Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 Pages 299-310 ISSN: 2830-5868 (Onlin. ISSN: 2614-7831 (Printe. Journal Homepage: http://ejournal. stit-alkifayahriau. id/index. php/arraihanah Efektivitas Metode Bernyanyi Terhadap Kemampuan Berbahasa Anak Usia Dini Di Taman Kanak-Kanak Islam Shabrina Kota Padang Ayu Ramadhani1. Serli Marlina2 Info Artikel Abstract Keywords: Language Skills. Singing Method. Early Childhood Education. Equality of Variances. Language development is one of the essential indicators that reflects the cognitive, social, and emotional growth of early childhood. This ability is strongly influenced by the learning environment, particularly in early childhood education institutions. However, preliminary observations at Shabrina Islamic Kindergarten. Nanggalo District. Padang City, revealed that some children still experienced limited vocabulary and unclear pronunciation, while the teaching methods applied by teachers tended to be conventional and did not fully motivate children to actively use This study aimed to examine the effectiveness of the singing method in developing childrenAos language skills. The research employed a quantitative approach with a pretestAeposttest design. The sample consisted of 10 children who participated in learning activities through the singing method. Data were collected using language ability tests administered before and after the treatment, and the results were analyzed using a t-test with Equality of Variances. The findings showed a significant difference between the pretest and posttest scores with a significance level (Si. < 0. These results indicate that the singing method effectively enhances childrenAos language abilities. The study concludes that singing can serve as an alternative learning strategy that is enjoyable, interactive, and capable of stimulating vocabulary enrichment and pronunciation improvement in early childhood. The implication suggests that incorporating music-based learning methods into early childhood education curricula is crucial to support childrenAos optimal language development. Kata kunci: Kemampuan Berbahasa. Metode Bernanyi. PAUD. Anak Usia Dini. Equality of Variances. Abstrak Perkembangan kemampuan berbahasa merupakan salah satu indikator penting yang mencerminkan perkembangan kognitif, sosial, dan emosional anak usia dini. Kemampuan ini sangat dipengaruhi oleh lingkungan belajar, khususnya di lembaga pendidikan anak usia dini. Namun, hasil observasi awal di Taman Kanak-Kanak Islam Shabrina Kecamatan Nanggalo Kota Padang menunjukkan bahwa sebagian anak masih mengalami keterbatasan kosakata dan pelafalan yang kurang jelas, sementara metode pembelajaran yang digunakan guru cenderung konvensional sehingga belum sepenuhnya memotivasi anak untuk aktif Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Negeri Padang. Padang. Indonesia Email: ramadhaniayu241299@gmail. Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Negeri Padang. Padang. Indonesia Email: serlimarlina@fip. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 bernyanyi terhadap kemampuan berbahasa anak usia dini. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pretestposttest. Sampel penelitian berjumlah 10 anak yang mengikuti kegiatan pembelajaran dengan metode bernyanyi. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan berbahasa sebelum dan sesudah perlakuan, kemudian dianalisis menggunakan uji t dengan Equality of Variances. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara nilai pretest dan posttest dengan tingkat signifikansi (Si. < 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa metode bernyanyi efektif dalam meningkatkan kemampuan berbahasa anak usia dini. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa bernyanyi dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang menyenangkan, interaktif, dan mampu menstimulasi perkembangan kosakata serta pelafalan anak. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya inovasi metode pembelajaran berbasis musik dalam kurikulum PAUD untuk mendukung perkembangan bahasa anak secara Artikel Histori: Disubmit: Direvisi: Diterima: Dipublish: 13 Agustus 2025 17 Agustus 2025 19 Agustus 2025 20 Agustus 2025 Cara Mensitasi Artikel: Ramadhani. , & Marlina. Efektivitas Metode Bernyanyi Terhadap Kemampuan Berbahasa Anak Usia Dini Di Taman Kanak-Kanak Islam Shabrina Kota Padang. Jurnal Ar-Raihanah, 5 . , 299-310, https://doi. org/10. 