GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TGK. CHIK DITIRO SIGLI Siti Dara Aulia1 Universitas Harapan Bangsa. Keperawatan Anastesiologi Program Sarjana Terapan Sitidaraaulia7@gmail. Murniati2 Universitas Harapan Bangsa. Keperawatan Anastesiologi Program Sarjana Terapan murniati@uhb. ABSTRAK Ansietas . merupakan kondisi emosional yang ditandai dengan kekhawatiran yang berlebihan terhadap berbagai peristiwa kehidupan sehari-hari. Kecemasan yang dirasakan sulit dikendalikan dan berhubungan dengan gejala somatik seperti ketegangan otot, iritabilitas, kesulitan tidur dan kegelisaha. Pre Operatif adalah masa yang dimulai ketika keputusan untuk menjalani operasi dibuat dan berakhir ketika pasien dipindahkan ke meja operasi, pada fase ini ada beberapa persiapan yang harus disiapkan oleh pasien sebelum dilakukan tindakan operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan pada pasien pre operasi Rumah Sakit Umum Daerah Tgk. Chik Ditiro Sigli. Metode penelitian ini bersifat deskriptif yaitu untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan pada pasien pre operasi di Rumah Sakit Umum Daerah Tgk. Chik Ditiro Sigli. Penelitian ini mengunakan desain atau rancangan cross sectional. Data diambil dengan melakukan pengukuran kuesioner Zung Self-Rating Anxiety. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari separuh responden dalam penelitian ini berada pada kategori dewasa akhir . ,2%), berjenis kelamin perempuan . ,2%), memiliki pendidikan tinggi . ,7%), tidak memiliki pengalaman dirawat sebelumnya . ,2%), hampir seluruh responden berada di tingkat sosial ekonomi yang rendah . ,4%), dan mayoritas kecemasan responden adalah tidak cemas . ,6%). Kesimpulannya Dari 83 responden sebanyak 97,6% responden tidak mengalami kecemasan . , dan hanya sebesar 2,4% saja yang mengalami kecemasan yaitu kecemasan ringan. Kata Kunci:Tingkat Kecemasan. Pasien. Pre Operasi ABSTRACT Anxiety is an emotional state characterized by excessive worry about various events of daily life. The anxiety felt is difficult to control and is associated with somatic symptoms such as muscle tension, irritability, difficulty sleeping, and restlessness. Pre Operative is the period that begins when the decision to undergo surgery is made and ends when the patient is transferred to the operating table,in this phase, some preparations must beprepared by the patient before the operation is performed. This study aims to determine the picture of anxiety levels in preoperative patients of the Regional General Hospital Tgk. Chik Ditiro Sigli. This research method is descriptive, namely, to determine the picture of anxiety levels in preoperative patients at the Regional General Hospital Tgk. Chik Ditiro Sigli. This study used a cross-sectional design or design. Data are taken by conducting Zung Self-Rating Anxiety questionnaire measurements. The results showed that more than half of the respondents in this study were in the late adult category . 2%), female . 2%), had higher education . 7%), had no previous treatment experience . 2%), almost all respondents are in a low socio-economic level . 4%), and the majority of respondentsAo anxiety is normal . 6%). In conclusion, of the 83 respondents, 97,6% of respondents did not experience anxiety . , and only 2. 