Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan E-ISSN : 2828-0946 Vol. 8 No. 2 Edisi Juli 2025 P-ISSN: 2614-381X PENGARUH DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR CAMAT OAoOAoU KABUPATEN NIAS SELATAN Intensif Laia Mahasiswa Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nias Raya Intensiflaia29@gmail. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai dampak disiplin kerja terhadap kinerja pegawai di Kantor Kecamatan O'o'u. Penulis menggunakan jenis penelitian kuantitatif, yaitu penelitian yang mengandalkan data kuantitatif yang dinyatakan dalam bentuk Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data primer, khususnya kuesioner dan observasi. Populasi penelitian terdiri dari pegawai di Kantor Kecamatan O'o'u. Kabupaten Nias Selatan. Sampel penelitian terdiri dari 30 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh. Temuan penelitian menjelaskan bahwa persamaan data diperoleh dengan perhitungan analisis regresi linier sederhana yaitu Y = 16,554 0,614 X. Artinya, kinerja pegawai pada kantor Camat O'o'u Kabupaten Nias Selatan akan meningkat apabila adanya pengawasan terhadap disiplin kerja di kantor Camat O'o'u Kabupaten Nias Selatan. Dari uji t yang telah dilakukan maka diperoleh hasil t hitung = 4,940 > t tabel = 1, 701. Maka hipotesis Ha yang telah dirumuskan diterima bahwa "ada pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai pada kantor Camat O'o'u Kabupaten Nias Selatan". Kata kunci : Disiplin. Kerja. Kinerja Pegawai Abstract The objective of this study is to ascertain the impact of work discipline on the performance of employees at the O'o'u Subdistrict Office. The author employs a sort of quantitative research, namely research that relies on quantitative data, which is presented in the form of numerical values. The research employs primary data collection techniques, specifically questionnaires and The study population consisted of personnel in the O'o'u District Head's office, located in South Nias Regency. The research sample comprised 30 individuals. The sampling technique employs a saturated sample technique. The results of the research explain that from the results of simple linear regression analysis calculations, the data equation is obtained, namely Y = 554 0. 614 o'u South Nias Regency. From the t test that has been carried out, the results obtained are t = 4. 940 > t table = 1. So the Ha hypothesis that has been formulated is accepted that "there is an influence of work discipline on employee performance at the office of the O'o'u Subdistrict Head. South Nias Regency". Keywords: Work. Discipline. Employee Performance Copyright . Intensif Laia. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. International License. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan E-ISSN : 2828-0946 Vol. 8 No. 2 Edisi Juli 2025 P-ISSN: 2614-381X Pendahuluan Sumber Daya Manusia (SDM) sangat penting bagi setiap organisasi atau lembaga pemerintah untuk mencapai tujuannya. Sumber daya manusia merupakan sumber daya yang unik karena memiliki emosi, motivasi, otoritas, dan kapasitas untuk bekerja . asio, rasa, dan kars. , seperti yang dinyatakan oleh Sutrisno . 9: . Setiap potensi SDM tersebut berdampak pada seberapa baik perusahaan dalam mencapai Meningkatkan standar sumber daya manusia adalah salah satu cara untuk mengumpulkan aset-aset tersebut. Oleh karena itu, pengelolaan sumber daya manusia yang efisien sangat penting. Terdapat hubungan yang erat antara sumber daya manusia dan organisasi. Hubungan antara organisasi dan sumber daya manusia sangat penting. Setiap bisnis berusaha untuk meningkatkan kapasitas departemen sumber daya manusianya untuk memberikan pekerjaan berkualitas tinggi yang bermanfaat bagi perusahaan Seperti dikemukakan oleh Priansa . "Kinerja karyawan sangat diperlukan karena dengan adanya kinerja ini akan diketahui sejauh mana kemampuan karyawan dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya". Kinerja karyawan adalah hasil akhir dari upaya individu atau tim di dalam suatu organisasi, saat mereka melaksanakan tugas yang diberikan. Beberapa elemen, termasuk yang berkaitan dengan sumber daya manusia dan lingkungan bisnis, mempengaruhi kinerja karyawan. Integritas, atau disiplin, adalah kriteria untuk kapasitas kerja seseorang, menurut Handoko dalam Duha . 