WIDYA ACCARYA: Jurnal Kajian Pendidikan FKIP Universitas Dwijendra Vol 16 No 2. Oktober 2025 P ISSN: 2085-0018 E-ISSN: 2722-8339 Available Online at http://ejournal. id/index. php/widyaaccarya/index Pengembangan Modul Ajar Berdiferensiasi Berbasis Sad Kerti Loka Bali pada Mata Pelajaran IPAS untuk Meningkatkan Kompetensi 4C Siswa Kelas V Gugus II Kecamatan Busungbiu Tahun Pelajaran 2024/2025 Putu Agus Trisna Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Program Pasca Sarjana STAHN Mpu Kuturan Singaraja putuagustrisna@gmail. Made Ariasa Giri Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Program Pasca Sarjana STAHN Mpu Kuturan Singaraja putuagustrisna@gmail. Ni Luh Gede Hadriani Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Program Pasca Sarjana STAHN Mpu Kuturan Singaraja putuagustrisna@gmail. Abstrak- Kemampuan 4C yang rendah pada siswa kelas lima akibat kurangnya pembelajaran kontekstual memerlukan dukungan pembelajaran dari berbagai aspek, termasuk modul pembelajaran yang digunakan guru dalam menyelenggarakan kegiatan pembelajaran di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk . menentukan desain modul pembelajaran dengan Pembelajaran Berdiferensiasi berdasarkan mata pelajaran Sad Kerthi Loka Bali IPAS. menganalisis kelayakan modul pembelajaran dengan Pembelajaran Berdiferensiasi berdasarkan mata pelajaran Sad Kerthi Loka Bali IPAS. menganalisis kelayakan modul pembelajaran dengan Pembelajaran Berdiferensiasi berdasarkan mata pelajaran Sad Kerthi Loka Bali IPAS. menentukan efektivitas modul pembelajaran dengan Pembelajaran Berdiferensiasi berdasarkan mata pelajaran Sad Kerthi Loka Bali IPAS dalam meningkatkan kompetensi 4C siswa kelas V di Gugus II Kec. Busungbiu pada Tahun Ajaran 2024/2025. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian dan Pengembangan (R&D) melalui model ADDIE. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner kompetensi 4C. Teknik analisis penelitian ini menerapkan analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa . desain modul pembelajaran terdiri dari 3 bab yang mencakup konsep Wana Kerthi. Danu Kerthi, dan Jaga Kerthi, dan disusun berdasarkan komponen modul pembelajaran dalam kurikulum mandiri. Modul pembelajaran telah memenuhi aspek validitas konten, media, dan bahasa dengan kategori baik dan valid. Praktisitas guru dalam menggunakan modul pembelajaran IPAS ini mencapai 85% dengan kriteria sangat praktis. Uji efektivitas penggunaan modul pembelajaran telah meningkatkan kompetensi 4C siswa kelas V dengan Sig. ua eko. 0,000 < 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran IPAS yang dibedakan berdasarkan kebijaksanaan lokal Sad Kerthi Loka Bali telah dinyatakan valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kompetensi 4C siswa kelas V di SD Gugus II Busungbiu pada tahun ajaran 2024/2025. Kata kunci: Differensiasi. Model ADDIE. Kompetensi 4C. Sad Kerthi Loka. PENDAHULUAN Perkembangan pendidikan di Indonesia mempersiapkan generasi muda yang kompeten dan berkarakter kuat. Salah satu perubahan besar adalah dari Kurikulum 2013 ke Kurikulum Merdeka yang lebih fleksibel. WIDYA ACCARYA 2025 pengembangan kompetensi (Kurnia, 2023. Nurhayati, 2023. Zakarina & Ramadya, 2. Kurikulum ini memberi kebebasan bagi guru dan siswa dalam proses pembelajaran (Heryanti , 2023. Rahmafitri dkk. , 2024. Tunas & Pangkey, 2. Salah satu perubahan signifikan adalah penggabungan IPA dan IPS menjadi Ilmu P a g e 134 WIDYA ACCARYA: Jurnal Kajian Pendidikan FKIP Universitas Dwijendra Vol 16 No 2. Oktober 2025 P ISSN: 2085-0018 E-ISSN: 2722-8339 Available Online at http://ejournal. id/index. php/widyaaccarya/index Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) yang mengajarkan konsep holistik dan kontekstual (Wijayanti & Ekantini, 2023. Kurnia, 2023. Izzati dkk. , 2024. Nihayatul Fadlilah dkk. Dalam pembelajaran IPAS, keterampilan abad 21, khususnya keterampilan 4C . ritical (Kemendikbud, 2024. Realitawati dkk. , 2. Pengembangan penting untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi masa depan dan mengasah kemampuan analisis, kolaborasi, kreativitas, dan komunikasi (Adelia dkk. , 2024. Sukmasana Namun, keterampilan 4C pada siswa SD masih rendah karena strategi pembelajaran belum mendukung pengembangan kompetensi tersebut (Darniyanti et al. , 2023. Monika et al. , 2022. Rumahorbo et , 2021. Dewi et al. , 2. Di SD Gugus II Kecamatan Busungbiu, partisipasi dan keterampilan 4C siswa pada pembelajaran IPAS belum optimal, sehingga perlu upaya peningkatan melalui pembelajaran kontekstual, salah satunya berbasis budaya . asil studi pendahulua. Pendidikan berbasis budaya mengintegrasikan nilai-nilai lokal sebagai bagian penting