ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 18 No. 1, 31 Mei 2023 PERSEPSI PETANI TERHADAP PERAN KELOMPOK TANI DI DESA JAMBU, KECAMATAN LENTENG. KABUPATEN SUMENEP FarmersAo Perception of The Role of Farmer Groups in Jambu Village. Lenteng Sub-District. Sumenep District Aisyah Nur Kholifah. Slamet Widodo*. Resti Prastika Destiarni. Slamet Subari Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian. Universitas Trunojoyo Madura Jl. Raya Telang. Kecamatan Kamal. Kabupaten Bangkalan. Madura *Email: slametwidodo@trunojoyo. Diterima: 16 Maret 2023 Direvisi akhir: 03 Mei 2023 Disetujui terbit: 30 Mei 2023 ABSTRACT In Jambu Village, 12 farmer groups were formed to improve farmers' knowledge and skills. This study aimed to determine farmers' perceptions of the role of farmer groups in Jambu Village. Lenteng Sub-district. Sumenep District. This research was conducted from November 2022 January 2023. The number of samples used was 57 farmers from 2 farmer groups selected by purposive and census. The analytical method used is descriptive with a Likert scale to measure farmersAo perception level. The results of the analysis showed that the role of farmer groups as learning classes, vehicles for cooperation, and production units was overall quite good with the role of learning classes being the highest and the role as a production unit being low. So it is necessary to optimize the role of farmer groups as production units by conducting group business activities. Keywords: farmer groups, learning classes, production unit, vehicles for cooperation ABSTRAK Di Desa Jambu terdapat 12 kelompok tani yang dibentuk sebagai sarana dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi petani terhadap peran kelompok tani di Desa Jambu. Kecamatan Lenteng. Kabupaten Sumenep. Penelitian ini dilakukan dari Bulan November 2022 Ae Januari 2023 dengan subjek penelitian anggota kelompok tani. Sebanyak 57 petani yang dipilih secara sensus dari 2 kelompok tani yang dipilih secara purposive. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif dengan skala likert untuk mengukur tingkat persepsi petani. Hasil analisis diperoleh bahwa peranan kelompok tani sebagai kelas belajar, wahana kerjasama, dan unit produksi secara keseluruhan cukup baik dengan peran kelas belajar paling tinggi dan peran sebagai unit produksi rendah. Oleh karena itu perlu untuk mengoptimalkan peran kelompok tani sebagai unit produksi dengan mengadakan kegiatan usaha kelompok. Kata kunci: kelompok tani, kelas belajar, unit produksi, wahana kerjasama Avaliable online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 18 No. 1, 31 Mei 2023 PENDAHULUAN Pada tahun 2020 kontribusi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 13,70%. Angka ini mengalami 0,99% dibandingkan tahun sebelumnya yaitu sebesar 12,71% (BPS 2021. Sektor pertanian juga memegang peran penting dalam ketenagakerjaan. Berdasarkan data Keadaan Angkatan Kerja di Indonesia, lapangan kerja utama pada tahun 2019 Ae 2020 adalah sektor Pada tahun 2019 tenaga kerja yang diserap pada sektor pertanian 291 tenaga kerja. Pada tahun 2020 meningkat sebesar 7,83% 371 tenaga kerja, akan tetapi pada tahun 2021 menurun 2,86% 676 tenaga kerja (BPS Walaupun terjadi penurunan, namun tren penyerapan tenaga kerja masih menunjukkan tren yang positif. Penyerapan tenaga kerja yang besar pada sektor pertanian disebabkan karena sektor pertanian tidak memerlukan kualifikasi keterampilan khusus, maupun level pendidikan tertentu (Isbah & Iyan Salah satu bentuk dukungan pertanian adalah dengan penguatan Kelembagaan merupakan lembaga yang ditumbuh kembangkan dari, oleh, dan untuk petani. Kelembagaan petani merupakan wadah memperjuangkan kepentingan petani (Nasriansyah et al. Adanya kelembagaan petani memeliki peran penting dalam peningkatan produktivitas, sehingga hal tersebut berdampak terhadap kesejahteraan petani (Damanik & Purba 2019. Riantini et al. Salah satu kelembagaan petani adalah kelompok tani. Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 67 tahun 2016, kelompok tani adalah kumpulan petani/pekebun/peternak yang dibentuk oleh para petani atas dasar komoditas, kesamaan kondisi lingkungan ekonomi, sosial, dan sumber daya, serta keakraban dalam meningkatkan dan mengembangkan usaha anggotanya. Terdapat tiga fungsi kelompok tani diantaranya adalah . kelas belajar, kelompok tani sebagai kelas belajar adalah kelompok tani sebagai wadah untuk belajar mengajar bagi para anggota kelompok tani dalam meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan sikap agar dapat berkembang menjadi suatu pemanfaatan serta akses kepada sumber informasi dan juga teknologi. Petani diarahkan untuk memiliki kemampuan manajemen belajar mengajar antara lain belajar, dan evaluasi hasil belajar. wahana kerjasama, kelompok tani menjadi tempat dalam memperkuat kerjasama baik antar sesama petani yang ada di dalam kelompok tani ataupun kelompok tani yang lain. Selain itu, juga memperkuat kerjasama dengan pihak lain, sehingga diharapkan usahatani akan lebih efisien dan mampu menghadapi tantangan, ancaman, serta hambatan dan lebih menguntungkan. unit produksi, usahatani dari masing-masing kelompok tani secara keseluruhan adalah satu kesatuan usaha yang dapat dikembangkan dalam mencapai skala ekonomi usaha, dengan menjaga kualitas, kuantitas dan kontinuitas. Sebagai diarahkan untuk memiliki kemampuan menentukan pengembangan produksi, menyusun rencana dan melaksanakan penerapan teknologi, menjalin kerjasama Avaliable online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 18 No. 1, 31 Mei 2023 dengan pihak lain terkait usahatani, produktivitas dan sumber daya alam dan lingkungan (Kementan 2. Kabupaten Sumenep merupakan salah satu Kabupaten yang ada di Pulau Madura dan memiliki potensi dalam komoditas pangan, hortikultura, dan Sebesar 80,26% lahan di Kabupaten Sumenep merupakan lahan pertanian yaitu sebesar 168. 558 ha (BPS Kecamatan Lenteng merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Sumenep, luas lahan di kecamatan tersebut sebesar 5. 663 ha. Terdapat 20 desa yang ada di Kecamatan Lenteng, salah satunya adalah Desa Jambu. Berdasarkan Badan Pusat Statistik . , luas lahan pertanian di Desa Jambu sebesar 172,89 ha. Sebanyak 20,10% atau sekitar 269 masyarakat Desa Jambu bekerja sebagai petani, dan seluruhnya tergabung dalam kelompok tani. Pada Desa Jambu terdapat 12 kelompok tani yang yang tersebar di 3 Dusun yaitu Dusun Tonggal terdadapat 2 kelompok antara lain Sumber Makmur dan Intani. Dusun Tambak terdapat 5 kelompok yaitu Tambak Jaya. Putera Tunggal. Hosnul Hotimah. Jambu Subur dan Cinta Damai. Dusun Nangger terdapat 5 kelompok yaitu Al Mawadah. Harapan Kita. Jambu Setia. KWT Sekar Ayu, dan Ingin Madu. Kelompok tani keterampilan di bidang pertanian, serta sebagai sarana berbagi pengalaman dalam pemecahan masalah yang dihadapi di lapangan baik antar petani ataupun agen penyuluh pendamping Akan tetapi, petani di Desa Jambu beranggapan bahwa adanya kelompok tani tersebut hanya untuk mempermudah dalam penyaluran sarana produksi pertanian seperti bibit dan pupuk, sehingga petani bergabung dalam kelompok tani untuk mendapatkan subsidi sarana produksi pertanian. Beberapa penelitian juga memberikan Menurut Koleangan et al. , motivasi petani bergabung dalam kelompok tani adalah untuk mendapatkan bantuan dari Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi petani terhadap peran kelompok tani yang ada di Desa Jambu Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep, sehingga dapat diketahui bahwa peran kelompok tani yang ada di Desa Jambu apakah sudah berjalan dengan baik atau tidak berdasarkan dari persepsi anggota kelompok tani. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di Desa Jambu. Kecamatan Lenteng. Kabupaten Sumenep. Pemilihan lokasi dilakukan secara purposive . , dengan pertimbangan bahwa Desa Jambu memiliki persentase luas lahan pertanian terbesar kedua di Kecamatan Lenteng, yakni sebesar 94,22% yang mencapai 172,89 ha (BPS 2021. Pertimbangan lainnya adalah di Desa Jambu terdapat 12 kelompok tani, sehingga menjadi penting melihat peran kelompok tani Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang didapatkan dengan cara : . observasi, yaitu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan mengamati secara . wawancara, yaitu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan mengadakan tanya jawab Wawancara dilakukan dengan alat bantu kuesioner, yaitu pengumpulan data yang tertulis untuk dijawab oleh responden Teknik Avaliable online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 18 No. 1, 31 Mei 2023 sampling, merupakan suatu teknik kombinasi dua atau lebih teknik yang berbeda dan dilakukan secara bertahap. Pada penelitian ini kombinasi teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dan sampling jenuh . Pada tahap pertama digunakan purposive sampling dengan mengambil 2 kelompok tani dari 12 kelompok tani, dengan pertimbangan kelompok tani tersebut merupakan kelompok yang paling aktif dan keduanya memiliki jumlah anggota paling banyak dibandingkan kelompok tani lain. Setelah didapatkan 2 kelompok, pada tahap kedua digunakan sampling jenuh atau sensus, yaitu teknik pengambilan sampel yang semua anggota populasi digunakan sebagai sampel (Sugiyono 2. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 57 petani, terdiri dari kelompok tani Al Mawadah sebanyak 22 petani dan kelompok tani Jambu Subur sebanyak 35 petani. Metode Pengukuran tingkat persepsi petani menggunakan skala likert dengan Karakteristik memberikan 27 pertanyaan terkait peran kelompok tani. Pada setiap pertanyaan skor sebagai berikut: Setuju Kurang setuju = 2 Tidak setuju = 1 Berdasarkan skor setiap pertanyaan maka diperoleh total skor minimum sebesar 27 dan maksimum sebesar 81. Selanjutnya interval kelas untuk menentukan kategori persepsi petani terhadap peran kelompok tani, sebagai berikut: Interval = ycIycoycuyc ycNyceycycycnycuyciyciycn Oe ycIycoycuyc ycNyceycyceycuyccycaEa yaycycoycoycaEa yayceycoycayc 81 Oe 27 = 18 sehingga kategori persepsi petani terhadap peran kelompok tani : Rendah = 27 Ae 45 Sedang = 46 Ae 63 Tinggi = 64 Ae 81 HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Karakteristik responden dalam penelitian ini dilihat dari jenis kelamin. Karakteristik ini disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Karakteristik Responden Jambu Subur Al Mawadah Jumlah Persentase Jumlah Persentase . (%) . (%) Jenis Kelamin - Laki-laki - Perempuan - Jumlah Umur - 15 Ae 64 - > 64 - Jumlah Tingkat Pendidikan - Tidak Sekolah - SD - SMP - SMA - Sarjana - Jumlah Sumber : Data Primer, 2023 Jumlah . Total Persentase (%) Avaliable online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 18 No. 1, 31 Mei 2023 Sedikitnya kelompok tani yang berjenis kelamin perempuan ini juga di temui di kelompok tani lainnya, seperti temuan Simanjuntak & Hayati . , yang menunjukkan bahwa partisipasi perempuan dalam kelompok tani masih. Kondisi ini kelompok tani perempuan merasa kurang puas dengan keberadaan kelompok tani. Selain perempuan dalam kelompok tersebut karena pemahaman ketua kelompok perempuan dalam tahap perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan perolehan Omotesho et al. menunjukkan bahwa tingkat partisipasi perempuan dalam kelompok tani juga tergolong rendah yang dikaitkan dengan tanggung jawab wanita yang sudah menikah lebih mementingkan kegiatan Selain itu, adanya nilai-nilai kepercayaan sosial budaya yang menempatkan posisi wanita berada di bawah laki-laki. Pada tingkat umur, menunjukkan bahwa sebanyak 55 responden berada pada rentang usia 15 Ae 64 tahun dan 2 responden berada pada Berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2021, usia produktif adalah 15 Ae 64 tahun (Kementerian Ketenagakerjaan 2. Sehingga 96,5% responden berada pada usia produktif, dan 3,5% lainnya merupakan usia tidak Berdasarkan tingkat pendidikan dapat diketahui bahwa hampir sebagian besar pendidikan