e-ISSN: 2657-1064 Potensi SI WUWU ARENG GETHAK (Kesenian Wayang Kulit Wuluhan dan Tari Topeng Getha. sebagai Media Preventif Stop Stigma Disabilitas Remaja dan Kusta Berbasis Kearifan Lokal Pandalungan Riski Hidayaturrohkim1. Echi Agnes Claudia2. Hafifah Hasan3. Dini Kurniawati4 Fakultas Keperawatan. Universitas Jember. Jl. Kalimantan No. 37 Sumbersari Jember Departemen keperawatan Maternitas dan Anak. Fakultas Keperawatan. Universitas Jember. Jl. Kalimantan No. 37 Sumbersari Jember riskihidayatur28@gmail. Abstrak Disabilitas diartikan sebagai hasil interaksi dari keterbatasan individu dengan lingkunganya, bukan hanya fisik dan jiwa tetapi berdampak keterbatasan aktivitas dan hambatan partisipasi. Tujuan penulisan untuk mengetahui potensi program Si Wuwu Areng Gethak sebagai media preventif stop stigma penyandang disabilitas remaja dan kusta berbasis kearifan lokal pandalungan. Metode penulisan menggunakan kajian pustaka melalui literatur database elektronik kemudian dilakukan sintesis sesuai tujuan penulisan. penyandang disabilitas remaja lebih rentan mengalami kasus bullying oleh teman sebayanya sedangkan disabilitas kusta mereka mengalami kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan karena malu dan terisolasi sosial. Gagasan program Si Wuwu Areng Gethak merupakan pemanfaatan kesenian pandalungan madura sebagai media preventif stop stigma penyandanga disabilitas remaja dan kusta. Hasil Analisa SWOT menunjukkan persentase daya dorong sebesar 74,13% bersifat sub kondusif untuk diimplementasikan. Harapannya gagasan program ini dapat diimplementasikan melalui kolaborasi anatara pihak akademisi dengan sinergitas lintas sektor pendidikan dan promosi kesehatan. Kata Kunci: Kesenian Pandalungan. Promosi kesehatan. Stigma disabilitas Abstract Disability is defined as the result of the interaction of individual limitations with their environment, not only physically and mentally but impacting activity limitations and barriers to participation. The purpose of writing is to find out the potential of the Si Wuwu Areng Gethak program as a preventive medium to stop the stigma of youth with disabilities and leprosy based on Pandalungan local wisdom. The writing method uses a literature review through electronic database literature and then synthesis is carried out according to the purpose of writing. adolescents with disabilities are more prone to experiencing cases of bullying by their peers, while those with leprosy have difficulties accessing health services because of shame and social isolation. The idea of the Si Wuwu Areng Gethak program is the utilization of Pandalungan Madura art as a preventive medium to stop the stigma of persons with disabilities, youth, and leprosy. The results of the SWOT analysis show that the percentage of driving force of 74. 13% is sub-conducive to implementation. It is hoped that the idea of this program can be implemented through collaboration between academics and cross-sectoral synergy in education and health promotion Keywords: Pandalungan art, health promotion, disability stigma Pendahuluan Disabilitas merupakan hasil interaksi dari keterbatasan individu dengan lingkungannya, bukan hanya fisik dan jiwa tetapi keterbatasan aktivitas, hambatan partisipasi serta faktor E-Jurnal Widya Kesehatan Vol. No. Bulan: Mei Tahun 2024 e-ISSN: 2657-1064 lingkungan juga (Infodatin, 2. Berdasarkan Riskesdas tahun 2018 mendapatkan 3,3% anak usia 5 Ae 17 tahun menyandang disabilitas. Proporsi disabilitas pada usia 15 Ae 17 tahun lebih tinggi yaitu 4,2% daripada usia 5 Ae 9 tahun . ,5%) dan kelompok usia 10 Ae 24 tahun . ,5%). Kusta merupakan penyakit Mycobacterium leprae yang menyerang pada bagian saraf tepi, mukosa saluran pernapasan atas dan lesi pada kulit. Permasalahan fisik yang muncul pada pasien kusta adalah lagophthalmos, absorbsi, kebutaan, kelainan fisik, mutilasi, jari keriting . law han. , kaki semper serta infeksi sekunder pada luka yang dialami (Eldiansyah. Wantiyah, & Siswoyo, 