JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI. Vol. No. Desember 2024, pp. p-ISSN : 1979-116X . e-ISSN : 2621-6248 . DOI: 10. 51903/kompak. http://journal. id/index. php/kompak Determinasi Pada Nilai Perusahaan Sayyidati Nafisah1. Hetty Muniroh2 Universitas YPPI Rembang Universitas YPPI Rembang Article history: Received 15 September 2024 Received in revised form2 Oktober 2024 Accepted 13 November 2024 Available online 17 Desember 2024 Abstract Company value can show how it performs in running the business. Company size, profitability, age and capital structure can have an effect on company value as proxied by PBV. This study was carried out in order to find out how company size, profitability, age and capital structure affect the value of Food and Baverage companies listed on the IDX during the 2019-2023 period. This study consists of the dependent variable company value, while the independent variables are company size, profitability, age and capital structure. The population used was 32 food and load businesses that were members of the BEI from 2019 to 2023. this research, data was collected using a purposive sampling method. In this study sample, the research consisted of eleven companies with a total of fiftyfive observations. The samples that have been collected are analyzed and processed using multiple linear regression tests. This study has findings that company size and age have an insignificant negative impact on company value, conversely the profitability variable has an insignificant impact on company value and capital structure has a positive impact on company value. Keywords: company size, profitability, company age, capital structure and company value Pendahuluan Peningkatan jumlah bisnis go public di Indonesia yang sangat banyak, yang dapat memberikan efek persaingan bisnis dan usaha dengan peluang yang sangat sedikit. Setiap perusahaan akan melakukan berbagai pertimbangan dan inovasi untuk menyaingi kompetitor, dengan begitu keberlangsungan dan kinerja perusahaan harus tetap terjaga. Peningkatkan kinerja perusahaan diharapkan dapat memaksimalkan nilai perusahaan. Wardhany et al. mengatakan nilai bisnis yang besar akan dapat menimbulkan minat investor atau pemegang saham untuk menyalurkan dana kepada perusahaan. Menurut Christina Dewi Wulandari & Tri Damayanti . nilai perusahaan merupakan suatu pandangan investor terhadap nilai atau harga saham perusahaan. Perusahaan dapat memperoleh pembiayaan dari lembaga keuangan dan pasar modal atau memperoleh penjualan harga yang tinggi ketika bisnis dijual atau digabungkan Agustin Ekadjaja . Penelitian-penelitian yang pernah dilakukan mengenai analisis nilai perusahaan dapat dipicu oleh faktor ukuran perusahaan (Jihan Hasan & Rinny Meidiyustiani, 2023. Akbar & Fahmi, 2020. Shavitri, 2023. Agustin Ekadjaja, 2021, profitabilitas (Dwiastuti & Dillak, 2019. Nuradawiyah & Susilawati, 2020. Agustin Ekadjaja, 2021. Hartati et al. , 2020. Shavitri, 2. , umur perusahaan (Hasan dan Meidiyustiani, 2023. Salsa dan Nugraha, 2. , dan struktur modal (Nuradawiyah & Susilawati, 2020. Shavitri, 2023. Sondakh et al. , 2. Received October 2, 2024. Revised October 28, 2024. Accepted November 17, 2024 p-ISSN : 1979-116X . e-ISSN : 2621-6248 . Studi ini menggunakan data dari bisnis makanan dan minuman karena perusahaan ini memiliki peran penting dalam kebutuhan dasar manusia sehingga permintaan terhadap produk dalam sektor makanan dan minuman cenderung lebih stabil bahkan dalam kondisi ekonomi yang berfluktuatif, serta memiliki pangsa pasar yang luas karena dibutuhkan seluruh lapisan masyarakat. Alasan lain, perolehan nilai perusahaan dengan keadaan bagus tentu dapat menaikan rating dan kualitas