Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Pengolahan Tanah Hortikultura Dengan Teknologi Traktor JD-800 Tech Untuk Kelompok Tani Jaya Makmur di Pangean. Kabupaten Kuantan Sengingi Jhonni Rahman1. Syarifah Farradinna2*. Azwirman3 Fakultas Teknik. Universitas Islam Riau Fakultas Psikologi. Universitas Islam Riau Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Islam Riau *koresponding email: syarifah. farradinna@psy. Abstract The objective of this community service program was to assist the Jaya Makmur farmer group in learning how to apply the JD-800 Tech tractor technology as a method for horticultural land cultivation in Pangean District. Kuantan Singingi Regency. Based on the identified problems, land cultivation by the farmer group had been carried out conventionally. therefore, socialization, training, and field demonstrations were deemed necessary. The results of the program revealed that after adopting tractorbased land cultivation, farmers required only 40 minutes to process 400 mA of farmland, compared to 5Ae 6 working days using conventional methods for the same area. Furthermore, training outcomes indicated that 92% of the farmer group members were able to operate the tractor independently, and 87% of them applied it in their cultivation practices. These findings demonstrate that the JD-800 Tech tractor technology not only improves farmersAo productivity and efficiency but also strengthens the social and economic aspects of the farmer organization in a sustainable manner. Keywords: JD-800 Tech tractor, horticulture, land cultivation, farmer group, community service. Abstrak Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk membantu kelompok petani Jaya Makmur dalam mempelajari cara menerapkan teknologi tractor JD-800 tech sebagai metode untuk pengolahan tanah hortikultura di kecamatan Pangean, kabupaten Kuantan Sengingi. Berdasarkan identifikasi permasalahan, pengolahan tanah oleh kelompok tani dilakukan secara konvensional, oleh karena itu perlu adanya pemberian sosialisasi, pelatihan, dan demonstrasi lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa setelah pengolahan tanah dijalankan dengan traktor, petani memerlukan waktu 40 menit untuk mengolah tanah pertanian seluas 400M2, dibandingkan dengan pengolahan secara konvensional yang memerlukan waktu 5 Ae 6 hari kerja untuk luas yang sama. Setelah pelatihan, diketahui bahwa 92% anggota kelompok petani dapat mengoperasikan traktor secara mandiri, dan 87% di antaranya menjalankan pengolahan dengan traktor. Hasil ini mennjukkan bahwa teknologi traktor JD800 tech tidak hanya meningkatkan produktivitas dan efisiensi petani, tetapi juga memperkuat unsur sosial dan ekonomi organisasi petani secara berkelanjutan. Kata Kunci: Traktor JD-800 Tech, hortikultura, pengolahan tanah, kelompok tani, pengabdian PENDAHULUAN Sistem pengolahan penting untuk diperhatikan, karena pengolahan lahan yang dilakukan dengan memperhatikan kondisi lahan dapat memengaruhi proses penanaman dan hasil pertanian. Pengolahan lahan merupakan kegiatan mengubah kondisi tanah dengan memanfaatkan peralatan pertanian agar tercipta lahan yang sesuai pertumbuhan tanaman secara optimal (Fitrios et al. , 2020. Rizki et al. , 2. Pengolahan tanah untuk penanaman hortikultura menjadi salah satu sektor penting dan mulai dilirik oleh banyak kelompok masyarakat pertanian. Kontribusi pertanian untuk subsektor https://doi. org/10. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 hortikultura berperan sebagai penyedia lapangan kerja dan meningkatkan sumber pendapatan keluarga (Vermila, 2. Hortikultura merupakan komponen penting dalam perekonomian dan ketahanan Kelompok Tani Jaya Makmur di kecamatan Pangean, kabupaten Kuantan Sengingi sebagain besar penduduknya bekerja sebagai petani, matoritas menanam sayuran . abai, tomat, bayam, dan Namun, produksi hortikultura masih menghadapi masalah, terutama dalam hal pengolahan tanah, yang masih sebagian besar dilakukan secara manual dengan cangkul atau hewan. Proses ini memakan banyak waktu dan tenaga kerja, yang meningkatkan biaya bagi usaha tersebut (Bansa et al. , 2024. Karimah et al. , 2. hal ini menjadi salah satu faktor yang dapat menurunkan motivasi petani dalam mengolah lahan tanah pertanian (Farradinna et al. , 2. Persiapan dalam pengolahan tanah dapat memakan waktu 5 Ae 6 hari kerja untuk 1 bedeng lahan . uas 1x35M), bahkan menyiapkan satu hektar lahan, tentunya memerlukan biaya usaha menjadi sangat Gambar 1 Kondisi lahan Pertanian sebelum pengolahan tanah dengan traktor Metode pengolahan lahan pertanian hortikultura dengan menggunakan teknologi seperti tractor dalam pengolahan lahan dapat meningkatkan kualtias tanah, memercepat proses tanam, dan menurunkan biaya produksi (Aldillah, 2016. Suyatno et al. Selain itu, pengolahan tanah menjadi merata dalam hal kedalaman dan memengaruhi pertumbuhan akar tanaman. Kebermanfaatan pengolahan lahan pertanian https://doi. org/10. 37859/jpumri. p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 dengan menggunakan tractor merupakan salah satu cara untuk melindungi tanah dari praktik pertanian intensif dan meningkatkan kualitas fisik, kimia, dan biologi tanah. Sehingga tanah yang diolah menjadi longgar, dan memungkinkan udara masuk dan sekaligus membantu akar tumbuh serta tanamaan berkembang dengan baik. Oleh karena itu, mengenalkan teknologi dianggap menjadi salah satu solusi yang relevan untuk menjawab permasalahan dari kesulitan dan keterbatasan kelompok tani dalam pengolahan tanah (Irma et al. , 2. Teknologi JD-800 Tech dipersiapkan untuk membawa perubahan dan meningkatkan produksi pertanian yang lebih efisien, efektif, dan berkualitas tinggi. Bahkan mengenalkan teknologi traktor ini dapat meningkatkan optimis dan motivasi dalam mengolah tanah lahan pertanian yang ada. METODE PENGABDIAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat Kelompok Tani Jaya Makmur di kecamatan Pangean, kabupaten Kuantan Sengingi, berfokus pada penerapan teknologi tractor JD-800 Tech. Adapun metode pelaksanaan yang dilakukan meliputi beberapa tahap, yaitu . Tahap persiapan dan mengidentifikasi Bagian ini merupakan salah satu bagian yang penting dilakukan, dimana . Survei lapangan dilakukan untuk pertanian, metode pengolahan tanah yang dilakukan secara konvensional, sekaligus mengidentifikasi kendala yang dialami petani. Melakukan wawancara dengan ketua kelompok, agar dapat mengetahui kebutuhan, persepsi, dan harapan terhadap penerapan teknologi yang akan dihibahkan. Melakukan analisis situasi yang difokuskan pada aspek penggunaan waktu, biaya operasional, dan besaran produksi lahan yang dilakukan dengan konvensional. Tahap sosialisasi dan edukasi teknologi Bagian ini tim pengabdian melakukan p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 serangkaian kegiatan sosialisasi dan memberikan pemahaman penggunaan teknologi tractor JD-800 Tech, yaitu . Tim sosialisasi yang dilakukan dalam Kegiatan pemahaman pentingnya mekanisme menghasilkan lahan tanah yang baik untuk ditanam . Memberikan materi penyuluhan menyakut pemahaman keunggulan penggunaan teknologi tractor JD800 Tech, dan membandingkan hasil pengolahan tanah secara manual. Tahap pengenalan teknologi tractor JD800 Tech dan demonstrasi lapangan Bagian ini tim pengabdian melakukan pengenalan