Korelasi Antara Kadar Ferritin Serum dengan Procalcitonin Pada Pasien COVID-19 Correlation Between Serum Ferritin Levels with Procalcitonin in COVID-19 Patients Mita Puspita Sari1. Rizana FajrunniAomah1. Dewi Astuti1. Kunti Wijiarti2. Farida Murtiani2 Jurusan Teknologi Laboratorium Medis. Poltekkes Kemenkes Jakarta i RSPI Prof Dr Sulianti Saroso. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia *Korespondensi Penulis: Rizana FajrunniAomah E-mail: rie. ners@gmail. Abstrak Latar Belakang: Wabah Coronavirus Disease 2019 (COVID-. disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome-Coronavirus-2 (SARS-CoV-. Pasien COVID-19 yang parah melibatkan penanda inflamasi yang meningkat, termasuk feritin. Feritin adalah mediator kunci dari disregulasi imun, terutama di bawah hiperferitinemia ekstrim. Pasien COVID-19 dengan hiperferitinemia memiliki tingkat penanda inflamasi yang jauh lebih tinggi, salah satunya adalah prokalsitonin (PCT). Tujuan: untuk mengetahui hubungan kadar feritin serum dengan PCT pada pasien COVID-19. Metode: penelitian analitik korelatif. Sampel adalah data rekam medik sebanyak 463 pasien COVID-19 di RS Persahabatan periode Januari Ae Desember 2021. Hubungan antara kadar feritin serum dengan kadar PCT dianalisis secara statistik menggunakan uji Spearman. Hasil: Mayoritas pasien 240 . ,8%) pasien laki-laki dengan kelompok umur tertinggi 46-59 tahun sebanyak 160 . ,6%) pasien dan 60 tahun sebanyak 163 . ,0%) pasien. Rerata kadar feritin serum 218 AAg/L dengan kadar minimum 11,3 AAg/L dan kadar maksimum 22. 612,7 AAg/L, sedangkan rerata kadar PCT adalah 0,3892 ng/mL dengan kadar minimum 0 ,00 ng/mL dan kadar maksimum 50,73 ng/mL. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan terdapat korelasi antara kadar ferritin serum dengan PCT (Pvalue= 0,0001. rho 0,. Kesimpulan: Peningkatan kadar ferritin serum diikuti dengan peningkatan kadar procalcitonin. Ada korelasi positif dan kuat antara kadar ferritin serum dan PCT. Kata kunci: Coronavirus Disease 2019 (COVID-. Ferritin serum. Procalcitonin (PCT) Abstract Background: The Coronavirus Disease 2019 (COVID-. outbreak is caused by Severe Acute Respiratory Syndrome-Coronavirus-2 (SARS-CoV-. Laboratory findings in severe COVID-19 patients involve elevated inflammatory biomarkers, including ferritin. Ferritin is a key mediator of immune dysregulation, especially under circumstances of extreme hyperferritinemia. COVID-19 patients with hyperferritinemia had significantly higher levels of inflammatory markers, like procalcitonin (PCT). Purpose: To determine the correlation between serum ferritin levels and PCT in COVID-19 patients. Method: This research was correlative analytic study. Samples was extracted from medical record data of 463 COVID-19 patients at Persahabatan Hospital in January - December 2021. The correlation between serum ferritin and PCT levels was statistically analyzed using the Spearman test. Results: Majority of patients, 240 . ,8%) male patients with the highest age group 46-59 years as many as 160 . ,6%) patients and Ou60 years as many as 163 . ,0%) patients. Mean serum ferritin level was 995,218 g/L with minimum level 11,3 g/L and a maximum 612,7 g/L, while mean PCT level was 0,3892 ng/mL with minimum level 0,00 ng/mL and maximum level 50,73 ng/mL. The results of Spearman correlation