JURNAL RISET MAHASISWA AKUNTANSI (JRMA) Volume 13. No. Tahun 2025 https://doi. org/10. 21067/jrma. Pengaruh Laba Akuntansi. Arus Kas. Dan Return On Asset Terhadap Harga Saham (Studi Pada Perusahaan Industri Kesehatan yang Terdaftar di BEI Periode 2019Ae2. Nesia Indah Pertiwia1. Dwila Marestia2*. Syarifah Zuhra3 Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi. Indonesia maresti@gmail. *Dwila Maresti2 Received: 21 Oktober 2025. Revised: 28 Oktober 2025. Accepted: 30 Oktober 2025 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh laba akuntansi, arus kas, dan return on asset (ROA) terhadap harga saham perusahaan sektor industri kesehatan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019Ae2022. Sampel terdiri dari tiga belas . perusahaan yang memenuhi kriteria purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Secara parsial, laba akuntansi berpengaruh negatif signifikan terhadap harga saham, arus kas tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham, dan ROA berpengaruh positif signifikan terhadap harga saham. Kata Kunci - laba akuntansi. arus kas. return on asset. harga saham. industri kesehatan Abstract This study aims to analyze the effect of accounting profit, cash flow, and return on assets (ROA) on stock prices of companies in the health industry sector listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2019Ae 2022 period. The sample consists of 13 companies selected using purposive sampling criteria. The data analysis technique used is multiple linear regression with classical assumption tests. The results show that simultaneously, the three independent variables have a significant effect on stock prices. Partially, accounting profit has a significant negative effect on stock prices, cash flow has no significant effect, and ROA has a significant positive effect on stock prices. Keywords - accounting profit, cash flow, return on assets, stock price, health industry How to Cite : Maresti. Pertiwi. , & Zuhra. Pengaruh Laba Akuntansi. Arus Kas. Dan Return On Asset Terhadap Harga Saham (Studi Pada Perusahaan Industri Kesehatan yang Terdaftar di BEI Periode 2019Ae2. Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi, 13. , 230Ae241. https://doi. org/10. 21067/jrma. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 230 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Pertiwi. Maresti. Zuhra PENDAHULUAN Capital Market sangat berperan penting diperekonomian negara, termasuk Indonesia. Melalui pasar modal perusahaan dapat mengakses dana untuk ekspansi dan pengembangan (Trisia & Sumampouw, 2. Aktivitas dan volume transaksi yang meningkat di pasar modal menunjukkan bahwa bisnis berbagai perusahaan berjalan dengan baik dan perekonomian negara semakin Sebaliknya, penurunan aktivitas bisnis perusahaan atau inflasi dapat tercermin dari penurunan aktivitas di pasar modal (Siregar, 2. Di Indonesia, pasar modal telah berkembang dengan baik, melalui antusiasme masyarakat yang tinggi untuk berinvestasi (Sidik, 2. Namun, selama pandemi COVID-19, pertumbuhan pasar modal mengalami penurunan, baik di tingkat perekonomian global maupun dalam negeri (NASTITA, 2. Penurunan ekonomi tersebut menyebabkan banyak investor menarik dana dari pasar modal, yang berakibatkan turunnya harga Selama pandemi, mayoritas harga saham mengalami penurunan, yang menyebabkan beberapa pemegang saham menjual kepemilikan mereka karena khawatir akan penurunan harga lebih lanjut. Kondisi ini bahkan memicu kemungkinan buyback saham oleh emiten, yang dapat merugikan pemegang saham. Dalam situasi seperti ini, investor tidak hanya memerlukan dana tetapi juga pengetahuan untuk membuat keputusan yang tepat dalam jual beli saham. Mereka perlu menganalisis kondisi keuangan perusahaan untuk menentukan waktu terbaik dalam membeli atau menjual (HALAWA, 2. Penurunan penjualan akibat pandemi Covid-19 telah menyebabkan beberapa perusahaan mengalami kesulitan keuangan (Oktafian et al. , 2. Salah