2. Keterbatasan fisik tersebut dapat menimbulkan stigma perlakuan diskriminatif oleh masyarakat dalam kehidupan sehari Ae hari. Disabilitas dan kusta tidak bisa dipisahkan karena mempunyai hubungan erat, dalam isu stigma dan diskriminasi. Hal tersebut berdampak pada penyandang disabilitas kusta akan kesulitan dalam menjalin relasi sosial dan akses layanan Untuk mengurangi stigma yang beredar di masyarakat dibutuhkan pendekatan promosi kesehatan berbasis pemanfaatan potensi kebudayaan lokal. Pandalungan adalah kebudayaan yang tumbuh di masyarakat sebagai penanda penggunaan bahasa sehari Ae hari yaitu percampuran bahasa Jawa dan Madura (Saputri, 2. Jember adalah salah satu kota pusat kebudayaan Pandalungan. Kesenian Wayang kulit wuluhan dan tari topeng gethak menjadi kesenian yang diminati di kalangan masyarakat agraris. Sehingga berpotensi menjadi media atau kekuatan dalam mengubah nilai serta perilaku masyarakat Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui potensi Si Wuwu Areng Gethak sebagai media preventif stop stigma penyandang disabilitas remaja dan kusta berbasis kearifan lokal di wilayah masyarakat pandalungan. selain itu jug diuraikan terkait analisis masalah, konsep solusi yang ditawarkan, potensi berdasarkan analisis SWOT dan rancangan implementasi program. II. Metode Penelitian Metode penulisan menggunakan kajian pustaka. Pengumpulan literatur didapatkan dari database elektronik kemudian dilakukan sintesis sesuai tujuan Tahapan penulisan dimulai dengan penentuan masalah, menentukan tujuan dari solusi yang ditawarkan, pengumpulan data dari berbagai sumber berdasarkan latar belakang serta yang terakhir adalah interpretasi hasil Analisa. Hasil dan Pembahasan Analisis Masalah Penyimpangan memberikan pengaruh terhadap penilaian seseorang terhadap seorang remaja. Identitas yang dimiliki remaja karena kekurangan bentuk tubuh ini mungkin Perundungan dapat terjadi pada siswa normal, maka perundungan memiliki tendensi lebih besar terjadi pada siswa yang memiliki kebutuhan khusus atau tidak normal baik secara fisik maupun normal (Roziqi, 2. Stigma kusta kerap disebut penyakit kutukan tuhan. Kusta menyebabkan deformitas yang menyebabkan perubahan E-Jurnal Widya Kesehatan Vol. No. Bulan: Mei Tahun 2024 e-ISSN: 2657-1064 bentuk tubuh. Adanya diskriminasi dari disabilitas kusta cenderung hidup sendiri dan tidak ikut serta dalam kegiatan social. Dari segi ekonomi, penderita kusta sering keterbatasan dalam melakukan pekerjaan. Hal-hal mempengaruhi tingkat kualitas hidup (Tarigan, 2. Kusta menimbulkan stigma yang besar di masyarakat yang psikososial (Jufrizal & Nurhasanah. Konsep Si Wuwu Areng Gethak sebagai Media PRESS DISTA (Preventif Stop Stigma Penyandang Disabilitas Remaja dan Kust. Si Wuwu Areng Gethak merupakan gagasan inovasi program pemanfaatan kesenian pandalungan sebagai media pencegahan bagi penyandang disabilitas remaja dan kusta. Seni pertunjukkan dikemas dengan penyajian bahasa madura dan jawa sehingga mudah dipahami oleh masyarakat. Sasaran program ini adalah dikalangan remaja. Remaja akan di edukasi bagaimana cara bersikap pada teman sebayanya dengan memberikan stigma, selain itu para remaja diberikan pengetahuan terkait penyakit kusta yang dapat berdampak pada kecacatan. Hasil yang didapat nantinya remaja dapat menghindari stigma dan memberikan edukasi orang disekitarnya terkait pencegahan stigma buruk pada penyandang disabilitas fisik. Pertunjukkan kesenian dimanfaatkan sebagai media komunikasi, informasi dan edukasi bagi masyarakat dalam upaya preventif stop stigma disabilitas remaja dan kusta berbasis kearifan lokal Pandalungan. Konsep dan materi yang akan disampaikan berisikan materi yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari Ae hari yaitu kisah inspirasi perjuangan para penyandang disabilitas dan penderita kusta, stop stigma dan bullying dikalangan penyandang disabilitas remaja, stop penyakit kusta, edukasi layanan kesehatan bagi penyandang