JIPM: Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Volume . Nomor . Tahun A PENERAPAN CTL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) BERBASIS LEARNING COMMUNITY DALAM PEMBELAJARAN PAI BP PADA PESERTA DIDIK KELAS X DI SMA ALKHATIBIYAH MODUNG St. Romlah1. Fahad Asyadulloh. SHI. Pd1. Millatul Islamiyah. Pd. Ed2. STIT Miftahul Ulum Modung Bangkalan . e-mail: : sitirhomlah55555@gmail. Abstract This research was motivated by curiosity about the application of the Learning Community-based Contextual Teaching and Learning model at Al-Khatibiyah High School. In this case, researchers are interested in the application of the Contextual Teaching and Learning model based on Learning Community which is carried out by teachers to increase students' motivation and interest in learning. This research was conducted with the aim of finding out how to apply the Learning Community-based Contextual Teaching and Learning model to PAI learning at Al-Khatibiyah High School. The method used is descriptive qualitative. With this type of Field Research, data collection techniques are carried out using . Data sources were selected as primary data and secondary data. The data analysis used is field analysis and field data analysis. Checking the validity of the data using triangulation techniques. The results of the research show that learning using the Contextual Teaching and Learning model based on Learning Community in Islamic Religious Education learning is already running and can be categorized as good but not optimal. This is because there are obstacles for the students, namely that there are still students who tend to be passive when learning takes Keywords : CTL. Class students X. Learning Community. PAI BP PENDAHULUAN Proses pembelajaran merupakan interaksi antara guru dan murid, dan itu tidak akan terlaksana kecuali apabila ada guru yang mengajar dan siswa yang belajar. Hal ini menunjukkan dua proses yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yan lain didalam pelaksanaan pendidikan. 1Dalam Pendidikan Agama Islam proses pembelajaran selalu memperhatikan perbedaan individu peserta didik serta menghormati harkat, martabat, dan kebebasan berpikir,mengeluarkan pendapat dan menetapkan pendiriannya, sehingga bagi peserta didik belajar merupakan hal yang menyenangkan dan sekaligus mendorong kepribadiannya berkembang secara optimal, sedangkan bagi guru proses pembelajaran merupakan kewajiban yang bernilai ibadah, yang akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah SWT. Dalam proses pembelajaran hal yang selalu menjadi harapan bagi guru adalah bagaimana agar bahan pelajaran yang disampaikan dapat dikuasai oleh anak didik secara Namun, pada nyatanya ini sangat sulit untuk diwujudkan. Kesulitan tersebut dikarenakan anak didik sebagai individu dengan segala keunikannya yang memiliki perbedaan, tidak ada siswa yang sama. Walaupun secara fisik mungkin sama, namun pasti ada hal-hal tertentu yang pasti berbeda, misalnya perbedaan dari sudut minat, bakat, kemampuan bahkan gaya belajar . erbedaan dari segi aspek kognitif, afektif, dan Oleh karena itu kegiatan pembelajaran hendaknya dipilih dan dirancang agar mampu mendorong dan melatih peserta didik untuk mencari ilmu di manapun berada, tidak hanya di bangku sekolah saja tapi juga di masyarakat dan di keluarga. Pembelajaran yang seperti ini selaras dengan model pembelajarn kontekstual (Contextual Teaching and Learnin. yang konsep pembelajarannya menekankan pada proses keterlibatan siswa untuk menemukan materi, menghubungkan materi yang dipelajari dengan kehidupan nyata yang kemudian siswa menerapkannya dalam kehidupan seharihari. Dalam proses pembelajaran khususnya Pendidikan Agama Islam banyak dijumpai materi yang berhubungan dengan