8 Jurnal AbdiMU : Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 5 No. 2 | November 2025 : hal 193-201 DOI: 10. https://jurnal. id/index. php/abdimu e-ISSN: 2797-3468 Peningkatan Literasi dan Pengelolaan Keuangan bagi Ibu Rumah Tangga Widya Sari1. Fadel Fadillah2. Syifa Amaliah Zahra3. Rista Ade Liana4 1,4 Perbankan Syariah. Universitas MaAosoem. Indonesia 2,3 Manajemen Bisnis Syariah. Universitas MaAosoem. Indonesia univmasoem@gmail. Received : OctAo 2025 Revised : NovAo 2025 Accepted : NovAo 2025 Published : NovAo 2025 ABSTRACT Family well-being can be influenced by financial management within the family. Financial management is a series of steps to maximize income and minimize expenses, while ensuring sufficient funds to meet daily needs. A preliminary survey revealed that the financial literacy level of mothers in Margaluyu Village. Pangalengan District, remains low and needs improvement. They lack an understanding of financial planning and are not yet effectively managing household finances. This community service method uses Participatory Action Research and Service Learning. Both methods are used complementary. The Financial Management Seminar was held on July 28, 2025, in Margaluyu Village. Pangalengan District, with 31 seminar participants. The majority of people in the village are vegetable farmers and workers in other people's businesses, followed by various other Therefore, the material presented is general and can be applied in various households. began with the delivery of financial literacy material, followed by financial planning and household financial management. The activity went well and smoothly. The majority of participants expressed their satisfaction with this community service activity. The results of this activity showed that participants were able to understand the scale of priorities, as well as ways to carry out financial planning and household financial management. Keywords : Financial Literacy. Financial Management. Village Households. ABSTRAK Kesejahteraan keluarga dapat dipengaruhi oleh pengelolaan keuangan yang ada di dalam Pengelolaan keuangan merupakan serangkaian cara untuk memaksimalkan penghasilan dan meminimalisir biaya atau pengeluaran, serta memastikan dana untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Berdasarkan survei awal yang dilakukan, diketahui bahwa tingkat literasi keuangan ibu-ibu di Desa Margaluyu Kecamatan Pangalengan masih rendah dan harus ditingkatkan. Mereka belum memahami tentang perencanaan keuangan dan belum melakukan pengelolaan keuangan rumah tangga dengan baik. Metode pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan Participatory Action Research dan Service Learning. Kedua metode digunakan secara komplementer. Seminar Pengelolaan Keuangan dilaksanakan pada tanggal 28 Juli 2025 di Desa Margaluyu Kecamatan Pangalengan, yang berpartisipasi sebanyak 31 orang peserta seminar. Profesi masyarakat di desa tersebut mayoritas petani sayur dan pekerja pada usaha orang lain, diikuti berbagai profesi lainnya. Oleh karena itu, materi yang disampaikan adalah secara umum dan dapat diterapkan di berbagai rumah tangga. Dimulai dengan penyampaian materi literasi keuangan, dilanjutkan dengan perencanaan keuangan dan manajemen keuangan rumah tangga. Kegiatan berlangsung dengan baik dan lancar. Mayoritas peserta menyatakan sangat puas dengan kegiatan pengabdian masyarakat ini. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa para peserta dapat memahami tentang skala prioritas, serta cara-cara dalam melakukan perencanaan keuangan dan manajemen keuangan rumah tangga. Kata Kunci : Literasi Keuangan. Pengelolaan Keuangan. Rumah Tangga Desa. Jurnal Abdimu (Pengabdian kepada Masyaraka. e-ISSN: 2797-3468 PENDAHULUAN Rumah tangga tak selamanya berlangsung mulus. Dalam perjalanannya, ada saja masalah yang kerap menghampiri, di mana sebagian besar disebabkan karena faktor ekonomi alias keuangan. Menurut riset yang dilakukan SunTrust Bank, penyebab utama stres dalam rumah tangga dipicu karena permasalahan keuangan, dimana sekitar 35 persen pertengkaran keluarga disebabkan karena uang . Oleh karenanya, kesejahteraan keluarga menjadi salah satu keinginan para anggota Kesejahteraan keluarga dapat dipengaruhi oleh pengelolaan keuangan yang ada di dalam keluarga. Pengelolaan keuangan, atau dikenal juga manajemen keuangan, merupakan serangkaian cara untuk memaksimalkan penghasilan dan meminimalisir biaya atau pengeluaran, serta memastikan dana untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Manajemen keuangan keluarga juga dapat mempengaruhi kesejahteraan keluarga, yang selaras dengan penelitian Sukmawati dan rekan . , bahwa semakin baik manajemen keuangan yang dilakukan maka kesejahteraan keluarga akan cenderung meningkat . Pada kenyataannya, pengelolaan keuangan keluarga atau rumah tangga ini lebih rumit dibandingkan mengelola keuangan pribadi karena melibatkan banyak orang yaitu suami, istri dan anak-anak. Jika pengelolaan keuangan rumah tangga ini berjalan benar, maka beruntunglah anggota keluarga. Namun kalau salah kelola, maka siap-siaplah mengalami masalah keuangan bahkan sebelum habis bulan . Siapapun yang bertanggungjawab mengelola keuangan keluarga, apakah istri atau suami, dia bertugas mengatur pengeluaran, mulai dari dana operasional hingga cicilan kartu kredit, uang sekolah anak, liburan, bantuan sosial atau agama, hingga jajan di luar rumah. 'Bendahara' keluarga ini didorong untuk lebih kreatif dan hati- hati dalam soal ini, karena keberlangsungan rumah tangga tergantung dari pintarnya mereka mengatur uang . Mengurus keuangan rumah tangga memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi, kalau pemasukan keluarga tidak menentu, dan jika tidak cermat dalam mengelola keuangan bisa saja peribahasa besar pasak daripada tiang menghinggapi keuangan rumah tangga. Kestabilan ekonomi di keluarga merupakan salah satu faktor yang menentukan kebahagiaan keluarga, karena penghasilan yang tidak mencukupi kebutuhan hidup dapat menjadi penyebab utama terjadinya pertengkaran dalam keluarga . Terjadinya ketidakstabilan dalam perekonomian keluarga bukan saja karena penghasilan yang tidak cukup, tetapi karena keluarga kurang bijaksana dalam membelanjakan uang atau pendapatan. Oleh karena itu agar keluarga stabil maka di dalam keluarga perlu membuat rencana anggaran belanja dan mengembangkan sikap yang mendukung terwujudnya kestabilan ekonomi keluarga, antara lain keterbukaan antara suami dan istri dalam hal keuangan karena dalam keluarga tidak ada Auuangmu Ay atau AuuangkuAy yang ada hanyalah Auuang kitaAy. Sikap lain yang berhubungan dengan pelaksanaan rencana keuangan keluarga adalah sikap disiplin dalam melaksanakan apa yang telah direncanakan sehingga tidak akan terjadi banyak penyimpangan dari apa yang telah direncanakan. Latar belakang Jurnal Abdimu (Pengabdian kepada Masyaraka. e-ISSN: 2797-3468 keluarga, nilai- nilai yang dianut dalam keluarga dan kebudayaan yang dimiliki mempengaruhi cara berpikir seseorang mengenai uang dan pengelolaanya . Berdasarkan survei awal yang dilakukan sebelum kegiatan pengabdian ini dilaksanakan, diketahui bahwa tingkat literasi keuangan ibu-ibu di Desa Margaluyu Kecamatan Pangalengan masih