Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2025, pp. 155 Ae 169 PEMBERDAYAAN KELOMPOK PEREMPUAN DALAM CONTINUITY OF CARE PADA IBU HAMIL BERISIKO TINGGI DI KECAMATAN SUNGAYANG KABUPATEN TANAH DATAR Devi Syarief1,Delvi Hamdayani2. Afrizal3. Winda Listia Ningsih4. Nurleni. Eliwarni5 Universitas Mercubaktijaya/Prodi SI Kebidanan 2,3,5,6 Universitas Mercubaktijaya/Prodi S1 Keperawatan E-mail korespondensi: devi_syarief@yahoo. Abstrak: Latar Belakang : Kematian ibu masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang serius dan sebagian besar dapat dicegah melalui deteksi dini serta penanganan kehamilan berisiko secara berkesinambungan. Di Kecamatan Sungayang Kabupaten Tanah Datar, terjadi peningkatan kasus kehamilan berisiko tinggi, sementara keterlibatan masyarakat dalam pemantauan ibu hamil masih terbatas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan Kelompok Perempuan Bundo Kanduang dalam pelaksanaan continuity of care pada ibu hamil berisiko tinggi melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan manajemen berbasis siklus aksi empat langkah. Metode: Metode pelaksanaan yang digunakan meliputi pelatihan kelas, simulasi, dan pendampingan lapangan, serta fasilitasi jejaring lintas sektor dengan Puskesmas. RS PONEK. PMI, dan pemerintah setempat, termasuk pembentukan kelompok pendonor darah. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk menilai perubahan pengetahuan, sikap, dan peran kader. Hasil: Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada tanggal 12 November 2025, hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader dari 41,1% menjadi 88,23%, peningkatan sikap positif dari 41,17% menjadi 82,35%, serta peningkatan peran kader dalam penanganan komplikasi dan kegawatdaruratan obstetri dari 33,3% menjadi 73,3%. Kegiatan ini membuktikan bahwa pemberdayaan kelompok perempuan berbasis masyarakat efektif dalam mendukung pelaksanaan continuity of care pada ibu hamil berisiko tinggi. Kata kunci: Continuity Of Care. Ibu Hamil. Pemberdayaan Perempuan. Bundo Kanduang. Pengabdian Masyarakat Abstract Background: Maternal mortality remains a serious public health problem, and most cases can be prevented through early detection and continuous management of high-risk In Sungayang District. Tanah Datar Regency, there has been an increase in high-risk pregnancy cases, while community involvement in monitoring pregnant women remains limited. This community service activity aimed to empower the Bundo Kanduang WomenAos Group in implementing continuity of care for high-risk pregnant women through improving knowledge, skills, and management capacity based on a four-step action cycle. Methods: The implementation methods included classroom training, simulations, and field mentoring, as well as facilitating cross-sectoral networking with primary health centers. PONEK hospitals, the Indonesian Red Cross (PMI), and local government, including the establishment of a blood donor group. Evaluation was conducted using pre-test and post-test assessments to measure changes in cadresAo knowledge, attitudes, and roles. Results: This community service activity was conducted on November 12, 2025. The results showed an increase in cadresAo knowledge from 41. 1% to 88. 23%, an improvement in positive ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/9165gk92 Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2025, pp. 155 Ae 169 attitudes from 41. 17% to 82. 35%, and an enhancement in cadresAo roles in managing obstetric complications and emergencies from 33. 