Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. No. 4 Desember 2022 e-ISSN: 2963-5527. p-ISSN: 2963-5071. Hal 151-163 Persepsi Mahasiswa Terhadap Konflik Dalam Pembelajaran Mata Kuliah Manajemen Konflik Di Prodi Manajemen Pendidikan Islam di Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Shiddiq Jember Rizqi Tajuddin A. Manajemen Pendidikan Islam. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Universitas Islam Negeri Kiai Haji Acmad Shiddiq Jember Korespondensi penulis: rizqitajuddin08@gmail. Arifatul Aningrum Manajemen Pendidikan Islam. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Universitas Islam Negeri Kiai Haji Acmad Shiddiq Jember Novia Afatal H Manajemen Pendidikan Islam. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Universitas Islam Negeri Kiai Haji Acmad Shiddiq Jember Abstract. Every year the number of conflict has increase, even the college student faced conflict in their life. There many case of college student conflict and its need conflict Manajemen subject so that they have skill to resolve the conflict. This journal aims to analyze Student Perceptions of Conflict in Learning Conflict Management Courses in Islamic Education Management Study Program at Kyai Haji Ahmad Shiddiq State Islamic University Jember. Perception include cognitive, affective, and psychomotor aspect at before and after conflict teaching. data obtained based on observations and questionnaires to twenty six college students in Sociology Education Major. The result before conflict Manajemen teaching are 73,1% responden has negative perseption to conflict, 88,5% responden need others to resolve their conflict, 61,5% difficult to manajemen conflict and 65,4% faced conflict with relented. There are different perception after conflict resolution teaching that change to positive perception, 63% responden has positive perception to conflict 77,8% need others to solve their conflict, 48,1% difficult to resolve their conflict and 77,8% faced conflict with relented. The suggetion for this problem are learning methode of conflict manajemen touch affective aspect such as how to control emotion, how confidently resolve conflict, and how to use problem solving methode. The responden problem in faced conflict can depend on many factors like psychology and culture in their society. Keywords: Perception. College Student. Conflict Manajemen. Abstrak. Jumlah konflik setiap tahun semakin meningkat bahkan kalangan mahasiswa sebagai kalangan akademisi tak luput menghadapi konflik. Terdapat beberapa kasus konflik yang menyangkut mahasiswa dan tentunya diperlukan mata kuliah Manajemen Konflik sehingga mereka memiliki kemampuan menyelesaikan konflik secara konstruktif. Jurnal ini bertujuan menganalisis Persepsi Mahasiswa Terhadap Konflik Dalam Pembelajaran Mata Kuliah Received Oktober 07, 2022. Revised November 02, 2022. Desember 09, 2022 * Rizqi Tajuddin A. P, rizqitajuddin08@gmail. PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP KONFLIK DALAM PEMBELAJARAN MATA KULIAH MANAJEMEN KONFLIK DI PRODI MANAJEMENPENDIDIKAN ISLAM DI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SHIDDIQ JEMBER Manajemen Konflik di Prodi Manajemen Pendidikan Islam di Universitas Islam Negeri Kyai Haji Ahmad Shiddiq Jember. Persepsi yang dianalisis terkait dengan aspek kognitif, afektif, dan Data yang didapat berasal dari observasi dan angket kepada 26 mahasiswa Prodi Manajemen Pendidikan Islam. Hasil