Jurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan Dasar (EISSN: 3031-8. Volume 1. Nomor 1. Januari 2024 . Peran Guru Sekolah Dasar dalam Pembentukan Karakter Siswa Enung Nurhasanah1. Mulya Yusnarti2. Siti Aisah3 1,2,3STKIP Yapis Dompu. Nusa Tenggara Barat. Indonesia Email: enungnurhasanah@gmail. com, mulyayusnarti@gmail. com, aisah4952@gmail. Article Info Article History Received: 2023-12-11 Revised: 2024-01-20 Published: 2024-01-30 Keywords: Teacher's. Role. Character. Formation. Artikel Info Sejarah Artikel Diterima: 2023-12-11 Direvisi: 2024-01-20 Dipublikasi: 2024-01-30 Kata kunci: Peran. Guru. Pembentukan. Karakter. Abstract This research focuses on the Analysis of the Teacher's Role in the Character Formation of Class IV Students at SDN 17 Woja. Aims to analyze the teacher's role in building the character of fourth grade students, inhibiting factors and supporting factors in building the character of fourth grade students at SDN 17 Woja. The role of the teacher who is the focus of research is as an educator, demonstrator, class manager, motivator and The character values that are the focus of research are religious, honest, disciplined, independent, socially caring and responsible. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. The data collection techniques used were observation, interviews and documentation of the research subjects, which consisted of fourth grade teachers and students. The stages of data analysis used are data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Testing the validity of the data in this study used technical triangulation. The results of the study show that: . The role of the teacher in building the character of fourth grade students at SDN 17 Woja is carried out by several roles of the teacher, namely the teacher as educator, teacher as demonstrator, teacher as class manager, teacher as motivator and teacher as evaluator, . Factors supporting the teacher's role in the Character Building of Grade IV Students at SDN 17 Woja are the family environment and facilities and infrastructure, while the factors inhibiting the Teacher's Role in Character Building for Grade IV Students at SDN 17 Woja include the family environment and teachers. Abstrak Penelitian ini berfokus pada Analisis Peran Guru dalam Pembentukan Karakter Siswa Kelas IV di SDN 17 Woja. Bertujuan untuk Menganalisis Peran Guru dalam Pembentukan Karakter Siswa Kelas IV, faktor penghambat dan faktor pendukung dalam pembentukan karakter siswa kelas IV di SDN 17 Woja. Peran guru yang menjadi fokus penelitian yaitu sebagai pendidik, demonstrator, pengelola kelas, motivator dan evaluator. Nilai karakter yang menjadi fokus penelitian yaitu religius, jujur, disiplin, mandiri, peduli sosial dan bertanggung jawab. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi kepada subjek penelitian yang terdiri dari guru kelas IV dan siswa. Tahapan analisis data yang digunakan ialah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengujian keabsahan data pada penelitian ini menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: . Peran guru dalam pembentukan karakter siswa kelas IV di SDN 17 Woja dilakukan dengan beberapa peran guru yaitu guru sebagai pendidik, guru sebagai demonstrator, guru sebagai pengelola kelas, guru sebagai motivator dan guru sebagai evaluator, . Faktor pendukung peran guru dalam Pembentukan Karakter Siswa Kelas IV di SDN 17 Woja yaitu lingkungan keluarga dan sarana dan prasarana, sedangkan faktor Penghambat Peran Guru dalam Pembentukan Karakter Siswa Kelas IV di SDN 17 Woja antara lain lingkungan keluarga dan guru. This is an open access article under the CC BY-SA license. PENDAHULUAN Dunia pendidikan saat ini perlu perhatian khusus terkait dengan karakter anak, masalah yang terjadi akhir-akhir ini di negara kita sebenarnya tidak terlepas dari persoalan karakter. Pembentukan karakter . merupakan salah satu tujuan dari Pendidikan Nasional. Pendidikan merupakan suatu proses yang dilakukan secara sadar untuk mengembangkan karakter yang baik bagi peserta didik agar menjadi manusia yang berguna bagi http://journal. org/index. php/jekas agama, bangsa, dan negara. Istilah pendidikan berasal dari kata AudidikAy. Kata AudidikAy menurut Kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti memelihara atau memberi latihanmengenai