Kelola: Journal of Islamic Education Management Oktober 2025. Vol. 10 No. 2 Hal. 248 - 260 P-ISSN : 2548 Ae 4052 E-ISSN : 2685 Ae 9939 A2019 Manajemen Pendidikan Islam. https://ejournal. id/index. php/kelola ANALISIS MANAJEMEN PEMBELAJARAN GURU DALAM MENGGUNAKAN TEKNOLOGI DIGITAL DI MADRASAH ALIYAH NEGERI PALOPO 1Miftahul Jannah, 2Rosdiana, 3Alimuddin 1,2,3Universitas Islam Negeri Palopo Alamat Surat E-mail: 42064800314@uinpalopo. id, alimuddin@uinpalopo. Abstract This study investigates the management of teacher-led learning through the use of digital technology at Madrasah Aliyah Negeri Palopo. The objectives are to examine the implementation of digital technology-based learning management, to identify both internal and external supporting factors, and to explore the challenges encountered in its application. descriptive qualitative design was employed, with teachers utilizing digital technology in classroom instruction serving as the research subjects. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using Miles and HubermanAos interactive model, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that teachers have implemented the essential management functions, planning, implementation, and evaluationAiby integrating digital tools. Devices and platforms utilized include laptops, smart TVs, e-learning applications. Microsoft Office, and Quizizz. Furthermore, assessment activities were conducted using Computer-Based Testing (CBT). The integration of these technologies was found to enhance both the effectiveness and efficiency of the learning process. Internal supporting factors include professional development through teacher training and the availability of school facilities and infrastructure. External factors encompass governmental support in the form of digital device provision, training initiatives, and policy frameworks promoting technological integration. Nevertheless, the study also identified several challenges, such as limited infrastructure . articularly internet and electricity acces. and insufficient digital literacy among students. Addressing these issues requires improved infrastructure and the provision of digital literacy training for learners. Keywords: Learning Management. Digital Technology. Teachers. Abstrak Penelitian ini membahas manajemen pembelajaran guru dalam menggunakan teknologi digital di Madrasah Aliyah Negeri Palopo. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan penerapan manajemen pembelajaran berbasis teknologi digital, faktor pendukung internal dan eksternal, serta hambatan yang dihadapi. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan subjek guru yang memanfaatkan teknologi digital dalam pembelajaran. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melaksanakan fungsi manajemen pembelajaran berupa perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan dukungan teknologi. Perangkat yang digunakan meliputi laptop, smart TV, serta aplikasi digital seperti e-learning. Microsoft Office, dan Quizizz. Evaluasi pembelajaran juga dilakukan dengan sistem Computer Based Test (CBT). Pemanfaatan teknologi tersebut meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran. Faktor internal yang mendukung adalah pelatihan kompetensi guru serta sarana prasarana sekolah, sedangkan faktor eksternal mencakup dukungan pemerintah berupa penyediaan perangkat, pelatihan, dan Vol 10. No. Oktober 2025 Analisis Pembelajaran Guru . Hambatan utama meliputi keterbatasan infrastruktur, khususnya akses internet dan listrik, serta keterampilan siswa yang masih terbatas dalam menggunakan teknologi. Solusi yang ditawarkan adalah peningkatan fasilitas serta pelatihan literasi digital bagi peserta didik. Kata Kunci: Manajemen Pembelajaran. Teknologi Digital. Guru PENDAHULUAN Guru memegang peran yang sangat penting dalam pengelolaan pembelajaran . earning managemen. (Buchari, 2. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk memberikan pembelajaran yang berkualitas agar hasil belajar siswa optimal. (Deswanti et al. , 2. Guru diharapkan memiliki berbagai kemampuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, karena mereka merupakan salah satu komponen utama yang berpengaruh besar dalam proses belajar mengajar. (Buchari, 2. Pengelolaan proses pembelajaran merupakan usaha dalam mengatur unsur-unsur pembelajaran, termasuk guru dan siswa, materi belajar, buku, alat pembelajaran, ruang kelas, dan interaksi di antara mereka, dengan tujuan mencapai target Salah satu metode untuk mengelola pembelajaran adalah dengan melibatkan pemanfaatan teknologi yang tersedia. Penggunaan teknologi dalam konteks pembelajaran dikenal sebagai pembelajaran yang menggunakan digital. (Fanaqi et al. , 2. Penelitian tentang hubungan manajemen pembelajaran guru yang menggunakan teknologi digital dengan hasil belajar siswa telah dilakukan oleh beberapa peneliti. Taufiq Nur Azis melakukan penelitian terkait strategi pembelajaran yang dapat dilakukan guru di era digital yaitu dengan mengembangkan model, melakukan inovasi dan evaluasi pembelajaran dengan media digital. (Azis, 2. Aniqoh juga melakukan penelitian terkait tantangan guru dalam mendesain model pembelajaran yang menggunakan literasi digital adalah mengembangkan intelektualitas, adaptif dalam segala perubahan, up-to-date terhadap bidang pendidikan maupun teknologi, serta konsistensi dalam menjalankan tugas. (Aniqoh et al. , 2. Sementara Ratna Aliyas dalam penelitiannya menyatakan bahwa pengelolaan pembelajaran guru . earning managemen. berpengaruh secara simultan terhadap hasil belajar siswa. Oleh karena itu, semakin efektif guru mengelola pembelajaran, semakin besar kontribusinya terhadap kelancaran proses pembelajaran dan akhirnya meningkatkan hasil belajar siswa. (Ratna, 2. Penelitian ini bertujuan untuk melengkapi keterbatasan penelitian sebelumnya yang hanya mengungkap tentang manajemen pembelajaran guru secara persial. Secara khusus penelitian ini berusaha mengungkap manajemen pembelajaran guru yang menggunakan teknologi digital pada peningkatan hasil belajar siswa. Penelitian ini juga berusaha menganalisis faktor internal dan eksternal yang berkontribusi dalam mendesain pembelajaran yang menggunakan teknologi digital, serta hambatan dalam manajemen pembelajaran guru dalam menggunakan teknologi digital. Penelitian ini didasarkan pada argumen bahwa guru diharapkan dapat meningkatkan tingkat keilmuan dan akademisnya, mengganti kearifan dan kebijaksanaan yang masih didasarkan pada pola-pola klasik, dan menyadari Vol 10. No. Oktober 2025 250 | Miftahul Jannah dkk. perkembangan serta kemajuan teknologi yang sedang pesat. (Putri, 2. Hal ini dijelaskan dalam surah Ar-Rahman/55:33. a AE II IOA a AeEa aI OA a a a eAeEIA a A aOeEaeA A AaIe aA a eO aeE a eI aA a eO aIA ca a ea eI a eI a eI aA a eO aI eI aCea aA e A IA a e AIOae a aceE aEe IA A osIA Terjemahnya: AuWahai golongan jin dan manusia! Jika kamu sanggup menembus . penjuru langit dan bumi, maka tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan . ari Alla. Ay. Ayat tersebut tersebut menjelaskan bahwa manusia tidak akan mampu melintasi penjuru langit dan bumi kecuali dengan kekuatan. Dalam tafsir tahlili dijelaskan bahwa kekuatan yang dimaksud adalah ilmu pengetahuan dan teknologi. Penelitian yang dilakukan oleh syahid menyatakan bahwa pengelolaan pembelajaran yang profesional sejalan dengan pendidikan 4. menuntut guru untuk kreatif dalam penggunaan dan mendesain perangkat digital sehingga dapat melakukan kegiatan pembelajaran yang efektif. (Syahid et al. , 2. Namun, masih banyak faktor yang mempengaruhi guru dalam memanfaatkan media digital untuk mendesain pembelajaran yang menggunakan digital baik itu faktor internal maupun eksternal. METODE Penelitian ini membahas mengenai manajemen pembelajaran guru dalam menggunakan teknologi digital di Madrasah Aliyah Negeri Palopo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen pembelajaran guru yang menggunakan teknologi digital, faktor internal dan eksternal yang berkontribusi dalam pembelajaran yang menggunakan teknologi digital, dan hambatan dalam manajemen pembelajaran yang menggunakan teknologi digital di Madrasah Aliyah Negeri Palopo . Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif Subjek penelitian ini yaitu guru yang menggunakan teknologi digital dalam proses pembelajaran. Data penelitian yang diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dengan model analisis interaktif dari Miles dan Huberman. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Manajemen Pembelajaran Guru yang Menggunakan Teknologi Digital di Madrasah Aliyah Negeri Palopo Manajemen pelaksanaan, dan evaluasi agar bisa mencapai tujuan dari suatu kegiatan. Manajemen sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama di institusi pendidikan. Proses pembelajaran merupakan kegiatan yang sistematis dan terstruktur untuk mentransfer pengetahuan kepada peserta Kelola: Journal of Islamic Education Management Analisis Pembelajaran Guru . Oleh karena itu manajemen pembelajaran guru memiliki peran yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Setiap sekolah pastinya selalu mengupayakan untuk meningkatkan proses pembelajaran dimana salah satunya dengan mengadakan pembelajaran yang menggunakan teknologi Dalam hal tersebut rencana proses pembelajaran (RPP) sangat penting dilakukan dalam meningkatkan proses pembelajaran peserta didik di Madrasah Aliyah Negeri Palopo. Hal ini sesuai dengan hasil wawancara bersama bapak Muh Nashir. Kom. Pd. selaku guru Teknologi Informasi dan Komunikasi menyatakan bahwa: Audalam menyusun RPP saya menggunakan technology by microsoft, saya menyusun RPP sesuai dengan standard tahapan penyusunan RPP. Penyusunan RPP ini tentu sangat penting dilakukan sebelum memulai proses pembelajaran. Ay Bapak Muh Nashir menyusun RPP sesuai dengan standard tahapan penyusunan yaitu penentuan materi pembelajaran, metode pembelajaran, media dan sumber belajar, serta penilaian hasil belajar. Hal ini diperkuat dari hasil wawancara dengan ibu Husniati. Pd. menyatakan bahwa: Auyang pertama saya lakukan dalam proses penyusunan RPP adalah penentuan materi, pretest siswa . ntuk survei kebutuhan belajar peserta didi. Dalam proses menyusun RPP saya menggunakan teknologi digital seperti smart board dan smart tv dengan menggunakan aplikasi e-learning dan e-exam. Ay Selanjutnya, pelaksanaan diperlukan untuk melihat seberapa jauh proses perencanaan itu terlaksana, sebagaimana dengan hasil wawancara bersama bapak Muh Nashir. Kom. Pd. selaku guru Teknologi Informasi dan Komunikasi yang mengutarakan bahwa: Audalam proses pembelajaran saya menggunakan sistem pembelajaran secara offline. Dengan menggunakan media video, powerpoint dan terkadang juga masih menggunakan papan tulis serta sumber belajar yang saya gunakan yaitu digital book dan artikel. Metode yang saya gunakan dalam proses pembelajaran yaitu ceramah, penugasan, dan Dalam memberi siswa tugas biasanya saya menggunakan teknologi digital bisa juga tidak tergantung dari materi pembelajaran. Teknologi yang biasa saya gunakan dalam memberikan tugas adalah sway nearpod. Ay Hal ini diperkuat lagi sesuai hasil wawancara dengan ibu Husniati. Pd. yang mengutarakan bahwa: Audalam proses pembelajaran saya menggunakan sistem pembelajaran secara hybrid. Dengan menggunakan media video, powerpoint, dan elearning lainnya serta sumber belajar yang saya gunakan adalah buku teks, digital book, dan artikel. Metode yang saya gunakan dalam proses pembelajaran yaitu metode diskusi, ceramah, penugasan, dan proyek. Dalam memberi siswa tugas saya biasanya menggunakan teknologi digital seperti google classromm dan quizizz. Ay Vol 10. No. Oktober 2025 252 | Miftahul Jannah dkk. Hal ini diperkuat lagi dengan hasil wawancara dengan ibu Rusni. Pd. yang mengutarakan bahwa: Audalam proses pembelajaran saya menggunakan sistem pembelajaran secara offline. Dengan menggunakan media video, audio, dan papan tulis serta sumber belajar yang saya gunakan yaitu digital book, artikel, dan youtube. Metode yang saya gunakan dalam proses pembelajaran adalah metode diskusi dan penugasan. Dalam memberi tugas saya menggunakan teknologi digital seperti google classrom dan whatsApp. Ay Selanjutnya dalam proses evaluasi yang dilakukan secara berkesinambungan, mulai dari awal hingga akhir pembelajaran, hal tersebut sesuai dengan hasil wawancara dengan ibu Husniati. Pd. mengemukakan bahwa: Audalam proses evaluasi pembelajaran saya memanfaatkan teknologi digital dengan menggunakan Computer Based