sebelum pembelajaran Manajemen konflik diperoleh data bahwa 73,1% responden memiliki persepsi negatif terhadap konflik, 88,5% responden membutuhkan orang lain untuk menyelesaikan konflik, 61,5% kesulitan dalam menyelesaikan konfilik, dan 65,4% sering mengalah dalam menyelesaikan konflik. Terdapat perubahan persepsi setelah pembelajaran manajemen Konflik yang mengarah pada peningkatan positif yaitu 63% responden memiliki persepsi positif terhadap konflik, 77,8% responden membutuhkan orang lain dalam menyelesaikan konflik, 48,1% kesulitan dalam menyelesaikan konflik, dan 77,8% menghadapi konflik dengan mengalah. Saran bagi permasalahan tersebut yaitu metode pembelajaran Manajemen Konflik lebih menitik beratkan pada aspek afektif seperti bagaimana mengontrol emosi, menumbuhkan kepercayaan diri dalam menyelesaikan konflik, dan berlatih menggunakan metode problem solving. Permasalahan yang dihadapi responden dipengaruhi pula oleh aspek psikologis dan budaya dalam masyarakatnya. Kata kunci: Persepsi. Mahasiswa. Manajemen Konflik. PENDAHULUAN Konflik adalah hubungan antara dua pihak atau lebih yang memiliki perbedaan pendapat yang tidak sesuai. Manusia dihadapkan kepada pilihan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan pelaksanaannya tentunya dapat bertentangan dengan keinginan senidir maupun dengan manusia lain sehingga menimbulkan konflik. Konflik menjadi masalah ketika seorang memiliki pandangan yang negatif terhadap konflik sehingga menyebabkan ketidak mampuan terhadap konflik yang mengarah pada perilaku kekerasan. Menurut Ahmadi dan NurAoaini dalam teori penjulukan atau pemberian label memuat pemikiran dasar jika seseorang yang diberi label sebagai seseorang yang devians/menyimpang dan diberlakukan seperti yang akan menjadi devians/menyimpang. Berdasarkan keterangan tersebut, dapat dikatakan bahwa individu yang sering mendapatkan label negatif oleh orangorang sekitarnya akan berpeluang untuk mengulangi perbuatantersebut. Dalam menggunakan gaya manajemen konflik yaitu menjaga kestabilan merupakan salah satu landasan pemilihan cara penyelesaian konflik. Walaupun mahasiswa memiliki caranya sendiri dalam melakukan manajemen konflik dengan harapan apa yang dilakukan tersebut dapat diterima baik oleh orang lain, terkadang ada beberapa yang merasa tertekan. CONCEPT - VOLUME 1. NO. DESEMBER 2022 Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. No. 4 Desember 2022 e-ISSN: 2963-5527. p-ISSN: 2963-5071. Hal 151-163 Konflik tidak hanya terjadi dalam masyarakat luas namun dalam dunia pendidikan sekalipun, sehingga ketidak mampuan dalam mengatasi konflik tidak terikat kepada status Kasus konflik didunia pendidikan dapat terjadi antara peserta didik, antarapendidik, maupun antar peserta didik - pendidik. Dalam UU nomor20 tahun 2003 tentang system pendidikan nasional pasal 3 yang menyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampiandan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang maha esa. Tuhan yang maha esa, berakhlaq mulia, sehat,berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga yang demokratis serta bertanggung jawab. Dalam hal ini di jelaskan al-qurAoan QS. Ali Imron :159 AOa aO eUUa eUA AeUa A A eU eU oU UaA AUe aia Ue A a Ue O aoA a Ue eU eU eU o nU Ue A Aiaa a eUa aUe Ue A AA A AUA aAUe eUn eaOcUa aUa eUIA A A aUA eUoA AOa uA AeUA AnA aUAe Ua A aU AUa Ua A AUsi A AeU Ua eUA AUa u U Ua Ua a eU Ua oa Ua ua eUA aU AUe nA a aUAU A Aeaoa Ua IA