pembelajaran (Firdaus et al. , 2023. Amalia et al. , 2. Namun, analisis kebutuhan menunjukkan pembelajaran berbasis budaya belum diterapkan di sekolah Pengembangan modul ajar dengan mengadopsi budaya lokal Bali Sad Kerthi Loka sangat relevan, karena nilai-nilai tersebut mendukung pembentukan karakter dan pemahaman budaya (Mahendra, 2021. Wiana. Juniati et al. , 2. Integrasi nilai Sad Kerthi Loka diharapkan menghasilkan siswa yang cerdas dan bijaksana. Selain itu. Kurikulum Merdeka menekankan pembelajaran berdiferensiasi untuk memenuhi kebutuhan belajar yang beragam (Purnawanto, 2022. Maulidia & Prafitasari, 2. Namun, guru masih mengalami kesulitan dalam merancang modul ajar berdiferensiasi karena keterbatasan waktu dan variatifnya kemampuan siswa (Sari & Kowiyah, 2024. Hermansyah, 2023. Supriana , 2024. Umayrah & Wahyudin, 2024. Fitriyah & Bisri, 2. WIDYA ACCARYA 2025 Wawancara dengan guru SD Gugus II berdiferensiasi belum optimal karena hambatan dalam penyusunan modul ajar dan pengelolaan kelas yang kompetensinya sangat bervariasi. Penelitian sebelumnya menunjukkan meningkatkan motivasi dan keterampilan sosial siswa (Mahdiannur dkk. , 2022. Nahak dkk. Rahmadani, 2. Oleh karena itu, modul ajar yang dikembangkan harus mengakomodasi keberagaman siswa dengan metode yang tepat (Ndiung dkk. , 2. Dengan demikian, pengembangan modul ajar IPAS yang mengintegrasikan pembelajaran berdiferensiasi dan nilai-nilai Sad Kerthi Loka Bali diharapkan mampu meningkatkan keterampilan 4C secara optimal sekaligus memperkaya pemahaman budaya Produk modul ajar ini akan diuji kelayakan, kepraktisan, dan keefektivannya untuk menghasilkan modul yang valid, praktis, dan efektif bagi siswa SD Gugus II Kecamatan Busungbiu dan sekitarnya. II. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang di atas, maka pertanyaan penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut. Bagaimana rancang bangun modul ajar dengan Pembelajaran Berdiferensiasi berbasis Sad Kerthi Loka Balimata pelajaran IPAS? Bagaimana validitas modul ajar dengan Pembelajaran Berdiferensiasi berbasis Sad Kerthi Loka Bali mata pelajaran IPAS? Bagaimana Kepraktisan modul ajar dengan Pembelajaran Berdiferensiasi berbasis Sad Kerthi Loka Bali mata pelajaran IPAS? Bagaimana Efektivitas modul ajar dengan Pembelajaran berdiferensiasi berbasis Sad Kerthi Loka Bali mata pelajaran IPAS untuk meningkatkan Kompetensi 4C Siswa Kelas V Gugus II Kecamatan Busungbiu Tahun Pelajaran 2024/2025? P a g e 135 WIDYA ACCARYA: Jurnal Kajian Pendidikan FKIP Universitas Dwijendra Vol 16 No 2. Oktober 2025 P ISSN: 2085-0018 E-ISSN: 2722-8339 Available Online at http://ejournal. id/index. php/widyaaccarya/index i. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini disusun berdasarkan Adapun tujuan tersebut diklasifikasikan menjadi dua, yakni tujuan umum dan tujuan khusus. 1 Tujuan Umum Berdasarkan rumusan pertanyaan penelitian yang telah diajukan, tujuan umum dari penelitian pengembangan ini adalah untuk mengembangkan modul ajar berbasis pembelajaran berdiferensiasi yang berbasis prinsipprinsip Sad Kerthi Loka Bali pada mata pelajaran IPA di Sekolah Dasar, yang valid, praktis dan efektif dalam meningkatkan kompetensi 4C siswa kelas V Gugus II Kecamatan Busungbiu pada tahun pelajaran 2024/2025. Tujuan ini mencakup upaya pengembangan modul ajar yang tidak hanya sesuai dengan kurikulum dan karakteristik siswa, tetapi juga relevan dengan nilai-nilai kearifan lokal Bali, serta mengukur sejauh mana modul tersebut dapat diterapkan secara praktis dan efektif dalam meningkatkan keterampilan abad ke21, seperti komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, dan kreativitas, yang menghadapi tantangan di era digital 2 Tujuan Khusus Adapun tujuan secara khusus dari penelitian pengembangan yang dilakukan, di antaranya: Untuk mengetahui rancang bangun modul ajar dengan Pembelajaran Berdiferensiasi berbasis Sad Kerthi Loka Bali mata pelajaran IPAS. Untuk menganalisis kelayakan modul ajar dengan Pembelajaran Berdiferensiasi berbasis Sad Kerthi Loka Bali mata pelajaran IPAS. Untuk menganalisis kepraktisan modul ajar dengan Pembelajaran Nama Sekolah SD Negeri 1 Kedis WIDYA ACCARYA 2025 IV. Berdiferensiasi berbasis Sad Kerthi Loka Bali mata pelajaran IPAS. Untuk mengetahui efektivitas modul ajar dengan Pembelajaran berdiferensiasi berbasis Sad Kerthi Loka Bali mata pelajaran IPAS untuk meningkatkan Kompetensi 4C Siswa Kelas V Gugus II kec. Busungbiu Tahun Pelajaran 2024/2025. JENIS DAN RANCANGAN PENELITIAN Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (R&D) yang bertujuan untuk mengembangkan modul ajar berdiferensiasi berbasis Sad Kerthi Loka Bali guna pembelajaran IPAS. Penelitian ini mengikuti metode R&D menurut Sugiyono . , dengan tahapan pengembangan, validasi, dan pengujian efektivitas produk. Rancangan Penelitian Rancangan menggunakan model ADDIE (Analysis. Design. Development. Implementation. Evaluatio. , yang memandu proses sistematis dari pembuatan hingga uji coba produk. Modul diuji kelayakan oleh ahli dan praktisi, serta diuji efektivitasnya di kelas V SD. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di SD seGugus II Kecamatan Busungbiu. Kabupaten Buleleng, selama 6 minggu pada tahun ajaran 2024/2025. Lokasi observasi kebutuhan modul ajar berdiferensiasi IPAS. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Gugus II Kecamatan Busungbiu, berjumlah 69 siswa dari lima sekolah. Distribusi sebaran siswa kelas V pada setiap SD di Gugus II Kecamatan Busungbiu terdapat pada Tabel 3. Jumlah Siswa P a g e 136 WIDYA ACCARYA: Jurnal Kajian Pendidikan FKIP Universitas Dwijendra Vol 16 No 2. Oktober 2025 P ISSN: 2085-0018 E-ISSN: 2722-8339 Available Online at http://ejournal. id/index. php/widyaaccarya/index SD Negeri 3 Kedis SD Negeri 2 Busungbiu SD Negeri 1 Kekeran SD Negeri 3 Kekeran Total Populasi Sebelum dilakukan uji kesetaraan kemampuan IPAS siswa kelas V di Gugus II Kecamatan Busungbiu berdasarkan hipotesis: HCA: Tidak terdapat perbedaan signifikan nilai rata-rata antar siswa. HCA: Terdapat perbedaan signifikan nilai rata-rata antar siswa. Sampel ditentukan dengan teknik random sampling, dan dipilih 2 sekolah sebagai kelompok kontrol dan eksperimen. Pemilihan dilakukan setelah uji kesetaraan melalui uji normalitas Kolmogorov-Smirnov menggunakan SPSS 22. Kriteria uji: Sig < 0,05 Ie tidak setara Sig > 0,05 Ie setara Hasil uji menunjukkan seluruh kelas memiliki nilai Sig > 0,05, sehingga data dinyatakan terdistribusi normal dan setara, memungkinkan pemilihan dua sampel untuk uji efektivitas Tabel 3. 2 Rekapitulasi Sampel (Uji Normalita. Nama Sekolah SD Negeri 1 Kedis SD Negeri 3 Kedis SD Negeri 2 Busungbiu SD Negeri 1 Kekeran SD Negeri 3 Kekeran Sig. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa nilai Sig. > 0,05, sehingga data kompetensi 4C siswa kelas V SD Gugus II Kecamatan Busungbiu terdistribusi normal. Selanjutnya, dilakukan uji homogenitas varians menggunakan Levene Statistics (SPSS . untuk mengetahui kesamaan varians antar Keterangan Terdistribusi normal Terdistribusi normal Terdistribusi normal Terdistribusi normal Terdistribusi normal Kriteria: Sig. > 0,05 Ie varians homogen Sig. < 0,05 Ie varians tidak homogen Hasil uji menunjukkan bahwa data memiliki varians yang homogen, sehingga dapat digunakan untuk uji kesetaraan lebih Levene Statistic Skor Uji Kesetaraan Based on Mean Based on Median Based on Median and. with adjusted df Based on trimmed mean . HASIL PENELITIAN Penelitian ini menghasilkan modul ajar IPAS kelas V SD yang mengintegrasikan WIDYA ACCARYA 2025 Sig. pembelajaran berdiferensiasi dengan kearifan lokal Sad Kerthi Loka Bali sesuai Kurikulum Merdeka. Modul dikembangkan menggunakan P a g e 137 WIDYA ACCARYA: Jurnal Kajian Pendidikan FKIP Universitas Dwijendra Vol 16 No 2. Oktober 2025 P ISSN: 2085-0018 E-ISSN: 2722-8339 Available Online at http://ejournal. id/index. php/widyaaccarya/index model ADDIE dan memuat diferensiasi konten, proses, dan produk. Konten disampaikan melalui media beragam . oster, video, lag. , proses disesuaikan dengan minat siswa . enggambar, membaca, menonto. , dan produk ditampilkan dalam bentuk pilihan . ambar, tulisan, dram. Tiga konsep Sad Kerthi LokaAiWana Kerthi. Danu Kerthi, dan Jaga KerthiAi diintegrasikan pada Bab 2, 4, dan 8, sesuai relevansinya dengan materi IPAS seperti ekosistem, siklus air, dan dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan. Modul disusun dengan Canva dan tersedia dalam format . pdf untuk memudahkan akses guru. Validitas Modul Ajar IPAS Berdiferensiasi Berbasis Sad Kerthi Loka Bali Validitas modul ajar IPAS berdiferensiasi berbasis Sad Kerthi Loka Bali diuji melalui tiga aspek: validitas isi, media, dan bahasa. Uji dilakukan oleh dua dosen ahli dari STAHN Mpu Kuturan Singaraja, yaitu Dr. I Made Ariasa Giri dan Dr. Ni Luh Gede Hadriani. Penilaian dilakukan menggunakan kuesioner dengan skala 1Ae4 (Sangat Kurang hingga Sangat Bai. Pada uji validitas isi, terdapat 3 aspek dengan 10 butir pernyataan yang dinilai. Hasil analisis disajikan dalam bentuk tabel. Tabel 4. 