kehidupan nyata siswa, misalnya pelajaran Penidikan Agama Islam pada aspek akhlak yaitu tentang adab makan dan minum. Adapun kompetensi dasarnya adalah memperaktekkan adam makan dan minum dalam kehidupan sehari-hari. Sesuai dengan konsep pembelajaran kontekstual, hal yang menjadi harapan bagi guru siswa mampu mencari, menemukan contoh-contoh nyata adab makan dan minum yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari baik melalui pengalaman langsung, media cetak maupun elektronik yang kemudian siswa mampu memperaktekkan adab makan dan minum yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learnin. sangat perlu diterapkan agar anak didik dapat menghubungkan langsung materi pelajaran dengan kehidupan sehari Pembelajaran akan bermakna jika peserta didik mengerti relevansi payang mereka pelajari di sekolah dengan situasi kehidupan nyata dimana isi pelajaran akan digunakan. Model pembelajaran kontekstual akan membantu guru mengaktifkan siswa dalam belajar karena dalam konteks pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learnin. siswa bukan dituntut untuk menghafal, dan hanya sekedar transfer ilmu, akan tetapi akan adanya proses mengkonstruksikan pengetahuan sesuai dengan pengalaman yang mereka miliki dalam rangka memperoleh dan menambah pengetahuan baru serta mengarahkan siswa untuk mempraktikkan pengetahuan dan pengalaman tersebut dalam kehidupan siswa sehingga tampak adanya perubahan perilaku siswa. Pengetahuan yang disusun menjadi mata pelajaran itu sendiri adalah pengalaman-pengalaman manusia masa lalu yang disusun secara sistematis dan logis kemudian di uraikan dalam buku-buku pelajaran dan selanjutnya isi buku itulah yang harus dikuasai siswa. Dari ayat diatas, dijelaskan bahwa Allah SWT. akan merubah keadaan seseorang jika mereka berusaha mengubah keadaan pada diri mereka sendiri begitupun sebaliknya. Konferensi model pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learnin. untuk meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa sebenarnya bukan hal yang baru, sejumlah kajian telah dilakukan oleh (Masriah Lubis, 2012. )/( Iin Reftiyana, 2. Berdasarkan penelitian diatas , model pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learnin. dapat meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa, karena model pembelajaran ini pusat tujuannya tertuju pada peserta didik . tudent cente. yang mana dalam proses pembelajarannya peserta didik berperan aktif dalam menemukan masalah dan mencari solusinya tanpa bergantung pada pendidik. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang fokus dalam tataran analisis deskriptif. Alasan Penelitian menggunakan kualitatif adalah karena data-data mempengaruhi hasil penelitian yakni data deskriptif. Selain itu untuk mengetahui fenomena yang di alami oleh subjek penelitian, dan subjek tersebut adalah guru mata pelajaran agama Islam. Jenis penelitian yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah naratif deskriptif kualitatif naratif deskriptif adalah metode yang digunakan untuk menganalisa data dengan mendeskripsikan data melalui bentuk kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Dan metode ini berfokus pada validitas data kualitatif yang berupa kata-kata yang bersumber dari studi lapangan kemudian diurai berdasarkan fakta dan Alasan Penelitian menggunakan naratif adalah karena naratif . artinya menceritakan atau mengatakan . o tel. suatu cerita secara detail dalam penelitian naratif, peneliti mendeskripsikan kehidupan individu, mengumpulkan, mengatakan cerita tentang kehidupan individu, dan menuliskan cerita atau pengalaman kehidupan individu. penelitian naratif berfokus pada kajian seorang individu. Alasan peneliti menggunakan penelitian kualitatif adalah supaya peneliti dapat meneliti