AA Aeaea Ua aA Aea Ua UaA AUA Terjemahan : Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhamma. berlaku lemah lembut terhadap Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh. Allah mencintai orang yang bertawakal (Ali Imran : . Kasus konflik dihadapi pula oleh mahasiswa yang diketahui memiliki peran sebagai agen perubahan dan memiliki kematangan usia dibanding siswa di jenjang pendidikanlainnya. Seperti kasus di Universitas UIN KHAS Jember pada tahun 2022 di program studi Manajemen Pendidikan Islam. Konflik terjadi di lingkup MPI sebagai daerah akademis. Kasus selanjutnya ialah tidak di terimanya salah satu kelompok PLP di salah satu kantor sehingga solusi dari ketua prodi sendiri mengadakan PLP di kampus kita sendiri di bagian LP2M (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyaraka. untuk prodi MPI sendiri. PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP KONFLIK DALAM PEMBELAJARAN MATA KULIAH MANAJEMEN KONFLIK DI PRODI MANAJEMENPENDIDIKAN ISLAM DI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SHIDDIQ JEMBER Berdasarkan permasalaahn diatas mahasiswa juga seeing terlibat konflik. Akan tetapi tidak semua dari mereka memeiliki kompetensi untuk menyelesaikan masalah atau konflik. Maka perlu adanya pembekalan pembelajaran manajemen konflik agar setiap mahasiswa memiliki dasar pehman tentang bagaiman memanajemen konflik yang benar. Oleh karena itu peneliti ingin mencaritahu tentang seberapa besar pengaruh pembelajaran manajemen konflik, sehingga peneliti menagngkat judul AuPersepsii Mahasiswa Terhadap Konflik dalam Mata Kuliah Manajemen Konflik Di Prodi Manajemen Pendidikan Islam Di Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Shiddiq JemberAy RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang diatas maka permasalahan dalam penelitian ini yaitu : Bagaimana persepsi mahasiswa terhadap konflik sebelum mengikuti pembelajaran manajemen konflik di prodi manajemen pendidikan islam di universitas islam negeri kiai haji achmad shiddiq jember? . Bagaimana persepsi mahasiswa terhadap konflik sesudah mengikuti pembelajaran manajemen konflik di prodi manajemen pendidikan islam di universitas islam negeri kiai haji achmad shiddiq jember? METODE PENELITIAN Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu pendekatan yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/ statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Data yang diperoleh dalam penelitian dianalisis menggunakan analisis presentase. Analisis ini menggunakan tingkat presentase yang menunjukkan tingkat persepsi responden terhadap pertanyaan yang terdapat di angket. Kriteria penilaian presentase yang digunakan CONCEPT - VOLUME 1. NO. DESEMBER 2022 Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. No. 4 Desember 2022 e-ISSN: 2963-5527. p-ISSN: 2963-5071. Hal 151-163 Tabel 1. 1 Kriteria Penilaian presentase. Presentase Kriteria Seluruhnya 75%-99% Sebagian besar 51%-74% Lebih besar dari setengahnya Setengah 25%-49% Kurang dari setengah 1%-24% Sebagian kecil Tidak ada/ Tak seorang pun Persepsi Mahasiswa sebelum Mengikuti Mata Kuliah Manajemen Konflik Di Prodi Manajemen Pendidikan Islam di Universitas Islam Negeri kiai Haji Achmad Shiddiq Jember. Berdasarkan angket yang berisi 14 pertanyaan dan diberikan kepada 26 mahasiswa pada pertemuan pertama mata kuliah Manajemen Konflik diperoleh data sebagai berikut : Tabel 1. 