Early Child Research and Practice - ECRP, 2024: 4. , 97-100 JalanMeranti Raya Nomor 32 SawahLebar. Kota Bengkulu e-ISSN 2723-5718 Sikap Orang Tua Terhadap Manfaat Bemain Pasir Bagi Perkembangan Anak Kelompok B Nopriani. Lydia Margaretha. Rita Prima Bendriyanti Affiliation: PAUD Se-Gugus Melati Bengkulu Tengah Corresponding Author: Nopriani0611@gmail. Abstract Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan sikap orang tua terhadap bermain pasir bagi perkembangan anak kelompok B di PAUD Se-Gugus Melati Bengkulu Tengah. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan metode survey. Populasi dalam peneltian yaitu orang tua peserta didik kelompok B di PAUD Se-Gugus Melati Bengkulu Tengah yang berjumlah 30 orang tua. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu menggunakan kuisioner atau angket, dengan teknik analisis data menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap orang tua terhadap manfaat bermain pasir bagi perkembangan anak di kelompok B di PAUD Se-Gugus Melati Bengkulu Tengah berada pada kategori setuju dengan persentase 63,44%. Sikap orang tua terhadap manfaat bermain pasir bagi perkembangan anak dari kognitif berada pada kategori setuju dengan persentase 62,81%, artinya orang tua mempunyai pengetahuan yang baik tentang manfaat bermain pasir bagi perkembangan anak. Sikap orang tua terhadap manfaat bermain bagi perkembangan anak dilihat dari afektif berada pada kategori sangat setuju dengan persentase 62,85%, artinya orang tua mempunyai perasaan yang senang terhadap manfaat bermain pasir bagi perkembangan anak. Sikap orang tua terhadap manfaat bermain pasir bagi perkembangan anak dilihat dari konatif berada pada kategori setuju dengan persentase 63,43%, artinya orang tua telah melakukan kecenderungan tindakan untuk terlibat dan mengawasi anak bermain. Keyword: Sikap Orang Tua. Manfaat Bermain Pasir. Perkembangan Anak Pendahuluan Pelaksanaan pembelajaran di PAUD terdiri dari beberapa prinsip antara lain yaitu. berorientasi pada kebutuhan anak, pembelajaran anak sesuai dengan perkembangan anak, mengembangkan kecerdasan majemuk anak, belajar melalui bermain, tahapan pembelajaran anak usia dini, anak sebagai pembelajar aktif, interaksi sosial anak, lingkungan yang kondusif, merangsang kreativitas dan inovasi, mengembangkan kecakapan hidup, memanfaatkan potensi lingkungan pembelajaran sesuai dengan kondisi sosial budaya, dan stimulasi secara holistik dikutip dalam (Suyadi & Ulfah, 2013: . Salah satu prinsip yang mempengaruhi dalam pelaksanaan pembelajaran di PAUD adalah belajar melalui bermain. John Amos Comenius, menjelaskan bahwa bermain menjadi suatu aktivitas yang penting dalam proses pembelajaran, karena anak akan mendapatkan pengalaman langsung dan bertambahnya kreativitas (Tameon, 2018: . Bermain bagi anak usia dini dapat digunakan untuk mempelajari dan belajar banyak hal, dapat mengenal aturan, bersosialisasi, menempatkan diri, menata emosi, toleransi, kerja sama, dan menjunjung tinggi sportivitas (Mulyasa, 2012: . Bermain bagi anak usia dini mempunyai kedudukan yang sangat penting. Banyak manfaat yang bisa diperoleh dari kegiatan bermain. Melalui bermain seseorang anak dapat belajar berbagai hal baru yang belum ia ketahui sebelumnya. Bermain bermanfaat bagi perkembangan anak, antara lain: mengembangkan kognitif, kesadaran diri, sosio-emosional, motorik dan bahasa anak (Mufsiroh & Tatminingsih, 2015: . Selain itu, bermain bermanfaat untuk menstimulasi berbagai perkembangan anak, seperti fisikmotorik, kognitif, logika-matematika, bahasa, moral-agama, sosial- emosional dan seni (Fadlillah, 2017: . Maka dari itu, untuk meningkatkan aspek perkembangan pada anak salah satunya dapat dilakukan melalui bermain. Salah satu media bermain bagi anak usia dini adalah pasir yang dilengkapi dengan, replika hewan, tumbuhan, dan replika manusia serta peralatan bermain pasir. Pasir merupakan bahan alam yang dapat dimanipulasi sedemikian rupa sesuai dengan imajinasi anak. Dengan bermain pasir, anak Early Child Research and Practice - ECRP, 2024: 4. , 97-100 JalanMeranti Raya Nomor 32 SawahLebar. Kota Bengkulu e-ISSN 2723-5718 dapat menemukan hal-hal yang baru atau pengalaman baru tentang lingkungan alam, yang pada akhirnya diharapkan muncul rasa ingin tahu untuk mengeksplorasi lingkungan alam yang lebih jauh, serta menghargai dan mencintai alam (Rahmatunnisa, 2018: . Peneliti melakukan wawancara dengan beberapa orang tua peserta didik diperoleh informasi bahwa orang tua mengakui kebanyakan aktivitas yang