satu instrumen yang diperdagangkan di pasar modal adalah saham. Harga saham menjadi indikator penting bagi investor dalam menilai kinerja perusahaan dan membuat keputusan investasi (Siregar, 2. Peningkatan jumlah investor di pasar saham menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Perusahaan tersebut. Namun, dalam mengambil keputusan investasi, seorang investor harus mempertimbangkan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi kinerja saham. Sebelum melakukan investasi, investor perlu melakukan analisis mendalam terhadap laporan keuangan perusahaan, yang meliputi laporan laba rugi dan laporan arus kas (IRAWANSYAH, 2. Informasi dalam laporan keuangan ini memberikan gambaran tentang kinerja perusahaan serta potensi pertumbuhannya di masa depan. Oleh karena itu, langkah terpenting bagi investor sebelum menanamkan modal adalah mencari sumber informasi yang dapat digunakan untuk menilai dan memutuskan investasi yang tepat, karena informasi merupakan suatu kunci bagi para pelaku bisnis untuk menilai kinerja suatu perusahaan (Apriyanti, 2. Melalui analisis laporan keuangan, investor dapat merasa lebih aman dalam membuat keputusan karena mereka dapat memprediksi kondisi keuangan perusahaan, serta kemampuan perusahaan dalam membayar dividen atau memenuhi kewajibannya (Sidik, 2. Komponen utama yang sering digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memberikan pengembalian saham adalah arus kas dan laba akuntansi (Trisia & Sumampouw, 2. Laporan arus kas merupakan bagian penting dari laporan keuangan yang disajikan setiap periode. Informasi dalam laporan ini dapat dianalisis dengan menguji hubungan antara arus kas perusahaan dengan harga atau return saham (Sidik, 2. Pentingnya laporan arus kas terlihat jelas ketika investor menggunakannya sebagai dasar pengambilan keputusan. Jika penerbitan laporan arus kas memicu reaksi pasar, seperti aksi beli atau jual saham yang tercermin dalam perubahan harga saham, maka laporan tersebut dianggap mengandung informasi yang relevan (Novitasari & Sulastiningsih, 2. Laporan arus kas juga memberikan informasi mengenai penerimaan dan pengeluaran kas selama periode pelaporan, yang dikelompokkan dalam tiga kategori: arus kas dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Selain laporan arus kas, informasi berharga untuk pengambilan keputusan investor juga berasal dari laba akuntansi. Laba akuntansi yang ada dalam laporan keuangan dapat dijadikan sebagai salah satu ukuran kinerja perusahaan untuk mendapatkan perhatian bagi para investor. Semakin tinggi laba akuntansi, semakin besar minat investor untuk membeli saham, yang berdampak pada perubahan Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 231 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Pertiwi. Maresti. Zuhra harga saham (Doloan, 2. Penelitian ini menggunakan laba bersih, karena laba bersih mendapat perhatian lebih dibandingkan komponen pendapatan lainnya dalam laporan keuangan. Selain laba akuntansi dan laporan arus kas, rasio return on asset (ROA) juga berperan dalam memberikan wawasan bagi investor. ROA mencerminkan efektivitas manajeman dalam mengelola asset perusahaan untuk menghasilkan laba. Setiap Perusahaan pastinya mengharapkan tingkat pengembalian yang sebanding dengan uang yang diinvestasikan (Sidik, 2. Alur pikir semua ide harus jelas, terkait, disusun secara sistematis, dan dikembangkan dengan baik berdasarkan review literatur. Ini berfungsi sebagai sumber pertanyaan penelitian dan terutama dasar merumuskan tujuan penelitian. Review hasil-hasil penelitian sebelumnya dari jurnal harus dalam jumlah yang cukup dan sumber yang bisa dilacak online, jumlah minimal jurnal yang dikutip adalah 20 artikel. Untuk penelitian kuantitatif dengan pengujian hipotesis, tulis hipotesis anda dalam format Hipotesis Penelitian Pengaruh Laba Akuntansi Terhadap Harga Saham Laba Akuntansi merupakan parameter penting dalam mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan, yang