test obtained p values 0,000 and rho 0,573. Conclusion: It is proven elevated ferritin serum was followed by increase procalcitonin serum. Positive correlation between ferritin serum and procalcitonin was recognized. Keywords: Coronavirus Disease 2019 (COVID-. Serum Ferritin. Procalcitonin (PCT) The Indonesian Jounal Of Infectious Disease | Volume 8 No. Pendahuluan Pandemi Coronavirus Disease kekebalan dan respons peradangan 2019 (COVID-. yang disebabkan oleh terkontrol pada Severe Acute Respiratory Syndrome- COVID-19 yang parah dan kritis. Data Coronavirus-2 (SARS-CoV-. , pertama klinis menunjukkan bahwa COVID-19 kali dilaporkan pada Desember 2019 di kota Wuhan. Cina yang kemudian sebagai Acute Respiratory Distress dengan cepat menyebar ke seluruh Syndrome (ARDS) penjuru dunia. 1 Pada 30 Januari 2020, pneumonia virus. ARDS dan kegagalan World multi-organ Health Organization (WHO) menyatakan COVID-19 sebagai darurat mengakibatkan kematian dalam waktu kesehatan masyarakat yang menjadi Badai sitokin atau cytokine perhatian internasional dan pada 11 storm dianggap sebagai salah satu Maret 2020 WHO menyatakan COVID- penyebab utama ARDS dan kegagalan multi-organ. 5 Ada banyak bukti bahwa memiliki spektrum COVID-19 karakteristik hiperinflamasi yang terdiri Peningkatan C-reactive cukup cepat dan menyebar ke berbagai protein (CRP), procalcitonin (PCT). D- Pada 2 Maret 2020, sebanyak COVID-19 Temuan dilaporkan di Indonesia. Data pada 16 penting badai sitokin dalam patofisiologi Februari 2022 menunjukkan kasus di COVID-19. Indonesia yang terkonfirmasi berjumlah Temuan laboratorium pada pasien 046 kasus dan 145. 622 kasus COVID-19 berat menunjukkan data Di Asia Tenggara. Indonesia yang konsisten dengan badai sitokin yang melibatkan peningkatan penanda COVID-19 inflamasi, termasuk ferritin, yang telah dikaitkan dengan penyakit kritis dan terbanyak di bawah India. Pasien COVID-19 sebagian besar Ferritin memiliki prognosis yang baik, tetapi ada mediator kunci dari disregulasi imun, beberapa individu yang masuk dalam keadaan kritis bahkan kematian. SARS- ekstrem, melalui efek imunosupresif dan CoV-2 berkontribusi terhadap badai sitokin. The Indonesian Jounal Of Infectious Disease | Volume 8 No. Ferritin lipopolisakarida (LPS) atau metabolit toksik lainnya dari mikroba dan jalur sebagai komplikasi infeksi virus, terkait tidak langsung yang diinduksi oleh erat dengan perburukan pasien COVID- berbagai mediator inflamasi seperti IL-6, 19, dan pasien dengan lesi paru yang TNF-, dll. Kadar PCT dapat meningkat hingga beberapa ribu kali normal pada mengalami peningkatan kadar ferritin. infeksi berat dan sepsis. Peningkatan Sindrom PCT keparahan dan prognosis penyakit. fagositosis sel darah merah histologis Sangat penting untuk mengevaluasi oleh makrofag, kadar feritin serum yang sangat tinggi, dan kelebihan produksi mempengaruhi perkembangan penyakit faktor perangsang koloni granulosit. IL- pada pasien COVID-19. Produksi ferritin 1. IL-6, dan dan PCT sama-sama diinduksi oleh PCT sitokin proinflamasi (IL-l. TNF-, dan meningkatkan kadar serum PCT. Tingkat IL-. , maka dengan melihat korelasi dengan tingkat keparahan COVID-19. Tingkat PCT yang lebih tinggi pada kelompok parah menunjukkan bahwa parameter pemeriksaan laboratorium pasien COVID-19 yang parah mungkin guna menekan biaya