Jurnal Tarbawi JURNAL TARBAWI Volume 14. Issue 1 (June 2. , 161-172 P-ISSN 2252-5882. E-ISSN 2597-6672 DOI: https://doi. org/10. 36781/tarbawi. Tumpeng dalam Pendidikan Multikultural: Analisis Simbolisme. Strukturalisme, dan Implikasinya dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar Tuti Marlina Dosen Institut Al Fithrah Surabaya tuti@alfithrah. Abstract: Tumpeng merupakan warisan kuliner tradisional Indonesia yang kaya akan makna filosofis dan simbolis. Kajian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi literatur guna menganalisis tumpeng sebagai sistem tanda berabsis pendekatan strukturalisme Claude LyviStrauss, sekaligus mengeksplorasi implikasinya dalam pendidikan multikultural di Sekolah Dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kerucut tumpeng melambangkan gunung sebagai pusat spiritualitas, sementara komponen lauk-pauk mencerminkan nilai-nilai harmoni, keberagaman, dan kerja sama. Sebagai media pembelajaran, tumpeng memiliki potensi untuk memperkenalkan nilai-nilai keberagaman budaya, memperkuat identitas lokal, dan menanamkan semangat gotong royong. Integrasi tumpeng dalam kurikulum pendidikan multikultural mendukung pelestarian budaya lokal serta membangun kesadaran akan pentingnya inklusivitas dalam masyarakat yang beragam. Kajian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan model pendidikan yang berbasis budaya lokal untuk menghadapi tantangan global. Keywords: Tumpeng, strukturalisme, pendidikan multikultural, budaya lokal, pendidikan sekolah dasar. Abstrak: Tumpeng is a traditional Indonesian culinary heritage rich in philosophical and symbolic meanings. This study employs a qualitative method through literature review to analyze tumpeng as a system of signs based on Claude Lyvi-Strauss's structuralism approach while exploring its implications for multicultural education in elementary schools. The findings reveal that the cone shape of tumpeng symbolizes a mountain as a center of spirituality, while the side dishes represent values of harmony, diversity, and cooperation. As a learning medium, tumpeng has the potential to introduce cultural diversity values, strengthen local identity, and instill the spirit of collaboration. Integrating tumpeng into the multicultural education curriculum supports the preservation of local culture and fosters awareness of the importance of inclusivity in a diverse society. This study contributes Copyright: A 2024. The authors. Jurnal Tarbawi is licensed under a Creative Commons AttributionNonCommercial 4. 0 International License Tuti Marlina to the development of culturally-rooted educational models to address global Kata kunci: Tumpeng, structuralism, multicultural education, local culture, elementary school education. Introduction Tumpeng adalah salah satu warisan kuliner tradisional Indonesia yang sarat dengan makna filosofis. Sebagai komponen penting dalam budaya Nusantara, tumpeng sering muncul dalam berbagai upacara adat dan perayaan, melambangkan nilai-nilai seperti harmoni, keberagaman, serta hubungan antara manusia. Tuhan, dan lingkungan. 1 Lebih dari sekadar makanan, tumpeng merupakan simbol budaya yang memiliki nilai edukatif, menjadikannya objek yang menarik untuk kajian dalam konteks pendidikan multikultural. Pendekatan etnografi budaya memberikan wawasan mendalam untuk memahami simbol-simbol yang terkandung dalam tumpeng. Bentuk kerucut pada tumpeng melambangkan gunung sebagai tempat suci, sementara variasi lauk-pauk yang dihadirkan mencerminkan keragaman budaya dan nilai-nilai kolektivitas. Dengan demikian, tumpeng tidak hanya menyajikan tampilan visual yang kaya, tetapi juga menyimpan narasi budaya yang ditransmisikan antar generasi. Filosofi yang terdapat dalam tumpeng merefleksikan nilai-nilai spiritual, sosial, dan ekologis yang dapat dijadikan cermin dalam pembelajaran mengenai harmoni dan keberlanjutan. Melalui pendekatan teori strukturalisme, tumpeng dapat dilihat sebagai sebuah sistem tanda yang merepresentasikan struktur sosial dan keyakinan dalam masyarakat. Setiap elemen tumpeng, mulai dari bentuk hingga bahan-bahan yang digunakan, mengandung makna simbolis yang erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat Indonesia. 