akibatnya mengumpulkan minat bagi calon investor, karena volatilitas harga saham sering menunjukkan kapasitas atau aktivitas perusahaan dalam menghasilkan keuntungan. Dari perspektif teori sinyal informasi laba perusahaan berfungsi sebagai titik referensi mendasar bagi investor, membangun hubungan timbal balik di mana investor mengalokasikan modal berdasarkan pengungkapan laba yang dibuat oleh perusahaan, memungkinkan perusahaan untuk mewujudkan nilai saham yang ditingkatkan dan mendapatkan pendanaan dari investor ini. H1 : Laba akuntansi berpengaruh terhadap harga saham. Pengaruh Arus Kas Terhadap Harga Saham Laporan arus kas memiliki pengaruh signifikan terhadap harga saham. Perusahaan dengan kinerja yang baik cenderung memiliki harga saham yang menguntungkan. Salah satu indikator untuk menilai kinerja perusahaan adalah arus kas. Investor perlu memperhatikan arus kas perusahaan guna menilai kemampuannya dalam membagikan dividen. Informasi dalam laporan arus kas juga berperan dalam mengevaluasi kinerja dan kemampuan perusahaan. Calon investor umumnya lebih tertarik pada perusahaan dengan prospek arus kas yang positif. H2 : Arus kas berpengaruh terhadap harga saham. Pengaruh ROA terhadap harga saham Return On Assets (ROA), digunakan untuk mengukur efisiensi perusahaan dalam menghasilkan keuntungan . bagi perusahaan dengan memanfaatkan aktiva yang dimilikinya. Semakin tinggi nilai ROA, semakin efisien perusahaan dalam mengelola asetnya untuk menghasilkan laba, yang pada akhirnya meningkatkan nilai perusahaan. Peningkatan kinerja dan nilai perusahaan tersebut dapat memberikan ekspektasi positif terhadap kenaikan harga saham. H3 : Return On Asset (ROA) berpengaruh terhadap Harga Saham Pengaruh Laba Akuntansi. Arus Kas dan ROA Terhadap Harga Saham Menurut (NASTITA, 2. indikator yang mempengaruhi pergerakan saham atau indeks saham antara lain dari faktor internal perusahaan ialah pempublikasian laporan keuangan oleh manajemen perusahaan kepada stakeholder atau seperti investor. Komponen laporan keuangan adalah laba akuntansi. ROA, total arus kas yang terdiri atas arus kas operasi, arus kas investasi dan arus kas pendanaan. Berdasarkan meninjau dari teori sinyal dengan usaha manajemen perusahaan melakukan pempublikasian laporan keuangan menjadi acuan investor dalam pertimbangan investasi. H4 : laba akuntansi, arus kas dan Return On Asset (ROA) berpengaruh terhadap Harga Saham. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 232 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Pertiwi. Maresti. Zuhra METODE Penelitian ini menggunakan perusahaan industri kesehatan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2019 hingga 2022. Jenis data yang dapat digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif, yaitu data yang dinyatakan dalam bentuk angka, yang dapat diukur, dan dilakukan perhitungan serta memerlukan penafsiran terlebih dahulu agar menjadi sebuah informasi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yaitu sumber data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen. Dalam penelitian ini, harga saham digunakan sebagai variabel dependen, dan laporan laba akuntansi, arus kas, dan laba bersih (ROA) digunakan sebagai variabel independen. Laba Akuntansi (X. Menurut (Trisia & Sumampouw, 2. Laba akuntansi dapat dihitung menggunakan rumus skala rasio sebagai berikut: LAK = LAK it OeLAK i. Oe. LAK i. Oe. Total Arus Kas (X. Menurut (Sopini, 2. Total Arus Kas (TAK) merupakan penambahan atau pengurangan dari ketiga komponen arus kas, yaitu arus kas operasi, arus kas investasi, dan arus kas pendanaan atau disebut sebagai kenaikan atau penurunan bersih arus kas, dengan rumus : TAK = TAK it OeTAK i. Oe. LAK i. Oe. Return On Asset (X. Menurut (Wally et al. , 2. Return On asset dapat dihitung menggunakan rumus Skala Rasio sebagai berikut : ROA = (Laba Bersih : Total Ase. Populasi dalam penelitian ini ialah perusahaan industri kesehatan