Jurnal Komputer Multidisipliner Vol. 9 No. Januari 2026 ISSN: 24559633 INTENSITAS PERGAULAN BEBAS : PENGARUH CIRCLE PERTEMANAN TERHADAP PERGAULAN BEBAS PADA MAHASISWA DI YOGYAKARTA Laura Immanuela Telapary1. Aifa MaulidatussyafaAoah2. Himmatul Ulya3 Universitas Mercu Buana Yogyakarta E-mail: lauraimmanuelatelapary@gmail. com1, aifamaulidatussyafa12@gmail. himmatululya613@gmail. Abstrak Penelitian ini membahas mengenai circle pertemanan memiliki dampak signifikan terhadap pembentukan mental dan karakter mahasiswa, circle pertemanan terbentuk karena adanya interaksi dua orang atau lebih sehingga mempengaruhi kehidupan mahasiswa, baik secara sosial, psikologis, dan akademik mahasiswa artikel ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh circle pertemanan terhadap pergaulan bebas mahasiswa, pengaruh yang dialami oleh mahasiswa tujuannya untuk mengetahui dampak circle pertemanan dalam kehidupan mahasiswa sejauh mana circle pertemanan memiliki dampak positif dan negatif pada tingkat akademik mahasiswa. metode kuantitatif asosiatif pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner, observasi. Teknik analisis data melalui penyebaran kuesioner diolah secara statistik dengan mengukur hubungan antar variabel secara objektif. Jumlah responden dalam penelitian ini berjumlah 100 Mahasiswa Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa circle pertemanan memiliki pengaruh dalam pergaulan bebas mahasiswa. Selain itu penelitian ini juga menunjukkan bahwa kehidupan mahasiswa di Yogyakarta rata-rata terpengaruhi oleh circle pertemanan karakter psikologis terpengaruhi dalam kehidupan sosial, masyarakat, akademik. Kata Kunci Ai Circle Pertemanan. Pergaulan Bebas. Mahasiswa. Abstract This study discusses the circle of friendship has a significant impact on the formation of mental and character of students, the circle of friendship is formed because of the interaction of two or more people so that it affects the life of students, both socially, psychologically, and academically students this article aims to determine the influence of the circle of friendship on the free association of students, the influence experienced by students the aim is to determine the impact of the circle of friendship in the life of students to what extent the circle of friendship has a positive and negative impact on the academic level of students. approach quantitative associative method of data collection through the distribution of questionnaires, observation. Data analysis techniques through the distribution of questionnaires are processed statistically by measuring the relationship between variables objectively. The number of respondents in this study was 100 Yogyakarta students. The results of the study indicate that the circle of friendship has an influence on the free association of students. In addition, this study also shows that the lives of students in Yogyakarta are on average influenced by the circle of friendship psychological character is affected in social, community, academic life. Keywords Ai Friendship Circle. Free Association. University Students. PENDAHULUAN Circle pertemanan memiliki dampak signifikan dalam pembentukan mental, karakter, dan moral mahasiswa. Circle pertemanan terbentuk melalui interaksi dua orang atau lebih yang terjadi secara intens dalam pertemanan, sehingga perkembangan sosial, psikologis, dan akademik mahasiswa terpengaruhi oleh circle pertemanan dalam kehidupan kampus (Astuti et al. Mahasiswa dituntut untuk memilih teman yang memiliki energi positif agar dapat menginternalisasi nilai-nilai sosial dan etika untuk membangun perkembangan diri. Adanya circle pertemanan juga mempengaruhi mahasiswa untuk mengenal dunia perkuliahan yang sangat dinormalisasikan di era saat ini. Circle pertemanan juga mempermudah mahasiswa untuk menjalani kehidupan kampus baik secara akademik, kerja kelompok, brainstorming, serta komunikasi interpersonal yang terjalin dalam circle pertemanan berdampak baik dalam membentuk sikap, pola pikir, dan perilaku sosial mahasiswa baik dalam kehidupan kampus maupun kehidupan sosial(Astuti et al. Dikalangan mahasiswa proses adaptasi