Jurnal Peduli Masyarakat Volume 2 Nomor 4. Desember 2020 e-ISSN 2721-9747. p-ISSN 2715-6524 http://jurnal. com/index. php/JPM PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI Menik Kustriyani*. Mariyati Universitas Widya Husada Semarang. Jl. Subali Raya No. 12 Krapyak Ae Semarang. Indonesia *menikkustriyani@gmail. ABSTRAK Keterlibatan kader dalam masyarakat sangat membantu dalam memotivasi ibu menyusui, sehingga tercapai keberhasilan pemberian ASI Ekslusif. Motivasi ini dengan memberikan cara peningkatan produksi ASI. Kader sebagai pemberi motivasi ibu menyusui perlu diberikan pengetahuan mengenai prosedur meningkatkan produksi ASI salah satunya yaitu prosedur Breastcare. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertujuan agar kader mengetahui dan memahami pentingnya ASI ekslusif, mengetahui cara meningkatkan produksi ASI ibu menyusui, dan dapat mempraktikkan cara meningkatkan produksi ASI dengan Breastcare sehingga kader dapat memotivasi ibu untuk menyusui secara ekslusif. Metode pelaksanaan, peserta 20 kader dari 5 RW kegiatan ini antara lain: . menjelaskan mengenai kesehatan ibu menyusui , . menjelaskan mengenai ASI Ekslusif, . mengajarkan prosedur breast care pada Kader, dan . melakukan pendampingan dalam pelaksanaan breastcare, . monitoring dan evaluasi program. Hasil didapatkan 100% kader mampu menjelaskan mengenai kesehatan ibu menyusui, mampu menjelaskan tentang manfaat pemberian ASI Ekslusif dan akibat tidak diberikannya ASI ekslusif, 90% kader mampu melakukan prosedur breastcare. Kegiatan monitoring dan evaluasi dilakukan untuk memastikan kader kesehatan dapat melakukan sesuai prosedur yang sudah diberikan. Outcome kegiatan PKM ini adalah kader kesehatan mengetahui pentingnya pemberian ASI ekslusif, kader dapat melakukan prosedur peningkatan produksi ASI dengan Breastcare, program kerja kader untuk memotivasi ibu menyusui ASI ekslusif. Kata kunci: produksi ASI. ibu menyusui. HEALTH CADRESAo IMPOWERMENT TO INCREASE BREAST MILK PRODUCTION ON THE BRESTFEEDING MOTHERS ABSTRACT The involvement of cadres in the community is very helpful in motivating breastfeeding mothers, so that the success of exclusive breastfeeding is achieved. This motivation provides a way to increase milk production. Cadres as motivators for breastfeeding mothers need to be given knowledge about procedures to increase milk production, one of which is the Breastcare procedure. The Community Service Program (PKM) aims to make cadres know and understand the importance of exclusive breastfeeding, know how to increase breast milk production for nursing mothers, and can practice how to increase milk production with Breastcare so that cadres can motivate mothers to breastfeed Method of implementation, participants 20 cadres from 5 RWs. these activities, among others . describes the health of breastfeeding mothers, . explain about exclusive breastfeeding, . teach breast care procedures to Kader, . provide assistance in the implementation of breastcare, . program monitoring and evaluation. The results showed that 100% of the cadres were able to Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 2 No 4 Hal 273 - 278. Desember 2020 Global Health Science Group explain the health of breastfeeding mothers, able to explain about the benefits of exclusive breastfeeding and the consequences of not giving exclusive breastfeeding, 90% of the cadres are capable of performing breastcare procedures. Monitoring and evaluation activities are carried out to ensure that health cadres can carry out the procedures that have been given. The outcome of this PKM activity is that health cadres know the importance of exclusive breastfeeding, cadres can carry out procedures to increase milk production with Breastcare, a cadre work program to motivate exclusive breastfeeding mothers. Keywords: breast milk production. breastfeeding mothers. PENDAHULUAN ASI eksklusif adalah intervensi yang paling efektif untuk mencegah kematian anak, namun menurut Survei Demografi Kesehatan tingkat pemberian ASI eksklusif telah menurun selama dekade terakhir. Sebanyak sepertiga penduduk Indonesia secara eksklusif menyusui anak-anak mereka pada enam bulan pertama. Banyak hambatan untuk menyusui di Indonesia, termasuk anggota keluarga dan dokter yang tidak mendukung. Beberapa ibu juga takut