Analisis Potensi Pasar Ekspor Sarang burung Walet Menuju Pasar Internasional Dalam Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus Di Desa Rena Panjan. Rizka Afrina Sari1. Romi Adetio Setiawan2. Evan Setiawan3 Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam. Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu Email: : rizkaafrina04@gmail. 1,2,3 Abstract This study analyzes the export potential of edible birdAos nests from Rena Panjang Village within the perspective of Islamic economics. Using a descriptive qualitative approach through observation and interviews, the research identifies several factors driving export opportunities, such as high product quality and a supportive natural environment. The findings indicate that local business practices align with Islamic economic principles, particularly in terms of fair pricing, transactional transparency, and community empowerment. Nevertheless, challenges remain, including fluctuating prices, strict export regulations, and limited access to global market Strategic recommendations include strengthening halal certification, establishing sharia-based cooperatives, and enhancing collaboration with exporters. This research contributes to the development of sustainable and ethical export models grounded in Islamic values. Keywords: Swallow's Nest. International Export. Sharia Economics. Product Quality. Development Strategy. Abstrak Penelitian ini menganalisis potensi ekspor sarang burung walet dari Desa Rena Panjang dalam perspektif ekonomi Islam. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi dan wawancara, penelitian ini mengidentifikasi faktor pendorong ekspor, seperti kualitas produk yang baik dan dukungan lingkungan alami. Praktik usaha masyarakat menunjukkan kesesuaian dengan prinsip ekonomi Islam, terutama keadilan harga, transparansi transaksi, dan pemberdayaan masyarakat. Namun, tantangan masih dihadapi berupa fluktuasi harga, regulasi ekspor yang ketat, dan keterbatasan akses informasi pasar global. Rekomendasi strategis mencakup penguatan sertifikasi halal, pembentukan koperasi berbasis syariah, serta peningkatan kerja sama dengan eksportir. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model ekspor yang berkelanjutan dan beretika berdasarkan nilai-nilai Islam. Kata Kunci: Sarang Burung Walet. Ekspor Internasional. Ekonomi Syariah. Kualitas Produk. Strategi Pengembangan Analisis Potensi Pasar Ekspor Sarang burung Walet Menuju Pasar Internasional Dalam Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus Di Desa Rena Panjan. Rizka Afrina Sari. Romi Adetio Setiawan. Evan Setiawan Pendahuluan Menurut Syaini dan Masruri, sarang burung walet merupakan salah satu peluang yang hampir mendominasi di seluruh daerah Indonesia yang dapat dikembangkan sebagai potensi ekonomi dan kesejahteraan sosial masyarakat. (Syaini, 2. Salah satu komoditas ekspor utama Indonesia yang memiliki nilai ekonomis yang signifikan di pasar global adalah sarang burung walet. Salah satu negara penghasil utama adalah Indonesia sebagai produsen sarang burung walet dunia, menyumbang sekitar 80% dari total produksi global. (Nurindrawati et al. Menurut Arief Budiman, sarang burung walet ini banyak diminati di negara-negara Asia seperti Tiongkok. Hong Kong, dan Singapura karena dianggap memiliki manfaat kesehatan yang tinggi, seperti meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan memperbaiki kesehatan kulit. (Ahmad MasAoari, 2. Desa Rena Panjang, sebagai salah satu daerah penghasil sarang burung walet, memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam rantai pasok global. Namun, pemanfaatan potensi ini sering kali terkendala oleh kurangnya pemahaman terhadap strategi pemasaran internasional, standar ekspor, serta dukungan infrastruktur. Selain itu, praktik pemasaran yang dilakukan oleh masyarakat sering kali belum sejalan dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam yang menekankan aspek keadilan, kejujuran, dan keberlanjutan. (Syaripudin et al. Oleh karena itu, analisis terhadap potensi pasar ekspor sarang burung walet dari perspektif ekonomi Islam menjadi penting untuk menggali peluang sekaligus menghadapi tantangan dalam mewujudkan keberlanjutan ekonomi bagi masyarakat Desa Rena Panjang. Hal ini sesuai dengan prinsip syariah yang menekankan pada keadilan dan kemaslahatan. Analisis potensi pasar ekspor sarang burung walet dalam perspektif ekonomi Islam, dapat dikaitkan dengan prinsip-prinsip syariah, sebagaimana yang tertera dalam firman Allah: AIA AEe aI aOa eIA a eI a eEa aI eO aA a e aA A a caO aE a e aEEa e eO a eI aOEaA aE eI a eOIa aE eI a eEaa aE aO a eEa eO a aNe aEaO eE aA ac aI aEa e aEa eO Aa a eOCU aI eI a eI aO aE EIA "Dan janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil dan . kamu menyuap dengan harta itu kepada para hakim dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa, padahal kamu " (QS. Al-Baqarah 2: Ayat . Makna pada ayat ini mengingatkan pentingnya usaha yang halal dan Usaha sarang burung walet