0: . Di mana orang dapat menyelesaikan keributan atau bertindak tidak menentu. Mempromosikan karyawan adalah tujuan utama kami. Sebagai ukuran produktivitas, disiplin kerja sangat penting. Disiplin di tempat kerja berarti waspada dan bersedia mematuhi semua peraturan dan kebijakan yang Dengan demikian, kami berharap pekerjaan dapat diselesaikan dengan efisien dan sukses. Disiplin adalah cara untuk memberi tahu orang-orang bahwa mereka perlu memperbaiki perilaku mereka, termasuk terlambat secara kronis atau bertindak dengan cara yang tidak profesional, menurut Marwansyah . Peringatan bahwa tindakan lebih lanjut akan diambil jika individu tidak mengubah perilakunya diperlukan dalam situasi seperti itu. Disiplin yang positif diperlukan bagi organisasi untuk mengarahkan personel ke arah yang diinginkan, yang pada gilirannya akan menghasilkan hasil yang positif. Ketika seseorang berdisiplin dengan baik, mereka cenderung tidak melakukan kesalahan saat menjalankan tugasnya. mana tingkat pengendalian diri seseorang berbanding lurus dengan keseriusannya dalam menjalankan tanggung jawabnya. Karyawan akan melakukan pekerjaan menghasilkan hasil yang lebih baik jika penempatan mereka didasarkan pada kekuatan dan bidang pengalaman mereka, yang jelas merupakan kasus di sini. Pada Copyright . Intensif Laia. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. International License. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan E-ISSN : 2828-0946 Vol. 8 No. 2 Edisi Juli 2025 P-ISSN: 2614-381X tingkat yang paling efektif, disiplin ini berdampak langsung pada seberapa baik pekerja melakukan pekerjaan mereka. Kantor Kecamatan O'o'u melayani masyarakat, khususnya desa O'o'u, dan terletak di Kecamatan O'o'u. Kabupaten Nias Selatan. Agar proses kerja berjalan dengan baik dan membuahkan hasil yang kecamatan O'o'u Kabupaten Nias Selatan, maka kepala kantor harus melakukan pengawasan terhadap bawahannya dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan uraian tugas dan fungsi masing-masing pegawai. Pengamatan awal penulis di Kantor Kecamatan O'o'u menunjukkan beberapa hal yang menyebabkan kinerja pegawai di bawah standar. Salah satu masalahnya adalah para pegawai di sana tidak tepat waktu, seperti yang terlihat dari jam masuk dan jam pulang kerja yang tidak sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan. Sebagai contoh, jam masuk kerja di Kantor Kecamatan O'o'u adalah pukul 07. 45 WIB, namun para pegawai sering datang Namun ada juga pekerja yang tidak terlalu patuh dalam hal mengikuti kebijakan perusahaan, misalnya ketika karyawan dan mengatakan bahwa mereka memiliki waktu hingga waktu tertentu untuk menyelesaikannya, tetapi tidak ada yang menyelesaikannya tepat waktu. Para pekerja masih belum terlalu rajin dalam mengerjakan tugas mereka. Dapat dilihat dari adanya kesalahan pelaksanaan pekerjaan, ketika melakukan pelayanan kepada masyarakat yang datang di Kantor Camat untuk pengurusan suratmenyurat kesalahan penulisan serta tidak sesuai dengan jumlah dan waktu yang telah Atas permasalahan tersebut, kinerja pegawai pun kurang maksimal dan perlu diatasi melalui disiplin kerja yang baik kepada pagawai untuk dapat meningkatkan kinerjanya masing-masing. Konsep Disiplin Kerja Sumber Daya Manusia (SDM) keberhasilan suatu entitas bisnis atau Menurut Sutrisno . 