yang tercatat pada Bursa Efek Indonesia dari tahun 2019 sampai 2022. Total terdapat 13 entitas perusahaan dalam populasi dan sampel penelitian ini menerapkan metode purposive sampling, yaitu teknik pemastian sampel yang telah ditetapkan sebelumnya berlandaskan tujuan serta maksud penelitian, atau dipilih dengan mempertimbangkan parameter tertentu. Sampel penelitian melibatkan industri kesehatan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2019 - 2022 serta memiliki saham yang terdaftar di trading view. Karakteristik yang digunakan dalam pemillihan sampel penelitian ini adalah sebagai Perusahaan pada sektor industri kesehatan seperti perusahaan laboratorium, obat-obatan dan rumah sakit yang secara konsisten mempublikasikan laporan keuangan yang telah di audit oleh auditor pada periode 2019 Ae 2022. Terdapat data sebanyak 24 Perusahaan. Perusahaan pada sektor industri kesehatan seperti perusahaan laboratorium, obat-obatan dan rumah sakit yang secara konsisten menyajikan dan memperjualbelikan sahamnya pada periode tahun 2019 Ae 2022. Diperoleh data sebanyak 17 perusahaan Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 233 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Pertiwi. Maresti. Zuhra Perusahaan pada sektor industri kesehatan seperti perusahaan laboratorium, obat- obatan dan rumah sakit yang menyajikan data pada laporan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan Diperoleh data sebanyak 13 perusahaan. Penelitian ini menggunakan Metode kuantitatif dengan data sekunder. Data kuantitatif yaitu dinyatakan dalam bentuk angka dapat diukur dan dianalisis secara statistik. Sedangkan data sekunder diperoleh dari sumber yang telah dipublikaskan melalui laporan keuangan serta data pasar modal yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Periode 2019-2022. Sumber penelitian berada pada situs resmi w. id dan platform pendukung seperti TradingView untuk memperoleh data harga PEMBAHASAN Hasil Uji Statistik Deskriptif Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi laba akuntansi, arus kas, dan ROA sebagai variabel independen. Sedangkan variabel dependen yaitu harga saham. Hasil pengujian variabel tersebut secara deskriptif seperti Tabel 1 berikut : Tabel 1 Hasil Uji Statistik Deskriptif Descriptive Statistics Laba Akuntansi Arus Kas Minimum Maximum Mean Std. Deviation ROA Harga Saham Valid N . Sumber : Hasil pengolahan data dengan SPSS Dari output dapat diketahui deskripsi data laba akuntansi, arus kas, return on asset dan harga saham Untuk data Laba akuntansi dengan jumlah data yang menjadi objek penelitian adalah 52. Nilai maximum sebesar Rp 49,27823, nilai minimum Rp -13,61691. dan mean . ata-rat. sebesar Rp 0,7908137. Dan Standar deviasi dari laba akuntansi adalah 7. Untuk data arus kas dengan jumlah data yang menjadi objek penelitian adalah 52. Nilai maximum sebesar Rp 51,07927, nilai minimum Rp -2133,95908, dan mean . ata-rat. sebesar Rp Dan Standar deviasi dari laba akuntansi adalah 296. Untuk data Return on asset dengan jumlah data yang menjadi objek penelitian adalah 52. Nilai maximum sebesar Rp 0,22866, nilai minimum Rp -0,06266, dan mean . ata-rat. sebesar Rp 0,0743422. Dan Standar deviasi dari laba akuntansi adalah 0,06592585. Untuk data Harga saham dengan jumlah data yang menjadi objek penelitian adalah 52. Nilai maximum sebesar Rp 5. 600, nilai minimum Rp 43, dan mean . ata-rat. sebesar Rp 1498. Dan Standar deviasi dari laba akuntansi adalah 1281. Hasil Uji Normalitas Uji normlitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi variable pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Pengujian ini menggunakan uji normalitas dengan normal probably plot of standardized residual, yang hasilnya sebagai berikut: Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 234 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Pertiwi. Maresti. Zuhra Gambar 1 Grafik Normaly Probability plot. Hasil Uji Multikolonieritas Uji multikolinearitas