P a g e | 166 Jurnal Info Kesehatan Vo 15. No. Juni 2017, pp. P-ISSN 0216-504X. E-ISSN 2620-536X Journal homepage: http://jurnal. id/index. php/infokes The Development Of Family Parenting Model In Efforts Increases The Intelligence Of Emotion And Children's Control In Karangasem District And Denpasar City Pengembangan Model Pengasuhan Keluarga Dalam Upaya Meningkatkan Kecerdasan Emosi Dan Kemandirian Anak-Remaja Di Kabupaten Karangasem Dan Kota Denpasar Ni Luh Putu Yunianti Suntari Cakera, 1bI Ketut Labir Poltekkes Kemenkes Denpasar Email: yuni. suntari@yahoo. Email: labirketut@yahoo. HIGHLIGTS A This study aims to "Develop a Family Care Model that can support the improvement of emotional intelligence and independence of children in Karangasem and Denpasar. " With the expected practical benefits, families can apply appropriate parenting models for teenagers to cultivate emotional intelligence and independence teen. And the practical benefits, to be the development of the concept of the appropriate parenting model for teenagers to cultivate emotional intelligence and independence of ARTICLE INFO: Artikel Histori: Received date: February 12th, 2016 Revised date: February 14th, 2017 Accepted date: June 22th, 2017 Keywords: Family Emotional Intelligence Autonomy ABSTARCT/ABSTRAK At the present time, it is found that there are fundamental changes in almost all families. Many reported cases found discriminating women and children. In discussing children, there are many violations to the safeguard of children. And it happened in their families. Problems occur due to many factors, among others, the increasing role of older people in society, ignorance of the family in performing care for children in the current circumstances. Parents need guidance and direction in helping their children to grow and develop. This study aims to find a simple guide to help parents exercising their role optimally in order to protect children and help them to grow in intelligence and independence. A provision needed by children to face their future. Based on the above background, it can be formulated research problem which is "Do the Family Care is an effort to develop intelligence and independence of children-adolescents in Karangasem Regency and Denpasar City. " The purpose of this study is to obtain a simple guidance to family care models in an effort to develop intelligence and independence of children-adolescents in Karangasem Regency and Denpasar City. The research design was quasi-experiment, with pre-post test design. It was done by Paired test and independent ttest. The obtained results with a Paired test, treatment group at STT Dharma Yowana, of Denpasar, it was found that there are significant differences in the variables of emotional intelligence . = 0. and independence . = 0. The treatment group at STT Dharma Bhakti, of Karangasem, showed that no significant difference in emotional intelligence variables . = 0. and independence . = 0. The t- P a g e | 167 test on independent variables differentiates the treatment groups in both places. After assisting the family, it did not show significant differences in emotional intelligence . = 0. It is also on the independent variable, with p = 0. 113, showed that no significant These results show that emotional intelligence and independence of teenagers are more affected by family or parental care, compared to the neighborhood. The expected benefits families can apply the model of appropriate care for children, adolescents to cultivate intelligence and independence children-teenage. Results of research can be a concept of development materials of appropriate care model for children-adolescents to cultivate intelligence and independence of children-adolescents. Kata Kunci: Keluarga Kecerdasan emosional Otonomi Pada saat ini, ditemukan bahwa ada perubahan mendasar di hampir semua keluarga. Banyak kasus yang dilaporkan menemukan wanita dan anak-anak yang diskriminatif. Dalam membahas tentang anak-anak, ada banyak pelanggaran terhadap perlindungan anak-anak. Dan itu terjadi di keluarga mereka. Masalah terjadi karena banyak faktor, antara lain, meningkatnya peran orang tua dalam masyarakat, ketidaktahuan keluarga dalam