dilingkungan baru menjadi sebuah tantangan untuk diri sendiri, perpindahan dari lingkungan keluarga kedalam lingkungan kehidupan kampus, mahasiswa menyesuaikan diri dengan nilai, budaya, dan kebiasann yang berbeda dengan kehidupan lain. Mahasiswa harus pandai dalam memilih teman agar tidak terjerumus ke dalam pergaulan bebas yang berdampak buruk terhadap karakter, moral, norma dan budaya mahasiswa. Circle pertemanan yang tidak sehat berpotensi mendorong mahasiswa terhadap perilaku menyimpang, terutama ketika mahasiswa mengalami krisis identitas dan membutuhkan pengakuan Pergaulan bebas dikalangan mahasiswa terjadi karena adanya beberapa factor salah satunya adalah pengaruh circle pertemanan yang memberikan dampak negative terhadap individu. Selain itu, perkembangan media sosial di era sekarang memberikan dampak negative sehingga mahasiswa menormalisasikan perilaku menyimpang. Media sosial menampilkan kontenkonten sesuai algoritma dunia maya video yang tidak pantas dapat diakses dengan mudah oleh semua kalangan termasuk mahasiswa. Salah satu video yang sering ditemui dikalangan mahasiswa adalah pornografi, paparan dan kecanduan konten pornografi beresiko mempengaruhi pola pikir, persepsi, dan perilaku sosial mahasiswa di Daerah Istimewa Yogyakarta(Andriyani and Ardina Mahasiswa sebagai kelompok individu yang mengalami krisis identitas sehingga lebih rentan terhadap pengaruh lingkungan baik dari cirle pertemanan maupun media sosial. Pergaulan bebas membuat setiap individu kehilangan control moral dan merasa bebas dari pengawasan orang Hal ini membuat mahasiswa merasa bebas untuk melakukan perilaku menyimpang sehingga menyebabkan mahasiswa memiliki kebebasan yang sangat luas untuk mengatur kehidupan pribadi. Apabila kebebasan mahasiswa tidak diimbangi dengan control diri dan karakter, moral, nilai yang kuat maka mahasiswa berpotensi kehilangan rasawaspada, sopan santun, serta Erika dalam berinteraksi sosial baik dalam kehidupan kampus maupun kehidupan bermasyarakat. Dalam fenomena ini peran orang tua sangat penting dengan memberikan arahan dengan pesan-pesan yang baik serta control sosial, meskipun tidak hadir secara langsung dalam kehidupan sehari-hari mahasiswa orang tua harus menghubungi mahasiswa setiap hari sekedar menanyakan kabar dll(Kesehatan and Dan 2. Penelitian ini mengkaji bahwa circle pertemanan memiliki pengaruh penting terhadap pergaulan bebas mahasiswa dengan kemungkinan berpengaruh atau tidak terhadap Circle pertemanan yang sehat, sehingga membantu mahasiswa untuk selalu berjalan kearah yang sesuai dengan keinginan banyak kalangan sehingga mahasiswa mampu untuk membangun kepercayaan diri, menjaga identitas diri, serta beradaptasi dikehidupan kampus dan kehidupan sosial tanpa kehilangan norma yang berlaku, mental mahasiswa terjaga dengan baik karena adanya energi positif dan kontribusi dari circle pertemanan terhadap kelancaran proses perkuliahan. Namun tidak semua mahasiswa mampu untuk memilih circle pertemanan yang baik, banyak mahasiswa yang terjebak dalam kelompok orang-orang dengan pergaulan bebas yang dinormalisasikan sehingga norma dan perilaku mahasiswa berdampak buruk terhadap diri sendiri, keluarga, kehidupan kampus, sosial(Safitri et al. Mahasiswa sebagai individu yang berada pada fase transisi remaja menuju dewasa yang sering mengalami krisis identitas untuk menemukan jati diri sehingga sikap dan perilaku mahasiswa sering kali masih labil adanya circle pertemanan menjadi sebuah wadah bagi mahasiswa untuk menemukan jati diri seperti pertukaran nilai, sikap, dan perilaku yang terjadi secara langsung dan berulang terhadap individu. Interaksi yang dilakukan mahasiswa mendorong kepribadiannya untuk menyesuaikan diri dengan norma kelompok, baik secara sadar maupun tidak Hal ini sejalan dengan Teori Kontro Sosial yang dikemukakan oleh Travis Hirschi . yang menyatakan bahwa ikatan sosial yang kuat dapat memengaruhi perilaku individu, baik dalam mencegah maupun mendorong perilaku menyimpang, tergantung pada nilai yang dianut dalam lingkungan sosial tersebut(Santoso 2. Dalam kehidupan kampus mahasiswa sering berkomunikasi dengan teman dekatnya sehingga circle