4% experienced anxiety, namely light. ISSN 2502-1524 Page | 252 Journal of Nursing and Health (JNH) Volume 7 Nomor 3 Tahun 2022 Halaman :252-260 Keywords: Anxiety Level. Patient. Pre Operative PENDAHULUAN Latar Belakang Operasi merupakan suatu intervensi medis yang dilakukan pada jaringan tubuh manusia dengan menggunakan seperangkat manual dan teknik untuk mendiagnosis atau mengobati patologi . , bertujuan untuk memperbaiki fungsi tubuh atau mengangkat bagian tubuh yang tidak Menurut World Health Organization dalam Rahmayati . Tercatat di tahun 2011 terdapat 140 juta pasien di seluruh rumah sakit di dunia, sedangkan pada tahun 2012 data mengalami peningkatan sebesar 148 juta Tindakan operasi di Indonesia pada tahun 2012 mencapai 1,2 juta jiwa (Rahmayati et al. , 2. Pada dasarnya, operasi mempunyai tujuan untuk menyelamatkan nyawa, namun operasi juga terkadang dapat kecacatan bahkan kematian dan peluangnya akan meningkat jika tidak dilakukan dengan benar. Dampak dari dilakukannya pembedahan secara tidak aman menurut WHO . yaitu kematian setelah tindakan operasi adalah sekitar 0,5-5%. Komplikasi pada pasien yang sedang dirawat sekitar 25% (Seleky. , 2. Tindakan pembedahan merupakan salah satu bentuk upaya terapi dan upaya yang dapat mendatangkan ancaman terhadap tubuh dan jiwa seseorang. Tindakan pembedahan yang direncanakan dapat menimbulkan respon fisiologis maupun psikologi pada pasien, rentang respon akibat pembedahan tergantung pada individu, pengalaman masa lalu, pola koping dan keterbatasan (Romadoni. Tujuan utama penanganan pasien preoperatif adalah untuk menciptakan lingkungan dan kualitas hidup yang lebih ISSN 2502-1524 baik dari pasien sebelum, selama dan setelah operasi (Vellyana et al. , 2. Jadi Ansietas . merupakan kondisi emosional yang ditandai dengan kekhawatiran yang berlebihan terhadap berbagai peristiwa kehidupan sehari-hari. Kecemasan dikendalikan dan berhubungan dengan gejala somatik seperti ketegangan otot, iritabilitas, kesulitan tidur dan kegelisahan (Vellyana et al. , 2. Berdasarkan data yang diperoleh dari penelitian yang dilakukan dibeberapa negara, termasuk Indonesia. Austria melaporkan bahwa kecemasan pre operasi secara keseluruhan adalah 45,3% diantara pasien bedah yang dirawat. Di Indonesia, prevalensi gangguan kecemasan berkisar pada angka 6-7% dari populasi umum . erempuan lebih banyak dibandingkan laki-lak. Kecemasan merupakan pengalaman emosional yang berlangsung singkat dan merupakan respon yang wajar, pada saat individu menghadapi tekanan atau peristiwa yang mengancam kehidupannya baik itu ancaman internal atau eksternal (Faramida & Riza, 2. Menurut hasil penelitian yang dilakukan di Rumah sakit umum dr. Zainoel Abidin Banda Aceh mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan pada pasien fraktur tulang panjang ekstremitas inferior didapatkan hasil bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi pasien prabedah adalah pengetahuan pasien mengenai informasi prabedah, dalam penelitiannya 95% terdapat hubungan antara pengetahuan penderita prabedah fraktur dengan tingkat kecemasan yang dialaminya (Nuzira & Putra, 2. Berdasarkan survey awal dilakukan pada tanggal 04 Januari 2022 di RSUD Tgk. Chik Ditiro Sigli, kebanyakan pasien pre operasi mengalami kecemasan hal tersebut ditandai dengan gejala kecemasan Page | 253 Siti Dara Aulia : Gambaran Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre Operasi Di Rumah Sakit Umum Daerah Tgk. Chik Ditiro Sigli yang dialami pasien diantaranya: pasien mengalami napas cepat, perasaan tidak enak dan susah tidur, nadi dan tekanan darah naik, gelisah, berkeringat, sering berkemih dan buang air besar, ada beberapa pasien yang cemas menghadapi ruangan operasi dan peralatan operasi, cemas dan takut mati saat dibius, cemas bila operasi gagal, cemas masalah biaya yang Berdasarkan masalah yang dijelaskan, peneliti tertarik melakukan penelitian AuGambaran Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre Operasi di RSUD Tgk Chik Ditiro Sigli Ay. Tujuan Penelitian Tujuan umum Untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan pada pasien pre operasi Rumah Sakit Umum Daerah Tgk. Chik Ditiro Sigli. Tujuan khusus Untuk mengetahui gambaran karakteristik berdasarkan umur, jenis kelamin, pendidikan dan sosial ekonomi pada pasien pre operasi di Rumah