akhlak dan kecerdasan pikiran (Al-Asyi, 2017:. Pendidikan pada hakekatnya merupakan proses memanusiakan manusia . umanizing human Menjadikan mereka mengenal dirinya. Apabila manusia tidak mengenali diri mereka sesungguhnya, maka mustahil ia mengenal Jurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan Dasar (EISSN: 3031-8. Volume 1. Nomor 1. Januari 2024 . penciptanya (Alla. Untuk itu pemahaman yang utuh tentang karakter manusia wajib dilakukan sebelum proses pendidikan dilaksanakan. Namun demikian dalam realitanya banyak praktek pendidikan yang tidak sesuai dengan misi tersebut. (Al-Asyi. 2017: . Jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) merupakan pondasi awal untuk melangkah melanjutkan pendidikan. Bila pendidikan dan penanaman karakter gagal dilakukan pada tahap usia pendidikan dasar ini maka dapat dipastikan, karakter atau akhlak yang tertanam pada peserta didik kurang optimal. Pengembangan karakter bagi peserta didik harus diterapkan sungguh-sungguh karena karakter dan kepribadian yang kuat mempengaruhi masa depan bangsa. Anak usia Sekolah Dasar (SD) merupakan masa kritis dalam pembentukan karakter. Kegagalan dalam penanaman dan pembinaan kepribadian berkarakter pada anak usia Sekolah Dasar akan membentuk pribadi yang bermasalah pada saat dewasa. Guru memiliki peran yang cukup penting agar ilmu - ilmu yang diajarkan dapat diterima oleh siswa-siswanya. Tidak hanya berperan untuk mengajarkan ilmu-ilmu saja, banyak sekali peran guru dalam proses pembelajaran, diantarannya: Guru sebagai pendidik, . guru sebagai pengajar, . Guru sebagai sumber belajar, . Guru sebagai fasilitator, . Guru sebagi pembimbing, . uru sebagai demonstrator, . Guru sebagai penasehat, . Guru sebagai inovator (Yestiani & Nabila : Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 16 Februari 2023 peneliti menemukan bahwa masih banyak peserta didik yang memiliki tingkah laku . yang kurang baik seperti: kurangnya sopan santun dalam berbicara antara teman dan guru, sering ribut ketika jam pelajaran berlanjut, suka mengganggu teman, dan sebagainya. Hal ini tentu dapat menjadi pemicu menurunnya nilai karakter atau akhlak peserta didik. Berdasarkan latar belakang di atas, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam pembentukan karakter siswa kelas IV, faktor penghambat dan faktor pendukung dalam pemben-tukan karakter siswa kelas IV di SDN 17 Woja. II. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan Suharsim (Yasifa dkk 2. dari perspektif Pemahaman tersebut tidak ditentukan terlebih dahulu akan tetapi didapat setelah melakukan analisis terhadap kenyataan sosial yang menjadi fokus penelitian. Penelitian ini bermaksud untuk mendeskripsikan suatu keadaan, dan Peran Guru Dalam Pendidikan Karakter siswa kelas IV SDN 17 Woja Dusun Buncu Utara, hubungan baik antara peneliti dan subjek penelitian sebelum, selama maupun sesudah memasuki lapangan merupakan kunci http://journal. org/index. php/jekas utama dalam keberhasilan pengumpulan data. Hubungan kepercayaan dan saling pengertian. Tingkat kepercayaan yang tinggi akan membantu kelancaran proses penelitian, sehingga data yang diinginkan dapat diperoleh dengan mudah dan Lokasi penelitian ini adalah tempat dimana dilakukan penelitian yakni di SDN 17 Woja yang beralamat di Jln. Ompu Buncu. Matua. Kec. Woja. Kab. Dompu. Nusa Tenggara Barat. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi atau pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian dilakukan melalui tahap-tahap antara lain, . Perencanaan, pada tahap ini meliputi memilih lokasi, perumusan dan pembatasan penelitian untuk mendapatkan data yang valid. Pelaksanaan, dalam tahap ini peneliti mulai memasuki lokasi memahami latar belakang penelitian dan melakukan observasi dengan informan, untuk mendeskripsikan peran guru dalam pembentukan pendidikan karakter siswa. Penyajian data dalam penelitian kualitatif dilakukan dengan teks yang bersifat deskriptif, dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi kemudian diuraikan dan ditelaah untuk mengetahui peran apa saja yang telah guru lakukan dalam proses pembentukan karakter siswa kelas IV SDN 17 Woja dan kemudian dilakukan generalisasi atau penarikan simpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Sumber data penelitian ini adalah guru kelas IV SDN 17 Woja. Hasil