pemeriksaan IL-l. TNF-, dan IL-6 yang masih cukup 11 PCT adalah pro-hormon Oleh karena itu, berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan di penting dalam regulasi homeostasis atas, peneliti tertarik untuk melakukan Berlawanan dengan kalsitonin. PCT tidak terlibat dalam pengaturan ferritin serum dan PCT pada pasien COVID-19. Kalsitonin mengenai korelasi kadar dalam sel-C tiroid, infeksi mikroba Metode pelepasan PCT oleh sel parenkim Penelitian ini merupakan penelitian seperti paru-paru, hati, ginjal, otot, dan analitik korelatif dengan menggunakan jaringan adiposa. Selama peradangan. PCT diproduksi terutama oleh dua Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan setelah mendapat persetujuan ethical The Indonesian Jounal Of Infectious Disease | Volume 8 No. clearance dari Komisi Etik Penelitian usia, pasien COVID-19 paling banyak Kesehatan Persahabatan diderita pada kelompok usia 46 Ae 59 dengan nomor surat etik No. 49/KEPK- tahun sebanyak 160 . ,6%) pasien dan RSUPP/06/2022. usia Ou60 tahun sebanyak 162 pasien RSUP Populasi penelitian ini adalah seluruh data pasien COVID-19 RSUP ,0%) (Tabel . Persahabatan Januari Ae Desember 2021. Sampel pada Tabel 1. Karakteristik Pasien COVID-19 penelitian ini sebanyak 463 yang diambil Variabel Jenis Kelamin - Laki-laki - Perempuan Jumlah Usia (Tahu. - 19-30 - 31-45 - 46-59 - Ou60 Jumlah secara purposive sampling. Pengambilan data dilakukan pada pasien terkonfirmasi COVID-19 yang menunjukkan hasil positif SARS-CoV-2 pada pemeriksaan dengan rRT-PCR yang tertulis di rekam medis RSUP Persahabatan Desember Januari Ae Rata-rata adalah 995,218 AAg/L dengan kadar pemeriksaan laboratorium kadar ferritin serum dan PCT, serta data pendukung 612,7 AAg/L. Rata-rata PCT AAg/L 0,3892 ng/mL dengan kadar minimum 0,00 ng/mL dan kelamin, dan usia. Analisis kadar maksimum 50,73 ng/mL (Tabel . univariat dan bivariat. Analisis univariat nilai minimal kadar ferritin serum dan Tabel 2. Data Deskriptif Kadar Ferritin Serum dan PCT Pada Pasien COVID-19 PCT, lalu dilakukan uji normalitas data Variabel meliputi nilai mean, nilai maksimal, dan Analisis Kolmogorov-Smirnov. korelasi spearman. Hasil Ferritin Serum (AAg/L) PCT g/mL) Mean Min Max 995,218 0,3892 0,00 50,73 Hasil Berdasarkan Spearman diperoleh p = 0,000 . < 0,. , sehingga berdasarkan jenis kelamin sebagian besar 240 . ,8%) pasien laki-laki. korelasi antara kadar ferritin serum dan Karakteristik (PCT) The Indonesian Jounal Of Infectious Disease | Volume 8 No. COVID-19 dengan kekuatan korelasi berkorelasi dengan tingkat keparahan 0,573. Angka korelasi . yang didapat COVID-19. sebesar 0,573 berarti ada hubungan Hasil kuat antara kadar ferritin serum dan banyak berjenis kelamin laki-laki 240 (PCT) COVID-19 COVID-19 dengan arah uji positif (Tabel . ,8%) perempuan 223 . ,2%) pasien. Hasil Tabel 3. Hasil Uji Korelasi Kadar Ferritin Serum dan PCT Variabel Nilai Pvalue 0,000 0,573 sebelumnya yang menunjukkan adanya Ferritin Serum (AAg/L) PCT . g/mL) laki-laki. 14,15,16,17,18 Dominasi pasien laki-laki ini diduga berkaitan dengan ekspresi ACE2 yang lebih tinggi pada kelompok pasien laki- Pembahasan laki daripada perempuan sehingga lebih Pandemi Coronavirus (COVID-. Disease Severe Acute Respiratory Syndrome(SARS-CoV-. Coronavirus-2 Sebagian besar pasien dengan COVID19 memiliki prognosis yang baik, tetapi ada beberapa individu yang masuk dalam keadaan kritis bahkan kematian. Temuan COVID-19 berat menunjukkan data yang konsisten dengan badai sitokin yang melibatkan peningkatan penanda inflamasi, termasuk ferritin, yang telah dikaitkan dengan penyakit kritis dan mengancam jiwa. 13 Pasien COVID-19 dengan hiperferitinemia memiliki kadar tinggi dibandingkan procalcitonin (PCT). Tingkat PCT juga rentan teradap COVID-19. 