tidak hanya berpotensi meningkatkan pendapatan, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat, sejalan dengan maqashid syariah dalam menjaga harta dan jiwa. Usaha sarang burung walet di Indonesia telah menjadi fenomena sosial dan ekonomi yang signifikan. Dari 400 ton sarang burung walet yang dihasilkan pengusaha sarang burung walet Indonesia setiap tahunnya, sebanyak 200 ton (Elvi, 2. Masyarakat sekitar usaha ini mengalami perubahan positif dalam hal pendapatan dan mobilitas sosial, meskipun ada dampak negatif seperti gangguan dan perubahan interaksi sosial. Sarang burung walet tidak Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah (JIMPA) Vol. No. 2 September 2025 Analisis Potensi Pasar Ekspor Sarang burung Walet Menuju Pasar Internasional Dalam Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus Di Desa Rena Panjan. Rizka Afrina Sari. Romi Adetio Setiawan. Evan Setiawan hanya bernilai ekonomis tinggi, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan, merupakan komoditas yang sangat dicari di pasar internasional. Hal ini menciptakan peluang besar bagi pengusaha lokal dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Penelitian ini berfokus pada analisis potensi pasar ekspor sarang burung walet dari Desa Rena Panjang menuju pasar internasional dalam perspektif ekonomi Islam. Pendekatan ini penting karena ekonomi Islam menawarkan prinsip keadilan, transparansi, dan keberlanjutan yang relevan untuk mendorong aktivitas ekspor yang etis dan berkelanjutan. Penelitian ini juga akan menggali bagaimana potensi ekonomi lokal dapat dikembangkan secara syariah melalui pemanfaatan sumber daya alam dan dukungan kebijakan yang sesuai. Studi ini diharapkan dapat memberikan gambaran strategis bagi para pelaku usaha dan pemangku kebijakan dalam memaksimalkan potensi ekspor sarang burung walet menuju pasar global. Desa Rena Panjang. Kecamatan Lubuk Sandi. Kabupaten Seluma, merupakan salah satu sentra usaha sarang burung walet di Bengkulu. Berdasarkan observasi awal, terdapat sekitar 40Ae50 rumah walet yang aktif berproduksi dengan rata-rata hasil panen mencapai 70Ae100 kg per tahun. Harga jual di tingkat lokal berkisar antara Rp5. 000 hingga Rp7. 000 per kilogram, tergantung pada kualitas sarang. Usaha ini telah menjadi sumber penghasilan utama bagi sebagian masyarakat, dengan estimasi lebih dari 30% kepala keluarga terlibat langsung maupun tidak langsung dalam rantai produksi, mulai dari pemeliharaan rumah walet, proses panen, hingga pengolahan. Keberadaan usaha ini tidak hanya meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga membuka lapangan kerja tambahan, sehingga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi desa. Fakta tersebut menunjukkan bahwa Rena Panjang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai basis ekspor sarang burung walet yang berdaya saing global dan sesuai dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam. Dari hasil observasi awal, peneliti menemukan bahwa terdapat isuisupokok yang muncul terkait pengembangan pasar ekspor sarang burung walet di Desa Rena Panjang diantaranya: Pertama, keterbatasan akses terhadap informasi pasar internasional dan standar kualitas yang ditetapkan oleh negara tujuan ekspor sering menjadi hambatan bagi pelaku usaha lokal. Kedua, masih rendahnya pemahaman tentang prinsip-prinsip ekonomi Islam, seperti keadilan dalam pembagian keuntungan dan pemberdayaan masyarakat sekitar, yang seharusnya menjadi landasan dalam pengelolaan usaha berbasis syariah. Ketiga, kendala dalam infrastruktur dan teknologi pengolahan menyebabkan pelaku usaha sulit bersaing dengan negara lain yang sudah lebih maju dalam memproduksi dan mengekspor sarang burung walet. Oleh karena itu, penting untuk menganalisis potensi pasar ekspor sarang burung walet dari perspektif ekonomi Islam, yang tidak hanya menitikberat kan pada keuntungan ekonomi. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah (JIMPA) Vol. No. 2 September 2025 Analisis Potensi Pasar Ekspor Sarang burung Walet Menuju Pasar Internasional Dalam Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus Di Desa Rena Panjan. Rizka Afrina Sari. Romi Adetio Setiawan. Evan Setiawan tetapi juga prinsip keadilan dan keberlanjutan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan solusi terhadap kendala yang dihadapi oleh pelaku usaha di Desa Rena Panjang dan mendorong peningkatan kontribusi mereka dalam perdagangan global yang berlandaskan prinsip-prinsip syariah. Menurut Astuti, bisnis sarang burung walet memiliki peluang bisnis yang sangat besar, terutama di daerah yang banyak terdapat burung walet, dan bisnis sarang burung walet sedang naik daun. Namun, beberapa kendala dan tantangan harus dihadapi. Para peternak tidak hanya harus memiliki modal yang cukup besar yang mencapai ratusan juta rupiah tetapi juga harus mengelola kandang walet dengan baik agar walet tetap berada di dalam rumah walet. Namun, jika usaha ini berhasil, pengusaha tinggal mengelola dan memanen sarang burung walet yang