1 Hasil Analisis Validitas Ahli Isi terhadap Modul Ajar Aspek Penilaian Butir Pernyataan Kelayakan Isi Penyajian Belajar Mandiri WIDYA ACCARYA 2025 Kesesuaian materi dengan Tujuan Pembelajaran Kelengkapan pembelajaran dengan sintak susunan yang sistematis Materipada modul mudah dimengerti siswa Materipada memotivasi belajar siswa Materipada modul IPAS sesuai dengan tingkat kemampuan Contoh permasalahan dalam setiap kegiatan belajar berbasis kearifan lokal Bali dan sesuai dengan materi Soal pembelajaran sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran Referensi mendukung penyajian materi Modul IPAS dapat menarik minat belajar siswa Modul IPAS dapat membantu siswa belajar mandiri Penilai Skor Ratarata 4,00 4,00 4,00 3,50 4,00 3,50 3,50 3,00 4,00 3,50 P a g e 138 WIDYA ACCARYA: Jurnal Kajian Pendidikan FKIP Universitas Dwijendra Vol 16 No 2. Oktober 2025 P ISSN: 2085-0018 E-ISSN: 2722-8339 Available Online at http://ejournal. id/index. php/widyaaccarya/index Aspek Penilaian Butir Pernyataan Penilai Skor Kategori Valid Kategori Baik Jumlah skor total Skor Maksimal Ideal (SMI) Presentase (Jumlah/SMI x 100%) CVR CVI Berdasarkan hasil pada Tabel 4. 4, dapat dijelaskan bahwa nilai rata-rata validitas dari ahli isi sebesar 37,00 dengan persentase 93%. Kemudian nilai CVR pada isi modul sebesar 1,00 dengan kategori valid, serta nilai CVI yaitu 1,00 pada kategori Baik. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa modul ajar berdiferensiasi dengan berbasis Sad Kerthi Loka Bali pada mata pelajaran IPAS kelas V dapat dikategorikan valid. Aspek Penilaian Ukuran Modul Desain Kulit 3. Modul (Cove. Desain Modul Hasil Uji Validitas Ahli Media Uji validitas media modul ajar IPAS dilakukan dengan menilai 3 aspek: ukuran modul, desain kulit, dan desain isi. Total terdapat 13 butir pernyataan yang dinilai menggunakan skala 1Ae 4 (Sangat Kurang hingga Sangat Bai. Penilaian dilakukan oleh dua ahli, yaitu Dr. Made Ariasa Giri dan Dr. Ni Luh Gede Hadriani. Hasil penilaian disajikan dalam Tabel Butir Penilaian Isi 7. Ukuran modul sesuai dengan standar ISO A4 Kesesuaian ukuran margin dan kertas pada modul Ilustrasi menggambarkan isi/materi ajar dan mengungkapkan karakter Tidak menggunakan terlalu banyak kombinasi jenis huruf Warna judul modul kontras dengan warna latar belakang Proporsi ukuran huruf judul, sub judul, dan teks pendukung modul lebih dominan dan ukuran modul dan nama Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran Penggunaan variasi huruf tidak Kesesuaian gambar dengan pesan teks . Kesesuaian Rumus dengan WIDYA ACCARYA 2025 Ratarata 37,00 Penilai Skor Ratarata 4,00 4,00 4,00 3,50 3,50 3,50 3,50 3,00 4,00 4,00 P a g e 139 WIDYA ACCARYA: Jurnal Kajian Pendidikan FKIP Universitas Dwijendra Vol 16 No 2. Oktober 2025 P ISSN: 2085-0018 E-ISSN: 2722-8339 Available Online at http://ejournal. id/index. php/widyaaccarya/index Aspek Penilaian Butir Penilaian Penilai Spasi antar baris susunan pada teks normal Spasi antar huruf normal Kemenarikan penampilan modul IPAS Jumlah skor total Skor Maksimal Ideal (SMI) Presentase (Jumlah/SMI x 100%) CVR CVI Bahasa yang digunakan mudah dipahami Kalimat yang digunakan mudah dipahami Kalimat yang digunakan makna ganda Kesesuaian Bahasa Indonesia yang baik dan Bahasa yang digunakan sesuai dengan tingkat perkembangan berpikir Jumlah skor total Skor Maksimal Ideal (SMI) Presentase (Jumlah/SMI x 100%) CVR CVI WIDYA ACCARYA 2025 3,00 4,00 4,00 Valid Baik 48,00 Uji Validitas Bahasa Uji validitas bahasa dilakukan dengan menilai aspek kelayakan kebahasaan melalui 5 butir pernyataan menggunakan skala 1Ae4. Penilaian dilakukan oleh dua ahli, yaitu Dr. Made Ariasa Giri dan Dr. Ni Luh Gede Hadriani. Butir Pernyataan Ratarata Kategori Kategori Tabel 4. 5 menunjukkan skor rata-rata validitas media sebesar 48,00 dengan persentase 92%. Nilai CVR dan CVI adalah 1, yang menunjukkan kategori valid dan baik. Ini menandakan bahwa media dalam modul ajar telah memenuhi kelayakan dan layak digunakan dalam pembelajaran IPAS kelas V SD. Aspek Penilaian Kelayakan Kebahasaan Skor Penilai Skor Ratarata 4,00 3,50 4,00 3,00 3,50 Kategori Kategori 18,00 Valid Baik P a g e 140 WIDYA ACCARYA: Jurnal Kajian Pendidikan FKIP Universitas Dwijendra Vol 16 No 2. Oktober 2025 P ISSN: 2085-0018 E-ISSN: 2722-8339 Available Online at http://ejournal. id/index. php/widyaaccarya/index Tabel 4. 