JURNAL RISET KESEHATAN NASIONAL P - ISSN : 2580-6173 | E Ae ISSN : 2548-6144 VOL. 9 NO. 1 April 2025 | DOI :https://doi. org/10. Available Online https://ejournal. itekes-bali. id/jrkn Publishing : LPPM ITEKES Bali PENGGUNAAN ANESTESI INHALASI DENGAN OBAT SEVOFLURANE TERHADAP POST OPERATIVE NAUSEA AND VOMITING (PONV) PADA KLIEN BEDAH DENGAN ANESTESI UMUM DI RSUD KARANGASEM (The Use Of Inhalation Anesthesia With Sevoflurane Medication Post Operative Nausea And Vomiting (Pon. In Surgical Patients With General Anasthesia At Karangasem Public Hospita. Emanuel Ileatan Lewar1. Yustina Ni Putu Yusniawati2,I Ketut Sudiana3. I Gde Agus Shuarsedana Putra4. Ida Ayu Putu Carisa Meikayani5 1,3,4,5 Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi. Fakultas Kesehatan. Institut Teknologi dan Kesehatan Bali Program Studi Sarjana Keperawatan Profesi Ners. Fakultas Kesehatan. Institut Teknologi dan Kesehatan Bali Corresponding author: yustina. itekes@gmail. Received : Juli, 2024 Accepted : Maret, 2025 Published : April, 2025 Abstract PONV is a condition of nausea and vomiting due to the side effects of anesthetic medication Iven to patients during surgery. PONV occurs in the first 24 hours after the administration of anesthetic agents to patients who will undergo surgery. Various factor can cause PONV, namely the patient's habitual patterns of smoking and drinking alcohol, age, gender, and history of motion sickness during long-distance travel. Some situations that can cause PONV, namely volatile agents, opioids, and sevoflurane. In addition to the use drugs, there are also situations that can cause PONV, namely the type of surgery performed and the length of time required to perform surgery. This study aims to determine the use of Sevoflurane Inhalation anesthetic agents with PONV incidence in patients under surgery with general anesthesia techniques at Karangasem Regional Hospital. Research methodology: This study is a quantitative study, correlative analytical design with cross sectional. The instrument in this study uses a questionnaire. Data analysis test using spearman rho correlation. Research Results: The results showed that the majority of the duration of anesthesia with sevoflurane inhalation was >30 minutes as many as 46 . 7%), and with majority of patients experienced PONV as many as 41 . 2%). From the bivariate test with rank spearman test obtained a result of P value = 0. 000 where the p value <0. 05 with R 0. 05 with the result that there was a strong relationship between sevoflurane inhalation among patients with surgery using general anesthesia techniques at Karangasem Hospital. There was a strong relationship between the use of sevoflurane inhalation anesthesia and PONV in patients undergoing surgery with general anesthesia at Karangasem Hospital. Therefore, good monitoring is required by the anesthesiologist when administering sevoflurane inhalation medication o prevent PONV. Keywords: Inhalation Anesthesia. Sevoflurane. PONV Abstrak PONV merupakan suatu kondisi timbulnya rasa mual dan muntah akibat dari efek samping obat anestesi yang diberikan kepada pasien saat dilakukan pembedahan. Kejadian PONV berlangsung 24 jam pertama setelah dilakukan pemberian agen anestesi pada klien yang akan dilakukan pembedahan. Ada berbagai Jurnal Riset Kesehatan Nasional | 8 faktor yang dapat menyebabkan timbulnya kejadian PONV yaitu pola kebiasaan klien berupa merokok dan minum alkohol, usia, jenis kelamin, serta riwayat mabuk dalam melakukan perjalanan jauh. Ada berbagai efek obat yang dapat menyebabkan PONV yaitu volatile agent, opioid, sevoflurance. Selain obat ada juga situasi yang dapat menyebabkan terjadi PONV yaitu jenis operasi yang dilakukan dan lama waktu operasi yang diperlukan untuk melakukan pembedahan. Dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penggunan agen anestesi Inhalasi Sevoflurance dengan kejadian PONV pada klien yang melakukan pembedahan dengan tehnik general anestesi di RSUD Karangasem. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, desain analitis korelatif dengan cross sectional. Instrument pada penelitian ini adalah menggunakan kuesioner. Uji Analisa data menggunakan sperman rho. Hasil Penelitian: diperoleh hasil bahwa mayoritas durasi pembiusan dengan inhalasi sevoflurane >30 menit sebanyak 46. ,7%), mayoritas klien mengalami PONV sebanyak 41 . ,2%). Dari uji bivariat dengan sperman rho diperoleh hasil 0,000 dimana nilai p value <0,05 dengan R 0,05 dengan hasil terdapat hubungan yang kuat antara inhalasi sevoflurane pada klien dengan pembedahan menggunakan tehnik general anestesi di RSUD Karangasem. Terdapat hubungan yang kuat antara penggunaan anestesi inhalasi sevoflurane dengan PONV pada klien yang melakukan pembedahan dengan anestesi umum di RSUD Karangasem. Maka dari itu perlu dilakukan pemantauan yang baik oleh penata anestesi ketika memberikan obat inhalasi sevoflurane agar tidak terjadi PONV. Kata Kunci: Anestesi Inhalasi. Sevofluran. PONV LATAR BELAKANG Post operative nausea and vomiting (PONV) merupakan suatu kejadian mual muntah berlebih akibat dari agen anestesi pada 24 jam pertama pasca operasi dan terjadi sejumlah 30% serta mencapai 80% pada kelompok risiko tinggi (Gan et al. Di Italia penelitian dilakukan pada pasien sejumlah 198 orang diperoleh hasil sebanyak 97 orang mengalami PONV dengan menggunakan anestesi umum. Penelitian juga dilakukan di Bangkok. Thailand terkait PONV diperoleh hasil bahwa sebanyak 390 pasien yang diberikan anestesi umum mengalami PONV. PONV ketidaknyamanan klien setelah menjalani Selain itu dapat juga menyebabkan aspirasi, rupture esofagus, terbukanya luka, dehidrasi dan dapat menyebabkan perpanjangan masa pengawasan di post-anesthesia care (PACU) dan meningkatkan rawat inap kembali yang tidak terduga sehingga meningkatkan penambahan biaya medis (Pierre and Whelan Banyak faktor yang mengakibatkan terjadinya PONV antara lain dari pasien meliputi riwayat merokok, usia, jenis kelamin, riwayat mabuk perjalanan, dari anestesi yaitu penggunaan opioid, volatile agent anestesi dan dari pembedahan yaitu meliputi lama pembedahan dan jenis pembedahan (Shaikh et Sevoflurane merupakan salah satu volatile agent anestesi yang dapat digunakan untuk induksi dan pemeliharaan yang dapat menyebabkan PONV. (Morgan, 2. Kejadian PONV antara lain refleks mual dan muntah terjadi akibat adanya koordinasi saraf sensorik dan reseptor di perifer dan di sistem saraf pusat. Impuls sensorik diantarkan oleh saraf aferen menuju pusat muntah yaitu Central Vomiting Center (CVC). Selanjutnya diintegrasikan dan dihantarkan ke jalur motorik dan autonom untuk mencetuskan rasa mual dan muntah (Fitrah, 2. Dalam sistem saraf pusat yang terletak pada daerah batang otak terdapat struktur yang dianggap sebagai pusat koordinasi refleks muntah, yaitu chemoreceptor trigger zone (CTZ), central vomiting centre (CVC) dan nukleus traktus solitarius. Ketiga struktur tersebut terletak pada daerah batang otak (Fithrah 2. Rangsang refleks muntah dan muntah disebabkan karena ada kejadian yang berasal dari gastrointestinal, vestibulo-okular, aferen kortikal dimana respon CVC terjadi dilanjutkan dengan retching dan akhirnya menyebabkan terjadinya mual muntah pada klien yang diberikan agen anestesi dengan sevofluran. (Fithrah 2. Berdasarkan gambaran data diatas bahwa pemberian anestesi umum pada pasien dapat mengakibatkan kejadian