Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam e-ISSN: 3830-1420 Vol. No. : 507-517 http://urj. uin-malang. id/index. php/uajmpi Manajemen Program Prakerin Dalam Meningkatkan Kompetensi Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan Alma Damayanti Septiana Program Studi Manajemen Pendidikan Islam. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Indonesia almaseptiana7@gmail. ABSTRACT Internship programs are urgently needed in an effort to improve the competence of graduates in vocational secondary education institutions. Competence of qualified vocational high school (SMK) graduates will not be achieved except through the implementation of an apprenticeship program. One of the competency standards for graduating from vocational high schools (SMK) is with apprenticeship. The purpose of internship is to provide graduates for students so that they have the skills and character they have in working according to the demands of a job. Good internships will produce graduates who are competent according to the work experience students have had. This study aims to analyze apprenticeship programs conducted by vocational secondary education institutions to improve students' graduation competence in vocational high schools (SMK). The results of this study indicate that vocational secondary education institutions already have good apprenticeship program planning and then implement the existing programs so that they have a positive impact and can be directly observed regarding increasing student graduation by having competencies according to their Keywords: Manajement. Intership Program. Graduation Competency ABSTRAK Program prakerin sangatlah dibutuhkan dalam upaya meningkatkan kompetensi lulusan di lembaga pendidikan menengah kejuruan. Kompetensi lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) yang berkualitas tidak akan tercapai kecuali melalui pelaksanaan program prakerin. Salah satu standar kompetensi kelulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) dengan prakerin. Tujuan prakerin ialah memberikan lulusan bagi siswa sehingga mempunyai keterampilan serta karakter yang dimiliki dalam bekerja sesuai dengan tuntutan di suatu pekerjaan. Prakerin yang baim akan menghasilkan lulusan yang berkompeten sesuai dengan pengalaman pekerjaan yang pernah dialami oleh siswa. Lokasi dari penelitian ini yakni SMK S Mahardika Karangploso Kabupaten Malang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis program prakerin yang dilakukan oleh lembaga pendidikan menengah kejuruan untuk meningkatkan kompetensi kelulusan siswa di sekolah menengah kejuruan (SMK). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa SMK S Mahardika Karangploso Kabupaten Malang telah memiliki perencanaan program prakerin yang baik dan kemudian mengimplementasikan program Ae program yang telah ada ditetapkan sehingga memiliki dampat positif dan dapat diamati secara langsung mengenai peningkatan kelulusan siswa dengan memiliki kompetensi sesuai dengan bidangnya. Kata-Kata Kunci: Manajemen. Program Prakerin. Kompetensi Lulusan Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. PENDAHULUAN Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan transformasi yang berpengaruh dalam aspek kehidupan manusia. Hal ini ditandani dengan meningkatnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang memberikan kedudukan yang baik dalam persaingan di lembaga pendidikan yang berkualitas. Untuk menanggapi perihal tersebut, maka diperlukan SDM yang berkompetensi sesuai bidangnya untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin meningkat . Sumber Daya Manusia (SDM) ialah salah satu hal terpenting untuk lembaga pendidikan yang terus meningkatkan kualitasnya. Dalam suatu lembaga pendidikan, berfungsi sebagai suatu penggerak untuk perkembangan di lembaga Sumber Daya Manusia (SDM) mendapatkan pelatihan sehingga mampu menjadi pribadi yang unggul dan berkualitas. Untuk mendapatkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas maka dapat dilakukan dengan ketercapaiannya pengembangan SDM Oleh karena itu, peningkatan mutu Sumber Daya Manusia perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas supaya terciptanya visi, misi dari tujuan lembaga pendidikan tersebut. Bentuk pendidikan memiliki pengaruh terhadap mutu dari setiap lembaga Menurut Ahmad D. Marimba dan Mahmud menyatakan mengenai pendidikan merupakan bimbingan dalam bentuk jasmani dan rohani sehingga mewujudkan kepribadian dan karakter demi sikap nyata yang bermanfaat dalam kehidupan Pendidikan adalah serangkaian proses pembelajaran yang harus diikuti oleh setiap orang supaya mencapai suatu kehidupan yang baik. Hasil pencapaian tersebut dengan menciptakan sumber data manusia yang berkompetensi baik hardskill maupun softskill dan tuntutan pembangunan . Pendidikan memiliki tujuan untuk membekali materi mata pelajaran dan skill, sehingga penanaman nilai Ae nilai dan karakter mempunyai peranan penting dalam dunia kerja Mengacu dari tujuan pendidikan menengah kejuruan, lembaga pendidikan harus mengupayakan dalam pengembangan terhadap potensi lulusan peserta didik. Pengembangan potensi tersebut dikembangkan dengan adanya komponen pendukung dalam sistem pembelajarannya. Komponen pendukung tersebut yaitu sarana dan prasarana, kurikulum, biaya, pendidik serta praktik baik di lembaga pendidikan maupun industri. Siswa harus memiliki kompetensi keahlian yang baik sehingga proses kegiatan pembelajaran dilaksanakan di dalam sekolah melalui kegiatan pembelajaran teori serta praktik dan perusahaan yang memberikan praktik kerja nyata. Salah satu standar kompetensi kelulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah praktik kerja industri. Tujuan praktik kerja industri merupakan untuk memberikan lulusan kepada siswa sehingga memiliki keterampilan serta karakter yang dimiliki dalam bekerja sesuai dengan tuntutan di suatu pekerjan. Praktik Kerja Indutri yang baik akan menghasilkan lulusan yang berkompeten sesuai dengan pengalaman pekerjaan yang pernah dialami oleh siswa. Dengan demikian, pelaksanaan prakerin oleh siswa harus sesuai dengan kondisi yang nyata dalam pekerjaan yang ada di dalam dunia kerja. Pada alumni Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) harus dibekali dengan pengalaman dan kompetensi praktik dalam dunia kerja, sehingga pada saat lulusan siswa bisa siap untuk bekerja. Dengan demikian, lembaga pendidikan harus membangun hubungan yang baik dengan dunia Adapun permasalahan timbul yang berkaitan dengan manajemen prakerin yang dibuktikan melaui peneliti melalui observasi di SMK S Mahardika Karangploso Kabupaten Manajemen Program Prakerin Dalam Meningkatkan Kompetensi Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan Alma Damayanti Septiana Malang, diantaranya: . Proses perencanaan masih belum mengadakan pertemuan yang antara pihak lembaga pendidikan dengan pihak industri sehingga berdampak pada persiapan apa yang dibutuhkan oleh industri. Proses pelaksanaan belum ada hubungannya dengan kegiatan pembelajaran di lembaga pendidikan. Evaluasi hasil pelaksanaan prakerin masih belum dikatahui kependidikan oleh isntruktur . Hasil Monitoring dan evaluasi dalam pelaksananaan prakerin belum ada pelaporannya sehingga upaya pengembangan pelaksanaan prakerin sesuai visi sekolah masuk belum terlihat. KAJIAN LITERATUR Pengertian Prakerin Berdasarkan Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang tertuang dalam Dikmenjur . mendeskripsikan bahwa prakerin adalah pola penyelengaraan kegiatan diklat yang dikelola secara bersama-sama oleh pihak SMK dengan pihak industri/asosiasi profesi sebagai institusi pasangan (IP), dan dijabarkan mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan hingga sampai pada tahap evaluasi dan sertifikasi yang kemudian menjadi satu kesatuan program dengan menggunakan berbagai bentuk alternatif dalam pelaksanaannya, seperti day realese, block realese dan sebagainya. Kemudian Made Wena . juga berpendapat bahwa prakerin adalah proses pendidikan yang mana memanfaatkan dua lingkungan belajar baik di sekolah maupun di luar sekolah. Prakerin merupakan sebuah kegiatan pendidikan yang terdiri dari pembelajaran dan pelatihan di bidang usaha dan industri yang bertujuan untuk meningkatkan mutu peserta didik di Sekolah Menengah Kejuruan. Selain itu, praktik kerja industri (Prakeri. juga merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan di bidang keahlian kejuruan yang memadukan program pendidikan di sekolah dan program penguasaan keahlian yang biasanya di peroleh secara langsung melalui kegiatan kerja secara langsung di dunia usaha secara sinkron, sistematik, dan tertarah melalui program pendidikan di sekolah, terarah untuk mencapai suatu tingkat keahlian profesional tertentu. Dari pengertian di atas ada dua pihak yang terlibat yaitu Lembaga Pendidikan Pelatihan dan Lapangan Kerja . ndustri/perusahaa. atau instansi tertentu yang mana mereka secara bersama-sama menyelenggarakan sebuah program pendidikan dan pelatihan yang bermanfaat untuk peserta didik. Kedua belah pihak ini sangat sungguh-sungguh untuk bertanggung jawab dan terlibat secara langsung mulai dari tahap perencanaan program, penyelenggaraan, hingga pada tahap penilaian dan penentuan kelulusan siswa, serta upaya pemasaran Tujuan dari diadakannya program PRAKERIN adalah : Mengimplementasikan materi yang selama ini didapatkan di sekolah. Membentuk pola pikir yang membangun bagi siswa-siswi PRAKERIN. Melatih siswa untuk berkomunikasi/ berinteraksi secara profesional didunia kerja yang Membentuk semangat kerja yang baik bagi siswa-siswi PRAKERIN. Menambah dan mengembangkan ilmu pengetahuan dasar yang dimiliki oleh siswasiswi PRAKERIN sesuai bidang masing-masing. Menambah jenis keterampilan yang dimiliki oleh siswa agar dapat dikembangkan dan di Implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. Menjalin kerjasama yang baik antara sekolah dengan dunia industri maupun dunia Pengertian Standar Kompetensi Lulusan Kompetensi adalah kemampuan untuk berfikir, bersikap, dan bertindak secara terus menerus sebagai bentuk perwujudan dari pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dimiliki oleh masing-masing peserta didik (Rusman, 2012, h. Kompetensi dapat diistilahkan sebagai perpaduan dari keterampilan, pengetahuan, nilai, dan sikap yang kemudian direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak (Muhammad Joko Susilo, 2012, h. Kompetensi juga masih berkaitan dengan standar yang mana individu dapat disebut kompeten atau mampu pada bidangnya, apabila memiliki kemampuan dalam hal kognitif, afektif, psikomotorik, serta memiliki hasil pekerjaan yang sesuai ukuran seperti yang telah ditargetkan dan disetujui oleh suatu badan institusi atau pemerintahan. Kompetensi juga merupakan gabungan dari sikap, wawasan, dan keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang guru, dimana guru harus memiliki kompetensi pada aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan, yang mana ini nanti akan dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan dan ditentukan sejak awal pembelajaran. Kompetensi juga diterima melewati proses training, jenjang pendidikan, dan belajar perseorangan dengan menggunakan berbagai sumber yang ada. Kompetensi lulusan adalah kualifikasi lulusan yang mana di dalamnya juga mencakup sikap, wawasan, dan keterampilan yang dimiliki peserta didik sesuai dengan standar nasional yang telah ditentukan dan disepakati. Standar Kompetensi Lulusan (SKL) sebagaimana yang dimaksud dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005. Pasal 1 ayat . adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan. Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah umum bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Standar Kompetensi Lulusan (SKL) digunakan sebagai pedoman atau petunjuk penilaian dalam proses penentuan kelulusan peserta didik dalam satuan pendidikan. Standar Kompetensi Lulusan meliputi seluruh kompetensi mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran (E. Mulyasa, 205, h. Adapun fungsi dari Standar Kompetensi Lulusan (SKL), sebagai berikut: Pedoman penilaian dalam menentukan kelulusan peserta didik,dari satuan pendidikan. Standar pada jenjang pendidikan dasar bertujuan untuk meletakkan dasar pengetahuan, kecerdasan, akhlak mulia, kepribadian, dan ketrampilan untuk bisa hidup secara mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Standar pada satuan pendidikan menengah umum bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta ketrampilan untuk hidup Transliterasi Manajemen Program Prakerin Dalam Meningkatkan Kompetensi Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan Alma Damayanti Septiana Transliterasi Arab-Latin menggunakan keputusan bersama Menteri Agama RI dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI no. 158 tahun 1987 dan no. 0543b/U/1987 sebagai berikut: a, b, t, ts, j, h, kh, d, dz, r, z, s, sy, sh, dl, th, zh. Ao, gh, f, q, l, m, n, w, h. Ao, y. Untuk vokal panjang: y y y METODE Paradigma penelitian ini menggunakan penelitian pendekatan kualitatif yaitu jenis penelitian yang membutuhkan pengumpulan data secara langsung di objek penelitian. Penelitian di lapangan merupakan kegiatan untuk memperoleh informasi melaui kegiatan berinetraksi secara langsung dengan mendatangi objek yang akan dijadikan bahan Penelitian ini dilakukan melalui data primer yang terdiri dari hasil observasi dan wawancara serta ditunjang dengan data sekunder dari dokumen sekolah yang relevan. Penelitian juga melakukan pengecekan keabsahan data dengan teknik sbowbal dan teknik purpose sampling. Peneliti melakukan penelitian di SMK S Mahardika Karangploso Kabupaten Malang. Peneliti melakukan peneyelidikan secara langsung mengenai bagaimana manajemen yang dilaksankan oleh sekolah dalam kegiatan prakerin sehingga peneliti memperoleh data dan informasi sesuai dengan fakta yang ada. Peneliti melaksanakan objek penelitian di SMK S Mahardika Karangploso. Dalam hal ini, peneliti melaksanakan penyelidikan secara langsung tentang bagaimana pelaksanaan manajemen di lembaga dalam kegiatan praktik kerja industri sehingga peneliti memperoleh data dan informasi yang jelas sesuai dengan ketersediaan fakta yang ada dan nyata. HASIL Berdasarkan paparan data mengenai Manajemen Program Prakerin Dalam Meningkatkan Kompetensi Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan Di Smk S Mahardika Karangploso dapat disimpulkan dengan beberapa hasil sebagai berikut: Perencanaan Manajemen Prakerin Perencanan di SMK S Mahardika Karangploso diantaranya yaitu: Pemilahan Kompetensi dan Pemilahan Industri Makna pemilahan kompetensi di SMK S Mahardika Karangploso yaitu menganalisis Kompetensi Dasar (KD) dan pokok pembelajaran dalam kompetensi kejuruan. Penetapan industri memberikan fungsi atau tujuan mendapatkan instuisi KD, sehingga memperoleh objek yang tepat untuk melakukan kerja sama. Dengan demikian bisa diaplikasikan melalui pertimbangan sumber daya yang diperoleh antara lembaga pendidikan dengan pihak Kompetensi Dasar (KD) praktik dapat diberikan guru melalui kegiatan belajar oleh pelajar dalam tindakan prakerin dengan pertimbangan sumber daya yang didapatkan di setiap pihak dengan diperoleh dengan jelas. Dengan mempertimbangkan ketersediaan sumber daya yang dimiliki setiap pihak memperoleh penjelasan mengenai Kompetensi Dasar dan kegiatan