53398/arraihanah. Korenpondensi Penulis: Ayu Ramadhani, ramadhaniayu241299@gmail. DOI : https://doi. org/10. 53398/arraihanah. PENDAHULUAN Pendidikan adalah suatu usaha yang dirancang secara sadar dan tersusun untuk membentuk lingkungan belajar serta proses pembelajaran, sehingga peserta didik dapat berperan aktif dalam mengembangkan potensi mereka, baik dalam aspek spiritual dan keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, maupun keterampilan yang diperlukan bagi kepentingan pribadi, masyarakat, dan negara. Manusia tidak dapat melepaskan diri dari pendidikan karena, ini merupakan proses berkelanjutan yang terjadi pada tingkat individu dan global. Pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman merupakan bentuk dari hasil pendidikan dimana pembentukan ini dipengaruhi oleh sosial dan sejarah, serta adaptasi terhadap perubahan dan kemajuan teknologi dan transformasi masyarakat (Sofradzija et al. , 2. Pendidikan memberikan pengaruh terhadap keberhasilan pribadi, dimana memungkinkan seseorang untuk lebih memahami lingkungan serta mengakui hak-haknya. Tingkat pendidikan yang lebih tinggi memiliki korelasi terhadap peningkatan peluang kesempatan kerja pada bidang-bidang penting, yang berkontribusi pada kemajuan pribadi dan masyarakat (Shavkidinova et al. , 2. Selain itu, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang penting untuk peningkatan potensi intelektual, pembentukan masyarakat yang berkarakter, dan jaminan kehidupan yang lebih baik dan terhormat (Shelina & Panjaitan, 2. Pada Sistem pendidikan nasional di Indonesia, mengacu kepada Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang tingkatan pendidikan. Tingkatan tersebut meliputi empat tingkat Pendidikan yaitu pendidikan usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Tingkatan Pendidikan tersebut dirancang menyesuaikan usia dan kebutuhan pendidikan yang berbeda, dimana bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir, kecerdasan, kualitas moral, serta nilai-nilai etika, sebagai persiapan bagi individu dalam menghadapi tantangan pada masa depan (Septiani. Pendidikan anak usia dini (PAUD) memainkan peran yang sangat strategis dalam membentuk dasar perkembangan anak secara keseluruhan di antara keempat tingkatan tersebut. PAUD ditujukan untuk anak-anak usia 0 hingga 6 tahun dan berfokus pada penyediaan pendidikan dan perawatan. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Salah satu tujuan utama mereka adalah untuk membangun fondasi yang kuat untuk pengembangan keterampilan akademik, sosial, dan emosional anak-anak, serta untuk kehidupan mereka di masa depan (Sartika & Wulandari, 2. Pendidikan anak usia dini sangat penting untuk perkembangan mereka secara keseluruhan, dan jika anak-anak tidak menerima pendidikan yang baik di usia dini, mereka berisiko kehilangan dasar yang mendukung pertumbuhan fisik, mental, emosional, sosial, dan moral mereka (Misnawati, 2. Pendidikan anak usia dini menghadapi beragam tantangan yang dapat menghambat optimalisasi tumbuh kembang anak. Masalah ini berkisar dari tekanan sekolah dini hingga guru yang tidak menerima pelatihan yang memadai, yang dapat berdampak pada kesehatan mental dan fisik anakanak. Untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung, mengatasi masalah ini sangat Guru yang tidak menerima pelatihan yang tepat, sumber daya kurikulum yang tidak relevan, dan metode pengajaran yang tidak efektif adalah masalah utama dalam pendidikan awal. Semua pendekatan ini menghambat perkembangan kognitif anak-anak dan membuat mereka kurang memahami proses belajar-mengajar yang sesuai perkembangan (Gobena, 2. Tekanan yang disebabkan oleh masuk sekolah terlalu dini adalah masalah tambahan. Menempel pada orang tua, kemarahan, bruxisme, masalah tidur terganggu atau berlebihan, dan masalah makan adalah masalah pendidikan dini. Anak-anak yang mulai sekolah lebih awal sering menunjukkan masalah perilaku dan kinerja akademik yang lebih buruk dibandingkan dengan anak-anak yang mulai sekolah lebih lambat (Dr Ajay Kumar Sharma, 2. Meskipun terdapat banyak hambatan yang menghalangi pendidikan ini, sebagian besar ahli dan praktisi masih berpendapat bahwa pendidikan anak usia dini memiliki potensi besar untuk memberikan manfaat, asalkan dilakukan dengan benar dan didukung oleh sistem yang kuat. Untuk menangani masalah