3% to 73. These findings demonstrate that community-based womenAos empowerment is effective in supporting the implementation of continuity of care for high-risk pregnant women. Keywords: Continuity of Care. Pregnant Women. WomenAos Empowerment. Bundo Kanduang. Community Service Pendahuluan Kematian ibu masih menjadi tantangan besar kesehatan masyarakat di seluruh dunia, dan penurunan angka kematian ibu masih menjadi prioritas utama dalam agenda kesehatan global (WHO, 2. Setiap hari diperkirakan sekitar 810 perempuan meninggal dunia akibat komplikasi kehamilan dan persalinan yang sebenarnya dapat. Berbagai program telah diluncurkan dalam upaya menurunkan angka kematian ibu, di antaranya Making Pregnancy Safer (MPS). Safe Motherhood Initiative. Gerakan Sayang Ibu (GSI), serta program EMAS (Expanding Maternal and Neonatal Surviva. yang berfokus pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir (WHO. Kementerian Kesehatan RI, 2. Perempuan memiliki peran yang sangat besar dalam mendukung kesehatan keluarga dan masyarakat. Mengingat besarnya kontribusi perempuan tersebut, keberadaan dan peran aktif perempuan di tengah masyarakat perlu dioptimalkan dalam upaya peningkatan derajat kesehatan (World Health Organization, 2. Atas dasar inisiatif tim pengabdi dan dukungan dari Camat Sungayang, pada bulan Maret 2020 dibentuk Kelompok Perempuan Bundo Kanduang Sungayang di Kecamatan Sungayang. Kabupaten Tanah Datar. Kelompok perempuan ini diketuai oleh Ibu Nafizah dan beranggotakan 17 orang yang berasal dari perwakilan setiap jorong di lima nagari di Kecamatan Sungayang, yaitu Kenagarian Minangkabau. Sungayang. Tanjung. Sungai Patai, dan Andaleh Muaro Bukik. Menurut informasi dari ketua kelompok perempuan Bundo Kanduang, jumlah ibu hamil dengan kehamilan berisiko tinggi di wilayah tersebut cenderung meningkat. Pada tahun 2021 tercatat sebanyak 8 kasus kehamilan berisiko tinggi, dan pada tahun 2022 mengalami peningkatan menjadi 13 kasus. Kasus-kasus tersebut meliputi kehamilan pada usia lanjut (>35 tahu. , kehamilan usia terlalu muda (<20 tahu. , ibu hamil dengan penyakit berat, anemia, serta ibu hamil yang belum pernah melakukan pemeriksaan kehamilan dengan tenaga kesehatan terlatih. Sejak Januari hingga Juni 2023 kembali ditemukan 3 kasus kehamilan berisiko, dan jumlah ini berpotensi bertambah mengingat masih terdapat ibu hamil yang belum pernah melakukan pemeriksaan kehamilan sama sekali. Kondisi ini menunjukkan masih rendahnya kesiapan ibu hamil dalam menghadapi kemungkinan komplikasi dan kegawatdaruratan obstetri (Kementerian Kesehatan RI, 2. Aspek penting lainnya dalam menunjang perawatan kesehatan yang berkesinambungan . ontinuity of car. pada kehamilan berisiko dan kegawatdaruratan obstetri adalah ketersediaan darah. Perdarahan merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu, dan keterlambatan dalam memperoleh darah dapat meningkatkan risiko kematian ibu dan janin secara signifikan (World Health Organization, 2. Oleh ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/9165gk92 Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2025, pp. 155 Ae 169 karena itu, antisipasi terhadap kebutuhan darah seharusnya dilakukan sejak masa kehamilan dini. Kelompok perempuan Bundo Kanduang dapat berperan dalam mempersiapkan hal tersebut melalui pengorganisasian dan pemberdayaan masyarakat. Untuk menunjang kebutuhan tersebut, diperlukan keberadaan kelompok pendonor darah di wilayah Kecamatan Sungayang guna memfasilitasi ibu hamil dan masyarakat dalam memperoleh darah secara cepat dan tepat waktu (Palang Merah Indonesia. Namun hingga saat ini, belum terdapat kelompok pendonor darah di Kecamatan Sungayang. Kabupaten Tanah Datar. Berdasarkan uraian ini, maka kegiatan pengabdian pemberdayaan kelompok perempuan dalam continuity of care pada ibu hamil berisiko tinggi di Kecamatan Sungayang Kabupaten Tanah Datar ini perlu dilakukansupaya permasalahan kesehatan ibu dan anak bisa diatasi se dini mungkin. Metode Pelaksanaan Kegiatan pengabdian masyarakat ini telah dilakukan mulai dari tanggal 1 November12 November 2024. Adapun pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini di Aula kantor Camat Sungayang di Kecamatan Sungayang Kabupaten Tanah Datar. Sasaran pada kegiatan ini adalah kelompok perempuan Bundo Kanduang (Kelompok masyarakat dan kade. Tim menghubungi mitra untuk mendiskusikan waktu pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat tersebut sesuai solusi yang