pada perusahaan Food and Beverage. Tabel 1 Data PBV Pada Bisnis Makanan Minuman yang Tergabung di BEI selama Periode 2019-2023 Sumber: w. id, 2024 Price to Book Value (PBV) pada Tabel 1. Memperlihatkan bahwa perusahaan tersebut mengalami keadaan fluktuatif atau kondisi yang tidak tetap, dan satu perusahaan mengalami kondisi turun, menurut data. Ukuan perusahaan adalah komponen pertama yang mempengaruhi nilai Bisnis dapat dikelompokan menjadi tiga kelompok: besar, menengah, dan kecil . Menurut Rosa Amelia & Rinny Meidiyustiani . ukuran perusahaan memperlihatkan besar kecilnya suatu bisnis dan lebih banyak sedikitnya aset yang dimiliki perusahaan akan lebih menarik investor. Dengan pertumbuhan aktivitas yang lebih besar daripada utang, ukuran perusahaan dianggap baik. Profitabilitas adalah komponen kedua yang memberikan efek bagi nilai perusahaan. Profitabilitas adalah rasio yang difungsikan sebagai alat ukur bagaimana sebuah bisnis memperoleh keuntungan. Ini adalah perbandingan antara laba bersih dan modal per aset . isalnya, aset tetap atau aset lanca. Profitabilitas, menurut Pangestu et al. didefinisikan sebagai kemampuan suatu organisasi untuk memperoleh keuntungan dalam jangka waktu tertentu, yang dapat mempengaruhi keputusan investor. Ketika profitabilitas meningkat, nilai perusahaan juga meningkat. Kemampuan suatu perusahaan untuk mempertahankan kualitas dan eksistensi untuk keberlangsungan hidupnya disebut umur perusahaan . Jumlah waktu yang dihabiskan oleh suatu perusahaan dapat dihitung dari saat perusahaan mulai beroperasi hingga saat bergabung di Bursa Efek Indonesia. Berdasarkan hubungan antara umur perusahaan dan keuntungan, perusahaan dengan usia tua akan mempunyai nilai yang lebih baik. Karyawan dari perusahaan yang sudah lama berdiri memiliki pengalaman, kemampuan pengelolaan keuangan, dan kemampuan untuk menangani masalah dengan Struktur modal merupakan komponen terakhir yang dapat memberi efek pada nilai JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI. Vol. No. Desember 2024, pp. p-ISSN : 1979-116X . e-ISSN : 2621-6248 . Menurut Sondakh et al. , struktur modal didefinisikan sebagai perbandingan bagaimana perusahaan dapat memenuhi kebutuhannya dengan menggunakan utang, ekuitas, atau saham. Menurut Ramdhonah et al. , apabila biaya bunga mengurangi pajak, pengambilan utang akan meningkatkan nilai perusahaan. Dalam penelitian sebelumnya. Agustin Ekadjaja . menemukan bahwa ukuran perusahaan memberi efek positif pada nilai perusahaan, tetapi . menemukan bahwa ukuran perusahaan dan profitabilitas memberi efek negatif signifikan pada nilai Profitabilitas, faktor kedua yang dibahas dalam studi ini, memberi efek negatif pada nilai perusahaan . Hasil penelitian Jihan Hasan & Rinny Meidiyustiani . menunjukkan bahwa umur perusahaan memberi dampak positif pada nilai perusahaan. Namun, temuan dari . berpendapat lain, yaitu umur perusahaan memberi efek negatif tidak signifikan pada nilai Selain itu, struktur modal, menurut penelitian Shavitri . memberi efek tidak signifikan pada nilai perusahaan, berbeda dengan penelitian Nuradawiyah & Susilawati . memiliki temuan struktur modal memberi efek positif pada nilai Studi ini didasarkan atas temuan research gap hasil penelitian terdahulu sehingga dirasa penting untuk dilakukan penelitian ulang dengan tujuan mengkonfirmasi teori. Penelitian yang dilakukan juga didasari pada data-data yang mendukung objek pada penelitian akan dilakukan, sehingga peneliti ingin melakukan penelitian ulang tentang bagaimana ukuran, profitabilitas, umur, dan struktur modal perusahaan memberi dampak pada nilai perusahaan. Metode Penelitian Studi dilaksanakan dengan metode studi emperis dengan menganalisis data