Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 2 (Oktober 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 INVENTARISASI TANAMAN DAN TUMBUHAN OBAT DI DESA JONGGON JAYA KECAMATAN LOA KULU Krisna Bernadeth Siahaan1. Hari Siswanto*2. Ariyanto3. Diah Rakhmah Sari4. Ali Suhardiman5. Heru Herlambang6. Widia Sri Utami7. Yosep Ruslim8 1,2,3,4,5,6,7,8 Laboratorium Perencanaan dan Pemenenan Hutan. Fakultas Kehutanan. Universitas Mulawarman Samarinda, 75111 Indonesia. Jl. Penajam. PO. BOX. Samarinda. Kalimantan Timur. E-Mail: hariforestry@gmail. com (*Corresponding autho. Submit: 02-04-2024 Revisi: 07-06-2024 Diterima: 24-06-2024 ABSTRAK Inventarisasi Tanaman dan Tumbuhan Obat di Desa Jonggon Jaya Kecamatan Loa Kulu. Tanaman obat adalah berbagai tanaman yang dimanfaatkan untuk obat tradisonal. Koleksi tanaman obat seringkali berada di lahan pekarangan, kebun ataupun halaman rumah dan dikelola dengan baik. Tumbuhan obat juga berasal dari tumbuhan liar yang tidak dibudidayakan yang berada di areal persawahan, hutan, lapangan ataupun di sekitar Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis tanaman obat yang dibudidayakan masyarakat di Desa Jonggon Jaya dan mengidetifikasi jenis tumbuhan obat yang ada di areal berhutan Desa Jonggon Jaya. Penelitian ini dilakukan di Desa Jonggon Jaya. Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara. Provinsi Kalimantan Timur. Metode pengambilan data tanaman obat dilakukan secara kualitatif dengan 100 responden menggunakan teknik purposive sampling dan metode pengambilan data tumbuhan obat secara kuantitatif dengan sistem jalur. Penempatan plot selang seling secara sistematis dengan plot penelitian sebanyak 3 jalur, setiap jalur terdiri dari 5 plot dengan jumlah keseluruhan sebanyak 15 plot. Plot yang digunakan berbentuk kotak dan setiap plot berukuran 20m x 20m dengan jarak antar plot 200 meter. Hasil penelitian tanaman obat yang dibudidayakan masyarakat Desa Jonggon Jaya sebanyak 28 jenis tanaman dengan berbagai khasiatnya, bagian yang paling banyak digunakan adalah rimpang dengan persentase sebesar 37% dan tanaman yang paling banyak dibudidayakan adalah Sereh dapur (Cymbopogon citratu. dan kunyit kuning (Curcuma long. dengan jumlah masing-masing 41 tanaman dengan persentase 24%. Hasil penelitian tumbuhan obat yang ada di areal berhutan Desa Jonggon Jaya sebanyak 34 jenis dengan habitus paling banyak ditemukan adalah habitus pohon dengan persentase 35%. Kata kunci : Desa Jonggon Jaya. Habitus Tumbuhan. Inventarisasi. Tanaman dan Tumbuhan Obat. ABSTRACT Inventory of Plants and Medicinal Plants in Jonggon Jaya Village. Loa Kulu District. Medicinal plants are various plants that are used for traditional medicine. Collections of medicinal plants are often located in the yards, garden or yards and are well managed. Medicinal plants also come from wild plants that are not cultivated in rice fields, forests, fields or around the house. This study aims to identify the types of medicinal plants cultivated by the community in Jonggon Jaya Village and identify the types of medicinal plants in the forested area of Jonggon Jaya Village. This research was conducted in Jonggon Jaya Village. Loa Kulu District. Kutai Kartanegara Regency. East Kalimantan Province. The method of collecting medicinal plant data was carried out qualitative with 100 respondents using purposive sampling techniques and quantitative medicinal plant data collection methods with a pathway system. Placement of alternating interval plots systematically with research plots as many as 3 lines, each path consists of 5 plots with a total of 15 plots. The plots used are box-shaped and each plot measures 20m x 20m with a distance between plots of 200 meters. The results of research on medicinal plants cultivated by the people of Jonggon Jaya Village as many as 28 types of plants with various benefits, the most widely used part is rhizomes with a percentage of 37% and the most