secara langsung mengenani motivasi dan minat belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan agama islam melalui model pembelajaran pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learnin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif, penelitian deskriptif adalah penelitian yang digunakan untuk mendeskripsikan dan menjawab persoalan-persoalan suatu fenomena atau peristiwa yang terjadi saat ini. Karena hasil penelitian akan berusaha mendeskripsikan mengenani motivasi dan minat belajar siswa. Menurut Whitney yang dikutip oleh Moh. Nazir berpendapat bahwa metode deskriptif adalah pencapaian fakta dengan intepretasi yang tepat. Metode ini mempelajari masalah-masalah dalam sekelompok manusia beserta tatacara yang berlaku didalamnya. Situasi-situasi tertentu termasuk tentang hubungan kegiatan-kegiatan, sikap, pandangan serta proses yang berlangsung dan pengaruh dari suatu fenomena. Jenis yang digunakan dalam penelitian ini adalah field research . enelitian lapanga. yaitu meneliti kebiasaan siswa yang cenderung kurang termotivasi, kurang fokus, pasif dan minat belajar yang rendah pada pembelajaran PAI kelas X di SMA Al-Khatibiyah. Dedy Mulyana berpendapat bahwa field research . enelitian lapanga. adalah jenis penelitian yang mempelajari fenomena dalam lingkungannya yang alamiah. Untuk itu, data primernya adalah data yang berasal dari lapangan. Sehingga data yang didapat benar-benar sesuai dengan realitas mengenai fenomena-fenomena yang ada di lokasi penelitian tersebut. Alasan peneliti menggunakan metode ini adalah agar dapat mencari data di lapangan secara detail dan terperinci dengan cara mengamati dari fenomena terkecil yang menjadi acuan titik permasalahan, sampai mengamati fenomena terbesar dan berusaha mencari solusi permasalahan demi kemaslahatan bersama serta untuk mempermudah dalam mengupas sebuah masalah pada siswa kelas X SMA Al-Khatibiyah Pada Mata Pelajaran PAI. Sumber data dalam penelitian ini meliputi data primer (Kepala sekolah. Guru PAI & siswa kelas X SMA Al-Khatibiyah dan sekunder, yang mana data analisisnya menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentas. HASIL DAN PEMBAHASAN Model pembelajaran yang digunakan pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam siswa kelas X SMA Al-Khatibiyah Modung. Wawancara dengan ibu Faizatul Falah bahwa dalam pembelajaran sebelumnya beliau cenderung menggunakan metode ceramah, kemudian beliau melihat sikap dan perilaku anak yang kurang mengerti atas materi atau pelajaran yang dalam mata pelajaran PAI. Sebelumnya saya tidak pernah menggunakan model Contextual Teaching And Learning berbasis Learning Community dalam kehidupan sehari-hari maka beliau mulai menggunakan model pembelajaran Contextual Taeching And Learning berbasis Learning Community dan juga memberikan contoh-contoh nyata dari materi yang beliau sampaikan kepada siswa, menurut beliau hal ini lebih memudahkan siswa untuk memahami dan menerapkan materi. Menurut beliau pembelajaran lebih efektif. Model pembelajaran Contextual Teaching And Learning merupakan model pembelajaran yang melibatkan siswa untuk berperan aktif dalam proses pembelajaran. Model pembelajaran Contextual Teaching And Learning merupakan model pembelajaran yang membuat siswa menjadi kritis, hal tersebut dikarenakan siswa dituntut untuk mengkorelasikan antara materi dengan kehidupan nyata sehingga siswa dapat berfikir secara aktif dan kritis. Adapun rangkaian pelaksanaan model pembelajaran Contextual Teaching And Learning berbasis Learning Community adalah sebagai berikut: Kegiatan pembukaan . Guru membuka pembelajaran dengan salam pembuka, memanjatkan syukur kepada Allah SWT kemudian berdoa. Guru mengabsen dan mengecek kehadiran siswa satu persatu dengan menyebut nama