melakukan perawatan untuk anak dalam keadaan saat Orang tua membutuhkan bimbingan dan arahan dalam membantu anak-anak mereka tumbuh dan berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan panduan sederhana untuk membantu orang tua menjalankan peran mereka secara optimal untuk melindungi anak-anak dan membantu mereka tumbuh dalam kecerdasan dan kemandirian. Suatu ketentuan yang dibutuhkan oleh anak-anak untuk menghadapi masa depan mereka. Berdasarkan latar belakang di atas, dapat dirumuskan masalah penelitian yaitu "Do the Family Care adalah upaya untuk mengembangkan kecerdasan dan kemandirian anak-anak remaja di Kabupaten Karangasem dan Kota Denpasar. " Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan panduan sederhana untuk model perawatan keluarga dalam upaya mengembangkan kecerdasan dan kemandirian anak-anak remaja di Kabupaten Karangasem dan Kota Denpasar. Desain penelitian adalah quasi experiment, dengan desain pre post test. Itu dilakukan dengan uji Paired, dan t-test independen. Hasil yang diperoleh dengan uji Paired, kelompok perlakuan di STT Dharma Yowana. Denpasar, ditemukan bahwa ada perbedaan yang signifikan dalam variabel kecerdasan emosi . = 0,. dan independensi . = 0,. Kelompok perlakuan di STT Dharma Bhakti, dari Karangasem, menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam variabel kecerdasan emosi . = 0,. dan independensi . = 0,. T-test pada variabel independen membedakan kelompok perlakuan di kedua Setelah membantu keluarga, itu tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam kecerdasan emosi . = 0,. Ini juga pada variabel independen, dengan p = 0,113, menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan. Hasil ini menunjukkan bahwa kecerdasan emosional dan kemandirian remaja lebih dipengaruhi oleh keluarga atau pengasuhan orang tua, dibandingkan dengan lingkungan. Keluarga manfaat yang diharapkan dapat menerapkan model pengasuhan yang tepat untuk anak-anak, remaja untuk membina kecerdasan dan P a g e | 168 kemandirian anak-anak remaja. Hasil penelitian dapat berupa konsep pengembangan bahan model perawatan yang tepat bagi anak-anak remaja untuk menumbuhkan kecerdasan dan kemandirian anak-anak CopyrightA2017 Jurnal Info Kesehatan All rights reserved Corresponding Author: Ni Luh Putu Yunianti Suntari Cakera Dosen Keperawatan. Poltekkes Kemenkes Denpasar Jalan Sanitasi No. 1 Sidakarya. Denpasar - Bali Email: yuni. suntari@yahoo. P a g e | 169 PENDAHULUAN Pola menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi, anak, atau menurunkan angka kematian bergeser sebagai dampak media sosial, sangat mempengaruhi pola hubungan keluarga dengan keberlanjutannya dan bagaimana selanjutnya? anak-anak mereka, terutama remaja. Pola Setelah hubungan ini berdampak pada perilaku yang ditunjukkan remaja, seperti membolos, tidak bertumbuhnya perlu bimbingan orang tua peduli pada lingkungan, pergaulan bebas, yang dalam pembentukan kematangan secara emosi mengarah tidak cerdasnya remaja secara emosi. Bahkan kemiskinanpun sekarang merambah Bertumbuh Anak-anak Berdasarkan hal di atas, penelitian ini daerah perkotaan, karena masyarakat miskin AuMengembangkan desa berbondong-bondong bermigrasi ke kota Model tanpa bekal pendidikan dan ketrampilan yang Pengasuhan Keluarga yang dapat mendukung Mereka tidak mampu bersaing, akhirnya malah menimbulkan persoalan baru. anak-remaja Kabupaten Karangasem dan Kota Denpasar. Ay Dengan pinggiran, ditemukan pekerja anak tidak manfaat praktis yang diharapkan, keluarga terdata, atau remaja yang mengisi waktu luang dapat menerapkan model pengasuhan yang dengan kegiatan tidak bertujuan, seperti tepat bagi anak-remaja untuk menumbuhkan nongkrong di jalan, dan menghabiskan seluruh kecerdasan emosi dan kemandirian anak- waktunya dengan bermain game on line atau Dan manfaat praktis, menjadi bahan Kebut-kebutan di jalan. Nilai pengembangan konsep model pengasuhan yang pendidikan dan etika sama sekali tidak mereka tepat bagi anak-remaja untuk menumbuhkan dapatkan dari orang tua apalagi dari sekolah. kecerdasan emosi dan kemandirian anak- Hanya debu jalanan yang akrab dengan keseharian mereka. Kesehatan menjadi hal Menurut Salovey dan Meyer (Goleman, yang mahal untuk mereka. Orangtua dengan 