responden adalah SD . %) dan SMP . %), hal tersebut menunjukkan bahwa tingkat pendidikan dikategorikan rendah. Temuan Rusdiana et al. , juga menunjukkan bahwa tingkat pendidikan angota kelompok tani masih rendah. Peran Kelompok Tani Sebagai Kelas Belajar Sebagai kelas belajar, kelompok tani berfungsi untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap, serta tumbuh dan berkembangnya kemandirian di dalam berusaha tani. Terdapat 10 indikator yang berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar anggota kelompok tani seperti yang disajikan pada Tabel 2. Tabel 2. Persepsi Responden Terhadap Peran Kelompok Tani Sebagai Kelas Belajar Skor Jumlah Indikator Skor Kelompok tani menanyakan masalah- 0 8,8 52 91,2 masalah yang dihadapi Anggota ikut serta dalam merencanakan 0 8,8 52 91,2 Setiap pertemuan berjalan dengan tertib dan 0 57 100,0 Pengurus dan anggota berpartisipasi dalam 0 13 22,8 44 77,2 menumbuhkan kedisiplinan dan motivasi dalam kegiatan belajar Kelompok tani bekerjasama dengan penyuluh Lingkungan belajar dalam kelompok tani layak dan sesuai kebutuhan Pengurus kelompok tani aktif dalam proses belajar mengajar Avaliable online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 18 No. 1, 31 Mei 2023 Skor Indikator Anggota memberikan pendapat, keinginan, dan masalah yang dihadapi Kelompok tani mengajak anggota untuk merumuskan kesepakatan bersama Pengurus dan pertemuan rutin Jumlah skor keseluruhan Rata-rata skor Sumber : Data Primer, 2023 Persepsi petani terhadap peran kelompok tani sebagai kelas belajar telah Hasil perhitungan menunjukkan skor rata-rata sebesar 28,9. Skor tersebut berada pada interval 23,4 Ae 30,0 yang termasuk dalam kategori tinggi. Beberapa indikator dinilai tinggi dengan persentase 100% antara lain adalah setiap pertemuan berjalan dengan tertib dan kondusif, kelompok tani pertanian, pengurus kelompok aktif dalam kegiatan belajar mengajar, dan semua anggota kelompok tani termasuk melaksanakan pertemuan rutin. Adanya peran kelompok tani sebagai kelas belajar tersebut dapat meningkatkan pengetahuan anggota, hal tersebut karena petani memperoleh informasi terkait usahatani. Kelompok tani juga perencanaan pertemuan rutin, seluruh anggota kelompok akan mengadakan musyawarah yang dihadiri oleh pengurus maupun anggota untuk menyusun jadwal Pertemuan biasanya berlangsung sekali dalam Jumlah Skor seminggu dengan lokasi di rumah Pada kegiatan pertemuan rutin, kepada anggota untuk menyampaikan masalah-masalah yang dihadapi dalam berusahatani, sehingga dapat bertukar pikiran untuk memperoleh solusi terkait masalah yang dihadapi. Temuan ini mendukung pernyataan Hidayat et al. Prasetia et al. Zogar et al. , peran kelompok tani sebagai kelas belajar sudah menjalankan fungsinya dengan baik. Masalah yang dihadapi petani dapat dipecahkan, petani juga dapat bertukar pikiran dengan anggota yang lain. Peran Kelompok Tani Sebagai Wahana Kerjasama Sebagai wahana kerjasama, kelompok tani adalah tempat untuk memperkuat kerjasama antar anggota kelompok maupun dengan pihak lain. Terdapat 9 indikator seperti yang disajikan pada Tabel 3. Avaliable online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 18 No. 1, 31 Mei 2023 Tabel 3. Persepsi Responden Terhadap Peran Kelompok Tani Sebagai Wahana Kerjasama Indikator Pengurus dan anggota saling mengenal dan percaya Pengurus melaksanakan pembagian tugas sesuai kesepakatan bersama Pengurus dan anggota ikut dalam menciptakan suasana keterbukaan dalam menyatakan pendapat Pengurus dan anggota ikut serta dalam merencanakan dan melakukan Anggota ikut dalam mengembangkan kedisiplinan dan rasa tanggung jawab Kelompok tani menjalin kerjasama dengan pihak penyedia sarana produksi dan jasa pertanian Semua anggota menaati dan melaksanakan kesepakatan yang dihasilkan bersama Kelompok tani menjalin kerjasama dan kemitraan usaha dengan pemasaran hasil pertanian Kelompok tani memberikan pinjaman modal untuk keperluan usaha anggota Jumlah skor keseluruhan Rata-rata skor Skor Jumlah Skor Sumber : Data Primer, 2023 Berdasarkan Tabel 3, persepsi tani bekerjasama dengan pihak-pihak petani terhadap peran kelompok tani penyediaan sarana produksi seperti sebagai wahana kerjasama memperoleh Dinas Pertanian. Hal tersebut sejalan total skor keseluruhan 1. 