bisa menghasilkan miliaran rupiah. (Astuti, 2. Sarang burung walet adalah produk alam yang dihasilkan dari air liur burung walet (Collocalia s. yang mengeras. Sarang ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi, terutama di negara-negara Asia, karena dipercaya memiliki berbagai manfaat kesehatan, seperti meningkatkan imunitas tubuh, membantu regenerasi sel, serta digunakan dalam industri kosmetik dan obat tradisional. Salah satu bentuk pertumbuhan ekonomi di Indonesia, adalah berkembangnya kreatif masyarakat dalam menciptakan lapang kerja. (Setiawan, 2023. Salah satu lapangan kerja sekira 5-10 tahun terakhir ini yang marak dikelola kembangkan ialah usaha budidaya sarang burung walet. Melihat tingginya permintaan sarang burung walet, sarang burung walet berpotensi untuk dikembangkan. Salah satu keunikan burung walet adalah hampir semua aktivitasnya, termasuk mencari makan dan berkembang biak, dilakukan di udara. Oleh karena itu, burung walet sering disebut burung waletg. Penelitian Syaini dan Masruri, menjelaskan bahwa burung walet merupakan salah satu peluang yang hampir mendominasi di seluruh daerah Indonesia yang dapat dikembangkan sebagai potensi ekonomi dan kesejahteraan sosial masyarakat. (Rozak & Bahri, 2. Sosialisasi regulasi ekspor untuk memaksimalkan pemasaran di pasar dunia menjadi kunci penting dalam rangka bersaing di pasar global. Pemasaran berjenjang (MLM) merupakan salah satu strategi pemasaran kontemporer yang menempatkan klien dan tenaga pemasaran perusahaan dalam jaringan distribusi yang terorganisasi secara permanen (Wulandari, 2. (Rakhmadi dkk, 2. Dengan pangsa pasar sarang burung walet dunia sekitar 78%. Indonesia merupakan produsen sarang burung walet terbesar di dunia dalam hal perdagangan internasional . Posisi kedua ditempati oleh Malaysia . %), disusul Thailand . %). Vietnam, dan beberapa negara lainnya. Ekspor sarang burung walet di dunia meningkat dari tahun 2012 hingga 2020. Amerika Serikat merupakan konsumen sarang burung walet terbesar kedua di dunia, setelah Tiongkok dan Hong Kong, yang paling banyak mengekspor sarang burung walet. Kanada. Italia. Jepang. Kamboja. Filipina. Singapura, dan Amerika Serikat merupakan beberapa negara Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah (JIMPA) Vol. No. 2 September 2025 Analisis Potensi Pasar Ekspor Sarang burung Walet Menuju Pasar Internasional Dalam Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus Di Desa Rena Panjan. Rizka Afrina Sari. Romi Adetio Setiawan. Evan Setiawan pengekspor sarang burung walet Indonesia, selain Tiongkok dan Hong Kong. Australia. Belgia. Belanda dan yang lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa produk sarang burung walet dibutuhkan banyak negara di dunia. Importir sarang burung walet terbesar di dunia. (Setiawan, 2023. Penelitian ini bertujuan untuk: . mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong potensi pasar ekspor sarang burung walet dari Desa Rena Panjang. mengevaluasi kesesuaian praktik usaha dengan prinsip ekonomi Islam. merumuskan strategi pengembangan ekspor yang berkelanjutan dan sesuai Upaya ini diharapkan dapat memberikan model pengembangan pasar ekspor berbasis etika Islam yang aplikatif dan relevan dengan kondisi masyarakat lokal. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian lapangan . ield researc. dengan pendekatan kualitatif deskriptif yang bertujuan memperoleh gambaran mendalam mengenai potensi ekspor sarang burung walet dari Desa Rena Panjang dalam perspektif ekonomi Islam(Sugiyono, 2020. Lokasi penelitian berada di Desa Rena Panjang. Kecamatan Lubuk Sandi. Kabupaten Seluma. Bengkulu, selama enam bulan (Desember 2024-Mei 2. Informan dipilih secara purposive, meliputi pemilik rumah walet, eksportir, serta masyarakat sekitar yang terlibat dalam produksi dan distribusi (Umar, 2. Data yang digunakan terdiri dari data primer . bservasi, wawancara, dan dokumentas. serta data sekunder . uku, jurnal, karya ilmiah, dan sumber relevan lainny. (Hasan, 2. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi (Sugiyono, 2020. Pembahasan Usaha sarang burung walet di Desa Rena Panjang berkembang pesat dalam sepuluh tahun terakhir dan telah menjadi salah satu sumber utama pendapatan Berdasarkan observasi dan wawancara, terdapat sekitar 40Ae50 rumah walet aktif dengan produksi rata-rata 70Ae100 kg per tahun. Aktivitas usaha ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemilik rumah walet, karyawan pembersih dan pengolah, hingga masyarakat sekitar yang bekerja secara musiman saat panen. Dengan keterlibatan yang luas, usaha ini memberikan kontribusi signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja lokal serta peningkatan kesejahteraan ekonomi desa. Permintaan pasar internasional khususnya dari Tiongkok. Hong Kong, dan Singapura masih sangat tinggi. Hal ini menempatkan Desa Rena Panjang pada posisi strategis untuk mengembangkan ekspor sarang walet. Namun demikian, tantangan utama tetap ada, seperti fluktuasi harga, regulasi ekspor yang ketat, keterbatasan akses pasar, serta kurangnya kelembagaan usaha yang terorganisir. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah (JIMPA) Vol. No. 2 September 2025 Analisis Potensi Pasar Ekspor Sarang burung Walet Menuju Pasar Internasional Dalam Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus Di Desa Rena Panjan. Rizka Afrina Sari. Romi Adetio Setiawan. Evan Setiawan Dalam ekonomi Islam, praktik usaha yang dijalankan masyarakat menunjukkan adanya penerapan nilai-nilai syariah, terutama terkait keadilan harga, transparansi upah karyawan, dan pemberdayaan masyarakat sekitar. Meskipun demikian, penguatan aspek kelembagaan, sertifikasi halal, serta edukasi bisnis syariah masih diperlukan agar usaha sarang walet di Desa Rena Panjang benar-benar sejalan dengan prinsip maqashid syariah. Faktor-Faktor Yang Dapat Mendorong Potensi Pasar Ekspor Sarang Burung Walet Dari Desa Rena Panjang Berdasarkan hasil penelitian penulis yang melalui metode observasi dan wawancara di Desa Rena Panjang kecamatan Lubuk Sandi kabupaten Seluma, penulis menemukan bahwa terdapat beberapa faktor yang dapat mendorong potensi pasar ekspor sarang burung walet yaitu: Pertama, kualitas pada sarang burung walet. Lingkungan alami yang bersih dan tenang di Desa Rena Panjang dapat mendukung produksi sarang burung walet berkualitas baik, yang dimana menjadi faktor utama dalam menarik minat pasar ekspor. Dengan kualitas sarang yang terjaga, desa Rena Panjang memiliki potensi besar untuk memenuhi permintaan pasar ekspor yang terus meningkat. Ini dapat di lihat dari wawancara yang dilakukan penulis kepada pemilik sarang burung walet Bapak Subur Ega, mengatakan bahwa: AuKualitas sarang burung yang bagus itu kebanyakan bisa didapatkan dari desa-desa atau daerah yang memang jauh dari keramaian seperti dikota, karna kalo untuk dikota sekarang biasanya untuk mendapatkan burung waletnya saja sudah sedikit sulit hal itu biasanya karna padatnya tempatAy. (Ega, 2. Berdasarkan hasil penjelasan dari Bapak Subur Ega diketahui bahwa Tran global permintaan untuk kualitas bentuk sarang burung walet itu ada empat yaitu: berbentuk mangkok, sudut . entuk segitig. , patahan, dan kakian . ari bagian mangkok yang pata. Setiap kualitas atau macam sarang burung walet itu juga berbeda-beda harganya, dan dari kualitas sarang burung walet yang bagus itu juga bisa dilihat dari warnanya, semakin putih warna sarang burung walet maka semakin bagus kualitas nya. Selain untuk mendapatkan kualitas sarang yang bagus maka lingkungan untuk rumah atau tempat tinggal burung walet juga harus diperhatikan misalnya dari mulai perawatan nya, suhu ruangan dan kelembapan ruangannya, dan spiker sebagai upaya untuk menarik atau memancing burung walet untuk tinggal disana. Tabel 1 daftar harga sarang burung walet per kg tahun No. Jenis Sarang Burung Walet Harga Per Kg Mangkok . Rp. Sudut . entuk segitig. Rp. Patahan Rp. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah (JIMPA) Vol. No. 2 September 2025 Analisis Potensi Pasar Ekspor Sarang burung Walet Menuju Pasar Internasional Dalam Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus Di Desa Rena Panjan. Rizka Afrina Sari. Romi Adetio Setiawan. Evan Setiawan Kakian . ari mangkok yang pata. Rp. Kedua, tempat . ingkungan dan habitat yang mendukun. Lingkungan yang sesuai sangat penting dalam membudidayakan sarang burung walet, rumah walet harus meniru habitat alami mereka agar burung walet mau Kondisi lingkungan yang mendukung dapat meningkatkan produktivitas sarang burung walet dan kualitasnya. Selanjutnya yang perlu diperhatikan suhu dan kelembapan ruangan. Suhu dan kelembapan yang tepat di dalam rumah walet sangat penting untuk kenyamanan burung walet. Suhu ruangan yang digunakan berkisar 26-29Ac, dan untuk kelembapannya dari 8090%. Kondisi ini mempengaruhi keberhasilan budidaya dan kualitas sarang yang dihasilkan dan suara pemanggil burung walet (Spike. Penggunaan suara pemanggil burung walet atau spiker adalah teknologi yang efektif untuk menarik burung walet ke dalam rumah walet. Spiker yang di pasang memungkinkan peternak untuk meningkatkan populasi burung walet tanpa harus bergantung pada kondisi alam sekitar, dan spiker yang biasa digunakan untuk satu gedung yang berukuran ruko, satu lantainya itu menggunakan sekitar 24 spiker. Dengan hal tersebut dapat meningkat kan nya jumlah burung walet, dan produksi sarang burung walet juga dapat meningkat, sehingga memenuhi permintaan pasar ekspor yang terus berkembang. Berdasarkan penjelasan diatas menciptakan lingkungan yang sesuai dengan habitat alami burung walet, mengatur suhu dan kelembapan ruangan secara tepat, serta memanfaatkan teknologi seperti spiker untuk menarik burung walet merupakan langkah-langkah krusial dalam memastikan kualitas dan produktivitas sarang burung walet tetap optimal. Dengan perhatian dan perawatan yang tepat, diharapkan dapat meningkatkan hasil produksi dan kualitas sarang burung walet. Hal serupa juga dijelaskan Bapak Efan, beliau mengatakan bahwa: AuCara memastikan sarang burung walet tetap terjaga yaitu tidak jamuran, tidak berwarna kuning, tidak terlalu banyak bulu yang menempel disarang, dan tidak basah atau lembapAy. (Efan, 2. Sama halnya narasumber yang bernama Olvionitha mengatakan bahwa: AuUntuk pemeliharaan yang dilakukan pada rumah burung walet supaya kualitas sarang tetap terjaga maka biasanya dilakukan pemeliharaan seperti penyemprotan hama dan pembersihan kotoran . iasanya dilakukan 1 bulan sekal. Ay. (Olviotha, 2. Berdasarkan penjelasan di atas bahwa terdapat beberapa langkah penting dalam memastikan kualitas sarang burung walet agar tetap terjaga. Pentingnya menjaga kebersihan sarang dilakukan untuk memastikan sarang burung walet dalam kondisi bersih dan bebas dari faktor-faktor yang dapat merusak Beberapa indikator yang perlu diperhatikan antara lain: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah (JIMPA) Vol. No. 2 September 2025 Analisis Potensi Pasar Ekspor Sarang burung Walet Menuju Pasar Internasional Dalam Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus Di Desa Rena Panjan. Rizka Afrina Sari. Romi Adetio Setiawan. Evan Setiawan Tidak Jamuran: Pertumbuhan jamur dapat merusak struktur sarang dan mengurangi nilai jualnya. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kelembapan ruangan agar tidak terlalu tinggi, karena kelembapan yang berlebihan dapat memicu pertumbuhan jamur. Tidak Berwarna Kuning: Perubahan warna sarang menjadi kuning sering kali disebabkan oleh penumpukan kotoran burung walet yang tidak dibersihkan secara rutin. Pembersihan kotoran secara rutin dapat membantu menjaga warna sarang tetap putih alami. Tidak Terlalu Banyak Bulu yang Menempel: Bulu-bulu yang menempel pada sarang dapat mengurangi kualitas dan nilai estetika sarang. Pembersihan sarang dari bulu-bulu yang menempel perlu dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari kerusakan pada sarang. Tidak Basah atau Lembap: Kelembapan yang tinggi dapat menyebabkan sarang menjadi lembap, yang berpotensi merusak kualitasnya. Menjaga sirkulasi udara yang baik dan menggunakan teknologi pengatur kelembapan dapat membantu menjaga kondisi sarang tetap optimal. Dan pada pemeliharaan rutin gedung walet rumah burung walet sangat penting untuk menjaga kualitas sarang. Dengan perhatian dan perawatan yang tepat, diharapkan dapat meningkatkan hasil produksi dan kualitas sarang burung walet. Adapun salah satu narasumber kariyawan Seli, juga memberikan tanggapannya yakni: AuDengan melakukan proses pembersihan yang baik dapat menghasilkan sarang dengan kualitas tinggi, warna putih bersih, dan kandungan nitrit rendahAy. (Seli, 2. Dari hasil wawancara di atas yang penulis dapatkan dilapangan bahwa proses pembersihan atau pencucian sarang burung walet yang dilakukan pertama adalah sisir secara halus sarang tersebut, lalu barulah bulu pada sarang burung walet bisa dicabut, pertama cabut bulu kasarnya terlebih dahulu, lalu bulu halusnya, setelah selesai proses pencabutan bulu pada sarang maka masuklah pada proses pencucian lagi atau bilas dan setelah semua selesai baru lah ke tahap terakhir yaitu pencetakan. Berdasarkan uraian beberapa hasil wawancara kepada seluruh narasumber memberikan penulis mendapatkan bahwa kualitas sarang burung walet sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, proses pembersihan, dan pemeliharaan Pertama , daerah pedesaan yang jauh dari keramaian kota cenderung menghasilkan sarang burung walet berkualitas tinggi. Hal ini disebabkan oleh kondisi lingkungan yang alami dan minimnya gangguan, sehingga burung walet dapat berkembang dengan optimal. Sebaliknya, di kota-kota besar, jumlah burung walet cenderung berkurang akibat padatnya penduduk dan terbatasnya ruang yang sesuai untuk budidaya. Kedua, untuk memastikan sarang burung walet tetap terjaga kualitasnya, beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah (JIMPA) Vol. No. 2 September 2025 Analisis Potensi Pasar Ekspor Sarang burung Walet Menuju Pasar Internasional Dalam Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus Di Desa Rena Panjan. Rizka Afrina Sari. Romi Adetio Setiawan. Evan Setiawan tidak terdapat jamur pada sarang, sarang tidak berwarna kuning, tidak terlalu banyak bulu yang menempel pada sarang, dan sarang dalam kondisi kering dan tidak lembab. Kondisi-kondisi tersebut menunjukkan bahwa proses pembersihan yang baik sangat penting untuk menjaga kualitas sarang burung walet. Ketiga, pemeliharaan rutin pada rumah burung walet juga berperan penting dalam menjaga kualitas sarang. Beberapa langkah pemeliharaan yang dilakukan antara lain: penyemprotan hama secara berkala dan pembersihan kotoran burung walet, biasanya dilakukan satu bulan sekali. Langkah-langkah ini membantu menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman bagi burung walet, sehingga kualitas sarang yang dihasilkan tetap terjaga. Keempat, melakukan proses pembersihan yang baik, dapat dihasilkan sarang dengan kualitas tinggi, antara lain: warna sarang yang putih bersih dan kandungan