penelitian berdasarkan hasil wawancara kepada guru kelas dan siswa serta dari dokumentasi dan observasi yang dilakukan oleh peneliti. Tabel 1. Hasil Wawancara Guru No. Pertanyaan Bagaimana Peran guru kelas dalam Dalam karakter disiplin, apa tugas dan fungsi guru tugas dan fungsi guru Apa tujuan Ibu karakter disiplin? Jawaban Peran guru dalam pembentukan karakter displin bisa diterapkan degan membuat aturan-aturan yang tegas bagi pelanggar aturan, guru juga turut serta dalam mengikuti aturan dan tersebut, membuat kesepaktan bersama Dalam pembentukan karakter disiplin, tugas dan fungsiguru kelas adalah menanamkan seluruh peserta didik dalam pembentukan karakter positif, guru menjadi motivasi dan contoh kepada peserta Tujuan karakter siswa disiplin adalah menghasilkan bukan hanya paserta didik yang cerdas juga menghasilkan Jurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan Dasar (EISSN: 3031-8. Volume 1. Nomor 1. Januari 2024 . bermoral, berkarakter dan memiliki kesadaran bersikap, karenabagi saya tidak perlu Faktor apa sajakah yang karakter disiplin? Metode apa yang Ibu gunakan untuk karakter disiplin? Bagaimana pelaksanaan guru karakter siswa? Apa pendukung dan karakter siswa? Faktor yang mempengaruhi kesadaran dalam diri peserta didik tersebut, lingkungan dan orang tua yang memberikan perhatian penuh, pergaulan peserta didik yang positif serta motivasi positif dari guru. Metode gunakan untukm embentuk karakter disiplin adalah pembiasaan disiplin, membuat aturan dan sanksi bersama di kelas, memberikan arahan dan contoh disiplin kepada peserta didik biasanya peserta didik menilai dan berperilaku. Hal ini menuntut guru menjaga karakter guna memberikan contoh Dengan mengingat diri sendiri sebagai contoh, guru akan lebih berhati-hati dalam bersikap, tindakan yang akan di ambil. Dari memberikan contoh, peserta didik bisa mengikuti sisi positif yang dimiliki guru. Biasanya peserta didik menilai guru sebagai contoh dalam Hal ini menuntut harus pandai dalam memberikan contoh terbaik. Dengan meng-ingat guru akan lebih berhati-hati dalam bersikap, sehingga lebih bijak dari setiap tindakan yang akan di Dari contoh, peserta didik bisa yang dimiliki guru. Salah mem-bentuk adalah karakter peserta didik adalah lingkungan dimana orang tersebut tinggal, baik keluar-ganya men-dukung karena tidak semua orang tua sadar pentingnya disiplin pergaulan dengan temannya yang lebih mengarah ke Bahkan sebagian menerima apabila anak-nya http://journal. org/index. php/jekas Dalam karakter disiplin, apa tugas dan fungsi guru kelas? Bagaimana peran guru dalam dalam karakter siswa? diberikan sanksi saat tidak Faktor pendukungnya adalah sebagian orang tua dan teman-teman sejawat saya di sekolah. Dalam pembentukan karakter disiplin, tugas dan fungsi guru kelas adalah menanamkan seluruh peserta didik dan dalam pembentukan karskter positif, guru menjadi motivasi dan contoh kepadapeserta Guru memegang peranan penting dalam membentuk karakter peserta didik baik saat proses belajar berlangsung pembiasaan kepada peserta didiknya saat interaksi di Pembahasan Peran Guru dalam Pembentukan Karakter Siswa Kelas IV SDN 17 Woja antara lain: Peran Guru sebagai pendidik Guru sebagai pendidik memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan karakter siswa kelas IV di SDN 17 Woja. Sebagai pendidik guru harus menjadi teladan yang baik bagi peserta didik. Guru harus selalu menerapkan nilai-nilai karakter baik kepada siswa terutama saat berada dalam lingkungan sekolah, dalam penerapan karakter nilai disiplin melalui contoh, guru kelas IV melakukan penerapan untuk selalu datang tepat waktu. Pada hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti guru kelas IV telah menerapkan nilai disiplin kepada siswa, namun dalam temuan yang peneliti temukan masih terdapat beberapa siswa kelas IV yang masih terlambat saat masuk sekolah mengganggu proses pembelajaran yang sedang berlangsung di dalam kelas karena fokus siswa kelas IV terpecah saat ada siswa terlambat yang masuk ke dalam kelas. Peran Guru sebagai Demonstrator Peran guru sebagai demonstrator yang mengapresiasi siswa agar selalu berperilaku baik serta memperkaya diri dengan berbagai ilmu pengetahuan yang ada saat ini, terutama ilmu pengetahuan yang terbaru yang sesuai dengan perkembangan zaman siswa sekarang (Sarnoto, 2. Guru