2. kecerdasan emosi (EQ) adalah himpunan kepasrahannya mengatakan mungkin sudah bagian dari kecerdasan sosial yang melibatkan jamannya anak-anak sulit diatur, dan mereka kemampuan pada orang lain, memilah-milah menerima situasi ini. semuanya dan menggunakan informasi ini Jika kita melihat MDGAos dan upaya pengentasan kemiskinan, serta terjangkaunya untuk membimbing pikiran dan tindakan. Jadi berubah-ubah P a g e | 170 dipengaruhi oleh lingkungan. Bar-On memberi tentang EQ sebagai berikut: EQ merupakan (Goleman, serangkaian kemampuan pribadi emosi dan waspada terhadap suasana hati maupun pikiran tentang suasana hati, apabila kurang waspada seseorang untuk berhasil dalam mengatasi maka idividu menjadi mudah larut dalam aliran tuntutan dan tekanan lingkungan. emosi dan dikuasai oleh emosi. Menurut Meyer Menurut Gardner, (Goleman, 2. kecerdasan pribadi terdiri dari kecerdasan antar Mengelola emosi Mengelola Kecerdasan antar pribadi adalah kemampuan untuk memahami orang lain, apa yang perasaan agar dapat terungkap dengan tepat memotivasi mereka, bagaimana mereka bekerja atau selaras, sehingga tercapai keseimbangan dalam diri individu, kesejahteraan emosi yang Emosi meningkat dan berlangsung bahu-membahu Sedangkan terarah ke dalam diri, yang dapat membentuk suatu model diri sendiri yang teliti dan mengacu Kemampuan ini mencakup kemampuan untuk pada diri serta kemampuan untuk menggunakan menghibur diri sendiri, melepaskan kecemasan, model tadi sebagai alat untuk menempuh kemurungan atau ketersinggungan dan akibat kehidupan secara efektif. yang ditimbulkannya serta kemampuan untuk Uraian Gardner tentang kecerdasan pribadi, diperluas menjadi 5 kemampuan utama, sebagai berikut: pribadi adalah kemampuan korelatif, tetapi Dimensi kecerdasan emosi (Goleman, bangkit dari perasaan-perasaan yang menekan. Memotivasi diri sendiri Prestasi motivasi dalam diri sendiri, yang berarti memiliki ketekukan untuk menahan diri Mengenali emosi diri Adalah merupakan suatu kemampuan dorongan hati, serta mempunyai perasaan untuk mengenali perasaan saat perasaan itu motivasi yang positif yaitu antusiasnisme, muncul pada diri sendiri. Kemampuan ini gairah, optimis, dan keyakinan diri individu merupakan dasar dari kecerdasan emosi dan mempunyai kemampuan untuk bertahan dalam para psikolog menyebutkan kesadaran diri mencapai tujuannya, mempunyai kepercayaan sebagai metamood, yakni kesadaran seseorang yang tinggi dan selalu berpikir optimis sehingga P a g e | 171 membuat dirinya fleksibel dalam menghadapi Membina hubungan situasi dan dapat bekerja secara efektif. Kemampuan dalam membina hubungan merupakan suatu ketrampilan dan keberhasilan Mengenali emosi orang lain (Empat. Kemampuan antar pribadi. Dasar dalam Mengingat aspek-aspek mengenali orang lain / peduli, menunjukkan empati seseorang (Goleman, 2. Makin tinggi empati seseorang makin mampu untuk kemampuan yang dibutuhkan oleh individu sinyal-sinyal tersembunyi yang mengisyaratkan apa saja dapatlah dipahami apabila individu mempunyai yang dibutuhkan orang lain sehingga dia lebih EQ yang tinggi akan dapat mengatasi berbagai mampu menerima sudut pandang orang lain, masalah dan mencapai tujuan. Sehingga dia peka terhadap perasaan orang lain dan lebih dikatan berhasil dalam hidupnya, termasuk mampu untuk mendengarkan orang lain. dapat memberi kepuasan terhadap orang lain. Rosenthal Orang-orang menunjukkan bahwa orang-orang yang mampu keterampilan membina hubungan ini akan membaca perasaan dan isyarat non-verbal lebih sukses dalam bidang apapun. Orang berhasil mampu menyesuiakan diri secara emosional, dalam pergaulan karena mampu berkomunikasi lebih populer, lebih mudah beraul, dan lebih dengan lancar pada orang lain. Orang-orang ini peka (Goleman, 2. Nowicki, ahli psikologi populer dalam lingkungannya dan menjadi menjelaskan bahwa anak-anak yang tidak mampu membaca atau mengungkapkan emosi dengan baik akan terus menerus merasa frustasi Ramah tamah, baik hati, hormat dan (Goleman, 2. Seseorang yang mampu disukai orang lain dapat dijadikan petunjuk membaca emosi orang lain juga memiliki positif bagaimana siswa mampu membina kesadaran diri yang tinggi. Semakin mampu hubungan dengan orang lain. Sejauhmana kepribadian siswa berkembang