nitrit yang rendah. Kualitas sarang yang baik ini tentu saja meningkatkan nilai jual dan daya saing produk di pasar, baik domestik maupun internasional. Penerapan usaha sarang burung walet di Desa Rena Panjang telah sesuai dengan prinsip ekonomi Islam Berdasarkan hasil penelitian penulis menemukan bahwa penerapan sarang burung walet di Desa Rena Panjang, kecamatan Lubuk Sandi, kabupaten Seluma sudah berkembang dan menjadi salah satu sumber perekonomian bagi masyarakat setempat. Pertama, dalam penerapan sistem harga mereka melakukan sistem Aunanya hargaAy dapat dianggap sesuai dengan prinsip ekonomi Islam asalkan dilakukan dengan itikad baik, transparansi, dan tidak ada unsur penipuan atau ketidakjelasan yang merugikan salah satu pihak. Dari wawancara yang dilakukan penulis kepada pengusaha sarang burung walet Bapak Subur Ega mengatakan bahwa: AuDalam sistem menerima dari petani sarang burung walet saya menggunakan sistem memayar dengan penerapan mereka . nanya harga, jika menurut mereka harga yang saya berikan itu layak maka mereka akan menjualnyaAy. (Ega, 2. Hal tersebut menunjukkan bahwa praktik penjualan sarang burung walet dengan sistem Aunanya hargaAy, di mana pembeli menanyakan harga terlebih dahulu dan jika cocok baru melakukan transaksi merupakan metode tawarmenawar yang umum dalam perdagangan. Dalam konteks ekonomi Islam, sistem ini dapat diterima selama memenuhi prinsip-prinsip syariah, yaitu adanya kesepakatan yang jelas antara penjual dan pembeli mengenai harga, kualitas barang, dan tidak ada unsur yang merugikan salah satu pihak. Kedua, penerapan transparansi dalam proses gaji kariyawan sarang burung walet dengan memberikan informasi yang jelas kepada karyawan mengenai struktur gaji, komponen-komponennya, serta kriteria yang digunakan untuk menentukan besaran gaji. Penerapan transparansi ini tidak hanya memastikan Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah (JIMPA) Vol. No. 2 September 2025 Analisis Potensi Pasar Ekspor Sarang burung Walet Menuju Pasar Internasional Dalam Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus Di Desa Rena Panjan. Rizka Afrina Sari. Romi Adetio Setiawan. Evan Setiawan keadilan bagi karyawan, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan produktif. Dengan adanya keterbukaan, karyawan merasa dihargai dan termotivasi untuk bekerja dengan baik, yang pada gilirannya meningkatkan kinerja usaha. Sebagaimana hasil wawancara yang dilakukan penulis kepada Jesy selaku kariyawan, beliau mengatakan bahwa: AuBiasanya untuk rata-rata produksi sarang burung walet perbulan itu 20 kg 000 = 180. 000 000, namun itu harga sarang burung walet masih tinggi pada tahun 2021, untuk harga sekrang sarang burung walet berkisar Rp. biasanya rata-rata kami melakukan produksi sebanyak 20 kg x 5000. 000 dan hasil penjualan yang didapat Rp. 000 itu sudah ada penyusutan dan gaji para kariyawanAy. (Jesi, 2. Berdasarkan hasil wawancara dengan kariyawan tersebut bahwa usaha sarang burung walet di Desa Rena Panjang telah menerapkan prinsip ekonomi Islam dalam aspek transparansi dan keadilan, meskipun menghadapi tantangan akibat fluktuasi harga pasar. Hal ini menunjukkan komitmen untuk menjalankan usaha yang tidak hanya menguntungkan secara materi, tetapi juga membawa keberkahan dan keberlanjutan sesuai dengan ajaran Islam. Dalam perspektif ekonomi Islam, prinsip transparansi . l-baya. sangat ditekankan. Rasulullah SAW bersabda: AuPenjual dan pembeli memiliki hak untuk memilih . eneruskan atau membatalkan transaks. selama mereka belum berpisah. Jika keduanya jujur dan saling menjelaskan, maka transaksi mereka diberkahi. Tetapi jika mereka menyembunyikan sesuatu dan berdusta, maka keberkahan transaksi mereka akan hilang. Ay (HR. Al-Bukhari dan Musli. co, 2. Penerapan prinsip transparansi ini tercermin dalam keterbukaan pemilik usaha mengenai fluktuasi harga dan dampaknya terhadap pendapatan serta penggajian karyawan. Ketiga. Penerapan usaha sarang burung walet ini dapat membuka lapangan pekerjaan pada masyarakat sekitar, sebagaimana hasil wawancara yang dilakukan penulis kepada Ibu Idah selaku masyarakat yang dekat dengan rumah burung walet, beliau mengatakan bahwa: AuMasyarakat Desa Rena Panjang ini adalah mayoritas hidupnya di pertanian sehingga mereka mengutamakan usaha mereka yaitu di pertanian, mengenai sarang burung walet mungkin itu mereka hanya membantu sebagai usaha sampingan. Perkembangan yang saya lihat kedepan mungkin ini salah satu harapan masyarakat tentang sarang burung walet ini. Akan tetapi saya melihat dengan terdapatnya usaha sarang burung walet ini bisa mengurangi pengangguran karena dari hasil pengelihatan saya pemilik rumah walet disini kurang tau cara untuk membuat sarang burung walet jadi mereka mencari orang yang tau betul cara membuatnyaAy. (Ida, 2. Berdasarkan hasil wawancara tersebut bahwa desa Rena Panjang Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah (JIMPA) Vol. No. 2 September 2025 Analisis Potensi Pasar Ekspor Sarang burung Walet Menuju Pasar