cultivated plants are Citronella (Cymbopogon Citratu. and yellow turmeric (Curcuma long. with 41 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Inventarisasi Tanaman dan Tumbuhan Obat A Siahaan et al. plants each with a percentage of 24%. The results of research on medicinal plants in the forested area of Jonggon Jaya Village as many as 34 types with the most habitus found are tree habitus with a percentage of Keywords : Inventory. Jonggon Jaya Village. Plant Habitus. Plants and Medical Plants. PENDAHULUAN Pulau Kalimantan sebagai salah satu dari lima pulau besar di Indonesia memiliki kawasan hutan tropis basah dengan tingkat keanekaragaman jenis tergolong tinggi di dunia. Salah satu bentuk pemanfaatan tumbuhan hutan Kalimantan adalah sebagai bahan obat tradisional masyarakat setempat. Potensi tumbuhan obat pada kawasan hutan di Kalimantan cukup beragam, baik yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar kawasan maupun yang belum Tumbuhan obat di hutan Kalimantan tidak hanya tumbuhan berkayu, tetapi juga tidak berkayu dengan berbagai habitus, yakni berupa pohon, (Noorcahyati, 2. Desa Jonggon Jaya merupakan desa yang berada di Kecamatan Loa Kulu. Kabupaten Kutai Kartanegara. Provinsi Kalimantan Timur. Desa Jonggon Jaya berdiri pada tahun 1980 berawal dari penduduk desa transmigrasi mayoritas berasal dari daerah jawa, serta adanya masyarakat asli Desa Jonggon Jaya. Desa Jonggon Jaya memiliki luas total sebesar 10. 563 ha, yang kemudian dibagi menjadi lahan pemukiman seluas 500 hektar, lahan pertanian 450 ha, lahan perkebunan 560 ha dan sisanya merupakan areal hutan tanaman yang disebut sebagai kawasan hutan. Salah satu keunggulan masyarakat Desa Jonggon Jaya adalah dibidang pertanian dan perkebunan yang sebagian besar mata pencaharian warganya adalah Masyarakat juga banyak yang membudidayakan tanaman obat seperti jahe, kunyit, lengkuas, serai, dan temu lawak dan lain-lain. Hasil produksi dari petani biasanya dikonsumsi sendiri sebagai bahan pangan dan bahan baku obat-obatan tradisional seperti jamu dan Masyarakat mengkonsumsi tanaman obat sudah lama dilakukan, dan diteruskan secara turun-temurun dari nenek moyang mereka hingga sekarang. Hasil produksi petani juga sebagian ada yang dijual untuk mencukupi kebutuhan pangan serta menambah nilai pendapatan petani Desa Jonggon Jaya. Kawasan hutan Desa Jonggon Jaya terdapat hutan tanaman industri dan hutan alam, di hutan tanaman industri terdapat tanaman monokultur dan di hutan alam Pada hutan alam banyak beragam jenis tumbuhan yang belum diketahui jenisnya baik hasil hutan kayu maupun bukan kayu yang memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sehingga memberikan kontribusi yang positif terhadap kelestarian tumbuhan agar terhindar dari kelangkaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis tanaman obat yang dibudidayakan masyarakat di Desa Jonggon Jaya dan mengidetifikasi jenis tumbuhan obat yang ada di areal berhutan Desa Jonggon Jaya. METODA PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian dilaksanakan di Desa Jonggon Jaya Kecamatan Loa Kulu. Kabupaten Kutai Kartanegara. Provinsi Kalimantan Timur. Bahan dan Alat Bahan dan alat yang digunakan dalam digunakan untuk mengukur luasan plot pada tumbuhan obat, phiband work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 2 (Oktober 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. digunakan untuk mengukur diameter pohon berkayu khusus untuk tumbuhan obat, tali rapia digunakan sebagai penanda batas plot untuk tumbuhan obat, kompas untuk menentukan arah plot, tally sheet digunakan untuk pencatatan data di lapangan, kamera digunakan untuk dokumentasi kegiatan penelitian, label digunakan untuk memberikan label pada tumbuhan yang telah diidentifikasi, kuesioner yang akan digunakan sebagai pemandu dalam informasi yang dibutuhkan khusus untuk tanaman obat, aplikasi Avenza Maps untuk menandai titik koordinat tumbuhan obat. Peta Administrasi