dilihat dari mengenal dan mengakui emosinya sendiri, maka orang tersebut mempunyai kemampuan untuk membaca perasaan orang lain. Mengingat (Goleman, aspek-aspek emosional mencakup berbagai kemampuan kehidupan pribadi dan hubungan sosialnya. P a g e | 172 mempunyai kecerdasan emosional yang tinggi rasa/afeksi, yang dirangsang karena adanya akan dapat mengatasi berbagai masalah dan Motivasi bertalian dengan suatu tujuan, mencapai tujuan sehingga ia dikatakan berhasil dengan demikian motivasi itu mempengaruhi adanya kegiatan. Sardiman . , menyatakan belajarnya (Mansoer, 2. fungsi motivasi: . sebagai motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan Konsep Kemandirian. Kemandirian dikerjakan, . memberikan arah, dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan . kebutuhannya masing-masing. Kemandirian menentukan perbuatan-perbuatan apa yang didasari dengan tumbuhnya motivasi pada diri harus dikerjakan guna mencapai tujuan, dengan Motivasi adalah suatu kondisi dalam menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut. mengaktifkan perilaku menjadi suatu tindakan Definisi Berdasarkan uraian beberapa pendapat di Westerman . bahwa motivasi adalah atas, motivasi dalam penelitian ini secara serangkaian proses yang memberi semangat konseptual dapat dirumuskan sebagai wujud bagi perilaku seseorang dan mengarahkannya yang diamati dari dorongan internal diri yang kepada pencapaian beberapa tujuan, atau secara timbul karena adanya kebutuhan yang dapat memelihara perilaku yang dinamis yang berorientasi pada suatu tujuan. dilakukannya secara sukarela dan dengan baik. Motivasi Menurut Mc. Donald dalam Sardiman mendorong seseorang untuk melakukan suatu . motivasi adalah perubahan energi dalam tindakan atau tidak, pada hakekatnya ada secara diri seseorang yang ditandai dengan munculnya internal dan eksternal yang dapat positif atau AufeelingAy dan didahului dengan tanggapan negatif, dan untuk mengarahkannya tergantung terhadap adanya tujuan. Dari pengertian yang pula pada pembimbing ataupun manajer dikemukakannya, mengandung tiga elemen (Utama, 2. penting, yaitu: motivasi mengawali terjadinya Rangsangan motivasi bisa berasal dari dalam diri individu bisa juga berasal dari luar individu. Motivasi yang muncul karena rangsangan dari dalam diri P a g e | 173 individu disebut motivasi intrinsik, sedangkan Disiapkan buku panduan yang motivasi yang muncul karena rangsangan dari menuntun keluarga melaksanakan pengasuhan luar individu disebut motivasi ekstrinsik. Dalam memanfaatkan buku panduan ini. Konsep Pola Model Pengasuhan keluarga mendapat pendampingan dari tim Keluarga peneliti, agar pelaksanaan pengasuhan sesuai Menurut Elizabeth B. Hurlock, pola dengan tujuan penelitian ini. Isi buku ini adalah asuh orangtua adalah cara orangtua dalam panduan bagi orang tua dan anak/remaja. Buku mendidik anak. Sedangkan menurut Chabib ini bertajuk AuBuku Pintar KeluargaAy. Thoha, pola asuh orangtua berarti cara yang dilakukan orangtua dalam mendidik anaknya sebagai bentuk tanggung jawabnya kepada METODE Menurut Kohn, seperti dikutip Chabib Thoha, pola asuh orangtua adalah bagaimana cara mendidik orangtua terhadap anak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Menolong kehidupan mereka merupakan kewajiban setiap orangtua, akan tetapi tidak boleh berlebihlebihan dalam menolong anak sehingga anak tidak kehilangan kemampuan untuk berdiri sendiri nanti. Lebih lanjut dijelaskan bahwa ada orangtua yang suka mencampuri urusan anak sampai masalah yang kecil-kecil. Misalnya mengatur jadwal perbuatan anak, jam istirahat, cara membelanjakan uang, warna pakaian yang cocok, memilihkan teman untuk bermain, macam sekolah yang harus Anak yang dibesarkan dalam suasana semacam ini akan besar dengan sifat yang raguragu, lemah kepribadian dan tidak sanggup mengambil keputusan tentang apa saja. Model pengasuhan keluarga dalam penelitian ini mengedepankan komunikasi dan Hipotesis yang dirumuskan adalah Model Pengasuhan Keluarga sebagai bentuk pemberdayaan keluarga dapat meningkatkan kecerdasan emosi dan kemandirian anakremaja. Penelitian Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan menggunakan rancangan one group pre-test post test design. Penelitian awal