ditawarkan kepada mitra dari permasalahan yang ada. Setelah ditentukan /disepakati hari untuk pelaksanaan kegiatan, maka tim mengundang pihak-pihak terkait untuk kelancaran pelasanaan kegiatan. Langkah awal kegiatan dimulai dengan sosialisasi kegiatan oleh kelompok perempuan Bundo Kanduang (Kelompok masyarakat dan kade. oleh pengabdi selama 1 hari tentang pelatihan . ateri di kela. tentang cara melakukan skrining ibu hamil dan identifikasi ibu hamil berisiko tinggi. Sosialisasi bertujuan agar kelompok mitra mengetahui langkah-langkah Meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan kelompok mitra dalam melakukan skrining ibu hamil dan mengidentifikasi ibu hamil berisiko tinggi. Kegiatan sosialisasi akan dilakukan di aula kantor Kecamatan Sungayang, menggunakan metode ceramah dan diskusi dengan kelompok mitra Adapun Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Jorong di Kecamatan Sungayang dapat dilihat dalam tabel dibawah ini Tabel 3. 1 Pelaksanaan Kegiatan dan Materi Topik Nar Met Bahasan Sosialisasi Tim Cera Peng ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/9165gk92 Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2025, pp. 155 Ae 169 Kehamilan normal dan Dr. Syofi Cera Cara /identifika Dr. Syofi Cera Tanda Dr. Syofi Cera ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/9165gk92 Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2025, pp. 155 Ae 169 Persiapan oleh ibu hamil dan Stiker P4K dan peran Devi Syar Cera Delv Cera Skrining ibu hamil ibu hamil Devi Syar Cera Pemeriksa an fisik ibu C Tinggi dan C Pengukura n lingkar lengan atas Devi Syar Cera Win ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/9165gk92 Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2025, pp. 155 Ae 169 (LiLA) Pengukura n suhu Pengukura n nadi Pengukura n tekanan Peran t dalam ibu hamil ibu hamil Devi Syar Cera Pim /Bid Koor Pusk Sing Cera Peran Puskesmas of care ibu ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/9165gk92 Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2025, pp. 155 Ae 169 Peran RS PONEK Prof Dr. Ali Hanafiah Batusangk ar dalam of care ibu Ka. Rua PON Prof Dr. Han Batu Cera ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/9165gk92 Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2025, pp. 155 Ae 169 Peran PMI Kab. Tanah Datar of care ibu Ketu PMI Kab. Tana Data Cera Simulasi Pemeriksa an fisik ibu Skrining ibu hamil ibu hamil Tim Dem ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/9165gk92 Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2025, pp. 155 Ae 169 Praktik ibu hamil ibu hamil tinggi oleh semua ibu Puskesmas Sungayang. Tim Kelo Bun Kan Sung Pra Tim Bundo Kanduang Sungayang. ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/9165gk92 Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2025, pp. 155 Ae 169 Evaluasi Pelaksanaan Evaluasi pelaksanaan program secara umum mengacu pada beberapa aspek, yaitu: . keterlaksanaan program sesuai jadwal. keterlaksanaan program sesuai rancangan program. dampak program terhadap pengetahuan dan perilaku masyarakat dalam masalah kesehatan ibu hamil. capaian hasil kegiatan oleh kelompok mitra. faktor pendukung dan penghambat program. ini menjadi dasar untuk keberlanjutan program di lapangan setelah kegiatan PkM selesai dilaksanakan. Sebagai upaya menjaga komitmen dan keberlangsungan program, maka dilakukan beberapa upaya sebagai berikut: Pengabdi akan melengkapi kebutuhan peralatan untuk skrining ibu hamil dan identifikasi ibu hamil berisiko tinggi, antara lain timbangan berat badan, mitline . pengukur tinggi badan, thermometer digital, tensi meter digital, pengukur LiLA, buku pemantauan ibu, form skrining ibu hamil, dan kartu periksa ibu hamil. Melakukan adovokasi kepada Wali Nagari Hasil kegiatan ini dapat menjadi sebuah program pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan secara berkelanjutan mengingat dampaknya pada peningkatan kesehatan ibu hamil di Kecamatan Sungayang. Hasil kegiatan ini akan