9: . , sumber daya manusia berbeda dengan jenis sumber daya lainnya karena memiliki keinginan, bakat, pengetahuan, motivasi, otoritas, dan kapasitas untuk bekerja. Sejauh tujuannya dipengaruhi oleh masing-masing kemungkinan sumber daya manusia ini. Salah mengumpulkan aset-aset ini adalah dengan meningkatkan standar sumber daya Oleh karena itu, pengelolaan sumber daya manusia yang efektif sangatlah penting. Organisasi dan sumber daya manusia bekerja sama. Hubungan organisasi dan sumber daya manusia sangatlah penting. Meningkatkan kemampuan SDM untuk melakukan pekerjaan berkualitas tinggi yang bermanfaat bagi seluruh perusahaan adalah tujuan organisasi mana pun. Priansa . mengemukakan bahwa AuKinerja pegawai sangat diperlukan karena dengan kinerja tersebut akan diketahui sejauh melaksanakan tugas yang diberikan kepadanyaAy. Kinerja suatu organisasi merupakan penjumlahan dari usaha para pegawainya, baik sebagai individu maupun Copyright . Intensif Laia. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. International License. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan E-ISSN : 2828-0946 Vol. 8 No. 2 Edisi Juli 2025 P-ISSN: 2614-381X Faktor-faktor yang berkaitan dengan sumber daya manusia dan lingkungan eksternal perusahaan termasuk di antara faktor-faktor yang mempengaruhi output pekerja. Handoko mengutip Duha . 0: . yang mengatakan bahwa potensi kerja seseorang ditentukan oleh integritas atau Tempat di mana individu dapat menjadi diri mereka sendiri dan Kami meningkatkan pengendalian diri di antara karyawan kami. Disiplin di tempat kerja merupakan indikator kunci kualitas Menjaga ketertiban di tempat kerja memerlukan kewaspadaan terusmenerus dan kesiapan untuk mengikuti semua peraturan. Dengan melakukan hal penyelesaian tugas yang efektif dan efisien. Menurut Marwansyah, salah satu teknik untuk mengatasi perilaku bermasalah, seperti keterlambatan yang terus-menerus atau tidak profesional, adalah melalui disiplin . 6: . Penting untuk menyadarkan masyarakat bahwa mereka akan menghadapi konsekuensi jika mereka tidak mengubah perilakunya dalam kondisi Organisasi tidak dapat membimbing karyawannya ke jalan yang benar dan mengharapkan hasil yang baik tanpa disiplin positif. Seseorang yang memiliki disiplin diri kecil kemungkinannya untuk gagal dalam pekerjaannya. Dimana tingkat pengendalian diri seseorang sebanding dengan beratnya mereka menghadapi Jelas karyawan akan lebih banyak berinvestasi dalam pekerjaan mereka dan menghasilkan produk dengan kualitas lebih tinggi jika penempatan mereka disesuaikan dengan keterampilan dan bidang keahlian mereka. Disiplin ini, jika diterapkan sepenuhnya, akan mempengaruhi kinerja karyawan dalam pekerjaannya. Kantor Kecamatan O'o'u yang terletak di Kabupaten Nias Selatan memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan fokus di Desa O'o'u. Kepala kantor di kantor Kecamatan O'o'u Kabupaten Nias Selatan bawahannya menjalankan tugas yang dituangkan dalam uraian tugas mereka jika kantor tersebut ingin berfungsi dengan lancar dan memberikan hasil yang Dari observasi awal penulis di Kantor Kecamatan O'o'u, terlihat ada beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya kinerja pegawai. Salah satu masalahnya adalah pekerja tidak selalu cepat, terbukti dari fakta bahwa mereka tidak selalu mengikuti protokol perusahaan saat masuk dan pulang. Para pekerja di Kantor Kecamatan O'o'u, misalnya, kerap datang di luar jam resmi mulai pukul 07. 45 WIB. Namun, ada beberapa karyawan yang tidak terlalu berhati-hati dalam mengikuti kebijakan bisnis. misalnya, ketika bos memberikan tugas dan menetapkan tenggat waktu, namun tidak ada seorang pun yang menyelesaikannya pada waktu yang ditentukan. Para personel masih menunjukkan kurangnya dedikasi dalam menyelesaikan tanggung jawabnya. Konsep Kinerja Pegawai Ketika sebuah perusahaan mencapai tujuannya, para anggotanya mungkin merasakan pencapaian dan kebanggaan. Copyright . Intensif Laia. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. International License. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan E-ISSN : 2828-0946 Vol. 8 No. 2 Edisi Juli 2025 P-ISSN: 2614-381X Kami berharap semua orang di perusahaan melakukan pekerjaan terbaik mereka. Keaslian pekerja adalah kunci menuju tempat kerja yang produktif. Kinerja pekerja atau tim di tempat kerja didefinisikan sebagai hasil akhir dari upaya mereka selama jangka waktu tertentu. Edison dkk . mengemukakan bahwa AuKinerja merupakan hasil suatu proses yang diacu dan diukur dalam jangka waktu tertentu berdasarkan ketentuan atau Ay Mangkunegara . menyatakan bahwa AuYang dimaksud dengan kinerja . restasi kerj. adalah kualitas dan kuantitas hasil kerja yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Ay Selain itu Sukoco dan Soedarso . menegaskan bahwa AuKinerja adalah hasil yang dicapai seseorang secara keseluruhan selama jangka waktu tertentu dalam melaksanakan tugas untuk mencapai atau mewujudkan tujuan, sasaran atau sasaran yang telah disepakati bersama, apabila sasaran atau tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai maka kinerja orang tersebut dinyatakan Ay Penulis mengenai kinerja pegawai berdasarkan pandangan para ahli sebagai berikut: kinerja merupakan hasil akhir dari usaha suatu organisasi atau individu dalam pekerjaannya sebagaimana ditentukan. Indikator Disiplin Kerja Dimensi dan indikasi disiplin kerja menurut Afandi . dapat diterapkan oleh seluruh anggota atau pekerja suatu Masuk kerja tepat waktu Ini adalah ukuran dasar untuk mengukur kedisiplinan, dan pekerja dengan disiplin kerja yang tinggi terbiasa datang dan pulang kantor sesuai dengan kebijakan terkait. Penggunaan waktu secara efektif Hal ini memastikan bahwa pekerja dapat waktu dengan memanfaatkan waktu secara efisien. Tidak pernah mangkir/tidak kerja Tingginya tingkat kehadiran pegawai menunjukkan adanya disiplin kerja, sedangkan rendahnya tingkat kehadiran menunjukkan kebiasaan kerja yang tidak Tanggung jawab kerja Karyawan mempunyai kewajiban untuk melaksanakan tugasnya secara akurat dan menyeluruh sebagai bagian dari tanggung jawab pekerjaannya. Kepatuhan pada aturan kerja Pekerja harus mematuhi semua standar peraturan dan kebijakan kerja saat menjalankan tugasnya. Kemudian Hasibuan . Indikator yang mempengaruhi tingkat kedisplinan, diantaranya : Tujuan dan kemampuan, teladan pimpinan, balas Jasa, keadilan, waskat, sanksi hukuman, ketegasan, dan hubungan kemanusiaan. Selanjutnya, menurut Handoko dalam Hamali . 6: . indikator-indikator disiplin kerja terdiri dari : Disiplin Preventif Disiplin preventif adalah kegiatan Copyright . Intensif Laia. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. International License. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan E-ISSN : 2828-0946 Vol. 8 No. 2 Edisi Juli 2025 P-ISSN: 2614-381X mendorong para pegawai agar mengikuti berbagai standar dan aturan, sehingga penyelewenganpenyelewengan dapat dicegah. Disiplin Korektif Disiplin korektif adalah kegiatan yang diambil untuk menangani pelanggaran terhadap aturanaturan dan mencoba untuk pelanggaranpelanggaran lebih lanjut. Disiplin Progresif Disiplin memberikan hukuman-hukuman yang yang lebih berat terhadap pelanggaran-pelaknggaran yang Berdasarkan uraian pendapat para ahli di atas maka penulis menyimpulkan bahwa indikator disiplin kerja adalah masuk kerja tepat waktu, penggunaan waktu secara efektif, tidak pernah mangkir/tidak kerja, tanggung jawab kerja, dan kepatuhan pada aturan kerja. Indikator Kinerja Pegawai Kinerja pegawai sering diartikan sebagai suatu hasil kerja yang dihasilkan oleh seseorang pegawai untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Kinerja pegawai dapat diukur oleh beberapa hal diantara keterampilan kerja dan tanggung jawab. Sebagaimana menurut Mathis dan Jackson dalam Duha . indikator kinerja pegawai adalah sebagai berikut : Kuantitas Standar ini dilakukan dengan cara volume kerja yang seharusnya . tandar kerja norma. dengan kemampuan Kualitas Standar ini menekankan pada mutu kerja yang dihasilkan dibandingkan volume kerja. Ketepatan waktu Ketepatan waktu adalah penggunaan masa kerja yang disesuaikan dengan kebijaksanaan instansi. Kehadiran Kehadiran pegawai dalam memenuhi peraturan instansi yang