disabilitas, kepatuhan pengobatan penderita kusta, peran remaja sebagai support system teman sebaya penyandang disabilitas. Dalam penyampaiannya menggunakan bahasa pandalungan yang dikemas santai, menghibur, mudah dipahami, atraktif Pertunjukkan Si Wuwu Areng Gethak dibagi menjadi tiga babak yaitu: Babak pambuka yang berisikan permainan awal karawitan yang dilakukan oleh penabuh dan kemudian penampilan tari topeng gethak yang telah terkonsep sebelumnya. Babak pagelaran, yang berisikan permainan karawitan gamelan yang mendukung langsung pementasan Dalang akan memainkan wayang sesuai dengan karakter masing masing ada wayang yang berkarakter disabilitas, ada yang berperan sebagai keluarga, pihak sekolah, petugas kesehatan dan yang lainnya sesuai skenario yang dibuat sebelumnya. Tahapan cerita yang dibawakan meliputi pengenalan, konflik, puncak penyelesaian atau solusi. Babak penutup berisikan permainan karawitan yang dilakukan di luar Sebelum E-Jurnal Widya Kesehatan Vol. No. Bulan: Mei Tahun 2024 e-ISSN: 2657-1064 penutupan dalang akan memberikan pesan Ae pesan dan kesimpulan singkat terkait stop stigma penyandang Potensi Program Si Wuwu Areng Gethak Kesenian wayang kulit wuluhan dan tari topeng gethak sampai saat ini masih diminati oleh masyarakat Pandalungan seperti di Jember, sehingga diharapkan pesan dan nilai yang disampaikan bisa Pandalungan. Penggunaan bahasa yang dipahami oleh masyarakat Jember, menjadikan program gagasan kami layak Guna mengetahui seberapa besar potensi program gagasan kami untuk dikemudian hari diimplementasikan, perlu dilakukan analisa SWOT. Dalam analisa SWOT yang di ukur adalah kelemahan, kekuatan, ancaman, dan kesempatan. Pembobotan analisa SWOT menggunakan skala likert. Skala Likert dibedakan menjadi dua bagian yaitu pendukung dan penghambat yang intinya memiliki prinsip yang sama sebagai berikut: Bobot 5 menunjukkan dampak mendukung atau menghambat Bobot 4 menunjukkan dampak yang kuat dalam mendukung atau Bobot 3 menunjukkan dampak mendukung atau menghambat Bobot 2 menunjukkan dampak mendukung atau menghambat Bobot 1 menunjukkan dampak yang sangat kurang kuat dalam mendukung atau menghambat. Interpretasi hasil persentase daya dorong sebagai berikut: 100% - 75% = Kondusif 74,9% - 50% = Sub kondusif 49,9% - 25% = Sub kritis 24,9% - 0% = Kritis Tabel 1. Analisis Kekuatan Program Si Wuwu Areng Gethak Kekuatan Melalui program Si Wuwu Areng Gethak dapat menumbuhkan kesadaran untuk tidak memberikan stigma pada penyandang disabilitas remaja dan kusta pada masyarakat Pandalungan khususnya di Jember Penyampaian media Si Wuwu Areng Gethak dalam upaya preventif stop stigma disabilitas remaja dan kusta dapat lebih diterima oleh masyarakat Pandalungan karena menggunakan bahasa Jawa dan Madura Sasaran program ini mencakup seluruh sekolah yang ada di Jember dan melibatkan siswa, pihak sekolah serta sanggar seni sehingga remaja mampu menjadi agen support system penyandang disabilitas teman Pementasan Si Wuwu Areng Gethak dapat disaksikan oleh masyarakat secara gratis Melalui program ini dapat menjadi pengenalan sekaligus pelestarian kebudayaan pandalungan pada generasi millennial selain itu juga dapat memperkenalkan sanggar tari sehingga diharapkan siswa akan tertarik E-Jurnal Widya Kesehatan Vol. No. Bulan: Mei Tahun 2024 Bobot e-ISSN: 2657-1064 untuk bergabung di sanggar seni Menjadi sarana huburan mendidik untuk masyarakat Pandalungan Melalui program ini diharapkan memberikan pengembangan ketrampilan mahasiswa untuk melaksanakan penelitian dan pengabdian masyarakat yang tertuang dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi Jumlah Tabel 2. Analisis Kelemahan Program Si Wuwu Areng Gethak Kesulitan dalam menentukan jadwal program SI WUWU ARENG GETHAKkarena kegiatan pembelajaran sekolah sangat padat dan 4kemungkinan ada penolakan dari pihak sekolah Terdapat rasa bosan untuk menjalankan tugas sesuai tupoksi masing Ae masing dalam menjalankan program sehingga kinerja belum maksimal