dilaksanakan dengan peneliti melakukan anak-remaja, bagaimana yang mereka dapatkan, dan bagaimana pengasuhan yang mereka harapkan. Dari Model pengasuhan ini, diwujudkan dalam sebuah buku panduan sederhana, yang disebut AuBuku Pintar KeluargaAy. Tahap berikutnya, dilakukan intervensi menggunakan model AuBuku Pintar KeluargaAy Menggunakan Menggambarkan dan menganalisis P a g e | 174 pengaruh model pengasuhan orang tua terhadap dari keluarganya, dan mendekatkan mereka kecerdasan emosi dan kemandirian anak- pada budaya pluralism dengan arah yang bebas. remaja di Kab Karangasem dan Kota Denpasar. Keluarga adalah unit terkecil, yang membangun masyarakat. Di dalamnya terdiri HASIL DAN PEMBAHASAN atas beberapa orang yang terkumpul dan tinggal Penelitian diadakan di dua desa, di dua di suatu tempat, di bawah suatu atap dalam Kabupaten. Desa Pedungan Kota Denpasar, dan Desa Kabupaten memegang peranan penting dalam kehidupan Karangasem. Latar belakang pemilihan kedua Orang tualah yang dapat membantu desa ini adalah, memiliki kesamaan dalam para remaja dalam mengatur, mengontrol, menerima akses global, dimana remaja-remaja mengelola emosi, serta juga melatih dan sangat terbuka dengan pengaruh dari luar. mendukung mereka untuk mandiri. Peran aktif Secara geografis, ada perbedaan yang berarti orang tua sangat diutamakan. Karena di dalam antara kedua wilayah ini. Pedungan sebagai keluarga anak akan memperoleh pendidikan daerah perkotaan, dan Baturinggit sebagai dasar sebagai landasan pembentuk karakter gambaran daerah di perifer, yang agak jauh dari yang baiksebagia bekalnya menuju dunia hiruk pikuk fisik kota. dewasa, tempat bertumbuh dan berinteraksi Baturinggit. Kubu. Responden dari penelitian ini adalah Keluarga dengan lingkungan. remaja usia SMP Ae SMA, yang bergabung Informasi yang dikumpulkan dalam dalam Sekaa Teruna Teruni. Di masing-masing penelitian ini adalah kecerdasan emosi dan desa, peneliti menentukan 2 . STT, sebagai kemandirian remaja. Peranan keluarga dalam kelompok kontrol dan perlakuan. Di Desa berinteraksi dengan remaja, akan memberikan Pedungan diambil STT Dharma Yowana dan warna bagi kecerdasan emosi dan kemandirian STT Yuda Asmara. Dan dari Baturinggit Informasi Penelitian berupa hasil ditentukan STT Dharma Bakti dan Apti Dharmika. Kehidupan glamour pariwisata kemandirian remaja, yang didapat berdasarkan menjadi pemandangan baru yang menarik hati pengisian kuesioner oleh responden. Pada para remaja. Internet menjadi suatu kebutuhan bagi remaja. Pengaruh besar era global ini pembimbingan atau pendampingan keluarga, membuat remaja bergerak dalam kebebasan. dalam pengasuhan pada remaja. Berikut Apalagi ketika keluarga, orang tua, tidak peneliti tampilkan informasi dari penelitian ini. mampu mengikuti dengan cepat perubahan yang terjadi. Kondisi yang menjauhkan remaja P a g e | 175 Model Pengasuhan Keluarga menjadi pegangan keluarga untuk berinteraksi Sebuah model yang peneliti kemas, dengan anak-anak, khususnya remaja mereka. digunakan keluarga dalam mengasuh remaja Buku ini berisikan catatan-catatan pengingat. Pendampingan keluarga dilakukan akan hal-hal yang harus dipahami keluarga. secara berkala, untuk menyiapkan keluarga. Berisikan juga panduan yang harus dilakukan dan membantu mereka menemukan alternative keluarga, orang tua dan remaja, dalam penyelesaian konflik yang bisa muncul saat keseharian mereka berinteraksi. Catatan harian berinteraksi dengan remaja. Pesan-pesan untuk menjadi bagian penting dalam buku ini. keluarga dikemas dalam sebuah modul, yang Kecerdasan Emosi Kelompok Kontrol Berikut disajikan nilai rata-rata kecerdasan emosi pada kelompok control Tabel: Data Kecerdasan Emosi Kelompok Kontrol KEL KONTROL STT Yuda Asmara Denpasar STT Apti Darmika Karangasem KECERDASAN EMOSI KECERDASAN EMOSI PRE POST PRE POST Kelompok Perlakuan Tampilan data kecerdasan emosi pada kelompok perlakuan Tabel: Data Kecerdasan Emosi Kelompok Perlakuan KEL PERLAKUAN STT Dharma Yowana Denpasar STT Dharma Bakti Karangasem KECERDASAN EMOSI KECERDASAN EMOSI PRE POST PRE POST P a g e | 176 Kemandirian Kelompok Kontrol Data rata-rata skor kemandirian pada kelompok kontrol Tabel: Data Kemandirian Kelompok Kontrol KEL KONTROL STT Yuda Asmara. Dps STT