Test (CBT) untuk ujian dan menggunakan platform digital seperti quizizz dan kahoot untuk evaluasi harian. Ay Hal ini diperkuat lagi sesuai hasil wawancara dengan ibu Rusni. Pd. yang mengutarakan bahwa: Audalam proses evaluasi pembelajaran saya memanfaatkan teknologi digital dengan memberi peserta didik tugas membuat video yang di edit pakai aplikasi capcut dan upload diaplikasi tik tok. Ay Berdasarkan uraian tentang manajemen pembelajaran guru yang menggunakan teknologi digital di Madrasah Aliyah Negeri Palopo dapat disimpulkan bahwa penggunaan teknologi digital dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran guru di Madrasah Aliyah Negeri Palopo sangat membantu guru dalam mengelola pembelajaran yang lebih Faktor Internal dan Eksternal yang Berkontribusi dalam Pembelajaran yang Menggunakan Teknologi Digital Dalam proses pembelajaran yang menggunakan teknologi digital, terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi efektivitasnya. Faktor-faktor ini dapat dikategorikan menjadi faktor internal yang berasal dari diri individu seperti kesiapan guru dan siswa, serta faktor eksternal yang meliputi dukungan infrastruktur dan kebijakan pendidikan. Hal ini diperkuat oleh narasumber pertama bapak Muh Nashir. Kom. Pd. menyatakan bahwa: Auuntuk meningkatkan kemampuan saya dalam menggunakan teknologi digital pada proses pembelajaran saya mengikuti pelatihan seperti Massive Open Online Course (MOOC) Pintar Kementerian Agama, serta ada bantuan dari pemerintah yang mendukung pembalajaran berbasis teknologi digital berupa smart TV. Ay Hal ini diperkuat lagi sesuai hasil wawancara dengan ibu Husniati. Pd. yang mengutarakan bahwa: Ausaya mengikuti pelatihan media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan saya dalam menggunakan teknologi digital. Juga ada kebijakan atau inisiatif khusus dari manajemen sekolah untuk memfasilitasi media pembelajaran dengan teknologi digital, serta Kelola: Journal of Islamic Education Management Analisis Pembelajaran Guru . kebijakan dari pemerintah yang mempersilahkan pengadaan media pembelajaran dengan teknologi digitalAy. Hal ini diperkuat lagi dengan hasil wawancara dengan ibu Rusni. Pd. yang menyatakan bahwa: Audalam meningkatkan kemampuan saya menggunakan teknologi pada proses pembelajaran saya mengikuti pelatihan dan dilkat. Manajemen sekolah juga mendukung dengan pengadaan falisitas sarana dan prasarana yang berbasis teknologi digital. Ay Berdasarkan uraian tentang faktor internal dan eksternal yang berkontribusi dalam pembelajaran yang menggunakan teknologi digital di Madrasah Aliyah Negeri Palopo dapat disimpulkan bahwa faktor internal dan eksternal memiliki peran yang signifikan dalam keberhasilan pembelajaran yang menggunakan teknologi digital. Faktor internal, seperti guru mengikuti pelatihan dan diklat Massive Open Online Course (MOOC) Pintar Kementerian Agama juga inisiatif dari manajemen sekolah yang mendukung dalam pengadaan fasilitas sarana dan prasarana berbasis teknologi digital. Sementara faktor eksternal, seperti bantuan smart tv, mengadakan pelatihan dan diklat, dan kebijakan untuk mempersilahkan guru menggunakan teknologi digital dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, sinergi antara kedua faktor ini sangat diperlukan agar pembelajaran berbasis teknologi digital dapat berjalan dengan optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi guru dan peserta didik. Hambatan dalam Manajemen Pembelajaran yang Menggunakan Teknologi Digital di Madrasah Aliyah Negeri Palopo Dalam era digital yang terus berkembang, penggunaan teknologi dalam manajemen pembelajaran telah menjadi hal yang tak terhindarkan. Teknologi digital menawarkan berbagai kemudahan dan inovasi dalam dunia pendidikan, tetapi disisi lain juga menghadirkan tantangan yang perlu diatasi, untuk menggali lebih dalam mengenai hambatan dalam manajemen pembelajaran berbasis teknologi digital, saya telah melakukan wawancara dengan beberapa guru yang menggunakan teknologi digital dalam proses Wawancara ini bertujuan untuk memahami hambatan utama yang dihadapi, baik dari segi infrastruktur, kesiapan tenaga pendidik, maupun keterampilan peserta didik dalam