kedua yang didapat melalui laporan tahunan guna mengevaluasi dampak dari SIZE. ROA. AGE dan DER dengan PBV. sedangkan jenis penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Studi ini mempunyai dua jenis faktor yaitu faktor yang mempengaruhi dan faktor yang Adapun devinisi operasional variabel adalah sebagai berikut: Tabel 2 Definisi Operasional Variabel Variabel Definisi Proksi Variabel dependen - Nilai Perusahaan Price Book Value (PBV) (Y) Harga per lembar saham kemampuan suatu perusahaan PBV = Nilai buku per saham berdasarkan jumlah modal yang disalurkan . Variabel Independen Ukuran Menurut Shavitri . Perusahaan (X. mengatakan bahwa ukuran perusahaan memiliki peranan SIZE = Ln Total Aset penting untuk mengetahui tingkat perputaran jumlah aset suatu perusahaan. Profitabilitas Tingkat Laba bersih ycIycCya = Total aset y100% (X. operasional perusahaan yang JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI. Vol. No. Desember 2024, pp. p-ISSN : 1979-116X . e-ISSN : 2621-6248 . Umur Perusahaan (X. Struktur Modal (X. penjualan dikenal sebagai rasio Perbandingan antara laba bersih dan total aktiva disebut Return on Asset (ROA) . Umur perusahaan merupakan kemampuan perusahaan dalam mempertahankan kualitas dan eksistensi perusahaan untuk keberlangsungan perusahaan . Menurut Sondakh et al. dari sumber pendanaan modal manajemen untuk pengambilan keputusan apakah dari modal internal atau pendanaan dari pihak eksternal dengan cara pengambilan hutang. Suatu cara untuk mengukur struktur modal pada penelitian yang dilakukan adalah dengan Debt to Equity Ratio (DER) . Umur perusahaan = Tahun penelitian Ae Tahun berdirinya DER=(Total hutan. /(Total ekuita. Bisnis makanan dan minuman yang tergabung di BEI dari tahun 2019 hingga 2023 merupakan subjek penelitian. Penelitian ini melibatkan 32 perusahaan, tetapi 11 perusahaan dipilih sebagai populasi akhir selama 5 tahun penelitian, sehingga jumlah observasi sebanyak 55 data sampel . Uji regresi linier berganda, uji asumsi klasik, dan analisis deskriptif akan digunakan untuk mengolah dan menganalisis data sampel. Hasil dan Pembahasan 1 Analisis Deskriptif Dijelaskan statistik deskriptif dari data penelitian dari 55 sampel observasi . Hasil pengujian statistik deskriptif memungkinkan kita untuk memperlihatkan angka maksimum, nilai minimum, nilai rata-rata . , dan standar deviasi tiap-tiap variabel. Tabel V. 3 Hasil Uji Statistik Deskriptif JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI. Vol. No. Desember 2024, pp. p-ISSN : 1979-116X . e-ISSN : 2621-6248 . 2 Uji Asumsi Klasik 1 Uji Normalitas Uji normalitas menentukan distribusi normal atau tidak data yang digunakan. Model regresi yang baik adalah yang memiliki distribusi data yang normal atau hampir Tabel 4 Hasil Uji Normalitas Hasil uji normalitas memperlihatkan angka asimetri sig. -taile. senilai 0,200, di atas dari 0,05. Kesimpulannya, hasilnya adalah data berdistribusi normal. 2 Uji Multikolinieritas Untuk memastikan apakah ada multikolinearitas antara variabel independen yang berbeda, toleransi dan variabel faktor inflasi (VIF) yang dievaluasi (Aprilia dan Riharjo. Tabel 5 Hasil Uji Multikolinieritas Angka toleransi dan VIF memperlihatkan bahwa semua variabel bebas . dalam penelitian tersebut tidak menunjukkan multikolinearitas. Angka toleransi di atas 0,10 dan angka VIF di bawah 10. 3 Uji Heterokedatisitas Homoskedastisitas atau heteroskedastisitas tidak terjadi adalah model regresi yang Menurut Aprilia dan Riharjo . adanya heteroskedastisitas jika tingkat signifikansinya kurang dari 0,05, dan tidak terdapat heteroskedastisitas jika tingkat signifikansinya di atas 0,05. Tabel 6 Hasil Uji Heterokedastisitas JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI. Vol. No. Desember 2024, pp. p-ISSN : 1979-116X . e-ISSN : 2621-6248 . Semua variabel independen menunjukkan angka Sig. di atas 0,05, yang memperlihatkan bahwa mereka tidak mengalami heterokedatisitas, seperti yang ditunjukkan dalam Tabel 6. 