siswa. Apresepsi, guru mengulang materi yang telah disampaikan kemudian mengaitkan dengan materi yang akan dibahas. Guru menyampaikan capaian pembelajaran yang akan dibahas . Guru menyampaikan tujuan-tujuan pembelajaran Kegiatan Inti . Eksplorasi Siswa mencari berita sesuai dengan yang akan dipelajari, yang telah didiskusikan dengan kelompok masing-masing siswa. Guru menyampaikan materi secara umum dan mengaitkan dengan kehidupan nyata atau dengan fenomena-fenomena yang sedang terjadi. Guru menyampaikan materi sesuai dengan capaian pemebelajaran dan tujuan . Siswa menyampaikan hasil diskusi berkaitan dengan materi yang telah di diskusikan sebelum pembelajaran dimulai, penyampaian hasil diskusi hanya perwakilan dari masing-masing kelompok. Kegiatan penutup . Guru melakukan penguatan materi kepada siswa . Guru menyimpulkan materi yang telah disampaikan . Guru menyampaikan materi yang akan di bahas pada pertemuan . Guru memberikan tugas kepada siswa serta menjelaskan prosedur pengumpulan tugas . Guru menyampaikan salam penutup Dari observasi yang peneliti peroleh bahwa model pembelajaran Contextual Taeaching And Learning berbasis Learning Commuity merupakan model pembelajaran yang digunakan kelas X pada mata pelajaran agama Islam. Dikarenakan siswa kurang mampu memahami dan menerapkan materi pelajaran agama islam yang di sampaikan Dan dari observasi yang peneliti peroleh model Contextual Teaching And Learning bebasis Learning Community diadakan untuk memberikan minat, pengetahuan dan pemahaman siswa untuk menerapkan materi dalam kehidupan nyata sehari-hari mereka. Sehingga hal itu mampu. mengembangkan pemahaman dan kreatifitas siswa. Paparan data yang telah dijelaskan menunjukan bahwa model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran Contextual Teaching And Learning berbasis Learning Community dimana keaktifan lebih di dominasi oleh guru dengan memberikan contoh-contoh materi yang dikaitkan dalam kehidupan sehari-hari siswa sehingga siswa dengan harapan mampu menerapkan materi yang telah disampikan. Dari pernyataan tersebut maka model pembelajaran yang digunakan sudah sesuai dengan teori. Kendala penerapan model pembelajaran Contextual Teaching And Learning berbasis Learning Community yaitu Kurangnya partisipasi aktif siswa karena siswa belum terbiasa atau kurang terlibat secara aktif dalam kegiatan pembelajaran kolaboratif karena terbiasa dengan pemebelajaran tradisonal sehingga masih ada siswa yang cenderung pasif atau tidak mau mengemukakan pendapat ketika pembelajaran berlangsung. Dan ada perbedaan karakteristik dari masing-masing siswa seperti kemampuan berfikir siswa dalam memahami materi juga berbeda-beda. Jadi Ketika pembelajaran berbentuk kelompok untuk diskusi dan presentasi, terkadang masih ada Sebagian siswa yang hanya mengandalkan jawaban temannya dan ada juga yang kurang memperhatikan waktu membahas materi. Dan Waktu pembelajaran yang terbatas dalam penerapan model Contextual Teaching and Learning (CTL) berbasis learning community dapat menjadi tantangan yang signifikan. Model ini merupakan pembelajaran yang kompleks dan sulit dilaksanakan dalam konteks pembelajaran, selain juga membutuhkan waktu yang cukup lama saat proses pembelajaran ini berlangsung. selain itu model ini memerlukan waktu yang cukup untuk interaksi, kolaborasi, dan refleksi, sehingga guru perlu merencanakan dengan cermat agar tujuan pembelajaran tetap tercapai. Solusi mengatasi kendala penerapan model pembelajaran Contextual Teaching And Learning berbasis Learning Community yaitu Memberikan umpan balik yang positif, yaitu dengan cara guru menghargai usaha dan proses yang dilakukan oleh siswa dalam belajar guna untuk meningkatkan motivasi intrinsik siswa dan membuat mereka merasa dihargai. Hal