memanfaatkan teknologi secara Hal ini sesuai dengan hasil wawancara bersama ibu Husniati. Pd. menyatakan bahwa: Auhambatan yang biasa saya hadapi itu keterbatasan penggunaan teknologi peserta didik, akses internet, dan keterbatasan gadget sehingga saya kesulitan dalam menginput penggunaan teknologi Ay Hal ini diperkuat lagi sesuai hasil wawancara dengan bapak Muh Nashir. Kom. Pd. yang mengutarakan bahwa: Aufasilitas paket data dan jaringan internet masih menjadi kendala peserta didik dalam menggunakan teknologi dalam proses pembelajaranAy Hal ini diperkuat lagi dengan hasil wawancara dengan ibu Rusni. Pd. yang menyatakan bahwa: Vol 10. No. Oktober 2025 254 | Miftahul Jannah dkk. Auada beberapa gedung yang belum memiliki aliran listrik yang menjadi hambatan saya dalam menggunakan teknologi digital dalam proses Ay Dari wawancara yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa meskipun teknologi digital memberikan banyak manfaat dalam manajemen pembelajaran, masih terdapat berbagai hambatan yang perlu diatasi. Kendala seperti keterbatasan akses, serta tantangan teknis dan infrastruktur menjadi faktor utama yang memengaruhi efektivitas penerapan teknologi dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama dari berbagai pihak termasuk lembaga pendidikan serta orang tua untuk menciptakan solusi yang dapat mendukung pembelajaran digital yang lebih inklusif dan PEMBAHASAN Manajemen Pembelajaran Guru yang Menggunakan Teknologi Digital di Madrasah Aliyah Negeri Palopo Manajemen adalah proses merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, dan mengendalikan sumber daya . eperti manusia, modal, waktu, dan teknolog. dalam suatu organisasi atau perusahaan untuk mencapai tujuan tertentu dengan efektif dan efisien. Manajemen pembelajaran guru adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian semua komponen pembelajaran dalam suatu lingkungan pendidikan atau Menurut Syafaruddin dan Nasution ada beberapa fungsi manajemen pembelajaran yaitu perencanaan pembelajaran, pengaturan atau pengorganisasian pembelajaran, kepemimpinan pembelajaran, dan evaluasi (Syafaruddin & Nasution, 2. Perencanaan Pembelajaran Proses penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) guru memanfaatkan teknologi digital. Teknologi digital yang digunakan adalah laptop, smart tv, smart board dengan memanfaatkan bebarapa aplikasi seperti platform e-learning, e-exam, dan microsoft office. Penggunaan teknologi digital dalam proses pembelajaran merupakan langkah progresif yang membuka peluang menunju dunia baru yang penuh dengan potensi hal yang sama diugkapkan oleh Lovandri Dwanda dan Suci Zhinta bahwa mengintegrasikan teknologi digital dalam proses pembelajaran merupakan langkah progresif yang menghadirkan berbagai tantangan dalam upaya menuju revolusi pendidikan. (Putra & Pratama, 2. Guru menyusun RPP sesuai dengan standard tahapan pembuatan yaitu: Penentuan Materi Pembelajaran Penentuan materi pembelajaran berbasis teknologi digital oleh guru diawali dengan menganalisis kurikulum yang digunakan, guna merumuskan tujuan pembelajaran serta menetapkan kompotensi inti dan dasar yang harus dicapai oleh peserta didik. Setelah arah pembelajaran ditentukan, guru melanjutkan dengan mengidentifikasi kebutuhan belajar peserta didik melalui instrumen digital, seperti survei online atau kuesioner elektronik untuk menggali informasi terkait kemampuan awal, gaya belajar, serta minat dan preferensi siswa terhadap materi tertentu. Hasil dari proses ini Kelola: Journal of Islamic Education Management Analisis Pembelajaran Guru . digunakan untuk merancang materi yang tidak hanya sejalan dengan kurikulum, tetapi juga sesuai dengan potensi dan kebutuhan individu peserta Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi digital dalam perencanaan materi menjadi elemen penting dalam menciptakan pembelajaran yang lebih personal, adaptif, dan berorientasi pada efektivitas pencapaian hasil belajar. Metode Pembelajaran Guru menentukan metode pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi digital melalui proses yang mempertimbangkan berbagai aspek penting dalam perencanaan pembelajaran. Langkah pertama yang