bertujuan untuk mengidentifikasi apakah terdapat korelasi antar variabel independen dalam model regresi. Jika terjadi korelasi, maka terdapat problem multikolonieritas atau Model yang baik sebaiknya tidak terjadi korelasi diantara variabel indepnden. Pengujian multikolonieritas dilihat dari besar VIF (Variance Inflatio. dan tolerance. Regresi yang bebas dari problem multikolonieritas apabila nilai VIF < 10 dan tolerance > 0,10. Hasil uji multikolonieritas terhadap data untuk pengujian hipotesis di tunjukan pada tabel 2 Table 2 Hasil Uji Multikolonieritas Coefficients Coefficientsa Collinearity Statistics Model Tolerance VIF (Constan. Laba Akuntansi Arus Kas ROA Sumber : hasil pengolahan data SPSS Dari hasil output diatas dapat dilihat bahwa nilai tolerance menunjukan tidak ada variabel independen yang memiliki nilai tolerance lebih dari 0,10 dan nilai VIF tidak ada yang melebihi dari 10, ini berarti tidak ada multikoloniertas antara variabel independen dalam model regresi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa berdasarkan nilai tolerance dan VIF model regresi ini layak dipakai dalam pengujian. Hasil Uji Autokorelasi Uji autokorelasi bertujuan untuk mengidentifikasi apakah terdapat korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode sebelumnya . dalam model regresi linear. Jika terjadi korelasi, maka dinamakan problem autokorelasi. Deteksi adanya autokorelasi dilakukan menggunakan Durbin-Watson (DW) dimana: Jika nilai d (Durbin-Watso. lebih kecil dari dL atau lebih besar dari . -dL), maka hipotesis nol ditolak, yang mengindikasikan adanya autokorelasi. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 235 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Pertiwi. Maresti. Zuhra . Jika nilai d (Durbin-Watso. berada diantara du dan . -d. , maka hipotesis nol diterima, menunjukan ketiadaan autokorelasi . Jika nilai d (Durbin-Watso. berada diantara dL dan du atau diantara . -dL) dan . -d. , maka tidak menghasilkan kesimpulan yang pasti. Table 3 Uji Autokorelasi Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson Predictors: (Constan. ROA. Arus Kas. Laba Akuntansi Dependent Variable: Harga Saham Nilai Durbin-Watson menunjukkan nilai sebesar 1,860. Untuk menentukan ada atau tidaknya autokorelasi dalam model regresi, nilai ini dibandingkan dengan batas atas . dan batas bawah . dari tabel Durbin-Watson. Dalam penelitian ini, diketahui bahwa nilai du = 1,6769, sehingga interval yang digunakan untuk pengambilan keputusan adalah 1,6769 < DW < . - d. atau 1,6769 < 1,860 < 2,3231. Karena nilai Durbin-Watson sebesar 1,860 berada dalam rentang tersebut, maka hipotesis nol diterima, yang berarti tidak terdapat gejala autokorelasi dalam model regresi ini. Dengan demikian, model regresi yang digunakan memenuhi asumsi klasik terkait autokorelasi. Hasil Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk mengidentifikasi apakah terdapat perbedaan variance residual antara satu pengamatan dengan pengamatan lainnya dalam model regresi. Jika variance residual tetap antar pengamatan, kondisi ini disebut homoskedastisitas, sedangkan jika variance bervariasi, maka disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas. Gambar 2 Output Uji Heteroskedastisitas Dari output diatas terlihat bahwa titik-titik menyebar secara acak, tidak membentuk suatu pola tertentu yang jelas, serta tersebar diatas maupun dibawah angka nol pada sumbu Y. Hal ini berarti menunjukan tidak terjadi heterokedastisitas pada model regresi, sehingga model regresi layak Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 236 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Pertiwi. Maresti. Zuhra Hasil Uji regresi Berganda Pengujian hipotesa dalam penelitian ini menggunakan multipel regression untuk menguji laba akuntansi, arus kas dan return on asset terhadap harga saham. Hasil uji regresi berganda dapat dilihat pada table 4. Tabel 4 Coefficients Unstandardized Coeffients Standardized