Apti Darmika Krgsm KEMANDIRIAN KEMANDIRIAN PRE POST PRE POST Kelompok Perlakuan Informasi rerata data kemandirian pada kelompok perlakuan Tabel: Data Kemandirian Kelompok Perlakuan KEL PERLAKUAN STT Dharma Yowana Denpasar STT Dharma Bakti Karangasem KEMANDIRIAN KEMANDIRIAN PRE POST PRE POST Pada tahap berikutnya dilakukan uji normalitas data. Uji ini diperlukan untuk melihat kondisi data yang ada, menjelang dilakukan analisa perbedaan variable. Semua analisa pada penelitian ini menggunakan program IBM SPSS Statistic 23, dengan uji Kolmogorov Smirnov, (=0,. Hasil uji menunjukkan semua kelompok data berada pada rentang distribusi normal, dengan signifikansi lebih besar dari =0,05, interpretasi data dinyatakan memenuhi asumsi normalitas. Perbedaan Variabel Pada Masing-masing Kelompok Pengukuran variabel dilakukan pada semua kelompok, baik kelompok kontrol maupun perlakuan, di kedua tempat. Karangasem dan Denpasar. Analisa lebih lanjut adalah uji beda rata-rata dua kelompok populasi berpasangan, untuk menguji perbedaan rerata pada pre-post test design, dengan uji Paired Sample T-Test pada program SPSS, dengan =0,05. Berikut peneliti tampilkan ringkasan hasilnya. P a g e | 177 Tabel: Hasil Uji Beda Variabel Penelitian Pada Kelompok Kontrol, dengan=0,05 Pair 1 Pair 2 Pair 3 Pair 4 Denpasar kelompok kontrol Kecerdasan Emosi pre - post Denpasar kelompok kontrol Kemandirian pre Ae post Karangasem kelompok kontrol Kecerdasan Emosi pre - post Karangasem kelompok kontrol Kemandirian pre - post 0,604 0,764 0,000 0,001 Interpretasi data di atas, tidak ada perbedaan yang bermakna pada kelompok kontrol Denpasar, baik pada variabel kecerdasan emosi maupun kemandirian. Perbedaan hasil pengamatan, ditemukan pada kelompok kontrol Karangasem. Pada pengamatan variabel kecerdasan emosi, maupun kemandirian. Tabel: Hasil Uji Beda Variabel Penelitian Pada Kelompok Perlakuan pada =0,05 Pair 1 Denpasar kelompok perlakuan Kecerdasan Emosi pre Ae post 0,000 Pair 2 Denpasar kelompok perlakuan Kemandirian pre Ae post 0,000 Pair 3 Karangasem kelompok perlakuan Kecerdasan Emosi pre Ae post 0,010 Pair 4 Karangasem kelompok perlakuan Kemandirian preAe post 0,007 Interpretasi pada hasil pengamatan kelompok perlakuan, ditemukan adanya perbedaan yang signifikan variabel kecerdasan emosi, pada kelompok yang mendapat perlakuan di Kota Denpasar, sebelum dan sesudah dilakukan pendampingan keluarga dan pemanfaatan modul buku pintar keluarga. Dengan p value 0,000. <0,. Hasil pengamatan kelompok perlakuan, masih di Kota Denpasar, untuk variabel kemandirian ditemukan adanya perbedaan yang signifikan, sebelum dan sesudah dilakukan pendampingan keluarga dan pemanfaatan modul buku pintar keluarga. Dengan p value 0,000. <0,. Pengamatan kelompok perlakuan, di Kab Karangasem, ditemukan adanya perbedaan yang signifikan variabel kecerdasan emosi, pada kelompok yang mendapat perlakuan, sebelum dan sesudah dilakukan pendampingan keluarga dan pemanfaatan modul buku pintar keluarga. Dengan p value 0,010. <0,. Interpretasi pada hasil pengamatan variabel kemandirian pada kelompok perlakuan, masih di Kab Karangasem, ditemukan adanya perbedaan yang signifikan, sebelum dan sesudah dilakukan pendampingan keluarga dan pemanfaatan modul buku pintar keluarga. Dengan p value 0,007. <0,. Perbedaan Kecerdasan Emosi dan Kemandirian Kelompok Perlakuan di Denpasar (Pedunga. dan Karangasem (Baturinggi. Berikut disajikan Perbedaan rerata pada variabel kecerdasan emosi dan kemandirian, kelompok perlakuan di Denpasar dan di Karangasem. Pada analisa ini memanfaatkan program SPSS dengan analisa Independent Sample T-Test, pada =0,05. P a g e | 178 Tabel: Hasil Uji Beda Variabel (Post Model Pengasuha. Pada Kelompok Perlakuan di Denpasar - Karangasem Pair 1 Kecerdasan Emosi Kelompok Perlakuan Denpasar Ae Karangasem 0,706 Pair 2 Kemandirian Kelompok Perlakuan Denpasar Ae Karangasem 0,113 P a g e | 179 Penampilan data di atas menunjukkan menjadi contoh dalam keluarga. Contoh yang pada kita, bahwa tidak ada perbedaan yang baik akan menurunkan teladan yang baik pula bermakna pada variabel kecerdasan emosi dan kemandirian, pada kondisi daerah yang berbeda. kecerdasan emosi dan kemandiriannya. Desa Pedungan mewakili Denpasar, sebagai