dilakukan adalah menyesuaikan metode pembelajaran dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dalam kurikulum, agar tercapai kompotensi yang Selain itu, guru juga melakukan analisis terhadap karakteristik peserta didik, termasuk gaya belajar, tingkat kesiapan belajar, dan kemampuan mereka dalam mengoperasikan perangkat digital, dengan memahami kebutuhan dan potensi peserta didik, guru dapat memilih metode pembelajaran yang paling tepat, seperti menjelaskan materi dengan dukungan media digital, pembelajaran berbasis proyek . roject based learnin. , atau blanded learning yang menggabungkan pembelajaran tatap muka dan daring. Pendekatan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran, tetapi juga untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik, inklusif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Media dan Sumber Belajar Dalam menetukan media dan sumber belajar berbasis teknologi digital, guru melakukan proses seleksi yang cermat dan terencana dengan mempertimbangkan relevansi materi dengan tujuan pembelajaran serta kesesuaian dengan karakteristik peserta didik. Guru mulai dengan melakukan pencarian berbagai jenis media dan sumber belajar digital yang mampu mendukung penyampaian materi secara menarik dan interaktif. Media tersebut dapat berupa video edukatif, e-book, modul digital, animasi, podcast pembelajaran, hingga infografis yang menvisualisasikan konsep secara ringkas dan mudah dipahami. Dalam proses pemilihan, guru juga memastikan bahwa media yang digunakan berasal dari platform digital yang kredibel dan banyak digunakan dalam dunia pendidikan, seperti Youtube. Quizizz. Canva, dan Google, dengan pemanfaatan media dan sumber belajar yang tepat dan berkualitas, diharapakan proses pembelajaran menjadi lebih kontekstual, menarik, dan mampu mendorong keterlibatan aktif peserta didik dalam proses belajar. Penilaian Hasil Belajar. Guru menentukan penilaian hasil belajar peserta didik menggunakan teknologi dengan merajuk pada tujuan dan indikator pencapaian pembelajaran yang telah ditetapkan. Selanjutnya guru memilih jenis penilaian yang sesuai, seperti penilaian formatif . uis atau tuga. atau sumatif . jian akhir, atau proye. dengan menggunakan platform digital seperti google form, quizizz, atau kahoot untuk membuat dan menyelenggarakan penilaian. Penggunaan teknologi ini tidak hanya membantu guru dalam mempercepat proses pengumpulan dan analisis hasil penilaian, tetapi juga memberi pengalaman yang lebih menarik bagi siswa. Vol 10. No. Oktober 2025 256 | Miftahul Jannah dkk. serta memungkinkan umpan balik yang lebih cepat dan konstruktif, dengan demikian proses penilaian berbasis digital mendukung peningkatan kualitas pembelajaran secara menyeluruh dan adaptif terhadap perkembangan Kepemimpinan pembelajaran/Pelaksanaan Pembelajaran Pelaksanaan pembelajaran oleh guru di sekolah menggunakan sistem luring, tetapi ada juga yang menggunakan sistem hybrid. Husniati mengungkapakan bahwa teknologi digital yang digunakan oleh guru berupa video. PowerPoint. Quizizz, audio, dan e-learning. Kadang-kadang, guru juga masih menggunakan papan tulis. Sumber belajar yang digunakan guru dalam proses pembelajaran bukan hanya dari buku, tetapi juga dari artikel, digital book, dan youtube. Teknologi mendukung guru dalam merancang sistem pembelajaran yang inovatif guna meningkatkan motivasi belajar peserta didik sebagaimana yang diungkap oleh Belva Saskia Permana, dkk. pembelajaran berbasis teknologi digital merupakan metode pendidikan yang efektif dalam meningkatkan pengalaman belajar peserta didik. (Belva Saskia Permana et al. , 2. Evaluasi Pembelajaran Proses evaluasi oleh guru telah memanfaatkan teknologi digital. Evaluasi harian dilakukan melalui platform Google Classroom. Quizizz. Kahoot. Sedangkan saat ujian, guru menggunakan Computer Based Test (CBT) untuk evaluasi. Tujuan guru menggunakan Computer Based Test (CBT) dalam proses evaluasi tidak hanya karena untuk meningkatkan keakuratan penilaian tetapi juga untuk mengurangi penggunaan kertas, sehingga lebih ramah lingkungan. Penggunaan digital dalam evaluasi ini tentu memberikan kemudahan sebagaimana yang diungkap oleh Ezra