E-ISSN 2988-6317 P-ISSN 2988-7704 JAUS: Jurnal Abdimas Untag Samarinda Volume 3. Nomor 2. Desember 2025. Hal. http://ejurnal. untag-smd. id/index. php/JAUS BUDAYA KERJA KARYAWAN DI CV. WANA KARYA SAMARINDA DENGAN PENERAPAN MENAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (Employee Work Culture At CV. Wana Karya Samarinda With The Implementation Of Occupational Safety And Health Managemen. Masitah Indriani1*. Fenny Fajriani2. Zuhdi Yahya3. Ismail4. Zikri Azham5. Tazri Amrullah6. Jumani7 1,2,3,4,5,6,7 Fakultas Pertanian. Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda 75124. Indonesia. Jl. Ir. Juanda No. 80 Samarinda KP 75124. E-Mail*(Corresponding Autho. : meyliana. kartika23@gmail. Submit: 14-10-2025 Revisi: 29-11-2025 Diterima: 09-12-2025 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. ABSTRAK Perkembangan industri kayu di Indonesia memiliki resiko kecelakaan walaupun dalam skala kecil dibanding pertambangan. Industri kayu merupakan salah satu industri kehutanan yang memanfaatkan kayu sebagai bahan utamanya. Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan aspek fundamental dalam industri dan organisasi modern, yang berkaitan dengan menjaga karyawan tetap sehat, aman, dan produktif. Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 22 Juli 2025 mulai jam 8. 00 Wita pagi sampai selesai, di CV. Mana Karya Samarinda. Peserta adalah karyawana CV. Wana Karya. Dosen dan mahasisswa Fakultas Pertanian Untag 1945 Samarinda. Metode dalam abdimas ini adalah memberikan materi berupa slide . , kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Hasil yang dicapai dalam abdimas ini adalah memberikan masukan betapa pentingnya keselamtan dan kesehtan kerja bagi karyawan CV. Wana Karya Samarinda. Hasil diskusi dengan karyawan langsung masih ada yang belum disiplin dalam penggunaan masker dan sepatu standar. CV. Wana Karya telah menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja namun masih kurang disiplin dalam pemakaian sepatu, pelindung suara dan masker Kata kunci : CV. Wana Karya. Industri Kayu. Keselamatan dan Kesehatan Kerja. JAUS. Volume 3 No. Desember 2025 Indriani et al. ABSTRACT The development of the timber industry in Indonesia carries a risk of accidents, even on a smaller scale compared to the mining industry. The timber industry is one of the forestry industries that uses wood as its main material. Occupational safety and health are fundamental aspects in modern industries and organizations, concerned with keeping employees healthy, safe, and productive. The community service was carried out on Tuesday. July 22, 2025, starting at 8:00 a. WITA and continuing until it was finished at CV. Wana Karya Samarinda. Participants were employees of CV. Wana Karya, lecturers and students of the Faculty of Agriculture Untag 1945 Samarinda. The method used in this community service was to provide material in the form of slides . , followed by discussions and a questionand-answer session. The results achieved from this activity were to provide input on the importance of occupational safety and health for the employees of CV. Wana Karya Samarinda. The results of direct discussions with employees showed that some were still not disciplined in using masks and standard safety shoes. CV. Wana Karya has implemented occupational safety and health but still lacks discipline in the use of safety shoes, hearing protectors, and work masks. Keywords : CV. Wana Karya. Occupational Safety and Health. Wood Industry. PENDAHULUAN Perkembangan industri kayu di Indonesia memiliki resiko kecelakaan walaupun dalam skala kecil dibanding pertambangan. Industri kayu merupakan salah satu industri kehutanan yang memanfaatkan kayu sebagai bahan utamanya. Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan aspek fundamental dalam industri dan organisasi modern, yang berkaitan dengan menjaga karyawan tetap sehat, aman, dan produktif selama menjalankan tugas-tugas mereka (Andi Sarbiah, 2023. Hasibuan et al. , 2019. Budiharjo et al. , 2. Industri kayu adalah sektor ekonomi yang berkaitan dengan pengolahan kayu menjadi berbagai produk, mulai dari bahan bangunan dan furnitur hingga produk Industri ini melibatkan berbagai kegiatan, termasuk penebangan kayu, penggergajian, pengolahan lebih lanjut, dan perdagangan kayu serta produk turunannya. Di CV. Wana Karya yang berada di Samarinda memproduksi kayu dengan yang sudah siap pakai dan bahan yang dgunakan dalam indutri ini adalah katu ulin dan kayu bengkirai yang diambil dari pemulung atau masyakarat dari pembukaan lahan (Landclearin. Hasil olahan industri kayu ini ada dikirim ke daerah yang ada di Inodonesi yaitu : Surabaya dan Jakarta, sedangkan ke luar negeri yaitu negara Jepang. Cina dan Eropa. Industri kayu ulin di Kalimantan memiliki potensi yang besar, terutama karena kayu ulin yang dikenal kuat dan tahan lama, sering digunakan dalam konstruksi bangunan, jembatan, dan perkapalan. Meskipun demikian, ada juga tantangan terkait pemanfaatan dan kelestarian kayu ulin, seperti penebangan liar dan kebutuhan akan konservasi. Kayu bengkirai adalah jenis kayu yang berasal dari pohon Shorea spp. , terutama ditemukan di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia dan Malaysia. Kayu ini dikenal karena kekuatan, daya tahan, dan seratnya yang kuat, sehingga banyak digunakan untuk konstruksi, furniture, dan dekorasi. Keselamatan kerja erat bersangkutan dengan peningkatan produksi dan produktivitas. Keselamatan kerja dapat membantu peningkatan produksi dan produktivitas atas dasar: dengan tingkat keselamatan kerja yang tinggi, kecelakaan-kecelakaan yang menjadisebab JAUS. Volume 3 No. Desember 2025 E-ISSN 2988-6317 P-ISSN 2988-7704 JAUS: Jurnal Abdimas Untag Samarinda Volume 3. Nomor 2. Desember 2025. Hal. http://ejurnal. untag-smd. id/index. php/JAUS sakit, cacat dan kematian dapat ditekan sekecilkecilnya. Tingkat keselamatan yang tinggi sejalan dengan pemeliharaan dan penggunaan peralatan kerja dan mesin yang produktif dan efisien dan bertalian dengan tingkat produksi dan produktivitas yang tinggi (Andi Sarbiah. NOVRI SETIAWAN, 2013. June & Siagian, 2. Industri kayu atau industri perkayuan . erkadang disebut industri kayu-terutama adalah industri yang di bidang kehutanan , penebangan , perdagangan kayu , serta produksi produk hutan primer dan produk kayu . isalnya furnitu. dan produk sekunder seperti pulp kayu untuk industri pulp dan kertas . Beberapa produsen terbesar juga merupakanpemilik hutan terbesar. Industri kayu secara historis telah dan terus menjadi sektor penting di banyak negara. Tujuan abdimas adalah untuk memberikan masukan pentingnya keselamatan dan kesehat kerja bagi karyawan di CV. Wana Karya Samarinda. METODE Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 22 Juli 2025 mulai jam 8. 00 Wita pagi sampai selesai, di CV. Wana Karya Samarinda. Peserta adalah karyawan CV. Wana Karya. Dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian Untag 1945 Samarinda. Metode dalam abdimas ini adalah memberikan materi berupa slide . , kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Hasil yang dicapai dalam abdimas ini adalah memberikan masukan tentang keselamatan dan kesehatan kerja berdasarkan hasil diskusi dengan pengelola dan karyawan CV. Wana Karya Samarinda sebanyak 6 karyawan. HASIL DAN PEMBAHASAN Proses pengolahan kayu di industri melibatkan beberapa tahapan utama, mulai dari penebangan pohon hingga menjadi produk akhir seperti furnitur atau bahan Tahapan ini mencakup pengolahan kayu mentah . , pengeringan, pemotongan, pembentukan, perakitan, dan finishing. Proses Dasar Pengolahan Kayu Penggergajian Tentu saja, kayu gelondongan harus dipotong terlebih dahulu dengan ukuran dan bentuk yang sesuai dengan desain produk. Prosedur awal ini perlu disempurnakan di tahap selanjutnya karena masih belum sesuai dengan yang diharapkan. Pengeringan (Klin Dr. Kayu dikeringkan terlebih dahulu untuk menurunkan kadar airnya setelah dicacah. Proses pengeringan kayu ini dapat dilakukan secara alami dengan menjemurnya di bawah sinar matahari, atau dapat dilakukan dengan menggunakan peralatan dan ruang khusus. Prosedur ini terus berlanjut hingga kayu mencapai kadar air, yaitu 8-12%. Hal ini dikarenakan kekuatan kayu, ketahanan terhadap kerusakan, dan kemampuannya menahan serangan bakteri dan jamur, semuanya sangat dipengaruhi oleh kadar airnya. Oleh karena JAUS. Volume 3 No. Desember 2025 Indriani et al. itu, penentuan kadar air kayu sangat penting dalam proses pengolahan kayu yang mendasar. Alat pengukur kadar air yang dibuat khusus untuk kayu dapat digunakan untuk menentukan kadar air kayu. Selain itu, kualitas kayu akan meningkat dengan