4 Uji Autokolerasi Autokorelasi tingkat satu, atau autokorelasi pertama kelas, digunakan dalam uji Durbin-Watson, yang memerlukan adanya intersep (Ghozali, 2. Tabel 7 Hasil Uji Durbin Watson Syarat lolos autokorelasi pada uji DW adalah angka dU O dW O 4 - dU. Hasil olah data memperlihatkan hasil 1,17240 < 1,797 < 2,276, yang menunjukkan bahwa model regresi pada riset ini tidak terjadi autokorelasi. 3 Uji Regresi Linier Berganda Hasil uji regresi memperlihatkan keterkaitan antara faktor bebas dengan faktor yang dipengaruhi. Hasil juga menunjukkan apakah nilai variabel dependen akan meningkat atau menurun. Tabel 8 Hasil Uji Regresi Tabel 8 menunjukkan hasil uji regresi liner berganda, yang menunjukkan persamaan model yang terbentuk: PBV = 11,242 Ae 12,788 SIZE 0,491 ROA Ae 0,041 AGE 0,435 DER 4 Uji Hipotesis Berdasarkan Tabel 8, kolom koefisien regresi (B) dan kolom Sig. maka diuraikan hasil pengujian sebagai berikut: Nilai koefisien regresi SIZE sebesar -12,788, artinya H0 diterima dan Ha ditolak. JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI. Vol. No. Desember 2024, pp. p-ISSN : 1979-116X . e-ISSN : 2621-6248 . Tingkat signifikan pada variabel SIZE sebesar 0,216, artinya SIZE berdampak negatif pada nilai perusahaan (PBV) tidak signifikan karena berada di atas taraf Sig. 0,05 %). Angka koefisien regresi ROA senilai 0,491, artinya H0 ditolak dan Ha diterima. Tingkat signifikan pada variabel ROA senilai 0,148, dikatakan berada di atas araf signifikansi 0,05 . %) yang ditentukan. Oleh karena itu, profitabilitas berpengaruh positif (ROA) tidak signifikan pada nilai perusahaan (PBV). Angka koefisien regresi AGE bernilai -0,04, artinya H0 diterima dan Ha ditolak. Tingkat signifikan pada variabel AGE sebesar 0,936, dapat disimpulkan berada di atas taraf signifikansi 0,05 . %) yang telah ditentukan. Oleh karena itu, pengaruh AGE atau umur perusahaan terhadap nilai perusahaan (PBV) tidak signifikan. Angka persamaan DER sebesar 0,435, artinya H0 ditolak dan Ha diterima. Tingkat signifikan pada variabel DER sebesar 0,002, artinya DER atau struktur modal berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan (PBV), karena nilainya di bawah taraf signifikansi 0,05 . %). 5 Uji Determinasi Tabel 9 Hasil Uji Determinasi Model Summary Adjusted R Std. Error of Model R Square Square the Estimate ,444a ,197 ,132 1,38859 Predictors: (Constan. LAG_X4. LAG_X2. LAG_X1. LAG_X3 Hasil uji determinasi, yang disajikan dalam Tabel 9, menunjukkan nilai R persegi yang disesuaikan sebesar 0,132. Dengan kata lain keempat faktor bebas yang dibahas pada studi ini menyumbang sebesar 13,2% pada nilai perusahaan, 86,6% lainnya, disebabkan oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam studi ini. 6 Pembahasan Jumlah aset, pendapatan, atau jumlah karyawan biasanya digunakan untuk menentukan seberapa besar ukuran suatu perusahaan memberi efek negatif pada Dikatakan, semakin besar ukuran perusahaan, semakin besar kemungkinan kerugian akan menurun meskipun dampak negatifnya sangat kecil. Perusahaan besar tidak selalu menunjukkan kinerja operasional yang baik, meskipun perusahaan besar biasanya dikaitkan dengan stabilitas dan kekuatan pasar. Perusahaan sering menghadapi biaya yang lebih besar, seperti biaya overhead yang tinggi dan sistem birokrasi yang Ini berpotensi menurunkan laba bersih yang dihasilkan dan akhirnya mengurangi nilai pasar perusahaan. Perusahaan besar memiliki skala yang