Sakit Umum Daerah Tgk. Chik Ditiro Sigli. Untuk mengetahui gambaran pengalaman pada pasien pre operasi di Rumah Sakit Umum Daerah Tgk. Chik Ditiro Sigli. METODE PENELITIAN Jenis dan Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan penelitian yang bersifat deskriptif yaitu penelitian gambaran tingkat kecemasan pada pasien pre operasi di Rumah Sakit Umum Daerah Tgk. Chik Ditiro Sigli. Penelitian ini mengunakan desain atau rancangan cross sectional yaitu peneliti melakukan observasi atau pengukuran variabel pada satu saat saja, artinya tiap subjek hanya diobservasi satu kali dan pengukuran variabel subjek dilakukan pada saat pemeriksaan tersebut Notoatmodjo dalam Imas Masturoh. Nauri Anggita T . ISSN 2502-1524 Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Tgk. Chik Ditiro Sigli. Waktu penelitian Penelitian ini sedang dilakukan dari tanggal 02 Januari 2022 s/d Waktu Pengambilan Data Penelitian ini pengambilan data pada tanggal 21 Juli 2022 s/d 05 Agustus 2022 Populasi dan Sampel Populasi adalah keseluruhan objek penelitian (Notoadmojo, 2. Adapun perkiraan populasi yang digunakan dalam penelitian ini dilihat dari jumlah pasien yang telah menjalankan operasi sebanyak 473 pasien. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 83 pasien dengan Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan secara Stratified Random Sampling. Jenis dan Teknik Pengumpulan Data Data Primer Data yang didapat langsung oleh peneliti di lokasi penelitian dengan cara membagikan kuesioner kepada responden untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan pada Pasien Pre Operasi di Rumah Sakit Umum Daerah Tgk. Chik Ditiro Sigli. Data sekunder Data sekunder diperoleh dari Rumah Sakit Umum Daerah Tgk. Chik Ditiro Sigli terdiri dari jumlah pasien yang menjalankan operasi terjadwal dengan kisaran usia dewasa dari bulan Juli sampai dengan Agustus 2022, serta jenis kelamin pasien. Tehnik Pengambilan data Tempat pengambilan data dilakukan di ruang Instalasi Bedah Sentral atau tempat serah terima sebelum pasien masuk ruang Page | 254 Journal of Nursing and Health (JNH) Volume 7 Nomor 3 Tahun 2022 Halaman :252-260 Analisis Data Analisis univariat adalah analisa yang digunakan dengan menjabarkan secara distribusi frekuensi sesuai dengan penelitian deskriptif untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan pre operasi di Rumah Sakit Umum Daerah Tgk. Chik Ditiro Sigli dengan hasil didapatkan dari HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan pada tanggal 21 Juli 2022s/d 05 Agustus 2022 pada 83 pasien dengan aspek yang diteliti adalah gambaran tingkat kecemasan pada pasien pre operasi di Rumah Sakit Umum Daerah Tgk. Chik Ditiro Sigli. Karakteristik Responden Tabel 1 Distribusi Karakteristik Responden Berdasarkan Umur. Jenis Kelamin. Pendidikan. Pengalaman Dan Sosial Ekonomipada Pasien Pre Operasi Di Rumah Sakit Umum Daerah Tgk. Chik Ditiro Sigli (N=. No Umur Frekuensi 1 Dewasa Akhir 2 Dewasa Awal Total No Jenis Kelamin Frekuensi 1 Laki-laki 2 Perempuan Total Frekuensi No Pendidikan 1 Dasar 2 Menengah 3 Tinggi Total No Pengalaman Frekuensi 1 Tidak 2 Ya Total ISSN 2502-1524 No Sosial Ekonomi Frekuensi 1 Rendah 2 Tinggi Total Sumber : Data Primer diolah tahun 2022 Berdasarkan hasil penelitian didapatkan distribusi gambaran tingkat kecemasan berdasarkan umur pada pasien pre operasi di Rumah Sakit Umum Daerah Tgk. Chik Ditiro Sigli sebanyak 54. 2% yang pada kategori dewasa akhir dengan jumlah perempuan lebih banyak yaitu berjumlah Pendidikan terakhir responden paling banyak yang menengah (SMA dan sederaja. 2ngan jumlah responden yang tidak berpengalaman lebih banyak yaitu 60. 