praktikum yang bisa diperoleh siswa dengan tindakan prakerin. Penyusunan Program Prakerin Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. Berdasarkan penetapan industri. SMK S Mahardika Karangploso menyusun program prakerin yang di dalamnya memuat sejumlah KD untuk memberikan apa saja yang akan diperoleh dan dipelajari siswa di industri. Perancangan program prakerin memerlukan perhatian dalam mempersiapkan siswa untuk tepat sasaran. Hal ini, bertujuan supaya dalam pelaksanaan siswa tepat sesuai standar yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran siswa melalui kegiatan prakerin. Pembekalan Peserta Prakerin Pembekalan oleh sekolah di SMK S Mahardika Karangploso kepada siswa bertujuan untuk memberikan ilmu kepada siswa dalam pelaksanaan prakerin melalui pemahaman mengenai hal apa saja yang harus dikerjakan di lokasi industri. Selain itu, dibekali materi tentang karakter budaya kerja di perusahaan, aturan kerja, menyusun jurnal sesuai pedoman, membuat dokumen portofolio, dan penilaian prakerin. Pembekalaan peserta ini memiliki tujuan yaitu agar peserta diberikan pemahaman mengenai tindakan yang wajib dilaksanakan di objek prakerin. Tujuan lain dari pembekalan ini yaitu memberikan materi kepada peserta didik tentang karakteristik budaya yang di industri, aturan kerja, menyusun jurnal, membuat dokumen berupa portofolio, dan evaluasi dengan memberikan penilaian Dengan adanya perencanaan program prakerin di SMK S Mahardika Karangploso akan memberikan dampak positif baik bagi pihak sekolah dan pihak industri. Perencanaan program prakerin memberikan arahan yang baik untuk sekolah dan industri. Perencanaan program prakerin sebagai panduan atau pedoman untuk melaksanakan kegiatan prakerin dalam dunia industri sehingga mencapai tujuan yang jelas. Kegiatan perencanaan program prakerin mempunyai sinkronisasi antara pihak sekolah dan industri, keduanya memiliki hubungan yang bermutualime antara kedua belah pihak. Perencanaan bisa dilakukan melalui sosialisasi prakerin yaitu memberikan arahan kepada siswa bagaimana pelaksanaan prakerin di industri. Perencanaan yang tepat akan memperoleh tujuan atau hasil yang baik dan berhasil sesuai program. Pelaksanaan Manajemen Prakerin Pelaksanaan program prakerin di SMK S Mahardika Karangploso diantaranya: Jurnal Kegiatan Prakerin Dalam jurnal kegiatan prakerin di SMK S Mahardika Karangploso, siswa diharuskan untuk menyusun jurnal dalam kegiatan prakerin. Pembuatan jurnal harus lengkap sesuai dengan pokok-pokok pembelajaran atau berbagai jenis pekerjaan yang sudah diberikan oleh pembimbing tempat prakerin dengan mencatat mengenai kegiatan apa saja yang sudah dilaksanakan selama prakerin di industri. Dokumentasi Portofolio Dokumentasi portofolio disusun oleh siswa dengan berkonsultasi pembimbing institusi di industri. Peserta didik membuat dokumentasi portofolio yang dilaksanakan melalui kegiatan praktik di lapangan dengan mencatat semua kegiatan prakerin untuk penunjang dalam proses pembelajaran di tempat magang melalui jurnal kegiatan. Dokumentasi mempunyai tujuan yakni bahan untuk menilai dan mengevaluasi siswa. Dokumentasi memiliki tatanan di dalamnya yang memuat halaman judul, pengesahan. Manajemen Program Prakerin Dalam Meningkatkan Kompetensi Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan Alma Damayanti Septiana daftar isi, daftar gambar selama kegiatan prakerin, bab pendahuluan, bab isi yang memberikan penjelasan mengenai proses dan perolehan hasil belajar di industri. Pelaksanaan prakerin ialah bentuk wujud atau nyata dari tindakan yang sudah direncanakan dalam proses perencanaan. Pelaksanaan ialah proses suatu tindakan dalam menentukan keberhasilannya tujuan atau program tersebut. Jika pelaksanaannya terlaksana dengan baik maka hasil dari proses pelaksanaan juga akan baik. Bagi siswa SMK S Mahardika