167 dengan ratadengan penelitian Wati et al. rata skor 20,5. Sehingga peran kelompok peran kelompok tani sebagai wahana tani sebagai wahana kerjasama termasuk kerjasama berjalan cukup baik yang dalam kategori sedang karena berada dilihat dari beberapa indikator antara lain pada interval 15 Ae 20. Hal tersebut kedekatan anggota, adanya kerjasama ditunjukkan dengan 100% anggota dengan pihak lain terkait penyediaan kelompok tani setuju pada kategori sarana produksi. pengurus dan anggota saling mengenal Peran Kelompok Tani Sebagai Unit dan percaya. Dengan hal tersebut dapat Produksi tercipta suasana keterbukaan dalam Sebagai unit produksi, usahatani menyatakan pendapat antar anggota yang dilakukan masing-masing anggota kelompok tani. Selain itu, terdapat secara keseluruhan merupakan satu kegiatan musyawarah yang dilakukan dan pengurus mengajak semua anggota dikembangkan untuk mencapai skala untuk ikut serta dalam merencanakan ekonomi usaha, dengan memperhatikan Pada indikator kelompok tani kualitas, kuantitas, serta kontinuitas. bekerjasama dengan pihak penyediaan Terdapat 8 indikator dalam peran sarana produksi seperti benih dan pupuk kelompok tani sebagai unit produksi. 52,6% anggota setuju, karena kelompok Avaliable online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 18 No. 1, 31 Mei 2023 Tabel 4. Persepsi Responden Terhadap Peran Kelompok Tani Sebagai Unit Produksi Skor Jumlah Indikator Skor Anggota dapat mengambil keputusan 14 24,6 dalam menentukan pengembangan produksi yang menguntungkan Pengurus selalu mengajak semua 57 100,0 anggota dalam penyusunan rencana Kelompok tani memberikan fasilitas 8 14,0 berupa bahan, alat pertanian, dan cara Kelompok tani menjalin kerjasama dan 57 100,0 kemitraan dengan pihak lain Semua anggota menaati dan 57 100,0 melaksanakan kesepakatan bersama Anggota ikut serta dalam mengevaluasi 57 100,0 Anggota ikut serta dalam meningkatkan 52 91,2 produktivitas usahatani Pengurus kelompok tani mengelola 24 42,1 33 57,9 administrasi secara baik dan benar Jumlah skor keseluruhan Rata-rata skor Sumber : Data Primer, 2023 Berdasarkan Tabel 4, persepsi petani terhadap peran kelompok tani sebagai unit produksi memperoleh total skor sebesar 630 dengan rata-rata skor 11,1. Sehingga peran kelompok tani sebagai unit produksi termasuk dalam kategori rendah, karena berada pada interval 8 Ae 13,2. Pada kategori anggota dapat mengambil keputusan dalam menentukan pengembangan produksi yang menguntungkan sebanyak 75,4% responden menjawab tidak setuju. Hal tersebut karena sebagian besar anggota kelompok tani menyimpan hasil produksi usahatani untuk kebutuhan sendiri, dan hanya akan menjual sebagian kecilnya jika dibutuhkan. Kelompok tani tidak mengadakan penyusunan rencana usaha anggota maupun kelompok, maupun menjalin kerjasama dan kemitraan terkait usaha yang anggota. Kelompok tani biasanya akan mengadakan evaluasi dan rencana kebutuhan kegiatan usaha bersama, namun pada kelompok tani di Desa Jambu sendiri tidak ada evaluasi yang dilakukan, karena tidak ada kegiatan usaha yang dilakukan baik dari masing-masing Pada fasilitas berupa bahan, alat, dan cara penggunaanya oleh kelompok tani masih Kelompok menyediakan pupuk atau benih, tetapi tidak menyediakan fasilitas berupa alat pertanian dan fasilitasi penggunaanya. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Arini et al. Aruna & Hikmahwidi, . , peran kelompok tani sebagai unit produksi belum berjalan dengan cukup baik, karena kelompok tani belum sepenuhnya dapat menyediakan sarana produksi. Persepsi Petani Terhadap Peran Kelompok Tani Secara keseluruhan dari ketiga peran kelompok tani yaitu kelas belajar, wahana kerjasama, dan unit produksi diperoleh skor total sebesar 3. dengan rata-rata 60,4 yang berada pada kategori sedang. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 5. Avaliable online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 18 No. 1, 31 Mei 2023 Tabel 5. Jumlah Skor Keseluruhan Peran Kelompok Tani Skor Interval Jumlah Responden . Persentase (%) 27 Ae 45 46 Ae 63 94,7% 64 Ae 81 5,3% Jumlah 100,0% Sumber : Data Primer, 2023 Berdasarkan Tabel 5 dapat dilihat bahwa 54 orang . ,7%) menunjukkan penyebaran informasi kondisi pasar skor peran kelompok tani tergolong maupun dalam pemilihan varietas. sedang, artinya peran kelompok tani Temuan Maulana . , menyatakan sudah bejalan cukup baik. Dilihat dari bahwa peranan kelompok tani sebagai peran kelompok tani yang menyediakan kelas belajar dan wahana kerjasama ruang untuk anggota menyampaikan sudah terlaksana cukup baik, hal tersebut pendapat maupun masalah yang Selain itu, juga mendatangkan pertemuan rutin yang dilakukan oleh pihak lain untuk memberikan informasi kelompok tani sangat penting untuk terkait usahatani, sehingga dapat membantu dalam kegiatan usahatani dan juga sebagai anggota perlu adanya keterampilan petani. Dengan demikian kerjasama, serta membutuhkan informasi terciptanya suasana anggota kelompok untuk kelancaran usahatani. Sedangkan yang saling mengenal. Kelompok tani peranan sebagai unit produksi masih juga membantu penyaluran benih dan kurang, ditunjukkan oleh anggota yang pupuk ke anggota kelompok tani. Temuan Lestari et al. , . , adanya keputusan terkait pilihan komoditas dan kelompok tani memiliki peran yang cukup Dilihat dari anggota terlibat dan perekonomian sekitar. Berdasarkan hasil berpartisipasi dalam kegiatan kelompok penelitian Saragih . , kelompok tani seperti pertemuan rutin yang berguna untuk meningkatkan pengetahuan petani. peningkatan pendapatan, hal tersebut Selain itu, pembagian tugas dan karena adanya penambahan produksi wewenang dalam struktur organisasi setelah adanya keompok tani. yang jelas. SIMPULAN Temuan Arini et al. , . Berdasarkan hasil penelitian yang menyatakan bahwa peranan kelompok dilakukan, dapat disimpulkan bahwa tani sebagai kelas belajar sudah persepsi petani terhadap peran kelompok terlaksana dengan baik, ini ditunjukkan tani di Desa Jambu Kecamatan Lenteng dari anggota kelompok tani yang aktif Kabupaten Sumenep berada pada berdiskusi pada setiap pertemuan. kategori sedang. Peran kelompok tani Sedangkan peran kelompok tani sebagai sebagai kelas belajar berada pada unit produksi masih dirasa kurang, karena kategori tinggi, dan telah dirasakan oleh kelompok tani tidak menyediakan sarana Adanya kegiatan belajar mengajar Selain itu, pada peran yang dilakukan kelompok tani dinilai dapat memberikan informasi, sehingga kerjasama juga kurang. Hal tersebut dapat meningkatkan pengetahuan dan disebabkan oleh kurangnya kerjasama keterampilan anggota terkait usahatani. antar anggota kelompok dalam perolehan Avaliable online at https://jurnal. polbangtan-bogor. id/index. php/jpp ISSN 1907-5839 E-ISSN 2599-0403 Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol. 18 No. 1, 31 Mei 2023 Peran kelompok tani sebagai wahana kerjasama berada pada kategori sedang, anggota kelompok tani yang saling Sehingga tercipta suasana Sedangkan untuk peran kelompok tani sebagai unit produksi berada pada kategori rendah, hal tersebut karena sebagian besar petani hanya menyimpan hasil produksi untuk dirinya sendiri, sehingga tidak ada kegiatan usaha yang dikembangkan oleh anggota maupun kelompok. SARAN Saran yang dapat diberikan adalah mengoptimalkan peran kelompok tani sebagai unit produksi dengan mengadakan kegiatan usaha bersama atau kelompok untuk pengembangan produksi yang lebih menguntungkan, seperti usaha penyediaan sarana dan prasarana produksi pertanian atau usaha pengolahan hasil produksi. Selain itu, peran kelompok tani sebagai wahana kerjasama perlu ditingkatkan melalui kerjasama dengan kelompok tani lain maupun Badan Usaha Milik Desa. DAFTAR PUSTAKA