dan mendemonstrasikan teknologi tractor JD-800 Tech, sekaligus uji coba pada lahan, rangkaian kegiatan tersebut sebagai berikut: Anggota kelompok tani dikenalkan komponen-komponen sekaligus praktik mengoperasikan teknologi tractor JD-800 Tech di . Pelatihan difokuskan pada teknik pengoperasian dasar . enyalakan, menjalankan, mengendalikan, dan pengolahan lahan tanah . ercobaan perawatan harian, pemeriksaan oli pengecekan komponen agar mesin . Melakukan demonstrasi dengan sistem field practice agar anggota kelompok menguasai keterampilan . Pendampingan dan monitoring Kegiatan pendampingan dan monitoring penting dilakukan untuk memstikan memberikan manfaat dan memberikan perubahan positif kepada masyarakat. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 Adapun bagian ini melakukan beberapa hal penting, yaitu . Melakukan pendampingan intensif, pengamatan secara langsung, ketua kelompok dapat melakukan diskusi secara online dan memberika perkembangan penggunaan tractor oleh kelompok tani. Melakukan kelompok dapat mengoperasikan tractor secara mandiri, mengelola jadwal pemakaian diantara anggota kelompok, dan melakukan perawatan tractor secara berkala. Evaluasi dan refleksi hasil Pada awal kegiatan anggota kelompok diberikan kuesioner yang berisikan sejumlah pertanyaan terkait dengan pengolahan tanah dan hasil sebelum dan sesudah penggunaan teknologi tractor JD-800 Tech. Melakukan evaluasi keberhasilan mengukur waktu pengolahan dan analisis biaya operasional sebelum dan sesudah penggunaan tractor . Memberikan mengukur perbedaan pemahaman dan kemampuan mengoperasikan tractor sebelum dan sesudah diberi pelatihan . Hasil evaluasi dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif, sehingga dapat merumuskan rencana tindak Keberlanjutan program. Ketua kelompok berperan sebagai mediator dalam menyimpan asset Bersama dan dikelola secara kolektif. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian ini merupakan salah satu bentuk dukungan kepada masyarakat untuk mendukung ketahanan pangan dan Indonesia. Namun sejalan dengan waktu, pengolahan lahan pertanian yang telah dilakukan secara konvensional, perlu perubahan dengan memanfaatkan teknologi https://doi. org/10. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 seperti tractor JD-800 Tech. Adapun hasil pengabdian yang telah dilakukan, diketahui . Peningkatan efisiensi waktu pengolahan Sebelum kegiatan PKM, pengolahan tanah oleh kelompok tani dilakukan secara konvensinal, yaitu di cangkul atau dibajak dengan bantuan hewan. Proses ini memerlukan waktu 5 Ae 6 hari kerja dalam 400M2, melibatkan 2 orang tenaga Setelah diterapkan teknologi tractor JD-800 tech, waktu pengolahan lahan yang sama hanya membutuhkan waktu Ou 40 menit untuk 400M2, melibatkan jumlah tenaga kerja yang Temuan ini sejalan dengan penelitian Suyatno dan Komariyati . menunjukkan bahwa mekanisasi pertanian dapat meminimalkan waktu pengolahan lahan lebih dari separuh dibandingkan metode pengolahan secara Gambar 2. Metode Konvensional pengolahan tanah lahan hortikultura Gambar 3. Metode pengolahan tanah lahan hortikultura dengan tractor JD-800 tech . Perbaikan Kualitas tanah Penelitian lapangan menunjukkan bahwa tanah yang digarap dengan tractor https://doi. org/10. 