rendah dan harus ditingkatkan. Mereka belum memahami tentang tentang skala prioritas, serta belum melakukan perencanaan keuangan dan manajemen keuangan di rumah tangga. Beberapa permasalahan prioritas dalam pengelolaan keuangan rumah tangga, antara lain . tidak adanya anggaran yang jelas, sehingga pengeluaran menjadi tidak terkontrol dan seringkali melebihi pendapatan. Kemudian juga kurangnya disiplin menabung, yang dapat menghambat kemampuan keluarga untuk mencapai stabilitas keuangan. Dikarenakan menabung adalah kunci untuk mencapai tujuan keuangan jangka panjang dan menghadapi situasi darurat. Gaya hidup boros yang tidak sesuai dengan pendapatan, juga dapat menyebabkan pengeluaran yang berlebihan dan sulit untuk memenuhi kebutuhan Terkadang gaya hidup ini bersamaan dengan permasalahan ketergantungan pada utang. Menggunakan utang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari atau gaya hidup dapat menjadi beban finansial yang berat di masa depan karena bunga dan biaya lainnya. Kurangnya transparansi dan komunikasi dalam keluarga, juga merupakan permasalahan dalam pengelolaan keuangan rumah tangga. Ketidaktransparan dalam pengelolaan keuangan, baik dalam hal pendapatan maupun pengeluaran, dapat memicu konflik dan ketidakpercayaan antara anggota keluarga. Kurangnya perencanaan keuangan jangka panjang, adalah salah satu permasalahan yang paling sering dialami oleh rumah tangga. Padahal tanpa perencanaan keuangan jangka panjang, keluarga mungkin kesulitan mencapai tujuan keuangan seperti membeli rumah, pendidikan anak, atau persiapan Sehingga dirasa perlu dilaksanakannya program pengabdian kepada masyarakat ini, dengan tujuan meningkatkan pemahaman mitra tentang skala prioritas, serta mampu memisahkan antara keinginan dan kebutuhan. Demikian juga para mitra diharapkan mulai melakukan perencanaan keuangan dan manajemen keuangan rumah tangga, demi mencapai kesejahteraan keluarga. METODE Metode pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan PAR (Participatory Action Researc. dan Service Learning. Kedua metode tersebut tidak saling terpisah, namun digunakan secara komplementer. Pengabdian Masyarakat dengan pendekatan Participatory Action Research berorientasi pada pemberdayaan Karena pemberdayaan harus selalu memenuhi kebutuhan dan penyelesaian masalah yang ada di tengah-tengah masyarakat . Dalam paradigma PAR ini, masyarakat adalah agen utama perubahan sosial, individu pelaksana pengabdian merupakan pihak lain yang melakukan fasilitasi dari proses perubahan Jurnal Abdimu (Pengabdian kepada Masyaraka. e-ISSN: 2797-3468 Sedangkan metode Service Learning memberikan penekanan pada aspek praktis dengan mengacu pada konsep penerapan pengetahuan perkuliahan di tengah-tengah masyarakat sekaligus berinteraksi dengan masyarakat dan menjadi solusi terhadap persoalan-persoalan yang dihadapi oleh masyarakat. Sehingga mampu diterapkan secara nyata peran kampus dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat . Paling tidak perguruan tinggi dapat memberikan masukanmasukan kepada masyarakat terhadap persoalan-persoalan di sekitar mereka dan masyarakat tidak segan meminta bantuan kepada perguruan tinggi jika terdapat masalah yang sulit dipecahkan oleh masyarakat. Tahapan pelaksanaan pengabdian Tahap Pra Pengabdian: Persiapan bahan dan peralatan presentasi seperti materi pelatihan, media visual, dan alat evaluasi. Kegiatan ini bertujuan memastikan kelancaran sosialisasi. Tahap Implementasi: Melakukan sosialisasi di desa dengan metode presentasi yang interaktif, di mana peserta diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi mengenai