Internasional Dalam Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus Di Desa Rena Panjan. Rizka Afrina Sari. Romi Adetio Setiawan. Evan Setiawan kebanyakan bekerja sebagai petani. Masyarakat desa Rena Panjang tidak hanya mengandalkan hasil dari pertanian, akan tetapi mereka juga melakukan usaha lainnya seperti budi daya sarang burung walet dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Bisa dikatakan usaha sarang burung walet ini hanya untuk memperoleh pendapatan lebih dari pendapatan hari-hari mereka. Bukan hanya pemilik walet akan tetapi masyarakat sekitar. Strategi untuk meningkatkan ekspor sarang burung walet ke pasar Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis menemukan bahwa untuk meningkatkan ekspor sarang burung walet (SBW) Indonesia ke pasar internasional, diperlukan pendekatan strategis yang menyeluruh. Seperti peningkatan kualitas produk yang menjadi prioritas utama. Berikut adalah strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan ekspor sarang burung walet (SBW) Indonesia ke pasar internasional: Pertama. Melakukan kolaborasi dengan asosiasi, seperti bergabung dengan asosiasi seperti Perkumpulan Pengusaha Komoditas Sarang Burung Walet Indonesia (PPKSBWI) dapat membuka akses ke jaringan pasar yang lebih luas, seperti wawancara yang dilakukan penulis dengan pemilik sarang burung walet Bapak subur Ega mengatakan bahwa: AuSaya biasanya menjual produk sarang burung walet itu menggunakan sistem komisi atau perkumpulan besama dengan teman relasi saya seperti di pulau jawa yang mereka semua sudah mempunyai NPWP secara pribadi, untuk mengekspor sarang burung walet itu sebetulnya tidak bisa secara langsung dilakukan karena harus melalui PT nya lngsung seperti PT Anugrah Citra Walet Indonesia (ACWI)Ay. (Ega, 2. Sama hal nya di katakan oleh Bapak Nano bahwa: AuDengan menambah banyak teman dari luar kota dan saling berkolaborasi yang sama-sama bekerja di bidang ekonomi penyedia sarang burung walet ini, akan memudahkan kami para pemilik sarang burung walet di daerah-daerah ini untuk menjual produk kami keluar kota dan di salurkan lagi kepada pihak PT untuk di ekspor. Kami para petani belum bisa mengekspor langsung karena banyaknya persyaratan seperti harus punya minimal 15 gedung waletAy. (Nano. Hasil wawancara diatas menunjukkan bahwa, kolaborasi melalui asosiasi seperti Perkumpulan Pengusaha Komoditas Sarang Burung Walet Indonesia (PPKSBWI) sangat penting dalam meningkatkan ekspor sarang burung walet. Melalui sistem komisi dan perkumpulan, petani walet dapat menjual produk mereka kepada perusahaan yang memiliki izin ekspor resmi, sehingga mempermudah akses ke pasar internasional. Selain itu, kolaborasi antar pelaku usaha dari berbagai daerah juga membantu memenuhi persyaratan ekspor yang ketat dan memperluas jaringan distribusi. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah (JIMPA) Vol. No. 2 September 2025 Analisis Potensi Pasar Ekspor Sarang burung Walet Menuju Pasar Internasional Dalam Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus Di Desa Rena Panjan. Rizka Afrina Sari. Romi Adetio Setiawan. Evan Setiawan Adapun tambahan pendapat oleh kariyawan Bapak Efan, bagian penjual dia mengatakan bahwa: AuDalam peningkatan penjualan ke pasar ekspor secara langsung sarang burung walet ini belum pada peran pemerintahnya, dulu sebelum penjual sarang burung walet ini dilirik oleh pemerintah penjualan barang burung walet lancar lancar saja, namun sekarang pemerintah mulai ikut campur, membuat para pengusaha sarang burung walet yang ingin menjualnya langsung itu kesusahan hal itu dikarenakan banyaknya persyaratan persyaratan yang diinginkanAy. (Efan. Hasil wawancara di atas menunjukkan bahwa. Sebelumnya, ketika pemerintah belum turun tangan dalam urusan ekspor, penjualan sarang burung walet berjalan cukup lancar tanpa banyak hambatan. Namun, kini para pelaku usaha menghadapi berbagai tuntutan administratif yang cukup rumit. Ia menilai bahwa regulasi yang diberlakukan justru menyulitkan pengusaha, terutama mereka yang ingin mengekspor secara mandiri, karena harus memenuhi banyak persyaratan yang dianggap memberatkan. Berikut adalah analisis temuan penting dari wawancara dengan Bapak Ega, pemilik usaha sarang burung walet di Desa Rena Panjang, yang mencakup aspek teknis, sosial, dan ekonomi dari industri. Perjalanan usaha awal karir dan pengalamannya pak Subur Ega memulai karirnya dengan mengelola rumah walet dan proses panennya di Jakarta selama dua tahun. Pengalaman ini menjadi dasar bagi pendirian usaha sarang burung walet di Desa Rena Panjang sekitar 10 tahun lalu. Ekspansi usaha ini memiliki empat lokasi rumah walet yaitu, di Pulau Jawa. Dimana usaha tersebut dikelola secara bergiliran setiap bulannya. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menekankan pentingnya kualitas produk dalam meningkatkan daya saing di pasar ekspor. Gambar 2 Hasil Sarang Walet Adapun dampak sosial dan ekonomi pemberdayaan masyarakat sekitar pada usaha ini yang dimana masyarakat sekitar terlibat dalam proses pemanenan sarang, usaha ini dapat memberikan peluang usaha sampingan bagi mereka yang dapat membantu juga dalam mengurangi pengangguran, dengan pemilik rumah walet mencari tenaga ahli untuk sepeti pembuatan sarang dan Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah (JIMPA) Vol. No. 2 September 2025 Analisis Potensi Pasar Ekspor Sarang burung Walet Menuju Pasar Internasional Dalam Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus Di Desa Rena Panjan. Rizka Afrina Sari. Romi Adetio Setiawan. Evan Setiawan proses pemanenannya. Sarang burung walet memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Namun untuk harga sarang burung walet pada tahun ini menurun dari harga pada tahun sebelumnya, dan tahun ini adalah tahun ke dua yang terjadinya penurunan pada tahun 2010-2012 dulu. Musim panennya sering kali bertahap, mulai dari minggu pertama hingga hari ke-41. Kualitas sarang burung walet di Desa Lena Panjang secara umum tergolong baik. "Saat dibutuhkan, usaha ini sangat membantu perekonomian keluarga kami," tutur Subur Ega, pemilik usaha sarang burung Saya pilih sarangnya dan jual, walaupun saya cuma punya satu. Jadi sarangnya dijual dengan harga satu rupee. Adapun proses-proses pengelolaan sarang burung walet yang ia lakukan yaitu diantaranya: Proses Produksi dan Kualitas Sarang, usaha ini melibatkan sekitar empat karyawan yang terbagi dalam beberapa bagian: pembersihan bulu kasar dan halus, pencucian, dan pencetakan sarang dan bagian pada penjualan sarang burung walet yang sudah siap di konsumsi. Sedangkan pada kualitas sarang ditentukan oleh bentuk . angkok, sudut, patahan, kakia. dan warna . emakin putih semakin bai. Kriteria kualitas mencakup tidak berjamur, tidak kuning, tidak lembap, dan bebas bulu. Sarang burung walet yang telah dibersihkan tersebut dijual melalui relasi dengan NPWP pribadi, karena usaha ini belum berbadan hukum PT yang diperlukan untuk ekspor. Prospek dan Pandangan terhadap Ekspor, daya beli pasar ekspor terutama Tiongkok, menurun akibat perang dagang dan kebijakan efisiensi anggaran. Meskipun harga sarang walet menurun. Bapak Ega optimis bahwa dengan peningkatan kualitas dan pemahaman pasar, prospek ekspor dapat Tantangan usaha, salah satu tantangan utama adalah penurunan harga sarang walet dari Rp. 000 per kg pada tahun 2021 menjadi Rp. 000 per kg pada tahun ini. Selain itu, regulasi ekspor yang ketat, seperti keharusan memiliki minimal 15 gedung walet dan barcode produk, menyulitkan usaha kecil untuk menembus pasar internasional. Usaha sarang burung walet di Desa Rena Panjang menghadapi tantangan signifikan, seperti penurunan harga dan regulasi ekspor yang ketat. Namun, dengan pengalaman yang luas, keterlibatan masyarakat lokal, dan komitmen untuk meningkatkan kualitas produk, usaha ini memiliki potensi untuk berkembang. Langkah Meningkatkan Ekspor, dengan cara bergabung dengan Asosiasi seperti ikut dalam PPKSBWI dan bekerja sama dengan eksportir resmi . isalnya PT ACWI) membuka akses perizinan dan jaringan distribusi Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah (JIMPA) Vol. No. 2 September 2025 Analisis Potensi Pasar Ekspor Sarang burung Walet Menuju Pasar Internasional Dalam Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus Di Desa Rena Panjan. Rizka Afrina Sari. Romi Adetio Setiawan. Evan Setiawan Simpulan Berdasarkan hasil penelitian mengenai Analisis Potensi Pasar Ekspor Sarang Burung Walet Menuju Pasar Internasional dalam Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus di Desa Rena Panjan. , dapat disimpulkan bahwa sarang burung walet dari Desa Rena Panjang memiliki daya saing tinggi di pasar Hal ini didukung oleh mutu sarang yang baik, lingkungan alami yang mendukung, serta penerapan teknologi dan perawatan yang teliti. Praktik usaha masyarakat juga menunjukkan kesesuaian dengan prinsip ekonomi Islam melalui transparansi dalam transaksi dan pengupahan yang adil. Strategi pengembangan seperti perluasan kemitraan antarpeternak, pemenuhan syarat volume ekspor, dan penguatan kapasitas usaha menjadi faktor kunci untuk mendorong ekspor berkelanjutan. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada pendekatan integratif antara analisis pasar ekspor dan penerapan nilai-nilai ekonomi Islam secara aplikatif di tingkat desa, yang belum banyak diangkat dalam studi sejenis. Temuan ini memberikan gambaran bahwa prinsip syariah dapat menjadi landasan strategis dalam pengembangan ekspor komoditas lokal yang berdaya saing global. Sebagai saran, pemerintah daerah dan lembaga terkait diharapkan dapat memberikan pendampingan dalam pemenuhan standar mutu dan sertifikasi halal, termasuk memfasilitasi pelatihan ekspor berbasis syariah. Pelaku usaha juga disarankan untuk membentuk koperasi atau asosiasi berbasis prinsip Islam guna memperkuat jaringan distribusi, daya tawar, dan kolaborasi lintas wilayah. Pendekatan ini diharapkan dapat mempercepat proses industrialisasi produk lokal yang berkualitas, halal, dan berkelanjutan. Daftar Pustaka