Hasil penelitian yang menyajikan bahwa daerah urban, dengan pengaruh global yang tidak ada perbedaan kondisi kecerdasan emosi dan kemandirian pada anak remaja, yang tinggal Desa Baturinggit Kab Karangasem, sebagai desa tradisional, dengan pengaruh wacana pariwisata serta pengaruh Karangasem. Kedua kelompok pengamatan ini global yang kuat. Pada penelitian ini, tidak diberikan perlakuan pendampingan keluarga, memberikan perbedaan kondisi kecerdasan dan pengisian media penelitian, catatan harian emosi dan kemandirian, pada saat setelah keduanya diberikan perlakuan. Model Pengasuhan Keluarga, ini pada Denpasar AuBuku Pintar KeluargaAy. Sedang intinya mengedepankan komunikasi dua arah, antara keluarga dan remaja mereka. Sesibuk Seperti kecerdasan emosi, sebelum dilakukan apapun orang tua dan remaja, seyoyganya tetap menjaga komunikasi antara mereka. Waktu menunjukkan hasil yang sungguh berbeda mesti disiapkan, bukan diluangkan, untuk dengan pengembilan informasi yang sama. bersosialisasi, mengobrol santai, bercanda, keluarga menjadi hal sangat penting, dalam pengalaman masing-masing, bahkan belajar menjamin pertumbuhan kecerdasan emosi dan agama budaya. Seperti mejejahitan pada kemandirian anak. Dimana pun anak berada, kebanyakan keluarga Hindu di Bali. Terpenting sebesar, semodern apapun tempat tinggalnya, menjadi sahabat remaja, sehingga remaja tidak walau kemewahan dimiliki, peran keluarga tidak akan pernah tergantikan. Ini unek-unek, permasalahannya, ataupun cerita cintanya pada orang tua. Pendampingan peneliti lakukan dalam penelitian ini, adalah Informasi dan panduan untuk orang tua, upaya untuk selalu mengingatkan keluarga, peneliti kemas dalam buku sederhana, bertajuk melakukan panduan-panduan dalam buku kecil AuBuku Pintar KeluargaAy. Menjadi semacam Ada beberapa masukan dari keluarga tuntunan bagi keluarga dan remaja, bagaimana tentang buku panduan ini, agar lebih mudah idealnya mereka saling berinteraksi. Orang tua dipahami keluarga atau orang tua, terutama P a g e | 180 ketika pendampingan tidak ada. Tentu menjadi menumbuhkembangkan kecerdasan emosi pada catatan perbaikan ke depan. anak-remaja. Kecerdasan emosi dicermati Menyadarkan kita bahwa kecerdasan kesadaran diri, berarti mengetahui apa yang kita emosi sangat penting bagi setiap individu, rasakan pada suatu saat dan menggunakanya dalam menunjang kesuksesan dan kebahagiaan untuk memandu pengambilan keputusan diri mereka, dalam pekerjaan, pergaulan, dan semua sendiri, memiliki tolak ukur yang realistis atas aspek kehidupan. Beberapa ciri pribadi yang kemampuan diri dan kepercayaan (Andriani. Lebih lanjut Ghajarzadeh. Owji, & ditumbuhkembangkan pada setiap individu. Sahraian Emotional sejak dini. Anak-anak, remaja perlu mendapat intelligence (EI) has been defined as the ability pengetahuan, bimbingan dan contoh, bagaimana to manage and elucidate the oneAos own and menjadi pribadi yang cerdas secara emosi. otherAos emotions and feelings to apply proper Penekanan upaya menunjukkan ciri cerdas information for verifying thoughts and actions. secara emosi ini dinyatakan dalam buku Kecerdasan panduan keluarga atau AuBuku Pintar KeluargaAy. seseorang untuk menerima, menilai, mengelola. Ciri pribadi yang cerdas secara emosi . serta mengontrol emosi dirinya dan orang lain di Bersikap positif. Fokus hanya pada hal-hal Dalam hal ini, emosi mengacu pada . Mereka yang berpikiran positif, akan berkumpul dengan orang-orang yang berpikiran Seseorang yang mampu mengelola, positif juga. Assertif, adalah sikap tegas . emosinya dengan tepat, ketika berhadapan menyinggung perasaan lawan bicara. dengan dirinya sendiri, orang di sekitarnya. Visioner, yang siap melupakan kegagalan di masa lalu. Mereka tahu cara membuat hidup memiliki kecerdasan emosi. Kecerdasan emosi lebih bahagia dan bermakna. Mereka tahu adalah potensi yang dimiliki seseorang untuk bagaimana mengeluarkan energy dengan lebih beradaptasi dengan sekitarnya. Terus belajar dan berkembang. HasilPenelitian menggambarkan adanya Kemandirian perbedaan bermakna pada variabel kecerdasan individu mengantarkan seorang anak memasuki usia remaja. Pada masa ini kebutuhan hidup pendampingan keluarga dan pemanfaatan buku lebih beragam dan lebih