PONV. Meskipun hampir selalu hilang dengan sendirinya, kejadian mual dan muntah pascaoperasi ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada Sehingga peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang hubungan sevoflurane dengan kejadian PONV pada klien pasca anestesi umum. Jurnal Riset Kesehatan Nasional | 9 METODE Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah observasional analitik dengan consecutive sampling menggunakan pendekatan cross sectional (Sugiyono, 2. Populasi pada pada penelitian ini adalah klien yang melakukan pembedahan dengan general anestesi ini menggunakan slovin dimana sampel pada penelitian ini sebanyak 77 responden. Adapun kriteria inklusi: klien yang bersedia menjadi responden, klien yang memiliki rentang usia dewasa hingga lansia dengan usia 25->65 tahun, klien yang dilakukan tindakan general anestesi inhalasi sevoflurane, pasien dengan usia anak-anak sampai dengan lanjut usia yang akan dilakukan tindakan pembiusan dengan general anestesi, klien yang setelah dilakukan pengkajian memiliki status ASA 1 sampai dengan ASA 2. keriteria eksklusi pada penelitian ini yaitu klien pasca anestesi umum dengan indikasi masuk ICU. Penelitian dilaksanakan di RSUD Karangasem selama 4 bulan di ruang Instalasi Bedah Sentral (IBS). Instrumen penggumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi pra anestesi dari RSUD Karangasem yang sudah baku digunakan oleh seluruh petugas dalam melakukan observasi kejadian PONV pada pasien di ruang operasi. Peneliti melakukan observasi pada kondisi PONV klien yang dilakukan anestesi umum dengan general anestesi inhalasi. Adapun analisa yang digunakan pada penelitian ini adalah analisa data univariat yang terdiri dari melihat distribusi data usia, jenis kelamin dan anestesi yang digunakan, uji normalitas dalam penelitian ini menggunakan uji kolmogorov smirnov dimana hasil uji normalitas adalah 0,01 yang bermakna distribusi data tidak normal, sehingga uji bivariat dilakukan dengan sperman rho Pada penelitian ini, peneliti telah mendapatkan laik etik dari komisi etik ITEKES Bali dengan nomer etik:04. 0364/KEPITEKESBALI/VII/2023 dan ijin penelitian dari RSUD Karangasem. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Hasil Tabel 1: Data Demografi Responden . = . Data Responden f (%) Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Usia 25-35 tahun 35-45 tahun 45-55 tahun 55-65 tahun >65 tahun ASA ASA 1 ASA 2 Anestesi yang Inhalasi sevofluran Dari tabel 1. diperoleh data bahwa mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki . %), dengan usia dewasa 25-35 tahun . %), mayoritas ASA 2 sebanyak 89 . %) dan menggunakan anestesi general dengan inhalasi sebanyak 77 . %). Tabel 2 : Data Responden Berdasarkan kejadian PONV . = . Pemberian sevoflurance f (%) Durasi Anestesi Inhalasi Sevoflurane O 30 menit Durasi Anestesi Inhalasi Sevoflurane > 30 menit Pada tabel 2 dijelaskan pemberian anestesi sevoflurance dalam waktu > 30 menit sebanyak 46 . ,7%) Tabel 3 : Kejadian PONV Pada Klien . Kejadian PONV f(%) Tidak Terjadi PONV Terjadi PONV Pada tabel 3. diperoleh hasil yaitu klien mengalami PONV sebanyak 46 . ,7%) Tabel 4 : Analisis Pemberian Inhalasi Sevoflurance Dengan PONV . Kejadian PONV Jumlah Tidak PONV PONV O 30 menit >30 menit Total Tabel 4 diperoleh bahwa mayoritas pasien yang mengalami PONV adalah klien yang mendapatkan anestesi inhalasi sevoflurance >30 meit sebanyak 39 responden. Tabel 5 : Hasil Uji Statistk Bivariat . Variabel Mean P-value Korelasi Rank PONV 80,50 0,000 0,799 Jurnal Riset Kesehatan Nasional | 10 Tabel 5 menjelaskan bahwa p value 0,000 dengan p<0,05 dengan korelasi positif kuat . =0. dimana makna dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang kuat antara penggunaan sevofluran dengan PONV pada klien bedah dengan general anestesi inhalasi di RSUD Karangasem. 