masalah keuangan yang mereka hadapi. Tim pengabdian juga memberikan contoh studi kasus untuk memperkuat pemahaman teori. Tahap Analisis dan Kesimpulan: Tim pengabdian mengevaluasi tingkat pemahaman peserta melalui kuis atau tes sederhana, serta menganalisis efektivitas pelatihan berdasarkan umpan balik dari peserta. HASIL DAN PEMBAHASAN Tahapan Pelaksanaan Kegiatan Seminar pada kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 28 Juli 2025 di Desa Margaluyu Kecamatan Kecamatan Pangalengan yang berpartisipasi sebanyak 31 orang pesera seminar. Sebagai gambaran, profesi masyarakat di desa tersebut mayoritas petani sayur dan pekerja pada usaha orang lain, diikuti berbagai profesi lainnya. Oleh karena itu, materi yang disampaikan adalah secara umum dan dapat diterapkan di berbagai rumah tangga. Tahapan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah sebagai berikut : Kegiatan koordinasi sekaligus survey tempat pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini merupakan koordinasi awal dengan pemerintah setempat, dalam hal ini Kepala Desa Margaluyu. Setelah mendapatkan persetujuan dan kesepakatan dengan Kepala Desa Margaluyu, maka selanjutnya dilakukan koordinasi dengan beberapa mitra perwakilan RW Desa Margaluyu Kecamatan Pangalengan untuk dilaksanakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Mempersiapkan materi penyuluhan dan pelatihan bersama dengan tim pengabdian, dari survey awal yang dilakukan kepada mitra tentang bagaimana mengelola keuangan dan manajemen keuangan rumah tangga. Melakukan diskusi tentang kebutuhan mitra dalam mengelola keuangan dan manajemen keuangan rumah tangga. Jurnal Abdimu (Pengabdian kepada Masyaraka. e-ISSN: 2797-3468 Memberikan penyuluhan tentang pengelolaan keuangan dan manajemen keuangan rumah tangga meliputi latar belakang perlunya perencanaan keuangan, siklus keuangan . ujuan keuangan, penghasilan, pengeluara. , tips belanja . ebutuhan atau keingina. Memberikan wacana, penjelasan dan pelatihan kepada tentang pembuatan perencanaan keuangan dan manajemen keuangan rumah tangga. Setelah pemaparan materi, diadakan sesi diskusi dan pertanyaan-pertanyaan dari peserta ditanggapi oleh pemateri. Tim pengabdian juga mengevaluasi tingkat pemahaman peserta melalui kuis atau tes sederhana, serta menganalisis efektivitas pelatihan berdasarkan umpan balik dari peserta. Gambar 1a. dan 1b. Peserta Seminar Pengelolaan Keuangan Penyampaian Materi Literasi Keuangan Sehubungan dengan permasalahan pertama yang terjadi pada mitra pengabdian pada masyarakat ini, yaitu kurangnya pemahaman mitra tentang skala prioritas, serta memisahkan keinginan dan kebutuhan. Sehingga sub materi yang pertama disampaikan antara lain sebagai berikut : Skala Prioritas Skala prioritas dalam pengelolaan keuangan adalah metode mengurutkan kebutuhan dan tujuan keuangan berdasarkan tingkat kepentingan dan Ini membantu para mitra memfokuskan dana pada hal-hal yang paling penting terlebih dahulu, seperti kebutuhan pokok . andang, pangan, papa. , dana darurat, dan pelunasan utang berbunga tinggi, sebelum beralih ke kebutuhan dan keinginan lain seperti investasi jangka panjang atau tabungan untuk tujuan besar. Manfaat skala prioritas, antara lain yaitu . pengelolaan yang lebih baik karena membantu mengalokasikan dana secara proporsional dan menghindari pengeluaran impulsif. Para mitra juga dapat fokus pada tujuan, karena memprioritaskan hal-hal yang paling penting untuk mencapai tujuan finansial lebih cepat. Dengan adanya skala prioritas, maka para mitra akan terhindar dari perilaku berkonsumsi yang boros dan berlebihan. Selanjutnya para