ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB EFEKTIVITAS PELAYANAN PUBLIK PADA KANTOR DESA SURIYAN KECAMATAN HARUAI KABUPATEN TABABLONG Maria Sovia Mbere* . Aulia Rahman soviamaria5@gmail. bp20@gmail. Program Studi Administrasi Negara Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong Komplek Stadion Olah Raga Saraba Kawa Pembataan Tanjung-Tabalong Telp. /Fax . 2022484 Kode Pos 71571 Emal : info@stiatabalong. ABSTRAK Pelayanan merupakan suatu hal yang tidak terpisahkan dari penyelenggaraan pemerintahan, dan pelayanan publik merupakan bentuk nyata pemerintahan dalam melayani masyarakat, oleh sebab itu pemerintahan harus melakukan pelayanan secara optimal dan maksimal agar menghasilkan pelayanan publik yang efektif dan efesien. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektivitas pelayanan publik pada kantor Desa Suriyan Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong. Penelitian ini menggunakan motode pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskritif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan skunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian ini terdapat 5 orang yang menjadi Teknik analisa data yaitu Pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa efektivitas pelayan publik pada Kantor Desa Suriyan dikategorikan efektif. Kata Kunci : Efektivitas. Pelayanan Publik. Desa THE EFFECTIVENESS OF PUBLIC SERVICES AT THE SURIYAN VILLAGE OFFICE, HARUAI DISTRICT. TABALONG REGENCY ABSTRACT Services are an inseparable part of governance, and public service is a tangible form of government serving the community. Therefore, the government must provide optimal and maximal services to produce effective and efficient public services. The purpose of this study is to determine the effectiveness of public services at the Suriyan Village Office. Haruai District. Tabalong Regency. This research uses a qualitative approach with a descriptive research type. The data sources used are primary and secondary data. Data collection techniques include observation, interviews, and There are five informants in this study. The data analysis techniques used are data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing or verification. The results of the study show that the effectiveness of public services at the Suriyan Village Office is categorized as Keywords: Effectiveness. Public Services. Village JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB PENDAHULUAN Pelayanan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penyelenggaraan Salah satu bentuk nyata pemerintahan dalam melayani masyarakat adalah dengan adanya pelayanan publik. Kebutuhan pemerintah adalah bersifat administratif maupun terhadap barang atau jasa. Oleh karena itu, pemerintah sebagai penyedia pelayanan harus melakukan pelayanan secara optimal dan maksimal agar menghasilkan pelayanan yang efektif dan Namun, pelayanan publik yang baik tentu harus didukung. Kemudian, masyarakat sebagai penerima pelayanan juga harus bersifat aktif dan partisipatif dalam penerimaan pelayanan. Pemenuhan pelayanan yang baik adalah dengan tidak ada ketimpangan antara penerima dan pemberi pelayanan. Hal ini menjadikan SDM penyelenggara pelayanan publik menjadi hal yang penting untuk menjalankan program-program yang ada. Dengan demikian diharapkan kepada penyelenggara harus bisa menyesuaikan diri dengan kenyataan yang ada agar kegiata-kegiatan terlaksana dengan efektif dan efisien. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 pasal 1 ayat . tentang pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundangundangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan. Dengan kata lain, pelayanan publik merupakan layanan yang akan diberikan oleh pemerintah baik pemerintah pusat, pemerintah Daerah maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terhadap masyarakat itu sendiri dan memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Menurut (Ridwan & Sudrajat, 2. dalam (Nirmala. Usman, & Ma'ruf, 2. mengatakan pelayanan publik merupakan pelayanan yang diberikan oleh pemerintah sebagai penyelenggara negara terhadap msyarakatnya guna memenuhi kebutuhan dari masyarakat itu sendiri dan memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurut (Ridwan & Sudrajat, 2. setiap penyelenggara pelayanan publik harus dipublikasikan sebagai jaminan adanya kepastian bagi penerima pelayanan. Standar pelayanan adalah ukuran yang pelayanan yang wajib ditaati oleh pemberi atau penerima pelayanan. Pelayanan baik dan kepuasan kepada masyarakat, karena masyarakat secara lansung mengevaluasi kinerja pelayanan yang diberikan, pelayanan yang baik dan kualitas Jika suatu pekerjaan dapat menghasilkan unit produksi . , maka pekerjaan tersebut dapat dikatakan efisien (Steers, 1. dalam (Ratuhanrasa. Rares, & Tulusan, 2. Oleh karena itu, pelayanan publik dapat dikatakan efisien kemudahan dalam pelayanan dengan perosedur yang singkat, cepat, tepat dan Dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 pasal 1 ayat . dikatakan bahwa. Standar pelayanan adalah tolok ukur yang dipergunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pelayanan dan acuan penilaian kualitas pelayanan sebagai kewajiban dan janji penyelenggara kepada masyarakat dalam rangka pelayanan yang berkualitas, cepat, mudah, terjangkau, dan ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Penyelenggaraan publik pemerintah pusat memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahannya menurut asas otonomi daerah. Sesuai dengan Undang Undang nomor 23 tahun 2014 pasal 1 ayat 6 tentang otonomi daerah bahwa otonomi daerah adalah hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur masyarakat setempat dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sehingga dalam penyelenggaraan pemerintahan, pemerintah pusat secara berjenjang sesuai dengan asas otonomi daerah melimpahkan sebagian kewenangan kepada pemerintah Oleh karena itu, penyelenggaraan pemerintah desa merupakan kewenangan desa itu sendiri, baik untuk membuat dan menetapkan suatu kebijakan maupun untuk melaksanakan kebijakan itu sendiri yang didasarkan pada kebutuhan, kepentingan, dan aspirasi masyarakat setempat sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang - undangan. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat professional, kompeten dalam bidangnya, dan juga fasilitas yang memadai. Sehingga dalam melaksanakan tugasnya aparat pemerintah dapat memberikan kualitas pelayanan yang baik dan mampu memuaskan masyarakat. Namun prakteknya tidak semua pemerintahan desa mampu menjalankan sesuai dengan harapan-harapan publik, yang kemudian menjadi salah satu hambatan utama dalam pemerintahan di Indonesia. Fakta yang JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 terjadi dilapangan menunjukkan terdapat masalah yang perlu diperbaiki dalam pelayanan publik yaitu, sarana dan yang kurang memadai . aringan interne. , hal ini tentu menyebabkan terjadinya pelayanan yang belum efisien sesuai dengan harapan Dalam hal ini, berkaitan dengan Desa Suriyan pemerintah terdekat yang langsung setempat, dan mampu keberhasilan pembangunan otonomi kota, khususnya daerah, dan Desa Suriyan terlibat lansung dalam perencanaan pembangunan dan pertanian. Oleh karena itu. Kantor Desa Suriyan harus mampu menjadi wadah dimana masyarakat dapat mengintegrasikan aspirasinya, kemudian aspirasi tersebut dapat dikomunikasikan kepada pemangku kepentingan untuk Selain itu, peran Kantor Desa programprogram pemerintah kepada masyarakat. Maka ini menjadi kesempatan untuk meningkatkan keterampilan mereka dan profisional sehingga mereka dapat mengidentifikasi baik dan buruk layanan dari desa itu sendiri. Oleh karna itu, sarana dan prasarana yang ada diharapkan dapat berfungsi dengan baik, demi terlaksana dengan efektif. Oleh karena itu peneliti ingin pelayanan publik pada kantor Desa Suriyan Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong. ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB TINJAUAN PUSTAKA Efektivitas Kata efektif berasal dari bahasa Inggris effective artinya berhasil atau sesuatu yang dilakukan berhasil sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sebagai ketepatan dalam kegunaan, hasil guna atau menunjang tujuan. Menurut (Arafat & Nana, 2. mengatakan bahwa efektivitas dapat diartikan sebagai tindakan keberhasilan untuk mencapai tujuan tertentu yang dapat membawa hasil belajar secara maksimal. Kefektifan berkenaan dengan jalan, upaya, teknik, dan strategi yang digunakan dalam mencapai tujuan secara optimal, tepat dan Menurut (Ivancevich. Gibson, & Robert, 2. dalam (Setiawan. R, & Ucu, 2. memberikan pernyataan sebagai berikut "Efektivitas adalah pencapaian tujuan dan sasaran yang telah disepakati untuk mencapai tujuan usaha Tingkat tujuan dan sasaran itu menunjukkan tingkat efektivitas, dan tingkat efektivitas suatu organisasi dipengaruhi oleh perilaku manajemennya. Lebih lanjut dikatakan "an effective management of organizational behavior requires an understanding of theory, research, and practice" atau dengan kata lain efektivitas perilaku manajemen pemahaman teori, dan implementasi praktis di lapangan. Diperlukan tingkat pengorbanan tertentu dalam mencapai tujuan dan sasaran. Efektivitas diterjemahkan sebagai jangkauan usaha suatu program sebagai suatu sistem dengan sumber daya dan sarana memenuhi tujuan dan sasarannya tanpa menghentikan cara dan sumber daya serta JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 tanpa memberi tekanan . yang tidak wajar terhadap pelaksanaannya. Efektivitas berkaitan dengan kemampuan melaksanakan tugas, fungsi . perasi kegiatan program atau mis. dari pada suatu organisasi atau sejenisnya yang tidak adanya tekanan atau ketegangan di antara pelaksanaannya. Menurut (Hari & Martani, 1. dalam (Setiawan. R, & Ucu, 2. memberikan pandangannya yaitu ada tiga pendekatan kriteria yang dapat digunakan dalam mengukur efektivitas suatu organisasi, yakni: Pendekatan Sumber . esource dengan mengukur efektivitas dari Fokus pendekatan sumber adanya keberhasilan organisasi untuk memperoleh sumber daya, baik fisik maupun nonfisik yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Pendekatan . rocess menekankan pada melihat sejauh mana efektivitas pelaksanaan program dari semua kegiatan proses internal Pendekatan sasaran . oals approac. Pendekatan sasaran memusatkan perhatian pada output, mengukur keberhasilan organisasi mencapai hasil . sesuai dengan rencana. Menurut (Ratminto & Winarsih, 2. dalam (Affandi. Cikusin, & Sunariyanto, 2. , efektivitas bukan hanya misi suatu organisasi, tetapi juga pencapaian tujuan yang ditetapkan secara jelas berupa tujuan atau sasaran jangka Efektivitas pencapaian hasil kinerja yang ditetapkan oleh setiap organisasi sebagai tujuan dari tujuan yang ditetapkan dalam organisasi Pencapaian kinerja dapat diukur dengan melihat seberapa baik suatu tujuan ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB telah tercapai. Pengukuran kinerja merupakan langkah yang efektif dalam organisasi, apakah tujuan tersebut berhasil atau gagal. Efektivitas menunjukkan keberhasilan dari segi tercapai tidaknya sasaran yang telah ditetapkan. Jika hasil kegiatan semakin mendekati sasaran, berarti makin tinggi efektivitasnya (Siagian, 2. dalam (Mamonto. Gosal, & Kasenda, 2. Selain itu terdapat beberapa kriteria yang bisa digunakan untuk melihat efektivitas kerja dari organisasi yang memberikan pelayanan (Siagian, 1. dalam (Mamonto. Gosal, & Kasenda, 2. antara lain: Faktor waktu, disini maksudnya pelayanan yang di berikan oleh pemberi pelayanan. Hanya saja penggunaan ukuran tentang tepat pelayanan yang di berikan berbeda satu orang ke orang lain. Terlepas dari penilaian subjektif yang demikian, yang jelas ialah faktor waktu dapat di jadikan sebagai salah satu ukuran