2 Persepsi Aspek Kognitif Pernyataan Jawaban Konflik memberikan dampak Positif 26,9% Negatif 73,1% Sering terlibat konflik dengan Orang tua 11,5% Teman 84,6% Dosen 3,9% Dalam menghadapi konflik Pribadi 23,1% Orang lain 0% Bersama 76,9% Berdasarkan data diatas maka dapat diketahui bahwa sebagian besar dari responden . ,1%) memiliki persepsi bahwa konflik memberikan dampak negatif dan sebagian kecil . ,9%) menilai konflik memberikan dampak positif. Mahasiswa sering terlibat konflik dengan teman dan sebagian kecil responden . ,6%) konflik dengan orang tua . ,5%) serta dosen . ,9%). Sebagian besar responden . ,9%) mengutamakan kepentingan bersama dalam PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP KONFLIK DALAM PEMBELAJARAN MATA KULIAH MANAJEMEN KONFLIK DI PRODI MANAJEMENPENDIDIKAN ISLAM DI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SHIDDIQ JEMBER penyelesaian konflik dan sebagian kecil responden . ,1%) mengutamakan kepentingan pribadi serta orang lain . %) Tabel 1. 3 Persepsi Aspek Efektif Pertanyaan Jawaban Sikap dalam menghadapi konflik Menghindari 3,8% Menyelesaikan 96,2% Membutuhkan oranglain dalam menyelesaikan Ya 88,5% Tidak 11,5% Ingin cepat menyelesaikan konflik Ya 100% Tidak 0% Sering tertekan menghadapikonflik Ya 80,8% Tidak 19,2% Menghadapi konflik dengan kepala dingin Ya 88,5% Tidak 11,5% Setelah menyelesaikan konflik keadaan tidak seperti semula Konflik membuat saya dewasa Ya 65,4% Tidak 34,6% Ya 96,2% Tidak 3,8% Berdasarkan tabel afektif dapat diketahui bahwa sebagian besar responden . ,2%) bersikap menyelesaikan konflik dan sebagian kecil responden . ,8%) menghindari konflik. Dalam menyelesaikan konflik diketahui bahwa sebagian besar responden . ,5%) membutuhkan orang lain dalam menyelesaikan konflik dan sebagian kecil responden . ,5%) tidak membutuhkan orang lain dalam menyelesaikan konflik. %) responden ingin cepat menyelesaikan konflik dan sebagian kecil . %) tidak cepat menyelesaikan konflik. ,8%) rseponden sering tertekan menghadapi konflik, dan sebagian kecil responden . ,2%) tidak Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa sebagian besar responden . ,5%) menghadapi konflik dengan kepala dingin dan kurang dari setengahnya . ,5%) tidak menggunakan kepala dingin. Sebagian besar responden . ,2%) berpersepsi konflik membuat mereka menjadi dewasa dan sebagian kecil responden . ,8%) berpersepsi konflik tidak membuat mereka menjadi dewasa. Tabel dapat diatas pun menunjukkan lebih besar dari setengah jumlah responden . ,4%%) setelah menyelesaikan konflik maka keadaan tidak seperti semula dan kurang dari setengah jumlah responden . ,6%) bersepsi keadaan seperti semula. CONCEPT - VOLUME 1. NO. DESEMBER 2022 Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. No. 4 Desember 2022 e-ISSN: 2963-5527. p-ISSN: 2963-5071. Hal 151-163 Tabel 1. 4 Persepsi Aspek Psikomotor Pertanyaan Jawaban Kesulitan dalam menyelesaikan konflik Ya 61,5% Tidak 38,5% Menyelesaikan konflik menggunakan Intuisi 26,9% Problem solving 46,2% Refleksi 26,9% Sering mengalah dalam menghadapi konflik Ya 65,4% Tidak 34,6% Sering terlibat konflik yang dihadapi orang lain Ya 46,2% Tidak 53,8% Berdasarkan tabel psikomotor dapat diketahui bahwa sebagian besar responden . ,5%) kesulitan dalam menghadapi konflik dan sisanya . ,5%) tidak menemukan kesulitan. Sebagian kecil responden . ,9%) menggunakan intuisi dalam menyelesaikan. Berdasarkan tabel psikomotor dapat diketahui bahwa sebagian besar responden . ,5%) kesulitan dalam menghadapi konflik dan sisanya . ,5%) tidak menemukan kesulitan. Sebagian kecil responden . ,9%) menggunakan intuisi dalam menyelesaikan konflik, kurang dari setengahnya . ,2%) menggunakan problem solving, dan menggunakan refleksi sebanyak . ,9%). Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa sebagian besar responden . ,4%) sering mengalah dalam menyelesaikan konflik dan sebagian kecil responden . ,6%) tidak mengalah dalam menyelesaikan konflik. Bahwa lebih besar dari setengah jumlah responden . ,2%) sering terlibat konflik yang dihadapi orang lain dan kurang dari setengah jumlah responden . ,8%) tidak terlibat. Persepsi Mahasiswa setelah Mengikuti Mata Kuliah Manajemen Konflik Berdasarkan angket yang diberikan kepada 26 mahasiswa pada pertemuan ke enam mata kuliah Manajemen Resolusi Konflik di peroleh sebagai berikut : PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP KONFLIK DALAM PEMBELAJARAN MATA KULIAH MANAJEMEN KONFLIK DI PRODI MANAJEMENPENDIDIKAN ISLAM DI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SHIDDIQ JEMBER Tabel 1. 5 Persepsi Aspek Kognitif Pertanyaan Jawaban Konflik memberikan dampak Positif 63% Negatif 37% Sering terlibat konflik dengan Orangtua 7,4% Teman 88,9% Dosen 3,7% Dalam menghadapi konflik mengutamakan Pribadi 7,4% Orang lain7,4% Bersama 85,2% Berdasarkan tabel 5 dapat diketahui bahwa sebagian besar responden . %) memiliki persepsi konflik memberikan dampak positif dan sebagian kecil responden . %) menilai konflik berdampak negatif. Sebagian besar responden . ,9%) sering terlibat konflik dengan teman dan sebagian kecil responden . ,4%) konflik dengan orang tua serta tidak ada seorangpun yang terlibat konflik dengan dosen . ,7%). Berdasarkan tabel kognitif dapat diketahui bahwa sebagian besar responden . ,2%) dalam konflik mengutamakan kepentingan bersama, sebagian kecil mengutamakan kepentingan pribadi . ,4%) dan oranglain . ,4%). Tabel 1. 6 Persepsi Aspek Efektif Pertanyaan Sikap dalam menghadapi konflik Jawaban Menghindari 96,3% Menyelesaikan 3,7% Membutuhkan orang lain dalam menghadapi Ya 77,8 Tidak 22,2% Ingin cepat menyelesaikan konflik Ya 96,3% Tidak 3,7% Sering tertekan menghadapi konflik Ya 66,7% Tidak 33,3% Menghadapi konflik dengan kepaladingin Ya 81,5% Tidak 18,5% Setelah menyelesaikan konflik maka keadaan tidak Ya 77,8% Tidak 22,2% seperti semula Konflik membuat saya dewasa CONCEPT - VOLUME 1. NO. DESEMBER 2022 Ya 96,3% Tidak 3,7% Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. No. 4 Desember 2022 e-ISSN: 2963-5527. p-ISSN: 2963-5071. Hal 151-163 Berdasarkan tabel 6 dapat diketahui bahwa sebagian besar responden . ,7%) bersikap menyelesaikan konflik dan sebagian kecil responden . ,3%) menghindari konflik. Lebih dari setengah jumlah responden . ,8%) membutuhkan oranglain dalam menyelesaikankonflik dan kurang dari setengah jumlah responden . ,2%) tidak` membutuhkan orang lain. Berdasarkan tabel aspek afektif dapat diketahui bahwa sebagian besar responden . ,3%) ingin cepat menyelesaikan konflik dan sebagian kecil . ,7%) tidak ingin cepat menyelesaikan konflik. Lebih dari setengah jumlah responden . ,7%) sering tertekan menghadapi konflik dan kurang dari setengahnya . ,3%) tidak tertekan. Sebagian besar responden . ,5%) sering menghadapi konflik dengan kepala dingin dan sebagian kecil . ,5%) tidak dengan kepala Lebih dari setengah jumlah responden . ,2%) berpersepsi setelah menyelesaikan konflik maka keadaan tidak seperti semula dan kurang dari setengahnya . ,8%) menjawab keadaan seperti semula. Konflik dapat membuat mereka menjadi lebih dewasa dirasakan oleh . ,3%) responden dan sebagian kecil . ,7%) menjawab konflik tidak membuat dewasa. PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP KONFLIK DALAM PEMBELAJARAN MATA KULIAH MANAJEMEN KONFLIK DI PRODI MANAJEMENPENDIDIKAN ISLAM DI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SHIDDIQ JEMBER Tabel 1. 