Desa Jonggon Jaya Kecamatan Loa Kulu, pengenalan jenis tanaman dan tumbuhan obat melalui situs flora resmi seperti, w. org, dan situs identifikasi jenis tanaman dan tumbuhan obat serta jurnal maupun buku mengenai tumbuhan obat digunakan sebagai referensi. Rancangan Penelitian Metode Pengumpulan Data Tanaman Obat Yang Dibudidayakan Pengambilan data tanaman obat dilakukan di areal pemukiman dan pertanian dengan melakukan wawancara secara langsung terhadap masyarakat terkait informasi jenis-jenis tanaman obat yang dibudidayakan. Tujuan wawancara dilakukan agar memperoleh data tentang ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 jenis tanaman obat, jumlah atau luasan tanaman obat, manfaat dari tanaman obat yang dibudidayakan, serta apakah tanaman obat digunakan untuk kebutuhan sendiri atau dijual. Pengambilan secara Purposive Sampling. Adapun kriteria responden yaitu masyarakat yang membudidayakan tanaman obat di Desa Jonggon Jaya. Sampel yang digunakan untuk tanaman obat adalah 100 responden. Pengambilan sampel 100 responden dibagi 17 RT, dimana setiap RT terdapat 6 responden dengan pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling sehingga didapatkan sampel keterwakilan dari seluruh RT di Desa Jonggon Jaya. Metode Pengumpulan Data Tumbuhan Obat Menggunakan Plot Pengambilan data tumbuhan obat dilakukan di hutan alam, penentuan lokasi untuk diinventarisasi dilakukan secara purposive sampling dan teknik pengumpulan data tumbuhan obat yaitu sistem jalur dengan penempatan plot selang seling secara sistematis dengan jarak antar plot 200 meter. Pembuatan plot penelitian sebanyak 3 jalur, setiap jalur terdiri dari 5 plot sehingga jumlah keseluruhan sebanyak 15 plot. Plot yang digunakan berbentuk kotak dengan setiap plot berukuran 20m x Tujuan pembuatan plot adalah untuk mengetahui jenis tumbuhan obat pada suatu areal. Data Tumbuhan obat yang diambil adalah semua jenis habitus dan pengukuran diameter dilakukan pada habitus pohon berkayu (Simon, 2. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Inventarisasi Tanaman dan Tumbuhan Obat A Siahaan et al. 20m x 20m 20m x 20m 20m x 20m 20m x 20m 20m x 20m Gambar 1. Gambaran Plot Penelitian Prosedur Pelaksanaan Penelitian Studi Pustaka Studi pustaka dilakukan untuk memperoleh data teoritis dan mempelajari beberapa referensi yang berkaitan dengan penelitian yang membangun landasan teori yang kuat. Adapun refensi yang didapat berupa jurnal, buku-buku, karya ilmiah serta penelitian terdahulu. Observasi Lapangan Observasi lapangan adalah suatu teknik yang dilakukan dengan cara melakukan pengamatan secara cermat dan teliti agar dapat diambil data yang akurat dan nyata. Wawancara Wawancara langsung terhadap masyarakat Desa Jonggon Jaya tentang informasi jenis tanaman yang dibudidayakan. Jenis dan Sumber Data Data primer adalah data yang didapat melalui hasil wawancara secara langsung dengan responden dan pengamatan secara langsung dari pembuatan plot di lapangan pada lokasi penelitian. Data primer yang didapat berupa jenis-jenis tanaman dan tumbuhan obat, jumlah tanaman dan tumbuhan obat, hasil produksi tanaman obat, serta manfaat dari tanaman dan tumbuhan obat. Data sekunder penelitian ini yaitu data batas administrasi Desa Jonggon Jaya Kecamatan Loa Kulu yang diperoleh dari pemerintahan desa. Analisis Data Pengolahan data serta analisis data dilakukan dengan metode analisis deskriptif kuantitatif. Untuk identifikasi tanaman obat data dari kuesioner di analisis secara deskriptif kualitatif. Penggunaan metode analisis ini yaitu menggambar-kan, menganalisis, menguraikan dan menyimpulkan beberapa tujuan penelitian secara deskriptif. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Identifikasi Tanaman Obat Tanaman yang dibudidayakan masyarakat Desa Jonggon Jaya umumnya adalah tanaman obat yang dapat mengobati berbagai macam jenis penyakit. Pengetahuan pengobatan secara turun-temurun biasa dilakukan oleh masyarakat Desa Jonggon Jaya yang memiliki jenis pengobatan yang sangat beraneka penyakit ringan hingga penyakit berat. Cara pengola-han masyarakat sangat praktis, ada yang dapat dikonsumsi secara langsung dan ada melalui proses pengolahan work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 2 (Oktober 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. terlebih dahulu. Proses pengolahan masyarakat dengan cara direbus, ditumbuk, serta dikeringkan terlebih Berdasarkan hasil penelitian, wawancara dari 100 responden di Desa Jonggon Jaya Kecamatan Loa ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 Kulu, diperoleh data sebanyak 28 dibudidayakan oleh masyarakat Berikut adalah jenis-jenis tanaman obat yang dibudidayakan masyarakat Desa Jonggon Jaya dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 1. Jenis Tanaman Obat yang Dibudidayakan serta Kegunaannya. Famili Nama Ilmiah Acanthaceae Graptophyllum Acanthaceae Strobilanthes crispa Nama Daerah Kegunaan Bagian yang Dimanfaatkan Cara Pengolahan Referensi Daun merah Pembersih ginjal Daun Direbus Wawancara Kejibeling Mengobati kencing batu Daun Direbus Wawancara Wawancara Annonaceae Annona muricata Buah sirsak Melancarkan sistem pencernaan Buah Dimakan Apiaceae Apium graveolens Seledri Melancarkan sistem pencernaan Daun Direbus Wawancara Crassulaceae Bryophyllum Cocor bebek Menurunkan demam Daun Ditumbuk Wawancara Mengobati sembelit Mengobati luka Daun Getah Ditumbuk Diteteskan Wawancara Menurunkan tekanan darah tinggi Umbi Direbus Mengobati diabetes Umbi Direbus Euphorbiaceae Jatropha curcas Daun jarak Iridaceae Eleutherine Bawang Mengobati batu ginjal Daun Direbus Wawancara Menurunkan tekanan darah tinggi Daun Direbus Wawancara Menurunkan tekanan darah tinggi Bunga Direbus melancarkan sistem pencernaan Bunga Direbus Menurunkan demam Melancarkan sistem pencernaan Daun Ditumbuk Direbus Menghilangkan bau badan Daun Direbus Mengurangi nyeri haid Daun Direbus Mengobati diare Batang Direbus Meredakan masuk angin Batang Direbus Meningkatkkan daya tahan tubuh Batang Direbus Mencegah gigitan serangga Batang Disuling Menghilangkan rasa gatal Batang Disuling Menyembuhkan penyakit kulit Batang Disuling Menurunkan berat badan Buah Diiris Wawancara Lamiaceae Orthosiphon aristatus Kumis Lamiaceae Coleus Miana Malvaceae Hibiscus rosasinensis Bunga Myrtaceae Syzygium polyanthum Daun salam Piperaceae Poaceae Poaceae Rutaceae Piper betle Cymbopogon citratus Cymbopogon nardus Citrus limon Thymelaeaceae Phaleria macrocarpa Xanthorrhoeaceae Zingiberaceae Aloe vera Alpinia galanga Zingiberaceae Curcuma longa Zingiberaceae Zingiberaceae Curcuma zedoaria Zingiber officinale Roscoe Daun Sirih Sereh dapur Sereh wangi Jeruk lemon Mahkota Lidah buaya Laos Kunyit Kunyit Jahe gajah Wawancara Wawancara Wawancara Wawancara Wawancara Wawancara Mengobati diabetes Buah Direbus Wawancara Perawatan Rambut Meredakan masuk angin Daun Rimpang Dioleskan Direbus Wawancara Wawancara Mengobati maag dan asam lambung Rimpang Direbus Meningkatkan daya tahan tubuh Rimpang Direbus Megobati maag dan asam lambung. Rimpang Direbus Meredakan masuk angin Rimpang Direbus Meningkatkan daya tahan tubuh Rimpang Direbus Mengobati flu dan batuk Rimpang Direbus Wawancara Wawancara Wawancara Zingiberaceae Zingiber officinale var. Jahe merah Meningkatkan daya tahan tubuh Rimpang Direbus Wawancara Zingiberaceae Kaempferia galanga Kencur Meningkatkan daya tahan tubuh Rimpang Diparut Wawancara Zingiberaceae Curcuma amada Temu Megobati maag dan asam lambung. Rimpang Direbus Wawancara Rimpang Rimpang Rimpang Rimpang Rimpang Direbus Direbus Direbus Diparut Dimakan Zingiberaceae Curcuma zanthoriza Temulawak Zingiberaceae Zingiberaceae Temu ireng Lempuyang Zingiberaceae Curcuma aeruginosa Zingiber zerumbet Boesenbergia Meningkatkkan daya tahan tubuh Melancarkan pencernaan Menambah nafsu makan Menurunkan demam Temu kunci Menyembuhkan sariawan Wawancara Wawancara Wawancara Wawancara