dilakukan anak sehari-hari yaitu bermain. Bagi orang tua yang memiliki kesibukan, mereka memberikan kebebasan anak untuk bermain apa saja yang diinginkan anak tanpa didampingi, serta menyediakan mainan yang dapat digunakan anak untuk Hal tersebut dikarenakan orang tua tidak memiliki waktu luang untuk mendampingi anak Namun terdapat beberapa orang tua yang banyak memberikan larangan pada saat anak bermain, salah satunya bermain pasir. Orang tua beranggapan kegiatan bermain pasir membuang waktu serta membuat anak menjadi kotor. Selain itu bermain pasir dianggap dapat menimbulkan penyakit seperti gatal-gatal. Sehingga pada akhirnya banyak orangtua yang melarang anaknya untuk bermain pasir. Ketersediaan media seperti pasir dan bak pasir menjadi kendala bagi anak untuk bermain pasir, sehingga beberapa anak hanya bebas bermain pasir saat di sekolah saja. Hal tersebut dikarenakan banyak orang tua yang belum memahami dengan baik manfaat bemain pasir bagi perkembangan anak usia dini. Sikap orang tua tersebut tentunya menjadi faktor penghambat bagi anak untuk mengembangkan kreativitas dan perkembangannya melalui bermain pasir. Hurlock menyatakan bahwa sikap orang tua mempengaruhi cara memperlakukan anak. Sikap merupakan suatu kecenderungan untuk berperilaku dan dapat dipengaruhi oleh situasi (Setiawati, 2017: . Sikap berasal dari hasil belajar, artinya manusia tidak dilahirkan dengan membawa suatu sikap tertentu. Sikap individu terhadap objek bisa bersifat positif atau negative (Rangkuti, 2002: . Miami menjelaskan pengertian orang tua adalah pria dan wanita yang terikat dalam perkawinan dan siap sedia untuk memikul tanggung jawab sebagai ayah dan ibu dari anak-anak yang dilahirkannya (Novrinda, 2017: . Jadi yang dimaksud dengan sikap orang tua terhadap manfaat bemain pasir bagi perkembangan anak adalah suatu kecenderungan dari orang tua untuk bertindak terhadap manfaat bemain pasir bagi perkembangan anak yang dipengaruhi oleh situasi. Sikap terbentuk dari 3 komponen yaitu, komponen kognitif, afektif, dan konatif (Azwar, 2013: . Oleh sebab itu terbentuknya sikap berdasarkan 3 kompenen tersebut yang kemudian akan muncul respon positif atau negatif. Metode Penelitian Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan metode survey. Populasi dalam peneltian yaitu orang tua peserta didik kelompok B di PAUD Se-Gugus Melati Bengkulu Tengah yang berjumlah 30 orang tua. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu menggunakan kuisioner atau angket, dengan teknik analisis data menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian kemudian di kategorikan menggunakan rumus interval (Purba, 2021: . Hasil Penelitian Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap orang tua terhadap manfaat bermain pasir bagi perkembangan anak di kelompok B di PAUD Se-Gugus Melati Bengkulu Tengah berada pada kategori setuju dengan persentase 63,44%. Sikap orang tua terhadap manfaat bermain pasir bagi perkembangan anak dari kognitif berada pada kategori setuju dengan persentase 62,81%. Sikap orang tua terhadap manfaat bermain bagi perkembangan anak dilihat dari afektif berada pada kategori sangat setuju dengan persentase 62,85%. Sikap orang tua terhadap manfaat bermain pasir bagi perkembangan anak dilihat dari konatif berada pada kategori setuju dengan persentase 63,43%. Pembahasan Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan sikap orang tua terhadap manfaat bermain pasir bagi perkembangan anak kelompok B di PAUD se-gugus Melati Bengkulu Tengah. Hasil penelitian pada sebagai berikut: Early Child Research and Practice - ECRP, 2024: 4. , 97-100 JalanMeranti Raya Nomor 32 SawahLebar. Kota Bengkulu e-ISSN 2723-5718 Sikap Orang Tua Terhadap Manfaat Bemain Pasir Bagi Perkembangan Anak Pada Komponen Kognitif. Sikap orang tua terhadap manfaat bemain pasir bagi perkembangan anak pada komponen kognitif dari 30 orang tua yaitu setuju dengan persentase sebesar 62,81%. Dimana dari data di atas dapat diketahui pula persentase orang tua yang sangat setuju yaitu 26,67% atau 8 orang tua, setuju 46,67% atau 14 orang tua, tidak setuju 26,67% atau 8 orang tua, serta sangat tidak setuju yaitu 0%. Artinya orang tua peserta didik kelompok B di PAUD Se-Gugus Melati Bengkulu Tengah memiliki pengetahuan yang baik terhadap manfaat bemain pasir bagi perkembangan anak. Notoatmodjo mengemukakan bahwa pengetahuan atau kognitif merupakan dominan yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang. Orang tua dengan pengetahuan baik dapat berpengaruh pada