4 Sebagai contoh, bentuk kerucut pada nasi mencerminkan cita-cita keberhasilan 1 Damianus Suryo Pranoto. AoMenyelami Makna Dan Filosofis Budaya Tumpeng Sebagai Simbol Identitas Kearifan Lokal Bagi MasyarakatAo, 2. , 415Ae26. 2 Muhammad Zainal Abiddin and Muhammad Turhan Yani. AoInternational Journal of Multicultural and Multireligious Understanding Analysis of Tumpeng Values in Social Studies LearningAo, 2024, 111Ae17. 3 M. Zein Ed-Dally dan Nur Faizah. AoMakanan Tumpeng Dalam Tradisi BancakanAo, 3 . 4 Oda I. Hariyanto. AoPergeseran Makna Sakral Dan Fungsi Tumpeng Di Era GlobalisasiAo. Prosiding Seminar Nasional FDI 2016. Hal : Hum 63Ae69. ISSN. Jurnal Tarbawi. Volume 17. Nomor 02. FEB 2026 Tumpeng dalam Pendidikan Multikultural: Analisis Simbolisme. Strukturalisme, dan Implikasinya dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar dan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan, sedangkan beragam laukpauk di sekitarnya melambangkan pentingnya kerja sama dan solidaritas dalam mencapai tujuan bersama. Kajian ini memiliki relevansi pada ranah pendidikan multikultural, dimana tumpeng dapat dimanfaatkan sebagai media untuk mengenalkan nilai-nilai seperti keberagaman, toleransi, dan harmoni. Pendidikan multikultural sendiri bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menghormati dan memahami perbedaan. Dalam konteks ini, tumpeng dapat menjadi representasi nyata dari kekayaan budaya Indonesia sekaligus menyampaikan pesan tentang pentingnya inklusivitas dalam kehidupan yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tumpeng melalui pendekatan simbolisme dan strukturalisme serta menggali implikasinya pada pendidikan multikultural di Sekolah Dasar. Dengan menyoroti cara-cara tumpeng dapat diintegrasikan sebagai media pembelajaran, kajian ini memberikan kontribusi terhadap pelestarian budaya lokal dan memperkuat pemahaman lintas budaya di era global. Selain itu, pendekatan ini juga menyediakan dasar untuk pengembangan model pendidikan yang inklusif dan berakar pada nilai-nilai lokal. Selanjutnya, tulisan ini juga membahas potensi tumpeng sebagai alat pendidikan untuk memperkuat identitas budaya peserta didik. Mengintegrasikan tumpeng ke dalam kurikulum pendidikan tidak hanya mendukung pelestarian tradisi lokal, tetapi juga memberikan peluang bagi siswa untuk memahami serta menghargai keragaman budaya dalam konteks yang lebih luas. Dengan demikian, kajian ini bertujuan untuk menghubungkan antara tradisi lokal dan tantangan global. Melalui eksplorasi ini, diharapkan tulisan ini dapat memberi kontribusi yang berarti dalam mengembangkan pendekatan pendidikan yang holistik dan berbasiskan nilai-nilai budaya local. Method Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tumpeng sebagai simbol budaya Indonesia, menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Fokus utama penelitian adalah untuk menggali makna simbolik tumpeng, menghubungkannya dengan teori Ngadat. AoMAKNA SIMBOLIK TUMPENG DALAM SELAMATAN DAN NILAI-NILAI AJARAN BUDDHA PADA MASYARAKAT UMAT BUDDHA DI KULON PROGOAo. Pemikiran Buddha Dan Filsafat Agama Vol 4 No 1. Desember 2023, 4. , 27Ae35