This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Inventarisasi Tanaman dan Tumbuhan Obat A Siahaan et al. Bagian Tanaman yang Dimanfaatkan Sebagai Obat Hasil identifikasi menunjukkan bahwa ada 7 bagian tanaman yang dimanfaatkan sebagai obat yaitu rimpang, daun, batang, bunga, buah, umbi, getah. Bagian tanaman obat paling banyak dimanfaatkan sebagai obat yaitu rimpang dengan persentase sebesar 37%. Hal ini dikarenakan bahwa banyak masyarakat yang membudidayakan dan memanfaatkan tanaman obat dari bagian rimpang. Persentase 7% 5% Gambar 2. Bagian Tanaman Obat yang Dimanfaatkan Berdasarkan data yang diperoleh dari masyarakat, pada Tahun 2020 masyarakat Desa Jonggon Jaya banyak mengkonsumsi rimpang sebagai obat seperti jahe gajah (Zingiber officinale Rosco. , jahe merah (Zingiber officinale rub-ru. , kunyit kuning (Curcuma long. dan temulawak (Curcuma zanthoriz. karena dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Maraknya penyebaran virus Covid-19 sangat berkaitan dengan berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk diantaranya perubahan pola hidup masyarakat yang lebih fokus kepada upaya pencegahan agar tidak tertular dengan virus Covid-19. Masyarakat Desa Jonggon Jaya mempercayai bahwa tanaman obat bagian rimpang dapat digunakan sebagai pencegah covid-19. Cara Pengolahan Tanaman Obat Cara pengolahan bagian tanaman obat paling banyak digunakan yaitu dengan cara direbus dengan persentase 68%, dioleskan dengan persentase dikonsumsi langsung dengan persentase 5%, ditumbuk dengan persentase 7%, diteteskan dengan persentase 2%, diparut dengan persentase 5%, diiris dengan persentase 2% dan disuling dengan persentase 7 %. Persentase 5% 7% 2% 5% 2% 7% Gambar 3. Cara Pengolahan Tanaman Obat. work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 2 (Oktober 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. Persentase Tanaman Obat Yang Dibudidayakan Masyarakat Desa Jonggon Jaya yang membudidayakan tanaman obat tidak hanya menggunakan tanaman untuk ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 kebutuhan sendiri tetapi juga menjual hasil produksi tanaman obat yang Dijual Kebutuhan Gambar 4. Hasil Produksi Tanaman obat. Berdasarkan tanaman obat yang dibudidayakan terdapat 6 jenis tanaman obat yang dijual tanaman obat yang dijual sebesar 21,43%. Berdasarkan data yang diperoleh dari masyarakat, pada tahun 2020 masyarakat Desa Jonggon Jaya banyak membudidayakan tanaman obat seperti tanaman jahe gajah (Zingiber officinale Rosco. Sereh dapur (Cymbopogon citratu. dan kunyit kuning (Curcuma long. karena faktor dari maraknya penyebaran Covid-19 menyebabkan naiknya harga dari tanaman obat sehingga membudidayakan tanaman obat agar dapat mencukupi kebutuhan pangan serta menambah nilai pendapatan petani Desa Jonggon Jaya, tetapi pada tahun 2023 Desa Jonggon Jaya membudidayakan tanaman obat sudah menurun karena faktor dari virus pada tanaman jahe gajah dan harga pasar yang menyebabkan kurangnya ketertarikan masyarakat dalam membudidayakan tanaman obat. Hasil produksi tanaman obat yang dimanfaatkan untuk kebutuhan sendiri terdapat 28 jenis tanaman obat dengan persentase 100%. Hal ini disebabkan Desa Jonggon Jaya membudidayakan tanaman obat lebih banyak dipekarangan rumah dan hanya beberapa rumpun untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dari hasil produksi tanaman obat dapat diketahui bahwa tanaman obat yang dibudidayakan masyarakat lebih banyak digunakan untuk kebutuhan sendiri dibandingkan dijual. Tanaman obat yang dibudidayakan masyarakat dapat dilihat pada Gambar 5 sebagai berikut: This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Siahaan et al. 1% 1% 2% 1% 1% 1% 1% 2% 2% 2% 1% 1% 1% 3% 1% 1% 1% 1% 2% 1% 1% 1% 1% Daun merah Kejibeling Buah Sirsak Cocor bebek Daun jarak Kumis kucing Miana BungaA Sirih Sereh dapur Sereh wangi Jeruk lemon MahkotaA Lidah buaya Laos KunyitA Kunyit putih Jahe gajah Jahe merah Kencur Temu mangga Temulawak Temu ireng BawangA Daun