2%, sedangkan responden yang sosial ekonomi yang rendah lebih banyak yaitu 90. Tingkat Kecemasan Responden Tabel 2 Distribusi Gambaran Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre Operasi di Rumah Sakit Umum Tgk. Chik Ditiro Sigli . Tingkat Frekuensi Kecemasan Berat Sedang Ringan Normal Total Sumber : Data Primer diolah tahun 2022 Berdasarkan hasil penelitian didapatkan distribusi gambaran tingkat kecemasan pada pasien pre operasi di RSUD Tgk. Chik Ditiro Sigli yang mayoritas responden . ,6%) dalam kategori normal . idak 2,4% kecemasan ringan, dan tidak ada responden yang memiliki kecemasan sedang Pembahasan Karakteristik Responden Umur Page | 255 Siti Dara Aulia : Gambaran Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre Operasi Di Rumah Sakit Umum Daerah Tgk. Chik Ditiro Sigli Berdasarkan didapatkan distribusi gambaran tingkat kecemasan berdasarkan umur pada pasien pre operasi di Rumah Sakit Umum Daerah Tgk. Chik Ditiro Sigli sebanyak 54. pada kategori dewasa akhir sedangkan pada kategori dewasa awal sebanyak 45. Dalam penelitian ini umur terbanyak pada kategori dewasa akhir, hal ini dikarenakan pasien yang melakukan pre operasi lebih banyak yang berumur dewasa akhir dibandingkan dengan dewasa awal. Umur pertumbuhan dan perkembangan seorang Proses berpikir pada individu yang berumur dewasa lebih matang sehingga lebih memungkinkan untuk menggunakan mekanisme koping yang lebih baik, menurut Abidin . pasien dewasa kebanyakan memiliki kecemasan ringan, hal ini sesuai dengan Vellyana et al. dimana didapatkan usia matur yaitu usia dewasa tingkat kecemasannya lebih Peneliti berpendapat bahwa semakin dewasanya seseorang maka akan semakin lebih baik dalam menangani masalah kecemasan dibandingkan dengan seseorang yang lebih muda. Hal ini terbukti dengan hasil penelitian yang didapatkan bahwa distribusi gambaran tingkat kecemasan berdasarkan umur pada pasien pre operasi di Rumah Sakit Umum Daerah Tgk. Chik 2% pada kategori dewasa Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Sugiartha et al. , . yang menyatakan bahwa responden dengan kelompok usia dewasa akhir lebih banyak mengalami kecemasan ringan dan sedang yaitu sebanyak 45. Semakin muda umur seseorang dalam menghadapi masalah maka akan mempengaruhi konsep Umur yang jauh lebih tua, akan cenderung memiliki pengalaman yang lebih dalam menghadapi masalah kecemasan. Umumnya umur yang lebih tua akan lebih baik dalam menangani masalah kecemasan, mekanisme koping yang baik akan ISSN 2502-1524 kecemasan (Sugiartha et al. , 2. Jenis Kelamin Berdasarkan didapatkan distribusi gambaran tingkat kecemasan berdasarkan jenis kelamin pada pasien pre operasi di Rumah Sakit Umum Daerah Tgk. Chik Ditiro Sigli sebanyak 8% pada kategori laki-laki sedangkan yang berjenis kelamin perempuan sebanyak Dalam penelitian ini jenis kelamin terbanyak pada kategori perempuan, hal ini dikarenakan pasien yang melakukan pre operasi lebih banyak berjenis kelamin perempuan dibandingkan dengan yang berjenis kelamin laki-laki dengan tingkat kecemasannya normal. Normal pada penelitian ini di tandai dengan tidak adanya ciri-ciri yang memperlihatkan seseorang menderita cemas seperti tidak bisa tidur nyenyak, sering buang air kecil dan ketakutan tanpa alasan yang jelas. Dari hasil penelitian ini peneliti berasumsi bahwa perempuan lebih normal tingkat kecemasannya dalam menghadapi operasi dibandingkan dengan yang berjenis kelamin laki-laki, hal tersebut dikarenakan perempuan lebih bisa mengontrol dan menjaga kondisi tubuhnya agar tetap tenang saat pre operasi. menjaga kondisi perasa atau lebih sensitive terhadap perasaannya. Penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Havivah, . menyatakan bahwa kecemasan sering terjadi pada perempuan yang berhubungan dengan operasi dibandingkan dengan laki-laki dikarenakan perempuan mudah menunjukkan kecemasan dari pada laki-laki. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Erawan et , . yang mana menunjukkan tingkat kecemasan pada kategori tidak cemas dan ringan lebih banyak pada laki-laki dibandingkan dengan perempuan yang mana tingkat kecemasannya lebih banyak pada kategori sedang dan berat. Pendidikan Pendidikan berarti bimbingan yang Page | 256 Journal of Nursing and Health (JNH) Volume 7 Nomor 3 Tahun 2022 Halaman :252-260 perkembangan orang lain menuju kearah cita-cita yang menentukan manusia untuk berbuat dan mengisi kehidupan dengan mencapai keselamatan dan kebahagiaan. Pendidikan diperlukan untuk mendapatkan hal-hal menunjang kesehatan, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup. Berdasarkan didapatkan distribusi gambaran tingkat kecemasan berdasarkan pendidikan pada pasien pre operasi di RSUD Tgk. Chik Ditiro Sigli sebanyak 27. 7% pada kategori dasar, 48. 2% pada kategori menengah, 1% pada kategori tinggi. Dari hasil penelitian ini peneliti berasumsi mempengaruhi seseorang dalam berfikir. Semakin tinggi pendidikan seseorang maka semakin rendah pula tingkat kecemasan, dengan adanya seseorang lebih paham dan tau bagaimana cara mengontrol dirinya dan keadaan Tingkat pendidikan seseorang bisa mekanisme berfikir. Tingkat pendidikan yang tinggi akan lebih mudah dalam memahami tekanan dalam diri sendiri maupun dari luar. Status pendidikan seseorang sangat berpengaruh terhadap tingkat kecemasan, semakin tinggi pendidikan seseorang semakin tinggi pula kesadaran dalam memahami rangsangan (Bachri et al. , 2. Pengalaman Pengalaman masa lalu yang positif maupun negatif dapat mempengaruhi perkembangan keterampilan menggunakan Pengalaman masa lalu individu dalam menghadapi kecemasan dapat mempengaruhi individu ketika menghadapi stressor yang sama karena individu memiliki kemampuan beradaptasi atau mekanisme koping yang lebih baik, sehingga tingkat kecemasan pun akan berbeda dan dapat menunjukkan tingkat kecemasan yang lebih ringan (Sentana. ISSN 2502-1524 Berdasarkan didapatkan distribusi gambaran tingkat kecemasan berdasarkan pengalaman pada pasien pre operasi di RSUD Tgk. Chik Ditiro Sigli sebanyak 60. 2% pada kategori tidak sedangkan 39. 8% yang pada kategori Dari hasil penelitian yang dilakukan secara wawancara dengan menggunakan kuesioner pada pasien pre operasi di RSUD Tgk. Chik Ditiro Sigli didapatkan sebesar 2% dalam kategori tidak, yang artinya pengalaman seseorang tidaklah menjadi suatu alasan seseorang mengalami kecemasan pada saat pre operasi. Seseorang yang belum pernah melakukan operasi pun bisa menunjukkan tingkat kecemasan yang normal karena seseorang memiliki kemampuan dalam beradaptasi dengan keadaan disekitarnya. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Sugiartha et al . dengan judul gambaran kecemasan pada pasien pra operasi di RSUD Buleleng dimana pasien yang tidak berpengalaman berpengalaman, pasien yang tidak berpengalaman sebesar 62. 2% sedangkan yang berpengalaman sebesar 37. Penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Kuraesin . menyatakan responden yang memiliki pengalaman sebelumnya berisiko mengalami kecemasan ringan. Sosial Ekonomi Sosial ekonomi atau Pendapatan merupakan faktor yang paling menentukan kuantitas maupun kualitas kesehatan sehingga ada hubungan antara pendapatan dengan keadaan kesehatan seseorang. Sosial ekonomi akan mempengaruhi pola kebiasaan dalam menjaga kesehatan dan penanganan selanjutnya berperan dalam berdasarkan kemampuan ekonomi atau pendapatan pada suatu keluarga. Bagi mereka yang sosial ekonomi rendah hanya mampu memenuhi kebutuhan kesehatan apa adanya, apabila tingkat pendapatan baik, maka pemanfaatan kesehatan mereka akan lebih baik (Stuart dan Sundeen, 2. Page | 257 Siti Dara Aulia : Gambaran Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre Operasi Di Rumah Sakit Umum Daerah Tgk. Chik Ditiro Sigli Berdasarkan didapatkan distribusi gambaran tingkat kecemasan berdasarkan sosial ekonomi pada pasien pre operasi di RSUD Tgk. Chik Ditiro Sigli sebanyak 90. 