Coeffients Model Std. Error Beta Sig. (Constan. Laba Akuntansi Arus Kas ROA Sumber : hasil pengolahan data SPSS Dari table diatas dapat dirumuskan suatu persamaan regresi untuk mengetahui pengaruh laba akuntansi, arus kas, return on asset terhadap Harga saham sebagai berikut: HS = 601,836 52,741X1 0,172X2 12733,660X3 e Pada persamaan regresi diatas dapat diartikan bahwa nilai konsatanta . model persamaan regresi sebesar 601,836. Artinya jika variabel, laba akuntansi, arus kas dan return on asset perusahaan dianggap tidak ada, maka peningkatan harga saham sebesar 601,836. Koefisen regresi laba akuntansi sebesar 52,741 menyatakan bahwa setiap kenaikan 1 unit laba akuntansi menyebabkan penurunan harga saham sebesar 52,741. Koefisen regresi arus kas sebesar 0,172 menyatakan bahwa setiap kenaikan 1 unit arus kas menyebabkan penurunan harga saham sebesar 0,172. Koefisien regresi return on asset sebesar 12733,660 menyatakan bahwa setiap kenaikan 1 unit return on asset akan menyebabkan peningkatan harga saham sebesar 12733,660 Hasil Uji Hipotesis Hasil Uji Koefisien Determinasi (Uji Adjusted RA) Koefisien determinasi (RA) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi dependen. Nilai koefisien determinasi adalah nol dan satu. Nilai RA yang kecil berarti kemampuan variable-variabel independent dalam menjelaskan variasi-variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati satu menunjukan bahwa variabel independent memberikan hampir seluruh informasi yang diperlukan untuk memprediksi variasi pada variabel Tabel 5 Uji Adjusted (RA) Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson Predictors: (Constan. ROA. Arus Kas. Laba Akuntansi Dependent Variable: Harga Saham Berdasarkan ouput diperoleh nilai adjusted R Square sebesar 0,361 atau 36,1 %, ini menunjukan bahwa variabel dependen dapat dijelaskan oleh variable independen sebesar 36,1%. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 237 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Pertiwi. Maresti. Zuhra sedangkan sisanya . % - 36,1 % = 63,9 %) dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak disertakan dalam model penelitian ini. Hasil Uji Simultan . ji F) Uji statistik F pada dasarnya menunjukan apakah semua variable independent atau bebas yang dimaksud dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variable dependen atau terikat. Pengujian dilakukan dengan menggunakan signifikansi level 0,05 (=5%). Hasil uji statistik F dapat dilihat pada tabel 6. Tabel 6 Hasil Uji Statistik F ANOVA Model Regression Sum Of squares Mean Square Residual Total Sig. Berdasarkan pengujian statistik F, diperoleh F dengan tingkat signifikan sebesar 0,001. Karena tingkat probabilitas lebih kecil dari 0,05 dapat menyimpulkan bahwa model regresi secara keseluruhan signifikan. Artinya, kombinasi dari variabel independen (X1 : Laba Akuntansi. X2 : Arus Kas. X3 : ROA) secara bersama Ae sama memiliki pengaruh signifikan terhadap harga saham (Y). Hasil Uji Parsial (Uji . Uji parsial . statististik dalam penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh variabel independen dalam hal ini adalah, laba akuntansi, arus kas dan ROA. Jika nilai signifikan atau probabilitas lebih besar dari 0,05 maka tidak terpengaruh secara signifikan antara variabel independen terhadap variabel dependen. Ha ditolak. Sebaliknya jika nilai signifikan lebih kecil dari 0,05 maka terdapat pengaruh secara signifikan antara variabel independen terhadap variabel dependen. Ha diterima. Hasil uji statistik t dapat dilihat pada tabel 7. Tabel 7 Coefficients Unstandardized Coeffients Standardized Coeffients Model Std. Error Beta Sig. (Constan. Laba Akuntansi Arus Kas ROA Sumber : hasil pengolahan data SPSS Pengaruh laba akuntansi terhadap harga saham Berdasarkan uji statistik t pada tabel diatas, variabel independen laba akuntansi memiliki nilai signifikan sebesar 0,009 lebih kecil dari nilai alpha 0. 