6 menunjukkan validitas bahasa dengan rata-rata skor 18,00 dan persentase 90%. Nilai CVR dan CVI sebesar 1, menunjukkan kategori valid dan baik. Artinya, dari segi kebahasaan, modul ajar telah memenuhi kriteria kelayakan dan sangat layak digunakan dalam pembelajaran IPAS kelas V Selain dinilai dari segi validitas, komponen suatu produk yang dikategorikan layak digunakan adalah produk yang memenuhi nilai praktis dari sisi penggunanya. Uji kepraktisan dilakukan dengan melibatkan 5 guru kelas di sekolah dasar Gugus II Kecamatan Busungbiu. Adapun kepraktisan guru terhadap modul ajar yang telah dikembangkan dapat dilihat pada Tabel Kepraktisan Modul Ajar IPAS Berdiferensiasi Berbasis Sad Kerthi Loka Bali Praktisi Aspek/Indikator Skor Nilai (%) Kategori Media pembelajaran Modul ajar ini mudah dipahami dan digunakan Jenis, ukuran, font dan warna font pada modul ajar ini jelas dan mudah Penggunaan animasi, gambar ataupun video dalam aktivitas dirancang dalam modul ajar ini menarik Desain modul ajar ini kearifan lokal Sad Kerthi Loka Bali Materi Modul ajar ini sesuai pembelajaran IPAS Modul ajar ini membantu dalam memahami materi IPAS Bahasa yang digunakan dalam modul ajar IPAS berdiferensiasi ini mudah dipahami dan jelas Tanda digunakan pada modul ajar WIDYA ACCARYA 2025 Sangat Sangat Sangat Sangat Sangat Sangat Sangat Sangat P a g e 141 WIDYA ACCARYA: Jurnal Kajian Pendidikan FKIP Universitas Dwijendra Vol 16 No 2. Oktober 2025 P ISSN: 2085-0018 E-ISSN: 2722-8339 Available Online at http://ejournal. id/index. php/widyaaccarya/index Praktisi Aspek/Indikator IPAS berbasis Sad Kerthi Loka sudah tepat Modul ajar ini dilengkapi dengan soal evaluasi IPAS Soal evaluasi IPAS pada dipahami dan memuat kunci jawaban Manfaat Soal dengan pokok bahasan IPAS kearifan lokal Sad Kerthi Loka Bali Modul aktivitas belajar yang meningkatkan ketertarikan siswa pada materi Aktivitas pada modul ajar yang dalam belajar Kategori Sangat Sangat Sangat Sangat Sangat Sangat Praktis Hasil analisis Tabel 4. 8 menunjukkan kepraktisan modul ajar oleh guru sebesar 85%, termasuk kategori AiSangat PraktisAn. Ini menandakan bahwa modul ajar IPAS berdiferensiasi berbasis Sad Kerthi Loka Bali sangat praktis digunakan dalam pembelajaran IPAS kelas V SD. Efektivitas Modul Ajar IPAS Berdiferensiasi Berbasis Sad Kerthi Loka Bali terhadap Peningkatan Kompetensi 4C Siswa WIDYA ACCARYA 2025 Nilai (%) Rerata Skor Uji efektivitas modul ajar IPAS penggunaan modul dalam mengembangkan (Critical Thinking. Collaboration. Creativity, dan Communicatio. siswa kelas V SD. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dengan 18 pernyataan. Uji dilakukan dengan membandingkan nilai post-test antara kelompok kontrol dan eksperimen melalui analisis deskriptif dan Data diperoleh dari siswa kelas V SD Gugus II Kecamatan Busungbiu Tahun Pelajaran 2024/2025. P a g e 142 WIDYA ACCARYA: Jurnal Kajian Pendidikan FKIP Universitas Dwijendra Vol 16 No 2. Oktober 2025 P ISSN: 2085-0018 E-ISSN: 2722-8339 Available Online at http://ejournal. id/index. php/widyaaccarya/index Kelompok Eksperimen Kelompok Kontrol Mean Standard Deviation Minimum Maximum Mean Standard Deviation Minimum Maximum Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa kompetensi 4C siswa pada kelompok eksperimen memiliki rata-rata nilai (Mea. sebesar 84,71, lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol dengan Mean sebesar 77,61. Ini menunjukkan bahwa penggunaan modul ajar berdiferensiasi berbasis Sad Kerthi Loka Bali lebih efektif dalam meningkatkan kompetensi 4C dibandingkan pembelajaran 84,71 7,414 77,61 7,732 Uji lanjutan menggunakan SPSS 23. dilakukan melalui uji prasyarat, yaitu uji (Kolmogorov-Smirno. memastikan distribusi data normal, dan uji homogenitas untuk memastikan data dari kedua kelompok memiliki variansi yang seragam sebelum dilakukan uji-T. Tabel 4. 2 Hasil Uji Normalitas Data Kelompok Data Kompetensi 4C Kelompok kontrol Kompetensi 4C Kelompok eksperimen Tabel 4. 10 menunjukkan bahwa nilai Kolmogorov-Smirnov sebesar 0,200 pada kedua kelompok . ontrol dan eksperime. berada di atas batas 0,05. Hal ini mengindikasikan bahwa data kompetensi 4C berdistribusi normal dan memenuhi syarat uji Kolmogrov-Smirnov Keterangan Normal Normal Selanjutnya, hasil uji homogenitas pada Tabel 4. 11 digunakan untuk memastikan bahwa varians data antar kelompok seragam, sebagai prasyarat sebelum dilakukan uji efektivitas secara inferensial. Tabel 4. 3 Hasil Uji Homogenitas Data Kelompok Data Kelompok Levene Statistic Tabel 4. 11 menunjukkan bahwa nilai Signifikansi (Sig. ) Levene Statistic adalah 0,005 (< 0,. , yang berarti data memiliki varians yang homogen. Dengan demikian, data memenuhi syarat untuk dilakukan uji T. Setelah prasyarat terpenuhi, uji T (Independent Sample WIDYA ACCARYA 2025 Keterangan Homogen Tes. dilakukan untuk menganalisis efektivitas penggunaan modul ajar IPAS berdiferensiasi berbasis Sad Kerthi Loka Bali terhadap kompetensi 4C siswa. Hasil uji T disajikan pada Tabel 4. P a g e 143 WIDYA ACCARYA: Jurnal Kajian Pendidikan FKIP Universitas Dwijendra Vol 16 No 2. Oktober 2025 P ISSN: 2085-0018 E-ISSN: 2722-8339 Available Online at http://ejournal. id/index. php/widyaaccarya/index Tabel 4. 4 Hasil Analisis Uji T Independent Samples Test Eksperimen *Kontrol Equal Equal Sig. Tabel 4. 