berkaitan dengan ketepatan waktu masuk/pulang kerja, jumlah kehadiran, dan keluar kantor bukan untuk urusan dinas. Kemampuan bekerja sama Kemampuan ide/gagasan tindakan yang menunjang penyelesaian Nah, berikut beberapa indikator kinerja menurut Afandi . : jumlah kerja, mutu kerja, efisiensi dalam melaksanakan tugas, disiplin kerja, inisiatif, ketelitian, kepemimpinan, kejujuran, dan Selain itu, inilah cara metrik kinerja didefinisikan oleh Edison dkk. Target Tujuan berfungsi sebagai tolok ukur untuk mengukur kemajuan produksi komoditas, lapangan kerja, atau pendapatan. Kualitas Komponen berkorelasi langsung dengan hasil yang dicapai. Waktu penyelesaian Tidak ada pekerjaan yang akan tertunda dalam penyelesaian atau Taat asas Copyright . Intensif Laia. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. International License. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan E-ISSN : 2828-0946 Vol. 8 No. 2 Edisi Juli 2025 P-ISSN: 2614-381X Selain harus akurat, transparan, dan bertanggung jawab, juga harus mencapai tujuan, bermutu, dan selesai tepat waktu. Jumlah, waktu, kehadiran, dan kapasitas berkolaborasi menjadi faktor kunci kinerja karyawan, menurut analisis penulis terhadap pandangan para ahli di atas. Metode Penelitian Jenis Penelitian Penelitian pendekatan kausal dalam penelitian kuantitatif yaitu model sebab akibat. Sugiyono . menyatakan bahwa Aupenelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai suatu metode penelitian yang digunakan untuk meneliti populasi dan sampel tertentu, mengumpulkan dan menggunakan instrumen penelitianAy. Jenis dan Sumber Data Penelitian ini menggunakan data Suryabrata mengartikan data kuantitatif sebagai informasi numerik. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh langsung dari responden melalui penyebaran kuesioner. Sujarweni . mengartikan data primer sebagai Audata yang diperoleh langsung melalui kuesioner, focus group, dan panel, serta data yang diperoleh dari wawancara yang dilakukan peneliti dengan Data primer tersebut harus melalui pengolahan lebih lanjutAy. Teknik Pengumpulan Data Kuesioner Disiplin kerja dan kinerja karyawan menjadi dua bagian utama Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan pendekatan daftar . uesioner Menggunakan skala likert merupakan menentukan skor atau nilai. Sugiyono menegaskan bahwa Auskala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang terhadap fenomena sosialAy . Peneliti mengembangkan kuesioner dengan kriteria penilaian tertentu untuk setiap item sehingga diperoleh nilai skala likert. Berdasarkan penelitian Sugiyono . , berikut adalah contoh skala Likert yang dapat digunakan untuk menilai aspek suatu Sangat Setuju (SS) Setuju Ragu-ragu (RR) Tidak Setuju (TS) Sangat Tidak Setuju (STS) = 1 Uji Instrumen Uji Validitas. Mencari tahu apakah serangkaian pertanyaan cocok untuk mendefinisikan suatu variabel adalah inti dari uji validitas. Setiap item pertanyaan menjalani uji validitas untuk Kami membandingkan nilai r yang dihitung dengan tabel r dalam pengaturan di mana df= n-2 dan sig 5%. Jika r tabel kurang dari r hitung, maka dianggap Menurut Sujarweni . , rumus yang digunakan dalam uji validitas dengan teknik korelasi product moment adalah sebagai berikut: Copyright . Intensif Laia. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. International License. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan E-ISSN : 2828-0946 Vol. 8 No. 2 Edisi Juli 2025 P-ISSN: 2614-381X Keterangan = Koefisien korelasi = Jumlah subjek = Skor setiap item = Skor setiap item = Kuadrat jumlah skor = Jumlah kuadrat skor = Kuadrat jumlah skor = Jumlah kuadrat skor Uji Reliabilitas. Menurut Sujarweni . , uji reliabilitas adalah suatu cara untuk melihat seberapa mantap dan menjawab pertanyaan dan pernyataan yang membentuk suatu kuesioner. Konstruksi ini adalah dimensi variabel. Dimungkinkan pengujian reliabilitas terhadap semua pertanyaan dan pernyataan secara Jika nilai Cronbach Alpha > 0,60 maka