pertemanan terbentuk karena adanya factor seperti kedekatan emosional, kesamaan jurusan, aktivitas organisasi, serta sefrekuensi dengan jokes yang sama. Semakin intens berinteraksi maka semakin besar pula peluang internalisasi nilai kelompok, sehingga circle pertemanan memiliki pengaruh penting terhadap kepribadian mahasiswa untuk melakukan aktivitas sehari-hari baik perilaku yang baik maupun perilaku yang menyimpang, maka circle pertemanan berpotensi menjadi factor pendorong pergaulan bebas fenomena ini terjadi karena adanya kelemahan terhadap control sosial dari keluarga dan lingkungan asal, khususnya bagi Pergaulan bebas dikalangan mahasiswa sering kali berawal dari beberapa hal yang dianggap ringan dan wajar, seperti nongkrong hingga larut malam, mengikuti gaya hidup hedonis, atau mencoba hal-hal baru tanpa mempertimbangkan dampak buruk terhadap diri sendiri, keluarga, kampus, sosial, dorongan dari circle pertemanan membuat mahasiswa tidak berfikir panjang dan mengabaikan batasan moral dan nilai sosial. Dalam perspektif Teori Penyimpangan Sosial Robert K. Merton . , perilaku menyimpang muncul sebagai bentuk adaptasi individu terhadap tekanan sosial dan lingkungan yang permisif terhadap penyimpangan(Anon n. Media sosial mmerupakan sebuah platfrom untuk memperkuat adanya pengaruh circle pertemanan terhadap pergaulan bebas mahasiswa, berperan penting sebagai ruang kontruksi realitas sosial yang menampilkan berbagai gaya hidup modern dan premisif. konten-konten yang tersebar di semua platfrom media sosial tidak hanya dikonsumsi secara individual tetapi juga dibahas dan dibenarkan dalam circle pertemanan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tekanan teman sebaya memiliki pengaruh signifikan terhadap pengambilan keputusan dan perilaku berisiko pada remaja dan mahasiswa(Papalia and Martorell 2. Dampak pergaulan bebas pada mahasiswa tidak hanya terlihat dari aspek moral dan sosial tetapi juga berdampak pada aspek akademik dan psikologis mahasiswa. Mahasiswa yang terlibat dalam pergaulan bebas cenderung mengalami beberapa perubahan dalam kehidupan baik dari keluarga, sosial, maupun akademik perubahan yang terjadi terhadap mahasiswa karena factor pergaulan bebas membuat penurunan dalam prestasi, menurunnya motivasi untuk belajar, serta kesulitan untuk berinteraksi kepada lingkungan sosial, perubahan hubungan keluarga dengan individu berpotensi gangguan mental bagi mahasiswa. Dari sisi psikologis pergaulan bebas dapat memicu beberapa hal seperti kecemasan, konflik Kondisi ini menunjukkan bahwa pergaulan bebas merupakan persoalan multidimensional yang perlu mendapatkan perhatian serius dari beberapa pihak seperti keluarga dan teman. Dari sisi lain circle pertemanan memiliki peran penting terhadap pergaulan mahasiswa karena factor protektif membuat individu memiliki control sosial yang mendorong mahasiswa untuk selalu mematuhi aturan norma, dan etika sosial. Dukungan emosional serta komunikasi interpersonal yang sehat serta saling memberikan nasihat membantu mahasiswa dalam mengelola mental sehingga tekanan akademik dan sosial teratasi dengan baik. Namun kemampuan mahasiswa dalam memilih circle pertemanan yang sehat dipengaruhi oleh tingkat kematangan emosional dan kesadaran diri, mahasiswa terutama sering mengalami krisis identitas saat berada dalam lingkungan baru hal ini sangat dibenci oleh mahasiswa karena harus melalui fase adaptasi dengan orang baru serta lingkungan baru dengan beberapa aturan norma, moral, budaya baru. Oleh karena itu pengaruh circle pertemanan terhadap pergaulan bebas mahasiswa memiliki sifat dinamis dan bergantung pada interaksi antara factor individu, sosial, budaya. akademik dan sosial teratasi dengan baik. Namun kemampuan mahasiswa dalam memilih circle pertemanan yang sehat dipengaruhi oleh tingkat kematangan emosional dan kesadaran diri, mahasiswa terutama sering mengalami krisis identitas saat berada dalam lingkungan baru hal ini sangat dibenci oleh mahasiswa karena harus melalui fase adaptasi dengan orang baru serta lingkungan baru dengan beberapa aturan norma, moral, budaya baru. Oleh karena itu pengaruh circle pertemanan terhadap pergaulan bebas mahasiswa memiliki sifat dinamis dan bergantung pada interaksi antara factor individu, sosial, budaya. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif asosiatif dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh circle pertemanan sebagai variabel independen terhadap pergaulan bebas sebagai variabel dependen. Paradigma positivistik dipilih sebagai pendekatan yang memungkinkan pengukuran secara objektif dan sistematis antarvariabel. Dalam penelitian ini terdapat populasi, yaitu mahasiswa yang berkuliah di universitas di Yogyakarta, berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Mahasiswa di Yogyakarta 789 jiwa. Jenis sampel yang digunakan yaitu purposive, dengan memakai rumus Slovin dihasilkan 100 mahasiswa yang akan dijadikan sebagai sampel dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan dalam bentuk angket berupa kuesioner melalui Google Form dengan menggunakan skala Likert dengan pilihan empat respons, yaitu AuSangat SetujuAy. AuSetujuAy. AuTidak SetujuAy, dan AuSangat Tidak SetujuAy, kuesioner tersebut disusun berdasarkan indikator masing-masing variabel. Setelah mendapatkan respons maka dilakukan serangkaian pengujian berupa uji validitas dan uji reliabilitas serta lebih lanjut lagi terdapat uji regresi linear, uji normalitas, dan uji linearitas melalui perangkat lunak berupa Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Instrumen Uji Validitas merupakan uji yang menunjukan hingga mana instrumen mampu untuk mengukur apa yang seharusnya diukur, dalam hal ini sebuah instrumen akan dikatakan valid apabila mampu dalam memaparkan konsep atau struktur yang akan diteliti(Hartoyo et al. Dalam uji validitas terdapat variabel x dan y yang akan diuji melalui konsep yang terstruktur untuk menghubungkan antara nilai dari masing Ae masing indikator dengan nilai keseluruhan atau total dari jawaban kuesioner. Dalam uji validitas jika nilai r lebih dari r tabel, maka dapat dikatakan pernyataan kuesioner tersebut valid. Untuk perincian dari nilai r hitung masing Ae masing indikator dapat disimak pada tabel 1. Tabel 1. Nilai r hitung masing- masing item pertanyaan Jumlah responden atau n=100 dengan signifikan 5% dari tabel di atas dapat dikatakan bahwa untuk mengetahui pernyataan valid atau tidak yaitu dengan menggunakan nilai r table yang nantinya akan dibandingkan dengan nilai r hitung yang teah diketahui dari pengujian yang sudah diakukan dalam sofware SPSS. Dalam penelitian ini dihasilkan nilai r tabel penelitian sebesar 0,195. Seperti yang sudah terlihat pada tabel semua pernyataan dari r tabel > 0,195, maka dapat disimpulkan bahwa semua pernyataan dalam penelitian ini sudah valid. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas memiliki tujuan untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten sehingga jika dilakukan berulang kali terhadap gejala yang sama dan pengukuran yang sama juga(Ir. Syofian Siregar 2. Untuk menilai keputusan responden bisa terlihat dari nilai cronbachAos Alpha yaitu 0,70, jika nilai CronbachAos Alpha pada variabel X adalah 0,812 dan pada variabel Y adalah 0,769 jika nilai dari masingmasing variabel > 0,60 maka pernyataan dalam masing - masing variabel sudah reliabel. Uji Normalitas Uji normalitas ditujukan untuk mengetahui apakah nilai residu sudah tersalurkan secara normal dan merata(Dr. Fitri April Yanti and Prof. Dr. Syukri Hamzah 2. Uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dipilh sebagai uji normalitas yang dimana dalam parameternya dinilai dari nilai signifikansinya yaitu jika nilai tersebut > 0,05 maka dalam data penelitian ini diperoleh nilai sebesar 0,051 yang dimana nilai 0,051 > 0,05. Sehingga bisa disimpulkan bahwa nilai yang tersalurkan normal. Uji Linearitas Uji linearitas dibutuhkan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan yang linear pada masing Ae masing variabel(Dr. Fitri April Yanti and Prof. Dr. Syukri Hamzah Dalam uji linearitas data yang dihasilkan dikatakan linear jika nilai sig > 0,05 tetapi jika sebaliknya yaitu nilai sig < 0,05 maka data tidak linear. dalam penelitian ini data yang sudah diolah di lakukan uji lineriatias menghasilkan nilai sebesar 