Karangploso, pelaksanaan prakerin merupakan program yang wajib Dengan adanya pelaksanaan prakerin, peserta didik bisa mengambil banyak keuntungan, baik dari bentuk fisik ataupun non-fisik. Untuk fisik, siswa bisa bekerja langsung terkait dengan kompetensinya sedangkan non-fisik siswa dapat mempelajari budaya-budaya kerja yang ada di dalam institusi. Evaluasi Manajemen Prakerin Berikut evaluasi atau penilaian dari program praktik kerja industri di SMK S Mahardika Karangploso, diantaranya: Penilaian Siswa Dalam penilaian peserta didik di SMK S Mahardika Karangploso yang melaksanakan prakerin maka penilaian dinilai langsung oleh pamong di lapangan dengan instrumen penilaian yang sudah disediakan pihak sekolah. Penilaian siswa dalam melaksanakan prakerin meliputi aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Penilaian di lembaga pendidikan kejuruan sesuai dengan pedoman penilaiannya yaitu perencanaan yang berisikan pembuatan kisi-kisi indikator pencapaian keterampilan dan prosedur dalam membuat instrumen penilaian, pelaksanaan melalui kegiatan mengambil dan mengolah nilai yang diperoleh selama serangkaian berlangsung dan terakhir merupakan penindaklanjutan penilai berupa pelaporan nilai dari siswa ke dalam rapor siswa. Pemberian Sertifikat Prakerin Pemberian sertifikat di SMK S Mahardika Karangploso oleh pihak industri kepada peserta prakerin sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 36 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Pemagangan di Dalam Negeri Pasal 19, menyatakan bahwa: Peserta pemagangan yang telah memenuhi standar kompetensi yang ditentukan oleh perusahaan diberikan sertifikat pemagangan. Dalam hal pemagangan yang tidak memenuhi standar kompetensi yang ditentukan oleh perusahaan diberikan surat keterangan telah mengikuti pemagangan. Pelaporan Nilai Prakerin dalam Raport Di dalam penilaian siswa di SMK S Mahardika Karangploso berupa rapor pelajar, sehingga nilai dari hasil prakerin juga dicantumkan di dalam raport sebagai nilai prakerin. Penilaian prakerin terdapat nilai karakter pelajar . angat baik, baik dan cukup bai. dan penilaian kompetensi dalam bekerja. Nilai raport prakerin merupakan realisasi pendidikan sistem ganda dengan formulasi memperhitungkan nilai mata pelajaran dan penilaian kompetensi yang dilaksanakan sesuai standar penilai SMK tahun 2015 seperti yang dilakukan untuk mata pelajaran bidang keahlian lainnya. Pimpinan sekolah dan industri mempertimbangkan jumlah KD dan waktu pelaksanaan pembelajaran masing-masing KD Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. untuk bobot penilaian. Sehingga dalam satu semester semua KD dipelajari saat prakerin sehingga pengambilan nilai mata pelajaran semuanya dari nilai PKL. Unsur dalam penilaian prakerin siswa realisasi pendidikan sistem ganda diperoleh dari nilai pembimbing industri meliputi nilai sikap, pengetahuan, dan keterampilan pada setiap KD yang dipelajari pelajar di industri. Nilai pembimbing sekolah meliputi nilai sikap, pengetahuan dan keterampilan pada setiap KD yang dipelajari siswa di sekolah. Dengan adanya evaluasi prakerin di SMK S Mahardika Karangploso memberikan manfaat yang baik bagi siswa, sekolah dan industri. Evaluasi prakerin memberikan kepastian mengenai keberhasilan kegiatan prakerin dan memberikan masukan antar kedua belah pihak, baik dari pihak sekolah dan industri terkait dengan pelaksanaan program Bagi industri evaluasi diberikan berguna untuk melihat kompetensi dari peserta Jika ada bahan atau sesuatu yang baru dari siswa mengenai keahliannya, maka bisa bekerja sama atau merekrut langsung peserta didik tersebut. Bagi sekolah evaluasi sangat penting dilakukan karena untuk melihat bagaimana peserta didik terjun langsung selama pelaksanaan prakerin di industri. PEMBAHASAN Berdasarkan paparan data mengenai Manajemen Program Prakerin Dalam