mitra dapat mendahulukan kebutuhan daripada keinginan. Jurnal Abdimu (Pengabdian kepada Masyaraka. e-ISSN: 2797-3468 Membedakan antara Kebutuhan dan Keinginan Mengedukasi mitra untuk menghindari kecenderungan perilaku konsumsi yang kurang didasarkan pada pertimbangan kebutuhan, melainkan lebih kepada faktor keinginan. Menghindari tindakan memaksakan diri untuk memperoleh suatu barang dengan cara kredit dan hasil pinjaman, walaupun barang yang dikonsumsi belum tentu dibutuhkan atau sebenarnya konsumen sudah memiliki barang itu. Kebutuhan adalah sesuatu yang diperlukan oleh manusia sehingga dapat mencapai kesejahteraan, sehingga bila ada di antara kebutuhan tersebut yang tidak terpenuhi maka manusia akan merasa tidak sejahtera atau kurang sejahtera. Kebutuhan juga menjadi sesuatu yang meningkatkan eksistensi dalam melanjutkan dan melangsungkan hidup. Pemenuhan dari kebutuhan adalah sesuatu yang menjadi pendorong atau motif ekonomi dalam melakukan kegiatan ekonomi. Sedangkan keinginan adalah sesuatu tambahan atas kebutuhan yang diharapkan. Gambar 2. Penyampaian Materi Perencanaan Keuangan dan Manajemen Keuangan Rumah Tangga Sehubungan dengan permasalahan kedua yang terjadi pada mitra pengabdian pada masyarakat ini, yaitu kurangnya pemahaman serta belum dilakukannya perencanaan keuangan dan manajemen keuangan rumah tangga oleh mitra. Sehingga pada sub materi kedua yang disampaikan antara lain tentang beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatur keuangan rumah tangga secara efektif, yaitu : Pahami Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan Cara mengatur keuangan rumah yang pertama adalah memahami apa itu kebutuhan dan keinginan. Ketika sudah berumah tangga, sudah pasti ada kebutuhan-kebutuhan yang wajib dipenuhi. Contohnya kebutuhan untuk keperluan sehari-hari seperti makan hingga alokasi pendidikan apabila sudah memiliki buah hati. Namun, pada praktiknya, keuangan rumah tangga tidak hanya digunakan untuk kebutuhan yang bersifat wajib melainkan juga digunakan untuk belanja yang berdasar dari keinginan semata. Celakanya. Jurnal Abdimu (Pengabdian kepada Masyaraka. e-ISSN: 2797-3468 terkadang kita malah mengalokasikan dana rumah tangga lebih banyak bukan pada kebutuhan tapi keinginan. Padahal, banyak dari keinginan kita yang sebenarnya belum terlalu perlu. Contohnya, seperti membeli fashion terbaru, gadget terkini, liburan, hingga barang-barang lainnya yang bersifat sekunder dan Semuanya, bisa memakan dana yang tidak sedikit. Meski begitu, kesemua hal tersebut bukannya dilarang untuk dipenuhi. Artinya, para mitra baru boleh mengalokasikan dana untuk hal-hal tersebut setelah kebutuhan primer rumah tangga terpenuhi. Apa saja kebutuhan primer rumah tangga? Yang pertama jelas kebutuhan untuk hidup sehari-hari seperti makan, transportasi, pendidikan anak ataupun cicilan rumah. Jadi, cara mengatur keuangan rumah tangga yang pertama perlu dilakukan adalah pahami perbedaan kebutuhan dan keinginan. Penuhi dulu kebutuhan rumah tangga baru alokasikan keuangan untuk keinginan pribadi. Hitung Seluruh Pendapatan Untuk mengatur keuangan rumah tangga yang efektif, yang perlu dilakukan adalah menghitung seluruh pendapatan yang masuk selama satu bulan. Pendapatan yang dimaksud di sini bukan hanya dari penghasilan gaji bulanan, tapi juga termasuk insentif yang didapat bila menerima upah lembur hingga keuntungan bila para mitra berinvestasi. Ini penting dilakukan agar bisa membagi alokasi penghasilan yang dimiliki ke kebutuhan yang harus dipenuhi. Ingat, yang pertama harus dipenuhi adalah kebutuhan yang bersifat primer. Dengan menghitung seluruh