12 menunjukkan bahwa nilai Sig. -taile. sebesar 0,000 < 0,05, sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Artinya, terdapat perbedaan yang signifikan antara kompetensi 4C siswa yang menggunakan modul ajar IPAS berdiferensiasi berbasis Sad Kerthi Loka Bali dengan siswa yang menggunakan modul Dengan demikian, modul yang meningkatkan kompetensi 4C siswa kelas V SD Gugus II Kecamatan Busungbiu Tahun Pelajaran 2024/2025. Pembahasan Rancang Bangun Modul Ajar IPAS berdiferensiasi berbasis Sad Kerthi Loka Bali Modul ajar IPAS ini dikembangkan untuk pembelajaran kelas V SD dengan model pembelajaran berdiferensiasi yang mencakup diferensiasi konten, proses, dan produk sesuai dengan kurikulum Merdeka dan teori Tomlinson . yang mengkategorikan pembelajaran berdiferensiasi dalam tiga jenis Diferensiasi konten diterapkan dengan menyesuaikan materi berdasarkan gaya belajar siswaAivisual, auditori, dan kinestetikAi melalui media seperti poster, lagu, permainan peran, video, dan teks. Diferensiasi proses berupa variasi aktivitas pembelajaran sesuai gaya belajar, seperti menggambar bentuk permukaan bumi bagi siswa kinestetik dan WIDYA ACCARYA 2025 Sig. - Mean taile. Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper pencarian peta secara digital bagi siswa audiovisual. Diferensiasi produk mewajibkan siswa menghasilkan karya berbeda sesuai gaya belajarnya, contohnya tabel pengamatan, catatan lingkungan, atau tempel-menempel gambar (Tomlinson, 2. Keunikan modul ini terdapat pada muatan kearifan lokal Sad Kerthi Loka Bali. Pada Bab 2 digunakan konsep Wana Kerthi sebagai landasan memahami ekosistem, yaitu Aicara hutan/pegunungan demi menjaga keseimbangan ekosistemAn (Wiana, 2. Bab 4 memuat konsep Danu Kerthi. Ailangkah menjaga keseimbangan perairan seperti sungai, danau, atau lautAn (Wiana, 2. , dijelaskan sebagai pentingnya menjaga sumber mata air. Pada Bab 8 diintegrasikan konsep Jaga Kerthi, yang berarti Aimenjaga keseimbangan semua makhluk dan habitatnyaAn (Wiana, 2. , terkait dengan penyebab dan dampak kerusakan lingkungan. Pendekatan kearifan lokal ini selaras dengan tujuan pembelajaran modul yang menekankan harmonisasi lingkungan antara manusia, hewan, dan alam. Kelayakan Isi. Media dan Bahasa Modul Ajar IPAS Berdiferensiasi Berbasis Sad Kerthi Loka Bali Proses uji validitas modul dilakukan oleh para ahli yang kompeten dalam bidang media pembelajaran, isi/materi pembelajaran SD, dan kebahasaan. Berdasarkan hasil uji validitas ahli isi, modul tersebut dinyatakan layak dengan nilai rata-rata 37,00 dari Skor P a g e 144 WIDYA ACCARYA: Jurnal Kajian Pendidikan FKIP Universitas Dwijendra Vol 16 No 2. Oktober 2025 P ISSN: 2085-0018 E-ISSN: 2722-8339 Available Online at http://ejournal. id/index. php/widyaaccarya/index Maksimal Ideal (SMI) 40, atau 93% kelayakan, serta nilai CVR dan CVI masing-masing sebesar 1,00, yang mengindikasikan seluruh aspek validasi relevan . aliditas dalam kategori Validitas tinggi ini didukung oleh beberapa faktor, antara lain: penyesuaian ukuran modul dengan standar ISO A4 dan margin yang konsisten untuk keterbacaan. desain kulit modul yang menarik dengan warna kontras dan komposisi tulisan tepat sehingga meningkatkan daya tarik visual. menggabungkan teks, gambar, dan konteks materi dengan tata spasi yang memudahkan pembacaan dan kenyamanan visual (Sugihartini dan Laba, 2. Keseluruhan elemen estetika, keterbacaan, dan fungsionalitas pada modul ini mendukung proses pembelajaran yang efektif dan menarik. Validasi ahli isi juga menunjukkan bahwa modul telah memenuhi kriteria kelayakan isi yang sangat baik, terutama dalam kesesuaian materi dengan tujuan pembelajaran IPAS kelas V dan sintak pembelajaran Materi disusun sistematis, mudah dipahami siswa, serta mengandung konteks kearifan lokal Sad Kerthi Loka Bali yang membuat materi lebih bermakna. Modul juga diperkaya dengan contoh permasalahan nyata berbasis kearifan lokal dan LKPD yang mampu mengukur ketercapaian kompetensi. Aktivitas pembelajaran bersifat eksploratif dan mendukung belajar mandiri, mendorong siswa berpikir kritis, memecahkan masalah, dan Sementara itu, hasil validasi ahli bahasa menunjukkan kelayakan bahasa modul sangat baik dengan skor rata-rata 18,00 dari SMI 20 . % kelayaka. , dan nilai CVR serta CVI sama-sama 1,00. Hal ini menandakan seluruh aspek kebahasaan dianggap sangat relevan dan sesuai standar. Aspek kebahasaan yang dinilai meliputi kemudahan pemahaman bahasa, efektivitas kalimat, kejelasan makna tanpa ambiguitas, kesesuaian dengan kaidah Bahasa Indonesia, serta penyesuaian bahasa dengan tingkat perkembangan siswa kelas V. Nilai indikator antara 3,00 hingga 4,00 menunjukkan kualitas bahasa yang sangat