ini berperan penting dalam memotivasi siswa dan meningkatkan partisipasi aktif siswa. Seperti memberikan pujian pada setiap langkah kecil yang menunjukkan kemajuan atau usaha keras siswa keterlibatannya dalam Dan Perencanaan dan Manajemen Waktu yang Efektif, yaitu dengan membuat rencana pembelajaran yang detail dan terstruktur untuk memastikan setiap aspek pembelajaran tercakup. Dan membagikan waktu pelajaran menjadi beberapa bagian yang terstruktur untuk memastikan setiap aktivitas pelajaran memiliki durasi yang cukup. seperti menetapkan alokasi waktu yang jelas untuk setiap bagian dari pelajaran dan patuhi jadwal tersebut dengan ketat. Dengan memperhatikan pembagian waktu pelajaran guru dapat menciptakan pembelajaran yang lebih terfokus dan mendukung tercapainya tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Menciptakan lingkungan kelas yang mendukung, yaitu guru berusaha menciptakan suasana kelas yang aman dan inklusif, di mana setiap siswa merasa dihargai dan didukung untuk berpartisipasi dalam pembelajaran. Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa, ketika siswa nyaman mengemukakan pendapatnya, mereka menjadi lebih percaya diri kemampuan mereka untuk mencari jawaban dan memahami materi. Misalnya guru menententukan aturan kelas yang mendorong saling menghormati dan mendukung siswa untuk melihat kesalahan sebagai bagian dari proses belajar, sehingga ketika ada siswa yang salah dalam menjawab hal ini tidak mempengaruhi kepercayaan diri siswa menurun. Contohnya AuTidak apa-apa jika kamu salah dalam menjawab, yang penting kamu berusaha dan belajar dari kesalahan Ay SIMPULAN Penerapan model pembelajaran Contextual Teaching And Learning berbasis Learning Community pada mata pelajaran Pendidikan agama islam dan Budi Pekerti kelas X SMA Al-Khatibiyah, dapat memudahkan siswa untuk memahami dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari siswa, guru berupaya untuk siswa terlibat aktif dalam proses penerapannya sehingga siswa dengan mudah menerapkan, menemukan pengetahuan dari kerja kelompok siswa. Penerapan tersebut sudah terlaksana dengan baik namun belum maksimal. Kendala dalam penerapan model pembelajaran Contextual Teaching And Learning berbasis Learning Community yaitu kurangnya partisipasi aktif dari siswa, karena siswa belum terbiasa atau kurang terlibat secara aktif dalam kegiatan pembelajaran kolaboratif dikarenakan terbiasa dengan pemebelajaran tradisonal. Dan kurangnya batas waktu yang cukup juga menjadi kendala dalam penerapan model ini sehingga masih ada siswa yang kurang memahami materi pembelajaran. Solusi untuk mengatasi kendala dalam penerapan model pembelajaran Contextual Teaching And Learning berbasis Learning Community yaitu guru disarankan selalu melaksanakan pembelajaran dalam kelompok-kelompok belajar sehingga siswa terbiasa dengan kegiatan pembelajaran kolaboratif, dan oleh karena itu guru berusaha mengemas materi semenarik mungkin, supaya motivasi dan minat belajar siswa semakin meningkat keterlibatannya dalam pembelajaran. Dan kurangnya batas waktu yang cukup untuk pembelajaran dapat di atasi dengan perencanaan dan manajemen waktu yang efektif dan mengefesiensi kegiatan di dalam REFRENSI Bahri Djamarah & Syaiful, . Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: Rineka. Cipt. Ramayulis, . Metodologi Pendidikan Agama Islam,(Jakarta: Kalam Muli. Syaiful Bahri Djamarah, . Strategi Belajar Mengajar,( Bandung: PT. Rineka Cipt. Wina Sanjaya,. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, (Jakarta: Kencan. Masnur Muslich, . KTSP Dasar Pemahaman Dan Pengembangan, (Jakarta: Bumi Aksar. Wina Sanjaya,. Kurikulum Dan Pembelajaran, (Jakarta: Kencan. Lexi Moleong, . Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung. Remaja Rosdakary.