efektivitas kerja dalam pemberian Faktor kecermatan, dapat di jadikan untuk menilai efektivitas kerja organisasi yang Faktor kecermatan di sini adalah ketelitian dari pemberi pelayanan kepada Pelanggan akan cenderung memberikan nilai yang tidak terlalu tinggi kepada pemberi pelayanan, apabila terjadi banyak kesalahan dalam proses pelayanan, meskipun di beri dalam waktu yang singkat. Faktor gaya, pemberi pelayanan merupakan salah satu ukuran lain yang dapat dan biasanya di gunakan dalam mengukur efektivitas kerja. JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Yang di maksud dengan gaya di sini adalah cara pemberi pelayanan dalam memberikan jasa. Pelayanan Publik Pelayanan berasal dari kata AuserviceAy yang berarti membantu orang lain, memberikan apa saja yang mereka butuhkan untuk melakukan yang mereka (Sinambela, 2. dalam (Sunarto, 2. berpendapat bahwa pelayanan pada dasarnya adalah dimana semua manusia membutuhkan pelayanan, bahkan secara ekstrim dapat dikatakan bahwa pelayanan tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan manusia. Pelayanan merupakan pemberian bantuan berupa (Aris. Agustang, & Idkhan, 2. mengatakan bahwa pada hakikatnya, penyelenggaraan pemerintahan ditujukan kepada terciptanya fungsi pelayanan . ublic Konsepsi kepemerintahan yang baik menuntut mempertanggungjawabkan segala sikap, perilaku, dan kebijakannya kepada Untuk itu diperlukan aparatur mengoptimalkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya serta didukung semangat pengabdian yang berorientasi pada pelayanan publik. Tuntutan dan aspirasi yang menyuarakan kepada pemerintah untuk melaksanakan penyelenggaraan pemerintahan yang baik sejalan dengan Tuntutan itu seharusnya melakukan perubahan yang terarah. (Nurmasari & Kurniawan, 2. dalam (Aris. Agustang, & Idkhan, 2. menyatakan bahwa pelayanan publik masih menjadi masalah dalam birokrasi di ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB indonesia, banyak faktor dan ragam yang menyebabkan hal tersebut menjadi momok di mata masyarakat. (Aris. Agustang, & Idkhan, 2. seharusnya tidak dijalankan selayaknya sebuah perusahaan tetapi harus melayani masyarakat secara demokratis, adil, merata, tidak diskriminatif, jujur dan karena paradigma ini : Nilai-nilai kewarganegaraan dan kepentingan publik adalah merupakan landasan utama dalam proses penyelenggaraan . Nilai-nilai tersebut memberi energi kepada pegawai pemerintah atau pelayanan publik dalam memberikan pelayanan kepada publik secara lebih Oleh karena itu, pegawai pemerintah atau aparat harus melakukan jalinan erat dengan masyarakatnya. (Pasolong, 2. dalam (Saputra. Veronisa. Roring, & Pasaribu, 2. kemampuan seseorang, kelompok, atau organisasi untuk memenuhi tuntutan secara efektif, baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, memberikan layanan melibatkan dua aspek: memenuhi tuntutan seseorang dan Dalam Keputusan Menteri Penyadagunaan Aparatur Negara Nomor 63/KEP/M. PAN/7/2003 Tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Pelayanan mejelaskan bahwa: Publik pelayanan publik adalah segala kegiatan pelayanan yang dilaksanakan oleh penyelenggara pelayanan publik sebagai upaya pemenuhan kebutuhan penerima JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 pelayanan maupun pelaksanaan ketentuan peraturan perundangundangan. Dalam hal ini, yang dimaksud penyelenggara pelayanan publik adalah instansi pemerintah yang meliputi:Satuan kerja/satuan organisasi kementerian, departemen, lembaga pemerintah non departemen, kesekretariatan lembaga tertinggi dan tinggi negara, misalnya, sekretariat dewan . , sekretariat negara . , dan sebagainya, badan usaha milik negara (BUMN). Badan hukum milik negara (BHMN), badan usaha milik daerah (BUMD). Instansi pemerintah lainnya, baik pusat maupun daerah termasuk dinas-dinas dan badan. Selain itu pada KEPMEN PAN No: 63/KEP/M. PAN/7/2003 tentang pelayanan publik juga menjelaskan perihal kelompok pelayanan publik yang terdiri dari: Kelompok Pelayanan administratif yaitu pelayanan yang menghasilkan berbagai bentuk dokumen resmi yang dibutuhkan oleh publik, misalnya status kewarganegaraan, sertifikat penguasaan terhadap suatu barang dan sebagainya. Dokumen-dokumen ini antara lain Kartu Tanda Penduduk (KTP). Akte Pernikahan. Akte Kelahiran. Akte Kematian. Kartu Keluarga (KK). Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Surat Ijin Mengemudi (SIM). Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK). Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). Paspor. Sertifikat Kepemilikan Tanah dan sebagainya. Kelompok pelayanan barang yaitu berbagai bentuk/jenis barang yang ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB digunakan oleh publik, misalnya jaringan telepon, penyediaan tenaga listrik, air bersih, dan sebagainya. Prinsip-prinsip pelayanan publik adalah kesederhanaan, kejelasan, kepastian waktu, akurasi, keamanan, tanggung jawab, kelengkapan sarana dan prasarana, kemudahan akses, kedisiplinan, kesopanan, keramahan, dan kenyamanan. Sedangkan UndangUndang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik menjelaskan bahwa . Pelayanan kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundangundangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik. Selanjutnya Penyelenggara pelayanan publik yang disebut Penyelenggara adalah setiap institusi penyelenggara negara, korporasi, lembaga independen yang dibentuk berdasarkan undang-undang untuk kegiatan pelayanan publik, dan badan hukum lain yang dibentuk se matamata untuk kegiatan pelayanan Kemudian, . Pelaksana pelayanan publik yang disebut juga dengan pelaksana adalah pejabat, pegawai, petugas dan setiap orang yang bekerja di dalam bertugas melaksanakan tindakan atau serangkaian tindakan pekayanan . Standar pelayanan adalah tolok ukur yang dipergunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pelayanan dan acuan penilaian kualitas pelayanan JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 penyelenggara kepada masyarakat dalam rangka pelayanan yang terjangkau, dan terukur. Asas penyelenggaraan pelayanan publik meliputi kepentingan umum, kepastian hukum, kesamaan hak, keseimbangan hak dan kewajiban perlakuan/tidak akuntabilitas, fasilitas dan perlakuan khusus bagi kelompok rentan, ketepatan waktu, dan kecepatan, kemudahan, dan keterjangkauan. Ruang lingkup pelayanan publik Ruang meliputi pelayanan barang publik dan jasa publik serta pelayanan administratif yang diatur pengajaran, pekerjaan dan usaha, tempat tinggal, komunikasi dan kesehatan, jaminan sosial, energi, perbankan, perhubungan, sumber daya alam, pariwisata, dan sektor strategis lainnya. Komponen standar pelayanan publik meliputi dasar hukum, persyaratan, sistem, mekanisme, dan prosedur, biaya/tarif, produk pelayanan, sarana, dan/atau kompetensi pelaksana, pengawasan internal, penanganan pengaduan, pelaksana, jaminan pelayanan yang memberikan kepastian pelayanan dilaksanakan sesuai dengan standar pelayanan, jaminan keamanan dan keselamatan pelayanan dalam bentuk komitmen untuk memberikan rasa aman, bebas dari bahaya, dan risiko keraguraguan dan evaluasi kinerja ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Kerangka Konseptual Gambar 1 Kerangka Konseptual Sumber : Google Maps Penelitian ini berlokasi di Desa Suriyan Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan dengan kode Pos 71572. Penulis memilih lokasi ini karena penulis ingin mengetahui bagaimana efektivitas pelayanan publik pada kantor desa suriyan, sehingga penulis dapat mendreskripsikan pelaksanaan pelayanan publik di sana. Sumber : Penulis . METODE PENELITIAN Penelitian metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, di mana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi, analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi Lokasi Penelitian Gambar 2. Lokasi Penelitian Kantor Desa Suriyan Kecamatan