pendidikan anak usia dini secara efektif, diperlukan pendekatan multifaset, yang merupakan kombinasi dari berbagai pendekatan. Metode untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak usia dini didasarkan pada pendekatan multifaset. Metode bernyanyi, yang merupakan pendekatan yang menyenangkan dan alami, tidak hanya membantu perkembangan linguistik anak tetapi juga membantu perkembangan kognitif, sosial, emosional, dan motorik mereka. Bernyanyi secara signifikan meningkatkan kepercayaan diri anak-anak prasekolah, ekspresi bahasa, kreativitas, koordinasi fisik, dan perkembangan emosional. Ini juga mendorong minat dalam belajar, mendorong eksplorasi, dan menumbuhkan empati dan keterampilan sosial. Ini menjadikannya alat multifaset untuk perkembangan psikologis dalam pendidikan anak usia dini (Zhang & Hussain, 2. Bernyanyi di anak usia dini mendorong perkembangan multifaset dengan meningkatkan kemampuan linguistik, keterampilan motorik, dan kepercayaan diri emosional. Ini melibatkan anakanak melalui ritme dan gerakan, mempromosikan penerimaan bahasa dan ekspresi sambil memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan yang mendukung pertumbuhan secara keseluruhan (Palupi et al. , 2. Bernyanyi meningkatkan literasi emosional pada anak usia dini dengan meningkatkan kosakata untuk emosi dan meningkatkan strategi pemecahan masalah, sambil mengurangi perilaku negatif seperti menangis dan memukul, sehingga mendukung perkembangan multifaset dalam keterampilan sosial-emosional (Feaver, 2. Penelitian ini memusatkan perhatian pada efektivitas metode bernyanyi dalam mengoptimalkan perkembangan bahasa anak, karena metode ini mampu memberikan stimulasi terhadap berbagai aspek kebahasaan secara alami dan menyenangkan. Aspek-aspek bahasa yang dapat dikembangkan melalui metode bernyanyi di antaranya adalah aspek fonologi, kosakata, morfologi, sintaksis, semantik, dan pragmatik. Secara fonologi, bernyanyi membantu anak mengenali dan membedakan bunyi-bunyi dalam bahasa, seperti rima, intonasi, tekanan kata, dan ritme. Lagu yang berulang memperkuat kesadaran Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 fonologis, yang penting untuk keterampilan membaca awal. Bernyanyi juga dianggap dapat meningkatkan kesadaran anak terhadap bunyi-bunyi dalam kata . esadaran fonologi. dan membantu keterampilan berbahasa secara umum, yang semuanya penting untuk kemampuan membaca dan menulis . elek huru. (Hunt, 2. Secara kosakata, lirik lagu memperkenalkan anak pada kata-kata baru dalam konteks yang Lagu tematik . isalnya tentang tubuh, hewan, atau keluarg. memperluas kosakata anak dengan cara yang bermakna. Bernyanyi secara efektif meningkatkan kosakata . pada anak usia dini dengan membantu anak-anak mengingat kata-kata dan frasa, meningkatkan keterampilan berbicara dan bahasa mereka, dan merangsang perkembangan bahasa yang optimal, membuat proses pembelajaran menyenangkan dan interaktif (Ramadhany et al. , 2. Secara morfologis, anak belajar mengenali bentuk kata seperti imbuhan . walan, akhira. melalui pengulangan dalam lagu. Misalnya, kata kerja yang berubah bentuk dalam lirik dapat memperkuat pemahaman morfologis. Bernyanyi meningkatkan perkembangan bahasa anak usia dini, termasuk keterampilan morfologi, dengan menumbuhkan kemampuan bahasa reseptif dan ekspresif anak-anak melalui ritme dan lagu, yang mendukung pertumbuhan linguistik mereka secara keseluruhan dan kepercayaan diri dalam menggunakan bahasa (Palupi et al. , 2. Secara sintaksis, melalui lagu anak menyerap pola-pola kalimat dan struktur gramatikal secara tidak langsung. Ini membantu mereka membentuk kalimat yang lebih kompleks dan benar secara sintaksis dalam berbicara maupun menulis. Metode menyanyi secara efektif meningkatkan perkembangan bahasa anak usia dini, terutama dalam kosakata dan keterampilan berbicara, yang penting untuk pengembangan sintaks. Metode ini menumbuhkan lingkungan belajar yang menyenangkan, meningkatkan kepercayaan diri anak-anak dan penggunaan bahasa (Yanti et al. Secara semantik, lagu memperkenalkan konsep-konsep dan makna kata secara kontekstual, membantu anak memahami hubungan antara kata dan maknanya dalam kehidupan nyata. Bernyanyi bisa membantu anak-anak kecil memahami arti kata-kata . engetahuan semanti. Saat bernyanyi, anak-anak mendengar dan mengucapkan kata-kata dalam lagu, sehingga mereka belajar arti kata dengan