Meningkatkan Kompetensi Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan Di Smk S Mahardika Karangploso dapat disimpulkan dengan beberapa pembahasan sebagai berikut: Perencanaan Manajemen Prakerin Perencanaan manajemen prakerin di SMK S Mahardika Karangploso melibatkan beberapa tahapan penting yang mendukung keberhasilan program prakerin. Berdasarkan pandangan Hamzaah B. Uno, perencanaan tidak hanya melibatkan penetapan langkahlangkah praktis tetapi juga pembentukan wawasan dan asumsi masa depan untuk mengarahkan kegiatan secara efektif. Sukarni menambahkan bahwa perencanaan harus memiliki dua peranan utama: pertama, sebagai upaya sistematis dalam menyusun kegiatan yang akan mencapai target dengan mempertimbangkan sumber daya yang tersedia, dan kedua, sebagai tindakan untuk mengarahkan sumber daya dalam mencapai target yang telah ditetapkan. Dalam konteks SMK S Mahardika Karangploso, pemilahan kompetensi dan industri dilakukan dengan menganalisis Kompetensi Dasar (KD) dan pokok pembelajaran. Ini memungkinkan sekolah untuk menentukan industri yang sesuai dengan KD yang relevan, memastikan bahwa siswa dapat memanfaatkan sumber daya yang ada dengan optimal selama prakerin. Penyusunan program prakerin yang memuat sejumlah KD bertujuan untuk memastikan bahwa siswa mempelajari hal-hal yang relevan dan sesuai dengan standar Pembekalan peserta prakerin juga merupakan bagian integral dari perencanaan. Pembekalan ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam kepada siswa tentang apa yang diharapkan selama prakerin, termasuk karakter budaya kerja, aturan kerja, serta penilaian yang akan diterima. Ini memastikan bahwa siswa siap menghadapi tantangan di tempat industri dan dapat memanfaatkan pengalaman prakerin secara maksimal. Manajemen Program Prakerin Dalam Meningkatkan Kompetensi Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan Alma Damayanti Septiana Perencanaan yang matang di SMK S Mahardika Karangploso menunjukkan bahwa ada sinkronisasi yang baik antara sekolah dan industri. Sosialisasi prakerin dilakukan untuk mengarahkan siswa tentang pelaksanaan di industri, dan perencanaan yang baik berpotensi memberikan hasil yang positif bagi semua pihak yang terlibat. Pelaksanaan Manajemen Prakerin Pelaksanaan prakerin di SMK S Mahardika Karangploso merupakan implementasi nyata dari rencana yang telah disusun. Sukarni menyebutkan bahwa pelaksanaan harus mewujudkan perencanaan menjadi kegiatan yang konkret untuk mencapai target. Dalam hal ini, bimbingan dari pimpinan industri dan guru pamong sangat penting untuk memastikan bahwa siswa mendapatkan pengalaman yang sesuai dengan tujuan prakerin. Jurnal kegiatan prakerin dan dokumentasi portofolio merupakan dua alat penting dalam pelaksanaan prakerin. Jurnal kegiatan memungkinkan siswa untuk mencatat dan melaporkan berbagai aktivitas yang dilakukan selama prakerin, sementara dokumentasi portofolio membantu dalam proses evaluasi dengan menyajikan bukti konkrit dari kegiatan yang dilakukan di lapangan. Kedua elemen ini berfungsi untuk menilai dan mengevaluasi hasil prakerin serta mendukung proses pembelajaran. Pelaksanaan prakerin di SMK S Mahardika Karangploso menunjukkan bahwa siswa mendapatkan keuntungan baik dari segi fisik maupun non-fisik. Secara fisik, siswa mendapatkan pengalaman langsung terkait kompetensi yang dipelajari, sementara secara non-fisik, siswa belajar tentang budaya kerja di industri, yang memperkaya pengalaman prakerin mereka. Evaluasi Manajemen Prakerin Evaluasi program prakerin di SMK S Mahardika Karangploso bertujuan untuk menilai efektivitas program dan memberikan umpan balik yang berguna untuk perbaikan. Menurut Ari Kunto, evaluasi melibatkan pengumpulan data dan informasi ilmiah untuk menentukan keberhasilan program dan membuat keputusan berbasis informasi. Penilaian siswa dilakukan