Jurnal CyberTech Vol. No. 1 Januari 2021, pp. P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 Penerapan Expert System Mendiagnosis Hama Chaetosiphon Fragaefolli (Kutu Dau. Pada Tanaman Strawberry Dengan Menggunakan Metode Certainty Factor Atri Fransiska Simamora1. Saiful Nur Arif2. Sri Kusnasari3 1,3 Program Studi Sistem Informasi. STMIK Triguna Dharma 2 Program Studi Sistem Informasi. STMIK Triguna Dharma Article Info Article history: Received Jan 12th, 2021 Revised Jan 20th, 2021 Accepted Jan 26th, 2021 Keyword: Hama Kutu Daun pada Tanaman Strawberry. Sistem Pakar. Certainty Factor. ABSTRACT Hama kutu daun merupakan organisme hidup yang mengganggu serta menyerang tanaman strawberry yang telah dibudidayakan. Masalah hama yang menyerang tanaman strawberry antara lain: kumbang penggerek daun . hrysocus auratu. , tungau perusak daun . , dan nematoda. Berdasarkan masalah yang terjadi, dengan menggunakan sistem pakar akan dapat membantu dalam mendiagnosis hama kutu daun pada tanaman strawberry menggunakan metode Certainty Factor. Metode Certainty Factor merupakan metode yang mendefenisikan ukuran kepastian terhadap suatu fakta untuk menggambarkan tingkat keyakinan seorang pakar terhadap suatu masalah yang dihadapi. Hasil program ini menunjukkan bahwa sistem yang dibangun dengan berbasis desktop dapat membantu untuk memperoleh hasil yang tepat. Aplikasi ini nantinya akan digunakan oleh Dinas Pertanian untuk membantu masyarakat dalam mendiagnosis hama pada tanaman strawberry. Copyright A 2021 STMIK Triguna Dharma. All rights reserved. Corresponding Author: Nama : Atri Fransiska Simamora Program Studi : Sistem Informasi STMIK Triguna Dharma Email: simamoraatri@gmail. PENDAHULUAN Strawberry adalah tanaman buah berupa herba yang pertama kali ditemukan di Chili. Amerika Selatan. Strawberry (Fragari. merupakan buah yang sudah banyak dibudidayakan masyarakat dunia termasuk Indonesia. Seperti jenis tanaman lain dalam Genus Fragaria, buah ini berada dalam keluarga Rosaceae. Buah ini dapat dikonsumsi sebagai buah segar atau dikonsumsi sebagai bahan baku produk makanan dan minuman. Pembudidayaan strawberry memang tergolong mudah. Tanaman strawberry merupakan salah satu tanaman buah yang populer dapat ditanam atau dibudidayakan di daerah sejuk atau bahkan dingin. Buah yang satu ini memang menarik serta memiliki rasa yang unik, yaitu rasa manis atau sedikit asam. Nilai gizi strawberry cukup baik bagi tubuh manusia dengan kandungan vitamin C, kalium dan kalsium. Namun salah satu faktor penyebab pertumbuhan dan produktivitas strawberry bisa berkurang adalah adanya hama dan Hama dan penyakit merupakan organisme hidup yang mengganggu serta menyerang tanaman strawberry yang telah dibudidayakan. Masalah hama yang menyerang strawberry antara lain: kutu putih, kutu daun, tungau perusak daun, kumbang penggerek, nematoda dan kutu kebul. Hama ini dapat menghambat Journal homepage: https://ojs. P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675- pertumbuhan dan perkembangan strawberry yang menimbulkan kerugian secara nilai ekonomis. Untuk mengatasi masalah tersebut maka sangat dibutuhkan sebuah sistem yang dapat mendiagnosis gejalaAegejala penyakit . pada tanaman strawberry dengan menggunakan sistem pakar. Perancangan sistem pakar ini, sangat penting dalam mendiagnosis hama yang terjadi pada tanaman strawberry. Sistem pakar merupakan suatu sistem komputer yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. Sistem pakar juga biasa disebut dengan Knowlage Based System yaitu suatu aplikasi komputer yang ditujukan untuk membantu pengambilan keputusan atau pemecahan persoalan dalam bidang yang spesifik. Maka dari itu, diharapkan dengan adanya sistem pakar ini pengguna dapat menyelesaikan sebuah masalah yang sedang dihadapi dengan menggunakan metode Certainty Factor. METODE PENELITIAN 1 Metode Penelitian Metode penelitian adalah