Jumlah Tabel 3. Analisis Kesempatan Program Si Wuwu Areng Gethak Sanggar seni laras agung sudah dikenal di kalangan masyarakat dan menjadi 5 sanggar seni legendaris . April 1. dan sudah banyak melahirkan para seniman seniwati yang berkualitas sehingga masyarakat akan antusias untuk menonton khususnya di kalangan remaja Kusta di Jember masih menjadi trend perbincangan sehingga masyarakat akan 5 merasa informasi yang disampaikan sangat penting diketahui Besarnya dukungan dari kalangan pihak karena program ini berkaitan dengan 4 isu permasalahan kesehatan masyarakat, pembawaan yang disajikan menggunakan bahasa budaya khas Pandalungan Jumlah Tabel 4. Analisis Ancaman Program Si Wuwu Areng Gethak Birokrasi perijinan kegiatan di desa atau sekolah dapat menghambat pelaksanaan program SI WUWU ARENG GETHAK Terdapat penolakan dari masyarakat khusunya sekolah karena alasan terbebani untuk segi finansial Jumlah Berikut ini perhitungan jumlah bobot dari masing Ae masing analisis: Persentase Jumlah S O y100% Jumlah S W O T Persentase daya dorong = Dengan demikian persentase daya dorong program Si Wuwu Areng Gethakyang diperoleh adalah sebesar 74,13 bersifat sub kondusif untuk diimplementasikan karena dalam rentang 74,9% - 50%. 29 14 y100% Persentase daya dorong = 74,13%. Rancangan tahapan Implementasi Program Si Wuwu Areng Gethak Pelaksanaan program Si Wuwu Areng E-Jurnal Widya Kesehatan Vol. No. Bulan: Mei Tahun 2024 e-ISSN: 2657-1064 Gethak memiliki pedoman kebijakan pemerintah UU No. 8 tahun 2016 tentang Pelaksana program meliputi mahasiswa, dosen pembimbing serta pihak kesenian meliputi sanggar seni. Sasaran program mencakup sasaran primer adalah agregat remaja . Ae 17 tahu. , sasaran sekunder adalah guru, pengurus ekstrakulikuler sekolah serta sasaran tersier yaitu kepala sekolah, dinas pendidikan setempat di Kabupaten Jember. Setelah dipastikan sasaran program sesuai dilakukan peninjauan atau survei sekolah meliputi kondisi sarana dan prasarana, program kerja sekolah sasaran. Observasi wawancara pihak Ae pihak terkait melalaui pendekatan advokasi. Tahapan kesehatan meliputi persiapan pagelaran Si Wuwu Areng Gethak, perijinan, koordinasi materi dan pengisi pagelaran, gladi kotor dan resik. Sosialisasi program dilakukan secara offline dan online. Tahapan pelaksanaan promosi kesehatan mencakup pembukan, pagelaran dan Evaluasi kegiatan sampai pengajuan program pagelaran Si Wuwu Areng Gethak sebagai kegiatan festival tahuan pemerintah kabupaten serta penyandang disabilitas remaja dan kusta Gambar 1. Rancangan Pertunjukkan Si Wuwu Areng Gethak IV. Simpulan dan Saran 1 Simpulan Stigma merupakan presepsi negatif terhadap individu oleh orang lain. Stigma penyandang disabilitas remaja dan kusta dapat memberikan dampak psikososial bagi penyandang. Penyandang disabilitas akan merasa tertekan dan terisolasi sehingga terjadi gangguan interaksi sosial selain itu penyandang disabilitas kusta akan terhambat dalam mengakses layanan kesehatan. Promosi kesehatan sangat penting untuk menghilangkan Penggunaan media berbasis kearifan lokal menjadi terobosan baru guna Si Wuwu Areng Gethak merupakan program promosi kesehatan Pandalungan pada masyarakat khusunya agregat remaja sebagai upaya pencegahan dan pengurangi stigma penyadang Program tersebut memiliki potensi sub kondusif untuk dilaksanakan. Penggunaan bahasa yang dipahami serta komitmen dari seluruh pihak, program ini dapat efektif dan berkelanjutan upaya pengurangan stigma penyandang disabilitas di wilayah Pandalungan 2 Saran Diharapkan artikel ilmiah ini dapat menjadi gagasan program solutif yang masyarakat khususnya agregat remaja. Melalui pelaksanaan program Si Wuwu Areng Gethak bisa mengurangi dan disabilitas remaja dan kusta. Pihak lintas sektor menjadi faktor terpenting dan pendukung berjalannya program ini. E-Jurnal Widya Kesehatan Vol. No. Bulan: Mei Tahun 2024 e-ISSN: 2657-1064 E-Jurnal Widya Kesehatan Vol. No. Bulan: Mei Tahun 2024 e-ISSN: 2657-1064 Daftar Pustaka