0,671 maka hasil nilai 0,671 > 0,05 yang memiliki arti masing Ae masing variabel yaitu variabel circle pertemanan (X) dan variabel pergaulan bebas ( Y ) pada mahasiswa di Yogyakarta linear. Uji Pengaruh (Uji Regresi Linear Sederhana ) Uji regresi linear sederhana dilandaskan pada hubungan antarvariabel yang memiliki sifat kausalitas yaitu antara variabel independen dan variabel dependen(Anon n. Tujuan dalam uji regresi linear sederhana ini yaitu untuk melihat seberapa besar pengaruh dari variabel independen yaitu circle pertemanan terhadap variabel dependen yaitu Pergaulan bebas. Secara umum rumus regresi linear yaitu Y = a bx, rumus tersebut untuk mengetahui nilai dari koefesien regresi. Setelah melakukan olah data melalui software berupa SPSS diperoleh nilai a = -1,328 b= 0,757 Nilai yang diperoleh yaitu a= -1,328 dan nilai b= 0,757 maka dalam persamaan regresinya yaitu Y = -1,328 0,757. Nilai tersebut menunjukan nilai koefisien regresi yang dihasilkan bernilai positif ( ) maka bisa disimpulkan ketika semakin besar pengaruh circle pertemanan maka semakin tinggi juga tingkat pergaulan bebas mahasiswa. dilanjutkan pada uji selanjutnya yaitu pada uji hipotesis diperoleh nilai sig. 0,001, jika ingin dikatakan terdapat pengaruh variabel x pada variabel y maka nilai sig. harus < 0,050 dalam nilai yang sudah diperoleh tadi yaitu 0,001<0,050 sehingga terdapat pengaruh dari variabel circle pertemanan . terhadap variabel pergaulan bebas . Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari varibel x pada varibel Y maka bisa diihat dari nilai R Square yang dihasilkan yaitu 0,860 nilai ini menunjukan bahwa varibel circe pertemanan mempengaruhi varibel perilaku pergaulan bebas pada mahasiswa di yogyakarta sebesar 86% lalu untuk 14% merupakan variabe lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Berikutnya peneliti juga mendapatkan data deskriptif tentang berapa uang saku yang dimiliki oleh mahasiswa di Yogyakarta melalui kuesioner yang disebarkan menjadi tiga opsi, dapat disimak pada diagram berikut Berdasarkan data tersebut bisa disimpulkan bahwa 43,8% responden yang merupakan mahasiswa yang memiliki uang saku per bulan di bawah Rp. 000,00. Kondisi ini memperlihatkan bahwa mayoritas mahasiswa hidup dalam keterbatasan ekonomi relatif sehingga circle pertemanan menjadi ruang sosial utama bagi mahasiswa, nilai dan perilaku dalam kelompok memiliki pengaruh yang kuat bagi mahasiswa. KESIMPULAN Penelitian kuantitatif yang telah kami lakukan bertujuan untuk menguji apakah circle pertemanan memiliki pengaruh terhadap pergaulan bebas mahasiswa di Yogyakarta memakai statistic uji linear sederhana, hasil uji yang telah kami dapat adalah 86% circle pertemanan memiliki pengaruh terhadap pergaulan bebas mahasiswa di Yogyakarta. Sedangkan, 14% sisanya dipengaruhi oleh variable lain yang tidak termasuk ke dalam penelitian ini. Data deskriptif yang kami peroleh dari responden menunjukan mayoritas mahasiswa di Yogyakarta mempunyai uang saku yang cukup terbatas, karena 43,8% responden memiliki uang saku dibawah Rp. 000 dan 42,1% responden mempunyai uag saku sekitar Rp. 000 Ae Rp. Kondisi ekonomi ini memperlihatkan bahwa mayoritas mahasiswa hidup dalam keterbatasan ekonomi relatif sehingga circle pertemanan menjadi ruang sosial utama bagi mahasiswa, nilai dan perilaku dalam kelompok memiliki pengaruh yang kuat bagi mahasiswa. Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan, penulis menambahkan saran agar mahasiswa dapat lebih bijak memilih lingkungan dan circle pertemanan yang baik untuk menemani kehidupan perkuliahan agar tidak terjerumus ke dalam pergaulan yang tidak sehat untuk kehidupan mahasiswa itu sendiri. Menelaah dan mencari tahu dengan siapa mahasiswa akan berteman dan lingkungan yang ditempati dapat mengurangi resiko pergaulan bebas yang terjadi pada mahasiswa. Pergaulan bebas yang terjadi pada mahasiswa juga dipengaruhi oleh banyak hal, tetapi lingkaran circle pertemanan merupakan pengaruh yang cukup besar. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui faktor apa saja yang bisa mempengaruhi pergaulan bebas pada mahasiswa selain circle pertemanan. DAFTAR PUSTAKA