baik dan memenuhi standar akademik bahan ajar SD. Validitas bahasa yang tinggi memperkuat efektivitas WIDYA ACCARYA 2025 modul dalam penyampaian materi dan keterbacaan, yang berperan penting dalam pemahaman siswa (Aryawan dkk. , 2018. Rasmawan, 2. Penggunaan bahasa yang relevan dengan konteks lokal Bali juga meningkatkan keterlibatan emosional siswa terhadap materi. Secara keseluruhan, uji validitas dari ketiga aspekAimedia, isi, dan bahasaAi menunjukkan bahwa modul ajar IPAS berdiferensiasi berbasis Sad Kerthi Loka Bali tergolong valid dan layak sebagai bahan ajar efektif, kontekstual, dan adaptif untuk siswa kelas V SD. Integrasi antara materi kurikulum, bahasa komunikatif, dan media menarik serta sesuai prinsip desain instruksional menjadikan modul ini sangat tepat untuk mengembangkan keterampilan abad 21 seperti berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Kepraktisan Modul Ajar IPAS Berdiferensiasi Berbasis Sad Kerthi Loka Bali Kepraktisan mencerminkan efisiensi penggunaan dan kemudahan bagi penggunanya. Uji kepraktisan modul ajar IPAS berbasis Sad Kerthi Loka Bali dilakukan oleh lima guru dari SD Negeri SeGugus II Busungbiu dan menunjukkan tingkat kepraktisan sangat tinggi dengan persentase Hal ini berarti modul ajar telah memuat media dan materi yang sesuai dengan capaian pembelajaran IPAS pada Fase C serta memberikan manfaat positif dalam kegiatan pembelajaran kelas V (Halimah dkk. , 2. Penilaian menunjukkan bahwa modul sangat praktis karena mudah dipahami dan digunakan. Jenis font dan ukuran yang jelas memudahkan guru membaca, desain media pembelajaran menarik, serta modul memuat kearifan lokal Sad Kerthi Loka yang sesuai. Dari sisi materi, modul ajar ini praktis karena memenuhi beberapa elemen penting, yakni: . kesesuaian materi dengan capaian pembelajaran IPAS, . membantu siswa memahami materi dengan baik, . penggunaan bahasa yang mudah dan jelas, serta . kelengkapan soal evaluasi untuk memudahkan penilaian kompetensi siswa. Kelengkapan dan kesesuaian materi ini P a g e 145 WIDYA ACCARYA: Jurnal Kajian Pendidikan FKIP Universitas Dwijendra Vol 16 No 2. Oktober 2025 P ISSN: 2085-0018 E-ISSN: 2722-8339 Available Online at http://ejournal. id/index. php/widyaaccarya/index memberikan kemudahan bagi guru dalam mengatur aktivitas pembelajaran di kelas. Selain itu, aspek manfaat modul juga dinilai sangat praktis karena mampu meningkatkan ketertarikan dan motivasi belajar Pendekatan pembelajaran berdiferensiasi pada konten, proses, dan materi yang dikaitkan dengan kearifan lokal Bali mendorong siswa menjadi lebih tertarik dan termotivasi belajar. Siswa merasa gaya belajar mereka terpenuhi sehingga kejenuhan dapat diminimalisir (Halimah dkk. , 2. Kearifan lokal Sad Kerthi Loka yang diintegrasikan dalam aktivitas pembelajaran juga memotivasi siswa karena mereka dapat memahami materi melalui pengalaman nyata di lingkungan sekitar. Hal ini sesuai dengan temuan Amaliyah dkk. yang menunjukkan bahwa pembelajaran kemampuan kritis dan kreatif. Dari pembahasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa kepraktisan modul ajar ini berasal dari perpaduan tiga aspek utama Ai media, materi, dan manfaat Ai yang terpadu dan memenuhi ekspektasi para guru sebagai praktisi modul ajar. 1 Efektivitas Penggunaan Modul Ajar IPAS yang Peningkatan Kompetensi 4C Siswa Kelas V Berdasarkan analisis deskriptif. Mean kompetensi 4C pada kelompok eksperimen yang menggunakan modul IPAS berdiferensiasi berbasis Sad Kerthi Loka Bali adalah 84,71, lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol dengan modul ajar konvensional sebesar 77,61. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan kompetensi 4C yang signifikan antara kedua kelompok, di mana modul berbasis kearifan lokal tersebut lebih efektif dalam meningkatkan kompetensi 4C siswa (Saputra & Muqowim. Uji T inferensial menunjukkan nilai Sig . -taile. sebesar 0,000 < 0,05 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti terdapat perbedaan signifikan kompetensi 4C antara kelompok eksperimen dan kontrol. Kelompok eksperimen mencapai nilai maksimal sangat WIDYA ACCARYA 2025 tinggi sebesar 94, sedangkan kelompok kontrol Kompetensi 4C terdiri dari indikator Collaboration. Creativity. Critical Thinking, dan Communication. Pada aspek Collaboration, mengintegrasikan nilai kearifan lokal Sad Kerthi Loka yang mendorong interaksi antar teman, kerjasama menyelesaikan masalah, partisipasi aktif, dan tanggung jawab terhadap Contohnya, pada modul Bab 2 tentang Ekosistem, siswa memahami keseimbangan hutan melalui konsep Wana Kerthi secara kontekstual, sesuai teori konstruktivisme yang menekankan keterlibatan aktif berdasarkan pengalaman siswa (Saputra & Muqowim. Nilai Sad Kerthi mendorong kolaborasi menjaga ekosistem serta tanggung jawab dalam kelompok (Wiana, 2. Aspek Creativity meningkat melalui pengenalan wawasan baru terkait kearifan lokal Bali seperti pelestarian hutan (Wana Kerth. , keseimbangan perairan (Danu Kerth. , dan keharmonisan sosial (Jaga Kerth. Pendekatan berdiferensiasi memberi fleksibilitas proses belajar sesuai gaya dan minat siswa, yang mendorong ekspresi ide kreatif dan inovasi (Aprima & Sari, 2. Peningkatan Critical Thinking terjadi karena pembelajaran menjadi lebih kontekstual mengidentifikasi masalah nyata, menggali informasi, mengevaluasi solusi secara kritis, mempertimbangkan nilai lokal. Pendekatan berpikir kritis melalui aktivitas mandiri dan kolaboratif (Tirtawati, 2. Aspek Communication meningkat menyampaikan ide sesuai gaya belajar dan minat, baik secara lisan maupun tulisan. Aktivitas berdiferensiasi yang mengangkat nilai Sad Kerthi Loka mendorong komunikasi aktif dan antusias dalam diskusi isu lingkungan dan sosial budaya, yang sesuai dengan temuan bahwa pembelajaran berbasis budaya dan interaksi sosial mendukung perkembangan sosio-historiskultural komunikasi siswa (Halimah dkk. , 2023. Sumarni dkk. , 2024. Nahak dkk. , 2. P a g e 146 WIDYA ACCARYA: Jurnal Kajian Pendidikan FKIP Universitas Dwijendra Vol 16 No 2. Oktober 2025 P ISSN: 2085-0018 E-ISSN: 2722-8339 Available Online at http://ejournal. id/index. php/widyaaccarya/index Hasil efektivitas ini sejalan dengan penelitian Trinianti dkk. , . yang menemukan modul IPA berbasis ResearchBased Learning keterampilan 4C siswa, serta Marisa dkk. yang membuktikan modul ajar berdiferensiasi terintegrasi kompetensi sosial emosional mampu meningkatkan hasil belajar secara signifikan. Dengan demikian, modul ajar IPAS berdiferensiasi berbasis Sad Kerthi Loka Bali terbukti efektif meningkatkan kompetensi 4C siswa kelas V secara signifikan dibandingkan modul konvensional. Implikasi Hasil memberikan suatu kontribusi implikasi secara teoritis maupun praktis. Secara teoritis, hasil penelitian ini memberikan implikasi dengan memperkuat teori pembelajaran konstruktivistik yang menekankan pentingnya keerlibatan aktif siswa dalam membangun pengetahuan melalui Pengintegrasian konsep kearifan lokal Sad Kerthi Loka Bali pada modul ajar membuktikan efesiensi pembelajaran kontekstual berbasis budaya dalam meningkatkan keterampilan abad ke-21 yakni kompetensi 4C (Creativity. Critical Thinking. Collaboration dan Communicatio. Hasil pengembangan ini sekaligus mendukung mendorong pentingnya ruang terhadap siswa dengan berbagai gaya belajarnya yang Maka, dapat dinyatakan hasil pengembangan ini menambah kontribusi terhadap teori pendidikan yang relevan dengan kebutuhan siswa dan berbasis budaya lokal Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan implikasi berupa rekomendasi nyata untuk guru kelas V khususnya dalam pengembangan pembelajaran IPAS. Modul yang telah berhasil dikembangkan dapat dijadikan sebagai alternatif pengembangan aktivitas belajar kontekstual berbasis budaya sehingga mendorong keterlibatan siswa dan mengembangkan kompetensi 4C secara Kemudian bagi sekolah dan pemangku kepentingan dalam pendidikan, temuan ini menunjukkan pentingnya penguatan terhadap WIDYA ACCARYA 2025 konsep kearifan lokal sebagai strategi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Simpulan: Modul ajar IPAS berdiferensiasi berbasis kearifan lokal Sad Kerthi Loka Bali dirancang dengan komponen informasi umum, inti, dan lampiran, serta memuat tiga konsep Sad Kerthi Loka yang diintegrasikan dalam materi IPAS kelas V SD. Modul telah divalidasi oleh ahli isi, media, dan bahasa, menunjukkan kelayakan penggunaan dari segi isi, media, dan kebahasaan. Modul ajar ini sangat praktis digunakan dalam pembelajaran IPAS kelas V SD. Uji efektivitas menunjukkan perbedaan signifikan kompetensi 4C antara menggunakan modul ini dengan kelompok kontrol yang menggunakan modul konvensional . = 0,000 < 0,. Keseluruhan hasil menunjukkan modul ajar ini valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan kompetensi 4C siswa. Saran: Guru diharapkan menggunakan modul ini dengan penyesuaian karakteristik siswa dan mengembangkan modul berdiferensiasi berbasis kearifan lokal Sekolah pengembangan pembelajaran berbasis kearifan lokal untuk memperkaya pembelajaran yang bermakna dan relevan sosial. Mahasiswa dianjurkan memahami lebih dalam teori pembelajaran berdiferensiasi yang mengintegrasikan kearifan lokal. Peneliti mengembangkan modul berdiferensiasi dengan cakupan materi, peserta didik, dan kearifan lokal yang lebih luas agar hasilnya lebih variatif dan bermakna untuk populasi lebih besar. DAFTAR PUSTAKA