7 Pendudukan Aspek Psikomotorik Pertanyaan Jawaban Kesulitan dalam menyelesaikan konflik Ya 48,1% Tidak 51,9% Menyelesaikan konflik menggunakan Intuisi 25,9% Problem solving 51,9% Refleksi 22,2% Sering mengalah dalam menghadapi konflik Ya 77,8% Tidak 22,2% Sering terlibat konflik yang dihadapi orang lain Ya 48,1% Tidak 51,9% Berdasarkan tabel 7 dapat diketahui kurang dari setengah jumlah responden . ,1%) sering kesulitan menyelesaikan konflik dan lebih . ,9%) mengalami kesulitan. Lebih dari setengah responden . ,9%) bersikap menyelesaikan konflik menggunakan problem solving, sebagian kecil responden . ,2%) menggunakan refleksi dan sebagian kecil lainnya menggunakan intuisi . ,9%). Dalam menghadapi konflik, lebih dari setengah jumlah responden . ,8%) sering mengalah dalam menyelesaikan konflik dan kurang dari setengahnya . ,2%) tidak mengalah. Untuk keterlibatan responden dalam konflik yang dihadapi orang lain didapat kurang dari setengah jumlah responden . ,1%) sering terlibat dihadapi orang lain dan lebih dari setengahnya . ,9%) tidak sering terlibat konflik yang dihadapi orang lain. Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diketahui persepsi awal sebagian besar mahasiswa mengenai konflik sebelum mengikuti mata kuliah Manajemen Konflik adalahnegatif sehingga mempengaruhi perilaku mahasiswa terhadap konflik diantaranya sering kesulitan CONCEPT - VOLUME 1. NO. DESEMBER 2022 Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. No. 4 Desember 2022 e-ISSN: 2963-5527. p-ISSN: 2963-5071. Hal 151-163 berdampak pada kondisi yang memengaruhi kehidupan sehari hari seorang individu. Tanpa responden disadari konflik memiliki nilai positif diantaranya meningkatkan kuantitas, penalaran tingkat tinggi, pemecahan masalah yang kreatif, dan sangat penting unuk perkembangan kognitif, sosial, serta mendorong perubahan. Hal ini sejalan dengan sebagian besar hasil angket yang menyatakan bahwa konflik membuat responden menjadi dewasa. Kesulitan dalam menghadapi konflik pun dihadapi responden sebelum mengikuti mata kuliah manajemen konflik disebabkan karena mereka belum dapat mengatasi emosi saat menghadapi konflik dan belum mengetahui keterampilan dalam menyelesaikan konflik. Halini terlihat dari penggunaan problem solving yang hanya kurang dari setengahnya responden . ,2%) menggunakannya. Keadaan ini sejalan dengan pilihan responden yang ingin cepat menyelesaikan konflik daripada memilih menggunakan problem solving yang dianggap membutuhkan proses berfikir yang mendalam. Problem solving sangat disarankan dalam menyelesaikan konflik karena menggunakan analisis kepentingan pihak yang berkonflik sehingga diperoleh hasil win win solution. Adapun langkah-langkah problem solving : menetapkan tujuan, pemetaan permasalahan, cari akar permasalahan, kembangkan hipotesis, analisis hipotesis, alernatif solusi, seleksi alternatif solusi, priorotas tindakan, dan kembangkan rencana implementasi. Dengan problem solving permasalahan dapat dipecahkan hingga ke permasalahan