009 < 0. Hal ini dapat dikatakan bahwa Ha1 diterima yang berarti laba akuntansi memiliki pengaruh signifikan terhadap harga saham. Penelitian ini didukung oleh (Yansyah et al. , 2. , yang menyatakan bahwa laba akuntansi berpengaruh negatif signifikan terhadap harga saham. Nilai koefisien bertanda negatif (-52,. artinya laba akuntansi direspon negatif oleh investor, meskipun pertumbuhan laba antara tahun 2019 sampai dengan 2022 mengalami peningkatan, hal ini tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 238 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Pertiwi. Maresti. Zuhra (Yansyah et al. , 2. Ketidaksesuaian ini mungkin disebabkan oleh perbedaan kondisi pasar modal yang diteliti, karakteristik sampel, jumlah observasi, dan jangka waktu penelitian. Pengaruh arus kas terhadap harga saham Berdasarkan uji statistik t pada tabel diatas variabel independen arus kas memiliki nilai signifikan sebesar 0,724 lebih besar dari dari nilai 0,05, artinya arus kas tidak berpengaruh terhadap harga saham. Ha2 ditolak. Penelitian ini didukung oleh (Zuliyana et al. , 2. Tidak signifikanya pengaruh arus kas terhadap harga saham ini diduga karena para investor pada tahun pengamatan terfokus pada ketidakstabilan perekonomian global. Ketidaksatabilan perekonomian global ini sangat mempengaruhi harga saham. Oleh karena itu, investor tidak berpengaruh terhadap peningkatan arus Nilai koefisien bertanda positif . artinya Arus kas direspon positif oleh investor. Pengaruh return on asset terhadap harga saham Berdasarkan uji statistik t pada table diatas, variabel independen return on asset memiliki nilai signifikan sebesar 0,001 lebih kecil dari nilai 0,05 artinya ROA berpengaruh terhadap harga saham, maka Ha3 diterima. Hasil ini didukung oleh (Rawung et al. , 2. Nilai koefisien bertanda positif . artinya return on asset direspon positif oleh investor. Hal ini menunjukan bahwa perubahan nilai ROA akan memberikan kotribusi positif dan signifikan terhadap perubahan harga Nilai ROA yang semakin tinggi akan memberikan kontribusi terhadap nilai harga saham dan sebaliknya nilai ROA semakin rendah akan memberikan kontribusi tehadap harga saham semakin Berdasarkan hasil penilitian ini ROA dapat dipakai sebagai perdikator dalam memprediksi tentang harga saham. sehubungan dengan hal tersebut nampak bahwa investor dalam memprediksi harga saham juga memperhatikan kinerja perusahaan dari sisi profitabilitas terutama nilai ROA yang dihasilkan perusahaan . KESIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang pengaruh laba akuntansi, arus kas dan return on asset terhadap harga saham perusahaan industri kesehatan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2022. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa secara simultan ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap harga saham. secara parsial, laba akuntansi terbukti memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham, yang menunjukan bahwa peningkatan laba akuntansi tidak selalu direspon positif oleh pasar. Sementara itu, arus kas tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham, sehingga dapat disimpulkan bahwa besar kecilnya arus kas perusahaan belum menjadi pertimbangan utama investor dalam menentukan keputusan investasinya. Berbeda dengan kedua variabel sebelumnya. ROA berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham, yang berarti semakin tinggi kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari asset yang dimiliki, maka semakin meningkat pula minat investor, yang pada akhirnya mendorong kenaikan harga saham. Hasil penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa profitabilitas menjadi pertimbangan utama investor dalam pengambilan keputusan investasi, dibandingkan laba akuntansi maupun arus kas. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menambah variabel lain seperti EPS. DER atau ukuran perusahaan, serta memperluas objek dan periode penelitian agar memperoleh hasil yang lebih komprehensif. Daftar Pustaka