disampaikan kepada Wali Nagari sebagai bentuk advokasi agar dapat ditindaklanjuti dan diberikan dukungan baik moril maupun materil bagi kelompok mitra melalui program Perencanaan Pengembangan Nagari (Renbangna. setiap tahunnya. Program pemberdayaan masyarakat dengan metode seperti ini belum dikembangkan secara luas di Indonesia. Oleh sebab itu, program ini sangat berpotensi untuk dikembangkan mengingat dukungan masyarakat dalam bidang kesehatan sangat dibutuhkan dan menjadi link yang sangat baik bagi peningkatan kesehatan masyarakat. Menyampaikan hasil kegiatan kepada Puskesmas Sungayang Hasil kegiatan abdimas ini akan disampaikan kepada Puskesmas Sungayang, dan diharapkan dapat melanjutkan program serta melakukan pembinaannya kepada kelompok mitra. Sebagai bentuk pembinaan kepada kelompok perempuan ini, pengabdi akan melakukan kegiatan pengabdian secara kontinu sesuai dengan kebutuhan kelompok mitra. Berikut adalah kegiatan yang dilakukan. Hasil Kegiatan Kegiatan pengabdian masyarakat ini telah dilakukan mulai dari tanggal 1 November- 12 November 2024. Adapun pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini di Aula kantor Camat Sungayang di Kecamatan Sungayang Kabupaten Tanah Datar. Hasil dari kegiatannya adalah sebagai berikut : Adapun Hasil kegiatan pre Test dan Post Tes dari kegiatannya adalah sebagai berikut ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/9165gk92 Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2025, pp. 155 Ae 169 Tabel 4. Hasil Pre Test dan Post Test Pengetahuan Peserta Pada Pelaksanaan Pemberdayaan Kelompok Perempuan Pre Test Kategori Pengetahuan Tinggi Rendah Total Post Test Tabel 4. Hasil Pre Test dan Post Test Sikap Peserta dalam Pada Pelaksanaan Pemberdayaan Kelompok Perempuan Sikap Positif Pre Test Negativ Total Post Test 82,35 17,64 ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/9165gk92 Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2025, pp. 155 Ae 169 Tabel 4. Hasil Pre Test dan Post Test Komplikasi & Kegawatdaruratan Peserta dalam Pada Pelaksanaan Pemberdayaan Komplikasi Kegawatda Sangat Berperan Pre Test Berperan Kurang berperan Total Post Test ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/9165gk92 Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2025, pp. 155 Ae 169 Gambar 1. Kegiatan sosialisasi Bersama kader Gambar 2. Edukasi dengan Kader Diskusi Salah satu upaya yang paling tepat dalam menangani permasalahan kesehatan ibu hamil berisiko adalah melalui perawatan yang berkesinambungan . ontinuity of car. Continuity of care merupakan pelayanan kesehatan yang diberikan secara menyeluruh dan berkesinambungan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, hingga pelayanan keluarga berencana (KB) (Kementerian Kesehatan RI, 2. Tujuan utama continuity of care adalah untuk mencegah terjadinya komplikasi selama kehamilan serta memastikan penanganan yang cepat dan tepat guna menurunkan risiko komplikasi yang lebih lanjut (WHO, 2. Penerapan continuity of care sangat tepat bagi ibu hamil berisiko, mengingat kelompok ini membutuhkan pemantauan yang lebih intensif dibandingkan dengan ibu hamil normal (Sandall et al. , 2. Pemantauan ibu hamil berisiko tidak hanya dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan, tetapi juga dapat melibatkan masyarakat, khususnya kelompok perempuan di komunitas, seperti kelompok perempuan Bundo Kanduang. Ibu hamil berada di tengah masyarakat dan cenderung lebih sering berdiskusi dengan sesama anggota masyarakat terkait kondisi kehamilannya. Hal ini dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan continuity of care pada ibu hamil berisiko (WHO, 2. ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/9165gk92 Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2025, pp. 155 Ae 169 Keterlibatan masyarakat dalam pemantauan ibu hamil memungkinkan deteksi dini terhadap tanda bahaya kehamilan serta pelaksanaan upaya pertolongan awal secara cepat dan tepat sebelum terjadi kondisi kegawatdaruratan obstetri (Kementerian Kesehatan RI, 2. Oleh karena itu, untuk memfasilitasi terlaksananya perawatan yang berkesinambungan . ontinuity of car. pada ibu hamil berisiko oleh masyarakat, kelompok perempuan Bundo Kanduang perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai terkait pengelolaan ibu hamil berisiko. Namun, kelompok perempuan Bundo Kanduang Sungayang belum pernah mendapatkan pembelajaran mengenai pengelolaan continuity of care pada ibu hamil berisiko berbasis masyarakat, sebagaimana disampaikan oleh ketua kelompok mitra kepada tim pengabdi. Kondisi ini menunjukkan adanya kebutuhan akan peningkatan kapasitas kelompok perempuan Bundo Kanduang dalam mendukung pelayanan kesehatan ibu hamil berisiko di Aspek penting lainnya dalam menunjang continuity of care pada kehamilan berisiko dan kegawatdaruratan obstetri adalah ketersediaan darah. Perdarahan merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu, dan keterlambatan dalam memperoleh darah dapat meningkatkan risiko kematian ibu dan janin (WHO, 2. Oleh karena itu, ketersediaan darah harus dipersiapkan sejak dini selama masa kehamilan, terutama bagi ibu hamil berisiko tinggi. Kelompok perempuan Bundo Kanduang dapat berperan dalam mempersiapkan ketersediaan darah melalui pembentukan dan pengelolaan kelompok pendonor darah di tingkat kecamatan. Keberadaan kelompok pendonor darah sangat penting untuk memfasilitasi ibu hamil dan masyarakat dalam memperoleh darah secara cepat dan tepat waktu (PMI, 2. Namun, hingga saat ini belum terdapat kelompok pendonor darah di wilayah Kecamatan Sungayang. Kabupaten Tanah Datar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dirancang dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, seperti narasumber dari rumah sakit. Palang Merah Indonesia (PMI), dan pihak kecamatan. Meskipun pada pelaksanaannya terdapat narasumber yang belum dapat hadir, diharapkan ke depannya seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana secara optimal guna mendukung peningkatan kesehatan ibu hamil berisiko di masyarakat. Kesimpulan dan Saran Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa pemberdayaan Kelompok Perempuan Bundo Kanduang Sungayang dalam pelaksanaan continuity of care pada ibu hamil berisiko tinggi telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan yang Melalui pelatihan, pendampingan, serta praktik lapangan, kelompok perempuan mengalami peningkatan yang signifikan pada aspek pengetahuan, sikap, dan peran dalam melakukan skrining ibu hamil serta identifikasi kehamilan berisiko tinggi, sebagaimana ditunjukkan oleh hasil pre-test dan post-test. Pemberdayaan kelompok perempuan terbukti mampu memperkuat peran masyarakat dalam deteksi dini risiko kehamilan, pendampingan ibu hamil, serta pencegahan komplikasi dan kegawatdaruratan obstetri. Selain itu, kegiatan ini berhasil memfasilitasi terbentuknya komunikasi, koordinasi, dan jejaring kerja antara kelompok perempuan Bundo Kanduang dengan Puskesmas Sungayang. RS PONEK RSUD Prof. Dr. ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/9165gk92 Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2025, pp. 155 Ae 169 Ali Hanafiah Batusangkar. PMI Kabupaten Tanah Datar, serta unsur pemerintahan setempat sebagai bagian dari upaya continuity of care ibu hamil berisiko tinggi. Saran dalam pengabdian ini diharapkan kelompok Perempuan Bundo Kanduang dapat melanjutkan kegiatan skrining dan pendampingan ibu hamil berisiko tinggi secara mandiri dan berkelanjutan. Puskesmas Sungayang dan pemerintah nagari disarankan memberikan pembinaan serta dukungan program agar kegiatan ini terintegrasi dengan layanan kesehatan ibu dan anak. Selain itu, model pemberdayaan ini perlu direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa untuk memperluas dampak peningkatan kesehatan ibu. Ucapan Terimakasih Tim pengabdian masyarakat mengucapkan terima kasih kepada LPPM Universitas Mercubaktijaya yang telah membantu memfasilitasi dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini. DAFTAR PUSTAKA