langkah-langkah yang dilakukan untuk mengumpulkan informasi atau data yang dapat diperoleh dari seorang pakar yang ahli dibidangnya sebagai gambaran atau rancangan yang telah Hal ini digunakan agar hasil data atau informasi terpenuhi, valid dan sesuai dengan kebutuhan dalam Adapun beberapa metode penelitian yang dilakukan yaitu: Data Collecting Dalam prosesnya untuk pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan 2 cara yaitu: Observasi Observasi adalah cara yang dilakukan dengan melakukan tinjauan langsung ke tempat studi kasus dimana peneliti melakukan pengamatan untuk memperoleh hasil, pada penelitian ini dilakukan di Dinas Tanaman Pangan Dan Hortikultura. Wawancara Ketika kita melakukan observasi kita akan melakukan wawancara terhadap pemilik atau orang yang bertanggung jawab pada perusahaan tersebut. Pada penelitian ini, dilakukan wawancara langsung terhadap pakar yang bertugas di Dinas Tanaman Pangan Dan Hortikultura . Studi Literatur Studi literatur merupakan tahapan yang dilakukan oleh penelitian guna mengumpulkan referensi yang berguna dalam proses penelitian untuk mendukung dan memberikan landasan teori-teori yang diperlukan berhubungan dengan kasus, metode dan cara penyelesaian yang telah ditentukan untuk mendapatkan hasil Dalam penelitian ini menggunakan 19 jurnal dan 1 buku sebagai referensi. 3 Algoritma Sistem 1 Algoritma Sistem Algoritma sistem merupakan urutan langkah-langkah logis tertentu untuk mencegah suatu masalah dalam perancangan sistem pakar dalam mendiagnosis hama kutu daun pada tanaman strawberry menggunakan metode Certainty Factor. Jurnal Cyber Tech Vol. 4 No. 1 Januari 2021 : xx Ae xx Jurnal Cyber Tech P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 Menentukan jenis hama dan solusi Tabel 3. 1 Data Hama No. Kode Hama Nama Hama Kumbang Penggerek Daun . hrysocus Tungau Perusak Daun . Nematoda Solusi Menyemprotkan insektisida omite 570 EC, mitac 200 EC dan agrimec 18 EC. Menyemprotkan insektisida decis 2,5 EC, perfection 400 EC, dan curacron 500 EC. Menyemprotkan insektisida trimaton 370 AS. Rugby 10 G, dan Nemacur 10 G Menentukan data gejala hama Tabel 3. 2 Data Gejala Gejala Kode Gejala G01 Daun terlihat berubah warna dan gugur G02 Pucuk daun tampak keriput G03 Pucuk daun keriting G04 Terjadi penghambatan pada pembentukan bunga G05 Pada bagian daun terdapat tepung G06 Bercak kuning padadaun G07 Warna coklat pada daun G08 Daun menjadi keriting G09 Daun mongering G10 Daun berguguran G11 Pertumbuhan kerdil G12 Tidak berbulu G13 Pada bagian tangkai daun tampak kurus G14 Pertumbuhan yang tidak normal Menentukan basis pengetahuan Berdasarkan data yang ada pada tabel 3. 2 maka akan dilakukan tahapan selanjutnya, menentukan basis pengetahuan sebelum melakukan proses perhitungan. Berikut ini tabel basis pengetahuan: Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. A P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675- Tabel 3. 3 Basis Pengetahuan Kode Hama Kode Gejala G01 Daun terlihat berubah warna dan gugur G02 Pucuk daun tampak keriput E G03 Pucuk daun keriting E G04 G05 Terjadi penghambatan pada pembentukan Pada bagian daun terdapat tepung G06 Bercak kuning padadaun G07 Warna coklat pada daun G08 Daun menjadi keriting E G09 Daun mongering E G10 Daun berguguran E G11 Pertumbuhan kerdil G12 Tidak berbulu E G13 Pada bagian tangkai daun tampak kurus G14 Pertumbuhan yang tidak normal Gejala Penentuan Nilai MB. MD dilanjutkan dengan bantuan CF Menentukan asumsi data hama kutu daun pada tanaman strawberry. Berdasarkan data-data yang diperoleh disini bisa diasumsikan data hama kutu daun pada tanaman strawberry. Example: asumsi data hama sebanyak 175 populasi didalam data yang penulis teliti terdapat 3 . jenis hama sehingga dapat dideskripsikan seperti dibawah ini: Dengan rumus P(H) = H/N Dimana: P = probabilitas H =Hipotesa N = jumlah hasil yang mungkin terjadi Jurnal