah plastik, prinsip 3R, dan peluang ekonomi dari daur Kemampuan praktik mengolah limbah plastik menjadi produk hiasan . unga, pot, aksesoris, dan lain-lai. Kesadaran pentingnya pengelolaan limbah, motivasi untuk menerapkan di lingkungan sendiri, dan munculnya ide Teknik Pengukuran Pre-test dan post-test. Observasi langsung saat Kuesioner reflektif dan Bentuk Instrumen Tes tertulis pilihan ganda dan esai Lembar observasi keterampilan praktik . hecklist dengan Kuesioner skala Likert dan panduan wawancara semiterstruktur. HASIL DAN DISKUSI Hasil Kegiatan pengabdian pengolahan limbah plastik menjadi hiasan kreatif di Desa Perampuan diawali dengan tahap persiapan yang meliputi survei kebutuhan masyarakat untuk mengidentifikasi potensi, minat, dan permasalahan terkait limbah plastik di lingkungan setempat. Selanjutnya, dilakukan koordinasi dengan pemerintah desa, kelompok PKK, dan karang taruna untuk menentukan peserta serta waktu pelaksanaan. Tahap berikutnya adalah penyusunan materi edukasi meliputi dampak lingkungan limbah plastik, prinsip 3R (Reduce. Reuse. Recycl. , serta contoh-contoh produk kreatif dari limbah plastik. Kegiatan inti dilaksanakan melalui workshop secara partisipatif, diawali dengan sosialisasi, pemberian materi edukasi lingkungan, dilanjutkan praktik langsung pengolahan limbah plastik menjadi hiasan . eperti bunga plastik, pot mini, dan aksesori. Setelah praktik, dilakukan sesi evaluasi hasil karya dan refleksi individu guna menilai peningkatan Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 2. April 2025. Page, 94-103 Email: nurasjournal@gmail. pemahaman dan keterampilan peserta, sekaligus menumbuhkan ide pengembangan usaha kreatif berbasis daur ulang. Koordinasi dan kerjasama dengan pihak desa ditunjukkan pada Gambar 1. Gambar 1. Koordinasi dan Kerjasama dengan Pihak Desa. Antusiasme Tinggi Peserta Pengabdian Kegiatan pengabdian menunjukkan tingkat antusiasme yang sangat tinggi dari seluruh peserta. Sejak awal pelatihan, peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi yang diselenggarakan. Hal ini tercermin dari keaktifan mereka dalam menyimak penjelasan, bertanya, serta berdiskusi terkait materi yang disampaikan. Sebagian besar peserta menyampaikan bahwa mereka baru pertama kali mengikuti pelatihan pengolahan limbah plastik menjadi produk hiasan kreatif, sehingga menimbulkan rasa penasaran dan semangat untuk belajar hal baru. Suasana pelatihan berjalan sangat dinamis, dimana peserta tidak hanya pasif menerima materi, tetapi juga aktif berbagi pengalaman, serta berdiskusi mengenai permasalahan pengelolaan sampah plastik di lingkungan tempat tinggal mereka. Kegiatan sosialisasi dan edukasi pengolahan limbah plastik menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi ditunjukkan pada Gambar 2. Gambar 2. Kegiatan Sosialisasi dan Edukasi. Peningkatan Pengetahuan Lingkungan Setelah mendapatkan materi edukasi mengenai dampak limbah plastik dan konsep pengelolaan 3R (Reduce. Reuse. Recycl. , terjadi peningkatan signifikan Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 2. April 2025. Page, 94-103 Email: nurasjournal@gmail. dalam pemahaman peserta terkait isu lingkungan. Melalui evaluasi berupa post-test dan sesi diskusi, diketahui bahwa sekitar 90% peserta mampu menjelaskan kembali secara runtut dampak negatif limbah plastik terhadap lingkungan, pentingnya pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, serta manfaat dari pengolahan limbah plastik secara kreatif. Peningkatan pemahaman ini diharapkan menjadi modal awal peserta untuk mulai menerapkan pengelolaan sampah ramah lingkungan secara mandiri maupun di lingkungan sekitar. Gambar 3. Pembuatan Olahan Limbah Plastik. Penguasaan Keterampilan Dasar Daur Ulang Melalui sesi praktik langsung, seluruh peserta berhasil mempraktikkan teknik dasar pengolahan limbah plastik menjadi produk hiasan secara mandiri. Setiap peserta minimal mampu menyelesaikan satu karya hiasan berbahan limbah plastik, seperti pembuatan bunga hias, pot gantung, hiasan dinding, atau aksesoris Proses bimbingan dilakukan secara bertahap, mulai dari pemilihan bahan, pemotongan, pembentukan, pewarnaan, hingga tahap finishing. Beberapa peserta bahkan menunjukkan kreativitas dengan mengembangkan desain produk yang lebih variatif dari bahan-bahan limbah yang tersedia. Keberhasilan penguasaan keterampilan dasar ini menunjukkan bahwa pendekatan experiential learning sangat efektif diterapkan dalam pengabdian keterampilan berbasis praktik (Indrawan et al. , 2. Hal ini terlihat dari kemampuan mereka dalam mengaplikasikan keterampilan secara langsung di lapangan, sebagaimana disajikan pada Gambar 4. Gambar 4. Praktik Pembuatan Pengolahan Limbah Plastik dengan Masyarakat. Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 2. April 2025. Page, 94-103 Email: nurasjournal@gmail. Munculnya Ide Wirausaha Baru Setelah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan, beberapa peserta mulai menunjukkan ketertarikan untuk mengembangkan keterampilan yang didapatkan ke arah kegiatan wirausaha berbasis ekonomi kreatif. Mereka menyatakan keinginan untuk memproduksi dan memasarkan produk hiasan berbahan limbah plastik, baik untuk kebutuhan lokal di lingkungan mereka, maupun secara daring melalui platform media sosial. Ide-ide wirausaha ini menunjukkan potensi berkelanjutan dari kegiatan pengabdian, tidak hanya sebatas meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis pengelolaan sampah ramah lingkungan. Hasil produk pengolahan limbah plastik disajikan pada Gambar 5. Gambar 5. Hasil Produk Pengolahan Limbah Plastik: . Alas. Hiasan Pintu. Tas. Diskusi Kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi partisipatif dalam pengelolaan limbah plastik dapat secara efektif meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran lingkungan peserta. Antusiasme tinggi yang ditunjukkan sejak awal kegiatan mencerminkan adanya kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan keterampilan praktis dalam menghadapi permasalahan limbah plastik yang selama ini cenderung belum banyak tersentuh oleh program edukasi berbasis praktik (Pertiwi & Siregar, 2. Peningkatan pemahaman peserta mengenai dampak negatif limbah plastik serta prinsip 3R (Reduce. Reuse. Recycl. memperlihatkan keberhasilan pendekatan pembelajaran interaktif dalam memperkuat kesadaran ekologis. Hal ini sejalan dengan temuan Wanti et al. yang menunjukkan bahwa integrasi edukasi lingkungan berbasis praktik dapat meningkatkan literasi lingkungan dan mendorong perubahan sikap peserta terhadap pengelolaan limbah secara Selain aspek pengetahuan, penguasaan keterampilan praktis peserta dalam menghasilkan produk hiasan berbahan limbah plastik menunjukkan efektivitas metode experiential learning yang diterapkan. Menurut Kolb . dalam Martono et al. , pembelajaran berbasis pengalaman mampu meningkatkan keterampilan psikomotorik, kreativitas, serta mempercepat proses internalisasi Peserta tidak hanya memahami konsep secara teoretis, tetapi juga mengaplikasikan secara langsung melalui praktik pembuatan produk hias. Temuan serupa juga dilaporkan oleh Rustiarini et al. , dimana kegiatan pelatihan daur Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 2. April 2025. Page, 94-103 Email: nurasjournal@gmail. ulang berbasis keterampilan tangan mampu mendorong kreativitas peserta dalam menghasilkan produk bernilai ekonomis. Lebih lanjut, munculnya ide-ide wirausaha dari beberapa peserta menjadi indikasi awal bahwa program pengabdian ini berpotensi memberikan dampak ekonomi kreatif berbasis lingkungan. Ini selaras dengan pendapat Pratomo et al. yang menegaskan bahwa pemberdayaan keterampilan pengolahan limbah dapat menjadi salah satu strategi penguatan ekonomi masyarakat berbasis green Potensi wirausaha ini juga membuka peluang untuk mengembangkan model pelatihan lanjutan yang lebih aplikatif, misalnya melalui pendampingan bisnis, pemasaran digital, atau penguatan kapasitas manajemen usaha berbasis produk ramah lingkungan. Selain menghasilkan keterampilan teknis, kegiatan ini juga berkontribusi dalam menanamkan nilai karakter positif, seperti tanggung jawab sosial, kepedulian lingkungan, dan kreativitas. Hal ini sejalan dengan konsep pendidikan karakter berbasis lingkungan . nvironmental character educatio. yang dikemukakan oleh Putri & Setyowati . , dimana pendidikan lingkungan yang dikombinasikan dengan praktik konkret dapat membentuk karakter peduli lingkungan secara lebih efektif dibandingkan hanya melalui ceramah konvensional. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini tidak hanya berhasil dalam aspek edukatif, tetapi juga memberikan kontribusi positif dalam pembentukan kesadaran ekologis, penguatan keterampilan praktis, serta potensi pemberdayaan ekonomi lokal berbasis pengelolaan limbah. Ke depan, model pengabdian serupa perlu diintegrasikan dengan pendampingan wirausaha hijau . reen business mentorin. agar manfaat sosial, ekonomi, dan ekologis dapat terus berkelanjutan dan berkembang di masyarakat. SIMPULAN Kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran lingkungan peserta dalam memanfaatkan limbah plastik menjadi produk hiasan kreatif. Selain berkontribusi dalam pengurangan volume sampah plastik, kegiatan ini juga membuka peluang wirausaha kreatif berbasis ekonomi sirkular di masyarakat. Penguatan pembelajaran berbasis praktik serta pengembangan lanjutan berbasis kewirausahaan hijau, direkomendasikan untuk kesinambungan program serupa di masa depan. Hal ini bertujuan agar peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga memiliki keterampilan langsung yang aplikatif serta mampu mengembangkan usaha yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. SARAN Diperlukan dukungan pendampingan lanjutan, berupa pelatihan desain dan pemasaran produk yang lebih variatif, serta penguatan kelembagaan komunitas wirausaha hijau berbasis limbah plastik. Dukungan ini akan membantu meningkatkan kapasitas dan kualitas produk, serta meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mengurangi limbah plastik. Dengan demikian, komunitas wirausaha hijau dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi masyarakat Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 2. April 2025. Page, 94-103 Email: nurasjournal@gmail. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih diucapkan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kesuksesan kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan di Desa Perampuan. Kecamatan Labuapi. Kabupaten Lombok Barat. REFERENSI