19 Penyebab lain karena adanya dua kromosom X pada perempuan sangat berperan pada respons imun bawaan . lami/nonspesi. dan respons imun adaptif . dalam Akibatnya, perempuan memiliki tingkat viral load yang lebih rendah daripada laki-laki, jumlah sel T CD4 yang lebih tinggi, dan tingkat antibodi yang lebih 20 Meski data menunjukkan jumlah pasien pria lebih banyak dari wanita, riset ini tidak meneliti mengapa hal tersebut terjadi, misal melalui analisis Mayoritas COVID-19 diderita oleh pasien yang berusia 46-59 dan Ou60 tahun. Hasil serupa ditemukan menunjukkan adanya dominasi pasien usia 46-59 dan Ou60 tahun. 21 Banyaknya The Indonesian Jounal Of Infectious Disease | Volume 8 No. pasien usia 46-59 dan Ou60 tahun diduga rata-rata Sebuah studi in vitro baru-baru ini menunjukkan bahwa hepatosit dapat komorbiditas terus meningkat seiring bertambahnya usia. Selain itu, lansia Selain sekresi aktifnya di hepatosit, yang tinggal di fasilitas perawatan ferritin serum juga diturunkan oleh jangka panjang berada pada risiko kematian sel hati. Hormon pengatur tertinggi karena penyakit kronis mereka besi, hepcidin, dapat meningkatkan dan dampak dari lingkungan yang Penyebab lainnya menurut Cen menyerap besi dalam enterosit dan et al fungsi sel T dan sel B yang makrofag . Imunitas bawaan menurun karena penuaan, sehingga yang diaktifkan dan kaskade sitokin dapat mempercepat ekspresi hepcidin. proinflamasi yang dapat menyebabkan Menariknya. SARS-CoV-2 dapat meniru defisiensi dalam mengontrol replikasi virus dan respons proinflamasi yang penyumbatan ferroportin dan dapat menyebabkan peningkatan kadar ferritin terlepas dari respons inflamasi. Secara Distribusi COVID-19 informasi terhadap mobilitas dan gejala mekanisme di atas. 18 Penelitian ini COVID-19. sejalan dengan penelitian Singer et al. cenderung sulit untuk mendapatkan dan Hernandez- Fernandezsinger et al informasi mengenai gejala COVID yang yang menemukan lebih banyak pasien COVID-19 dengan kadar ferritin serum Kelompok 23,24 mengidentifikasi gejala COVID-19 dan mengonfirmasi kasus ke rumah sakit. menunjukkan bahwa peningkatan kadar Rata-rata Studi ferritin yang bersirkulasi mungkin tidak 995,218 AAg/L, hasil serupa ditemukan hanya mencerminkan respons fase pada penelitian Yac et al, akut, tetapi juga memainkan peran melaporkan rerata kadar ferritin serum pada pasien derajat berat sebesar 811,21 AAg/L dan pasien kritis sebesar badai sitokin. 205,7 AAg/L. 22 Konsentrasi ferritin ratarata untuk pasien dengan penyakit parah adalah >800 g/L. The Indonesian Jounal Of Infectious Disease | Volume 8 No. ng/mL. 29 Peningkatan kadar PCT dalam penelitian ini diduga terjadi karena pasien memiliki infeksi bakteri secara Gambar 1. Mekanisme hiperferitinemia18 perburukan pasien COVID-19. 