mendasar. Mahasiswa pada sebelum mengikuti mata kuliah Manajemen Konflik bersifat mengalah ketika menghadapi lawan dikarenakan mengalah adalah jalan terbaik dari pada berdebat dengan saling mempertahankan, padahal mengalah merupakan manajemen konflik memusnahkan dikarenakan terdapat kepentingan yang terabaikan. Perbedaan yang tajam ditemukan pada data setelah pembelajaran mata kuliah Manajemen Konflik. Persepsi sebagian besar mahasiswa akan dampak konflik menunjukkan konflik memberikan dampak positif. Melalui mata kuliah Manajemen Konflik mahasiswa memahami konflik memberikan dampak positif baik secara kognitif maupun sosial. Mahasiswa berlatih merespon konflik secara berprinsip dan mempraktekkan kemampuan dasar putusan konflik Praktek PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP KONFLIK DALAM PEMBELAJARAN MATA KULIAH MANAJEMEN KONFLIK DI PRODI MANAJEMENPENDIDIKAN ISLAM DI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SHIDDIQ JEMBER didalam kelas ini berdampak pada jumlah mahasiswa yang mengalami kesulitan ketika menghadapi konflik sebesar 48,1%, dimana sebelumnya mencapai 61,5%. Mahasiswa memerlukan latihan kemampuan persepsi dikarenakan jumlah mahasiswa yang tertekan dalam menghadapi konflik dan keadaan interaksi tidak sama seperti semula tidak mengalami penurunan yang signifikan. Putusan konflik bersifat indeginous yang artinya pencegahan dan Putusan konflik tidak dapat dipisahkan dari aktor, struktur, institusi, dan kultur dari mereka yang terlibat konflik. Oleh karena itu diperlukan habituasi didalam dan diluar kelas. Didalam kelas melalui pembelajaran Putusan Konflik dan diluar kelas dapat menggunakan pendekatan kader untuk permulaan yang dapat dikembangkan menjadi pendekatan komprehensif. pendekatan kader merupakan suatu pendekatan dimana hanya sejumlah kecil siswa yang dilatih dalam keterampilan resolusi konflik, sedangkan pendekatan komprehensif merupakan multi pendekatan yang digunakan untuk menanamkan nilai-nilai moral dan karakter terhadap peserta Kedua pendekatan tersebut dapat digunakan dalam mengurangi sugesti responden akan rasa kecemasan melukai perasaan lawannya didalam konflik sehingga menimbulkan keadaan tertekan dan cenderung mengalah saat menghadapi konflik. Terutama responden mayoritas Suku Sunda yang memang cenderung berkarakter lembut. Melalui pendekatan kader mereka dapat belajar bagaimana cara menghadapi konflik dengan mempertahankan kepentingannya namun di lain sisi lain menghormati kepentingan lawannya. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian di atas maka,dapat diketahui persepsi awal sebagian besar mahasiswa mengenai konflik sebelum mengikuti mata kuliah Manajemen Konflik adalahnegatif sehingga mempengaruhi perilaku mahasiswa terhadap konflik diantaranya sering kesulitan menghadapi konflik dan terdapat perasaan tertekan sehingga persepsi awal ini berdampak pada aspek psikologis. Tanpa responden disadari konflik memiliki nilai positif diantaranya meningkatkan kuantitas dan kualitas prestasi, penalaran tingkat tinggi, pemecahan masalah yang kreatif, dan sangat penting unuk perkembangan kognitif, sosial, psikologis, serta mendorong Hal ini sejalan dengan sebagian besar hasil angket yang menyatakan bahwa konflik membuat responden menjadi dewasa. CONCEPT - VOLUME 1. NO. DESEMBER 2022 Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. No. 4 Desember 2022 e-ISSN: 2963-5527. p-ISSN: 2963-5071. Hal 151-163 DAFTAR PUSTAKA