tinggi kuantitas pintar keluarga. Ini memberi makna pentingnya maupun kualitasnya. Remaja melalui tahun- tahun akhir pendidikan dasar dan menengahnya. P a g e | 181 sedang mempersiapkan diri menuju proses pendewasaan diri. Remaja berlatih menentukan pilihan yang akan diambil, secara berangsur. Ciri-ciri kemandirian pada remaja adalah: peran orang tua, keluarga akan berkurang. Percaya diri. Percaya pada kemampuan diri Mencapai kemandirian merupakan salah satu dalam menghadapi setiap persoalan, setiap tugas perkembangan pada masa remaja. kesempatan dalam hidupnya. Kepercayaan HasilPenelitian menggambarkan adanya merupakan dasar dari kemandirian. Mampu berinisiatif. Mampu bertindak atas pendampingan keluarga dan pemanfaatan buku keinginannya sendiri, tanpa harus selalu menunggu diperintah oleh orang lain. Tanpa keluargalah yang berperan amat penting, dalam harus selalu disuruh dan diingatkan oleh membangun kemandirian anak remaja. orang tua. Lebih Usaha mencapai kemandirian, remaja Mengatasi masalah yang dihadapi dengan sangat memerlukan dukungan, tuntunan dan kekuatan dan kemampuan yang dimiliki. pendampingan dari keluarga. Kemandirian Mampu mengerjakan tugas pribadi, berarti diperlukan remaja untuk menghadapi dan dapat mengerjakan tugas pribadi tanpa bantuan orang lain. Saat mereka menghadapi tantangan Mampu mempertahankan prinsip yang dan tugas perkembangan di masa berikutnya. Kemandirian yang diperlukan remaja adalah Mampu kemandirian yang aman, adalah kekuatan untuk dihadapkan pada berbagai pilihan, mampu kehidupan dan orang lain, sadar akan tanggung dengan kebutuhannya. jawab bersama, dan tumbuh rasa percaya pada Hemat, membelanjakan uang pribadinya Kekuatan ini dapat digunakan untuk hanya untuk membeli segala sesuatu yang membantu orang lain. Pendampingan secara menjadi kebutuhan. kontinyu yang dilakukan orang tua pada Mempunyai perencanaan karier di masa keluarga, diyakini dapat meredam hal-hal tidak depan, mempunyai pengetahuan tentang aman yang mungkin berkembang. masa depannya, dan mengetahui arah yang jelas profesi yang akan digelutinya. P a g e | 182 Bebas secara emosi dari orang tua, tidak tergantung secara emosi pada orang tua atau keadaan fisik, intelektual, kecerdasan sosial, orang dewasa lainnya. Memiliki kehendak atau tekad yang kuat, serta tidak mudah putus asa. Ketika semuanya berjalan dengan baik, anakanak akan cerdas secara emosi, dan mampu Ketika memutuskan sesuatu untuk dirinya sendiri, pribadi yang mandiri, akan merasa puas dengan keputusan yang diambilnya mandiri dalam berinteraksi di lingkungan Simpulan dan memanfaatkan waktu Tentulah bukan hal baru ketika kita untuk hal-hal yang berguna baik untuk diri memandang perlunya mengedepankan keluarga sendiri maupun orang lain. dalam upaya pembangunan generasi Indonesia Menghargai Memiliki hubungan baik dengan orang lain. yang lebih baik. Dalam program nusantara mencanangkan bahwa fokus terdepan dari Peranan Keluarga Dalam Membangun Kecerdasan Emosi dan Kemandirian. Tugas perkembangan keluarga yang memiliki remaja pada intinya menyiapkan remaja memasuki Menyeimbangkan kebebasan dengan tanggung jawab seiring dengan kematangan remaja dan semakin meningkatnya otonomi. Orang tua secara progresif harus mengubah hubungan mereka dengan anak remaja mereka. Yaitu dari menjadi hubungan memandirikan remaja. Kedudukan dan fungsi suatu keluarga dalam kehidupan manusia bersifat primer dan Pada masing anggota. Terutama anak-anak yang masih dalam pengawasan dan tanggung jawab orang tua. Keluarga membantu anak dalam program Indonesia Sehat adalah keluarga (Kemenkes RI, 2. Pendekatan keluarga diperlukan untuk meningkatkan jangkauan sasaran dan mendekatkan akses pelayanan kesehatan, dengan mendatangi keluarga. Keterbatasaan dalam penelitian ini ditemukan pada pemanfaatan buku panduan keluarga, saat pendampingan. Keluarga tidak penggunaan buku, jika pendamping keluarga tidak ada. Tentu hal ini akan menjadi tantangan ketika keluarga harus mengerjakannya secara Dalam buku panduan ini juga, akan lebih bermakna jika mencantumkan tip-tip atau saran-saran ringan untuk keluarga dan remaja, agar dapat dan mudah dilakukan sehari-hari, dalam hal meningkatkan kecerdasan emosi dan P a g e | 183 Daftar Pustaka