kadar air yang sesuai dengan kebutuhan bahan kayu. Pengerjaan konstruksi Prosedur ini melibatkan penyambungan kayu, pengeboran, dan pembentukan komponen, baik dengan mesin maupun manual. Namun, setidaknya 60% kayu harus diproses dengan mesin untuk mendapatkan hasil terbaik. Perakitan Prosedur perakitan menjadi tahap penting yang akan memengaruhi kualitas produk akhir setelah kayu dicetak dengan presisi. Karena sambungan kayu akan rapuh dan mudah terlepas jika proses perakitan gagal, teknik ini membutuhkan pengetahuan khusus. Finishing Cara kayu difinishing sangat memengaruhi keindahan tampilan furnitur. Finishing adalah teknik yang paling sering diulang untuk memberikan tampilan segar dan berbeda pada kayu, sesuai dengan serat dan warna aslinya. Berdasarkan hasil diskusi resiko yang paling dianggap besar adalah penggergajian di sowmill pada pembelahan log kayu ulin menjadi balok yang berupa ukuran yang telah Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh penulis bahwa pekerja lapangan seringkali tidak menggunakan alat pelindung diri seperti masker, sarung tangan dan Sepatu (Zebua et al. , 2022. Fitriani Ariko, 2019. Achmad et al. , 2. Maka dari itu sosialisasi pentingnya penerapan K3 pada suatu industri harus Dengan adanya sosialisai tersebut diharapkan dapat menyadarkan pekerja akan pentingnya menjaga kesehatan serta keselamatan kerja (Ridwan et al. , 2021. Ridwan et al. Refleksi produktivitas karyawan berdasarkan distribusi frekuensi tanggapan responden, dapat dilihat bahwa responden cenderung memiliki produktivitas yang positif (Asthenu & Pattipeilohy, 2022. Hernilawati et al. , 2021. Hasibuan et al. , 2019. Putera & Harini, 2. Kecelakaan kerja seperti terjatuh, terbakar karena melaksanakan pekerjaan bukan merupakan penyakit kerja . ccopational diseas. tapi merupakan kecelakaan kerja. Penyakit kerja lebih diderita oleh para pekerja dan kurang nyata pada masyarakat umum. Misalnya, seorang buruh yang tugasnya memasang asbes dalam bangunan dapat terserang kanker paruparu, disini kanker paru-paru merupakan penyakit kerja. Akan tetapi, ada orang yang terjangkit kanker paru-paru karena perokok berat. dalam kasus kedua tersebut kanker paruparu bukan penyakit kerja. Tenaga kerja harus dilindungi dari resiko pekerjaan seperti risiko fisik . rgonomic, bising, panas, dingin, getaran, radiasi, dan deb. , resiko kimia, biologi . adiasi dan terkontaminasi bahan kimia dan kuma. serta stress karena beban kerja (Achmad et al. , 2. Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah suatu sistem program yang dibuat bagi pekerja maupun pengusaha sebagai upaya pencegahan . timbulnya kecelakaan kerja dan penyakit akibat hubungan kerja dalam lingkungan kerja dengan cara JAUS. Volume 3 No. Desember 2025 E-ISSN 2988-6317 P-ISSN 2988-7704 JAUS: Jurnal Abdimas Untag Samarinda Volume 3. Nomor 2. Desember 2025. Hal. http://ejurnal. untag-smd. id/index. php/JAUS mengenali hal-hal yang berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja dan penyakit akibat hubungan kerja serta tindakan antisipatif bila terjadi kecelakaan kerja (Siswanto, 2. Gambar 1. Proses pembelahan kayu log menjadi balok. Gambar 2. Proses penghalusan dan pemotongan sesuai dengan ukuran. JAUS. Volume 3 No. Desember 2025 Indriani et al. Gambar 3. Proses pemotongan kayu sesuai dengan orderan. Gambar 4. Kayu siap eksport. KESIMPULAN Pengabdian kepada masyarakat terlaksana dengan baik dan dapat disimpulkan sebagai berikut: CV. Wana Karya telah menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja namun masih kurang disiplin dalam pemakaian sepatu, pelindung suara dan masker kerja. JAUS. Volume 3 No. Desember 2025 E-ISSN 2988-6317 P-ISSN 2988-7704 JAUS: Jurnal Abdimas Untag Samarinda Volume 3. Nomor 2. Desember 2025. Hal. http://ejurnal. untag-smd. id/index. php/JAUS Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat memberikan masukan dan kesadaran kepada keryawan penting keselamatan dan kesehatan kerja kepada karyawan itu itu sendiri untuk mencegah kecelakaan dan diharap zero accident. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kami ucapkan kepada Bapak Ir. Azharin sebagai direktur CV. Wana Karya yang berada di Jalan Rapak Indah 3 Samarinda Kecamatan Karang Asam Hulu Kecamatan Sungai Kunjang Samarinda dan tim yang telah memberikan waktu dan tempat abdimas ini. DAFTAR PUSTAKA