sop Lempuyang Kunci Daun salam Persentase Inventarisasi Tanaman dan Tumbuhan Obat A Gambar 5. Tanaman Obat yang Dibudidayakan. Tanaman obat yang paling banyak dibudidayakan adalah tanaman sereh dapur (Cymbopogon citratu. dan kunyit kuning (Curcuma long. dengan jumlah masing-masing persentase sebesar 24%. Hasil wawancara menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat yang dipekarangan rumah lebih banyak dibandingkan masyarakat yang membudidayakan tanaman obat di lahan Hal ini karena masyarakat yang membudidayakan tanaman obat di pekarangan rumah hanya menanam dalam beberapa rumpun atau pokok tetapi beberapa masyarakat juga menjual hasil dibudidayakan dan memanfaatkan untuk kebutuhan sendiri karena tanaman obat dari pekarangan rumah lebih mudah untuk Tanaman dibudidayakan juga berfungsi sebagai kehidupan sehari-hari yang digunakan untuk menambah cita rasa makanan. Masyarakat yang menanam tanaman obat di kebun biasanya dilakukan dengan sistem agroforestri (Manangka et al. Identifikasi Habitus Tumbuhan Obat Berdasarkan kegiatan identifikasi tumbuhan obat yang telah dilakukan sebanyak 15 plot di areal berhutan Desa Jonggon Jaya dengan luasan 418 Ha diperoleh beberapa jenis tumbuhan yang berpotensi sebagai obat. Hal ini perlu adanya pengelompokan jenis tumbuhan beserta dengan kegunaannya. Berikut adalah daftar jenis tumbuhan berkhasiat obat dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 2. Jenis Tumbuhan Obat Diareal Berhutan Desa Jonggon Jaya. Famili Annonaceae Apocynaceae Tabernaemontana Akar Buah. Daun Manfaat Mentolerir kondisi kekurangan nutrisi Obat sakit gigi dan sariawan Cara Penggunaan Habitus Referensi Diminum Perdu Diana et al, 2021 Diminum. Pohon Handayani et al . Herba Yusro et al . Liana Purwaningsih . Liana Epifit Salusu et al . Noorcahyati . Herba Yusro et al . Liana Purwaningsih . Alocasia longiloba Daun Arecaceae Calamus sp. Umbut Obat demam dan malaria Arecaceae Aspleniaceae Calamus ornatus Asplenium nidus Buah Daun Anti bakteri Penyubur rambut Ditempelkan Diminum. Diminum Dioleskan Daun Antioksidan, anti bakteri Diminum Aspleniaceae Blechnum orientale Batang Obat bisul Ditempelkan Akar Obat luka Dioleskan Araceae Uvaria grandiflora Bagian yang Dimanfaatkan Kanker, herpes, kudis, kulit gatal, kulit melepuh melepuh Nyeri otot Nama Ilmiah Connaraceae Agelaea borneensis Getah work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 2 (Oktober 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. Famili Nama Ilmiah Bagian yang Dimanfaatkan Dilleniaceae Dillenia reticulata Akar Obat anti alergi Manfaat ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 Cara Penggunaan Habitus Referensi Diminum Pohon Falah et al . Dilleniaceae Dillenia excelsa Daun Mengobati panas dalam. Diminum Pohon Chumaed et al . Euphorbiaceae Homalanthus populneus Getah Obat kurap Dioleskan Pohon Karmilasanti & Supartini . Euphorbiaceae Macaranga gigantea Obat Diare dan disentri Diminum Pohon Wibisono & Azham Euphorbiaceae Macaranga tanarius Daun Obat asam urat/rematik, gejala nyeri, mengobati bengkak pada persendian Dioleskan Pohon Suryatinah et al . Euphorbiaceae Mallotus paniculatus Kulit batang Obat kulit Dioleskan. Semak Naemah & Pudjawati. Fabaceae Fordia splendidissima Dioleskan Noorcahyati . Daun Mengatasi sakit pada Mengobati luka terbuka Akar Obat disentri Diminum Liana Purwaningsih . Diminum/ Epifit Noorcahyati . Diminum. Herba Wibisono & Azham Membantu mengurangi gejala Diminum Pohon Hildasari & Hayati . Anti diabetes Diminum Denny & Kalima . Dioleskan Pohon Karmilasanti & Supartini . Akar Fabaceae Spatholobus ferrugineus Kulit batang Akar Gleicheniaceae Dicranopteris linearis Daun Hypoxidaceae Curculigo latifolia Lamiaceae Gmelina arborea Daun Lauraceae Actinodaphne glomerata Kulit batang Daun Rimpang Lauraceae Litsea garciae Lauraceae Litsea elliptica Marantaceae Melastomataceae Stachyphrynium repens Melastomataceae Miconia crenata Moraceae Artocarpus