2 Pembahasan Pada penelitian ini, peneliti melakukan penelitian untuk mengetahui bagaimana hubungan antara penggunaan agen anestesi inhalasi sevofluran dengan kejadian PONV pada pasien bedah dengan general anestesi. Berdasarkan lama operasi, jumlah responden terbanyak adalah lama operasi O 30 menit yaitu sebanyak 31 . ,3%). Kejadian ini berbeda dengan penelitian yang ditemukan oleh Cing et al. , . dimana didapatkan lama tindakan operasi terbanyak adalah 1 jam yaitu 24 . %). Dimana menurut Chatterjee et al. suatu kegiatan pembedahan yang tergolong lama dapat menyebabkan pasien mendapat obat anestesi lebih lama untuk mempertahankan efek bius pada pasien sehingga pasien akan lebih lama terpapar agen anestesi tersebut dan dapat menyebabkan emetogenik, sehingga meningkatkan persentase pasien mengalami PONV pada saat pasca anestesi di recovery room. Pada penelitian ini ditemukan dari klien sebanyak 77 responden dilakukan tindakan operasi dengan agen anestesi inhalasi sevoflurane > 30 menit berjumlah 46 . ,7%). Menurut Mangku & Senapathi . sevoflurane merupakan suatu agen volatile anestesi inhalasi yang digunakan untuk induksi dan pemeliharaan anestesi selama diruang Dimana lama operasi anestesi, yang terkait erat dengan lama operasi operasi, dapat membantu memprediksi risiko klien PONV karena lama waktu anestesi menggambarkan paparan pasien terhadap rangsangan emetogenik Hal ini menunjukan bahwa durasi anestesi yang lebih lama berkaitan dengan insiden PONV yang lebih besar. Hal ini sesuai dengan penelitian Juliana et al. , . bahwa dari keseluruhan responden dengan durasi operasi dan anestesi > 30 menit berjumlah 24 . ,3%) mengalami PONV. Penelitian Sinclair dalam (Apipan. Rummasak, and Wongsirichat 2. menetapkan bahwa untuk setiap peningkatan durasi anestesi selama 30 menit ada peningkatan risiko PONV sebesar Melalui hasil penelitian ini didapatkan hasil uji sperman rho bahwa penggunaan hubungan dengan kejadian PONV pada pasien pasca general anestesi, dengan nilai sig sperman rho menunjukan nilai sig <0,05 yaitu <0,001. Maka hal itu menunjukan bahwa penggunaan anestesi inhalasi dengan obat sevoflurane berhubungan dengan kejadian PONV. Hal ini sama dengan penelitian Chen et al. , . dimana klien yang diberikan obat anestesi inhalasi sevoflurane mengalami insiden PONV sebesar 50,0%. Penggunaan anestesi volatile inhalasi dikaitkan dengan peningkatan dua kali lipat dalam risiko PONV dan merupakan faktor tunggal yang paling penting untuk memprediksi emesis dalam waktu 2 jam pertama pasca operasi (Pierre and Whelan 2. Kelemahan penelitian ini adalah sampel masih sedikit. Perlu dilakukan penambahan sampel pasien yang dilakukan tindakan general anestesi dengan menggunakan sevofluran. Perlu juga dilakukan pemantauan efek obat sevofluran dengan lebih mendalam untuk mencegah kejadian PONV. KESIMPULAN Pada data karakteristik responden rata rata mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki . %), dengan usia dewasa 25-35 tahun . %), dan memiliki ASA 2 sebanyak 89 . %) serta tindakan anestesi dengan general anestesi inhalasi sebanyak 77 . %). Pada penelitian ini diperoleh hasiI terdapat hubungan yang kuat antara penggunaan anestesi inhalasi sevoflurane dengan PONV pada pasien yang melakukan pembedahan dengan anestesi umum di RSUD Karangasem. Saran perlu dilakukan pemantauan yang baik oleh penata anestesi ketika memberikan obat inhalasi sevoflurane agar tidak terjadi PONV. PERNYATAAN PENGHARGAAN Terima kasih diucapkan kepada ITEKES Bali atas hibah internal yang telah diberikan kepada tim peneliti. DAFTAR PUSTAKA