4% pada kategori rendah sedangkan 9. 6% yang sosial ekonomi pada kategori tinggi. Dari hasil penelitian yang dilakukan secara wawancara dengan menggunakan kuesioner pada pasien pre operasi di RSUD Tgk. Chik Ditiro Sigli didapatkan sebesar 4% sosial ekonomi dalam kategori rendah, yang artinya sosial ekonomi rendah tidak mempengaruhi tingkat kecemasan pasien hal ini terbukti dengan sosial ekonomi rendah tidak ada satupun responden yang mengalami tingkat kecemasan sedang dan berat. Penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Winda et al, . dimana biaya memiliki peran yang sangat penting karena pasien akan merasa cemas terhadap biaya yang dikeluarkannya. Tingkat Kecemasan Responden terbukti lebih banyak pasien yang tingkat dengan ringan, sedang dan berat. Tingkat kecemasan yang normal terjadi karena pasien bisa mengontrol kondisi fisiknya atau beradaptasi dengan lingkungan sehingga pasien biasa saja pada saat akan dilakukannya operasi. Adapun kondisi pasien pre operasi tersebut tidak pernah memperlihatkan ciri ciri kecemasan seperti kegelisahan yang dirasakan dari biasanya, ketakutan tanpa alasan yang jelas, sulit tidur maupun mimpi buruk melainkan pasien terlihat seperti biasa saja. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Sitinjak et al . dengan judul gambaran tingkat kecemasan pasien pre operasi pembedahan ortopedi di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah didapatkan bahwa gambaran tingkat kecemasan pasien penelitian tersebut secara keseluruhan adalah rendah. Sebanyak 5% pasien tidak merasakan kecemasan. Kecemasan adalah emosi, perasaan yang timbul sebagai respon awal terhadap stress psikis dan ancaman terhadap nilainilai yang berarti bagi individu. Kecemasan sering digambarkan sebagai perasaan yang tidak pasti, ragu-ragu, tidak berdaya, gelisah, kekhawatiran, tidak tentram yang sering disertai keluhan fisik (Azizah dkk. Berdasarkan didapatkan distribusi gambaran tingkat kecemasan pada pasien pre operasi di RSUD Tgk. Chik Ditiro Sigli yang mayoritas responden . ,6%) memiliki tingkat kecemasan dalam kategori normal, sebanyak 2,4% memiliki kecemasan ringan, dan tidak ada responden yang memiliki kecemasan sedang dan berat. Dari hasil penelitian yang dilakukan secara wawancara dengan menggunakan kuesioner pada pasien pre operasi di RSUD Tgk. Chik Ditiro Sigli didapatkan sebesar 6% tingkat kecemasan dalam kategori normal, yang artinya operasi tidak mempengaruhi kecemasan pasien. Hal ini SIMPULAN ISSN 2502-1524 Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan sebagai berikut: Lebih dari separuh responden dalam penelitian ini berada pada kategori dewasa akhir . ,2%), berjenis kelamin . ,2%), pendidikan menengah . 2%), tidak sebelumnya . ,2%), dan hampir seluruh responden berada di tingkat sosial ekonomi yang rendah . ,4%). Mayoritas responden berada pada kategori tidak cemas (Norma. 97,6%. SARAN Bagi Pihak Rumah Sakit Diharapkan kepada rumah sakit agar profesionalitasnya khususnya terhadap pasien preoperasi dalam mengkaji kecemasan pasien preoperasi dan tetap Page | 258 Journal of Nursing and Health (JNH) Volume 7 Nomor 3 Tahun 2022 Halaman :252-260 memberikan informasi dan penjelasan tentang operasi yang akan dijalani oleh Bagi Perawat Di harapkan kepada perawat rumah sakit agar lebih di tingkatkan tanggung kecemasan pre operasi. Bagi Pasien Agar dapat mengikuti instruksi dari perawat rumah sakit dalam menangani tingkat kecemasan pre operasi. Bagi Peneliti Selanjutnya Untuk peneliti selanjutnya yang berkaitan dengan kecemasan pada pasien mengidentifikasi tingkat kecemasan pasien pre operasi dan hubungannya dengan faktor-faktor kecemasan pasien pre operasi. DAFTAR PUSTAKA