lebih besar, tetapi faktor lain mungkin lebih mempengaruhi pendapatan. Oleh karena itu, ukuran perusahaan mungkin tidak menjadi faktor utama yang menentukan keuntungan bagi Anisa et al. menyatakan bahwa ukuran perusahaan tidak mempengaruhi nilai perusahaan secara signifikan, memperkuat fosil ini. Profitabilitas memberi efek positif pada nilai perusahaan tidak signifikan. Artinya, peningkatan profitabilitas mungkin meningkatkan nilai perusahaan, tetapi efeknya kecil. Profitabilitas yang tinggi tidak selalu menunjukkan kinerja keuangan perusahaan secara keseluruhan, karena perusahaan bisa memiliki profitabilitas yang tinggi namun utang yang besar dapat menahan peningkatan nilai perusahaan . Perusahaan makanan dan minuman seringkali lebih tertarik pada potensi pertumbuhan jangka panjang daripada hanya profitabilitas saat ini. Perusahaan dengan profitabilitas tinggi tetapi prospek JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI. Vol. No. Desember 2024, pp. p-ISSN : 1979-116X . e-ISSN : 2621-6248 . pertumbuhan yang terbatas mungkin tidak memiliki nilai yang meningkat secara Temuan ini sejalan dengan penelitian . , yang menyatakan bahwa profitabilitas tidak mempengaruhi nilai perusahaan secara signifikan. Umur perusahaan berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Artinya, semakin lama umur perusahaan, maka nilai perusahaan akan menurun meskipun pengaruhnya sangat kecil. Industri makanan dan minuman cenderung lebih resisten terhadap krisis ekonomi dibandingkan dengan industri lain karena perusahaan makanan dan minuman merupakan kebutuhan dasar, namun indutri makanan dan minuman memiliki permintaan yang konstan, yang memberikan stabilitas bagi perusahaan yang lebih tua, bahkan jika perusahaan tidak terlalu inovatif. Hal ini yang membuat dampak negatif dari umur perusahaan terhadap nilai perusahaan menjadi tidak signifikan. Hasil penelitian ini sama dengan hasil penelitian Saputra et al. menyatakan umur perusahaan berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Struktur modal berpengaruh positif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Artinya, semakin baik struktur modal maka akan meningkatkan nilai perusahaan meskipun pengaruhnya sangat kecil. Perusahaan sektor makanan dan minuman merupakan insdustri yang stabil karena memiliki produk yang merupakan kebutuhan pokok yang selalu dibutuhkan konsumen. Karena stabilitas ini, investor mungkin tidak terlalu fokus pada struktur modal . orsi utang dan ekuita. saat menilai perusahaan. Struktur modal yang mencakup penggunaan utang memang dapat meningkatkan nilai perusahaan jika digunakan secara efisien. Utang memungkinkan perusahaan memanfaatkan tax shield . engurangan pajak dari bunga utan. yang dapat meningkatkan laba bersih, namun dalam sektor ini perusahaan mungkin telah mendapatkan pendapatam yang cukup stabil sehingga tambahan leverage tidak memberikan pengaruh yang besar pada peningkatan nilai perusahaan. Hasil penelitian ini tidak mendukung hasil penelitian . yang menyatakan bahwa struktur modal berpengaruh positif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Penemuan ini sama dengan hasil penelitian Nuradawiyah & Susilawati . , yang menyatakan bahwa struktur modal berpengaruh positif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Penutup Berdasarkan temuan penelitian, dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1. Variabel ukuran perusahaan berdampak negatif tidak signifikan pada nilai perusahaan. Variabel profitabilitas berdampak positif tidak signifikan pada nilai perusahaan. Variabel umur perusahaan berdampak negatif tidak signifikan pada nilai perusahaan. Variabel struktur modal tidak berdampak positif pada nilai perusahaan. Referensi