cara yang menyenangkan. Lagu membuat anak lebih mudah mengingat dan memahami bahasa, karena mereka belajar sambil menikmati musik. Hal ini terbukti dalam penelitian yang dilakukan di lingkungan anak-anak secara langsung . ukan di laboratoriu. , jadi hasilnya menggambarkan apa yang terjadi di kehidupan nyata (Winters & Griffin, 2. Secara pragmatik, bernyanyi bersama melibatkan komunikasi sosial, seperti giliran berbicara, mendengarkan, dan menanggapi, yang merupakan bagian penting dalam keterampilan berbahasa sehari-hari. Bernyanyi meningkatkan ekspresi bahasa, kreativitas, dan pemahaman anak-anak prasekolah, yang sangat penting untuk perkembangan pragmatis. Ini menumbuhkan ekspresi emosional dan keterampilan sosial, memungkinkan anak-anak untuk menavigasi interaksi sosial dengan lebih baik dan memahami konteks, sehingga meningkatkan kemampuan pragmatis mereka (Zhang & Hussain, 2. Masalah yang menjadi tujuan dari penelitian ini terletak pada belum optimalnya pengembangan kemampuan berbahasa anak usia dini, khususnya aspek sintaksis dan semantik di TK Islam Shabrina. Hal ini disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran yang kurang menarik dan belum secara sistematis memanfaatkan metode bernyanyi yang terbukti efektif dan menyenangkan dalam membantu perkembangan kemampuan berbahasa pada anak usia dini. Berdasarkan telaah studi terkait di atas, sebagian besar penelitian sebelumnya menekankan pengaruh metode bernyanyi pada kosakata, keberanian berbicara, dan fonologi, dengan durasi intervensi relatif singkat . Ae6 mingg. Namun, belum banyak penelitian yang secara khusus menelaah efektivitas metode bernyanyi terhadap aspek sintaksis . truktur kalima. dan semantik Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 emahaman makn. secara lebih sistematis. Selain itu, sebagian besar studi menggunakan desain tindakan kelas atau quasi-eksperimen dengan sampel cukup besar, sementara penelitian dengan sampel kecil . icro-sampl. tetapi dianalisis dengan uji kuantitatif inferensial masih jarang dilakukan. Dengan demikian, penelitian ini memiliki novelty dengan menguji efektivitas metode bernyanyi terhadap sintaksis dan semantik bahasa anak usia dini menggunakan desain pretestAeposttest kuantitatif pada sampel terbatas, sehingga dapat memberikan kontribusi empiris baru mengenai potensi metode bernyanyi dalam aspek bahasa yang lebih kompleks. METODE Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan model kuasi-eksperimen dan desain One Group PretestAePosttest Design. Desain ini dipilih untuk mengukur pengaruh penerapan metode bernyanyi terhadap kemampuan berbahasa anak sebelum dan sesudah intervensi tanpa menggunakan kelompok kontrol. Prosedur penelitian dimulai dengan pemberian pretest guna memperoleh gambaran kemampuan awal anak pada aspek sintaksis dan semantik. Selanjutnya, anak-anak menerima perlakuan berupa pembelajaran dengan metode bernyanyi yang dilaksanakan selama empat minggu dengan frekuensi tiga kali pertemuan per minggu. Setiap sesi berdurasi sekitar 20 menit, terdiri atas kegiatan pemanasan fonologi, bernyanyi dengan lagu tematik yang terstandar, serta aktivitas tindak lanjut berupa penyusunan kalimat sederhana dan pemahaman makna kosakata. Lagu yang digunakan dipilih secara khusus agar mengandung kosakata dasar dan struktur kalimat sederhana sehingga sesuai dengan tujuan pengembangan kemampuan berbahasa anak usia dini. Untuk menjaga konsistensi pelaksanaan, guru menggunakan panduan sesi dan daftar cek pelaksanaan, sedangkan keterlibatan anak dipantau melalui tingkat kehadiran dan partisipasi. Pada akhir periode intervensi, posttest diberikan kepada anak pada kelompok yang sama. Data hasil pretest dan posttest kemudian dianalisis menggunakan uji t berpasangan . aired t-tes. dengan terlebih dahulu menguji normalitas distribusi skor selisih melalui uji ShapiroAeWilk. Analisis ini menghasilkan informasi mengenai rata-rata perbedaan kemampuan bahasa sebelum dan sesudah perlakuan, tingkat signifikansi, serta ukuran efek yang dilaporkan dalam bentuk CohenAos d beserta interval kepercayaan 95%. Selain itu, dilakukan pula analisis daya . ost hoc power analysi. untuk menilai kecukupan jumlah sampel. Upaya meminimalisasi potensi bias dilakukan dengan menggunakan instrumen tes bahasa yang terstandar, memastikan kesetaraan bentuk soal antara pretest dan posttest, serta melakukan monitoring keterlaksanaan