Haruai JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Sumber Data Sumber data merupakan suatu subyek tempat berasalnya data yang Sumber data diperlukan untuk menunjang pelaksanaan penelitian serta untuk menjamin keberhasilan pada saat dilaksanakannya penelitian. Sumber data dapat dibagi menjadi dua, yaitu : Data Primer Data primer adalah data yang dikumpulkan langsung oleh peneliti dari sumber aslinya untuk tujuan penelitian tertentu. Data ini bersifat (Sugiyono, 2. dalam (Afriansyah. Niarti, & Hermelinda, 2. Data primer adalah data yang langsung memberikan data kepada pengumpul Dalam hal ini, data primer merupakan kumpulan informasi yang diperoleh peneliti secara langsung dari subjek atau objek penelitian yaitu melalui hasil wawancara. ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Tabel 1. Jumlah Informan Penelitian Informan Jumlah Informan Kepala 1 Orang Desa Kaur 1 Orang Umum Masyarakat 3 Orang Sumber : Penulis . Data Sekunder Data (Afriansyah. Niarti. Hermelinda, 2. mengatakan bahwa data sekunder merupakan sumber data yang tidak langsung melalui orang lain atau lewat Dan yang menjadi sumber informasi ini bisa berupa buku, skripsi, jurnal yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data adalah teknik yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data informasi serta fakta pendukung yang ada dilapangan untuk keperluan penelitian. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini Observasi Observasi pengumpulan data yang dilakukan secara sistematis dan disengaja melalui pengamatan dan pencatatan terhadap gejala yang diselidiki. Menurut (Sugiyono, 2. dalam (Sutini & Krismayani, 2. pengumpulan data mempunyai ciri Observasi tidak terbatas pada orang, tetapi juga obyek-obyek alam lainnya. JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Observasi merupakan teknik mengamati secara langsung di Dengan ini peneliti harus datang secara langsung untuk mengamati bagaimana pelayanan publik yang terjadi di kantor desa Wawancara Wawancara merupakan suatu metode pengumpulan data untuk mendapatkan informasi yang digali dari sumber data langsung melalui percakapan atau tanya jawab. Wawancara merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat bertukar informasi dan ide dalam tanya jawab tersebut, dan dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu (Sugiyono, 2. dalam buku (Fiantika, et al. Wawancara menjadi salah satu teknik dalam pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, tetapi juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam. Teknik ini mendasarkan diri pada laporan tentang diri sendiri/ self report, atau setidak-tidaknya pada pengetahuan dan atau keyakinan pribadi. Dalam wawancara, peneliti akan mengetahui hal-hal yang lebih mendalam tentang pengetahuan atau keyakinan pribadi dari yang diwawancarai (Sugiyono, 2. dalam (Fiantika, et al. , 2. Adapun 5 orang informan yang dijadikan peneliti sebagai salah satu sumber data dalam penelitian ini Kepala Desa 1 Orang Kaur Umum 1 Orang Masyarakat 3 Orang ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Dokumentasi Dokumentasi adalah mencari data mengenai hal- hal atau variabel berupa catatan, transkrip, buku-buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, agenda dan sebagainya. Sedangkan menurut (Sugiyono, 2. menjelaskan bahwa dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya Dokumen yang berbentuk tulisan misalnya catatan harian, sejarah kehidupan . ife historie. Dokumen yang berbentuk gambar, misalnya foto, gambar lain-lain. Dokumen yang berbentuk karya misalnya karya seni, yang dapat berupa gambar, patung, film, dan lain-lain. Studi dokumen merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif. Teknik Analisis Data Analisis adalah proses klasifikasi yang mengatur data menjadi redundansi yang ada dan memperoleh hasil yang sesuai dengan data yang ada. Dan dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Analisis terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu: reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi. Analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya jenuh. Ukuran kejenuhan data ditandai dengan tidak diperolehnya lagi data atau informasi baru. Aktivitas dalam analisis meliputi reduksi data . ata JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 reductio. , penyajian data . ata displa. Penarikan verifikasi. onclusion verificatio. (Milles & Huberman, 1. dalam (Abdussamad, 2. , adapun penjelasannya sebagai berikut: Data Reduction (Reduksi Dat. Mereduksi merangkum, memilih hal-hal pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah pengumpulan data selanjutnya dan mencarinya bila diperlukan. Reduksi data dapat dibantu dengan peralatan elektronik seperti komputer mini, dengan memberikan kode pada aspkeaspek tertentu. Data Display (Penyajian Dat. Penyajian data dalam penelitian kualitatif dapat dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart Dengan dilakukannya Penyajian data dapat memudahkan dalam memahami apa yang terjadi, yang kemudian dibuat dengan bentuk teks naratif, yang kadang dilengkapi dengan grafik, matrik, bagan . atau sejenisnya. Conclusing Ddrawing/Verivication (Penarikan Kesimpulan/Verifikas. Langkah ketiga dalam analisis data kualitatif menurut (Milles & Huberman, 1. adalah penarikan Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan buktibukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal. ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali ke lapangan mengumpulkan data maka merupakan kesimpulan yang kredibel. Pengujian Keabsahan Data Pengujian reliabilitas pada penelitian kualitatif disebut dengan pemeriksaan keabsahan Formulasi pemeriksaan keabsahan kepercayaan . , keteralihan . , . , . Dari empat kriteria tersebut, pendekatan kualitatif memiliki delapan teknik pemeriksaan data, yaitu perpanjangan keikut-sertaan, ketekunan pengamatan, triangulasi, pengecekan sejawat, kecukupan referensi, kajian kasus negatif, pengecekan anggota, dan uraian rinci, (Moleong, 2. dalam (Hadi. Terkait dengan pemeriksaan data, pemeriksaan keabsahan data yang dilakukan dengan cara memanfaatkan halhal . lain untuk pengecekan atau perbandingan data, (Moleong, 2. dalam (Hadi, 2. Hal-hal lain yang perbandingan data itu adalah sumber, metode, peneliti, dan teori. Terdapat empat jenis penelitian kualitatif yang dikenal dengan teknik triangulasi yaitu triangulasi sumber . ata triangulatio. , . nvestigator triangulatio. , triangulasi metodologis . heoritical Dalam kredibilitas menggunakan triangulasi sumber dilakukan pengecekan data melalui tiga sumber, yaitu: 1 orang Kepala Desa, 1 orang Kaur Umum dan 3 orang Masyarakat. JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Adapun indikator yang peneliti gunakan untuk menjadi ukuran dalam menilai efektivitas pelayanan publik pada desa Suriyan yaitu indikator menurut (Siagian, 1. dalam (Mamonto. Gosal, & Kasenda, 2. , yang meliputi faktor waktu, faktor kecermatan dan faktor gaya pemberian pelayanan yang mana indikator gunakan sebagai pemdoman wawancara kepada 5 informan (Kades. Kaur Umum dan 3 orang Masyaraka. Faktor Waktu Berdasarkan hasil wawancara dengan lima informan tentang waktu pelayanan yang diberikan petugas dalam pelayanan publik pada kantor desa Suriyan bahwa pelayanan dilaksanakan dengan cepat dan pelayanan akan secepatnya dilakukan pada saat jam kerja serta masyarakat yang bersangkutan harus datang langsung, lengkap dengan berkas . agar diproses dengan segera, karena jika secara online pemerintahan desa Suriyan masih terkendala dengan jaringan. Maka faktor waktu pelayanan publik pada kantor desa Suriyan dikategorikan Faktor Kecermatan Berdasarkan hasil wawancara dengan lima informan tentang memberikan pelayanan publik pada kantor desa Suriyan bahwa petugas dengan baik, teliti dan detail. ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Maka faktor kecermatan dikategorikan sangat efektif Faktor Gaya Pemberi Pelayanan Menurut hasil wawancara dengan diterapkan petugas pada saat melayani pelayanan publik pada kantor desa Suriyan menunjukan bahwa gaya atau sikap petugas sangat ramah, sopan, dan bersahabat serta jika ada yang kurang dipahami oleh masyarakat petugas dengan sabar membantu masyarakat. Maka faktor gaya pemberi pelayanan dikategorikan sangat efektif. PEMBAHASAN Dari hasil rekapitulasi jawaban wawancara tersebut serta dari pengamatan penulis, maka penulis simpulkan dengan dukungan teori (Siagian, 1. dalam (Mamonto. Gosal, & Kasenda, 2. , dimana terdapat beberapa variabel yang dapat menentukan Efektifitas Pelayanan Publik Pada Kantor Desa Suriyan Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong. Faktor Waktu Faktor waktu merupakan suatu hal yang penting dalam pelayanan publik, efektivitas pelayanan publik yang dikemukakan oleh (Siagian, 1. dalam (Mamonto. Gosal, & Kasenda, 2. dari indikator faktor waktu maka dapat diketahui bahwa Pelayanan Publik Pada Kantor Desa Suriyan dikatakan cukup efektif. Hal ini sejalan juga dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Yunus. Hasanah, & Seda, 2. Efektivitas Pelayanan Publik dapat dikategorikan cukup efektif. Namun JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki lagi dalam pelayanan publik seperti, susahnya koneksi jaringan dalam proses pelayanan berbasis online, dan juga kecepatan pelayanan publik. Faktor Kecermatan Kecermatan pelayanan publik merupakan hal penting yang harus dijaga oleh petugas, hal ini bertujuan agar tidak menyebabkan masyarakat harus bolak balik ke kantor desa jika terjadi Efektivitas Pelayanan Publik dari (Siagian, 1. dalam (Mamonto. Gosal, & Kasenda, 2. dilihat dari indikator kecermatan bahwa pelayanan publik pada kantor desa suriyan dapat dikatakan sangat efektif, hal ini dibuktikan dengan hasil wawancara terhadap lima informan, dimana informan ini mengatakan bahwa ketelitian yang diberikan oleh petugas sudah sangat Hal ini sejalan juga dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Sriani & Sasmito, 2. , (Nur'aini, 2. dan (Yunus. Hasanah, & Seda, 2. , yang kesimpulannya adalah Efektivitas Pelayanan Publik dikategorikan sangat efektif. Faktor Gaya Pemberian Pelayanan Gaya atau sikap petugas dalam memberikan pelayanan publik juga memberikan pelayanan publik, hal ini harus dijaga agar masyarakat merasa nyaman ketika ingin meminta atau mengurus sesuatu di kantor desa. Efektivitas pelayanan publik yang dikemukakan oleh (Siagian, 1. dalam (Mamonto. Gosal, & Kasenda. ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB 2. dilihat dari indikator faktor gaya pemberian pelayanan bahwa pelayanan publik pada kantor desa suriyan dapat dikatakan efektif, hal wawancara terhadap lima informan, dimana informan ini mengatakan bahwa gaya atau sikap petugas dalam memberikan pelayanan publik sudah Akan tetapi masih ada beberapa petugas yang memberikan pelayanan dengan dengan kurang antusis atau kurang wellcome. Hal ini sejalan juga dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Sriani & Sasmito, 2. , (Nur'aini, 2. dan (Yunus. Hasanah, & Seda, 2. , yang kesimpulannya adalah bahwa Efektivitas Pelayanan Publik dikategorikan efektif. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa Pelayanan Publik Pada Kantor Desa Suriyan Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong dinyatakan efektif. SARAN Berdasarkan peneliti ingin memberikan saran yang diharapkan dapat menjadi masukan sebagai berikut : Kepad a pemerintah desa Suriyan pembangunan tower BTS untuk publik secara online, sehingga hal ini dapat mempermudah masyarakat dalam mengurus sesuatu. Kepada aparat pemerintahan desa setempat, agar lebih baik lagi dalam masyarakat tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mendapatkan sesuatu yang sedang diurus. JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 DAFTAR PUSTAKA