37859/jpumri. p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 menjadi lebih gembur, lebih rata, dan memiliki kedalaman penggarapan yang lebih konsisten. Kondisi ini memudahkan penanaman dan membantu akar tanaman tumbuh lebih baik. Berdasarkan hasil pengamatan dan percobaan di lapangan diketahui bahwa kepadatan tanah menunjukkan kondisi lahan yang lebih Hal ini sejalan dengan Bachrein et al. , . bahwa penggunaan traktor dapat memperbaiki struktur tanah, sehingga dapat membuat tanaman tumbuh lebih baik. Gambar 4. Perbaikan kualitas tanah dengan . Biaya operasional yang lebih ekonomis Penerapan traktor JD-800 Tech untuk pengolahan lahan hortikultura Kelompok Tani Jaya Makmur, kecamatan Pangean, kabupaten Kuantan Sengingi jauh lebih Sebelum pengolahan dilakukan dengan teknologi ini, biaya untuk tenaga kerja menggarap 1 hektar lahan mencapai Rp. Setelah penerapan teknologi, biaya yang dikeluarkan oleh petani hanya Rp. 000 untuk bahan bakar pertalite ditambah biaya tenaga kerja sebesar Rp. Partisipasi Petani dan Pengembangan Kapasitas Pelatihan pengolahan tanah dengan teknologi traktor JD-800 tech memberikan dampak positif yang besar, karena anggota kelompok tani memperoleh keterampilan baru dalam mengoperasikan dan merawat traktor. Hasil evaluasi penyebaran kuesioner kepada anggota kelompok menunjukkan p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 menggunakan traktor secara mandiri, dan 87% menyatakan siap menggunakan keterampilan mereka untuk mengolah tanah pertanian yang ada. Tingkat partisipasi yang tinggi ini menunjukkan rasa optimis dan motivasi yang tinggi terhadap penggunaan teknologi traktor JD-800 tech dalam mengolah tanah dan memproduksi hasil pertanian yang lebih Gambar 5. Partisipasi kelompok Tani Jaya Makmur . Implikasi Sosial-Ekonomi dalam Jangka Panjang Selain peningkatan efisiensi, kegiatan PKM ini kebersamaan di antara kelompok. Anggota kelompok dapat mengakses teknologi ini secara adil melalui regulasi yang di wakilkan kepada ketua Kelompok petani Jaya Makmur telah menerima salah satu metode yang lebih modern, melalui ketua kelompok dengan memberikan stimulasi eksternal berupa dorongan dari dalam diri anggota kelompok (Arizona et al. , 2. Hal ini sejalan dengan temuan dari penelitian terdahulu yang menekankan pentingnya meningkatkan kapasitas dan ketahanan kelompok tani komunitas dan pengembangan bisnis kolaboratif (Santi et al. , 2. Berdasarkan teknologi traktor mini JD-800 tech tidak hanya meningkatkan produktivitas teknis kelompok tani Tunas Jaya Makmur, tetapi juga memberikan Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 pembelajaran berkelanjutan. SIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat menerapkan teknologi JD-800 tech Bersama Kelompok Tani Jaya Makmur kecamatan Pangean, kabupaten Kuantan Sengingi telah terbukti memberikan dampak positif yang Berdasarkan hasil penilaian menunjukkan bahwa penggunaan tractor telah meningkatkan efisiensi budidaya tanaman lebih dari 80% dibandingkan dengan metode konvensional dengan mencangkul atau pun bantuan hewan. Selain itu, dengan menggunakan tractor dapat memperbaiki kualitas tanah dengan membuatnya lebih gembur, dan mengurangi biaya operasional secara signifikan. Disisi lainnya, pelatihan dan pendampingan terkait dengan operasional teknologi ini memantu anggota kelompok keterlibatan anggota kelompok dalam merawat dan mengoperasikan nya secara Lebih lanjut, program ini juga dapat membantu kelompok tani memperkuat aspek sosial dalam meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga. Pengelolaan sumber daya secara kolaboratif memperkuat persatuan dan menciptakan peluang untuk pengembangan layanan lahan pertanian. Oleh karena itu, teknologi tractor JD-800 tech ini dapat menjadi model inovasi yang dapat diadopsi oleh kelompok-kelompok tani lainnya di kabupaten Kuantan Sengingi. Model inovasi ini tidak hanya dapat meningkatkan produktivitas hortikultura, namun juga dapat meningkatkan ketahanan pangan keluarga dan mendukung peningkatan ketahanan pangan secara global. UCAPAN TERIMAKASIH