langsung oleh pamong di lapangan, mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Pemberian sertifikat dan pelaporan nilai prakerin dalam rapor juga merupakan bagian dari evaluasi, memberikan gambaran jelas tentang pencapaian siswa selama prakerin. Sertifikat diberikan kepada siswa yang memenuhi standar kompetensi, sedangkan siswa yang belum memenuhi standar akan mendapatkan surat Evaluasi prakerin memberikan manfaat yang signifikan bagi semua pihak yang Bagi siswa, evaluasi memastikan bahwa mereka mendapatkan umpan balik yang konstruktif dan dapat melihat perkembangan mereka. Bagi sekolah, evaluasi membantu menilai efektivitas program prakerin dan memberikan wawasan untuk perbaikan. Bagi industri, evaluasi memberikan kesempatan untuk menilai kompetensi peserta didik dan mempertimbangkan kemungkinan kerja sama atau rekrutmen di masa depan. Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. SIMPULAN Lembaga pendidikan yang mengaplikasikan program prakerin merupakan lembaga pendidikan yang memiliki perencanaan manajemen dalam meningkatkan kompetensi kelulusan yang baik. Pertama. Perencanaan program prakerin di SMK S Mahardika Karangploso yaitu . pemilahan Kompetensi dan Pemilahan Industri yaitu menganalisis Kompetensis Dasar (KD) dan pokok pembelajaran dalam kompetensi kejuruan, penetapan industri memberikan fungsi atau tujuan mendapatkan instuisi KD, sehingga memperoleh objek yang tepat untuk melakukan kerja sama. Penyusunan Program Prakerin yaitu SMK S Mahardika Karangploso menyusun program prakerin yang di dalamnya memuat sejumlah KD untuk memberikan apa saja yang akan diperoleh dan dipelajari siswa di industri. Perancangan program prakerin memerlukan perhatian dalam mempersipkan siswa untuk tepat sasaran. Pembekalan oleh sekolah di SMK S Mahardika Karangploso kepada siswa bertujuan untuk memberikan ilmu kepada siswa dalam pelaksanaan prakerin melalui pemahaman mengenai hal apa saja yang harus dikerjakan di lokasi industri. Selain itu, dibekali materi tentang karakter budaya kerja di perusahaan, aturan kerja, menyusun jurnal sesuai pedoman, membuat dokumen portopolio, dan penilaian prakerin. Pembekalaan peserta ini memiliki tujuan yaitu agar peserta diberikan pemahaman mengenai tindakan yang wajib dilaksanakan di objek prakerin. Kedua. Pelaksanaan program prakerin di SMK S Mahardika Karangploso diantaranya: . jurnal kegiatan prakerin di SMK S Mahardika Karangploso, siswa diharuskan untuk menyusun jurnal dalam kegiatan prakerin. Dokumentasi portofolio disusun oleh siswa dengan berkonsultasi pembimbing institusi di industri. Peserta didik membuat dokumentasi portofilo yang dilaksanakan melalui kegiatan praktik di lapangan dengan mencatat semua kegiatan prakerin untuk penunjang dalam proses pembelajaran di tempat magang melalui jurnal kegiatan. Dokumentasi mempunyai tujuan yakni bahan untuk menilai dan mengevaluasi Ketiga. Evaluasi prakerin di SMK S Mahardika Karangploso diantaranya: . peserta didik di SMK S Mahardika Karangploso yang melaksanakan prakerin maka penilaian dinilai langsung oleh pamong di lapangan dengan instrumen penilaian yang sudah disediakan pihak sekolah. Penilaian siswa dalam melaksanakan prakerin meliputi aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Pemberian sertifikat di SMK S Mahardika Karangploso oleh pihak industri kepada peserta prakerin sesuai dengan Peraturan Menteri Teenaga Kerja Nomor 36 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Pemagangaan di Dalam Negeri Pasal 19. Dengan adanya evaluasi prakerin di SMK S Mahardika Karangploso memberikan manfaat yang baik bagi siswa, sekolah dan industri. Evaluasi prakerin memberikan kepastian mengenai keberhasilan kegiatan prakerin dan memberikan masukan antar kedua belah pihak, baik dari pihak sekolah dan industri terkait dengan pelaksanaan program prakerin. REFERENSI