Cyber Tech Vol. 4 No. 1 Januari 2021 : xx Ae xx Jurnal Cyber Tech P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 Populasi A(Hama kumbang penggerek daun ) C(Hama Nematod. P(HC)=40/175 . hrysocus auratu. B(Hama tungau P (HA)=80/175 perusak dau. P (HB)=55/175 P(H,EA) = G01 50/80 = 0. P(H,EA) = G02 45/80 = 0. P(H,EA) = G03 39/80 = 0. P(H,EA) = G04 53/80 = 0. P(H,EA) = G05 50/80 = 0. P(H,EA) = G14 40/80 = 0. P(H,EB) = G03 25/55 = 0. P(H,EB) = G06 27/55 = 0,49 P(H,EB) = G07 48/55 = 0. P(H,EB) = G08 44/55 = 0. P(H,EB) = G09 39/55 = 0. P(H,EB) = G10 30/55 = 0. P(H,EC) = G11 15/40 = 0. P(H,EC) = G12 35/40 = 0. P(H,EC) = G13 30/40 = 0. P(H,EC) = G14 13/40 = 0. Setelah mengasumsikan data hama chaetosiphon fragaefolli . utu dau. selesai maka kita akan menentukan nilai dari MB dan MD dengan rumus dibawah ini: Buchanam CF(Rul. = MB(H. E)-MD(H,E). MB(H,E) = (H|E),p(H) ]AeP(H) ). -P(H) MD(H,E) = P(H) = 0 min. (H|E),P(H)]-P(H) ). - P(H) Perhitungan nilai CF dengan gejala user Menentukan Nilai CF pada setiap gejala hama memiliki nilai bobot atau nilai yang tidak mengandung Berdasarkan nilai MB[H,E] dan nilai MD[H,E] yang diperoleh diatas maka kita dapat menentukan Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. A P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675- Nilai CF pada setiap gejala hama memiliki nilai bobot atau nilai yang tidak mengandung kepastian menggunakan rumus CF = MB[H,E] Ae MD[H,E] sebagai berikut: Tabel 3. 5 Nilai CF Kode Gejala Gejala Nilai CF G01 Daun terlihat berubah warna menjadi merah dan gugur 0,30 G02 Pucuk daun tampak keriput 0,20 G03 Pucuk daun keriting 0,05 G04 Terjadi penghambatan pada pembentukan bunga 0,38 G05 Pada bagian daun terdapat tepung 0,30 G14 Pertumbuhan yang tidak normal 0,09 G03 Pucuk daun keriting 0,20 G06 Bercak kuning pada daun 0,26 G07 Warna coklat pada daun 0,81 G08 Daun menjadi keriting 0,72 G09 Daun mengering 0,56 G10 Daun berguguran 0,33 G11 Pertumbuhan kerdil 0,19 G12 Tidak berbulu 0,83 G13 Pada bagian daun tampak kurus 0,67 G14 Pertumbuhan yang tidak normal 0,12 Contoh kasus: Strawberry terkena beberapa gejala dibawah ini: Pakar = G01 = Daun terlihat berubah warna menjadi merah dan gugur? User = Tidak tahu (CF user 0. Pakar = G03 = Pucuk daun keriting? Jurnal Cyber Tech Vol. 4 No. 1 Januari 2021 : xx Ae xx Jurnal Cyber Tech P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 User = Tidak tahu (CF user 0. Pakar = G05 = Pada bagian daun terdapat tepung? User = Tidak tahu (CF user 0. Pakar = G07 = Warna coklat pada daun? User = Hampir pasti (CF user 0. Pakar = G09 = Daun mengering? User = Kemungkinan besar (CF user 0. Pakar =G10 = Daun berguguran? User = Tidak tahu (CF user 0. Pakar =G12 = Tidak berbulu? User = tidak tau (CF user 0,. Pakar = G14 = Pertumbuhan tidak normal? User = Tidak tahu ( CF user 0. Maka dapat di kombinasikan menggunakan rumus CF COMBINE (CF1,CF. = CF1 CF2 * . CF. sebagai berikut: CF COMBINE (CF1,CF. = CF1 CF3 * . -CF. = 0,30 0. 05 * . = 0. CF COMBINE (CFold1,CF. = CF old 1 CF5 * . -CF old . = 0,33 0. 30 * . = 0. Presentase COMBINE = 0. 531 * 100% = 53,10% (Kumbang Penggerek Dau. CF COMBINE (CF7,CF. = CF7 CF9 * . -CF. = 0. 56 * . = 0. CF COMBINE (CFold1,CF. = CFold1 CF10 * . -CFold. = 0,9164 0. 33 * . = 0. Presentase COMBINE = 0. 9439 * 100% = 94,39% ( Tungau Perusak Dau. CF COMBINE (CF12,CF. = CF12 CF14 * . -CF. = 0, 83 0,12 * . -0,. = 0,8504 Presentase COMBINE = 0,8504 * 100% = 85,04 % (Nematod. Demikian dapat disimpulkan bahwa perhitungan Certainty Factor pada hama kutu daun memiliki tingkat keyakinan paling tinggi yaitu 0,9439 * 100% dengan presentase = CFCOMBINE * 100% = 94,39 mengarah pada hama tungau perusak daun. Dengan ini solusi untuk membasmi hama ini dapat dilakukan dengan cara menyemprotkan insektisida decis 2,5 EC, perfekthion 400 EC, dan curacron 500 EC daun strawberry terhindar dari beberepa gejala yang dapat merusak