pendapatan, mengatur keuangan rumah tangga menjadi lebih mudah. Buat Daftar Pengeluaran Prioritas Bulanan Berikutnya adalah membuat daftar pengeluaran prioritas selama sebulan. Daftar ini membantu dalam mengatur keuangan rumah tangga secara efektif. Dengan membuat daftar prioritas, alokasi dan pengeluaran dana rumah tangga menjadi lebih tertata. Pengeluaran rumah tangga yang masuk daftar prioritas antara lain biaya makan sehari-hari, belanja dapur, tagihan listrik, tagihan air, biaya transport kerja, pendidikan anak apabila sudah memasuki usia sekolah, hingga cicilan kendaraan atau rumah. Selain membantu mengatur keuangan rumah tangga. Daftar ini akan menjadi pengingat bahwa kebutuhan prioritas harus terpenuhi terlebih dahulu baru kemudian bisa dialokasikan untuk kebutuhan sekunder dan tersier. Siapkan Dana Darurat Cara mengatur keuangan rumah tangga berikutnya adalah mempersiapkan dana darurat. Dalam menjalani kehidupan berumah tangga, tidak semuanya bisa berjalan mulus sesuai yang direncanakan. Banyak hal yang tiba-tiba saja terjadi di luar rencana. Contoh yang sering terjadi adalah musibah seperti kecelakaan. PHK, hingga krisis ekonomi yang berskala besar. Apabila salah satu dari ketiga hal tersebut terjadi, maka sumber penghasilan rumah tangga bisa terganggu. Saat itulah manfaat memiliki anggaran dana darurat bisa dirasakan. Untuk itu, sebagai cara mengatur keuangan rumah tangga yang baik penting untuk mempersiapkan dana darurat. Caranya, selain untuk kebutuhan pokok, sisihkan Jurnal Abdimu (Pengabdian kepada Masyaraka. e-ISSN: 2797-3468 sebagian dari penghasilan setiap bulan untuk dana darurat. Besarannya relatif bisa 10-30 persen dari penghasilan yang didapat tiap bulannya. Ingat, uang yang disisihkan setiap bulan adalah untuk dana darurat yang hanya digunakan sewaktu-waktu atau dalam keadaan darurat. Jaga Rasio Utang Untuk mengatur keuangan rumah tangga, yang paling baik sebenarnya adalah menghindari utang. Sebab, tagihan dan kewajiban membayar utang bisa menjadi beban yang membuat keuangan rumah tangga terganggu. Namun, ada sejumlah faktor yang mau tidak mau membuat para mitra berutang. Alokasikan untuk Tabungan. Asuransi, dan Investasi Selain mengalokasikan penghasilan untuk dana cadangan atau darurat, juga perlu mengalokasikan penghasilan untuk keperluan di luar kebutuhan rutin. Antara lain pengeluaran untuk tabungan, asuransi, dan investasi. Ketiganya termasuk dalam cara mengatur keuangan yang baik. Ketiganya memiliki manfaat yang tidak sedikit. Tabungan jelas berguna untuk keperluan saat ini dan masa depan. Penghasilan yang disimpan di tabungan bisa digunakan untuk pengeluaran sehari-hari ataupun keperluan mendadak. Gambar 3. Foto Bersama PENUTUP Kegiatan pengabdian yang sudah dilakukan untuk meningkatkan pemahaman mitra tentang literasi keuangan. Selanjutnya juga terkait pemahaman dalam perencanaan keuangan dan manajemen keuangan rumah tangga dan pendampingan pembuatan perencanaan keuangan dan manajemen keuangan rumah tangga oleh mitra. Kegiatan telah diikuti oleh 31 orang ibu-ibu Desa Margaluyu serta berlangsung dengan baik dan lancar. Para peserta antusias mengikuti semua sesi. Mayoritas peserta menyatakan sangat puas dan selebihnya juga menyatakan puas dengan kegiatan pengabdian masyarakat ini. Jurnal Abdimu (Pengabdian kepada Masyaraka. e-ISSN: 2797-3468 Sebaiknya kegiatan semacam ini dijadwalkan lebih dari satu hari. Sehingga setelah memberikan pemahaman terkait literasi keuangan dan pengelolaan keuangan, dapat dilakukan pendampingan perencanaan keuangan dan evaluasi terhadap penerapan yang dilakukan oleh para mitra. DAFTAR PUSTAKA