Kurniawan, dkk. teknologi memberikan inovasi serta kemudahan dalam aktifitas sekolah terutama dalam proses pembelajaran. (Ezra Kurniawan et al. , 2. Selain itu, dengan adanya teknologi digital, guru dapat menganalisis hasil evaluasi secara lebih mendalam untuk menyesuaikan strategi pembelajaran yang lebih efektif bagi peserta didik. Faktor Internal dan Eksternal yang Berkontribusi dalam Pembelajaran yang Menggunakan Teknologi Digital Pembelajaran yang menggunakan teknologi digital dipengaruhi oleh berbagai faktor yang dapat memengaruhi efektivitas dan hasil belajar. Secara umum, faktor-faktor tersebut dapat dikategorikan ke dalam dua kelompok utama, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal Guru mengikuti pelatihan dan diklat dalam mengembangkan kemampuannya menggunakan teknologi seperti pelatihan media pembelajaran dan Massive Open Online Course (MOOC) Pintar Kementerian Agama. Pelatihan dan peningkatan kompotensi digital guru memegang peran penting dalam mendukung transformasi digital di sekolah sebagaimana yang diungkapkan oleh Melda Hasna bahwa kompotensi digital guru menjadi salah satu faktor krusial dalam keberhasilan implementasi digitalisasi di (Hasna, 2. Adanya inisiatif dari manajemen sekolah yang mendukung dalam pengadaan fasilitas sarana dan prasarana berbasis Kelola: Journal of Islamic Education Management Analisis Pembelajaran Guru . teknologi digital juga menjadi salah satu faktor yang krusial dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif. Dukungan tersebut memungkinkan guru dan peserta didik untuk mengakses teknologi dengan mudah, sehingga proses pembelajaran berbasis digital dapat berjalan lebih lancar dan efektif. Selain itu, komitmen manajemen sekolah dalam memberikan pelatihan dan pendampingan teknis secara berkala juga berperan penting dalam meningkatkan kompotensi digital guru. Tidak hanya sebatas pada pengadaan perangkat keras seperti komputer, laptop, dan smart tv, tetapi juga mencakup penyediaan koneksi internet yang stabil, perangkat lunak pendukung pembelajaran, serta sistem manajemen pembelajaran digital yang terintegrasi. Manajemen sekolah juga melakukan evaluasi terhadap pemanfaatan teknologi di kelas, untuk memastikan bahwa teknologi benar-benar mendukung pencapaian tujuan pembelajaran, dengan adanya ekosistem teknologi yang dikelola secara baik dan berkelanjutan, proses digitalisasi pendidikan tidak hanya menjadi simbol kemajuan, tetapi benar-benar menjadi alat transformasi pembelajaran yang efektif, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh. Faktor eksternal Bantuan smart tv, mengadakan pelatihan dan diklat, dan kebijakan untuk mempersilahkan guru menggunakan teknologi digital dalam proses pembelajaran, semakin memperkuat kesiapan guru dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam strategi pembelajaran mereka. Dengan adanya dukungan ini, guru dapat lebih percaya diri dan terampil dalam memanfaatkan berbagai perangkat dan aplikasi digital untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sebagaimana yang dikatakan Yunusman Hulu bahwa peran pemerintah sangat lah penting untuk memberikan fasilitas guru dalam menggunakan teknologi digital dalam proses belajar mengajar. Sehingga dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam bekerja terutama dalam mengajar dalam kelas. (Hulu, 2. Kebijakan yang inklusif dan partisipatif memberikan ruang bagi guru untuk berinovasi tanpa khawatir akan keterbatasan sarana. Guru dapat lebih bebas menerapkan berbagai pendekatan pembelajaran digital, seperti pembelajaran berbasis proyek . roject based learnin. , pembelajaran diferensiasi berbantu teknologi, hingga model pembelajaran hybrid yang menyesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Dampaknya, proses pembelajaran menjadi lebih menarik, konstektual, dan mampu meransang partisipasi aktif peserta didik dalam proses belajar. Tidak hanya itu, efesiensi kerja guru juga meningkat, karena teknologi memungkinkan penyusunan RPP, penilaian, dan pelaporan hasil belajar dilakukan secara lebih cepat dan Dukungan ini pun menciptakan budaya sekolah yang adaptif terhadap perubahan, dimana guru terbiasa untuk terus belajar dan meningkatkan literasi digital mereka. Peningkatan fondasi ini menjadi fondasi penting dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21, yang menuntut keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi informasi secara maksimal. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, manajemen sekolah, dan guru sangat diperlukan untuk menciptakan Vol 10. No. Oktober 2025 258 | Miftahul Jannah dkk. ekosistem pendidikan yang responsif, inklusif, dan berbasis teknologi digital, dengan begitu guru tidak hanya menjadi pengguna teknologi tetapi juga pengembang pembelajaran digital yang adaptif terhadap kebutuhan zaman dan karakteristik peserta didik. Hambatan dalam Manajemen Pembelajaran yang Menggunakan Teknologi Digital di Madrasah Aliyah Negeri Palopo Pada era digital yang semakin berkembang, teknologi telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam dunia pendidikan. Penggunaan teknologi digital dalam manajemen pembelajaran menawarkan berbagai manfaat, seperti akses yang lebih luas, efisiensi administrasi, dan pengalaman belajar yang lebih interaktif. Namun, dibalik berbagai keunggulan tersebut, terdapat sejumlah hambatan yang perlu diatasi agar penerapannya dapat berjalan Penerapan teknologi digital dalam manajemen pembelajaran, terdapat beberapa hambatan yang menjadi tantangan utama sebagaimana yang dikatakan Suyuti, dkk. bahwa penggunaan teknologi dalam pendidikan juga memiliki tantangan yang perlu diperhatikan. (Suyuti et al. , 2. Salah satu kendala utama dalam penggunaan teknologi digital dalam pembelajaran adalah keterbatasan infrastruktur. Hambatan ini meliputi terbatasnya sumber daya listrik dan keterbatasan akses internet pada beberapa gedung kelas di Madarasah Aliyah Negeri Palopo yang menyebabkan kesenjangan dalam penerapan digitalisasi pendidikan. Masalah ini tidak hanya berdampak pada institusi pendidikan yang belum sepenuhnya terfasilitasi dengan baik, tetapi juga peserta didik dan pendidik yang menghadapi keterbatasan koneksi internet yang lambat atau tidak stabil. Ketiadaan jaringan internet yang memadai sering kali mengganggu proses pembelajaran. Selain faktor teknis, keterbatasan dalam penggunaan teknologi oleh peserta didik juga menjadi salah satu hambatan dalam penerapan pembelajaran berbasis digital. banyak peserta didik yang belum terbiasa menggunakan perangkat teknologi seperti laptop, komputer, atau smartphone untuk pembelajaran, karena selama ini mereka lebih banyak menggunakannya untuk hiburan atau media sosial. Rendahnya literasi digital menyebabkan mereka kesulitan dalam mengakses platform pembelajaran dan memahami cara mengunggah tugas. Bahkan, sebagian besar dari mereka tidak memiliki dasar dalam mengoperasikan fitur-fitur penting dari aplikasi pembelajaran seperti google classroom, microsoft teams, atau platform elearning lainnya. Di sisi lain, ketimpangan akses terhadap teknologi juga memperparah masalah ini, dimana sebagian siswa tidak memiliki perangkat pribadi atau harus bergantian dengan anggota keluarga lain, sehingga waktu belajar menjadi terbatas. Oleh karena itu, perlu adanya pendampingan intensif dan pelatihan literasi digital sejak dini agar peserta didik mampu menggunakan teknologi tidak hanya sebagai alat bantu, tetapi juga sebagai sarana utama dalam proses pembelajaran modern. PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian, manajemen pembelajaran guru di Madrasah Aliyah Negeri Palopo mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan memanfaatkan teknologi digital. Guru menggunakan laptop. Kelola: Journal of Islamic Education Management Analisis Pembelajaran Guru . smart TV, serta aplikasi seperti e-learning. Microsoft Office, dan Quizizz, termasuk Computer Based Test (CBT), sehingga pembelajaran lebih efektif dan efisien. Faktor internal pendukung adalah kompetensi guru melalui pelatihan dan dukungan sarana sekolah, sedangkan faktor eksternal mencakup perangkat, pelatihan, dan kebijakan dari pemerintah. Hambatan utama meliputi keterbatasan infrastruktur serta rendahnya keterampilan Secara keseluruhan, teknologi digital meningkatkan kualitas pembelajaran meski masih menghadapi tantangan. DAFTAR PUSTAKA