elasticus Pandanaceae Pandanus sp. Obat radang telinga Membantu mengeluarkan duri Daun Mengobati memar Daun Mengobati sakit kepala. Diminum Pohon Kuspradini et al . Daun Menyembuhkan luka yang Dibalurkan Herba Noorcahyati . Batang Mengobati nyeri haid Dimakan Daun Mengobati keputihan, sariawan, mengobati luka terbuka dan luka terbakar, obat amandel, pereda demam Diminum Daun Pencuci luka bernanah, menghentikan pendarahan pada luka sayat Dibalurkan Herba Pengobatan penyakit disentri Anti inflamasi, kontrasepsi Diminum Pohon Buah Obat sakit pinggang Diminum Epifit Purwaningsih . Diminum Liana Santoso . Diminum Epifit Hermawati, . Getah Kulit batang Passifloraceae Passiflora foetida Buah Menjaga kesehatan tulang, mencegah anemia, mencegah kanker, mengontrol tekanan darah, menjaga kesehatan gusi, menyembuhkan ganguan ginjal, dan mengurangi rasa Polypodiaceae Drynaria quercifolia Daun Anti bakteri,demam, obat penyakit kulit Daun Anti bakteri Polypodiaceae Phyllanthaceae Wibisono & Azham Yamin et al . Epifit Daun Obat sakit kulit atau bisul Dioleskan Pohon Suryatinah et al . Diminum Liana Tri, . Diminum Epifit Setijadi & Suedi . Diminum Herba Noorcahyati . Uncaria cordata Akar Schizaeaceae Lygodium circinnatum Daun Alpinia sp. Sembiring et al . Diminum Rubiaceae Zingiberaceae Anti jamur, obat batuk, obat sakit gigi, penambah darah, disentri, mengobati masuk angin, mengobati katarak Noorcahyati . Rimpang Nephrolepis biserrata Bridelia glauca Sembiring et al . Kulit Melastoma Demam, obat asma, batuk, memar, obat luka bakar, dan Meningkatkan selera makan, melancarkan buang air kecil, meningkatkan aktivitas usus, obat luka, sariawan, sakit Rimpang Mengobati diabetes, diare dan Obat setelah melahirkan, obat Mengatasi penyakit diabetes, mengatasi penyakit panu Renjana et al . This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Inventarisasi Tanaman dan Tumbuhan Obat A Tabel 3. hasil identifikasi tumbuhan obat di areal berhutan Desa Jonggon Jaya terdapat 34 jenis tumbuhan obat dari 22 famili yang meliputi habitus pohon, perdu, liana, terna/herba, epifit, serta semak. Tumbuhan obat dalam penelitian ini yaitu tumbuhan yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh dan penyembuhan berbagai penyakit lainnya. Menurut Diana et al. , . Akar tumbuhan Uvaria grandiflora adalah tumbuhan yang mengandung bahan kimia yang disebut grandifloracin, yaitu gen anti-austerity yang ampuh dan mampu menekan kemampuan berbagai garis sel kanker pankreas untuk mentolerir kondisi kekurangan nutrisi. Tumbuhan Tabernaemontana macrocarpa adalah salah satu tumbuhan yang tumbuh di hutan Kalimantan. Menurut masyarakat kutai barat, buah tumbuhan Tabernaemontana macrocarpa digunakan sebagai obat sakit gigi dan sariawan, caranya dengan direbus kemudian air rebusannya dikumurkan (Handayani et al. , 2. Menurut Dusun Kelayam Desa Manua Sadap yang mayoritas berasal dari suku Dayak Iban, mempercayai bahwa daun dari tumbuhan Alocasia longiloba digunakan sebagai penyembuh penyakit yaitu untuk mengobati nyeri otot, penggunaannya dengan cara ditempelkan. Selain itu, daun Blechnum orientale juga dimanfaatkan sebagai antioksidan dan anti bakteri dan batangnya digunakan untuk obat bisul. Cara penggunaannya dengan cara diminum dan ditempelkan pada bagian tubuh yang mengalami nyeri otot (Yusro et al. , 2. Tumbuhan Calamus sp. berpotensi sebagai obat yang digunakan untuk obat demam dan malaria, bagian yang digunakan adalah umbut. Cara umbutnya kemudian air rebusannya Siahaan et al. (Purwaningsih. Penelitian sebelumnya mengungkapkan bahwa setiap bagian buah Calamus ornatus mempunyai potensi bioaktivitas. Potensi toksisitas rendah terdapat pada daging buahnya sedangkan bagian kulit buah dan bijinya tidak beracun (Salusu et , 2. Tumbuhan Asplenium nidus digunakan sebagai penyubur rambut, caranya dengan Asplenium nidus dengan parutan kelapa dan air campuran tersebut disaring kemudian digunakan untuk mencuci rambut (Noorcahyati. Berdasarkan