menyusui akan menyakitkan dan tidak praktis, tapi salah satu kendala terbesar adalah kesalahpahaman dari istilah eksklusif (UNICEF, 2. Kelancaran dalam pemberian ASI salah satu yang menjadi pertimbangan ibu dalam memberikan ASI secara Ekslusif. Tidak semua ibu post partum mengeluarkan ASI dengan lancar. Faktor Ae faktor yang mempengaruhi pengeluaran ASI seperti perubahan sosial budaya, faktor psikologis, faktor fisik ibu, faktor petugas kesehatan, makanan ibu, berat badan lahir bayi, penggunaan kontrasepsi (Hardiani, 2. Hasil penelitian Hastuti kelancaran produksi ASI dipengaruhi oleh banyak faktor seperti, frekuensi pemberian ASI, berat bayi saat lahir, usia kehamilan saat bayi lahir, usia ibu dan paritas, stres dan penyakit akut. IMD, keberadaan perokok, konsumsi alkohol, perawatan payudara, penggunaan alat kontrasepsi, dan status gizi (Hastuti et al. , 2. ASI yang tidak lancar dapat mengakibatkan kekhawatiran dan kecemasan ibu, kondisi ini dapat mempengaruhi psikologi ibu (Ambarwati, 2. Hasil penelitian menyatakan bahwa ada pengaruh pemberian perawatan payudara dengan kelancaran produksi ASI. ASI yang keluar dengan lancar dapat meyakinkan ibu memberikan ASI Ekslusif (Safitri, 2. Pemberian ASI Ekslusif termasuk dalam 12 indikator Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga. Program Indonesia Sehat (PIS) merupakan satu program dari agenda ke Nawa Cita, yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Sebagai penjabaran dari amanat UU tersebut. Kementerian Kesehatan menetapkan strategi operasional pembangunan kesehatan melalui Porgram Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK). Salah satu indikator program tersebut yaitu bayi mendapat air susu ibu (ASI) Pelaksanaan pengabdian pada masyarakat ini berfokus pada upaya pengembangan peran serta kader dalam memotivasi ibu memberikan ASI Ekslusif. Kelancaran dalam pemberian ASI salah satu yang menjadi pertimbangan ibu dalam memberikan ASI secara Ekslusif. Tidak semua ibu post partum mengeluarkan ASI dengan lancar. ASI yang tidak lancar dapat mengakibatkan kekhawatiran dan kecemasan ibu, kondisi ini dapat mempengaruhi psikologi ibu. Ibu menyusui memerlukan dukungan baik oleh keluarga maupun masyarakat disekitar. Keterlibatan kader dalam masyarakat sangat membantu Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 2 No 4 Hal 273 - 278. Desember 2020 Global Health Science Group dalam memotivasi ibu menyusui, sehingga tercapai keberhasilan pemberian ASI Ekslusif. Motivasi ini dengan memberikan cara peningkatan produksi ASI. Kader sebagai pemberi motivasi ibu menyusui perlu diberikan pengetahuan mengenai prosedur meningkatkan produksi ASI salah satunya yaitu prosedur Breastcare. Kelurahan Gisikdrono berada di wilayah kerja Puskesmas Lebdosari. Puskesmas Lebdosari berusaha melaksanakan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga dengan memaksimalkan kerjasama dengan STIKes Widya Husada. Kelurahan Gisikdrono terdapat 13 RW, kader di kelurahan Gisikdrono sebanyak 52 orang. Namun yang aktif 25 orang, selama ini kader hanya membantu dalam program posyandu balita. Kader belum tahu mengenai tindakan apa saja yang dapat meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. METODE Materi yang diberikan selama kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah dengan melakukan penyuluhan pada kader menjelaskan mengenai kesehatan ibu menyusui, menjelaskan mengenai ASI Ekslusif, mengajarkan prosedur breast care pada 20 Kader bulan Maret 2020. Peserta pada kegiatan ini adalah kader kesehatan kelurahan gisikdrono. Metode yang digunakan dengan ceramah, demonstrasi dengan peserta mempraktikkan, diskusi dan tanya jawab. Penyampaian materi penyuluhan waktu diawali dengan pembukaan 10 menit, penyampaian materi penyuluhan sekitar 20 menit, sesi tanya jawab dan penutup kurang lebih 15 menit. Kemudian demonstrasi dibagi dua kelompok, waktu diawali dengan pembukaan 10 menit, penyampaian demonstrasi 20 menit, sesi tanya jawab dan penutup kurang lebih 15 menit. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan yang dilakukan adalah . menjelaskan mengenai kesehatan ibu menyusui , . menjelaskan mengenai ASI Ekslusif, hasil dari kegiatan ini didapatkan bahwa peserta tertarik dengan apa yang disampaikan pemateri. Peserta mendengarkan dan memperhatikan materi yang diberikan. Sebelum diberikan materi demontrasi breastcare, pemateri melakukan pre test. Dari 20 kader yang hadir 70% belum mengetahui tentang breastcare, 20 % kader mengatakan hanya mengetahui tentang pijat Ae pijat dan 10 % mengetahui karena pernah melihat di leaflet. mengajarkan prosedur breast care pada Kader dan . melakukan pendampingan dalam pelaksanaan breastcare, peserta sangat antusias saat melakukan praktik peningkatan produksi ASI dengan metode breast care, 90% peserta mampu mempraktikkan dengan benar sesuai dengan standar operasional prosedur. Pengabdian masyarakat didapatkan 100% kader mampu menjelaskan mengenai kesehatan ibu menyusui, mampu menjelaskan tentang manfaat pemberian ASI Ekslusif dan akibat tidak diberikannya ASI ekslusif. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 2 No 4 Hal 273 - 278. Desember 2020 Global Health Science Group Gambar 1. Kader Kesehatan Gambar 2. Memberikan Penyuluhan dan Demonstrasi Peserta merupakan kader dengan rentang usia 35 sampai dengan 50 tahun, peserta merupakan kader aktif di kelurahan gisikdrono Kota Semarang. Pemberdayaan kader ini agar para kader mengetahui tentang kesehatan ibu menyusui. ASI Ekslusif, dan cara meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Perlunya kader mengetahui cara meningkatkan produksi ASI, agar kader dapat memotivasi ibu menyusui yang mengalami ketidaklancaran pengeluaran ASI pada saat ibu melakukan program ASI Ekslusif. Hasil pada pengabdian masyarakat ini menunjukkan 90% kader mampu mempraktikkan prosedur breast care dengan benar sesuai dengan standar operasional prosedur, sejalan dengan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Sumiyati yang mengalami peningkatan pengetahuan pada para pendamping ibu nifas, pendamping ibu nifas mengetahui bagaimana cara melakukan pijat oksitosin setelah diajarkan (Sumiaty et al. , 2. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 2 No 4 Hal 273 - 278. Desember 2020 Global Health Science Group Kendala ibu menyusui secara ekslusif adalah ASI yang tidak lancar, hal ini membuat ibu menjadi merasa putus asa dalam memberikan ASI secara ekslusif dan berfikir untuk menggantinya dengan susu formula. Breastcare pada ibu menyusui untuk mempersiapkan laktasi pada masa post partum dan merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memelihara kesehatan payudara. Breastcare bermanfaat untuk ibu menyusui, dengan breastcare dapat melancarkan refleks pengeluaran ASI sehingga meningkatkan volume ASI dan mencegah bendungan pada payudara. karena bendungan payudara atau pembengkakan payudara dapat menimbulkan mastitis (Roesli, 2. Dengan dilakukan breastcare merangsang otot- otot payudara sehingga sel Ae sel myophitel berkontraksi dan menyebabkan ASI keluar dengan lancar ketika bayi menyusu. Hasil penelitian Apriliana tentang Pengaruh Workshop ASI Eklusif pada kader posyandu balita terhadap pengetahuan, setelah dilakukannya workshop kader mengalami peningkatan pengetahuan sebanyak 100%, pengetahuan kader menjadi baik. Sejalan dengan hasil pengabdian ini, kader mengalami peningkatan pengetahuan sebanyak 100% dan dapat mempraktikkan prosedur breastcare sesuai standar operasional prosedur dengan baik (Aprilina & Suparti, 2. Hasil penelitian Wahyuningsih menunjukkan dari 20 responden, 60% mengalami kelancaran dalam pengeluaran ASI setelah dilakukan tindakan breastcare (Wahyuningsih & Rohmawati, 2. Breastcare merupakan cara yang mudah untuk dipraktikkan, sebagai kader dapat memotivasi ibu menyusui agar berhasil dalam program ASI Ekslusif. Sejalan dengan pengabdian yang dilakukan oleh Maryatun, dengan memberikan pelatihan breastcare pada kader kesehatan, pengetahuan kader kesehatan meningkat setelah dilakukan pelatihan teknik yang benar dalam melakukan breastcare (Maryatun, 2. SIMPULAN Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dengan sasaran kader kesehatan, kegiatan ini terbagi menjadi tiga tahap kegiatan yaitu penyuluhan, pelatihan dan pendampingan dalam melakukan prosedur breastcare. Hasil pengabdian masyarakat ini setelah dilakukan penyuluhan mayoritas peserta . ader kesehata. memiliki pengetahuan yang baik mengenai kesehatan ibu menyusui dan ASI Ekslusif, 90% peserta mengetahui dan mampu mempraktikkan cara peningkatan produksi ASI dengan breastcare sesuai dengan standar operasional prosedurnya. DAFTAR PUSTAKA