sebagai demonstrator dengan contoh ketika siswa sudah mampu berperilaku baik saat di sekolah maka guru akan memberikan apresiasi kepada siswa atas perilaku baik siswa dimana dengan harapan apresiasi tersebut dapat menambah semangat siswa untuk selalu berperilaku baik dan juga dapat Jurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan Dasar (EISSN: 3031-8. Volume 1. Nomor 1. Januari 2024 . menumbuhkan rasa ingin mendapat apresiasi tersebut dalam diri siswa lain sehingga banyak siswa akan berlomba-lomba untuk melakukan perbuatan yang baik. Pada hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti guru kelas IV telah menerapkan nilai jujur kepada siswa, namun dalam temuan yang peneliti temukan masih terdapat beberapa siswa kelas IV yang masih suka berbohong baik kepada guru maupun sesama temannya sehingga ketidakjujuran tersebut menimbulkan kebiasaan negatif pada dalam diri siswa. Peran Guru sebagai Pengelola Kelas Guru sebagai pengelola kelas memiliki pembentukan karakter siswa kelas IV di SDN 17 Woja. Peran guru sebagai pengelola kelas yang dilakukan adalah dengan bentuk menjaga suasana kelas agar tetap kondusif berlangsung serta dapat menyediakan menunjang pembentukan karakter siswa saat di sekolah (Harjali, 2. Guru sebagai pengelola kelas dengan contoh ketika siswa saat pembelajaran di kelas ramai maka guru tidak akan pernah melarang siswa ramai, dengan catatan ramai yang bermanfaat dimana ramai yang bermanfaat berarti ketika guru sedang menjelaskan materi pembelajaran maka siswa harus diam mendengarkan dan menyimak, ketika guru memberikan tugas maka siswa boleh ramai untuk berdiskusi dengan temannya, ketika guru mengajak siswa untuk bersenda gurau maka siswa boleh ramai ikut bergurau dengan guru. Adapun nilai-nilai karakter yang ditimbul ketika guru melakukan peran guru sebagai pengelola kelas saat di sekolah yang berhubungan dengan pembentukan karakter siswa antara lain, dalam penerapan pembentukan pendidikan karakter nilai mandiri melalui contoh, guru kelas IV melakukan penerapan untuk selalu bersikap mandiri ketika melakukan suatu hal. Pada hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti guru kelas IV telah menerapkan nilai mandiri kepada siswa, namun dalam temuan yang peneliti temukan masih terdapat beberapa siswa kelas IV yang masih tidak menerapkan nilai mandiri saat di sekolah terutama ketika mengerjakan ulangan, sehingga siswa masih ada yang mencontek temannya saat ulangan sedang berlangsung. Hal tersebut membuat siswa lainnya menjadi menirukan hal yang sama yang dilakukan oleh siswa yang mencontek tersebut. Peran Guru sebagai Motivator Guru sebagai motivator memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan http://journal. org/index. php/jekas karakter siswa kelas IV di SDN 17 Woja Peran guru sebagai motivator yang dilakukan adalah dengan bentuk guru memberikan motivasi kepada siswa agar siswa selalu semangat dan aktif dalam pembelajaran serta guru menciptakan suasana yang pembelajaran (Hapsari et al. , 2. Guru sebagai motivator dengan contoh ketika siswa saat pembelajaran diwaktu siang hari merasa jenuh dan lelah maka guru akan mengajak siswa untuk melakukan kegiatan pendinginan seperti bernyanyi bersama, olahraga ringan di kelas maupun melakukan aktivitas yang membuat siswa tidak merasa jenuh dan bosan. Adapun nilai-nilai karakter yang ditimbul ketika guru melakukan peran guru sebagai motivator saat di sekolah yang berhubungan dengan pembentukan karakter siswa antara lain: Nilai Religius Dalam pendidikan karakter nilai religius melalui penerapan untuk selalu berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dan saat selesai kegiatan pembelajaran. Pada hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti guru kelas IV telah menerapkan nilai religius kepada siswa, namun dalam temuan yang peneliti temukan masih terdapat beberapa siswa kelas IV yang masih tidak menerapkan nilai religius saat di sekolah terutama saat pembelajaran PAI sedang Masih ada beberapa siswa yang tidak menerapkan dan mengikuti kegiatan sholat dhuha berjamaah dan tidak menerapkan infaq saat di kelas. Nilai Peduli Sosial Dalam pendidikan karakter nilai peduli sosial melalui contoh, guru kelas IV melakukan penerapan untuk selalu peduli dengan lingkungan sosialnya baik saat di dalam sekolah maupun saat di luar sekolah. Pada hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti guru kelas IV telah menerapkan nilai peduli sosial kepada siswa, namun dalam temuan yang peneliti temukan masih terdapat beberapa siswa kelas IV yang masih tidak menerapkan nilai peduli sosial saat di sekolah. Ketika bertemu sesama temannya siswa kelas IV masih terlihat diam tidak mau menyapa temantemannya, dan ketika bertemu guru siswa kelas IV juga cenderung diam karena takut jika ingin menyapa gurunya. Peran Guru sebagai Evaluator Guru sebagai evaluator memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan karakter siswa kelas IV di SDN 17 Woja. Peran Jurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan Dasar (EISSN: 3031-8. Volume 1. Nomor 1. Januari 2024 . guru sebagai evaluator yang dilakukan adalah dengan bentuk guru melakukan penilaian terhadap proses pembelajaran siswa serta melakukan penilaian juga terhadap hasil belajar siswa (Yulianingsih & Sobandi, 2. Guru sebagai evaluator dengan contoh ketika guru memberikan siswa tugas praktek membuat suatu kerajinan maka guru harus melakukan penilaian terhadap proses dari pembuatan karya siswa tersebut dan kemudian setelah karya siswa tersebut selesai maka guru harus memberikan penilaian terhadap hasil karya kerajinan Adapun nilai-nilai karakter yang ditimbul ketika guru melakukan peran guru sebagai evaluator saat di sekolah yang berhubungan dengan pembentukan karakter siswa antara lain: 1. Nilai Bertanggung Jawab dalam penerapan pembentukan pendidikan karakter nilai bertanggung jawab melalui contoh, guru kelas IV melakukan penerapan untuk selalu bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang diberikan kepada kita. Pada hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti guru kelas IV telah menerapkan nilai bertanggung jawab kepada siswa, namun dalam temuan yang peneliti temukan masih terdapat beberapa siswa kelas IV yang masih tidak menerapkan nilai bertanggung jawab saat di sekolah ketika disuruh oleh guru masih terdapat beberapa siswa yang tidak mau melaksanakan apa yang guru perintahkan, sehingga hal tersebut bisa menjadi contoh yang buruk untuk siswa yang lainnya. Faktor Penghambat Peran Guru dalam Pembentukan Karakter Siswa Kelas IV di SDN 17 Woja Lingkungan Keluarga yang Buruk Faktor penghambat yang dialami guru dalam pembentukan karakter siswa kelas IV di SDN 17 Woja yaitu dari terutama yang biasanya berasal dari orang tua. Latar belakang orang tua Sebagian besar adalah sebagai petani sehingga berdampak pada kurangnya membimbing anak saat belajar di rumah serta tidak adanya perhatian orangtua dalam hal membimbing tugas anak, sehingga anak saat di sekolah akan merasa kurang percaya diri dan kurang motivasi dalam dirinya. Hal tersebut dapat berdampak pada psikis anak sehingga kurangnya bimbingan dari orang tua tersebut akan menghasilkan kebiasaan yang kurang baik terhadap jati diri anak dan dampaknya akan terus terbawa hingga ke lingkungan sekolah sampai ke lingkungan masyarakat Lingkungan keluarga sangat besar membentuk jati dirinya. (Faiz, 2. http://journal. org/index. php/jekas Guru yang Tidak dapat Menjadi Teladan Guru memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan karakter siswa kelas IV di SDN 17 Woja. Faktor penghambat yang dialami oleh guru yaitu guru yang tidak dapat menjadi teladan untuk selalu dan sepenuhnya dalam menanamkan karakter secara instan kepada siswa sehingga siswa dapat memiliki karakter yang baik semua dalam waktu yang singkat. Guru juga memiliki peran yang fundamental dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Guru perlu mengembangkan pendidikan kepedulian, tanggung jawab sehingga guru perlu memiliki karakter yang baik. (Widiastuti, 2. IV. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa peran guru dalam pembentukan karakter siswa kelas IV di SD 17 Woja dilakukan dengan beberapa peran guru yaitu guru sebagai pendidik, guru sebagai demonstrator, guru sebagai pengelola kelas, guru sebagai motivator, dan guru sebagai Guru sebagai pendidik cenderung menimbulkan karakter disiplin. Guru sebagai demonstrator cenderung menimbulkan karakter Guru sebagai pengelola kelas cenderung menimbulkan karakter mandiri. Guru sebagai motivator cenderung menimbulkan karakter religius dan peduli sosial. Guru sebagai evaluator cenderung menimbulkan karakter bertanggung Saran