beberapa penelitian daun Miconia crenata dimanfaatkan sebagai obat pencuci luka yang bernanah, dan dapat menghentikan pendarahan pada luka sayat, caranya dengan menumbuk daun dan dibalurkan pada luka (Wibisono & Azham, 2. Menurut (Falah et al. , 2. hasil wawancara dengan masyarakat dayak benuaq. Jenis tumbuhan Dillenia reticulata digunakan sebagai Obat anti alergi, penggunannya dengan cara merendam akar Dillenia reticulata kemudian direbus dan air rebusannya Daun Dillenia penggunaanya dengan cara di ekstrak untuk obat mengurangi rasa nyeri pada penderita rematik (Chumaed et al. , 2. Homalanthus sebagai obat yang digunakan untuk obat kurap, cara penggunaannya dengan mengoleskan getahnya (Karmilasanti & Supartini, 2. Jenis tumbuhan Mallotus paniculatus dimanfaatkan untuk mengobati penyakit kulit, penggunaannya dengan cara mengerik bagian kulit kayunya dan mengaplikasikannya kebagian kulit yang terkena jamur atau panu (Naemah & Pudjawati, 2. Daun Litsea elliptica dimanfaatkan masyarakat sebagai obat tradisional yang dapat mengobati sakit kepala, demam (Kuspradini et al. , 2. Secara tradisional, tumbuhan Drynaria work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 2 (Oktober 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. quercifolia digunakan sebagai obat penyakit demam (Hermawati, 2. 34 jenis tumbuhan berkhasiat obat yang terdiri dari 6 habitus diantaranya jenis tumbuhan herba, perdu, liana, epifit, semak dan pohon. Berikut hasil pengamatan jenis-jenis tumbuhan obat yang ditemukan pada plot berdasarkan habitus dapat dilihat pada Gambar 6. Sebaran Habitus yang Berpotensi sebagai Obat Berdasarkan hasil identifikasi dari seluruh jenis tumbuhan yang terdapat pada plot penelitian setelah dianalisis terdapat Persentase ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 18% 18% Perdu Pohon Herba Gambar 6. Tumbuhan Obat Berdasarkan Habitus. Habitus tumbuhan obat yang paling banyak ditemukan pada plot penelitian adalah habitus pohon dengan jumlah 12 jenis dan persentase sebanyak Habitus pohon berkayu ditemukan rata-rata berdiameter 20 cm sampai 40 cm. Habitus perdu sebanyak 3 jenis dengan persentase 9%, herba 6 jenis dengan persentase 18%, habitus liana sebanyak 6 jenis dengan persentase 18%, pada epifit sebanyak 6 jenis dengan persentase 18% dan semak sebanyak 1 jenis dengan persentase 3% Bagian Tumbuhan Yang Dimanfaatkan Sebagai Obat Penggunaan bagian daun sebagai ramuan atau obat lebih banyak dibandingkan bagian yang lainnya, hal ini karena daun merupakan organ yang paling mudah didapatkan tanpa harus merusak tumbuhan tersebut. Penggunaan daun untuk bahan obat tidak berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan tumbuhan, karena daun dapat tumbuh kembali berbeda dengan bagian akar yang dapat tumbuhan bahkan mati karena bagian akarnya diambil. Persentase 11% 7% 9% 2% 7% 7% Kulit Batang Akar Daun Gambar 7. Bagian tumbuhan yang Dimanfaatkan Sebagai Obat. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Inventarisasi Tanaman dan Tumbuhan Obat A Cara Penggunaan Tumbuhan Obat Cara tumbuhan sebagai obat paling banyak adalah diminum dengan pesentase 55%. Siahaan et al. Berdasarkan referensi bagian tumbuhan yang diambil adalah bagian tumbuhan yang dianggap berpotensi sebagai obat. Gambar 8. Cara Penggunaan Tumbuhan Obat. KESIMPULAN Gunung Tilu Kuningan. EDUKATI INTI CEMERLANG. Tanaman dibudidayakan oleh masyarakat Desa Jonggon Jaya terdapat 28 jenis tanaman Tanaman obat yang paling banyak dibudidayakan yaitu tanaman sereh dapur (Cymbopogon citratu. dan kunyit kuning (Curcuma long. dengan jumlah masingmasing 41 tanaman dengan persentase Terdapat 34 jenis tumbuhan obat yang ditemukan di areal berhutan Desa Jonggon Jaya. Jenis habitus yang ditemukan adalah habitus pohon dengan persentase 35%, perdu dengan persentase 9%, herba dengan persentase 18%, liana dengan persentase 18%, epifit dengan persentase 18% dan semak dengan persentase 3%. DAFTAR PUSTAKA