9 Ferritin juga berperan dalam jumlah besar pada 26 Kadar ferritin meningkat selama infeksi virus dan dapat menjadi COVID-19 hiperferitinemia memiliki kadar penanda inflamasi yang secara signifikan lebih tinggi, seperti C-reactive protein (CRP). PCT, dan D-dimer, dibandingkan pasien dalam kelompok non hiperferitinemia. Semua indikator ini telah dilaporkan sebagai parameter peringatan untuk pasien COVID-19 yang parah atau kritis. Selain menunjukkan bahwa pasien dengan penyakit yang lebih parah daripada yang Rerata kadar PCT adalah 0,3892 ng/mL, hasil serupa ditemukan pada penelitian Keski yang melaporkan kadar yang relatif signifikan. Kasus PCT diproduksi di segala organ, seperti paruparu, hati, ginjal, otak, pankreas, usus kecil, dan jantung dengan kadar yang Beberapa jam setelah stimulasi melalui ng/mL dan interleukin-6 (IL-. atau tumor necrosis factor- (TNF-), kadar PCT terendah 0,00 ng/mL, namun mean yang diperoleh lebih rendah yaitu 0,1 puncaknya sekitar 12 hingga 24 jam dan dapat bertahan selama beberapa hari. Selama peradangan. PCT diproduksi terutama oleh dua mekanisme alternatif, yaitu jalur langsung yang diinduksi oleh lipopolisakarida (LPS) atau metabolit toksik lainnya dari mikroba dan jalur tidak langsung yang diinduksi oleh berbagai mediator inflamasi seperti IL-6. TNF-, tidak mengalami hiperferitinemia. PCT endotoksin, termasuk interleukin-1 (IL-. penanda replikasi virus. Pasien penelitian menunjukkan bahwa pasien COVID-19 Ferritin serum sebagai komplikasi Selain Sebuah PCT meningkat dengan cepat antara 2 dan 6 Dalam penelitian ini menunjukkan terdapat korelasi kuat antara kadar ferritin serum dengan PCT pada pasien COVID-19 dengan arah uji positif dalam The Indonesian Jounal Of Infectious Disease | Volume 8 No. penelitian ini, jadi semakin tinggi kadar diagnosis penyerta pasien tetap harus ferritin serum maka semakin tinggi pula Koinfeksi bakteri pada pasien COVID-19 PCT. Penelitian Gilbert menyatakan bahwa kadar ferritin serum sebagai penyebab keparahan pada yang tinggi dapat menstimulasi produksi penelitian ini, sehingga peningkatan kadar PCT, sehingga pasien COVID-19 dengan hiperferitinemia memiliki kadar PCT yang secara signifikan lebih tinggi kemungkinan disebabkan oleh badai dibandingkan pasien dalam kelompok PCT 33 Indikator ini telah Kesimpulan Peningkatan kadar ferritin serum peringatan untuk pasien COVID-19 yang parah atau kritis. Selain itu, korelasi ini dapat menunjukkan bahwa cenderung memiliki penyakit yang lebih parah daripada yang tidak mengalami Terdapat korelasi positif kategori kuat antara kadar ferritin serum dan procalcitonin (PCT) pada COVID19. Saran Dari analisis data penelitian ini. Hasil penelitian ini dapat menjadi didapatkan korelasi antara kadar ferritin serum dan PCT pada pasien COVID-19. Oleh karena itu, ferritin serum dapat laboratorium pada pasien COVID-19. memberikan gambaran kadar PCT di Pemeriksaan kedua parameter yaitu dalam tubuh, begitu pula sebaliknya. ferritin serum atau procalcitonin (PCT) Namun, terdapat beberapa kondisi yang dapat memengaruhi hasil pemeriksaan parameter saja. bagi rumah ferritin serum dan PCT pada pasien COVID-19, Ucapan Terima kasih penyakit hati, obesitas,hemokromatosis. Penulis mengucapkan terima kasih gagal ginjal akut dan kronis, anemia, kepada semua pihak yang berkontribusi syok sepsis, infeksi bakteri, operasi dalam penelitian ini. besar, trauma berat, dan luka bakar parah, oleh karena itu hal inilah yang DAFTAR PUSTAKA