reliabel dan sebaliknya apabila nilai Cronbach Alpha < 0,6 maka item tersebut dinyatakan tidak reliabel. Dengan rumus sebagai berikut : Keterangan : = Koefisien reliability instrument . = Banyaknya butir pernyataan = Total varians butir = Total varians Pengujian Hipotesis Uji Parsial atau sering disebut dengan Uji t. Sujarweni . menyatakan bahwa AuUji t merupakan uji koefisien regresi parsial individu yang digunakan untuk mengetahui apakah variabel bebas (X) secara individual berpengaruh terhadap variabel terikat (Y)Ay. Untuk mengetahui seberapa andal menggunakan rumus berikut: = Nilai = Penaksiran = Nilai yang dihipotesiskan = kesalahan baku koefisien Berdasarkan independen secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen jika t_hitung > t_tabel. Sebaliknya jika t_hitung lebih kecil dari t_tabel maka dapat disimpulkan bahwa variabel independen secara parsial tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen. Uji Koesfisien Determinasi Salah satu cara untuk mengetahui seberapa besar kemampuan suatu variabel dependen adalah dengan melihat koefisien determinasinya. Nilai koefisien determinasi berkisar antara 0 Dengan koefisien determinasi 1, semua informasi yang diperlukan untuk memprediksi fluktuasi variabel dependen disediakan oleh variabel Tidak ada hubungan antara variabel independen dan dependen jika koefisien determinasinya nol. Seiring Copyright . Intensif Laia. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. International License. Item P Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan E-ISSN : 2828-0946 Vol. 8 No. 2 Edisi Juli 2025 P-ISSN: 2614-381X Sugiyono . Keterangan : = Koefisien determinasi = Kuadrat selisih nilai Y riil dengan nilai prediksi = Kuadrat selisih nilai Y dengan nilai rata-rata Hasil dan Pembahasan Uji Instrumen Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Variabel Disiplin Kerja Tabel 1 Uji Validitas Variabel Disiplin Kerja Corrected Ketera Item Total Corrlation 0,759 0,514 Valid 0,700 0,514 Valid 0,617 0,514 Valid 0,609 0,514 Valid 0,637 0,514 Valid 0,571 0,514 Valid 0,619 0,514 Valid 0,738 0,514 Valid 0,609 0,514 Valid 0,551 0,514 Valid variabel Disiplin Kerja (X) yang ada pada daftar pernyataan . adalah valid. Oleh karena itu, pengujian dapat dilanjutkan dengan pengujian reliabilitas, dan kuesioner layak digunakan di lokasi penelitian sebenarnya. Tabel 2 Uji Reliabilitas Variabel Disiplin Kerja Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Sumber : Hasil Olahan Penulis 2023 Dapat dikatakan item instrumen penelitian dapat dipercaya karena nilai CronbachAos alpha yang diperoleh dari pengujian instrumen kepada 15 responden adalah sebesar 0,831 lebih besar dari nilai reliabilitas normal sebesar 0,60 (Tabel . Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Variabel Disiplin Kerja Tabel 3 Uji Validitas Variabel Kinerja Pegawai Sumber : Hasil Olahan Penulis 2023 Berdasarkan tabel 1, dievaluasi pada 15 peserta dengan menggunakan statistik total item untuk perhitungan validitas. Hasil koefisien korelasi . _hitun. positif untuk item 1 sampai 10. Pada ambang signifikansi = 0,05 maka r_tabel sama dengan 0,514. Dengan r_count> r_table, kita dapat menyimpulkan bahwa item 1Ae10 adalah Koefisien korelasi positif menunjukkan bahwa seluruh pernyataan mengenai Corrected Item Total Corrlation 0,679 0,785 0,546 0,625 0,581 0,611 0,548 0,548 0,626 0,521 Keterangan 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 0,514 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber : Hasil Olahan Penulis 2023 Berdasarkan tabel 3 diujikan kepada Copyright . Intensif Laia. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. International License. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan E-ISSN : 2828-0946 Vol. 8 No. 2 Edisi Juli 2025 P-ISSN: 2614-381X 15 peserta dengan menggunakan statistik total item untuk perhitungan validitas, dan nilai koefisien korelasi r_count untuk item 1 sampai 10 adalah positif. Nilai r_tabel sebesar 0,514 padahal ambang signifikansi = 0,05. Mengingat r_count> r_table, kita dapat menyimpulkan bahwa item 1Ae10 adalah sah. Karena koefisien korelasinya bernilai positif, maka dapat disimpulkan bahwa seluruh pernyataan dalam daftar pernyataan . yang berkaitan dengan variabel Kinerja Pegawai (Y) adalah Oleh karena itu, kita dapat melanjutkan dengan pengujian reliabilitas dan menggunakan kuesioner di lokasi penelitian sebenarnya. Tabel 4 Uji Reliabilitas Variabel Kinerja Pegawai Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Disipl Kerja Model (Cons Std. Error Beta Sig. Sumber : Hasil Olahan Penulis 2023 Berdasarkan Tabel 5 diperoleh nilai untuk variabel disiplin kerja (X) sebesar 4,940 pada tingkat signifikan sebesar 0,000 sedangkan nilai pada a = 0,05 atau 5% dengan . ) = . -k-. -1-. Jadi tingkat signifikan 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa variabel Disiplin Kerja dinyatakan berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Kinerja Pegawai di Kantor Camat OAooAou Kabupaten Nias Selatan. Tabel 6 Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summary Berdasarkan Tabel 4 didapatkan nilai cronbachAos alpha pada uji coba instrumen penelitian kepada 15 responden sebesar 0,804, sedangkan nilai standar reliabilitas yaitu sebesar 0,60 maka dapat disimpulkan bahwa butir-butir instrumen penelitian tersebut reliabel sebab 0,804 > 0,60. Pengujian Hipotesis Uji Parsial (Uji . Tabel 5 Hasil Uji t Standar Unstandardized Coeffici Coefficients Dependent Variable: Kinerja Pegawai Sumber : Hasil Olahan Penulis 2023 Coefficientsa Model R Square Adjusted R Square Std. Error of Estimate Predictors: (Constan. Disiplin Kerja Sumber : Hasil Olahan Penulis 2023 Berdasarkan tabel 6 diperoleh nilai koefisien determinasi ) sebesar 0,466 artinya bahwa 46,6% keragaman variabel terikat . inerja pegawa. dapat dijelaskan variabel bebas . isiplin kerj. sedangkan sisanya 53,4% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model. Penutup Simpulan Disiplin Investigasi dan perdebatan secara detail menunjukkan bahwa pegawai di Kantor Kecamatan O'o'u di Kabupaten Nias Selatan. Di bawah ini Copyright . Intensif Laia. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. International License. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Nias Selatan E-ISSN : 2828-0946 Vol. 8 No. 2 Edisi Juli 2025 P-ISSN: 2614-381X adalah rincian hasilnya: Pada Kantor Kecamatan O'o'u Kabupaten Nias Selatan, penelitian ini menemukan bahwa variabel disiplin kerja (X) berpengaruh terhadap faktor kinerja pegawai. Nilai t_hitung sebesar 4,940 lebih besar dari nilai t_tabel sebesar 1,701, dan tingkat signifikansi sebesar 0,000 kurang dari 0,05. Disiplin kerja memberikan kontribusi sebesar 46,6% terhadap varians kinerja pegawai, sesuai dengan koefisien determinasi (R^. sebesar 0,466. Sisanya sebesar 53,4% dipengaruhi oleh faktorfaktor yang bukan merupakan bagian dari model. Persamaan menghasilkan koefisien regresi untuk . sebesar 0,614 atau 61,4% yang berarti jika semua hal lain dianggap sama maka pegawai sebesar 0,614 atau 61,4% untuk setiap peningkatan disiplin kerja sebesar satu satuan. Peningkatan kinerja 16,5% 61,4% dimungkinkan dengan bantuan disiplin Disiplin di tempat kerja yang dimasukkan dalam model, amatlah sesuai dengan persamaan regresi, dimana nilai b lebih besar dari nilai a. Saran Berdasarkan kesimpulan yang di atas, peneliti menyarankan beberapa hal berikut Pegawai kantor Kecamatan O'o'u harus menerapkan disiplin waktu yang baik agar dapat menaati peraturan keluar masuk kantor. Pegawai kantor kecamatan O'o'u diharapkan cepat dalam melaksanakan Sangat penting bagi pekerja untuk lebih berhati-hati menyelesaikan tugas. Penting untuk mengoptimalkan hasil usaha karyawan. Para peneliti yang tertarik untuk melakukan penelitian serupa di masa depan didorong untuk menggunakan ukuran sampel yang lebih besar dan menggali lebih dalam unsur-unsur selain disiplin kerja yang berdampak pada kinerja Daftar Pustaka