pertumbuhan strawberry. PENGUJIAN DAN IMPLEMENTASI 2 Implementasi Sistem Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. A P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675- Implementasi sistem pakar merupakan tahapan penerapan rancangan sistem menggunakan perangkatperangkat pengujian. Pada tahapan ini akan diketahui fungsi dan tujuan dari sistem. Tampilan Form Login Sebelum masuk dan mengakses aplikasi, admin harus melakukan login terlebih dahulu dengan cara menginput email dan password sesuai dengan sistem yang telah ada pada database, jika benar user atau pengguna akan masuk ke halaman menu utama. Di bawah ini merupakan tampilan form login adalah sebagai berikut: Gambar 5. 1 Tampilan Form Login Tampilan Menu Utama Sebelum masuk dan mengakses aplikasi, user atau pengguna terlebih dahulu masuk ke tampilan form menu Di bawah ini merupakan tampilan form menu utama adalah sebagai berikut: Jurnal Cyber Tech Vol. 4 No. 1 Januari 2021 : xx Ae xx Jurnal Cyber Tech P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 Gambar 5. 2 Tampilan Menu Utama Tampilan Data Hama Halaman form data hama berfungsi sebagai form pengisian dalam data hama sesuai dengan data yang sudah Di bawah ini merupakan tampilan form data hama adalah sebagai berikut: Gambar 5. 3 Tampilan Data Hama Tampilan Form Rules Form rules adalah tampilan yang berfungsi untuk menghubungkan data hama dan data gejala. Berikut ini adalah tampilan dari form rules: Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. A P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675- Gambar 5. 4 Tampilan Form Rules Tampilan Data Gejala Form data gejala adalah tampilan yang berfungsi untuk menampilkan data gejala apa saja yang ada dalam hama kutu daun. Berikut ini adalah tampilan dari form gejala: Gambar 5. 5 Tampilan Form Data Gejala Tampilan Form Data Diagnosis Form ini berfungsi untuk menampilkan diagnosis penilaian berdasarkan data gejala dan hama yang akan digunakan untuk melakukan perhitungan dengan menggunakan metode Certainty Factor. Berikut ini adalah tampilan dari data diagnosis: Jurnal Cyber Tech Vol. 4 No. 1 Januari 2021 : xx Ae xx Jurnal Cyber Tech P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 Gambar 5. 6 Tampilan Form Data Diagnosis Tampilan Halaman Laporan Tampilan halaman ini digunakan untuk mencetak hasil perhitungan menggunakan metode Certainty Factor dalam mendiagnosis hama kutu daun. Berikut ini adalah tampilan dari hasil laporan perhitungan tersebut: Gambar 5. 7 Tampilan Laporan Hasil Perhitungan Metode Certainty Factor KESIMPULAN Berdasarkan analisis permasalahan dari penelitian hama chaetosiphon fragaefolli . utu dau. pada tanaman strawberry dengan menggunakan metode certainty factor, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. A P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675- Berdasarkan hasil analisis, metode Certainty Factor dapat diterapkan dalam pemecahan masalah dalam mendiagnosis hama kutu daun pada tanaman strawberry agar mengetahui gejala-gejala yang sering Berdasarkan rancangan aplikasi yang dibangun dengan menggunakan metode Certainty Factor dapat mempermudah mendeteksi hama kutu daun pada tanaman strawberry. Yang terdiri dari 3 hama yaitu kumbang penggerek daun, tungau perusak daun dan nematoda. Berdasarkan pengujian dan implementasi, adanya sistem pakar dapat mempersingkat waktu dalam mendiagnosis hama . utu dau. pada tanaman strawberry dan memberikan pemahaman mengenai gejala penyebab hama kutu daun. UCAPAN TERIMA KASIH Terima Kasih diucapkan kepada kedua orang tua serta keluarga yang selalu memberi motivasi. Doa dan dukungan moral maupun materi. Serta pihak-pihak yang telah mendukung dalam proses pembuatan jurnal ini yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Kiranya jurnal ini bisa memberi manfaat bagi pembaca dan dapat mengingkatkan kualitas jurnal selanjutnya. REFERENSI