sikap dan perilakunya dalam memberikan stimulasi tumbuh kembang anak sesuai usianya, dan sebaliknya orang tua dengan pengetahuan kurang akan berpengaruh pada sikap dan perilaku yang kurang dalam menstimulasi perkembangan anak (Zukhra & Amin, 2017: . Sikap Orang Tua Terhadap Manfaat Bemain Pasir Bagi Perkembangan Anak Pada Komponen Afektif. Sikap orang tua terhadap manfaat bemain pasir bagi perkembangan anak pada komponen afektif dari 30 orang tua yaitu setuju . ,85%). Dimana dari data di atas dapat diketahui pula persentase orang tua yang sangat setuju yaitu 23,33% atau 7 orang tua, setuju 53,33% atau 16 orang tua, tidak setuju 23,33% atau 7 orang tua, serta sangat tidak setuju yaitu 0%. Artinya orang tua memiliki perasaan senang terhadap manfaat bemain pasir bagi perkembangan anak. Komponen afektif menyangkut masalah emosional seseorang terhadap suatu objek sikap, dalam penelitian ini melibatkan perasaan senang atau tidak senang terhadap manfaat bemain pasir bagi perkembangan kognitif, sosial emosional, motorik dan bahasa anak. Hal ini sejalan dengan pendapat bahwa afeksi merupakan perasaan atau emosi seseorang terhadap suatu objek tertentu, biasanya diungkapkan dalam bentuk rasa suka atau tidak suka (Firmansyah, 2018: . Sikap Orang Tua Terhadap Manfaat Bemain Pasir Bagi Perkembangan Anak Pada Komponen Konatif Sikap orang tua terhadap manfaat bemain pasir bagi perkembangan anak pada komponen konatif dari 30 orang tua yaitu setuju . ,43%). Dimana dari data di atas dapat diketahui pula persentase orang tua yang sangat setuju yaitu 30% atau 9 orang tua, setuju 45,67% atau 14 orang tua, tidak setuju 23,33% atau 7 orang tua, serta sangat tidak setuju yaitu 0%. Artinya orang tua peserta didik di PAUD Se-Gugus Melati Bengkulu Tengah telah melakukan kecenderungan tindakan untuk terlibat dan mengawasi anak bermain pasir. Komponen konatif berhubungan dengan kemungkinan atau kecenderungan bahwa individu akan melakukan tindakan khusus atau berperilaku dengan cara tertentu terhadap objek sikap tersebut (Firmansyah, 2018: . Dalam penelitian ini komponen konatif merupakan komponen yang berhubungan dengan kecenderungan individu untuk bertindak terhadap objek sikap, tindakan tertuju pada manfaat bemain pasir bagi perkembangan kognitif, sosial emosional, motorik dan bahasa anak. Dari hasil analisis dapat diketahui bahwa orang tua peserta didik di PAUD Se-Gugus Melati Bengkulu Tengah sebagian besar telah menunjukkan tindakan yang baik terhadap manfaat bemain pasir bagi perkembangan kognitif, sosial emosional, motorik dan bahasa anak. Peran orang dewasa ketika anak bermain pasir, bahwa ketika mendampingi anak bermain pasir orang dewasa ikut berpartisipasi aktif ketika bermain pasir bersama anak, menyediakan fasilitas bermain, membimbing anak mengendalikan emosi ketika bermain pasir, mengarahkan kegiatan bermain pasir yang sesuai dengan kebutuhan anak, memperhatikan lingkungan yang aman dan nyaman untuk anak bermain pasir (Ardini & Lestariningrum, 2018: . Hurlock menyatakan bahwa sikap orang tua mempengaruhi cara memperlakukan anak (Setiawati,2017: . Kesimpulan Early Child Research and Practice - ECRP, 2024: 4. , 97-100 JalanMeranti Raya Nomor 32 SawahLebar. Kota Bengkulu e-ISSN 2723-5718 Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang sudah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa secara umum sikap orang tua terhadap manfaat bermain bagi perkembangan anak kelompok B di PAUD Se-Gugus Melati Bengkulu Tengah berada pada kategori setuju dengan persentase 63,35%, artinya orang tua peserta didik kelompok B di PAUD Se-Gugus Melati Bengkulu Tengah cenderung mendukung atau bersikap setuju bahwa bermain pasir bermanfaat bagi perkembangan anak, meskipun tidak dipungkiri masih banyak juga yang tidak setuju. Sikap orang tua terhadap manfaat bermain pasir bagi perkembangan anak dari kognitif berada pada kategori setuju dengan persentase 62,81%, artinya orang tua mempunyai pengetahuan yang baik tentang manfaat bermain pasir bagi perkembangan anak. Sikap orang tua terhadap manfaat bermain bagi perkembangan anak dilihat dari afektif berada pada kategori sangat setuju dengan persentase 62,85%, artinya orang tua mempunyai perasaan yang senang terhadap manfaat bermain pasir bagi perkembangan anak. Sikap orang tua terhadap manfaat bermain pasir bagi perkembangan anak dilihat dari konatif berada pada kategori setuju dengan persentase 63,43%, artinya orang tua telah melakukan kecenderungan tindakan untuk terlibat dan mengawasi anak Daftar Pustaka