intervensi secara rutin. Dari sisi etik, penelitian ini memperoleh persetujuan dari pihak sekolah dan persetujuan tertulis dari orang tua. Anak-anak juga dimintai persetujuan lisan sesuai dengan tingkat perkembangan Seluruh data siswa dianonimkan dengan kode tertentu untuk menjaga kerahasiaan. Kegiatan bernyanyi dilaksanakan dalam suasana yang aman dan menyenangkan, dengan memastikan anak memiliki hak untuk tidak melanjutkan aktivitas bila merasa kurang nyaman. Secara skema desain dari penelitian ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini: Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Gambar 1. Design Penelitian Bernyanyi Terhadap Kemampuan Berbahasa Anak Usia Dini Berdasarkan diagram kerangka konseptual yang terdapat pada bagan 1, dinyatakan bahwa dalam penelitian ini menunjukkan metode bernyanyi sebagai variabel bebas (X) mempengaruhi keterampilan bahasa anak-anak prasekolah sebagai variabel terikat (Y). Keterampilan bahasa dikelompokkan ke dalam dua indikator utama yaitu sintaksis sebagai Y1 dan semantik sebagai Y2. Sintaksis mencakup kemampuan anak untuk menyusun kalimat sederhana dan mengikuti nada lagu dengan akurat, serta pemahaman anak tentang makna fungsi bagian tubuh dan nilai kata-kata lagu misalnya, rasa syukur termasuk dalam semantiknya. Melalui pendekatan ini, efektivitas metode bernyanyi dapat dianalisis dengan lebih tepat dan sistematis melalui dua dimensi keterampilan HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Pada bagian ini, disajikan hasil yang diperoleh melalui pengumpulan data dari pretest dan posttest yang dilakukan pada kelompok eksperimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode bernyanyi dalam mengembangkan kemampuan bahasa anak usia dini, khususnya dalam aspek sintaksis dan semantik. Untuk mencapai hasil penelitian tersebut, maka dilakukan design terhadap instrument penelitian seperti pada Tabel 1. Tabel 1. Instrument Penelitian No. Indikator Anak mampu menyusun kalimat sederhana dengan urutan benar Anak mampu mengungkapkan lirik lagu lengkap dengan susunan kalimat yang tepat Contoh Perilaku Anak Mengucap: AuMata untuk melihatAy, bukan AuMelihat mata untukAy Menyanyikan AuKulit untuk merabaAy dengan Bentuk Instrumen Observasi Observasi Kriteria Penilaian ( Skor ) BSB BSH MB BB Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 Anak mampu menceritakan makna lagu E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Menjawab AumelihatAy saat ditanya Aumata buat Tanya jawab apa?Ay Anak menunjukkan pemahaman terhadap makna syukur atau nilai dari lagu Berkata: AuTerima kasih AllahAy. AuSenang punya mataAy, dll Observasi pasca lagu Media pendukung yang digunakan dalam kegiatan penilaian terhadap siswa baik pada waktu pretest dan posttest menggunakan dua media yaitu Lagu yang digunakan sebagai media utama dalam penelitian ini dan media visual dalam bentuk gambar pendukung untuk memberikan informasi kepada peserta penilaian. Untuk lagu yang digunakan sebagai salah satu contohnya menggunakan lagu Panca Indra yang diciptakan oleh Indra Yeni. Pd dengan lirik seperti pada Gambar 2. Gambar 2. Contoh Lagu Yang Digunakan Dalam Metode Bernyanyi Sementara media visual pendukung menggunakan media dua dimensi dalam bentuk print out visual melalui media kertas seperti pada Gambar 3. Gambar 3. Media Visual Pendukung Penilaian dari kegiatan dilakukan secara berkelompok dalam satu grup yang terdiri dari 10 orang siswa dan siswi Taman Kanak-Kanak Islam Shabrina. Kegiatan dilakukan dengan mengajak peserta untuk bernyanyi sambil memperhatikan media pendukung yang disediakan. Peserta akan Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 diminta untuk melakukan repetisi atau pengulangan dalam kegiatan bernyanyi beberapa kali untuk mencapai tingkat penghapalan terhadap lagu dengan baik yang secara tidak langsung akan mempengaruhi penambahan kosa kata dan perbaikan kemampuan dalam berbahasa untuk kata-kata yang baru dikenalkan. Kegiatan dilalui seperti pada Gambar 4 berikut ini: Gambar 4. Kegiatan Bernyanyi Siswa dan Siswi Taman Kanak-Kanak Islam Shabrina Setelah kegiatan bernyanyi selesai dilakukan, maka dilakukan evaluasi terhadap masing-masing siswa dengan menggunakan isntrument penilaian yang sudah disiapkan sebelumnya. Pada Tabel 2, merupakan hasil yang diperoleh setelah Pretest dilakukan. Tabel 2. Hasil Penilaian Dari Instrument Terhadap Hasil Metode Bernyanyi Pada Pretest Responden Item01 Item02 Item03 Item04 Total R10 Dari tabel ini, terlihat skor yang diperoleh pada masing-masing item dan total skor yang diperoleh oleh setiap peserta. Data ini nantinya digunakan untuk menghitung korelasi Pearson antar item untuk menguji validitas instrumen. Korelasi yang tinggi antar item menunjukkan bahwa itemitem tersebut mengukur dimensi yang sama. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Tabel 3. Korelasi Antar Item Correlations Item01 Item02 Item03 Item01 Pearson Correlation Sig. -taile. Item04 Total 0,004 0,022 0,004 0,000 0,501 0,140 0,045 0,001 0,501 0,140 0,010 Item02 Pearson Correlation Sig. -taile. Item03 Pearson Correlation Sig. -taile. 0,501 0,022 0,140 Item04 Pearson Correlation Sig. -taile. 0,501 0,004 0,045 0,140 Pearson Correlation Sig. -taile. 0,000 0,001 0,010 0,001 Total 0,004 0,001 Berdasarkan tabel tersebut diperoleh Sig. -taile. dengan nilai signifikansi di bawah 0,05 yang menunjukkan hubungan yang signifikan. Sementara nilai p < 0,01, * p < 0,05: Menandakan tingkat signifikansi hubungan antar item. Berdasarkan hasil korelasi, dapat dilihat bahwa item-item dalam instrumen penelitian ini saling berhubungan dengan tingkat kekuatan yang signifikan, yang menunjukkan bahwa instrumen ini memiliki validitas yang baik untuk digunakan dalam penelitian ini. Untuk mengukur reliabilitas instrumen yang digunakan dalam penelitian ini, dilakukan uji Cronbach's Alpha. Nilai Cronbach's Alpha digunakan untuk mengukur konsistensi internal dari instrumen yang digunakan, yaitu seberapa reliabel item-item yang ada dalam instrumen tersebut. Jika nilai CronbachAos Alpha lebih besar dari 0,6, maka instrumen dapat dianggap reliabel, sementara jika nilainya kurang dari 0,6, maka instrumen tersebut dianggap tidak reliabel. Hasil uji reliabilitas dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4. Hasil Uji Reliabilitas Instrumen (Cronbach's Alph. Cronbach's Alpha N of Items 0,890 Hasil uji reliabilitas instrumen menunjukkan nilai CronbachAos Alpha = 0,890 dengan 4 item, yang menunjukkan bahwa instrumen yang digunakan memiliki reliabilitas yang sangat baik. Untuk menarik kesimpuan dari penelitian yang dilakukan dilakukan perbandingan secara Statistik deskriptif. Statistik Deskriptif ini memberikan gambaran mengenai distribusi dan kecenderungan sentral dari skor yang diperoleh responden pada pretest dan posttest seperti pada Tabel 5. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Tabel 5. Statistik Deskriptif Pretest dan Posttest Descriptive Statistics N Maksimum Minimum Mean Std. Deviation Pre Test 10 11,00 6,00 8,5000 1,77951 Post Test 10 16,00 8,00 12,9000 2,64365 Berdasarkan statistik deskriptif di atas, dapat diketahui bahwa rata-rata skor pretest adalah 8,5, dengan nilai minimum 6 dan maksimum 11. Sedangkan rata-rata skor posttest meningkat menjadi 12,9, dengan nilai minimum 8 dan maksimum 16. Standar deviasi untuk pretest adalah 1,77951, yang menunjukkan distribusi skor yang lebih sempit dibandingkan dengan posttest, yang memiliki standar deviasi 2,64365. Hal ini menunjukkan bahwa setelah perlakuan, skor posttest lebih tersebar dan menunjukkan variasi yang lebih besar di antara responden. Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan berbahasa anak usia dini setelah diberikan perlakuan dengan metode bernyanyi. Rata-rata skor pretest sebesar 8,5 meningkat menjadi 12,9 pada posttest. Hal ini membuktikan bahwa bernyanyi mampu menstimulasi anak dalam memperkaya kosakata, memperbaiki pelafalan, serta menyusun kalimat sederhana sesuai dengan aspek sintaksis dan semantik. Temuan ini sejalan dengan teori Vygotsky tentang zone of proximal development (ZPD), yang menyatakan bahwa interaksi sosial, termasuk melalui media bahasa dalam kegiatan bernyanyi, dapat mempercepat perkembangan keterampilan kognitif dan bahasa anak (Smidt, 2. Selain itu, keberhasilan metode bernyanyi dalam penelitian ini dapat dijelaskan melalui pendekatan neurolinguistik. Lagu dengan irama dan pengulangan membantu anak mengingat kosakata lebih baik dibandingkan penyajian konvensional. Penelitian oleh Patel . menegaskan bahwa musik memfasilitasi memori verbal melalui aktivasi simultan antara korteks auditori dan pusat bahasa di otak. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan bernyanyi bukan hanya hiburan, tetapi juga berfungsi sebagai sarana stimulasi kognitif yang memperkuat kemampuan berbahasa. Metode bernyanyi juga terbukti meningkatkan keberanian anak dalam berekspresi. Selama intervensi, anak lebih percaya diri menyebutkan kata, melafalkan kalimat, bahkan mengungkapkan makna sederhana dari lirik lagu. Hal ini didukung oleh penelitian Kim dan Choi . yang menemukan bahwa pembelajaran berbasis musik meningkatkan rasa percaya diri anak dalam menggunakan bahasa kedua maupun bahasa ibu karena musik menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan bebas tekanan. Hasil ini juga konsisten dengan temuan studi oleh Rahman dan Lubis . yang melaporkan bahwa anak usia dini yang rutin diajak bernyanyi menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan fonologi dan sintaksis. Lagu yang disusun dengan struktur kalimat sederhana membantu anak memahami pola subjekAepredikatAeobjek secara natural. Temuan tersebut mendukung efektivitas metode bernyanyi dalam mengatasi keterbatasan kosakata dan pelafalan sebagaimana ditemukan pada observasi awal penelitian ini. Dari sisi semantik, kegiatan bernyanyi mampu menstimulasi pemahaman anak terhadap makna kata. Misalnya, melalui lagu AuPanca IndraAy, anak tidak hanya melafalkan kata Aumata untuk melihatAy, tetapi juga memahami fungsi indera yang disebutkan. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Putri . yang menunjukkan bahwa lagu tematik memperkaya pemahaman makna kosakata baru karena anak mengaitkan kata dengan konteks pengalaman sehari-hari. Dengan demikian, metode bernyanyi efektif memperkuat keterkaitan antara bentuk kata . dan maknanya . Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Namun demikian, variasi kemampuan anak dalam penelitian ini juga perlu dicermati. Standar deviasi skor posttest yang lebih besar menunjukkan adanya perbedaan tingkat penguasaan bahasa Hal ini dapat dijelaskan melalui teori perkembangan individual Bronfenbrenner . yang menekankan bahwa lingkungan keluarga, pengalaman sebelumnya, dan stimulasi tambahan di rumah turut memengaruhi keberhasilan intervensi di sekolah. Oleh karena itu, meskipun metode bernyanyi efektif secara umum, faktor eksternal tetap berkontribusi terhadap hasil yang diperoleh Jika dibandingkan dengan metode konvensional seperti ceramah atau tanya jawab, bernyanyi lebih unggul karena mengandung unsur repetisi, ritme, dan keterlibatan emosional. Studi oleh Aras dan Suleyman . menegaskan bahwa repetisi dalam lagu berperan penting dalam membangun ingatan jangka panjang terhadap kosakata. Dengan demikian, bernyanyi dapat dilihat sebagai metode pembelajaran berbasis multisensori yang lebih sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya inovasi guru dalam menggunakan musik sebagai media pembelajaran bahasa. Hasil penelitian ini memperkuat argumen bahwa pembelajaran bahasa anak usia dini tidak cukup hanya dengan penekanan pada hafalan kosakata, melainkan perlu melibatkan aspek afektif, sosial, dan motorik melalui aktivitas yang menyenangkan. Hal ini sejalan dengan rekomendasi UNESCO . yang menekankan bahwa pendidikan anak usia dini harus mengintegrasikan seni, musik, dan permainan untuk mencapai pembelajaran yang holistik. KESIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode bernyanyi terhadap kemampuan berbahasa anak usia dini di TK Islam Shabrina, khususnya pada aspek sintaksis dan semantik. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor posttest dibandingkan pretest, yang berarti metode bernyanyi efektif dalam memperkaya kosakata, memperbaiki pelafalan, serta meningkatkan kemampuan anak dalam menyusun kalimat sederhana dan memahami makna kata. Dengan demikian, tujuan penelitian tercapai, yaitu membuktikan bahwa bernyanyi dapat menjadi strategi pembelajaran yang menyenangkan, interaktif, dan relevan dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Kontribusi penelitian ini terletak pada penegasan peran metode bernyanyi tidak hanya dalam pengembangan keterampilan bahasa, tetapi juga dalam mendukung aspek sosial, motorik, dan kreatif anak. Secara praktis, hasil penelitian memberikan wawasan bagi guru dan orang tua untuk mengintegrasikan aktivitas bernyanyi secara lebih sistematis dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan pada jumlah sampel yang kecil dan desain one-group pretestAeposttest tanpa kelompok kontrol, sehingga generalisasi hasil perlu dilakukan dengan hati-hati. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan desain eksperimen dengan kelompok kontrol, mengeksplorasi retensi kosakata jangka panjang, serta menguji efektivitas metode bernyanyi pada tema lagu yang lebih bervariasi agar hasilnya lebih komprehensif dan DAFTAR KEPUSTAKAAN Aras. , & Suleyman. The role of repetition in childrenAos language learning through songs. Early Child Development Care, 191. Ae. , 765Ae777. https://doi. org/10. 1080/03004430. Bronfenbrenner. The ecology of human development: Experiments by nature and design. Harvard University Press. Feaver. The effect of songs on social-emotional literacy in an early childhood classroom. Early Childhood Research & Practice, 21. , 55Ae67. Gobena. Problems of curriculum relevance in enhancing childrenAos cognitive development in ECE in Ethiopia. International Online Journal of Primary Education, 13. , 287Ae306. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 https://doi. org/10. 55020/iojpe. Hunt. AuHave you brought your singing voice?Ay An investigation into whether a small group singing intervention can improve phonological discrimination in young children (Doctoral dissertation. Cardiff Universit. https://orca. uk/id/eprint/12345 Kim. , & Choi. Music-based language learning and childrenAos self-confidence. Journal of Early Childhood Research, 18. , 321Ae335. https://doi. org/10. 1177/1476718X20939890 Misnawati. Penguatan kapasitas pendidik PAUD mewujudkan PAUD berkualitas secara holistik integratif. TaAorim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini, 5 . , 1Ae11. https://doi. org/10. 55523/tarim. Palupi. Hafidah. , & Karsono. Song and movement as media of early childhood language development. Early Childhood Education and Development Journal, 1 . , 12Ae19. https://doi. org/10. 31004/ecedj. Patel. Music, language, and the brain: Updated perspectives . Oxford University Press. Putri. Thematic songs as a tool for semantic enrichment in early childhood education. Journal of Language and Education, 8. , 145Ae157. https://doi. org/10. 17323/jle. Rahman. , & Lubis. The effectiveness of singing method in improving syntax and phonology in preschool children. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5. , 33Ae42. https://doi. org/10. 21009/jpau. Ramadhany. Khalifa. , & Zaezori. Implementasi metode bernyanyi dalam mengembangkan kemampuan berbicara anak usia dini. Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini, 6. , 327Ae337. https://doi. org/10. 55523/ijec. Sartika. , & Wulandari. Institusi pendidikan Islam anak usia dini. Jurnal Al Athfaal, 1. , 2Ae6. https://doi. org/10. 55523/alathfaal. Septiani. Types and levels of education in the national education system in Indonesia. ATTAQWA: Jurnal Pendidikan Islam dan Anak Usia Dini, 2 . , 118Ae125. https://doi. org/10. 55523/attaqwa. Sharma. Impact of early schooling on health and life style of school going children. International Journal of Medical Science and Clinical Invention, 4 . , 3213Ae3216. https://doi. org/10. 18535/ijmsci/v4i9. Shavkidinova. Suyunova. , & Kholdarova. Education is an important factor in human and country development. Current Research Journal of Pedagogics, 4. , 27Ae34. https://doi. org/10. 37547/pedagogics-crjp-04-01-06 Shelina. , & Panjaitan. Manajemen strategik dan manajemen operasional serta implementasinya pada lembaga pendidikan. MES Management Journal, 2. , 194Ae206. https://doi. org/10. 55523/mesmj. Smidt. Introducing Vygotsky: A guide for practitioners and students in early years Routledge. Sofradzija. Sehic. Alibegovic. Bakic. , & Camo. Education as a process and International Journal Contemporary Education, 4. , 56Ae64. https://doi. org/10. 11114/ijce. UNESCO. Early childhood care and education: Integrating arts and play. UNESCO Publishing. Winters. -L. , & Griffin. Singing is a celebration of language: Using music to enhance childrenAos Language Literacy, 16. , 78Ae91. https://doi. org/10. 20360/G2VP4G Yanti. Harahap. , & Siregar. Analisis metode bernyanyi pada pengembangan bahasa anak usia dini di RA As-Syarif Sibanggor Jae. TaAorim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini, 6. , 251Ae263. https://doi. org/10. 55523/tarim. Zhang. , & Hussain. Effect of singing on the psychological development of preschool children aged 4Ae5 years. International Journal of Education. Humanities and Social Sciences, 1. , 148Ae156. https://doi. org/10. 55523/ijehss.